Lihat Kunci Motor Nempel di Kendaraan, Pasutri “Tergoda” Mencuri

GRESIK,1minute.id – Kekompakan pasangan suami-istri ini tidak hanya di  ranjang. Di luar rumah, pasutri berinisial H, 33, Warga Lakarsantri, Surabaya dan NA, 25, warga Pesanggrahan, Jakarta Selatan ini pun seiya sekata menjadi terduga pelaku pencurian kendaraan motor. 

Mereka kini ditahan di Polsek Gresik Kota. Polisi mengamankan barang bukti satu unit motor hasil curian. Korban bernama Achmad Anis, 55, warga Jalan Gubernur Suryo, Kelurahan Tlogopojok, Kecamatan Gresik. 

Menurut keterangan polisi peristiwa pencurian kendaraan bermotor (curanmor) pada Kamis, 25 Juni 2026 pukul 00.30 WIB. Dini hari itu, korban Anis baru pulang bekerja dan memarkir sepeda motor Honda Supra X warna hitam bernomor polisi L 65xx JW di depan rumah. Karena kelelahan, korban langsung masuk untuk beristirahat tanpa mencabut kunci kontak yang masih menempel di kendaraan.

Sekitar pukul 06.00 WIB, saat hendak kembali bekerja, korban mendapati sepeda motornya telah hilang. Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Gresik Kota. Menindaklanjuti laporan itu, Unit Reskrim Polsek Gresik Kota bergerak melakukan olah tempat kejadian perkara serta memeriksa rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi. Dari hasil analisis CCTV, petugas berhasil mengidentifikasi dua pelaku yang beraksi, yakni seorang pria dan seorang wanita.

Salah satu pelaku perempuan diketahui bernama NA, 25, yang saat itu indekos di kawasan Tlogopojok. Berbekal identitas tersebut, tim yang dipimpin Kanit Reskrim Ipda Aziz segera melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil menangkap suami NA, berinisial H.

Dari hasil pemeriksaan, polisi kemudian melakukan pengembangan dan berhasil menemukan sepeda motor hasil curian yang dititipkan pelaku kepada kerabatnya di kawasan Desa Gempol, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Barang bukti beserta kedua tersangka kini telah diamankan di Mapolsek Gresik Kota untuk proses hukum lebih lanjut.

Kapolsek Gresik Kota, Iptu M. Kevin Ramadhan, menegaskan pihaknya akan menindak tegas setiap pelaku tindak kriminal yang meresahkan masyarakat. “Kami tegaskan bahwa pihak kepolisian akan menindak tegas segala bentuk tindak kriminalitas yang meresahkan masyarakat. Saat ini kedua pelaku sedang menjalani proses penyidikan lebih lanjut,” tegasnya.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 477 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Kapolsek juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat memarkir kendaraan dan tidak memberikan kesempatan bagi pelaku kejahatan.

“Pastikan kendaraan dalam kondisi terkunci dan gunakan kunci pengaman tambahan. Jangan meninggalkan kunci kontak masih menempel pada sepeda motor meskipun hanya sebentar atau diparkir di depan rumah sendiri. Kejahatan sering terjadi karena adanya kesempatan,” pungkasnya.

Polres Gresik juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan setiap tindak kriminal maupun gangguan kamtibmas melalui layanan (Cak Rama) di WhatsApp 0811-8800-2006 atau Call Center 110 agar dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Lihat Kunci Motor Nempel di Kendaraan, Pasutri “Tergoda” Mencuri Selengkapnya

Ubah Warna Motor Curian, Duo Residivis Curanmor Gagal Kelabui Anggota Polsek Gresik Kota

GRESIK,1minute.id – Unit Reskrim Polsek Gresik menangkap dua terduga pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) pada Rabu, 27 Mei 2026. Dua pelaku curanmor itu berinisial AEN, 24, dan AS, 17. Keduanya warga Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo, Kelurahan/Kecamatan Kebomas,  Kabupaten Gresik. 

