Sediakan 530 Porsi Sanggring Kolak Ayam

GRESIK,1minute.id –  Panitia Sanggring Kolak Ayam mematangkan kegiatan tahunan. Kegiatan tahunan setiap 23 Ramadan. Tahun ini, Sanggring Kolak Ayam ke-497 akan digelar pada Ahad, 24 April 2022. Tradisi yang masuk Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WTBI) dipusatkan di Masjid Jamik Sunan Dalem di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik ini diprediksi bakal lebih ramai dibandingkan dua tahun terakhir karena pandemi Covid-19.

Selama dua tahun pengunjung tradisi yang nyaris menyentuh 5 abad ini dibatasi bertujuan mencegah persebaran wabah berawal dari Wuhan, Tiongkok itu. Sehingga, Kolak Ayam hanya dibagikan kepada warga Desa setempat. “Tahun ini untuk umum. Tetapi, tetapi mematuhi protokol kesehatan,”kata Didik Wahyudi, salah satu panitia Sanggring Kolak Ayam ke-497 dikonfirmasi 1minute.id pada Ahad, 17 April 2022.

Tahun ini, panitia akan memasak 530 porsi Kolak Ayam. “Satu porsi bisa untuk 20 orang sampai 25 orang,”terang Didik.  Untuk memasak ratusan porsi Kolak Ayam itu, panitia membutuhkan ayam 250 ekor ; gula merah 750 kg ; kelapa 700 butir ; jinten bubuk 50 kg ; bawang daun 200 kg dan air 1.500 liter. “Kami sediakan lebih banyak dari tahun lalu,”katanya. Dua tahun belakangan panitia menyediakan 250 porsi sampai 350 porsi. Untuk diketahui, panitia Sanggring Kolak Ayam ini semua kaum adam. Mulai belanja, meracik bumbu, memasak hingga menyajikan kepada masyarakat semua kaum adam.  

Kolak Ayam ini  disajikan untuk berbuka bersama di masjid Jamik Sunan Dalem. Kolak ayam merupakan makanan takjil atau makanan pembuka untuk berbuka puasa yang sifatnya hanya sementara. Tradisi ini berasal dari suatu riwayat, di saat pelariannya di Desa Gumeno, Sunan Dalem jatuh sakit dan dapat disembuhkan dengan memakan Sanggring ini. 

KOLAK AYAM : Panitia Sanggring Kolak Ayam melayani warga menu Kolak Ayam sebelum mendapatkan kuah dengan wadah ember pada peringatan.( FOTO : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Menurut Babad Gresik, Sunan Dalem adalah putra dari Sunan Giri yang memerintah di Giri Kedaton. Sunan Giri meninggal pada 1506 M, kemudian kekuasaan Giri Kedaton digantikan oleh putranya yaitu Sunan Dalem.  Di tengah kebingungan penduduk tersebut, Sunan Dalem  mendapat petunjuk dari Allah SWT lewat mimpi agar membuat suatu masakan untuk obat. Esok harinya Sunan Dalem memerintahkan semua penduduk supaya membawa seekor ayam jago berumur sekitar satu tahun atau jago lancur ke Masjid.

Maka segera lah semua penduduk membawa seekor ayam jago untuk dimasak dengan santan kelapa, jinten, gula merah dan bawang daun. Setelah masakan selesai, Sunan Dalem memerintahkan kepada penduduk Gumeno agar membawa ketan yang sudah dimasak. Pada saat itu bertepatan dengan Bulan Ramadan sehingga ketika tiba waktu Maghrib (waktu berbuka puasa), Sunan Dalem dan semua penduduk berbuka bersama di masjid. Akhirnya Sunan Dalem mendapat Hidayah, Ma’unah serta Inayah dari Allah sehingga beliau sembuh dari sakit yang dideritanya setelah menyantap masakan tersebut. (yad)

Sediakan 530 Porsi Sanggring Kolak Ayam Selengkapnya

Ziarah Makam Waliyullah Terasa Sakral, Bupati Cium Sajadah, Wabup Pegang Keris Sunan Giri 

GRESIK,1minute.id – Ziarah makam Sunan Giri rangkaian HUT ke-48 Kabupaten Gresik dan Hari Jadi ke-535 Kota Gresik terasa lebih sakral. Sebab, pengurus yayasan makam Waliyullah di Bukit Giri mengeluarkan keris dan sajadah bernilai historis tinggi. Keris dan Sajadah peninggalan wali sanga bergelar Prabu Satmata, Kepala Pemerintahan di Bukit Giri Kedaton. 

