School Lab Farming : Jurus Petrokimia Gresik Bikin Gen Z Jatuh Cinta Sama Pertanian 

GRESIK,1minute.id – PT Petrokimia Gresik (Persero), perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), membuktikan bahwa pertanian modern dapat menjadi magnet bagi Generasi Z. Melalui program School Lab Farming yang melibatkan 261 siswa di tiga SMK pertanian Jawa Timur, para siswa menerapkan pertanian presisi sekaligus mengelola lahan sekolah sebagai ruang belajar, produksi, dan pengembangan bisnis pertanian.

Hasilnya, produktivitas sejumlah komoditas meningkat signifikan. Di SMK Negeri 1 Kademangan, Blitar, sebanyak 800 kilogram bawang merah kering berhasil dipanen dari lahan seluas 1.000 meter persegi. Hasil tersebut meningkat lebih dari lima kali lipat dibandingkan musim tanam sebelumnya yang hanya menghasilkan sekitar 150 kilogram dari lahan yang sama.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob menyampaikan bahwa regenerasi petani menjadi tantangan bersama dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian nasional. Melalui School Lab Farming, Petrokimia Gresik ingin menghadirkan pengalaman bertani yang lebih dekat dengan karakter generasi muda, yaitu berbasis teknologi, data, produktivitas, dan peluang usaha.

“Melalui School Lab Farming, kami ingin menunjukkan kepada generasi muda bahwa pertanian saat ini sudah berkembang jauh. Dengan dukungan teknologi smart farming dan pengelolaan lahan sekolah sebagai teaching factory yang produktif, siswa tidak hanya belajar bercocok tanam, tetapi juga memahami bagaimana pertanian dapat dikelola secara modern dan memiliki prospek usaha yang menjanjikan,” ujar Daconi di Gresik, Jawa Timur.

Selain bawang merah, ratusan melon juga berhasil dibudidayakan di dalam greenhouse SMK Negeri 1 Kademangan dengan tingkat kemanisan mencapai 15 °Brix. Hasil serupa diperoleh di SMK Negeri 8 Jember dan SMK Muhammadiyah 5 Gresik. Kedua sekolah tersebut membudidayakan varietas melon berbeda dengan bobot antara 1,2 hingga 2 kilogram dan tingkat kemanisan minimal 15 °Brix.

Menurut Daconi, capaian tersebut menunjukkan bahwa pertanian dapat semakin menarik bagi Generasi Z ketika dikelola dengan teknologi dan metode budidaya yang tepat. Siswa dapat melihat secara langsung hubungan antara penggunaan teknologi, proses produksi, kualitas hasil panen, hingga nilai ekonomi yang diperoleh.

“Ketika siswa melihat sendiri bahwa lahan yang mereka kelola mampu menghasilkan produk berkualitas dan memiliki nilai jual, mereka mendapatkan perspektif baru tentang pertanian. Bukan hanya sebagai aktivitas budidaya, tetapi sebagai bidang usaha yang membutuhkan teknologi, kemampuan analisis, dan pengelolaan bisnis,” tandasnya.

Dalam penerapan pertanian presisi, siswa dibiasakan bekerja berdasarkan data. Mereka mencatat perkembangan tanaman, kondisi media tanam, kebutuhan dan dosis pemupukan, hingga hasil produksi melalui matriks yang terstandar. Dari proses tersebut, siswa belajar menganalisis kondisi tanaman sekaligus mengambil keputusan budidaya berdasarkan data.

Selain bawang merah dan melon, ketiga sekolah juga mengembangkan komoditas pendukung seperti buncis dan kembang kol sebagai bagian dari rotasi tanam. Diversifikasi komoditas tersebut sekaligus memperluas pengalaman siswa dalam mengelola berbagai jenis usaha pertanian.

School Lab Farming merupakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Petrokimia Gresik yang dijalankan dengan kerangka Creating Shared Value (CSV). Program ini tidak hanya memberikan dukungan sarana pertanian, tetapi juga mendorong optimalisasi aset sekolah sehingga dapat dimanfaatkan sebagai ruang praktik sekaligus unit produksi.

Program tersebut merupakan tindak lanjut dari kompetisi HARVESTION 2025 yang sebelumnya mempertemukan 33 SMK pertanian dari 15 kabupaten/kota di Jawa Timur. Dari kegiatan tersebut, Petrokimia Gresik melihat bahwa minat generasi muda terhadap sektor pertanian sebenarnya cukup besar, tetapi belum seluruhnya berkembang menjadi ketertarikan untuk menekuni budidaya maupun menjadikan pertanian sebagai pilihan profesi dan usaha.

Di sisi lain, sejumlah sekolah masih menghadapi keterbatasan sarana praktik dan akses terhadap teknologi pertanian modern, serta adanya kesenjangan antara pembelajaran di kelas dengan kebutuhan dunia industri. Padahal, banyak sekolah memiliki lahan yang cukup luas dan produktif untuk dikembangkan sebagai laboratorium praktik sekaligus unit produksi.

