Kolaborasi Insan Sekolah, Alumni, dan Perusahaan Revitalisasi Lapangan dan Aula SMA Negeri 1 Gresik Semakin Ciamik

GRESIK,1minute.id – Revitalisasi pembangunan lapangan out door dan Aula Sunan Giri SMA Negeri 1 (Smansa) Gresik telah rampung dan diresmikan pada Rabu, 17 Desember 2025. Peresmian dilakukan secara sederhana namun tetap khidmat.  Revitalisasi pembangunan lapangan dan aula ini tidak menggunakan anggaran dari pemerintah.

Ketua Komite Sekolah SMA Negeri 1 Gresik Rohmad mengatakan, anggaran revitalisasi hasil gotong royong, insan sekolah (guru dan wali murid), alumni serta danasi dari perusahaan sekitar.

“Butuh waktu selama tiga bulan, mulai perencanaan, penggalian dana hingga proses pembangunan yang dilakukan secara Swakelola,” kata Rohmad dalam sambutan pada Rabu, 17 Desember 2025. Pascarevitalisasi, lapangan serbaguna dan aula Ainul Yaqin pun semakin ciamik. Lapangan serbaguna karena bisa dimanfaatkan untuk kegiatan upacara bendera, futsal, bola voli, basket dan kegiatan siswa lainnya. Sedangkan, aula Sunan Giri ini bisa menampung seribu lebih peserta didik.

Revitalisasi lapangan dan aula ini bisa menjadi legasi bagi Kepala SMA Negeri 1 Gresik Tohir. “Revitalisasi lapangan ini, 80 persen berasal dari wali siswa. Jadi anak-anakku semua salam hormat untuk bapak dan ibu kalian semua,” ujar Rohmad. Revitalisasi lapangan dan aula ini, ia melanjutkan, sebagai bukti nyata kolaborasi semua stakeholder sehingga menghasilkan sesuatu yang sangat bermanfaat dan membanggakan. 

Smansa Gresik sudah lebih setengah abad berdiri pada 18 Oktober 1957 menjadi sekolah favorit di Kabupaten Gresik. Sekolah terbaik pertama hasil UTBK 2024 di Kabupaten Gresik dan menempati peringkat 334 nasional. Banyak alumni yang menduduki jabatan strategis baik pemerintahan, pimpinan perusahaan, pengusaha hingga politisi. Wakil Bupati Gresik 2024-2029 Asluchul Alif dan Anggota DPRD Gresik Dimas Setio Wicaksono, diantaranya alumninya. ” Semoga menjadi amal jariyah bagi semuanya,” ujarnya. 

Pembangunan sekolah swadaya ini, seakan mengingatkan kembali sejarah berdirinya sekolah yang berada di Jalan Arif Rahman Hakim, Gresik ini.

SEJARAH SMA NEGERI 1 GRESIK

Berdasarkan laman website sekolah, SMA Negeri 1 Gresik dulu bernama SMA 12 Juli, yang didirikan oleh Yayasan 12 Juli. Untuk mewujudkan sebuah bangunan gedung SMA yang memenuhi syarat sesuai dengan ketentuan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Yayasan 12 Juli mencoba untuk merealisasi maksud tersebut dengan meminta bantuan partisipasi masyarakat, Pemda, perusahaan-perusahaan yang ada di Gresik dan dari pihak-pihak lain. Usaha ini mendapatkan sambutan yang cukup besar antara lain:

Dari masyarakat berupa tambahan dana pembangunan SMA yang di kaitkan pembayarannya dengan pembangunan langganan air dan listrik (utilitas) ; Dari Pemerintah Daerah berupa izin dari Gubernur Jawa Timur untuk tambahan retribusi kopra yang masuk lewat pelabuhan Gresik sebesar 2,00 perkilo ; dan Dari perusahaan berupa bantuan semen dari PT. Semen Gresik.

Atas kerja keras dan dedikasi yang tinggi dari Panitia Yayasan 12 Juli dan semua lapisan masyarakat, maka terwujudlah bangunan permanen gedung SMA di atas tanah yang memenuhi syarat. Bangunan terdiri dari 6 ruang untuk belajar dan ditambah ; Ruang Kantor Kepala Sekolah ; Ruang Kantor Wakil Kepala Sekolah ; Ruang Tata Usaha dan Ruang Gudang. 