BUKA KAIN PENUTUP NISAN : Pengurus Yayasan Sunan Giri membuka kain penutup nisan Makam Sunan Giri kepada Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan rombongan pada Selasa, 8 Maret 2022 (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Bukan hanya, juri kunci makam Waliyullah, Sunan Giri itu juga membuka kain penutup nisan berwarna hitam yang bertuliskan warna keemasan berlafal arab serta nama Sunan Giri R.Paku Lahir 1443 Masehi dan Wafat 1506 Masehi. Dibalik penutup kain batu nisa terdapat lambang empat arah mata angin.

KERIS SUNAN GIRI : Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah memegang keris peninggalan Sunan Giri disaksikan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, pengurus Yayasan Sunan Giri pada Selasa, 8 Maret 2022 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Ziarah makam Waliyullah itu dipimpin oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah bersama KH Muchtar Djamil, tokoh Nahdlatul Ulama di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman,  Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Taufik Ismail serta diikuti oleh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

CIUM SAJADAH : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mencium sajadah peninggalan Sunan Giri pada Selasa, 8 Maret 2022 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Semua yang ikut berziarah ke Makam Sunan Giri itu mendapat kesempatan untuk mencium sajadah dan memegang keris bernilai historis yang tinggi peninggalan Sunan Giri itu.

DOA BERSAMA : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah dan Forkopimda Gresik doa bersama di Makam Maulana Malik Ibrahim pada Selasa, 8 Maret 2022 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

“Sajadah ini tetap wangi meski kami tidak berikan wewangian,”kata Ketua Yayasan Sunan Giri H.Izzudin Sodiq didampingi Pembina Yayasan Sunan Giri H. Umar Faisol Mashud di Makam Sunan Giri pada Selasa, 8 Maret 2022. 

NGAJI : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Forkopimda mengaji bersama di Makam K.R.T Poesponegoro, Bupati Gresik pertama pada Selasa, 8 Maret 2022 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Nguri-uri budaya dilanjutkan ke Makam Sunan Prapen, Makam Maulana Malik Ibrahim dan Makam K.R.T. Poesponegoro. (yad)

Ziarah Makam Waliyullah Terasa Sakral, Bupati Cium Sajadah, Wabup Pegang Keris Sunan Giri  Selengkapnya

Eksplore Destinasi Jawara Anugerah Wisata Gresik


PEMERINTAH Kabupaten Gresik menggelar Anugerah Wisata Gresik 2021. Event kali pertama dan terbesar itu bagian dari Program Nawa Karsa 99 Hari pertama masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah. 

Data Dinas Periwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Gresik, saat ini memiliki 128 daya tarik wisata dengan didukung oleh 51 kelompok sadar wiasata (pokdarwis) dan 6 desa wisata. Ada tiga kategori yang ditetapkan panitia yakni wisata alam, budaya dan buatan.

Dalam AWG dihelat halaman Kantor Bupati Gresik pada Jumat malam, 4 Juni 2021 untuk kategori wisata alam diraih Eduwisata Mangrove Hijau Daun Sangkapura di Desa Daun, Kecamatan Sangkapura. Kemudian, ketegori wisata buatan Selo Tirta Giri (Setigi) di Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah dan wisata budaya adalah wisata religi Sunan Giri.

Yuk, kita simak hasil liputan chusnul cahyadi, wartawan 1minute.id juga penulis buku Grissee Kota Bandar tentang objek wisata para jawara Anugerah Wisata Gresik 2021.