“School Lab Farming membuat proses belajar tidak berhenti pada demonstrasi di lahan. Siswa menjadi pelaku utama dalam seluruh siklus pertanian, mulai dari perencanaan budidaya, pengelolaan tanaman, pencatatan data, panen, hingga memahami nilai ekonomi dari produk yang mereka hasilkan,” ujar Daconi.

Kepala SMK Negeri 1 Kademangan Hadi Sucipto mengapresiasi program School Lab Farming karena memberikan pengalaman baru bagi siswa dalam mengenal pertanian berbasis teknologi. Menurutnya, pendekatan pertanian modern dapat meningkatkan ketertarikan generasi muda karena siswa tidak hanya mempelajari teknik budidaya, tetapi juga memahami teknologi dan peluang usaha di sektor pertanian.

“Kami sangat mengapresiasi program ini karena siswa mendapatkan kesempatan untuk belajar dan mempraktikkan langsung pertanian modern. Harapannya, pengalaman ini dapat menumbuhkan semakin banyak generasi muda yang tertarik mengembangkan sektor pertanian sekaligus turut mendukung terwujudnya pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan nasional,” tutupnya. (yad)

Editor  : Chusnul Cahyadi 

School Lab Farming : Jurus Petrokimia Gresik Bikin Gen Z Jatuh Cinta Sama Pertanian  Selengkapnya

3 Dalang Cilik Asli Gresik, Growing The Future : Bukti Nyata Petrokimia Gresik Tumbuhkan Generasi Penerus Seni Wayang 

GRESIK,1minute.id – Penampilan tiga dalang cilik asal Gresik menyita ribuan pasang mata pada pagelaran wayang di SOR Tridharma Petrokimia Gresik beberapa waktu lalu. Tiga dalang cilik, yakni ; Avito Bintang Pratama, siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Gresik; Nicolas Davino, siswa kelas IV SD Petrokimia Gresik; dan Kyano Renand H., siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) Terate Putra Gresik.

Pagelaran wayang kulit yang diselenggarakan oleh PT Petrokimia Gresik (Persero), perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero) untuk mendorong regenerasi pelestari seni dan budaya Indonesia dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 Petrokimia Gresik dan HUT ke-81 Republik Indonesia. 

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, mengatakan pelestarian budaya merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam menumbuhkan masa depan. Tema HUT ke-54 “Growing the Future”, tambahnya, tidak hanya berbicara tentang pertumbuhan bisnis, tetapi juga tentang menyiapkan generasi yang mampu meneruskan nilai dan warisan budaya bangsa.

“Pagelaran wayang kulit menjadi agenda rutin tiap momen ulang tahun perusahaan. Kami ingin ikut memastikan seni wayang tetap memiliki ruang untuk tumbuh di tengah generasi muda,” ujar Daconi.

Pagelaran wayang kulit ini menghadirkan lakon pembuka “Sumantri Ngenger” yang dibawakan oleh dalang muda Ki Achmad Bagas Septyawan. Ia merupakan karyawan muda Petrokimia Gresik sekaligus binaan Sanggar Mahesa Kencana Petrokimia Gresik.

Penampilan tersebut semakin istimewa dengan hadirnya tiga dalang cilik berbakat dari Kabupaten Gresik. Mereka adalah Avito Bintang Pratama, siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Gresik; Nicolas Davino, siswa kelas IV SD Petrokimia Gresik; dan Kyano Renand H., siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) Terate Putra, Gresik.

Kehadiran para dalang muda tersebut menjadi bukti bahwa seni wayang tetap memiliki ruang untuk tumbuh di tengah generasi saat ini. Bagi Petrokimia Gresik, regenerasi seniman menjadi bagian penting untuk memastikan wayang tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi terus hidup dan berkembang di masa depan.

“Ketika anak-anak muda mau belajar dan tampil membawakan wayang, di situlah kita melihat harapan bagi keberlanjutan budaya. Kami ingin memberikan ruang agar talenta-talenta muda ini terus berkembang dan semakin percaya diri dalam membawa seni tradisi ke generasi berikutnya,” jelas Daconi.

Dalam momen ini, Petrokimia Gresik juga menyerahkan uang pembinaan untuk para dalang cilik. Harapannya, bisa terus memotivasi dalang-dalang muda ini untuk terus melestarikan budaya wayang, sehingga bisa menginspirasi generasi muda lain di Gresik.

Lebih lanjut ia menambahkan, wayang bukan hanya menjadi tontonan, tetapi juga sarat tuntunan dan nilai kehidupan. Hal tersebut salah satunya tercermin dalam lakon “Sumantri Ngenger” yang mengajarkan kesetiaan, dedikasi, kerja nyata, serta keikhlasan untuk mendahulukan kepentingan yang lebih besar.

Sementara itu, lakon utama “Begawan Ciptaning” dibawakan oleh Ki Bayu Aji Pamungkas. Pagelaran semakin semarak dengan penampilan pelawak Cak Percil dan sinden Lintang Kairo. Lakon “Begawan Ciptaning” mengisahkan perjalanan Arjuna dalam membangun kemampuan diri, dengan membawa pesan tentang pentingnya ketekunan, fokus, dan pengendalian diri dalam mempersiapkan diri menghadapi tantangan yang lebih besar.

