Pemkab Gresik Perkuat Transformasi Digital Pemerintah, Layanan Publik Semakin Mudah, Cepat dan Bermanfaat bagi Masyarakat
GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memperkuat transformasi digital pemerintahan. Layanan publik yang semakin mudah, cepat, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, menegaskan bahwa transformasi digital pemerintahan saat ini tidak lagi cukup diukur dari keberadaan aplikasi atau sistem semata, melainkan dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat sebagai pengguna layanan.
“Transformasi digital pemerintahan telah memasuki fase yang lebih substansial. Kita tidak lagi berbicara tentang banyaknya sistem yang dimiliki, tetapi sejauh mana layanan digital tersebut memberi kemudahan, kepastian, dan kenyamanan bagi masyarakat,” tegasnya pada Selasa, 10 Februari 2026.
Sekda Washil menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Gresik merasa bangga dan terhormat dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan strategis ini. Kepercayaan tersebut menjadi motivasi untuk terus berbenah, seiring posisi Gresik sebagai Kota Wali, Kota Santri, sekaligus Kota Industri.
Sejalan dengan arah kebijakan nasional, Pemkab Gresik terus mendorong transformasi menuju pemerintahan digital melalui integrasi dan inovasi layanan. Pada 2024, nilai Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Gresik mencapai 4,32 dari skala 5 dan masuk kategori memuaskan. Pada 2026 mendatang, penilaian akan diarahkan pada model pemerintah digital yang lebih menekankan pengalaman dan kepuasan pengguna layanan.
Salah satu fondasi transformasi tersebut adalah pengembangan Integrated Smart System yang didukung oleh Gresik Intelligent Operation Platform (Gresik IOP). Platform internal ini mengintegrasikan data strategis lintas perangkat daerah sebagai dasar pengambilan kebijakan berbasis data.
“Dengan integrasi data, kebijakan dapat diambil secara cepat, tepat, dan terukur. Salah satu dampaknya adalah peningkatan pendapatan daerah yang kini berada pada kisaran Rp1,7 triliun,” jelasnya.
Integrasi data juga dimanfaatkan untuk penguatan pencegahan korupsi, optimalisasi perizinan dan pajak daerah, hingga penanganan persoalan sosial. Saat ini, angka kemiskinan Kabupaten Gresik telah berada pada satu digit, yakni 9,95 persen atau sekitar 132 ribu penduduk, dan ditargetkan terus ditekan hingga di bawah 100 ribu penduduk.
Pada sektor kepegawaian, Pemkab Gresik mengembangkan platform Kedaton sebagai sistem terintegrasi layanan ASN, mulai dari absensi, pengelolaan kinerja, hingga manajemen talenta. Sistem ini memungkinkan pengambilan keputusan mutasi dan promosi dilakukan secara objektif berbasis data.
Sementara itu, pada layanan publik yang langsung dirasakan masyarakat, Pemkab Gresik menghadirkan berbagai inovasi, di antaranya layanan administrasi kependudukan jemput bola melalui aplikasi Pudak, layanan ketenagakerjaan Gresik Kerja, serta integrasi layanan kedaruratan melalui Call Center 112 dan Lapor Gus. Setiap bulannya, kanal pengaduan masyarakat ini dapat menampung laporan yang seluruhnya termonitor secara digital.
Dari sisi ketenagakerjaan, pemanfaatan layanan digital berdampak pada penurunan tingkat pengangguran terbuka Kabupaten Gresik pada tahun 2025, dari 6,45 persen menjadi 5,47 persen. Capaian ini menjadi penurunan tertinggi di Jawa Timur.
“Seluruh inovasi tersebut perlu diiringi dengan evaluasi yang objektif dan berkelanjutan. Karena itu, implementasi pengukuran kepuasan pengguna layanan digital menjadi momentum penting untuk memastikan bahwa transformasi digital benar-benar berorientasi pada masyarakat,” tandas Sekda Washil.
Pada kesempatan yang sama, Asisten Deputi Koordinasi Penerapan Transformasi Digital Pemerintah Kementerian Pendayagunasn Aparatur Negera, Reformasi Birokrasi (PANRB) aMohammad Averrouce, menyampaikan apresiasi atas langkah Kabupaten Gresik yang telah mengonsolidasikan berbagai sistem pemerintahan dalam satu ekosistem terintegrasi.
Ia menegaskan bahwa transformasi dari SPBE menuju pemerintah digital menempatkan kepuasan pengguna sebagai indikator kunci keberhasilan. Menurutnya, integrasi sistem administrasi dan pelayanan publik harus berujung pada pengalaman layanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Pengukuran kepuasan pengguna layanan digital menjadi instrumen penting dalam evaluasi pemerintah digital. Bukan untuk menambah beban daerah, tetapi justru memastikan bahwa digitalisasi benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya. (yad)
Editor: Chusnul Cahyadi
Pemkab Gresik Perkuat Transformasi Digital Pemerintah, Layanan Publik Semakin Mudah, Cepat dan Bermanfaat bagi Masyarakat Selengkapnya