Keragaman hayati di SBI, anak usaha Semen Indonesia Grup di pabrik semen Cilacap, Jawa Tengah

SBI Alokasikan Separuh Area Pabrik Cilacap sebagai Hutan Kota, Lindungi Keanekaragaman Hayati 

GRESIK,1minute.id – Di tengah tantangan perubahan iklim dan semakin mendesaknya upaya pelestarian lingkungan, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) dan seluruh entitas bisnisnya terus mempromosikan praktik operasional yang ramah lingkungan. 

PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI), sebagai anak usaha SIG, mendedikasikan separuh lebih lahan pabrik di Cilacap sebagai hutan kota yang menaungi beragam flora dan fauna, dalam upaya melindungi keanekaragaman hayati.

Hutan kota yang diciptakan oleh SBI Pabrik Cilacap ini berlokasi di Jl. Ir. H Juanda, Kelurahan Karangtalun, Kecamatan Cilacap Utara, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Luas area hutan tersebut mencapai 64 hektare (ha), atau 54,2% dari total lahan pabrik perseroan yang mencapai 118 ha. 

Di atasnya, terdapat 200 ribu spesies tanaman di antaranya pohon trembesi, mahoni, bayur, laban, dan sengon buto sebagai penyerap CO2, hingga tanaman buah seperti kelengkeng, jambu kristal, jambu demak dan durian. Bahkan 10 ha lahan hutan kota dijadikan tempat konservasi pohon meranti Kalimantan dan Sulawesi.

Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni mengatakan, perlindungan terhadap keanekaragaman hayati menjadi salah satu fokus SIG yang telah diatur dalam SIG Sustainability Road Map 2030. Hal ini didasari oleh kesadaran akan pentingnya keanekaragaman hayati yang berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem alam, termasuk mempertahankan keberlangsungan hidup manusia.

”Keberadaan hutan kota SBI Pabrik Cilacap membuktikan komitmen SIG Group dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Indonesia,” kata Vita Mahreyni. 

“Selain menjadi tempat hidup bagi keanekaragaman hayati di sekeliling wilayah operasional pabrik, hutan kota ini juga berfungsi sebagai tempat peresapan air, carbon capture, produsen okesigen, serta menambah estetika kota,” kata Vita Mahreyni melanjutkan. 

Di dalam hutan kota juga terdapat penangkaran Rusa Timor (Cervus timorensis) yang dilindungi. Penangkaran dilakukan oleh SBI bekerjasama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jawa Tengah.

Saat ini, jumlah rusa timor yang berada di hutan kota SBI Pabrik Cilacap telah meningkat menjadi 40 ekor, dari sebelumnya berjumlah 12 ekor pada tahun 2012. Kondisi hutan kota yang lestari telah mengundang fauna lainnya datang secara alami, seperti ayam hutan, burung, dan jenis mamalia lainnya.

Konservasi Nusakambangan

Perlindungan keanekaragaman hayati juga dilakukan oleh SBI Pabrik Cilacap di lahan tambang batu gamping di Pulau Nusakambangan dengan melakukan penanaman pohon asli (endemik Nusakambangan) di semua area pascatambang dan menyediakan rumah bibit.

Berdasarkan survei Fauna Flora International (FFI) 2010–2011, beberapa fauna dan flora endemik hidup di hutan alam Nusakambangan, di antaranya Macan Tutul Jawa (panthera pardus melas) dan kelelawar endemik Pedan Jawa (Nycteris javanica) yang berstatus terancam punah menurut International Union for Conservation Nature (IUCN) Red List, serta kelelawar endemik Prok-bruk Jawa (Rhinolophus canuti).

SBI Pabrik Cilacap juga melakukan penanaman mangrove jenis Rhizophora mucronata di area pesisir Nusakambangan sebanyak 9.500 batang sampai dengan tahun 2023, dan penanaman Pelahlar (Dipterocarpus littoralis) yang merupakan flora endemik Nusakambangan dan masuk dalam kategori endangered (terancam punah) menurut IUCN Red List. 

Dipterocarpus littoralis atau pelahlar nusakambangan juga ditanam di area konservasi dan reklamasi dan menjadi spesies kunci konservasi SBI Pabrik Cilacap di Nusakambangan.

”Kegiatan konservasi yang diikuti dengan praktik operasional yang ramah lingkungan, SIG yakin keanekaragaman hayati khususnya di wilayah operasional dapat terjaga. SIG dan seluruh entitas bisnisnya berkomitmen untuk terus mempromosikan perlindungan keanekaragaman hayati sebagai warisan bagi generasi penerus dan upaya menciptakan kehidupan yang lebih baik di masa sekarang dan mendatang,” ujar Vita Mahreyni.(yad)

SBI Alokasikan Separuh Area Pabrik Cilacap sebagai Hutan Kota, Lindungi Keanekaragaman Hayati  Selengkapnya

SBI, Anak Usaha SIG Raih 3 Penghargaan dari Kementerian Desa PDTT atas Keberhasilannya Mempercepat Pembangunan Desa

GRESIK,1minute.id – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melalui anak usahanya,  PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) meraih tiga penghargaan CSR (Corporate Social Responsibility) dan PDB (Pengembangan Desa Berkelanjutan) Awards 2024 dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

SBI Pabrik Tuban berhasil meraih dua penghargaan, antara lain kategori Gold untuk program Desa Tanpa Kesenjangan melalui inovasi sosial pelibatan masyarakat dalam budi daya melon, serta kategori Silver untuk program Desa Peduli Lingkungan melalui kegiatan bank sampah. 