Dalam catatan kepolisian, tersangka AS yang masih remaja itu adalah seorang residivis kasus sama. Curanmor. Duo pelaku itu ditangkap polisi beberapa jam setelah menggasak sepeda motor Suzuki Shogun milik Hanif, 43, warga Jalan Panglima Sudirman, Gresik. 

“Kedua pelaku bukan wajah baru dalam tindak pidana pencurian kendaraan bermotor.Salah satu tersangka berinisial AS merupakan residivis dalam kasus serupa atau curanmor,” tegas Kapolsek Gresik Kota Iptu M. Kevin Ramadhan pada Kamis, 28 Mei 2026.

Menurut polisi peristiwa pencurian sepeda motor terjadi pada Selasa, 26 Mei 2026 sekitarn12.00 WIB. Siang itu, istri korban Setyowati, baru pulang dan memarkir sepeda motor Suzuki Shogun rakitan 2001 bernomor polisi W-25xx-MU di depan rumah di Jalan Panglima Sudirman, Gresik. Motor dalam kondisi setir tidak terkunci.

“Kendaraan saat itu diparkir dalam posisi setir tidak terkunci. Istri korban kemudian masuk ke dalam rumah,” ujar AKP Kevin.

Sekitar pukul 14.00 WIB, korban yang hendak menggunakan sepeda motor tersebut mendapati kendaraannya telah hilang. Menyadari menjadi korban pencurian, Hanif segera melapor ke Polsek Gresik Kota.

Menerima laporan tersebut, Unit Reskrim Polsek Gresik Kota langsung bergerak melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, serta menelusuri rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi. Dari hasil penyelidikan, petugas memperoleh petunjuk penting yang mengarah kepada salah satu pelaku, yakni AS.

Berbekal identitas tersebut, polisi bergerak cepat dan berhasil menghadang tersangka saat mengendarai motor hasil curian di kawasan Jalan Panglima Sudirman. Dalam upaya mengelabui petugas, pelaku diketahui sempat mengubah warna bodi motor yang semula biru menjadi hitam. Namun, upaya tersebut gagal setelah polisi mencocokkan nomor rangka dan nomor mesin kendaraan yang identik dengan milik korban.

Iptu Kevin menegaskan, kedua pelaku bukan wajah baru dalam tindak pidana pencurian kendaraan bermotor.  “Salah satu tersangka berinisial AS merupakan residivis dalam kasus serupa atau curanmor,” tegasnya.

Kini kedua tersangka mendekam di sel tahanan Mapolsek Gresik Kota guna menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi menjerat keduanya dengan Pasal 477 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.

Kapolsek Gresik Kota juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat memarkir kendaraan. “Kami mengimbau masyarakat agar selalu memastikan kendaraan dalam kondisi terkunci stang saat diparkir, dan sangat disarankan menambahkan kunci ganda sebagai pengaman tambahan,” tutur Iptu Kevin.

Selain itu, masyarakat diminta aktif melaporkan tindak kriminal maupun gangguan kamtibmas melalui layanan Lapor Cak Rama WhatsApp 0811-8800-2006 atau Call Center Kepolisian 110. (yad)

Editor  : Chusnul Cahyadi 

Ubah Warna Motor Curian, Duo Residivis Curanmor Gagal Kelabui Anggota Polsek Gresik Kota Selengkapnya

Lagi, Penjahat Jalanan Keok saat Beraksi di Gresik

GRESIK,1minute.id – Lagi, penjahat jalanan keok di wilayah hukum Polres Gresik. Penjahat spesial pencurian kendaraan bermotor (curanmor) Heri Setiawan, 28, warga Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, ditangkap aparat dan massa di simpang empat Jalan Raya Veteran, Desa Segoromadu, Kecamatan Kebomas pada Minggu, 24 Mei 2026.

Sebelumnya, seorang begal driver ojek online (ojol) berinisial RHN, 33, warga Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura, di wilayah Semampir, Tanjung Perak, Surabaya dibekuk di wilayah Semampir, Tanjung Perak, Surabaya oleh tim Reserse Kriminal Polsek Menganti. 

