TAMENG, Inovasi Teknologi Pertanian Petrokimia Gresik di Desa Tawangagro Berjaya di ISDA

GRESIK,1minute.id – Budidaya tanaman holtikultura kini lebih menjadikan. Sebab, budidaya tanaman ini tidak lagi bergantung pada iklim. Musim kemarau atau rendeng tetap bisa dilakukan oleh petani. 

Benarkah ? Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia telah membuktikannya di Tawangargo Smart-Eco Farming Village (TAMENG). TAMENG, salah satu hasil inovasi insan Petrokimia Gresik yang diaplikasikan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan atah TJSL di Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur ini telah mendapatkan apresiasi di ajang Indonesian SDGs Awards atau ISDA di Jakarta beberapa waktu lalu.

Desa Tawangargo, salah satu desa di Kecamatan Karangploso, Kabuparen Malang, Jawa Timur. Topografi desa yang berbatasan dengan Kota Batu ini terletak di dataran tinggi dengan ketinggian 700 – 1.000 meter di atas permukaan air laut atau mdpl. 

Desa Tawangargo dulu bernama Desa Sumbersari dikarenakan desa ini memiliki sumber (mata air) yang besar. Desa Tawangargo memiliki luas wilayah keseluruhan sebesar 617,120 hektar terbagi menjadi enam dusun, yaitu, Dusun Suwaluhan ; Kalimalang ; Leban ; Ngundi ; Lasah ; dan Boro. 

Desa ini memiliki Potensi alam yang ciamik untuk pertanian dan perkebunan. Kini, Desa Tawangargo telah bertransformasi menjadi pusat hortikultura modern dan ramah lingkungan. 

“Program ini telah mendapatkan banyak apresiasi dari stakeholder di level nasional. Karena dinilai mampu menciptakan kemandirian ekonomi bagi petani, serta memberikan dampak baik yang berkelanjutan termasuk di ajang ISDA ini,” tutup Dwi Satriyo.

TAMENG mendapatkan Gold Rank dalam ajang tahunan itu karena dianggap mampu memberikan manfaat berkelanjutan. Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menyampaikan bahwa, Petrokimia Gresik senantiasa inovatif dalam menciptakan program-program TJSL yang menjadi tanggung jawab perusahaan, sehingga memberikan dampak baik berkelanjutan dan menjadikan penerima manfaat lebih mandiri. 

Program TJSL Petrokimia Gresik dihadirkan untuk menjadi solusi atas tantangan yang dihadapi masyarakat, termasuk TAMENG yang merupakan solusi budidaya hortikultura yang selama ini terkendala iklim.

“Program TAMENG merupakan solusi peningkatan produktivitas hortikultura dengan pendekatan Climate Smart Agriculture. Program ini sekarang terus dikembangkan Petrokimia Gresik bersama petani binaan, sehingga saat ini TAMENG bertransformasi menjadi pusat hortikultura yang modern dan ramah lingkungan,” ujar Dwi Satriyo.

Program ini telah banyak menarik perhatian stakeholder, termasuk Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Kabinet Merah Putih yang memilih TAMENG untuk program Closed Loop, atau program kolaborasi multi-stakeholder yang bertujuan untuk memperkuat rantai pasok dari hulu ke hilir, sehingga kesejahteraan petani dapat lebih ditingkatkan. 

Dengan adanya closed loop ini, Petrokimia Gresik melalui TAMENG bisa berkontribusi dan memberikan manfaat layanan maupun produk berkualitas lebih banyak lagi bagi petani.

Program TAMENG sendiri bertujuan untuk mewujudkan sustainable agriculture dengan peningkatan kapasitas SDM pertanian, adaptasi perubahan iklim dan intensifikasi untuk mencapai ketahanan pangan. 

Program ini penting mengingat salah satu kendala utama petani adalah perubahan iklim. Dalam konsep ini, Petrokimia Gresik berupaya mengajak para petani untuk menerapkan teknik climate smart agriculture yang tidak hanya menjaga keberlanjutan pertanian, tetapi juga meningkatkan pendapatan petani.

Saat ini, Petrokimia Gresik terus melakukan terobosan dengan inovasi ramah lingkungan, di antaranya penggunaan solar cell untuk menghidupkan berbagai alat dan mesin pertanian (alsintan) seperti pompa air, water drip, sprinkle dan lainnya.

Berikutnya, Petrokimia Gresik juga melengkapi TAMENG dengan rumah pengolahan limbah pertanian untuk memproduksi pupuk organik cair dan agensia hayati yang dapat dimanfaatkan untuk budidaya pertanian. 

Terakhir, hasil pertanian yang ada di TAMENG mampu dikelola menjadi produk hilir, yaitu mi sayur. Mi yang dapat dimasak menjadi berbagai menu masakan dibuat dari bahan baku sayuran yang dibudidayakan dalam TAMENG, cocok untuk vegetarian.

Pada pembinaan TAMENG, Petrokimia Gresik juga mengimplementasikan Smart Precision Farming sebagai salah satu upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Petrokimia Gresik mendorong regenerasi petani dengan membuat iklim tani yang lebih modern.

“Program ini telah mendapatkan banyak apresiasi dari stakeholder di level nasional. Karena dinilai mampu menciptakan kemandirian ekonomi bagi petani, serta memberikan dampak baik yang berkelanjutan termasuk di ajang ISDA ini,” tutup Dwi Satriyo.