Sementara SBI Pabrik Cilacap meraih penghargaan kategori Gold untuk program BARUWANI RANAJAYA: Bala Runtah Watu Geni Ranajaya yang merupakan kegiatan pengolahan sampah berbasis pemberdayaan masyarakat dengan prinsip ekonomi sirkular.

Penghargaan Gold untuk SBI Pabrik Tuban diserahkan langsung oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin dan diterima oleh Direktur Utama SBI Lilik Unggul Raharjo. Sementara, dua penghargaan lainnya diserahkan oleh Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar di Jakarta, pada Selasa, 7 Mei 2024.

Direktur Utama SBI Lilik Unggul Raharjo mengatakan bahwa keberlanjutan adalah tentang bagaimana Perusahaan sebagai bagian dari lingkungan dan masyarakat, memastikan keberadaannya membawa manfaat positif untuk masyarakat, menjaga lingkungan hidup, dan memastikan pertumbuhan ekonomi. 

“Dalam sinergi bersama SIG, strategi keberlanjutan kami menjadi acuan dalam menjalankan bisnis dan operasional, mengedepankan tata kelola yang baik (GCG), tata kelola sumber daya berkelanjutan, inisiatif ramah lingkungan, serta pemberdayaan SDM dan masyarakat yang tercermin antara lain dalam program CSR dan pembangunan komunitas di tingkat desa,” kata Lilik Unggul Raharjo.

“Khususnya dalam program-program di Tuban dan Cilacap, SBI menjalin kerja sama dengan BUMDes, sehingga terjadi kolaborasi yang mendukung implementasi dan optimalisasi manfaat dari program-program tersebut untuk lingkungan dan masyarakat,” imbuh Lilik Unggul Raharjo.

Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni mengatakan, CSR dan PDB Awards 2024 menjadi bukti nyata kontribusi SIG dalam mendukung upaya pemerintah mempercepat pembangunan desa di Indonesia. Penghargaan ini sekaligus menjadi motivasi bagi SIG untuk terus menciptakan inovasi sosial guna mendorong terwujudnya kemajuan desa dengan membentuk masyarakat yang berdaya dan mandiri, sekaligus mendukung kelestarian lingkungan, berdasarkan kerangka ESG (Environmental, Social, Governance).

“Percepatan pembangunan desa membutuhkan upaya kolaboratif dari berbagai pihak, termasuk pelaku usaha. Sebagai perusahaan BUMN, SIG siap berkolaborasi dan bersinergi dengan pemerintah serta pihak lainnya untuk bersama-sama membangun dan memajukan desa di Indonesia. Karena sejatinya kemajuan suatu bangsa dimulai dari desa,” kata Vita Mahreyni.

Budi daya melon merupakan inovasi sosial SBI Pabrik Tuban yang dilakukan oleh kelompok tani binaan, Mliwang Metu Banyune, di lahan milik SBI dan desa setempat seluas 7.000 m2 di Desa Mliwang, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Program ini dimulai pada awal Agustus 2023 dengan penanaman 3.500 bibit melon menggunakan sistem lanjaran atau ajir bambu, di mana ajir dipasang untuk merambatkan tanaman dari bibit melon, sehingga saat berbuah melon akan menggantung. Dengan begitu, melon lebih terjamin kebersihannya karena tidak tergeletak di tanah yang berpotensi menyebabkan jamur.

Budi daya melon ini sendiri mengandalkan air dari danau buatan sebagai sumber pengairan. Dengan luas area sekitar 46.000 m2 dan kedalaman rata-rata 3 meter, danau buatan yang dikelola oleh Perusahaan bersama masyarakat sekitar itu memiliki kapasitas sekitar 138.000 m3 dan biasa dimanfaatkan untuk pertanian, perikanan, dan penyiraman jalan. 

Hingga saat ini telah dilakukan dua kali panen, yaitu pada November 2023 dan Maret 2024. Pada panen pertama November 2023 lalu, tingkat keberhasilan budi daya melon berada di angka 70 sampai 75 persen dengan menghasilkan kurang lebih 8.000 buah melon siap konsumsi. Keberhasilan yang diraih mendorong SBI Pabrik Tuban untuk mereplikasi program ini di desa lain ke depannya.

Sementara program Bank Sampah yang telah dimulai sejak 2016 mengajak masyarakat untuk menabung sampah dengan banyak keuntungan yang bisa didapat. Melalui kerja sama dengan Pegadaian dan BPJS, masyarakat yang menabung sampah bisa mendapat emas dan membayar iuran BPJS, sehingga memberikan nilai tambah bagi banyak pihak.

Adapun BARUWANI RANAJAYA merupakan program pengelolaan sampah terpadu berbasis masyarakat (komunitas) untuk mendukung inisiatif Perusahaan dalam penggunaan bahan bakar alternatif dalam produksi semen, serta mengatasi persoalan yang ditimbulkan oleh sampah. 