Nilai ketekunan dan pengembangan diri tersebut juga sejalan dengan semangat Petrokimia Gresik untuk terus meningkatkan kompetensi insan perusahaan dalam menghadapi perubahan industri. Perusahaan terus mendorong peningkatan kapasitas, pengembangan inovasi, serta penguatan kolaborasi untuk membangun masa depan perusahaan yang semakin kuat dan berkelanjutan.

“Wayang bukan hanya tontonan, tetapi juga memiliki banyak tuntunan. Nilai-nilai yang disampaikan melalui cerita dan tokohnya dapat menjadi pembelajaran bagi kita semua, terutama generasi muda. Semangat untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan juga penting agar kita semakin siap menghadapi berbagai perubahan di masa depan,” tutur Daconi.

Pagelaran yang dimulai pukul 18.30 WIB tersebut terbuka gratis untuk masyarakat umum. Petrokimia Gresik juga menyiarkan pagelaran secara langsung melalui kanal YouTube Petrokimia Gresik sehingga dapat disaksikan oleh masyarakat secara lebih luas.

Terpisah, Pudji Seti, 65, salah satu penonton asal Kabupaten Lamongan jauh-jauh datang ke Gresik bersama rombongan untuk menonton pagelaran wayang kulit yang diselenggarakan Petrokimia Gresik. Ia mengaku menjadi penonton setia pagelaran wayang yang diselenggarakan tiap tahun.

“Di era modern ini tidak banyak perusahaan yang peduli dengan budaya wayang. Tapi Petrokimia Gresik menjadi perusahaan yang konsisten tiap tahun menyelenggarakan wayang. Petrokimia Gresik memiliki kepedulian yang tinggi untuk melestarikan wayang, terbukti saat ini menampilkan tiga dalang cilik yang statusnya masih pelajar SD dan SMP,” ujarnya.

Sementara itu, Daconi memberikan apresiasi kepada masyarakat yang tiap tahun antusias menyaksikan pagelaran wayang kulit Petrokimia Gresik. Ia mengungkapkan, antusiasme masyarakat terhadap pagelaran wayang yang diselenggarakan perusahaan terus meningkat, salah satunya terlihat dari jumlah penonton melalui kanal YouTube Petrokimia Gresik.

Antusiasme masyarakat terhadap pagelaran wayang kulit Petrokimia Gresik menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. 

Hal ini tercermin dari jumlah penonton melalui kanal YouTube Petrokimia Gresik yang meningkat dua kali lipat, dari 4.000 penonton pada HUT ke-50 menjadi 8.000 penonton pada HUT ke-53 dan bertahan di angka yang sama pada HUT ke-54. Sementara pada HUT ke-51 dan ke-52, jumlah penonton masing-masing tercatat sebanyak 5.000 dan 6.000 penonton.

Terakhir Daconi menambahkan bahwa pelestarian budaya merupakan bagian dari kontribusi perusahaan kepada masyarakat. Upaya tersebut diharapkan dapat berjalan beriringan dengan pengembangan talenta muda sehingga nilai budaya dan kreativitas dapat terus tumbuh dari satu generasi ke generasi berikutnya.

“Perusahaan yang terus tumbuh tentu harus memiliki masa depan yang kuat. Masa depan itu tidak hanya dibangun melalui teknologi dan bisnis, tetapi juga melalui manusia yang memiliki karakter serta menghargai akar budayanya,” pungkas Daconi. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

3 Dalang Cilik Asli Gresik, Growing The Future : Bukti Nyata Petrokimia Gresik Tumbuhkan Generasi Penerus Seni Wayang  Selengkapnya

Jadikan Hidup Sehat, Ribuan Warga Ikuti Jalan Sehat bersama Petrokimia Gresik

GRESIK,1minute.id – Hidup Sehat sudah menjadi gaya hidup bagi insan PT Petrokimia Gresik dan masyarakat Gresik. Ini terlihat dari antusiasme masyarakat mengikuti jalan sehat bersama PT Petrokimia Gresik (Persero), perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), 

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Ke-54 Petrokimia Gresik dan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini digelar di tiga wilayah, yakni Gresik pada 12 Juli, Babat, Lamongan pada 2 Agustus, serta Gunungsari, Surabaya, Minggu, 9 Agustus 2026.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menyampaikan bahwa jalan sehat atau fun walk yang rutin digelar setiap tahun merupakan salah satu bentuk kepedulian perusahaan dalam mendorong penerapan pola hidup sehat. Menurutnya, kesehatan merupakan kebutuhan dasar yang berperan penting dalam menjaga produktivitas dan meningkatkan kualitas hidup.

“Melalui jalan sehat ini, Petrokimia Gresik mengajak peserta untuk membiasakan hidup aktif dan sehat. Kami berharap kegiatan sederhana ini dapat menjadi momentum untuk membangun kebiasaan berolahraga secara rutin sekaligus menjaga kebugaran tubuh,” ujar Daconi.

