Bupati Yani Buka Pelatihan Bunda Puspa, Tekankan Alumni Jangan Ditinggal Usai Pelatihan

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani membuka Pelatihan Usaha untuk Pemberdayaan Ekonomi Program Bunda Puspa di Ruang Putri Cempo, Kantor Bupati Gresik pada Senin, 5 Oktober 2026.

Pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen Pemkab Gresik memperkuat kemandirian ekonomi perempuan. Kegiatan diikuti kader Bunda Puspa dengan melibatkan perangkat daerah, perguruan tinggi, organisasi perempuan, hingga pemerintah kecamatan.

Dalam sambutannya, Bupati Yani menegaskan Bunda Puspa tidak boleh berhenti hanya pada pelatihan. Program harus berlanjut dengan pendampingan hingga memberikan dampak nyata bagi perekonomian.

“Yang saya inginkan, kesejahteraan kader-kader Bunda Puspa semakin naik. Ketika pelatihan ini berdampak pada ekonomi masyarakat, peran Dinas KBPPPA sangat penting untuk mengoordinasikan seluruh elemen, baik internal maupun eksternal,” ujar Bupati Yani.

Ia menekankan, keberhasilan program tidak diukur dari jumlah peserta, melainkan sejauh mana keterampilan yang diperoleh bisa tumbuh menjadi kegiatan ekonomi.

Untuk itu, ia mendorong sinergi dengan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan. Alumni Bunda Puspa didorong menjadi pelaku usaha melalui fasilitasi legalitas seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), akses permodalan, hingga pengembangan usaha.

“Bunda Puspa ini didampingi, dilatih, kemudian dilepas ke masyarakat. Jangan sampai setelah pelatihan selesai, selesai juga programnya. Harus ada pendampingan sampai mereka benar-benar bisa menjadi pelaku usaha,” tegasnya.

Bupati Yani juga berharap alumni Bunda Puspa menjadi penggerak pemberdayaan di lingkungannya masing-masing. Mereka diharapkan bisa berbagi pengalaman kepada perempuan lain di tingkat dusun, desa, hingga RT/RW.

“Minimal alumni Bunda Puspa bisa menjadi alumni yang hebat. Bisa mengajar di lingkungan terkecil. Punya pengalaman dan mampu mendampingi perempuan-perempuan lain agar semakin hebat,” katanya.

Menurut Bupati Yani, Program Bunda Puspa yang berjalan sejak 2022 ini juga selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Desa. Ia mendorong kolaborasi program tersebut dengan program pemberdayaan lain seperti Program Keluarga Harapan (PKH).

“Sejak 2022 kita pertama kali menjalankan Bunda Puspa. Sekarang kita harus melihat, apakah lulusan atau alumni Bunda Puspa sudah memberikan dampak di tengah masyarakat. Itu yang harus kita kawal bersama,” tandasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas KBPPPA Kabupaten Gresik, tim pelaksana Bunda Puspa, Universitas Airlangga, para camat dan kader Bunda Puspa, serta organisasi perempuan seperti Fatayat, Aisyiyah, GOW dan Puspa Pinatih. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi

Bupati Yani Buka Pelatihan Bunda Puspa, Tekankan Alumni Jangan Ditinggal Usai Pelatihan Selengkapnya