Program yang menerapkan prinsip ekonomi sirkular ini bekerja sama dengan pemerintah desa untuk mengajak masyarakat memilah sampah dari rumah dan mengolahnya menjadi barang bernilai ekonomi.

Program BARUWANI RANAJAYA dimulai pada 2019 dengan memberikan pendampingan kegiatan pilah dan olah sampah di Kelurahan Karangtalun, Cilacap Utara. Kemudian pada periode 2020-2022, program pendampingan diperluas (direplikasi) ke 14 lokasi di 5 kecamatan. 

Hingga saat ini tercatat terdapat 26 komunitas yang mendapat pendampingan, meliputi pelatihan dan bantuan fasilitas pilah dan olah sampah, seperti fasilitas rumah pilah, timbangan, mesin jahit, mesin extruder, mesin pencacah, gerobak sampah, dan lain-lain.

Produk hasil pengolahan sampah yang dibuat oleh komunitas Baruwani pun beragam, antara lain paving block, wayang, pupuk kompos, sandal, produk kantong ecoprint dan mebel runtik atau perabot rumah tangga dari olahan sampah plastik. 

Ke depannya, program BARUWANI RANAJAYA akan dikembangkan ke arah ketahanan pangan dari kompos, di mana setiap keluarga didorong untuk menanam sayuran dengan memanfaatkan lahan di rumah masing-masing.

“Inovasi sosial SBI Pabrik Tuban dan Cilacap sejalan dengan semangat keberlanjutan SIG dan turut berkontribusi dalam pencapaian target keberlanjutan SIG yang telah ditetapkan dalam Sustainability Road Map 2030,” tutup Vita Mahreyni. (yad)

SBI, Anak Usaha SIG Raih 3 Penghargaan dari Kementerian Desa PDTT atas Keberhasilannya Mempercepat Pembangunan Desa Selengkapnya

Perluas Pasar Beton Siap Pakai, SIG  Resmikan Batching Plant di Subang,Jawa Barat

GRESIK,1minute.id – PT Solusi Bangun Beton (SBB), salah satu unit usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), meresmikan Ready-mixed Batching Plant Subang. Pabrik ini  berlokasi di Kawasan Intijaya Subang Industri, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Peresmian Batching Plant SBB Subang ini merupakan upaya perluasan jaringan produk beton siap pakai atau ready-mixed concrete dan mendukung pemerintah dalam pembangunan infrastruktur di wilayah Subang dan sekitarnya.

Batching Plant SBB Subang dibangun dengan kapasitas volume produksi sebesar 60 meter kubik per jam. Layanan Batching Plant SBB Subang bakal meliputi Kabupaten Subang, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Karawang, dan Kabupaten Majalengka.

Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni mengatakan, banyaknya kawasan perindustrian dan pergudangan baru di Subang, termasuk Kawasan Intijaya Subang Industri yang belum lama ini operasional, menjadi peluang bagi SIG untuk turut mengembangkan kawasan industri dan komersil di wilayah Kabupaten Subang dan sekitarnya.

Hal ini juga sejalan dengan kesiapan SIG dalam mendukung Proyek Strategis Nasional (PSN) seperti Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban, yang menjadi pelabuhan besar bersama dengan Pelabuhan Tanjung Priok dan menjadi bagian dari rantai pasok global. Jalan Tol Akses ini akan menghubungkan Pelabuhan Patimban yang terkoneksi dengan Jalan Pantura dengan Jalan Tol Trans-Jawa untuk ruas Cikopo-Palimanan (Cipali). 

Selain itu, infrastruktur lain seperti Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati hingga Subang Smartpolitan, juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, dan pemerataan pembangunan, serta berkembangnya kota mandiri baru.

“Keunggulan infrastruktur tersebut mampu menjadi peluang bagi pertumbuhan perekonomian termasuk sektor konstruksi sehingga menjadi potential market bagi SIG dan anak usaha untuk memberikan pasokan bahan bangunan bermutu tinggi,” kata Vita Mahreyni.

Vita Mahreyni menambahkan, kehadiran Batching Plant Subang ini semakin memperkuat posisi SIG dan mengisi pasar beton siap cetak di wilayah Subang dan sekitarnya. Hingga saat ini, SIG telah memiliki 59 batching plant aktif yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dengan didukung bahan baku berkualitas dan ramah lingkungan, menggunakan teknologi terkini, serta beragam solusi beton jadi inovatif untuk memenuhi kebutuhan pembangunan yang berorientasi keberlanjutan.

“Di tengah kondisi pasar yang semakin kompetitif, Perseroan terus berupaya menciptakan peluang melalui pengembangan diversifikasi produk dan layanan untuk semakin mengokohkan posisi sebagai penyedia solusi bahan bangunan yang berkelanjutan,” jelas Vita Mahreyni. 

Sepanjang 2023, SIG berhasil mencatatkan peningkatan volume penjualan sebesar 10% menjadi 40,62 juta ton, terutama dari pertumbuhan penjualan pada segmen curah dan ekspor. Porsi penjualan segmen curah tercatat sekitar 29% dari total volume penjualan domestik yang mencapai 33,109 juta ton pada 2023, di mana sektor beton siap pakai menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan penjualan segmen curah domestik SIG.