Tersangka Heri Setiawan diburu polisi setelah menggasak Honda Scoopy, milik korban bernama Muhammad Ilyas, 31, warga Kelurahan Karang Turi, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik pada Minggu, 24 Mei 2026 pukul 08.00 WIB. 

Menurut keterangan polisi, peristiwa bermula sekitar pukul 08.00 WIB saat korban, Muhammad Ilyas, 31, tiba dirumah  Jalan Akim Kayat, Kelurahan Karang Turi. Korban memarkir sepeda motor Honda Scoopy bernopol W-26xx-CQ di depan rumah dengan posisi menghadap ke dalam.

Namun diduga karena terburu-buru, korban meninggalkan kendaraan dalam keadaan kunci kontak masih menempel pada motor. Kelengahan tersebut dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan aksinya. Sekitar satu jam kemudian, istri korban mendapati sepeda motor tersebut tengah dibawa kabur oleh pria tak dikenal. 

Mengetahui motornya dicuri, Muhammad Ilyas segera melaporkan kejadian itu ke Polsek Gresik Kota sekaligus melakukan pengejaran bersama dua saksi, yakni Sahrul Hidayar, 32, dan Frisko Yoga Prabowo, 31.

Pengejaran cukup menegangkan dengan rute pelarian pelaku melintasi Jalan MH Thamrin, Jalan Pahlawan, Jalan Panglima Sudirman hingga Jalan Veteran menuju arah Surabaya.

Pelarian HS akhirnya terhenti saat ia terjebak lampu merah di kawasan Nippon Paint. Korban yang mengenali sepeda motornya langsung berteriak “maling”, sehingga menarik perhatian warga dan petugas kepolisian di sekitar lokasi. Berkat respons cepat warga dan polisi, pelaku berhasil diamankan tanpa perlawanan berarti. Kasus tersebut tercatat dalam Laporan Polisi ke SPKT Polsek Gresik Kota Polres Gresik. Dengan Pasal yang disangkakan terhadap pelaku 476 KUHP

Kapolsek Gresik Kota Iptu M. Kevin Ramadhan, mengingatkan masyarakat agar lebih meningkatkan kewaspadaan saat memarkir kendaraan. “Kami berpesan kepada seluruh masyarakat untuk selalu waspada. Pastikan kendaraan selalu dikunci ganda saat di parkir, dan jangan sekali-kali meninggalkan kunci kontak menempel pada motor meskipun hanya ditinggal sebentar,” ujarnya.

Polres Gresik juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila melihat maupun mengalami tindak kriminalitas melalui layanan Call Center 110 yang aktif 24, maupun hotline “Lapor Cak Rama” di nomor 0811-8800-2006. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Lagi, Penjahat Jalanan Keok saat Beraksi di Gresik Selengkapnya

Iptu Suharto, Kapolsek Gresik Kota Patroli Berkuda Warga & Jemaah Salat Jumat Senang Berswafoto 

GRESIK,1minute.id – Suasana Gresik kondusif. Aparat tetap melakukan patroli. Tapi, patroli yang dilakukan oleh aparat kepolisian sektor (Polsek) Gresik Kota berbeda.  Polisi patroli tidak mengendarai motor seperti biasanya, tapi menunggang kuda.

Patroli menunggang kuda itu dilakukan oleh Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Gresik Kota Iptu Suharto dilakukan menjelang Salat Jumat pada 5 September 2025. Patroli itu menjadi perhatian masyarakat. Bahkan, anak-anak dan orang dewasa pun senang. Mereka pun bisa berswafoto bersama perwira dua balok di pundak yang murah senyum itu. 

