Di Kantor Bupati Zoom bersama Presiden Prabowo, di Desa Prupuh Gelar Tasyakuran Swasembada Pangan

GRESIK,1minute.id – Indonesia kembali swasembada pangan. Presiden kedelapan Republik Indonesia Probowo Subianto yang mengumumkan secara langsung capaian itu melalui zoom meeting yang diikuti seluruh provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia. 

Di Kabupaten Gresik, kegiatan terpusat di Ruang Putri Cempo Kantor Bupati Gresik diikuti antara lain  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan di Desa Prupuh, Kecamatan Panceng yang diikuti oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman berupa tasyakuran.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik berkomitmen mendukung swasembada pangan nasional melalui penerapan teknologi dan industrialisasi pertanian. Achmad Washil Miftachul Rachman menyampaikan, bahwa swasembada pangan merupakan salah satu prioritas nasional yang harus didukung secara kolaboratif dari pusat hingga desa.

Menurutnya, konsep pertanian modern berbasis alat dan teknologi menjadi kunci dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. “Beberapa negara telah berhasil memperkuat ketahanan pangan melalui industrialisasi pertanian. Ini bisa kita tiru dan kembangkan di Gresik. Pertanian tidak lagi hanya mengandalkan tenaga manual, tetapi didukung alat, teknologi, dan sistem irigasi yang berkelanjutan,” tegas Washil.

Ia mencontohkan penerapan irigasi perpipaan di Pulau Bawean, yang memanfaatkan Danau Kastoba dan sejumlah mata air. Program tersebut terbukti mampu meningkatkan intensitas tanam dari satu kali panen menjadi dua hingga tiga kali panen dalam setahun.

Konsep serupa, lanjutnya, juga mulai diterapkan di wilayah Gresik utara melalui irigasi perpipaan berbasis pompa, dengan sistem tandon dan pipa PE yang memiliki ketahanan jangka panjang. Teknologi ini diharapkan mampu mengatasi keterbatasan air serta meningkatkan hasil pertanian.

“Terkait hasil panen, alhamdulillah sinergi antarprogram mulai terlihat. Di wilayah ini, komoditas jagung sangat menonjol dan berpotensi dikolaborasikan dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) untuk pengembangan agribisnis. Sinergi dari pusat hingga desa harus terus diperkuat agar program pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” imbuhnya.

Ditempat sama, Kepala Desa Prupuh, Musholin, dalam sambutannya menekankan besarnya potensi jagung sebagai komoditas unggulan Desa Prupuh dan Kecamatan Panceng. Ia menyampaikan bahwa lahan kelompok tani hutan yang kini dikelola masyarakat sangat cocok untuk pengembangan jagung sebagai penopang ketahanan pangan.

“Potensi jagung di Desa Prupuh sangat bagus. Selain tanaman pangan, kami juga mengembangkan sektor peternakan karena ketersediaan pakan yang melimpah. Ke depan, melalui KDMP, kami berencana mengembangkan peternakan sapi,” ujarnya. Ia menambahkan, di Kecamatan Panceng saat ini terdapat lima Kelompok Tani Hutan (KTH), dengan Desa Prupuh telah memiliki lima Surat Keputusan (SK) pengelolaan usaha yang mencakup komoditas jagung, peternakan, serta tanaman pertanian lainnya.

Sementara itu, bentuk dukungan terhadap swasembada pangan, pemerintah melalui APBN juga menyalurkan berbagai bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) di Kabupaten Gresik. Bantuan tersebut meliputi enam unit combine harvester, 30 unit hand sprayer, 27 unit traktor roda empat, 11 unit traktor roda dua, 3 unit rice transplanter, 3 unit drone pertanian, serta satu paket irigasi perpompaan.

Seluruh bantuan ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi usaha tani, menekan biaya produksi, dan mempercepat proses tanam hingga panen.

Selain itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan benih APBN sebanyak 152.525 kilogram untuk menggarap lahan seluas 6.101 hektare yang tersebar di 14 kecamatan dan 86 desa, dengan jumlah penerima mencapai 14.644 petani yang tergabung dalam kelompok tani dan Gapoktan.