SBB merupakan salah satu unit usaha dari SIG yang memproduksi berbagai macam bentuk beton, di antaranya ready-mixed concrete (beton siap pakai) berstandar SNI 2087:2013, produk agregat, mini PakCrete (solusi beton instan), mortar, hingga penyedia jasa aplikasi konstruksi dan heavy equipment (alat berat).

Produk beton jadi dan solusi konstruksi bernilai tambah dari SBB, telah berkontribusi dalam pembangunan kawasan komersial dan infrastruktur di Indonesia, antara lain Komplek Thamrin Nine dengan Autograph Tower yang merupakan gedung tertinggi di Indonesia saat ini, Komplek Pondok Indah Mall (PIM), Pondok Indah Residence dan Hotel, Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu), Bandara Dhoho Kediri, Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang. 

Kemudian Jalan Tol Solo-Ngawi, Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar, Jakarta International Stadium (JIS), revitalisasi Gelora Bung Karno (GBK), Pabrik Asahimas Flatglass Cikampek, serta revitalisasi jalur pejalan kaki di beberapa kawasan di DKI Jakarta seperti Fatmawati, Lapangan Banteng, Senayan, Sisingamaraja dan Wahid Hasyim. (yad)

Perluas Pasar Beton Siap Pakai, SIG  Resmikan Batching Plant di Subang,Jawa Barat Selengkapnya

Pemkab Sleman Pasok 30 Ton Bahan Bakar dari Sampah ke SBI Pabrik Cilacap Sebagai Substitusi Batu Bara

GRESIK1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman melakukan pengiriman perdana 30 ton refuse-derived fuel (RDF) atau bahan bakar alternatif dari hasil olahan sampah ke PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) Pabrik Cilacap, Jawa Tengah. RDF yang diproduksi di TPST Tamanmartani, Kalasan, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta tersebut selanjutnya akan digunakan pada proses produksi semen di Pabrik Cilacap sebagai substitusi bahan bakar batu bara.

Sebelumnya, SBI dan Pemkab Sleman telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang pemanfaatan RDF hasil pengolahan sampah di tempat pengolahan sampah terpadu Kabupaten Sleman pada 13 November 2023 lalu.

Pengiriman perdana RDF ke SBI Pabrik Cilacap ditandai dengan prosesi pecah kendi bersama Sekretaris Daerah DI Yogyakarta, Beny Suharsono di depan truk pengangkut RDF di area TPST Tamanmartani pada Selasa (23/1/2024). Hadir dalam acara tersebut, Direktur Utama SBI Lilik Unggul Raharjo dan Direktur Human Capital, Legal, dan Corporate Affairs SBI Ony Suprihartono.

Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni mengatakan, pengiriman RDF ke SBI Pabrik Cilacap ini merupakan realisasi dari kerja sama antara SBI dengan Pemkab Sleman dalam pemanfaatan RDF. Kerja sama ini kian mempertegas komitmen perusahaan dalam mendukung pemerintah daerah mengatasi permasalahan sampah perkotaan dengan prinsip ekonomi sirkular untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat, sekaligus membantu Perusahaan mendapatkan sumber energi alternatif untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil sehingga lebih ramah lingkungan

“Penggunaan RDF pada proses produksi semen di SBI Pabrik Cilacap merupakan langkah strategis untuk mendukung PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) selaku induk usaha, dalam mengakselerasi pencapaian target penurunan emisi karbon dengan meningkatkan substitusi energi panas atau thermal substitution rate (TSR), sebagaimana tertuang dalam SIG Sustainabiliy Road Map 2030,” kata Vita Mahreyni.

Vita Mahreyni menyampaikan, kerja sama antara SBI dan Pemkab Sleman akan berlangsung selama 3 tahun. Setelah pengiriman perdana ini, Pemkab Sleman akan mengirimkan RDF melalui beberapa alternatif moda transportasi. Salah satunya adalah kereta api yang akan mengangkut 100 ton RDF per hari ke SBI Pabrik Cilacap.

Selain Kabupaten Sleman, kerja sama dalam pemanfaatan RDF juga telah dijalankan oleh SBI  dengan berbagai daerah lain di Indonesia, seperti Kabupaten Cilacap, Kabupaten Banyumas, Provinsi DKI Jakarta, dan pengelola sampah di Provinsi Bali. Sementara untuk Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Besar dan Kabupaten Temanggung, masih menunggu implementasi lebih lanjut. (yad)

Pemkab Sleman Pasok 30 Ton Bahan Bakar dari Sampah ke SBI Pabrik Cilacap Sebagai Substitusi Batu Bara Selengkapnya

SBI Pabrik Cilacap Budidaya Mikroalga, Inovasi Dekarbonisasi di Lingkungan Operasional Pabrik

GRESIK,1minute.id – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melalui anak usahanya PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) melakukan budidaya mikroalga di area pabrik Cilacap, Jawa Tengah. Inisiatif ini merupakan salah satu terobosan inovasi sebagai upaya dekarbonisasi (penyerapan CO2) di lingkungan operasional pabrik Cilacap. 

Budidaya mikroalga dilakukan melalui sistem kultivasi kolam terbuka dengan menggunakan sistem bubbling. Kelebihan sistem ini adalah akan banyak CO2 yang terserap oleh mikroalga.

