Ulang Tahun Emas Petrokimia Gresik Sajikan 50 Ribu Jubung, Masuk Rekor MURI 

GRESIK,1minute.id – Catatan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) bertambah satu pada Minggu malam, 17 Juli 2022 malam. PT Petrokimia Gresik memecahkan rekor baru yakni 50 ribu jubung. Pemecahan rekor MURI dilakukan disela acara seremoni pembukaan PetroNite Fest 2022 di halaman Gedung Sarana Olahraga (SOR) Tridharma Petrokimia Gresik. Rangkaian kegiatan merayakan Ulang Tahun Emas Petrokimia Gresik. 

Puluhan ribu jenang Jubung, salah satu makanan khas Gresik itu dibuat oleh 35 pengusaha UMKM di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. Piagam penghargaan MURI itu diserahkan oleh Sri Wijayati, perwakilan MURI kepada Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo.

“50 ribu jubung tidak hanya rekor di Indonesia. Tapi, masuk museum rekor dunia Indonesia,”kata Sri Wijayati dalam sambutannya. Tapi, imbuhnya, tadi tim penilai melakukan penghitungan. Ternyata, belum genap 50 ribu jubung. “Agar genap 50 ribu, Saya mohon pak Dirut untuk melengkapinya,”imbuhnya.

JUBUNG KHAS GRESIK: Ulang Tahun Emas, Petrokimia Gresik dengan menghadirkan 50 ribu jubung, jajanan khas Gresik tercatat di MURI 2022 (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Dwi Satriyo Annurogo kemudian maju dan memasang satu biji jubung dalam ornamen berlogo 50 Beyond Infinity. Logo berganbar keemasan. Sri Wijayati mengapresiasi pemecahan rekor MURI dengan menggandeng puluhan UMKM di Gresik ini. “50 ribu jubung ini dikerjakan oleh 35 UMKM. Ini luar biasa,”pujian. 

Jubung adalah jajanan mirip jenang terbuat dari ketan hitam yang di taburi wejan. Biasanya Jubung ditempatkan dalam selongsong warna putih kecoklatan yang terbuat dari kulit pohon pinang. Warga Gresik menyebut Ope. Proses pembuatan butuh waktu sampai sehari. 24 jam. Mulai dari merendam ketan, mengggiling, memasak hingga membungkusnya. 

Mula-mula, ketan yang sudah di rendam selama 12 jam ini, di giling hingga halus. Saat bersamaan, parutan kelapa di ambil sarinya, kemudian di masak hingga kental. Kemudian, tepung ketan di masukkan wajan sambil di campur sari kelapa yang sudah masak. Untuk memperoleh rasa yang lebih enak, adonan juga di tambah telur ayam.

Proses memasak adonan ini, adalah proses paling lama. Untuk menghasilkan Jubung terbaik, membutuhkan waktu 6 jam hingga adonan benar-benar kental. Tak heran, jika juru masaknya adalah kaum adam karena adonan jubung harus di aduk terus menerus. Setelah kental, adonan Jubung di tambah gula pasir secukupnya. 

Untuk 5 kilogram ketan, perlu 2 kilogram gula pasir. Adonan kemudian di bungkus untuk siap di jual. Ciri khas bungkusan Jubung adalah daun pinang muda yang di lilit mirip gelas mini. 

Capaian rekor MURI 50 Ribu Jubung ini, menambah Piagam MURI yang berada di Kabupaten berjumlah penduduk 1,2 juta jiwa ini. Sri Wijayati menyebutkan sejumlah Rekor MURI di Kabupaten Gresik, Jawa Timur ini. (yad)

Grafis

Kegiatan bedah rumah dalam waktu sehari (2006) ; Sertifikasi nasional tukang batu (2008) ; Pembangunan sekaligus 118 rumah keramik (terbanyak) dan pavingisasi sepanjang 29,5 km (2009)  ; Menggambar desain tema lingkungan hidup serentak dengan jumlah 254.532 peserta (2009) ; Imunisasi peserta terbanyak (2011) ; Kontes Ayam Ketawa peserta terbanyak  (2013) ; Menyanyi Mars UKS peserta terbanyak (2013) ; Pengunjung bazar Ramadan terbanyak dengan mengenakan busana sarung (2016) ;   Penampilan massal seni Rodhat Ishari  (Ikatan Seni Hadrah Indonesia)  Kabupaten Gresik dengan peserta 18.600, dan jumlah ini terbanyak se-Indonesia (2016) ; Rekor 50 Ribu Jubung, Ulang Tahun Emas, Petrokimia Gresik (17 Juli 2022)

(data diolah 1minute.id)