Patroli dimulai dari Mapolsek Gresik Kota berada di Kawasan Bandar Grissee, Kawasan Heritage berada di Jalan Basuki Rahmat, Gresik. Kantor Polsek Gresik Kota ini menempati eks Markas Polisi Resor (Mapolres) Gresik. Suharto yang pernah bertugas di divisi profesi dan pengamanan atau Propam Polres Gresik dari Jalan Basuki Rahmat – Jalan Raden Santri – Jalan Pahlawan lalu Jalan Panglima Sudirmsn. 

Kemudian balik melewati Jalan KH Wachid Hasyim, Alun-alun Gresik. Beberapa jemaah mulai memasuki masjid Jamik untuk menunaikan Salat Jumat. Suharto yang masih duduk  di atas pelana kuda melakukan patroli di depan gedung DPRD Gresik yang pagar tertutup. Beberapa orang jemaah Salat Jumat yang melihat ada patroli berkuda itu menyempatkan untuk berswafoto dengan lelaki yang memiliki hobi memelihara kuda dan kambing itu.

“Patroli Kota. Alhamdulillah aman dan kondusif,” kata Iptu Suharto. Ia melanjutkan patroli ini rutin dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dan menciptakan suasana yang hangat dan penuh keakraban. Pada lihur Maulid Nabi Muhammad SAW, suasana lalu lintas di Kota Gresik lengang. 

Kapolsek Gresik Kota Iptu Suharto berbeda dengan lainnya. Bagi Iptu Suharto memelihara kuda bukan sekedar hobi. Sejumlah kolega Suharto menceritakan pada hari tertentu kuda piaraan itu disewakan untuk angkutan atau dokar atau andong bagi para peziarah di wisata religi Sunan Giri. Selain memelihara kuda, Suharto juga jago mengembala kambing. “Ketika Idul Adha atau Idul Kurban, pak Harto ketika libur menyempatkan jualan kambing kurban itu,” ujar seorang kolega Suharto. (yad)

Iptu Suharto, Kapolsek Gresik Kota Patroli Berkuda Warga & Jemaah Salat Jumat Senang Berswafoto  Selengkapnya

Polsek Gresik Kota Amankan Trio Siswa SD, 4 Kali Curi Sepeda Motor 

GRESIK,1minute.id – Tiga bocah ini usia baru bau kencur. Ada yang berusia 9 tahun, 10 tahun dan 12 tahun. Ketiganya ngaku masih duduk di sekolah dasar. Tapi, ulah ketiga anak ini membuat para orang tua ngelus dada. Miris dan prihatin. 

Sebab, mereka diduga komplotan pencuri sepeda motor atau curanmor. Pengakuan trio siswa SD itu, telah beraksi empat kali di Gresik. Kini, mereka diamankan di Mapolsek Gresik Kota.

Kali terakhir, aksi mereka beraksi di Jalan Harun Thohir, Desa Pulopancikan, Kecamatan / Kabupaten Gresik pada Selasa dini hari, 18 Maret 2025. “Mereka ditangkap ketika mendorong sepeda motor curian,” kata Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu melalui Kapolsek Gresik Kota Iptu Suharto.

Berdasarkan keterangan ketiga anak berhadapan hukum alias ABH, kalau orang dewasa, biasa disebut tersangka, itu sebelum aksi mereka melakukan perencanaan. Biasanya, berkumpun di rumah anak berinisial F, 12 tahun. Setelah itu, trio anak melakukan survei lokasi. “Sasaran mereka ada sepeda motor yang tidak dikunci stir,” kata polisi. 

Seperti yang dilakukan di Jalan Harun Thohir, Desa Pulupancikan, Kecamatan/ Kabupaten Gresik pada Selasa, 17 Maret 2025 sekitar pukul 01.00 WIB. Para Ciblek alias Cilik-cilik betah melek mendorong sepeda motor Yamaha Mio berwarna biru putih yang terparkir tanpa pengaman. Nahas, aksi mereka terendus oleh Muhammad Samlan Miladi, 55, warga setempat dan melapor ke polisi. 