Budidaya mikroalga di Pabrik Cilacap ini adalah kerja sama antara SBI dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Matching Fund Dikti sejak 2021. Dalam kerja sama ini, Pusat Studi Energi UGM melalui Center Of Excellence for Microalgae Biorefinery menyuplai bibit alga untuk dibudidayakan di lahan dan fasilitas infrastruktur yang disediakan oleh SBI. Selain itu, SBI juga turut menyediakan sumber daya manusia dan bersama dengan Matching Fund Dikti memberikan dukungan dana untuk menyukseskan prgram budidaya mikroalga ini.

Mikroalga merupakan jasad renik yang termasuk tumbuhan bersel tunggal dan berkembang biak sangat cepat dengan daur hidup relatif pendek, yang memiliki kemampuan melakukan fotosintesis dengan CO2 dan menghasilkan oksigen. Karena itu, mikroalga dikenal sebagai salah satu penyumbang oksigen di dunia.

Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni mengatakan, budidaya mikroalga di Pabrik Cilacap merupakan terobosan inovasi yang menjadi bukti kontribusi SIG dalam upaya dekarbonisasi. Pada tahap pertama, budidaya mikroalga dilakukan di Rumah Alga seluas 180 m2 dengan kapasitas 10.000 liter, dan di lahan seluas 252 meter persegi (m²) dengan kapasitas 15.000 liter. Pengembangan terus dilakukan dengan penyiapan lahan untuk tahap kedua seluas 525 m² yang diharapkan akan mencapai kapasitas hingga 100.000 liter, sehingga total lahan untuk rumah mikroalga seluas 957 m².

“Selain bermanfaat untuk mengurangi emisi karbon, berdasarkan kandungan dan fungsinya, alga juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku kosmetik. Sedangkan dengan diversifikasi berdasarkan biomekanismenya, alga dapat digunakan sebagai medicated cosmetic dan bahan sediaan herbal untuk farmasi. Melihat dari sisi ekonomis, selain untuk dekarbonisasi, pengambangan mikroalga kedepannya diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif pengembangan ekonomi masyarakat,” ujar Vita Mahreyni.

Sementara itu, Direktur Center Of Excellence for Microalgae Biorefinery Pusat Studi Energi UGM, Prof. Arief Budiman mengapresiasi inisiatif pengembangan budidaya mikroalga sebagai bukti komitmen dan langkah nyata Perusahaan dalam menurunkan emisi CO2. “Ini merupakan terobosan yang sangat bagus dalam dunia industri, khususnya industri semen seperti SBI, dengan memanfaatkan mikroalga untuk menyerap CO2 (karbondioksida) di lingkungan operasional perusahaan,” ujar Arief Budiman. (yad)

SBI Pabrik Cilacap Budidaya Mikroalga, Inovasi Dekarbonisasi di Lingkungan Operasional Pabrik Selengkapnya

Wujudkan ESG, SIG dan SBI Teken  Perjanjian Kredit Sindikasi SLL dengan 12 Bank

GRESIK,1minute.id – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) dan unit usahanya PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) melakukan penandatanganan Perjanjian Kredit Sindikasi Sustainability Linked Loan (SLL) dengan 12 perbankan sebagai kreditur. 

Penandatanganan Perjanjian Kredit Sindikasi SLL ini merupakan salah satu program untuk mewujudkan komitmen SIG terhadap implementasi prinsip ESG.  Penandatanganan  Perjanjian Kredit dilaksanakan di The East Tower Jakarta pada Senin, 19 Desember 2022.

SLL merupakan salah satu program yang dapat memberikan dampak pada peningkatan rating ESG sehingga dapat mengembalikan SIG ke dalam Index IDX ESG Leader dan meningkatkan kepercayaan investor. SLL ditujukan untuk  refinancing eksisting hutang bank sindikasi dan tidak menambah hutang. Selain sebagai komitmen SIG terhadap inisiatif dekarbonisasi, SLL juga memberikan benefit penurunan margin bunga dibandingkan hutang bank sindikasi eksisting dengan terms yang lebih baik.

Perjanjian Kredit Sindikasi SLL ini merupakan bagian dari rangkaian Sustainability Framework  yang telah dirilis oleh SIG pada 14 Oktober 2022 lalu. Dalam Perjanjian Kredit Sindikasi SLL ini, SIG akan memperoleh kredit sebesar Rp 4,15 triliun, sedangkan SBI memperoleh kredit sebesar Rp 2,74 triliun. 

Dua belas perbankan yang melakukan penandatanganan Perjanjian Kredit Sindikasi SLL dengan SIG dan SBI adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank CIMB Niaga Tbk, PT Bank BTPN Tbk, PT Bank HSBC Indonesia, PT Bank Maybank Indonesia Tbk, PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank DBS Indonesia, PT Bank CTBC Indonesia, PT Bank Permata Tbk, MUFG Bank, Ltd. cabang Jakarta, serta PT Bank Danamon Indonesia Tbk sebagai Mandated Lead Arranger and Bookrunner (MLAB). PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dalam hal ini juga bertindak sebagai agen fasilitas.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko SIG Andriano Hosny Panangian  mengatakan,  peluncuran SLL ini merupakan langkah awal dalam mendukung misi perusahaan guna menciptakan perlindungan lingkungan dan tanggung jawab sosial yang berkelanjutan. 