Kemudian, Ruang Kamar Mandi ; Ruang WC; Tempat Salat; Ruang Guru ; Ruang BK; Ruang AVA ; Ruang Lab IPA ; Ruang Lab Bahasa ; Ruang Perpustakaan dan Ruang TI

Di samping itu bangunan tersebut di lengkapi pula dengan mebel dan alat-alat kantor. Dengan selesainya bangunan tersebut, Yayasan 12 Juli berkeinginan mendirikan SMA 12 Juli. Tetapi hal ini tidak dapat dilaksanakan karena adanya pertimbangan-pertimbangan tertentu terhadap SMA 12 Juli. Akhirnya tepat tanggal 1 Agustus 1964 Pemerintah melalui Gubernur Jawa Timur Wiyono menyetujui berdirinya SMA Negeri dengan nama SMA Negeri Gresik. (yad)

Kolaborasi Insan Sekolah, Alumni, dan Perusahaan Revitalisasi Lapangan dan Aula SMA Negeri 1 Gresik Semakin Ciamik Selengkapnya

Gerakan Literasi Sekolah Gen-10 SMA Negeri 1 Gresik Resmi Dimulai, Satu Kelas Satu Buku, Literasi jadi Gaya Hidup Siswa

GRESIK,1minute.id –  Gerakan Literasi Sekolah (GLS) sudah menjadi gaya hidup  di SMA Negeri 1 Gresik. Pada tahun ini gerakan satu kelas satu buku ini memasuki tahun kesepuluh.

Gerakan Literasi Sekolah Generasi kesepuluh alias GLS Gen-10 mengusung tema : Menguatkan Budaya Literasi Sekolah dengan Semangat “Perintis” (Pelajar Responsif, Inovatif,  Nasionalis, Terampil, Inspiratif dan Solutif) dibuka secara langsung oleh Kepala SMA Negeri 1 Gresik Tohir di Aula lantai 2 SMA Negeri 1 Gresik pada Selasa, 12 Agustus 2025.

Pembukaan GLS Gen-10 lebih meriah. Seluruh wali kelas dan siswa kelas X yang berjumlah 431 siswa (12 rombongan belajar/rombel) tumplek blek di Aula. Dalam pembukaan itu, ratusan siswa  melakukan deklarasi dan tanda tangan komitmen bersama untuk menuntaskan tugas tepat waktu. 

Usai deklarasi, sebanyak 12 wali kelas melakukan senam literasi. Suasana Aula pun riuh karena dukungan dari siswa. Partisipasi wali kelas untuk GLS Gen-10 ini kali pertama. Sehingga GLS Gen-10 nanti bisa menghasilkan 12 buku antologi karya siswa, dan satu buku karya guru.

Usai seremonial pembukaan GLS Gen-10,  siswa kelas X tergabung dalam 12 rombel itu dibagi empat kelas untuk mendapatkan materi penulisan dari empat narasumber yakni Jaenuri, Ketua pelaksana GLS Gen-10 untuk penulisan Esai ; Kuswanto, Kosnsultan Pengembangan Masyarakat dan Pendidikan Populer untuk penulisan Cerpen ; Kris Adji A.W, pemilik Mataseger untuk penulisan Puisi dan Chusnul Cahyadi, wartawan 1minute.id untuk penulisan Artikel. 

Sisea dan Guru Gerakan Literasi Sekolah (GLS) Generasi (Gen) 10 SMA Negeri 1 Gresik melakukan foto bareng bersama narasumber usai Pembukaan GLS Gen-10 SMA Negeri 1 Gresik di Aula Sekolah pada Selasa, 12 Agustus 2025 (Foto : SMA Negeri 1 Gresik untuk 1minute.id)

Kepala SMA Negeri 1 Gresik Tohir mengatakan, SMA Negeri telah menjadi sekolah literasi yang pertama di Kabupaten Gresik. “Tahun ini memasuki tahun kesepuluh. Ini menjadi brand Sekolah,” kata Tohir dalam sambutannya pada Selasa, 12 Agustus 2025.

Gerakan Literasi Sekolah akan terus dikembangkan. Sebab, sekolah berkeinginan menjadikan Literasi sebagai budaya dan gaya hidup di SMA Negeri 1 Gresik. “Orang yang literet itu tidak suka mengumpat. Bahkan, sedang marah pun tidak menggunakan bahasa yang kasar. Karena kosakata sangat banyak,” katanya.

Selain itu, ia melanjutkan, seorang literet tidak mudah termakan informasi yang menyesatkan atau hoaks. Literet adalah seseorang yang memiliki kemampuan literasi yang baik, yaitu kemampuan membaca, menulis dan memahami informasi. 