Rangkaian jalan sehat tersebut diikuti oleh karyawan Petrokimia Gresik bersama keluarga serta masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Di Gresik, kegiatan menjadi bagian dari aktivitas kebersamaan karyawan dan keluarga, sementara di Babat dan Gunungsari, masyarakat sekitar turut berpartisipasi. Peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, orang dewasa, hingga lanjut usia.

“Kebiasaan hidup sehat dapat dimulai dari lingkungan keluarga. Kami melihat antusiasme peserta dari berbagai kelompok usia, mulai anak-anak hingga lansia. Semoga kegiatan yang rutin kami laksanakan ini dapat mendorong keluarga untuk semakin aktif berolahraga dan menjaga kesehatan,” kata Daconi

Tidak hanya jalan sehat, Petrokimia Gresik juga menghadirkan berbagai fasilitas pendukung untuk memberikan manfaat lebih luas. Peserta dapat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, sementara anak-anak dapat menikmati fasilitas permainan yang tersedia di lokasi kegiatan.

Petrokimia Gresik juga menyediakan ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk membuka stan dan memasarkan produknya. Kehadiran UMKM tersebut menjadikan kegiatan jalan sehat tidak hanya sebagai sarana olahraga dan silaturahmi, tetapi juga sebagai bentuk dukungan perusahaan terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat dan pelaku usaha lokal.

Lebih lanjut, Daconi mengatakan kegiatan jalan sehat juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara perusahaan dengan insan perusahaan maupun masyarakat di sekitar wilayah operasional. Menurutnya, hubungan yang harmonis menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan perusahaan.

“Jalan sehat ini bukan hanya tentang olahraga, tetapi juga tentang membangun kebersamaan. Di sini masyarakat, karyawan, dan keluarga dapat berbaur dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan. Dukungan masyarakat menjadi bagian penting bagi Petrokimia Gresik dalam menjalankan amanah, termasuk memastikan penyaluran pupuk bersubsidi berjalan optimal untuk mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional,” pungkas Daconi. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Jadikan Hidup Sehat, Ribuan Warga Ikuti Jalan Sehat bersama Petrokimia Gresik Selengkapnya

40 Tahun KIPG, Partisipasi Insan Petrokimia Gresik Capai 97%, Inovasi Perkuat Daya Saing Perusahaan 

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri holding Pupuk Indonesia, (Persero), kembali menyelenggarakan Konvensi Inovasi Petrokimia Gresik (KIPG) 2026. Tahun ini, memasuki 40 tahun perjalanan KIPG sebagai wadah pengembangan budaya inovasi yang telah melahirkan berbagai terobosan untuk memperkuat daya saing dan keberlanjutan perusahaan.

Selama empat dekade penyelenggaraannya, KIPG telah menjadi motor penggerak lahirnya inovasi-inovasi yang berkontribusi terhadap peningkatan efisiensi, produktivitas, keandalan operasional, serta penguatan peran Petrokimia Gresik dalam mendukung ketahanan pangan nasional.  Pada KIPG 2026, berbagai inovasi yang dikembangkan insan perusahaan mampu menghasilkan direct financial benefit sebesar Rp 68 miliar dan value creation mencapai Rp154 miliar.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob, menyampaikan bahwa keberlangsungan KIPG selama 40 tahun menunjukkan komitmen perusahaan dalam membangun budaya inovasi yang kuat dan berkelanjutan.

“Budaya inovasi di Petrokimia Gresik terus tumbuh dan berkembang secara positif. Besarnya keterlibatan karyawan dalam inovasi menjadi cerminan bahwa semangat untuk berpikir kreatif, melakukan perbaikan, dan berkontribusi telah menjadi bagian dari budaya kerja di Petrokimia Gresik,” ujar Daconi saat membuka KIPG 2026 di Gresik pada Kamis, 11 Juni 2026. 

Tingginya budaya inovasi tersebut tercermin dari partisipasi karyawan yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Jika pada tahun 2024 keterlibatan karyawan dalam inovasi mencapai 95 persen, maka pada tahun 2025 meningkat menjadi 97 persen dan pada KIPG 2026 mencapai 98 persen. Keterlibatan tersebut juga mencakup Pejabat Band I dan Band II, menunjukkan dukungan inovasi yang kuat dari seluruh jenjang organisasi.

Menurut Daconi, capaian tersebut membuktikan bahwa inovasi tidak hanya menghasilkan ide-ide baru, tetapi juga menghadirkan nilai tambah yang terukur bagi perusahaan. “Insan Petrokimia Gresik menyadari pentingnya inovasi bagi perusahaan, khususnya dalam menjalankan amanah penyaluran pupuk bersubsidi untuk mewujudkan swasembada pangan nasional. Kontribusi ini membuktikan bahwa setiap gagasan dapat berkembang menjadi solusi yang memberikan dampak signifikan bagi kinerja dan daya saing perusahaan,” katanya.

Sebanyak 1.799 gugus inovasi berpartisipasi dalam KIPG 2026. Mengusung tema “Driving Efficiency, Creating Value”, KIPG 2026 menjadi wadah bagi insan perusahaan untuk menghadirkan inovasi yang tidak hanya menciptakan pembaruan, tetapi juga menghasilkan nilai tambah yang berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Daconi juga memberikan apresiasi kepada para inovator terbaik yang telah menghasilkan berbagai terobosan dan solusi untuk mendukung operasional perusahaan.

