Hilirisasi Perkuat Industri Nasional, Petrokimia Gresik Bakal Bangun Dua Pabrik Baru Tahun Depan

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik bakal membangun dua pabrik baru tahun depan. Yakni, Pabrik Aluminium Fluorida (AlF3) dan Soda Ash. Pabrik baru AIF3 ini akan meningkatkan kapasitas produksi AIF3 menjadi dua kali lipat menjadi 25 ribu MT pertahun.

Produk aluminium khususnya pada segmen transportasi terus meningkat setiap tahunnya. “Nah, kebutuhan AlF3 yang merupakan bahan penolong peleburan juga menjadi meningkat,”ujar Dwi Satriyo Annurogo dalam siaran pers Minggu, 1 November 2020.

Saat ini, tambahnya, kapasitas produksi AlF3 sebesar 12.600 ton per tahun. Dari jumlah tersebut, pada tahun ini, sekitar 5.000 ton diantaranya dijual kepada PT Inalum (Indonesia Asahan Aluminium) sebagai bahan penolong peleburan aluminium.

Selain dalam negeri, kebutuhan AlF3 di pasar global juga sangat besar. Petrokimia Gresik selama ini mengekspor ke negara-negara yang masih defisit seperti Amerika, Eropa, India, Middle East, dan Afrika. Apalagi, AlF3 produk Petrokimia Gresik memiliki harga jual produk yang kompetitif dibandingkan dengan pasar global, bahkan margin profit bisa mencapai 25 persen apabila menggunakan bahan baku limbah dari Pabrik Asam Sulfat.

Sedangkan keuntungan lain pembangunan pabrik AlF3 bagi Petrokimia Gresik adalah mengurangi limbah H2SiF6 yang merupakan hasil samping (by product) dari Pabrik Asam Sulfat.  Apabila perusahaan tidak memproduksi AlF3 maka akan menghabiskan biaya sekitar Rp 40 miliar per tahun untuk mengelola limbahnya.

Sedangkan dengan adanya pabrik baru AlF3 ini perusahaan bisa meningkatkan revenue sebesar Rp 245 miliar per tahun. Selain pembangunan pabrik baru AIF3, Petrokimia Gresik akan bertransformasi dari single industry firm menjadi related diversified industry. Strategi ini tentu dilakukan dengan meneruskan hilirisasi produk.

“Kita akan pilih produk hilir berbasis gas alam, fosfat dan sulfur yang mempunyai nilai tambah yang besar,”ujar Dwi Satriyo. Tahun 2020 Petrokimia Gresik telah berhasil memproduksi produk baru, Methyl Ester Sulfonate (MES). MES Petrokimia Gresik ini dikembangkan bersama dengan Surfactant 
Bioenergy Research Centre Institut Pertanian Bogor (SBRC IPB).

MES adalah bio-degradable surfactant yang dapat digunakan di sektor minyak dan gas (migas) untuk meningkatkan produksi lapangan minyak tua melalui teknologi EOR (Enhanced Oil Recovery). “Ini merupakan terobosan penting dan diharapkan bagi pelaku industri sektor migas di Indonesia,”tandasnya.

MES diproduksi di Pabrik III dengan memanfaatkan gas SO3 yang biasa digunakan untuk memproduksi asam sulfat. Produksi MES ini akan meningkatkan profitabilitas Pabrik III, karena harga MES bisa mencapai 200 kali lipat lebih mahal dibandingkan harga asam sulfat.

Dwi Satryo menambahkan proyek pembangunan pabrik baru harus bisa memperkuat posisi Petrokimia Gresik sebagai perusahaan berbasis Related Diversified Industry. “Untuk itu pembangunan pabrik baru akan difokuskan pada hilirisasi produk,” tandas Dwi Satriyo.

Dalam kerangka itu, Petrokimia Gresik segera membangun Pabrik Soda Ash dengan kapasitas 300 ribu ton. Pabrik Soda Ash ini, ungkap Dwi Satriyo, bakal menjadi yang pertama di Indonesia, dan akan menjadi penopang penting dalam mendukung tumbuh kembangnya industri kaca dan deterjen dalam negeri. “Pabrik ini nanti juga mampu mengurangi dampak dari CO2 yang merupakan hasil samping dari Pabrik Amoniak sebesar 174 ribu ton,” ungkapnya.