Tiga ABH yang berinisial F, 12 tahun ; NA, 10 tahun dan HR, 9 tahun itu kemudian dibawa ke Mapolsek Gresik Kota yang berada di Jalan Basuki Rahmat, Gresik atau sekitar 1 kilometer dari tempat kejadian perkara (TKP). “Karena mereka masih anak-anak, petugas berkoordinasi dengan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Gresik untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.

Selain mengamankan tiga anak itu, polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu unit Yamaha Mio W-6784-** dan 18 kunci kontak yang diduga digunakan dalam aksi pencurian. “Kasus ini masih kami dalami. Kami juga akan menyelidiki apakah ada pihak lain yang memanfaatkan mereka dalam aksi ini,” ujar Iptu Suharto.

Dalam pemeriksaan, ketiganya mengaku telah melakukan pencurian sepeda motor di empat lokasi berbeda, yakni, mencuri sepeda motor Yamaha Mio di Perumahan Pondok Permata Suci, Desa Suci, Kecamatan Manyar ; Yamaha Mio hitam putih di  Alun-Alun Kota Gresik di Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik ; Honda Beat dan Yamaha Mio, keduanya di Jalan Harun Thohir, Gresik. Salah satu korban, Ade Fajar Muslimin, 35, mengalami kerugian sekitar Rp 6 juta akibat aksi ketiga bocah ini. (yad)

Polsek Gresik Kota Amankan Trio Siswa SD, 4 Kali Curi Sepeda Motor  Selengkapnya

Ini Tips Liburan Menyenangkan dan Bermanfaat bagi Siswa UPT SMP Negeri 2 Gresik 

GRESIK,1minute.id – Menjelang liburan akhir semester ganjil, ratusan siswa UPT SMP Negeri 2 atau Spenda Gresik mendapatkan tausiyah dari Aiptu Edi Purnomo.

Kepala Unit Profesi dan Pengamanan Polisi Sektor Gresik Kota, Polres Gresik ini mengingatkan kepada seluruh siswa di sekolah yang dipimpin oleh Mohammad Salim tidak merayakan libur Natal dan Tahun Baru atau Nataru yang dapat merugikan diri sendiri, orang tua maupun sekolah. 

“Rayakan liburan sekolah dengan bahagia dan bermanfaat,” kata Aiptu Edi Purnomo dalam apel Pembekalan Akhir Semester Menjelang Libur Nataru di halaman sekolah berlokasi di Jalan KH.Kholil, Kecamatan/Kabupaten Gresik pada Selasa, 17 Desember 2024.

Lalu kegiatan apa yang bisa membuat liburan sekolah menjadi menyenangkan, bahagia dan bermanfaat bagi peserta didik? Ini tips dari Aiptu Edi Purnomo. 

Para pelajar hendaknya :

1. Menjaga diri untuk tidak terlibat dalam kegiatan yang merugikan diri sendiri dan keluarga seperti gangster, tawuran pelajar, narkoba, balap liar dan hal hal yang merusak citra sekokah

2. Manfaatkan waktu liburan dengan kegiatan positif seperti meningkatkan ibadah dan membantu  keluarga

3. Mawasdiri memilih teman karena jika salah dalam pertemanan anak-anak akan merugi 

4. Selama Nataru akan ada operasi lilin maka jika belum cukup usia tidak boleh membawa kendaraan bermotor, apalagi kendaraan modifikasi / brong.

Sementara itu, Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim mengatakan, sejumlah kegiatan telah disusun menjelang penerimaan rapor siswa. “Ada khotmil quran, bimbingan baca tulis Al Quran TBTQ (tuntas baca tulis quran) dan pembinaan akhlaq dan kedisiplinan Peserta didik,” kata Salim. (yad)

Ini Tips Liburan Menyenangkan dan Bermanfaat bagi Siswa UPT SMP Negeri 2 Gresik  Selengkapnya

Patroli Nunggang Kuda, Iptu Suharto Semakin Dekat dengan Warga Kota Gresik

GRESIK,1minute.id -Inspektur Polisi Satu Suharto berbeda dengan anggota Polres Gresik lainnya. Polisi lain biasanya berpatroli mengendarai motor atau mobil patroli. Tetapi, 