“Empat puluh tahun perjalanan KIPG telah membuktikan bahwa kemajuan perusahaan tidak pernah lahir dari kebetulan. Kemajuan selalu diawali oleh keberanian untuk berubah, kemauan untuk memperbaiki, dan komitmen untuk terus menciptakan nilai,” tegasnya.

Daconi menambahkan, inovasi harus berjalan beriringan dengan operational excellence. Dengan fondasi inovasi yang semakin kuat dan keterlibatan karyawan yang semakin tinggi, perusahaan diharapkan mampu terus menghadirkan berbagai terobosan yang memberikan manfaat jangka panjang serta memperkuat posisi perusahaan dalam menghadapi tantangan dan peluang bisnis di masa mendatang. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

40 Tahun KIPG, Partisipasi Insan Petrokimia Gresik Capai 97%, Inovasi Perkuat Daya Saing Perusahaan  Selengkapnya

Petrokimia Gresik Bagikan Hewan Kurban Senilai Rp 1,8 Miliar, SIG Salurkan 292 Hewan Kurban

GRESIK,1minute.id – Dua perusahaan pelat merah, PT Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia menyalurkan 187 hewan senilai Rp1,8 miliar untuk masyarakat sekitar perusahaan. Sementara itu, SIG menyalurkan 292 hewan kurban pada Idul Adha 1447 Hijriah/ 2026 Masehi. 

Ratusan hewan kurban dari perusahaan Solusi Agroindustri berkantor pusat di Jalan A.Yani, Gresik itu disalurkan untuk masyarakat sekitar perusahaan yakni Gresik, Lamongan dan Surabaya.  Sedangkan, hewan kurban dari PT Semen Indonesia disalurkan untuk masyarakat di 19 Provinsi di Indonesia. 

Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob menyampaikan bahwa Pemerintah telah banyak melakukan perubahan sebagai upaya memberikan kemudahan akses petani terhadap pupuk bersubsidi. Ia bersyukur masyarakat sekitar perusahaan terus memberikan dukungan terbaik sehingga Petrokimia Gresik dapat mendukung pelaksanaan kebijakan tersebut secara optimal.

“Momentum Idul Adha menjadi kesempatan bagi Petrokimia Gresik untuk berbagi sekaligus menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang selama ini mendukung perusahaan. Berkat dukungan tersebut, Petrokimia Gresik mampu menjalankan amanah penyaluran pupuk bersubsidi dengan baik sesuai target,” ujar Daconi di Gresik, Jawa Timur pada Rabu, 27 Mei 2026. 

Ia menambahkan, berbagai inovasi dan program yang dijalankan Petrokimia Gresik juga terbukti mampu mendukung peningkatan produktivitas pertanian nasional. Karena itu, perusahaan terus berkomitmen menghadirkan manfaat yang lebih luas, tidak hanya bagi sektor pertanian tetapi juga masyarakat sekitar perusahaan.

Penyaluran hewan kurban untuk masyarakat ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan. Tahun ini Petrokimia Gresik menyalurkan hewan kurban sebanyak 40 ekor sapi dan 147 ekor kambing.

Ratusan hewan kurban tersebut disalurkan kepada masyarakat di wilayah Gresik, Lamongan, Surabaya dan sekitarnya melalui pengurus masjid dan musala, pondok pesantren, serta organisasi kemasyarakatan yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan. Harapannya, manfaat program ini dapat diterima secara merata oleh masyarakat.

Lebih lanjut Daconi memastikan, setiap hewan kurban yang disalurkan Petrokimia Gresik juga telah melalui proses pemeriksaan kesehatan oleh dokter hewan. Kesehatan menjadi perhatian utama karena merupakan salah satu syariat Islam yang harus dipenuhi pada hewan kurban. Sehingga hewan kurban yang disalurkan dan dikonsumsi memberikan dampak positif bagi masyarakat.

GM of CSR, SIG Edy Saraya (ketiga kiri) bersama penerima hewan kurban dari Kelurahan Gending, Singosari, Sidomoro, Segoromadu, Sidorukun, dan Kramatinggil, Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada Selasa, 26 Mei 2026 (Foto : SIG untuk 1minute.id)

Sementara itu, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) pada Idul Adha 1447 H ini membagikan 292 hewan kurban yang terdiri dari 186 ekor sapi dan 106 ekor kambing. Pembagian hewan kurban dilaksanakan secara bertahap mulai 19 Mei 2026 hingga 26 Mei 2026 melalui masjid, yayasan, pondok pesantren, serta pemukiman masyarakat di sekitar wilayah operasi perusahaan.

Wilayah penyaluran hewan kurban dari SIG tersebar di 19 provinsi meliputi Aceh (Aceh Besar), Riau (Dumai), Sumatra Barat (Padang), Lampung (Bandar Lampung dan Lampung Selatan), Bengkulu, Sumatra Selatan (Palembang dan Ogan Komering Ulu). 