Bagi Petrokimia Gresik, Soda Ash mampu menyumbangkan revenue USD 87 juta tiap tahunnya. Selain itu, produk samping berupa Alumunium Klorida (NH4CL) dapat digunakan sebagai bahan baku NPK, sehingga kebutuhan ZA untuk bahan baku dapat berkurang sebesar 364 ribu ton setiap tahunnya.  “Dan untuk itu kita tidak akan perlu lagi mengimpor ZA,” kata Dwi Satriyo.

Sedangkan bahan baku yang dibutuhkan adalah garam, Petrokimia Gresik dapat bersinergi bersama PT Garam (Persero) dengan jumlah kebutuhan mencapai 100.000 MTPY, dan hal ini juga telah mendapat dukungan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa guna peningkatan taraf hidup petani garam.

“Melalui program hilirisasi ini diharapkan Petrokimia Gresik akan semakin mampu melaksanakan tugas pokok sebagai penopang ketahanan pangan nasional, dan di saat yang sama dapat memperkuat industri nasional sebagai penggerak ekonomi nasional,” tutup Dwi Satriyo. (*)

Hilirisasi Perkuat Industri Nasional, Petrokimia Gresik Bakal Bangun Dua Pabrik Baru Tahun Depan Selengkapnya

Petrokimia Gresik Komitmen Cetak Petani Muda Sambut Indonesia Emas

GRESIK,1minute.id – Memasuki satu tahun pemerintahan Presiden Jokowi – Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Kementerian BUMN di bawah kepemimpinan Menteri BUMN Erick Thohir, telah mencanangkan lima program prioritas.

Diantaranya, pengembangan talenta untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) unggul. Petrokimia Gresik, sebagai perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding BUMN Pupuk Indonesia, turut mendukung upaya tersebut, utamanya dalam mencetak generasi petani muda.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satrio Annurogo mengatakan regenerasi petani menjadi program prioritas perusahaan, yang salah satu kunci sukses pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture).

Data demografi petani saat ini petani dengan usia 55 tahun atau lebih jumlahnya terbilang besar, berkisar 35,9 persen. Sedangkan petani muda atau berusia 34 tahun ke bawah hanya 11 persen. Petani di tanah air saat ini didominasi antara usia 35 sampai 54 tahun sebanyak 52,4 persen.

“Jika regenerasi petani gagal, maka pertanian ketahanan pangan di Indonesia terancam. Padahal, menyongsong Indonesia Emas kebutuhan pangan di tanah air mencapai 35,3 juta ton, atau meningkat 5,44 juta ton (18,2 persen) dibandingkan 2019 sebesar 29,86 juta ton,”ujarnya dalam siaran pers, Senin 2 November 2020.

Untuk menyukseskan program regenrasi petani, Petrokimia Gresik memiliki empat strategi andalan. Yaitu, Jambore Petani Muda (JPM), kerjasama Politeknik Enjineering Pertanian Indonesia (PEPI), Program Mahasiswa Magang Bersertifikat (PMMB) yang menggandeng Politeknik dari berbagai daerah, serta membuka magang online sebagai inovasi pelaksanaan praktik kerja industri (prakerin) di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Pertama JPM, pada November 2020  merupakan pelaksanaan JMP keempat yang diselenggarakan Petrokimia Gresik. Program ini merupakan upaya perusahaan untuk menumbuhkan minat generasi milenial terhadap dunia pertanian. 

“Peran generasi muda pada sektor ini masih terbilang rendah, padahal sektor pertanian ini jika dikelola dengan baik dan benar, tak kalah prospektif dengan sektor lainnya,”katanya. Pada JMP ketiga, Petrokimia Gresik menggandeng 12 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di seluruh Indonesia untuk mempertandingkan inovasi para mahasiswa di bidang pertanian.