Ia pun berharap seluruh siswa bisa membuat karya tulis. “Karya yang dicetak dan dibukukan. Ini menjadi legasi,” tegas Tohir. Seorang guru mengungkapkan, bahwa sekolah telah menerapkan budaya membaca bagi seluruh siswa di SMA Negeri 1 Gresik. “Tradisi, 15 menit sebelum pembelajaran baca buku,” ungkap seorang guru. (yad)

Gerakan Literasi Sekolah Gen-10 SMA Negeri 1 Gresik Resmi Dimulai, Satu Kelas Satu Buku, Literasi jadi Gaya Hidup Siswa Selengkapnya

Smansa Gresik, Sekolah Unggulan yang Konsisten Gerakkan Budaya Literasi, Gelar Deklarasi GLS

GRESIK,1minute.id – Budaya literasi masih terjaga dengan baik di SMA Negeri 1 (Smansa) Gresik. Tahun ini, budaya literasi untuk para pelajarnya di sekolah yang berada di Jalan Arif Rahman Hakim, Gresik itu telah memasuki tahun kedelapan. Patut mendapatkan apresiasi karena tidak banyak sekolah yang bisa konsisten seperti di Smansa Gresik ini dalam mempertahankan kultur literasi bagi para pelajarnya tersebut. Bertahun-tahun rutin menggelar aksi literasi. Mengadakan pelatihan penulisan hingga menerbitkannya menjadi buku untuk semua siswa yang kelas X itu.

“Literasi semua hal. Literasi membaca, menulis, literasi digital dan literasi wicara,” kata Kepala SMA Negeri 1 Gresik M. Thohir saat membuka Deklarasi dan Pembekalan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) ke-8 di Aula sekolah pada Kamis, 7 Maret 2024. Literasi digital dan literasi bicara, adalah gerakan baru bagi para pelajar di sekolah unggulan itu. Sekolah mengharapkan kepada para siswa memanfaat gawai untuk tujuan positif dan menginspirasi bagi masyarakat. “Gadget yang anak- anak pegang saat gunakan dengan baik untuk literasi baca tulis juga literasi bicara. Bicara yang baik bukan bahasa sosmed,” harap mantan Kepala SMA Negeri 1 Sidayu itu.

DEKLARASI GLS : Kepala SMA Negeri 1 Gresik M.Thohir (tengah) bersama guru dan para ketua kelas gerakan literasi sekolah (GLS) di Aula Smansa Gresik pada Kamis, 7 Maret 2024 ( Foto : Smansa Gresik untuk 1minute.id)

Pembukaan GLS kedelapan diikuti oleh para pelajar kelas X ini diawali dengan Deklarasi Kesepakatan Gerakan Literasi Sekolah dengan para ketua kelas untuk penulisan artikel, esai, cerpen dan puisi atau sajak. Setelah deklarasi itu, dilanjutkan dengan sesi pembekalan. Narasumber dalam GLS kedelapan berasal dari internal atau guru Smansa Gresik serta perwakilan wali murid kelas X. Yakni, penulisan cerpen yaitu Wiwik Djubaida. Penulisan Puisi dengan pemateri Lilik Suharnani. Lilik adalah peraih Program Guru Inspirator Literasi Jawa Timur 2023 dalam Forum Indonesia Menulis di Malang. Sedangkan, penulisan esai yakni Chusnul Cahyadi, wartawan 1minute.id dan penulisan artikel yakni Jaenuri.

“GLS kedelapan tahun ini, ada yang baru kami selenggarakan yakni literasi digital dan literasi bicara,” ujar Ketua Pelaksana GLS ke-8 Smansa Gresik Lilik Suharnani. “Untuk literasi bicara, tidak wajib bagi siswa kelas X. Tapi, tetap kami umumkan supaya siswa yang berminat bisa mendaftar,” imbuhnya. 

Ditempat sama, guru pembimbing dalam literasi bicara M. Dhofir mengungkapkan, literasi bicara untuk memberikan pembelajaran berbicara yang baik. “Nanti di kemas dalam program OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah). Nanti akan dibimbing oleh master of ceremony profesional. Sehingga, siswa bisa berbicara secara formal dan non formal yang baik,” kata Dhofir. “Buat konten, gunakan kalimat toyibah, ahli surga,” imbuhnya. 