SLL juga merupakan inisiatif SIG dan SBI dalam kerangka Program Dekarbonisasi terutama untuk memitigasi Transition Risk dalam Framework Taskforce on Climate Related Financial Disclosure (TCFD). SIG juga fokus mengembangkan inovasi untuk menjawab tantangan yang ada di bidang building material  yang ramah lingkungan dan memberikan solusi kepada stakeholders.

“Diharapkan, SLL akan menjadi satu aspek penting untuk menunjukkan keseriusan dalam hal ESG, sehingga dapat meningkatkan ESG Score SIG serta meningkatkan kepercayaan dan eksposur Investor. SLL juga merupakan inisiatif SIG dalam kerangka program dekarbonisasi terutama untuk memitigasi Transition Risk dalam TCFD. SIG telah menetapkan Sustainability Framework dengan fokus pada penurunan emisi karbon secara bertahap dengan target 520 kg CO2/ton semen dan stretch target 493 kg CO2/ton semen pada tahun 2032. Penetapan target penurunan emisi karbon tersebut akan dilakukan dengan pengurangan clinker factor, peningkatan substitusi panas dari bahan bakar alternatif, dan optimalisasi konsumsi energi termal spesifik. Inisiatif penurunan emisi karbon tersebut juga akan berdampak positif pada cost efficiency sehingga meningkatkan profitabilitas Perusahaan. Selain itu, SLL memberikan benefit efisiensi margin bunga melalui pencapaian target penurunan emisi karbon,” kata Andriano Hosny Panangian.

Senior Vice President Corporate Banking 2 Group PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Budi Purwanto mengungkapkan bahwa implementasi SLL oleh SIG dan SBI selaku market leader industri semen, diharapkan dapat mendorong pelaku industri dalam mendukung pembangunan dan perekonomian berkelanjutan.

“Bank Mandiri menyambut positif atas inisiatif SIG dalam menerbitkan Sustainability Framework per 14 Oktober 2022 dan diimplementasikan salah satunya dengan penandatanganan Perjanjian Kredit SLL untuk SIG dan SBI di hari ini. Kami turut berbangga dapat terlibat dalam proses SLL ini, dimulai dari penyusunan Sustainability Framework dimana kami berperan sebagai Sustainability Coordinator bersama dengan HSBC, dan dalam pembiayaan dapat turut serta sebagai Kreditur & MLAB. Strategi SIG dalam mengurangi emisi karbon diharapkan dapat menjadi percontohan bagi pelaku industri dalam komitmen mendukung pembangunan pertumbuhan ekomomi berkelanjutan dan sustainable development” ujar Budi Purwanto.

Sementara itu, Direktur Wholesale Banking PT Bank HSBC Indonesia, Riko Tasmaya, menyampaikan, “Kami turut bangga dapat kembali mendukung SIG untuk mewujudkan komitmen perseroan dalam mengimplementasi  Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui kredit sindikasi Sustainability Linked Loan (SLL), setelah sebelumnya kami terlibat dalam perancangan Sustainability Framework di SIG and SBI. Hal ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk menjadi net zero bank, serta mendukung perekonomian Indonesia yang berkelanjutan.”

Head of Syndication & Corporate Solution Division PT Bank BNI (Persero) Tbk, Yogi Bima Sakti mengungkapkan bahwa SIG yang merupakan Market Leader untuk sektor industri semen, telah berhasil tetap tumbuh dan bertahan di posisi puncak, dimana hal ini tidak lepas dari kinerja positif seluruh pihak baik manajemen, stakeholder dan tentunya didukung juga oleh bank yang selalu setia menjadi partner bisnis SIG. Fasilitas Kredit Sindikasi dalam bentuk SLL menjadi bukti bahwa SIG peduli atas keberlangsungan lingkungan hidup baik di internal maupun eksternal SIG dan menjadi Langkah baik untuk kedepannya baik bagi SIG maupun para Kreditur/MLAB yang saat ini telah berpartisipasi dalam fasilitas SLL.”

“Dengan penandatanganan Perjanjian Kredit Sindikasi berbasis SLL, kami harapkan SIG dapat menjadi kiblat bagi lini bisnis lain dalam menuju bisnis yang selalu memperhatikan aspek lingkungan dalam setiap kegiatan bisnis,” ujar Yogi Bima Sakti. (yad)

Wujudkan ESG, SIG dan SBI Teken  Perjanjian Kredit Sindikasi SLL dengan 12 Bank Selengkapnya

Dubes  Denmark Kunjungi Fasilitas Pengolahan Sampah menjadi RDF PT Solusi Bangun Indonesia 

GRESIK,1minute.id – Duta Besar Kerajaan Denmark di Indonesia H.E. Lars Bo Larsen mengunjungi PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI), unit usaha dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di Pabrik Cilacap, Jawa Tengah pada Jumat, 3 Juni 2022. 