1. Ekowisata Edukasi  Mangrove Daun Hijau Sangkapura

Ekowisata Mangrove Daun Hijau Sangkapura, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik pada Agustus 2017 (foto : chusnul cahyadi)

Dalam buku Grissee Kota Bandar ada dua cara bagi wisatawan untuk bisa mencapai bibir pantai tempat konservasi mangrove yang dikembangkan Pokwasmas Hijau Daun. Wisatawan bisa berjalan kaki sejauh sekitar 2 kilometer mengitari pantai.

Pemandangan alam nan indah ditambah area pertanian yang subur begitu menyejukkan mata. Bisa pula naik ojek yang disediakan pengurus pokwasmas di gerbang masuk dusun. Menyusuri jalan setepak berkonstruksi cor selebar 50 sentimeter. 

Hanya cukup untuk satu kendaraan roda dua alias motor. Lalu, naik jhukung dengan membayar cukup murah. Yakni Rp 25 ribu per orang. ‘’Mereka dapat dua pohon dan harus ditanam di sini,”ujar Subhan pada 18 Agustus 2017.

JHUNGKUNG : Wisatawan menyusuri kawasan ekowisata Mangrove Daun Hijau Sangkapura bisa naik perahu bersayap (Jhungkung) pada Agustus 2017 (foto : chusnul cahyadi)

Pengelolaan ekowisata hutan mangrove mengangkat Pokwasmas Hijau Daun menjadi yang terbaik di Jatim dalam pengelolaan lingkungan. Mereka pun berhak menjadi Duta Jatim ke tingkat nasional pada 2017. Untuk membuat hutan mangrove itu.

Tidak semuda membalik telapak tangan. Butuh waktu 12 tahun pokwanas untuk mewujudkan. Kerja keras dan tekad menyelamatkan lingkungan itu setelah melihat puluhan hektare sawah terendam air laut. Ratusan petani gagal panen. Luas area pertanian yang tergerus abrasi dan terendam air laut diperkirakan mencapai 35 hektare.

2 . Wisata Religi Sunan Giri

ZIARAH : (ki-ka) Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani berziarah ke makam Sunan Giri dalam rangkaian HUT Pemkab dan Hari Jadi Kota Gresik pada 8 Maret 2021 ( foto : chusnul cahyadi)

Melansir dari Wikipedia Sunan Giri, salah satu wali songo. Penyebar agama Islam di Indonesia. Sunan Giri adalah nama salah seorang Walisongo dan pendiri kerajaan Giri Kedaton, yang berkedudukan di daerah Gresik, Jawa Timur. 

Sunan Giri membangun Giri Kedaton sebagai pusat penyebaran agama Islam di Jawa, yang pengaruhnya bahkan sampai ke Madura, Lombok, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku. 

Sunan Giri lahir di Blambangan pada 1442 M dan wafat di Bukit Giri, Desa Giri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik pada 1506 masehi. Sunan Giri bernama lengkap Muhammad Ainul Yakin ini adalah anak dari Maulana Ishak dengan Dewi Sekardadu kemudian diasuh Nyai Gede atau Ageng Pinatih, syahbandar perempuan pertama di Gresik.

LENGGANG : Sebelum pandemi corona destinasi wisata religi Sunan Giri nyaris tidak pernah sepi. Peziarah mengalir non stop. Pagebluk corona dilakukan pembatasan ketat kepada peziarah sehingga terasa lenggang pada 6 Mei 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Sunan Giri memiliki anak diantaranya,  Sunan Kulon, Sunan Dalem, Sunan Kidul, Sunan Tegalwangi, Ratu Gede Kukusan , dan Sunan Weruju. Sunan Giri bergelar Prabu Satmata dan dijuluk Joko Samudro.

Sebelum pandemi corona, jutaan peziarah dari Indonesia hingga wisatawan luar negeri berkunjung untuk ngalap berkah ke Sunan Giri yang makamnya berada dalam Kompleks Masjid Sunan Giri.

Wisatawan yang mau berziarah ke makam Sunan Giri melalui tangga atau melewati jalan perkampungan yang berdekatan dengan makam Sunan Prapen.