Kemudian,  DKI Jakarta, Banten (Cilegon), Jawa Barat (Bogor dan Karawang), Jawa Tengah (Kendal, Rembang, Blora, Demak, Banyumas dan Cilacap), Jawa Timur (Tuban, Gresik, Probolinggo dan Banyuwangi). Selanjutnya, Bali (Buleleng), Kalimantan Barat (Mempawah), Kalimantan Timur (Samarinda), Sulawesi Selatan (Pangkep, Makassar), Sulawesi Barat (Mamuju), Sulawesi Tenggara (Kendari), Maluku Utara (Tidore Kepulauan), hingga Papua Barat (Sorong).

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan, Iduladha menjadi momentum untuk memperkuat nilai kepedulian dan semangat berbagi, khususnya bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi perusahaan. Melalui penyaluran hewan kurban, SIG ingin menghadirkan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat sekaligus mempererat harmoni dengan para pemangku kepentingan.

”Sebagai bentuk dukungan terhadap perekonomian lokal, SIG membeli hewan kurban dari UMKM di masing-masing wilayah operasi perusahaan, dan memastikan seluruh hewan kurban yang disalurkan telah melalui tes kesehatan sehingga aman dan layak untuk dikonsumsi. Harapan kami, kehadiran SIG tidak hanya berkontribusi terhadap pembangunan, tetapi juga membawa manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan sekitar,” ujar Vita Mahreyni. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Petrokimia Gresik Bagikan Hewan Kurban Senilai Rp 1,8 Miliar, SIG Salurkan 292 Hewan Kurban Selengkapnya

Jaga Keberlanjutan Produksi Pupuk Nasional, Petrokimia Gresik Teken PJBG dari Lapangan MDA-MBH dan WK Ketapang 

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), terus memperkuat ketahanan pasokan gas jangka panjang guna mendukung keberlanjutan produksi pupuk nasional. Upaya ini diwujudkan melalui penguatan kerja sama penyediaan gas dari Lapangan MDA-MBH di Selat Madura dan Wilayah Kerja (WK) Ketapang di Perairan Utara Pulau Madura.

Melalui penguatan kerja sama tersebut, Petrokimia Gresik berpotensi memperoleh tambahan pasokan gas sekitar 30–35 MMSCFD guna memperkuat keandalan operasional perusahaan dalam mendukung keberlanjutan produksi pupuk dan produk agroindustri lainnya hingga 2035.

Langkah strategis tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) antara Petrokimia Gresik dan Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) untuk Lapangan MDA-MBH yang disaksikan langsung Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, serta penandatanganan Head of Agreement (HoA) bersama PC Ketapang II Ltd terkait rencana kerja sama jual beli gas di Wilayah Kerja Ketapang.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob, menandatangani langsung kedua kerja sama tersebut bersama para pihak terkait di Tangerang, baru-baru ini.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob, menyampaikan bahwa penguatan sinergi antara industri pupuk dan sektor energi merupakan langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan produksi sekaligus mendukung agenda ketahanan pangan nasional.

“Gas bumi merupakan salah satu bahan baku utama dalam proses produksi pupuk. Oleh karena itu, kepastian pasokan gas dan penguatan kolaborasi dengan para pemasok energi merupakan bagian penting dari komitmen perusahaan untuk menjaga keberlanjutan operasional serta mendukung produktivitas sektor pertanian nasional,” ujar Daconi.

Melalui kerja sama tersebut, Petrokimia Gresik memperkuat kepastian pasokan gas guna mendukung keberlanjutan operasional perusahaan. Penandatanganan HoA bersama PC Ketapang II Ltd juga menjadi langkah awal dalam memperkuat kerja sama strategis penyediaan gas jangka panjang guna memperkuat keandalan pasokan energi perusahaan pada masa mendatang.

Kerja sama tersebut juga mencerminkan komitmen perusahaan secara berkelanjutan dalam membangun sistem pasokan energi yang andal, adaptif, dan berkelanjutan. Daconi menambahkan, kolaborasi antara industri pupuk dan sektor energi memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas produksi pupuk nasional di tengah dinamika industri global.

“Sinergi lintas sektor menjadi fondasi penting untuk memperkuat ketahanan industri nasional. Petrokimia Gresik berkomitmen terus membangun kemitraan strategis yang memberikan manfaat jangka panjang bagi sektor pertanian dan ketahanan pangan Indonesia,” tambahnya.

PJBG antara Petrokimia Gresik dan HCML ditandatangani oleh Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob bersama General Manager HCML, Wang Kaifei, yang diwakili oleh VP Marketing, Legal, and Business Support HCML Wahyudin Sunarya. Sedangkan HoA bersama PC Ketapang II Ltd ditandatangani oleh Daconi Khotob bersama Presiden Direktur PC Ketapang II Ltd Yuzaini Md Yusof. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Jaga Keberlanjutan Produksi Pupuk Nasional, Petrokimia Gresik Teken PJBG dari Lapangan MDA-MBH dan WK Ketapang  Selengkapnya

Stok Pupuk Musim Tanam April – September 2026 Aman, Petrokimia Gresik Siapkan 219 Ribu Ton Pupuk Bersubsidi 

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, menyiapkan stok pupuk bersubsidi sebanyak 219.648 ton.