Sementara itu, program ISDA diselenggarakan oleh Corporate Forum for CSR Development atau CFCD sebagai wadah apresiasi perusahaan yang telah memberikan kontribusi bagi masyarakat. Sehingga mampu memotivasi perusahaan atau institusi lain untuk menerapkan praktik-praktik terbaik dalam bidang TJSL dam SDGs. (yad)

TAMENG, Inovasi Teknologi Pertanian Petrokimia Gresik di Desa Tawangagro Berjaya di ISDA Selengkapnya

Melongok Desa Tawangargo, dulu bernama Desa Sumbersari, Berkat Program TAMENG Petrokimia Gresik kini Jadi Pusat Hortikultura Modern, Ramah Lingkungan

GRESIK,1minute.id – Desa Tawangargo, salah satu desa di Kecamatan Karangploso, Kabuparen Malang, Jawa Timur. Topografi desa yang berbatasan dengan Kota Batu ini terletak di dataran tinggi dengan ketinggian 700 – 1.000 meter di atas permukaan air laut atau mdpl. 

Desa Tawangargo dulu bernama Desa Sumbersari dikarenakan desa ini memiliki sumber (mata air) yang besar.  Desa Tawangargo memiliki luas wilayah keseluruhan sebesar 617,120 hektar terbagi menjadi enam dusun, yaitu, Dusun Suwaluhan ; Kalimalang ; Leban ; Ngundi ; Lasah ; dan Boro. 

Desa ini memiliki Potensi alam yang ciamik untuk pertanian dan perkebunan. Kini, Desa Tawangargo telah bertransformasi menjadi pusat hortikultura modern dan ramah lingkungan. 

Melalui program Tawangargo Smart-Eco Farming Village (TAMENG) desa ini tidak sekadar menjadi sentra penghasil tanaman hortikultura, tapi juga model masa depan pertanian berkelanjutan di Indonesia.

Program inovatif ini merupakan bagian dari Tanggung Jawa Sosial dan Lingkungan (TJSL) Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia.

“Program TAMENG awalnya merupakan solusi peningkatan produktivitas hortikultura dengan pendekatan Climate Smart Agriculture. Keberhasilan tahap awal ini terus memotivasi kami untuk mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru di program TAMENG. Kami bersama petani binaan berkomitmen menjadikan Tawanggargo sebagai sentra hortikultura modern dan ramah lingkungan,” ujar Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo pada Selasa, 26 November 2024

Ia menjelaskan, beberapa inovasi ramah lingkungan terbaru yang dijalankan di program TAMENG antara lain penggunaan solar cell dengan kapasitas 1.000 Watt peak (Wp). Energi ramah lingkungan ini menggunakan enam panel surya dan empat baterai yang mampu menghidupkan berbagai alat dan mesin pertanian (alsintan).

“Dalam kegiatan program TAMENG, kami mendorong penggunaan energi terbarukan dengan mengganti sumber energi listrik dengan sumber energi yang berasal dari matahari untuk kegiatan pertaniannya dalam mengoperasikan sejumlah alat, diantaranya pompa air, water drip, sprinkle dan lainnya,” ujar Dwi Satriyo.

Inovasi ramah lingkungan berikutnya, Petrokimia Gresik juga melengkapi TAMENG dengan rumah pengolahan limbah pertanian. Rumah ini mampu memproduksi pupuk organik cair dan agensia hayati yang dapat dimanfaatkan untuk budidaya pertanian. Pupuk ini diproduksi dari limbah-limbah pertanian.

Terakhir, hasil pertanian yang ada di TAMENG mampu dikelola menjadi produk hilir, yaitu mi sayur. Mi yang dapat dimasak menjadi berbagai menu masakan dibuat dari bahan baku sayuran yang dibudidayakan dalam TAMENG. Cocok untuk vegetarian.

“Saya juga sangat mengapresiasi pemanfaatan paving berbahan baku Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) yang diambil dari pabrik Petrokimia Gresik. Inovasi ini mampu memanfaatkan sisa produksi menjadi produk bernilai tambah,” ujarnya.

Sementara pada pembinaan TAMENG, Petrokimia Gresik juga mengimplementasikan Smart Precision Farming sebagai salah satu upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Petrokimia Gresik mendorong regenerasi petani dengan membuat iklim tani yang lebih modern. Selain itu, membangun kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memberikan edukasi yang dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para petani.

Berikutnya, Petrokimia Gresik juga membimbing petani untuk mampu mengadopsi berbagai teknologi terkini seperti Internet of Things (IoT), sistem drip dan alat uji tanah yang telah terbukti mampu mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan mempermudah pekerjaan para petani. Implementasi teknologi ini juga telah menarik minat para petani muda untuk terjun dan berkontribusi dalam dunia pertanian.

“Program ini telah mendapatkan banyak apresiasi dari stakeholder di level nasional. Karena dinilai mampu menciptakan kemandirian ekonomi bagi petani, serta memberikan dampak baik yang berkelanjutan,” tutup Dwi Satriyo. (yad)

Melongok Desa Tawangargo, dulu bernama Desa Sumbersari, Berkat Program TAMENG Petrokimia Gresik kini Jadi Pusat Hortikultura Modern, Ramah Lingkungan Selengkapnya