Capaian Produksi dan Luas Tanam Pertanian

Gresik dikenal dengan sebutan Kota Industri. Pada tahun 2024, luas tanam tercatat sebesar 76.568,40 hektare dan meningkat menjadi 80.540,80 hektare pada tahun 2025, atau bertambah sekitar 3.972,40 hektare. Seiring dengan itu, luas panen juga meningkat dari 67.083,40 hektare pada tahun 2024 menjadi 76.565,40 hektare pada tahun 2025, atau naik sekitar 9.482,40 hektare.

Peningkatan tersebut diikuti dengan kenaikan produktivitas, dari 6,26 ton per hektare pada tahun 2024 menjadi 6,28 ton per hektare pada tahun 2025. Dengan capaian tersebut, total produksi gabah di Kabupaten Gresik mencapai sekitar 419.961 ton, yang setara dengan kurang lebih 281.508 ton beras.

Pemerintah juga memberikan keberpihakan kepada petani melalui kebijakan penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi hingga sekitar 20 persen. Harga pupuk urea turun dari Rp112.500 menjadi Rp90.000 per zak, sedangkan pupuk NPK turun dari Rp 115.000 menjadi Rp 92.000 per zak.

Selain itu, Harga Pembelian Pemerintah (HPP) ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram untuk gabah dan Rp5.500 per kilogram untuk jagung guna menjaga stabilitas harga hasil panen petani.

Upaya tersebut diperkuat dengan peran aktif 57 penyuluh pertanian yang terus mendampingi petani di lapangan sebagai bagian dari dukungan terhadap Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Pendampingan dilakukan melalui penguatan kelembagaan petani, Gapoktan, pengembangan petani milenial, serta optimalisasi peran Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya. (yad)

Di Kantor Bupati Zoom bersama Presiden Prabowo, di Desa Prupuh Gelar Tasyakuran Swasembada Pangan Selengkapnya

TPID Gresik Bahas Stabilisasi Harga dan Pasokan Bahan Pokok di Pulau Bawean Akibat Cuaca Buruk 

GRESIK,1minute.id –  Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) menggelar High Level Meeting di Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 10 September 2025. Pertemuan ini membahas langkah stabilisasi harga dan pasokan bahan pokok di Pulau Bawean yang terdampak cuaca buruk dan kendala transportasi.

Rapat ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Surabaya, Perum Bulog, Kodim 0817 Gresik, serta TPID Gresik. 

Camat Sangkapura Umar Junid dan Camat Tambak Muhammad Nursyamsi hadir secara daring menyampaikan kondisi terkini di lapangan.

Sekda Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman menjelaskan, bahwa cuaca buruk serta tidak beroperasinya kapal motor penumpang (KMP) Gili Iyang menjadi faktor utama terganggunya pasokan. Kapal yang menjadi tumpuan utama distribusi kebutuhan pokok ke Bawean tersebut terbakar beberapa waktu lalu dan masih dalam tahap perbaikan.

“Kami memahami kesulitan yang dirasakan masyarakat Bawean. Pemkab Gresik bersama seluruh pihak terkait berkomitmen memastikan ketersediaan bahan pokok dan menjaga harga tetap stabil,” ujar Sekda Washil.

Dalam kesempatan itu, Camat Sangkapura memaparkan kebutuhan bahan pokok di wilayahnya saat ini cukup besar. “Setiap harinya, masyarakat Sangkapura membutuhkan beras 16 ton, gula 12 ton, tepung 13 ton, kanji 9 ton, bawang merah 5.4 ton, bawang putih 4.2 ton, dan telur sekitar 1.000 rak,” jelasnya.

Sementara itu, stok beras di Kecamatan Tambak relatif aman karena sedang memasuki musim panen padi. Namun, momentum perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pulau Bawean yang selalu berlangsung meriah meningkatkan permintaan bahan pokok secara signifikan.

“Kegiatan Maulid Nabi di Bawean selalu menarik kunjungan dan konsumsi besar, sehingga stok bahan pokok lebih cepat menipis,” ujar Camat Tambak.

Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur menekankan pentingnya koordinasi lintas pihak untuk menjaga stabilitas harga dan kelancaran distribusi bahan pokok.