Kapolsek Gresik Kota ini memilih melakukan patroli dengan menunggang kuda. Apa yang dilakukan oleh perwira dua balok di pundak yang pernah bertugas di divisi profesi dan pengamanan atau Propam Polres Gresik ini menjadi daya tarik bagi masyarakat. I

novasi yang dilakukan polisi murah senyum dan taat beribadah ini tidak hanya efektif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dan menciptakan suasana yang hangat dan penuh keakraban.Bagi Iptu Suharto  memelihara 

kuda bukan sekedar hobi. Sejumlah kolega Suharto menceritakan pada hari tertentu kuda piaraan itu disewakan untuk angkutan atau dokar atau andong bagi para peziarah di wisata religi Sunan Giri. Selain memelihara kuda, Suharto juga jago mengembala kambing. “Ketika Idul Adha atau Idul Kurban, pak Harto ketika libur menyempatkan jualan kambing kurban itu,” ujar seorang kolega Suharto. 

Patroli berkuda bagi Kapolsek Suharto bukanlah sekadar kegiatan rutin. Ia memanfaatkan kesempatan itu untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Suharto menjadikan patroli ini sebagai sarana untuk mendekatkan diri dengan masyarakat melalui pendekatan yang lebih personal. Bagi warga Kota Gresik, berkuda adalah tradisi langka. Sehingga, ketika Iptu Suharto melakukan patroli menunggang kuda menjadi daya tarik masyarakat.

Kapolres Gresik AKBP Arief Kurniawan menyampaikan, tindakan Kapolsek Suharto ini menjadi inspirasi bagi para pemimpin muda. Beliau membuktikan bahwa seorang pemimpin tidak hanya dituntut untuk memiliki kemampuan teknis, tetapi juga harus memiliki kreativitas dan inovasi dalam menjalankan tugasnya. Dengan cara yang unik dan menarik, Kapolsek Suharto berhasil menciptakan citra positif bagi institusi kepolisian dan mendekatkan diri dengan masyarakat.

“Pelayanan publik dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan inovatif. Selain itu, beliau juga ingin menunjukkan bahwa polisi hadir di tengah masyarakat bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat yang siap membantu,” kata mantan Kasubdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya itu. (yad)

Patroli Nunggang Kuda, Iptu Suharto Semakin Dekat dengan Warga Kota Gresik Selengkapnya

Terduga Pelaku Curanmor Klenger Dihajar Massa

GRESIK,1minute.id – Seorang pemuda berinisial BTP berusia 22 tahun kelenger di Jalan KH Agus Salim, Desa Gapurosukilo, Kecamatan/ Kabupaten Gresik pada Rabu malam, 14 Agustus 2024. 

Pemuda asal Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo itu dihakimi massa hingga tidak sadarkan diri karena diduga sebagai pelaku pencurian kendaraan bermotor atau curanmor. Beruntung polisi cepat tiba di lokasi kejadian sehingga nyawa pemuda itu terselamatkan. 

Kapolsek Gresik Kota Iptu Suharto membenarkan bahwa pihaknya telah mengamankan pelaku curanmor berinisial BTP. 22 tahun. Ia diduga pelaku curanmor di halaman parkir Warkop Sapu Jagad Jalan KH Agus Salim, Gapurosukolilo, Gresik.

“Benar, saat ini terduga pelaku menjalani perawatan di RSUD Ibnu Sina. Masih dalam penyelidikan,” tegas Iptu Suharto pada Kamis, 15 Agustus 2024. 

Aksi pencurian sepeda motor terjadi pada Rabu, 14 Agustus 2024 sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu Athilla Fawnia, korban percobaan pencurian kendaraan bermotor memarkir kendaraan sepeda motor Honda Beat nopol EA 4941 AL di halaman parkir Warkop Sapu Jagad.