Kunjungan itu sebagai bentuk kerjasama strategis dalam proyek pengelolaan sampah yang telah terjalin antara SBI dengan Kedutaan Besar Kerajaan Denmark sejak 2013 itu. Dubes Kerajaan Denmark H.E. Lars Bo Larsen bersama Ketua Komisi VII DPR RI, Sugeng Suparwoto dan diterima oleh Direktur Utama SBI Lilik Unggul Raharjo dan Direktur Manufacturing SBI Soni Asrul Sani. Selain peningkatan hubungan bilateral kedua negara, kunjungan kali ini juga bertujuan untuk meninjau kembali teknologi RDF dalam pengelolaan sampah menjadi alternatif bahan bakar dan bahan baku, serta manfaatnya dari aspek sosial, ekonomi dan lingkungan.

Duta Besar Denmark H.E. Lars Bo Larsen dalam sambutannya menyampaikan, Denmark mendukung keberadaan fasilitas RDF di Cilacap untuk mempercepat transisi hijau di Indonesia, yang kami yakini akan membawa banyak peluang dan menciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan. Denmark juga berminat untuk berinvestasi pada proyek-proyek energi terbarukan khususnya pengolahan sampah menjadi energi. “Fasilitas percontohan di Cilacap ini telah menunjukkan teknologi yang teruji dan memberi banyak pelajaran penting untuk menarik pendanaan bagi replikasi di daerah lain,”kata Larsen. 

Teknologi Refuse-Derived Fuel (RDF) adalah upaya pengelolaan sampah berkelanjutan yang mampu mengubah sampah menjadi energi alternatif terbarukan dan dapat mengurangi emisi CO2. Setelah diresmikan oleh Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan pada 21 Juli 2020, saat ini fasilitas RDF telah beroperasi penuh dengan kapasitas 120–150 ton sampah per hari.

Fasilitas pengolahan sampah domestik terpadu yang pertama di Indonesia ini merupakan milik Pemerintah Kabupaten Cilacap, atas dana hibah dari Pemerintah Kerajaan Denmark melalui program ESP3, dan didukung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), serta SBI yang ditunjuk sebagai operator.

Proyek ini diinisiasi oleh SBI sebagai perwujudan kepedulian lingkungan yang melibatkan banyak pemangku kepentingan terkait termasuk Pemerintah Kerajaan Denmark dalam studi awal hingga implementasi.

Sementara itu, Direktur Utama SBI Lilik Unggul Raharjo menjelaskan, aplikasi teknologi ini adalah bentuk komitmen kami untuk memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan. Pengelolaan limbah dan sampah menjadi energi alternatif terbarukan yang mengedepankan prinsip ekonomi sirkular, dapat membantu perwujudan pembangunan keberlanjutan dan memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. “Kerja sama lintas pemangku kepentingan yang terjalin dalam proyek RDF di Cilacap ini, kami harap dapat terus berlangsung dan diterapkan di lebih banyak daerah di Indonesia,”kata Lilik Unggul Raharjo.

Manfaat pengelolaan sampah dengan teknologi RDF di Kabupaten Cilacap, bahkan menginspirasi Pemerintah Indonesia untuk mereplikasi teknologi RDF ke-34 kota di Indonesia sebagaimana disebut oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan saat peresmian fasilitas RDF di Cilacap pada 2020. Dalam perkembangannya, Kedutaan Denmark juga turut mendukung beberapa inisiatif antara lain dengan memberikan dukungan untuk studi kelayakan dalam proyek RDF Plant di Provinsi Aceh.  

Selain di Kabupaten Cilacap, Tuban dan DKI Jakarta, pada 2021, SBI telah menandatangani dua kesepakatan bersama untuk pengelolaan sampah regional milik Pemerintah Provinsi Aceh yang akan dibangun di TPA Blang Bintang, serta pengelolaan sampah di Kabupaten Banyumas berupa penerimaan residu sampah dari PDU Banyumas untuk dimanfaatkan di Pabrik SBI Cilacap. SBI juga telah bekerja sama dengan pihak swasta yakni Unilever untuk mengurai problematika sampah dengan meningkatkan kapasitas sampah terolah menjadi RDF di fasilitas RDF Jeruklegi, Cilacap.

Sesi kunjungan ini diharapkan dapat memberikan banyak masukan dan manfaat bagi hubungan bilateral antara kedua negara dalam mendorong upaya waste-to-energy untuk membantu memberikan kontribusi dalam mengatasi persoalan sampah yang ada di Indonesia. (yad)

Dubes  Denmark Kunjungi Fasilitas Pengolahan Sampah menjadi RDF PT Solusi Bangun Indonesia  Selengkapnya

Fasilitas Pengolahan Limbah Menjadi Bahan Bakar Alternatif di SBI Pabrik Narogong Berkapasitas 160 Ribu Ton/Tahun

GRESIK, 1minute.id – Kedutaan Besar Jepang di Indonesia dan Japan International Cooperation Agency (JICA) mengunjungi Pabrik pengolahan sampah, Pabrik Narogong, Jawa Barat pada Jumat,  25 Februari 2022. 

Pabrik pengolahan sampah dikelola oleh PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) yang merupakan unit usaha dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG). Kunjungan tersebut untuk melihat teknologi pengelolaan limbah dan sampah menjadi alternatif bahan bakar dan bahan baku yang dilakukan oleh SIG itu dihadiri oleh Minister for Economic Affairs and Development dari Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, Masato Usui, beserta tim Kedubes Jepang di Indonesia dan JICA. 

