Petrokimia Gresik Cetak 373 Agronom Muda melalui Taruna Makmur, Regenerasi Petani Nasional dengan SDM Berkualitas 

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, terus memperkuat dukungannya terhadap regenerasi petani nasional. Melalui Program Taruna Makmur Batch 8, perusahaan mencetak 55 agronom muda yang siap terjun langsung mendampingi petani di lapangan.

Direktur Manajemen Risiko Petrokimia Gresik, Johanes Barus menyampaikan, bahwa puluhan agronom muda tersebut merupakan mahasiswa aktif dari sejumlah institusi pendidikan pertanian di Indonesia. Mereka mendapatkan pembekalan di “Sekolah Makmur” dan saat ini para Taruna Makmur itu diterjunkan ke lapangan sebagai tenaga agronom.

“Selama di lapangan, para Taruna Makmur diharapkan berperan sebagai pendamping sekaligus agen perubahan. Mereka membantu petani dalam penerapan budidaya yang baik, pemanfaatan teknologi pertanian, serta peningkatan produktivitas dan keberlanjutan usaha tani,” ujar Johanes dalam kegiatan Wirakarya Taruna Makmur yang digelar di Gresik, Jawa Timur, baru-baru ini.

“Program ini sejalan dengan agenda pemerintah dalam mencetak sumber daya manusia pertanian yang kompeten sekaligus mendukung percepatan swasembada pangan nasional,” imbuhnya.

Adapun puluhan Taruna Makmur Batch 8 berasal dari Politeknik Pengembangan Pertanian (Polbangtan) Malang sebanyak 27 mahasiswa. Kemudian 13 mahasiswa berasal dari Politeknik LPP (Lembaga Pendidikan Perkebunan) Yogyakarta; 12 mahasiswa dari Polbangtan Bogor, dan 3 mahasiswa dari Polbangtan Medan.

“Melalui program ini, mahasiswa aktif dari berbagai institusi pendidikan pertanian diberikan kesempatan untuk terlibat langsung dalam pendampingan petani di lapangan, sekaligus mengasah kompetensi teknis, manajerial dan sosial sebagai calon agronomis muda masa depan,” tandasnya.

Lebih lanjut, Johanes berharap kehadiran Taruna Makmur mampu menginspirasi generasi muda di Indonesia untuk turut mengembangkan sektor pertanian. Menurutnya, regenerasi petani menjadi problem pertanian di Indonesia yang membutuhkan dukungan dan peran aktif dari banyak pihak.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut bahwa lebih dari 70% petani Indonesia berusia di atas 40 tahun, sementara proporsi petani muda usia 19–39 tahun masih berada di kisaran 20%. Kondisi ini perlu menjadi perhatian bersama, karena berpotensi memengaruhi keberlanjutan produksi dan ketahanan pangan nasional di masa mendatang.

“Kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor industri menjadi kunci penting dalam membangun ekosistem pertanian yang modern, produktif, berdaya saing, serta berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Petrokimia Gresik menginisiasi program Sekolah Makmur mulai tahun 2022, dan saat ini sudah pada Batch 8. Sejak pertama kali diluncurkan, Petrokimia Gresik telah mencetak 373 Taruna Makmur, yang merupakan Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian berkualitas.

Dalam program ini, Petrokimia Gresik merekrut mahasiswa aktif Polbangtan menjadi Taruna Makmur dengan tujuan untuk memberikan kesempatan bagi mereka untuk magang sebagai tenaga agronomis lapangan selama enam bulan, sekaligus memperkuat peran kawalan budidaya pertanian demi peningkatan produktivitas dan regenerasi petani muda di Indonesia.

Mahasiswa sangat antusias mengikuti program ini. Jumlah peminat program Taruna Makmur dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. (yad)

Petrokimia Gresik Cetak 373 Agronom Muda melalui Taruna Makmur, Regenerasi Petani Nasional dengan SDM Berkualitas  Selengkapnya

Ini Program Anyar Petrokimia Gresik untuk Dorong Pertanian Terintegrasi

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik,  perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia meluncurkan program Kampung Makmur untuk komoditas nanas. Program anyar itu diluncurkan di Desa Sempu, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Kampung Makmur ini merupakan pengembangan dari Program Makmur untuk mendorong terciptanya ekosistem pertanian. 

Hal ini diungkapkan Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo yang diwakili oleh SVP Mitra Bisnis Petrokimia Gresik Eko Suroso dalam acara Sarasehan Kampung Makmur Komoditas Nanas, di Kediri.pada Kamis, 1 Agustus 2024.

Dwi Satriyo menyampaikan bahwa, Kabupaten Kediri merupakan sentra penghasil nanas di Jawa Timur. Kampung Makmur ini merupakan upaya Petrokimia Gresik untuk mendorong peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani nanas di Kediri.

“Dalam Kampung Makmur, Petrokimia Gresik membangun ekosistem pertanian dari hulu hingga hilir, baik on farm maupun off farm. Menggandeng sejumlah stakeholder mulai dari kelompok tani, perbankan, lembaga asuransi, hingga offtaker,” tandas Dwi Satriyo.

Petrokimia Gresik, tambahnya, dalam Kampung Makmur bekerja sama dengan Kelompok Tani Petung Jaya Tani dengan jumlah anggota mencapai 60 petani. Kampung Makmur ini akan mengelola lahan budidaya nanas seluas 217 Ha. Adapun program Makmur yang dijalankan di Kelompok Tani Petung Jaya Tani terbukti mampu meningkatkan hasil produktivitas tanaman.

Dalam kerja sama ini, Petrokimia Gresik bertugas memberikan jaminan penyediaan pupuk nonsubsidi kepada petani. Selain itu, Petrokimia Gresik juga melakukan kegiatan sosialisasi pemupukan berimbang, kawalan budidaya, pengendalian hama dan penyakit serta uji tanah oleh petugas Mobil Uji Tanah dan Agroman.