Ketersediaan stok ini menjadi salah satu indikator kesiapan perusahaan dalam menjaga keberlanjutan produksi dan menjamin ketersediaan pupuk bagi petani di tengah dinamika global yang berdampak pada rantai pasok bahan baku industri pupuk dunia.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob menyampaikan bahwa Petrokimia Gresik bersama Pupuk Indonesia telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan produksi sekaligus memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi bagi petani selama musim tanam berlangsung.

Berbagai langkah tersebut dilakukan melalui optimalisasi fasilitas produksi dan operasional perusahaan untuk menjaga kontinuitas produksi pupuk, penguatan stok pupuk bersubsidi, serta dukungan jaringan distribusi nasional Pupuk Indonesia Group agar pupuk tersedia tepat waktu bagi petani.

Selain itu, Petrokimia Gresik juga terus memperkuat antisipasi terhadap berbagai dinamika global yang berpotensi memengaruhi rantai pasok bahan baku industri pupuk dunia. “Perubahan kondisi global dan potensi gangguan jalur logistik internasional menjadi perhatian industri pupuk dunia. Namun Petrokimia Gresik tetap berupaya optimal dalam memproduksi pupuk sehingga ketersediaan pupuk bagi petani tetap terjaga,” ujar Daconi di Surabaya, Jawa Timur pada Selasa, 12 Mei 2026.

Sebagai langkah antisipasi, Petrokimia Gresik memperkuat strategi pengadaan bahan baku, di antaranya melalui diversifikasi negara asal suplai phosphate rock, potash, dan sulphur, serta optimalisasi pasokan sulphuric acid dari produksi dalam negeri. Selain itu, perusahaan juga melakukan optimalisasi kontrak pengadaan jangka panjang serta mempercepat pengamanan stok bahan baku untuk kebutuhan enam hingga dua belas bulan ke depan guna menjaga keberlanjutan produksi.

“Di sisi operasional, Petrokimia Gresik memastikan kesiapan fasilitas produksi dan operasional perusahaan agar produksi pupuk tetap berjalan optimal untuk mendukung kebutuhan musim tanam nasional,” tandas Daconi.

Sementara itu, per 10 Mei 2026 Petrokimia Gresik memastikan ketersediaan stok pupuk bersubsidi tetap terjaga untuk mendukung kebutuhan musim tanam. Terdiri dari Urea bersubsidi sebesar 32.054 ton, NPK Phonska 166.324 ton, pupuk organik Petroganik sebesar 16.611 ton, ZA 2.720 ton, dan SP-36 1.939 ton.

“Stok ini telah tersedia pada jaringan distribusi Pupuk Indonesia dan siap disalurkan kepada penerima di PPTS (Penerima Pupuk pada Titik Serah) sesuai ketentuan yang berlaku. Kami berharap petani tidak perlu khawatir, musim tanam April–September bisa dijalani dengan optimal,” ujar Daconi.

Lebih lanjut ia menjelaskan, Pemerintah telah banyak melakukan perubahan tata kelola penyaluran pupuk bersubsidi. Perubahan ini sebagai upaya untuk memberikan kemudahan akses petani terhadap pupuk bersubsidi.

Perubahan tersebut diantaranya penyederhanaan regulasi, dari 145 aturan dipangkas menjadi satu peraturan induk, yaitu Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 6 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Pupuk Bersubsidi, kemudian disempurnakan dengan Perpres 113/2025. Melengkapi peraturan induk tersebut, terbit juga Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 15 Tahun 2025 sebagian peraturan pelaksanaannya.

Penyederhanaan ini mendukung kelancaran distribusi pupuk ke seluruh Indonesia, sehingga berjalan semakin efektif dan tepat waktu. Selain itu mampu mendukung tingginya penyerapan pupuk bersubsidi di awal tahun. Bahkan realisasi penyaluran pupuk bersubsidi nasional per 10 Mei 2026 mencapai 3,46 juta ton atau 35 persen dari total alokasi tahun 2026 sebesar 9,85 juta ton. Realisasi tersebut juga tercatat lebih tinggi 35 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Ia juga memastikan PI Group berkomitmen melakukan pengawasan ketat agar Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS) disiplin menerapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah diturunkan Pemerintah sebesar 20 persen untuk seluruh jenis pupuk bersubsidi. Hal ini, tambahnya, menjadi bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung program swasembada pangan nasional.

Lebih lanjut ia mengimbau, penebusan harus dilakukan di PPTS atau kios resmi sehingga petani mendapatkan produk asli. Saat ini banyak sekali oknum yang tidak bertanggung jawab menawarkan produk palsu, umumnya dengan iming-iming harga lebih murah. Petani harus berhati-hati agar tidak tertipu dan tetap mendapatkan hasil optimal dalam budidayanya.