Sedangkan, JPM kedua menggandeng murid dan guru dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pertanian dari berbagai daerah, dan JMP pertama dikemas dalam Pelatihan Anak Tani Remaja (PATRA). “Jambore Petani Muda ini adalah salah satu solusi konkrit yang kami lakukan  untuk mendukung masa depan pertanian Indonesia yang berkelanjutan,”ujar Dwi Satriyo.

Kedua, Petrokimia Gresik menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) ini pada tahun 2019 lalu. PEPI merupakan kampus Politeknik Enjiniring Pertanian pertama dan satu-satunya di Indonesia yang mendukung upaya Pemerintah untuk melakukan transformasi pertanian tradisional menjadi modern, dan membangun SDM pertanian unggul, sekaligus menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor ini.

Kerja sama ini meliputi pengembangan tenaga pendidik dan kependidikan, pengembangan keterampilan mahasiswa, penyusunan kurikulum dan sistem pembelajaran, serta pengembangan teaching factory. 

Ketiga, Petrokimia Gresik memulai program PMMB sejak 2019. Petrokimia Gresik bekerjasama dengan Kementerian BUMN dan didukung oleh Forum Human Capital Indonesia (FHCI) dalam upaya meningkatkan daya saing tenaga kerja di Indonesia. Peserta magang mendapatkan sejumlah materi, termasuk skill penjualan dan pemasaran.

“Petrokimia Gresik memiliki komitmen untuk membantu pemerintah dalam menyiapkan calon tenaga kerja yang berkompeten dan bersertifikat melalui program PMMB ini. Kami berharap kegiatan ini dapat menunjang program Nawa Cita Presiden dan Sinergi BUMN untuk berkontribusi dalam pengembangan SDM Indonesia Unggul terutama dalam menghadapi persaingan global,”ujar Dwi Satriyo.

Terakhir adalah magang online. Petrokimia Gresik membuka program magang atau prakerin untuk mahasiswa mulai awal Agustus lalu menggunakan metode pembelajaran digital sebagai bentuk penyesuaian di masa AKB. 

Dwi Satriyo mengungkapkan bahwa inovasi ini mengantarkan Petrokimia Gresik sebagai BUMN pertama yang menggunakan metode pembelajaran digital dalam program magang, baik reguler maupun PMMB yang kembali dibuka secara serentak setelah sempat ditunda sejak Maret 2020.

“Magang model digital ini merupakan inovasi Petrokimia Gresik untuk tetap menjalankan perannya dalam mendukung pemerintah mencetak SDM unggul, namun senantiasa memperhatikan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19,”tegas Dwi Satriyo.

Mahasiswa dapat mempelajari proses bisnis perusahaan dengan tiga metode, yaitu Online Classroom dengan Expert Petrokimia Gresik, Self Learning melalui aplikasi Enterprise University, serta Customized Project Learning.
Platform digital Enterprise University sendiri disiapkan dengan berbagai fitur terkini yang memungkinkan mahasiswa untuk belajar sesuai kompetensi yang dibutuhkan melalui berbagai konten pembelajaran seperti Video Based Learning, Digital Handout dan juga ujian secara online.

Bahkan, mahasiswa juga bisa melakukan plant tour tanpa harus datang ke pabrik, yaitu melalui aplikasi 360º Digital Plant Tour Learning.

Dwi Satriyo berharap peranan Petrokimia Gresik dalam pengembangan talenta ini mampu menjadi spirit bagi mahasiswa, siswa, perguruan tinggi, sekolah dan stakeholder terkait untuk kembali optimistis mencetak SDM unggul di tanah air. (*)

Petrokimia Gresik Komitmen Cetak Petani Muda Sambut Indonesia Emas Selengkapnya

PG Siaga Musim Tanam. Distributor, Penyalur Curang Akan Berhadapan dengan Hukum

GRESIK,1minute.id – Mengawali musim tanam Oktober 2020 – Maret 2021 (Okmar) distributor resmi pupuk bersubsidi Petrokimia Gresik Wilayah Indonesia Timur mengikuti gathering di Makasar, Selasa 20 Oktober 2020.