Selanjutnya di tinggal ngopi oleh korban. Sekitar pukul 22.40 WIB, Rendy Akbar, seorang penjaga dan juga sekaligus pemilik warung merasa curiga gerak-gerik 2 lelaki yang baru keluar dari warung. Rendy lalu melakukan pengintaian melalui closed circuit television atau CCTV. 

Kecurigaan Rendy tidak salah. Dua pemuda asing yang saat datang naik sepeda motor PCX berboncengan. Saat pulang, mereka berpencar dan naik motor sendiri-sendiri. Pelaku naik motor Honda Beat dan mengeluarkan kunci berbentuk huruf T. Rendy bersama dua temannya lalu mendatanginya. Karena aksi diketahui pemuda berinisial BTP kabur. 

Rendy spontan berteriak maling. Teriak bagai semua alarm membuat warga yang mendengar melakukan pengejaran. Terduga tertangkap dan digebuki massa. Kabar penangkap pelaku curanmor itu terdengar polisi dan mendatangi tempat kejadian perkara atau TKP.  Di lokasi polisi menemukan kunci T. 

“Anggota mendatangi TKP dan mengamankan terduga pelaku yang sudah dalam keadaan terluka di bagian kepala dan tidak sadarkan diri serta membawa terduga pelaku ke RS. Petrokimia Gresik untuk penanganan pertama kemudian dirujuk di RSUD Ibnu Sina Bunder Gresik. Barang bukti berupa kunci T yang digunakan terduga pelaku juga kami amankan,” tukasnya. (yad)

Terduga Pelaku Curanmor Klenger Dihajar Massa Selengkapnya

Tiga Pemuda Gresik Pelaku Curanmor Dibekuk Polisi Gresik Kota. Siapa Mereka?

GRESIK,1minute.id – Tigaalap-alap sepeda motor dibekuk tim reserse kriminal Polres Gresik dan Polsek Kota Gresik. Tiga tersangka pencurian sepeda motor atau curanmor itu adalah warga Kabupaten Gresik. 

Siapa mereka? Ia adalah Aris Cahyo Utomo, 28, warga Jalan KH. Kholil, Kelurahan Pekelingan dan Alfian, 23, tinggal di Jalan Harun Thohir, Desa Pulopancikan. Sedangkan, penadah hasil kejahatan bernama Badrus Sholeh, 25, warga Jalan Sindujoyo, Kelurahan Kroman, Kecamatan Gresik.

Kini ketiga tersangka curanmor yang meresahkan warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini sedang menjalani pemeriksaan secara intensif di markas Polisi Sektor atau Mapolsek Kota Gresik. Ketiga tersangka ditengarai berulang kali melakukan pencurian kendaraan bermotor.

Menurut Kapolres Gresik AKBP Arief Kurniawan melalui Kapolsek Gresik Kota Iptu Suharto, perburuan terhadap pelaku curanmor ini bermula dari laporan Mutiyah, 38 tahun. Sepeda motor Honda Scoopy nopol W 5874 DS raib saat di parkir di samping rumahnya di Jalan KH Kholil, Kelurahan Pekelingan, Kecamatan/Kabupaten Gresik pada Sabtu, 20 Juli 2024 sekitar pukul 23.00 WIB.

Pada Senin, 22 Juli 2024 sekitar pukul 05.00 WIB atau badal Subuh, korban Mutiyah hendak memakai motor kesayangan itu. Akan tetapi, perempuan 38 tahun kaget. Sebab, motor matik miliknya tersebut telah raib. Ia pun celingukan ke kanan dan ke kiri. Tanya tetangga tidak ada yang mengetahui. Ia pun akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Gresik Kota berada di Jalan Basuki Rahmat, Gresik atau sekitar 3 kilometer dari rumah korban. 

Iptu Suharto, Kapolsek Gresik Kota dibantu oleh tim reserse mobile alias resmob Satreskrim Polres Gresik melakukan penyelidikan di lokasi kejadian dengan memeriksa sejumlah kamera pengintai atau closed circuit television atau CCTV sekitar lokasi kejadian. Dalam kamera pengintai mendapati ciri-ciri pelaku yakni memakai sweeter warna hijau dan topi warna putih. 