“Petrokimia Gresik berkomitmen menjaga keberlangsungan produksi dan ketersediaan pupuk nasional di tengah tantangan global. Kami ingin memastikan kebutuhan pupuk petani tetap terpenuhi sehingga produktivitas pertanian nasional dapat terus terjaga,” tutupnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Stok Pupuk Musim Tanam April – September 2026 Aman, Petrokimia Gresik Siapkan 219 Ribu Ton Pupuk Bersubsidi  Selengkapnya

Petrokimia Gresik Bakti Pelosok Negeri di Pulau Telango, Madura untuk Memperkuat Infrastruktur, Pendidikan & Kesehatan

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 53 karyawan Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia melakukan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pulau Talango Tengah dan Talango Aeng di Kabupaten Sumenep, Madura. Program TJSL bertajuk “PG Bakti Pelosok Negeri” ini sebagai ikhtiar memperkuat infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan masyarakat.  Program pengabdian masyarakat ini diselenggarakan selama lima hari, 18–22 Agustus 2025.

Terpisah, Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob menyampaikan, bahwa Petrokimia Gresik merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini dengan banyak berkontribusi bagi masyarakat. Bulan Agustus ini, generasi muda Petrokimia Gresik mengikuti program community action “Ajang Kolaborasi Seluruh Insan (AKSI)” yang diinisiasi Pupuk Indonesia di Banyuwangi. Dan sekarang, mereka juga berkontribusi langsung untuk masyarakat di Pulau Talango Tengah dan Talango Aeng melalui program “PG Bakti Pelosok Negeri”.

“Pulau Talango Tengah memiliki akses transportasi yang terbilang terbatas. Menuju pulau yang berada di ujung timur Madura tersebut hanya bisa melalui jalur laut dengan waktu tempuh antara 5 hingga 6 jam. Insan Petrokimia Gresik berbagi bersama masyarakat selama lima hari di sana. Kami berkomitmen tidak hanya berorientasi pada profit, sebagai bagian dari BUMN, Petrokimia Gresik juga harus mampu bermanfaat bagi masyarakat, termasuk di Pulau Talango Tengah dan Talango Aeng,” ujar Daconi pada Senin, 25 Agustus 2025.

Sementara, Ketua HUT Ke-53 Petrokimia Gresik Chandra Budiman menambahkan Petrokimia Gresik di Talango Tengah dan Talango Aeng melakukan perbaikan sejumlah fasilitas umum, diantaranya pembangunan dermaga apung di Talango Aeng. Berikutnya juga melakukan pembangunan Welcome Sign di Talango Tengah; dan pemberian bantuan berupa kWh meter untuk warga kurang mampu sebanyak 30 unit di Pulau Talango Tengah maupun Talango Aeng.

Adapun di bidang pendidikan, Talango memiliki 150 siswa dan terdapat dua sekolah, yaitu Sekolah Dasar Negeri (SDN) Talango Tengah, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Jazirah dan Madrasah Diniyah Takmilayah Awwaliah Al-Syarif. Di sini, Insan Petrokimia Gresik juga melakukan peremajaan untuk ruang kelas SD, MI, dan Madin serta mess untuk guru SDN Talango Tengah. Petrokimia Gresik juga membangun pagar untuk sekolah MI.

“Tidak hanya memperbaiki fasilitas, Insan Petrokimia Gresik juga berupaya memberikan motivasi agar anak-anak Talango Tengah dan Talango Aeng bersemangat meraih mimpi-mimpinya melalui pembelajaran outdoor untuk siswa SD maupun MI,” ungkap Chandra.

Berikutnya Petrokimia Gresik juga menyediakan fasilitas cek kesehatan gratis untuk masyarakat. Program ini kerja sama Petrokimia Gresik dengan Puskesmas Raas. Selain itu, karyawan juga memberikan penyuluhan kesehatan untuk masyarakat Talango Tengah. Karena kesehatan merupakan kebutuhan dasar manusia dalam mewujudkan kesejahteraan keluarga.

Lebih lanjut ia menjelaskan, program PG Bakti Pelosok Negeri ini merupakan bagian dari rangkaian ulang tahun Petrokimia Gresik yang ke-53 dan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan ini adalah bentuk nyata komitmen Petrokimia Gresik untuk terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, khususnya di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

“Tahun ini merupakan penyelenggaraan kegiatan yang ketiga, dan kami merasa sangat bersyukur bisa hadir di tengah-tengah masyarakat Talango Tengah dan Talango Aeng. Insan Petrokimia Gresik penuh semangat turun langsung, berbagi tenaga, pengetahuan, dan kepedulian di Talango Tengah dan Talango Aeng,” ujar Chandra.

Terakhir Daconi menambahkan, Petrokimia Gresik juga membaur bersama masyarakat melalui lomba 17an. Suasana terlihat hangat, dan mampu meningkatkan semangat nasionalisme baik itu dari Insan Petrokimia Gresik maupun masyarakat.

“Petrokimia Gresik harus mampu menghargai jasa para pahlawan kemerdekaan melalui kontribusi positif bagi masyarakat. Karena kelancaran bisnis perusahaan dalam mewujudkan swasembada pangan nasional tidak lepas dari doa dan dukungan masyarakat,” tutup Daconi. (yad)

Petrokimia Gresik Bakti Pelosok Negeri di Pulau Telango, Madura untuk Memperkuat Infrastruktur, Pendidikan & Kesehatan Selengkapnya