Sampah perkotaan dan limbah industri masih menjadi salah satu tantangan yang perlu dihadapi di Indonesia untuk mencapai target SDGs (Sustainable Development Goals) yang berhubungan dengan lingkungan dan sosial. Meskipun beragam inisiatif telah dilakukan oleh Pemerintah dalam menangani persoalan ini, perlu ada dukungan secara konsisten dari seluruh lapisan masyarakat dan juga para pelaku usaha di berbagai sektor guna menciptakan iklim yang ramah lingkungan. 

Direktur Utama SIG Donny Arsal mengatakan, SIG terus berinovasi untuk memberikan nilai tambah dan manfaat berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan. Salah satunya adalah ekonomi sirkular melalui teknologi pemanfaatan limbah industri  dan sampah perkotaan untuk diubah menjadi energi alternatif terbarukan. “Teknologi ini merupakan solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan limbah industri, sekaligus membantu memecahkan permasalahan sampah domestik yang dihadapi oleh pemerintah daerah”, kata Donny Arsal dalam siaran pers yang diterima redaksi 1minute.id pada Senin, 28 Februari 2022.

Berbagi nilai dan komitmen pada pembangunan berkelanjutan, SBI menjalin kerja sama strategis dengan perusahaan semen asal Jepang, Taiheiyo Cement Corporation (TCC). Sinergi SIG, SBI, dan TCC, akan semakin mendorong kontribusi perusahaan terhadap pencapaian SDGs, melalui pengembangan produk dan solusi yang ramah lingkungan termasuk optimalisasi penggunaan bahan bakar alternatif dari pemanfaatan limbah industri dan sampah perkotaan.

Unit bisnis pengelolaan limbah SBI, Nathabumi, telah menjadi mitra bagi pemerintah serta perusahaan di berbagai bidang industri dalam memberikan solusi dan inovasi pengelolaan limbah dan sampah yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Salah satunya dengan menginisiasi fasilitas Refuse-Derived Fuel (RDF) pertama di Indonesia yang berlokasi di Cilacap, Jawa Tengah, bersama dengan Pemerintah Kabupaten Cilacap serta melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Selain itu, lanjutnya, SBI juga berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam pemanfaatan sampah domestik di TPST Bantargebang menjadi bahan bakar alternatif berupa RDF melalui metode landfill mining. 

Sementara itu, Direktur Utama SBI, Lilik Unggul Raharjo menambahkan, ini merupakan cerminan dari komitmen kami untuk mewujudkan pembangunan keberlanjutan yang dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. “Kami menjadi inisiator dan operator resmi fasilitas RDF di Cilacap, Jawa Tengah, serta pengelolaan limbah dengan metode co-processing di pabrik semen kami dengan didukung fasilitas pre-processing GreenZone, Narogong. Dengan demikian, hasil dari seluruh pengolahannya bisa dimanfaatkan kembali tanpa menimbulkan pencemaran dan residu apa pun,”kata Lilik Unggul Raharjo. 

Minister for Economic Affairs and Development dari Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, Masato Usui mengatakan bahwa Jepang dan Indonesia telah memiliki sejarah panjang dalam kerja sama bilateral termasuk kerja sama bidang ekonomi yang tidak hanya dilakukan antara pemerintah, tetapi juga antara pelaku usaha.

“Pemerintah Jepang mendukung upaya-upaya kerja sama ini termasuk kerja sama yang dilakukan oleh SIG, SBI, dan TCC. Saya sangat menghargai kerja sama yang telah dibangun ini dan ingin melihat lebih banyak proyek yang dilakukan dan bagaimana teknologi Jepang berkontribusi pada ekonomi sirkular di Indonesia” kata Masato Usui.

GreenZone (Fasilitas Pengelolaan Limbah Terintergrasi). GreenZone merupakan fasilitas pre-processing limbah terintegrasi terbesar di Asia Tenggara yang dimiliki oleh PT Solusi Bangun Indonesia Tbk melalui unit bisnis pengelolaan limbah Nathabumi di Pabrik Narogong, Jawa Barat. 

Dibangun di lahan seluas 5,2 hektar, GreenZone dibagi menjadi 3 area dengan total luas bangunan 2,3 hektar yang mampu mengelola berbagai jenis limbah baik B3 maupun non-B3 dalam bentuk padat, cair dan gas. Dilengkapi dengan Laboratorium Limbah yang terakreditasi ISO 17025 dengan teknisi ahli dalam analisa limbah. GreenZone memiliki kapasitas pengelolaan limbah sebesar 160.000 ton per tahun yang diolah sebagai bahan bakar alternatif. 

Metode Co-processing adalah metode pengelolaan limbah yang ramah lingkungan, menggunakan tanur semen milik PT Solusi Bangun Indonesia, Tbk yang bersuhu tinggi – sampai dengan 1.500°C dan stabil, untuk memusnahkan limbah tanpa meninggalkan residu apa pun. Limbah yang dapat diolah dengan cara ini antara lain limbah industri, bahan yang tidak memenuhi syarat, produk kadaluwarsa serta jenis limbah lain yang tidak dapat didaur ulang dengan proses biasa. (yad)

Fasilitas Pengolahan Limbah Menjadi Bahan Bakar Alternatif di SBI Pabrik Narogong Berkapasitas 160 Ribu Ton/Tahun Selengkapnya