Adapun dosis pupuk budidaya nanas Kampung Makmur ini menggunakan pupuk nonsubsidi NPK Phonska Plus sebanyak 150 kg/Ha, Urea 150 Kg/Ha, dan ZA Plus 100 kg/Ha. Penggunaan pupuk ZA Plus sendiri mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas nanas yang dibudidayakan.

“Petani dalam budidaya memperoleh rekomendasi pemupukan berimbang, sehingga lebih presisi, efektif dan efisien. Hasilnya pun semakin optimal,” tandasnya.

Sebagai ekosistem pertanian komprehensif, program Kampung Makmur ini juga mampu menghasilkan produk turunan dari hasil pengolahan komoditi nanas yang diberi nama sari “Nanaskuu”. Produk ini dikelola oleh BUMDES Sempu Mandiri, dimana olahan sari nanas ini juga merupakan oleh-oleh khas Kediri. Selain sari “Nanaskuu”, terdapat olahan berupa selai nanas “PURI” yang dikelola oleh Poktan Petung Jaya Tani.

Sementara itu, Ketua Poktan Petung Jaya Tani, Sugiyanto membenarkan jika terjadi peningkatan hasil panen anggotanya dalam program Kampung Makmur ini meningkat cukup siginifikan.

“Alhamdulillah hasil panen dalam program Kampung Makmur terbukti dapat meningkatkan produktivitas budidaya nanas sebesar 18%, dimana pada panen awal hanya 46.300 buah/Ha menjadi 54.500 buah/Ha.” ujar Sugiyanto. (yad)

Ini Program Anyar Petrokimia Gresik untuk Dorong Pertanian Terintegrasi Selengkapnya

Petrokimia Gresik Berikan Reward Biaya Pendidikan Anak Petani Indonesia 

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik terus mendorong adanya regenerasi petani di Indonesia. Perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia itu melalui program “Bolo Tani” memberikan reward biaya pendidikan jenjang Sekolah Menengah Atas atau SMA sederajat untuk anak petani yang tergabung dalam program Makmur. 

Sebanyak 52 reward biaya pendidikan Bolo Tani secara simbolis diserahkan langsung oleh Direktur Utama PT Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo di Gresik, Jawa Timur pada Rabu, 26 Juni 2024.

Dwi Satriyo Annurogo menyampaikan bahwa sektor pertanian telah lama menjadi tulang punggung perekonomian di Indonesia. Memiliki peranan penting bagi ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan masyarakat. Namun, sektor pertanian dewasa ini memiliki tantangan besar dalam proses regenerasi petani. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2023, mayoritas dari pekerja di sektor pertanian adalah petani berusia lanjut. Petrokimia Gresik dalam menjalankan amanah menjaga ketahanan pangan nasional dan memajukan pertanian di Indonesia, kata Dwi Satriyo Annurogo, tidak hanya menghasilkan produk dan layanan berkualitas, tapi juga berinovasi membantu pemerintah untuk mendorong regenerasi petani demi terwujudnya sustainability agriculture. 

“Terbaru, regenerasi ini kami wujudkan melalui program reward biaya pendidikan Bolo Tani yang kami luncurkan saat ini,” ujar Dwi Satriyo.

Melalui reward biaya pendidikan Bolo Tani, Petrokimia Gresik memberikan biaya pendidikan anak petani Makmur yang duduk di bangku SMA sederajat selama satu tahun. Total biaya pendidikan yang diberikan Petrokimia Gresik untuk 52 reward biaya pendidikan Bolo Tani mencapai Rp 312 juta.

Dwi Satriyo menegaskan, reward biaya pendidikan ini diperuntukan bagi anak seorang petani yang tergabung dalam program Makmur, atau program inisiasi Kementerian BUMN dalam rangka meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani di Indonesia. 

Makmur sendiri adalah ekosistem pertanian dari hulu hingga hilir yang melibatkan petani, perbankan, lembaga asuransi, pendamping budidaya hingga offtaker pertanian.

“Dalam program reward biaya pendidikan Bolo Tani ini, para siswa juga mendapatkan pengetahuan mengenai budidaya pertanian, diantaranya pemupukan berimbang. Harapannya, mereka dapat lebih akrab dengan budidaya pertanian sejak masih usia sekolah, dan tertarik untuk menjadi petani di masa mendatang” terang Dwi Satriyo.

Berangkatkan 52 Taruna Makmur

Selain melalui reward biaya pendidikan Bolo Tani, Petrokimia Gresik juga mengoptimalkan program Makmur untuk regenerasi pertanian di Indonesia. Di hari yang sama dengan peluncuran reward biaya pendidikan Bolo Tani, Petrokimia Gresik juga memberangkatkan 52 mahasiswa yang terpilih menjadi Taruna Makmur untuk memberikan pendampingan petani dalam budidaya pertanian program Makmur.

Sebelum terjun ke lapangan, puluhan mahasiswa tersebut mendapatkan pembekalan di Sekolah Makmur. Petrokimia Gresik dalam pembekalan tersebut bekerja sama dengan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian.

“Alhamdulillah Petrokimia Gresik konsisten melakukan regenerasi petani melalui Taruna Makmur. Saat ini sudah memasuki batch lima. Dan sekarang program regenerasi ini kita optimalkan dengan hadirnya Bolo Tani untuk mengenalkan sektor pertanian pada pelajar level SMA. Ini merupakan wujud kontribusi Petrokimia Gresik untuk masa depan pertanian yang berkelanjutan,” pungkasnya. (yad)

Petrokimia Gresik Berikan Reward Biaya Pendidikan Anak Petani Indonesia  Selengkapnya