Smansa Gresik, salah satu sekolah unggulan di Jatim. Kegiatan literasi itu hanya satu di antara nilai plus sekolah yang dipimpin M. Thohir tersebut. Data Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) merilis TOP 1.000 SMA-SMK terbaik nasional yanh dirilis pada Maret 2023 itu, Smansa Gresik berada di urutan pertama SMA terbaik di Gresik. Sekolah berada di Jalan Arif Rahman Hakim, Gresik itu memperoleh nilai UTBK 2022 sebesar 543,396. Smansa menduduki ranking ke-49 tingkat Provinsi dan menempati urutan ke-334 secara nasional dari total 1.000 SMA di Indonesia. (yad)

Smansa Gresik, Sekolah Unggulan yang Konsisten Gerakkan Budaya Literasi, Gelar Deklarasi GLS Selengkapnya

Petrokimia Gresik Mengajar, Dwi Satriyo :  Petrokimia Gresik Komitmen Tumbuh & Berkah bagi Masyarakat

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia melalui program “Petrokimia Gresik Inspiration Day” turut aktif mempersiapkan generasi unggul penerus bangsa di tiga SMA sekitar perusahaan. Petrokimia Gresik Inspiration Day sebagai upaya menghadapi persaingan SDM di masa depan ini,  salah satunya di SMA Negeri 1 Gresik.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menyampaikan, “Petrokimia Gresik Inspiration Day” merupakan bagian dari program “Petrokimia Gresik Mengajar” yang telah dijalankan tiap tahun di beberapa sekolah di Gresik. Melalui program ini, Petrokimia Gresik ingin memotivasi pelajar SMA di sekitar perusahaan untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi persaingan global yang semakin kompetitif di masa mendatang.

“Usia SMA adalah tahapan bagi seseorang untuk mempersiapkan diri dengan matang dalam menggapai mimpinya. Kehadiran Insan Petrokimia Gresik di tengah-tengah mereka adalah untuk memotivasi pelajar SMA dalam membangun kualitas diri untuk mendukung dalam pencapaian cita-cita mereka,” ujar Dwi Satriyo pada Senin, 28 Agustus 2023.

Tiga lembaga pendidikan yang mendapat kesempatan “Petrokimia Gresik Inspiration Day” yaitu SMA Negeri 1 Manyar yang telah dilaksanakan pada l 22 Agustus 2022, kemudian SMK Negeri 1 Cerme pada 24 Agustus 2023, dan SMA Negeri 1 Gresik pada Senin, 28 Agustus 2023.

“Motivasi merupakan bagian dari pendidikan, dan pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab bagi sekolah maupun guru, tapi semua pihak, termasuk Petrokimia Gresik yang merupakan bagian dari BUMN dan memiliki tugas sebagai agen pembangunan,” tandasnya. Dalam program tersebut, Petrokimia Gresik juga menyalurkan dana pembinaan senilai Rp 15 juta untuk masing-masing sekolah. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari HUT ke-51 Petrokimia Gresik.

Sementara itu, Program Petrokimia Gresik Mengajar ini telah dimulai sejak 2019 atau sebelum pandemi Covid-19. Dimana saat itu dikemas dalam program “Petrokimia Gresik Milenial Mengajar” dengan sasaran Sekolah Dasar (SD) yang ada di Pulau Bawean. Pada 2022, Program  “Petrokimia Gresik Mengajar”  untuk sepuluh SD sekitar perusahaan.

Dwi Satriyo menambahkan, Petrokimia Gresik Mengajar ini tidak hanya untuk meningkatkan derajat pendidikan di Gresik, tapi juga menjadi media belajar kepemimpinan dan kesadaran sosial bagi Insan Petrokimia Gresik yang didominasi generasi milenial, sehingga dalam menjalankan operasional bisnis perusahaan juga memiliki kepedulian terhadap dunia pendidikan.

“Petrokimia Gresik selalu berkomitmen untuk tumbuh dan menjadi berkah bagi masyarakat. Petrokimia Gresik Mengajar ini adalah salah satu media bagi kami untuk menanamkan komitmen tersebut kepada generasi penerus perusahaan sejak awal, sehingga manfaat yang diberikan perusahaan semakin besar lagi di masa-masa yang akan datang,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMA Negeri 1 Gresik Abdul Mukti mengapresiasi program “Petrokimia Gresik Mengajar” yang diselenggarakan perusahaan. Kegiatan ini menjadi hal baru bagi anak didiknya, sehingga mereka mendapatkan wawasan baru tentang persaingan.

“Mereka enjoy selama kegiatan berlangsung. Kami berharap program ini terus berlanjut dan dengan sasaran yang semakin berkualitas,” tandasnya. (yad)

Petrokimia Gresik Mengajar, Dwi Satriyo :  Petrokimia Gresik Komitmen Tumbuh & Berkah bagi Masyarakat Selengkapnya