3. Wisata Selo Tirta Giri

JEMBATAN PERADAPAN : Lokasi ini jujugan wisatawan ketika berkunjung ke wisata Setigi karena dianggap instagramable pada Mei 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

SELO (Batu) , Tirta (Air) dan Giri (Bukit) berdiri diatas bekas Galian C di Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah. Luasnya sekitar 4,6 hektare. Wisatawan datang tidak dalam negeri.

Wisatawan mancanegara juga ada. Mereka ini terpesona melihat bukit-bukit kapur yang megah.  Dindingnya menyajikan lekuk-lekuk eksotis bak ukiran batu kapur.  Sedangkan, wisatawan domestik (wisdom) memilih tempat yang instagramable. Antara lain, Jembatan Peradaban, Rumah ada Papua serta lainnya.

INSTAGRAMABLE : Salah satu spot foto bagi wisatawan di Setigi pada Mei 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Kini, destinasi Setigi menyediakan tempat pemandian khusus kaum emak-emak. Pemandian itu bernama Kolam Banyu Gentong. Pemandian bernuansa Islami itu diklaim kali pertama di Indonesia. Pemandian yang diperuntukkan khusus kaum hawa ini dibangun di dalam Goa Angin-angin dikelilingi bebatuan alami dengan kerlip lampu warna warni.

Pengunjung bakal merasakan kesegaran yang luar biasa seperti mandinya putri raja. Pengunjung bisa leluasa berendam dengan nyaman bak pemandian bidadari. (*)

Eksplore Destinasi Jawara Anugerah Wisata Gresik Selengkapnya

Malam Selawe Ditiadakan, Khusus Warga Kota Santri Boleh Ziarah ke Sunan Giri

GRESIK,1minute.id – Suasana Jalan Sunan Giri dan makan religi Sunan Giri lengang. Padahal, tahun-tahun sebelumnya, menjelang malam selawe Ramadan, sepanjang Jalan Sunan Giri mulai dari monumen Tugu Lontar hingga Sekarkurung meriung.

Penjual berjajar. Wisatawan makam religi Sunan Giri mulai ramai peziarah. Tapi, beberapa jam menjelang malam selawe tahun kondisi masih sepi.  “Apa peziarah tidak boleh ke makam Sunan Giri,”tanya Ny Endang, penjual kembang dan ketupat keteg di bawah tangga masuk ke Masjid Sunan Giri ditemui 1minute.id pada Kamis, 6 Mei 2021.

Endang risau, sebab dagangan khawatir tidak laku. Sekitar pukul 13.00 tadi siang, kembang untuk nyekar mengering. Sedangkan, ketupat keteg belum laku sama sekali. “Kalau belum COVID-19 jam segini sudah bolak balik ambil stok,”kata perempuan asli Giri itu.

Camat Kebomas Miftachul Huda mengatakan, kondisi pandemi malam selawe Ramadan ditiadakan. “Tapi, masyarakat masih bisa ziarah ke Makam Sunan Giri,”kata Huda dikonfirmasi pada Kamis, 6 Mei 2021. Ia melanjutkan peziarah yang diperbolehkan ke makam salah satu wali Sanga itu hanya warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. “Untuk peziarah luar Gresik tidak diperbolehkan,”tegas mantan sekretaris KBPP Gresik itu.

SEPI: Ny Endang, penjual kuliner khas Giri, Ketupat Keteg di tangga masuk masjid Sunan Giri pada Kamis, 6 Mei 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Untuk memastikan, tidak ada peziarah luar Gresik, mulai badal Mahrib kendaraan roda empat menuju Makam Sunan Giri tidak boleh melintas. Jalan ditutup. Antara lain, Desa Sekarkurung dan simpang tiga Telaga Paget didirikan pas penyekatan. “Di pos keamanan itu, dilakukan pemeriksaan,”tegas Huda.

Sikap tegas itu dilakukan, imbuhnya, sesuai dengan arahan Bupati Gresik juga Komandan Satgas Covid-19 Gresik Fandi Akhmad Yani untuk memperketat protokol kesehatan. “Ritual malam selawe boleh tapi harus mematuhi prokes,”kata Huda. (yad)

Malam Selawe Ditiadakan, Khusus Warga Kota Santri Boleh Ziarah ke Sunan Giri Selengkapnya