Gathering terasa istimewa karena bersama Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) dan Direktur Utama PT Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo. Mentan SYL memberikan arahan langsung kepada para distributor PG wilayah Indonesia Timur itu.

Mentan Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, pupuk kebutuhan dasar dalam menghadirkan ketahanan pangan nasional serta mewujudkan pertanian yang lebih baik, apalagi di tengah wabah Covid-19. 
Sedangkan produsen pupuk, tambahnya, seperti Petrokimia Gresik beserta jaringan distribusinya adalah elemen penentu keberhasilan ini.

Untuk itu, ia berpesan, kepada produsen pupuk beserta distributor untuk menuntaskan tanggungjawab penyaluran pupuk bersubsidi dengan baik.  Presiden Joko Widodo, tambahnya, telah menambah alokasi pupuk bersubsidi di awal musim tanam Okmar ini senilai Rp 3,14 triliun atau sekitar 1 juta ton.

“Amanah ini harus kita tuntaskan dengan baik, sehingga tambahan pupuk bersubsidi ini bisa tersalurkan sesuai dengan target,”tegasnya.  Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Prasarana dan Sarana (PSP) Kementan Sarwo Edhy menambahkan, penebusan pupuk bersubsidi bagi petani yang belum menerima Kartu Tani pada awal musim tanam Okmar hingga akhir tahun ini masih dapat dilakukan dengan manual. 

“Penggunaan Kartu Tani yang semestinya dimulai 1 September 2020 ditangguhkan hingga 31 Desember 2020,”kata Sarwo Edhy. Bagi petani yang sudah memegang Kartu Tani, tambahnya, penggunaannya akan dilanjutkan. “Sedangkan yang belum bisa dengan manual,”tegasnya.

Sarwo Edhy mengungkapkan tahun ini jumlah petani yang terdaftar dalam e-RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) sebanyak 13,9 juta. Sedangkan Kartu Tani yang sudah tercetak baru 9,3 juta kartu. Yang sudah diisi kuota serta dibagikan kepada petani hanya 6,2 juta kartu.

Sementara yang sudah efektif digunakan baru 1,4 juta kartu. “Untuk itu dibutuhkan kinerja extraordinary untuk dapat segera menuntaskan program ini,”katanya.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo mengatakan sebagai perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, Petrokimia Gresik senantiasa mendukung pemerintah dan siap berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam upaya menyukseskan musim tanam.

GUDANG PUPUK : Menteri Pertanian Syarul Yasin Lempo bersama Direktur Utama PT Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo melihat gudang pupuk untuk kebutuhan musim tanam Okmar ( Foto : Humas PG)

Salah satunya melalui pertemuan ini, yang merupakan rangkaian dari program Petrokimia Gresik Siaga Musim Tanam. Ini merupakan upaya pemerintah untuk menggali informasi terkait masalah yang ada di lapangan sehingga dapat segera dicarikan solusinya. 

“Serta menggali potensi di Indonesia Timur yang dapat dikembangkan untuk menjaga ketahanan pangan nasional,”ujar Dwi Satriyo. “Indonesia Timur harus mendapatkan kawalan ekstra pada saat memasuki musim tanam kedua tahun ini, apalagi musim tanam kali ini berlangsung di tengah wabah Covid-19,”imbuh Dwi Satriyo.

Dwi Satriyo meningatkan kepada distributor, pupuk bersubsidi merupakan barang dalam pengawasan pemerintah dan harus disalurkan sesuai aturan yang berlaku. Segala bentuk penyelewengan, seperti penimbunan, pengurangan jumlah atau berat, menjual di atas harga eceran tertinggi (HET) akan berhadapan dengan pihak berwajib.

“Kami juga tidak akan ragu untuk menindak tegas dengan menghentikan  kerjasama distribusi jika penyalur atau distributor terbukti melakukan kecurangan,”tegas Dwi Satriyo. (*)

PG Siaga Musim Tanam. Distributor, Penyalur Curang Akan Berhadapan dengan Hukum Selengkapnya