Berdasarkan ciri-ciri tersebut, mengarah kepada terduga pelaku Aris Cahyo Utomo, tetangga korban. “Kamis dini (25 Juli 2024 pukul 02.00 WIB,Red) kami melakukan penangkapan di rumahnya,” kata Iptu Suharto pada Jumat, 26 Juli 2024. Tersangka Aris menjalani pemeriksaan kemudian “bernyanyi”. Ia mengaku tidak sendirian. Ia bersama dengan Alfian, warga Harun Thohir, Pulopancikan, Gresik. 

Dari kedua tersangka itu, kemudian muncul nama Badrus Sholeh, penadah motor hasil curian. “Ketiga tersangka berhasil kami amankan,” tegasnya. Dalam penyergapan secara maraton itu tim gabungan Polsek Gresik Kota dan Satreskrim Polres Gresik itu juga mengamankan satu unit sepeda motor Honda Scoopy W 5874 DS rakitan 2016, warna Biru Silver, dua buah plat nomor W 5874 DS, satu buah kaos sweeter warna hijau, satu buah celana training warna abu-abu, dan satu buah topi warna putih. “Ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHP,” katanya. (yad)

Tiga Pemuda Gresik Pelaku Curanmor Dibekuk Polisi Gresik Kota. Siapa Mereka? Selengkapnya

Diduga Pelaku Curanmor, Terlanjur Digebuki, eee… Ternyata Maling Helm

GRESIK,1minute.id – IkhwanuI Mubin menjadi bulan-bulan masa di Alun-alun Gresik pada Sabtu malam, 19 Juni 2021. Pemuda 39 tahun dihajar karena diduga mencuri helm merek Cargloss warna putih milik korban Moch Revaldo Hermawan, 16. 

Korban yang tinggal di  Kompleks Perumahan Banjarsari Asri, Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Gresik itu menaruh helm  yang harga dipasaran Rp 250 ribu hingga Rp 350 ribu itu spion motornya. Pelaku yang asal Desa Lengkong, Kecamatan Mojosari, Moiokerto itu mengembatnya.

Informasi yang dihimpun, terduga pelaku  IkhwanuI Mubin tiba di Alun-alun Gresik pada Sabtu, 19 Juni 2021 sekitar pukul 18.00. Lelaki 39 tahun itu lalu memarkir motornya di depan Pendapa Bupati Gresik di Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik. Terduga memarkir di dekat motor korban yang terdapat helm Cergloss warna putih itu.

Terduga Mubin lalu pergi ke toilet. Setelah itu, naik ke bagian selasar Alun-alun. Ia naik selasar untuk memantau situasi lapangan. Dalam hitungan menit, Mubin turun lalu mengembat helm milil korban Moch Revaldo Hermawan, 16, warga Kompleks Perumahan Banjarsari Asri, Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Gresik.

Nahas, aksi yang tidak terpuji dilakukan Mubin, yang bekerja di salah satu pabrik di kawasan Wringinanom itu diketahui korban dan diteriaki maling. Mubin, 39, asal Desa Lengkong, Kecamatan Mojosari, Moiokerto itu digebuki massa. Mubin ditolong anggota Satpol PP yang bertugas menjaga pendapa rumah dinas Bupati Gresik. 

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Gresik Kota AKP Inggit Prasetiyanto mengatakan, ada empat anggota Polsek Gresik Kota menuju lokasi kejadian di depan Pendapa Bupati di Alun-alun Gresik itu. Mereka adalah Aiptu Jamal, Aipda Koko, Aipda Agus Setiawan dan Bripka Ical. “Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku. Tapi, bukan pelaku curanmor,”kata AKP Inggit dikonfirmasi Minggu, 20 Juni 2021. (yad)

Diduga Pelaku Curanmor, Terlanjur Digebuki, eee… Ternyata Maling Helm Selengkapnya