“Mengingat angka kebutuhan bahan pokok di Pulau Bawean sangat tinggi, diperlukan kontribusi berbagai pihak mulai dari pemerintah daerah, penyedia logistik, hingga pelaku usaha, untuk memastikan stok tetap terjaga dan harga tidak melonjak,” ungkapnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Kabupaten Gresik pada Agustus 2025 berada di 1,80%, lebih rendah daripada rata-rata Jawa Timur yang sebesar 2,17%. Pemkab Gresik memberikan perhatian khusus agar masyarakat di kepulauan merasakan harga yang setara dengan daratan.

Sebagai langkah awal, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menyalurkan bantuan bahan pokok pada 5 September lalu untuk masyarakat Bawean. Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban warga hingga distribusi kembali normal.

Selanjutnya, Pemkab Gresik melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) akan menggelar Pasar Murah bersama para penyedia bahan pokok. Skema ini dirancang agar harga bahan pokok yang dijual di Pulau Bawean setara dengan harga di daratan, dengan menekan biaya ongkos distribusi melalui kerja sama dengan pihak penyedia.

TPID Gresik menegaskan bahwa upaya ini bukan hanya langkah jangka pendek untuk mengendalikan harga, tetapi juga bagian dari strategi menjaga inflasi tetap terkendali, terutama di daerah kepulauan yang sangat bergantung pada distribusi logistik. Pemkab Gresik bersama TPID akan terus memonitor perkembangan harga dan distribusi bahan pokok di Pulau Bawean secara berkala hingga situasi normal kembali. (yad)

TPID Gresik Bahas Stabilisasi Harga dan Pasokan Bahan Pokok di Pulau Bawean Akibat Cuaca Buruk  Selengkapnya

Pemkab Gresik Gelar Pasar Murah 77 Ton Beras Ludes

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik kembali menggelar Pasar Murah pada Senin, 1 September 2025. Pasar sembako digelar di halaman Kelurahan Tlogopojok, Kecamatan/ Kabupaten Gresik bekerjasama dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) ini buka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman.

Pasar murah ini merupakan bagian dari gerakan nasional yang dimulai sejak Sabtu, 30 Agustus 2025 secara serentak di seluruh Indonesia. “Dusun Jono, Desa Cerme Kidul, menjadi lokasi pertama di Gresik yang menggelar pasar sembako murah ini. Antusiasme warga sejak awal menunjukkan bahwa program ini memang sangat dibutuhkan,” ujar Sekda Gresik Washil.

Memasuki hari ketiga, dari target 116 ton beras yang disiapkan, sebanyak 77 ton sudah berhasil tersalurkan kepada masyarakat. Antusiasme warga sangat tinggi, terlihat dari panjangnya antrean sejak pagi. “Terima kasih atas antusias masyarakat. Semoga semakin banyak gerakan pangan murah di Kabupaten Gresik agar dapat menekan laju inflasi,” tambahnya.

Di pasar murah ini, beras dijual dengan harga Rp 11.500 per kilogram atau Rp 57.500 per kemasan 5 kg. Harga ini lebih rendah dibandingkan harga eceran di pasaran yang mencapai Rp 12.500 sampai Rp 15.000 per kilogram. Untuk menjaga pemerataan, setiap pembeli hanya diperbolehkan membeli maksimal dua kemasan.

Setiap kecamatan di Gresik mendapatkan alokasi delapan ton beras. Di beberapa wilayah dengan jumlah penduduk yang tidak terlalu padat, stok beras masih tersisa dan akan terus disalurkan hingga habis.

Bagaimana respon masyarakat? Ana,  warga Kelurahan Tlogopojok, misalnya.  Perempuan 48 tahun itu mengaku sangat senang ada pasar murah.  “Saya sangat terbantu dengan kegiatan pangan murah ini. Karena harga beras di pasar eceran bisa sampai Rp 15.000, di sini cuma Rp11.500,” ungkapnya. Dengan adanya program pasar sembako murah ini, Pemerintah Kabupaten Gresik berharap stabilitas harga pangan dapat terjaga sekaligus meringankan beban pengeluaran masyarakat. (yad)

Pemkab Gresik Gelar Pasar Murah 77 Ton Beras Ludes Selengkapnya