Ulang Tahun Emas Petrokimia Gresik Sajikan 50 Ribu Jubung, Masuk Rekor MURI  Selengkapnya

Sambut Ulang Tahun Emas,Program Petrokimia Gresik Bakti Guru Bagikan Ratusan Kacamata Gratis

GRESIK,1minute.id – Ratusan guru semringah pada Selasa, 24 Mei 2022m8. Sebab, mereka mendapatkan kacamata gratis. Kacamata gratis bagian dari program Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan (TJSL)  Petrokimia Gresik kepada para guru di sekitar perusahaan. Program Petrokimia Gresik Bakti Guru dipusatkan di Rumah Sakit Grha Husada Gresik. Sebelum mendapatkan kacamata gratis, ratusan guru itu menjalani pemeriksaan mata. 

Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik Budi Wahju Soesilo usai menyaksikan langsung pemeriksaan mata di Poli Mata Grha Husada menyampaikan kondisi pandemi mengharuskan kegiatan pembelajaran dilakukan secara online selama hampir dua tahun. Sehingga aktivitas para guru pun banyak dihabiskan di hadapan layar komputer, laptop maupun perangkat elektronik lainnya.

“Untuk itu, Petrokimia Gresik memberikan layanan pemeriksaan mata dan pemberian kacamata gratis agar kesehatan mata para guru tetap terjaga. Dengan demikian kegiatan belajar mengajar di sekolah tetap berjalan optimal,”tandas Soesilo di hadapan para guru.
Untuk diketahui Menteri BUMN Erick Thohir dalam beberapa kesempatan, bahwa program TJSL BUMN harus difokuskan pada tiga sektor yakni Pendidikan, UMKM dan Lingkungan Hidup.

Oleh karena itu, Petrokimia Gresik sebagai perusahaan Solusi Agroindustri bagian dari BUMN PT Pupuk Indonesia (Persero) juga turut andil memberikan kontribusinya untuk ketiga sektor tersebut. Total ada 130 guru dari sebelas Sekolah Dasar (SD), Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Luar Biasa (SLB) di sekitar perusahaan yang mengikuti kegiatan ini. Mereka mendapatkan pemeriksaan dari dokter spesialis mata RS Grha Husada serta kacamata sesuai dengan hasil pemeriksaan. 

“Kami telah berkoordinasi dengan pihak sekolah dalam melakukan pendataan para guru, sehingga bantuan ini diterima oleh guru yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya. Lebih lanjut Soesilo mengungkapkan bahwa, kegiatan yang merupakan rangkaian program Kampung Sehat ini dilaksanakan dalam rangka menyambut Golden Anniversary Petrokimia Gresik yang jatuh pada 10 Juli mendatang sekaligus memperingati Hari Pendidikan Nasional di bulan Mei ini.

Tahun ini merupakan tahun kedua Petrokimia Gresik memberikan layanan pemeriksaan mata dan kacamata gratis untuk dunia pendidikan. Tahun lalu, Petrokimia Gresik dalam program “100 Mata Ceria” juga memberikan layanan pemeriksaan mata dan pemberian kacamata gratis untuk siswa tingkat sekolah dasar yang ada di sekitar perusahaan.

“Kegiatan ini menjadi wujud Bakti Petrokimia Gresik terhadap para guru, karena guru merupakan lentera ilmu bagi semua anak didiknya dan menjadi penentu masa depan bangsa,”terang Soesilo. Di tempat yang sama,

Ketua Pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari Gresik Lina Nur Aziz mengapresiasi layanan kesehatan mata gratis yang diberikan kepada 30 guru SLB AB Kemala Bhayangkari Gresik. Karena layanan ini dapat membantu optimalisasi kegiatan di sekolah.”Semoga layanan ini dapat ditingkatkan, sehingga penerima maanfaat semakin banyak lagi, dan kegiatan pendidikan di Gresik semakin maju,”ujarnya.

Terpisah, Kepala SLB AB Kemala Bhayangkari Gresik Dede Indawati sekaligus penerima layanan kesehatan mata gratis berterimakasih atas kepedulian Petrokimia Gresik terhadap dunia pendidikan. Menurutnya, layanan pemeriksaan mata ini sangat bermanfaat, dan jarang mendapat perhatian dari lembaga lain.”Dengan mata yang sehat, kegiatan apapun, termasuk tanggung jawab guru mencerdaskan anak didik akan berjalan dengan baik,”ujar Dede. (yad)

Sambut Ulang Tahun Emas,Program Petrokimia Gresik Bakti Guru Bagikan Ratusan Kacamata Gratis Selengkapnya

Komitmen Petrokimia Gresik Selamatkan Bumi dari Plastik, 8.600 Warga Cerdas Berplastik Dapat Sembako Gratis

GRESIK,1minute.id –  Jelang lebaran 1443 H sekaligus menyongsong Golden Anniversary bulan Juli mendatang, Petrokimia Gresik membagikan 8.600 paket sembako senilai Rp 700 juta untuk masyarakat di delapan desa/kelurahan sekitar perusahaan pada Rabu, 20 April 2022.  Uniknya, penerima bantuan wajib mengumpulkan sampah plastik di lingkungannya untuk ditukar dengan sembako secara gratis.

 Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo usai menyerahkan bantuan secara simbolis di Balai Desa Roomo menjelaskan bahwa, program ini sekaligus menjadi wujud peringatan Hari Bumi, diperingati setiap 22 April.  “Dalam hal ini, kami tidak hanya memberikan bantuan sembako secara cuma-cuma, tapi juga mengajak masyarakat untuk bijak dalam mengelola sampah plastik, sehingga masyarakat bisa menikmati manfaat ganda,” ujar Dwi Satriyo.

 Melalui program ini, para penerima bantuan harus menukar lima sampah botol plastik untuk setiap paket sembako. Sampah plastik yang terkumpul kemudian akan dikelola oleh Bank Sampah binaan Petrokimia Gresik di masing-masing wilayah.

 Lebih lanjut, Dwi Satriyo mengungkapkan capaian Propernas Emas yang diraih Petrokimia Gresik akhir tahun lalu menjadi motivasi tersendiri bagi perusahaan untuk terus meningkatkan standarisasi program di bidang lingkungan. Dimana program Penukaran Sampah Plastik dengan Sembako Gratis ini menjadi salah satu implementasinya.

 “Ini merupakan aksi kecil, namun kami berharap program ini dapat menginspirasi masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan dan melakukan 3R yakni Reuse (menggunakan kembali),  Reduce  (mengurangi), dan Rescycle (mendaur ulang) sampah yang masih dapat didayagunakan,”tandas Dwi Satriyo.

 Sementara itu, setiap paket sembako yang dibagikan terdiri dari 3 kg beras, 1 liter minyak goreng dan 5 bungkus mi instan. Bantuan tersebut dibagikan untuk masyarakat Ngipik (495 paket), Sukorame (925 paket), Karangturi (930 paket), Karangpoh (875 paket), Tlogopojok (1.500 paket), Kroman (875 paket), Lumpur (1.500 paket) dan Desa Roomo (1.500 paket).

 Di tempat yang sama, Kepala Desa Roomo, Rusdiyanto mengapresiasi kepedulian Petrokimia Gresik terhadap masyarakat dan lingkungan yang ada di Desa Roomo. Menurutnya, Program Penukaran Sampah Plastik dengan Sembako Gratis ini sejalan dengan program pengelolaan sampah yang dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Gresik.

 “Semoga bantuan ini dapat menginspirasi masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan. Karena pengelolaan sampah yang tepat itu harus dimulai dari lingkup keluarga,” ujarnya.

Ditemui terpisah, salah satu penerima bantuan, Musidah mengaku lebih termotivasi untuk mengelola sampah plastik setelah mengikuti program ini. Menurutnya, disamping melestarikan lingkungan, manfaat ekonomis yang diperoleh dengan mengelola sampah secara tepat juga cukup besar. “Saya berharap program ini bisa terus berlangsung tiap tahunnya. Sehingga kami bersama keluarga lainnya semakin termotivasi untuk peduli terhadap lingkungan” ujar Musidah.

 Sebelumnya, menjelang Ramadan tahun ini, Petrokimia Gresik telah menyalurkan bantuan senilai Rp 612 juta untuk 85 masjid dan musala, serta 50 pondok pesantren dan panti asuhan di sekitar perusahaan. Selanjutnya, melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Petrokimia Gresik juga telah menyalurkan bantuan kepada 1.486 mustahik yang ada di sekitar perusahaan senilai Rp 278,35 juta. 

Terakhir, Dwi Satriyo menegaskan bahwa Petrokimia Gresik sebagai anggota holding Pupuk Indonesia berkomitmen untuk terus tumbuh dan berkembang bersama masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan maupun charity. “Kemajuan perusahaan harus dibarengi dengan peningkatan kapasitas dan kesejahteraan masyarakat sekitar. Komitmen ini akan terus kami tingkatkan dan wujudkan melalui berbagai program, khususnya menjelang peringatan 50 tahun perusahaan tahun ini,” pungkas Dwi Satriyo.(yad)

Komitmen Petrokimia Gresik Selamatkan Bumi dari Plastik, 8.600 Warga Cerdas Berplastik Dapat Sembako Gratis Selengkapnya