Cegah Wabah PMK, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Pantau Langsung Vaksinasi Sapi di Wringinanom

GRESIK,1minute.id – Anak sapi ras limosin itu berontak seakan takut divaksinasi PMK. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengingatkan para dokter hewan dari UPT Peternakan, Dinas Pertanian Gresik untuk berhati-hati. “Hati-hati dokter. Sapi ada juga yang takut divaksin,” seloroh Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani pada Jumat, 24 Januari 2025.

Sapi yang berontak itu menunjukkan sehat. Gerakannya lincah dan bertenaga. Sebab,  vaksinasi PMK ini diberikan kepada sapi-sapi yang sehat dengan minimal usia 3 bulan dan dosisnya 2 ml per ekor sapi.

Vaksinasi PMK adalah langkah penting dalam menjaga kesehatan ternak dan mencegah penyebaran penyakit yang dapat mengancam kesejahteraan peternak serta pasokan daging dan susu.

VAKSINASI SAPI : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memantau langsung vaksinasi PMK di Desa Kesamben Kulon, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada Jumat, 24 Januari 2025 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Gus Yani memantau langsung pemberian vaksinasi dan obat-obatan untuk hewan sapi di Desa Wringinanom dan Desa Kesamben Kulon, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, Jawa Timur bertujuan mencegah wabah penyakit mulut dan kuku atau PMK merebak. 

Gus Yani didampingi Kepala Dinas Pertanian atau Kadistan Gresik Eko Anindito Putro dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja atau Pol PP Gresik Agustine Halomoan Sinaga memberikan perhatian serius pencegahan wabah PMK di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Ada puluhan hewan sapi yang mendapatkan vaksinasi. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan pihaknya telah meminta Dispertan bersama jajarannya untuk mengintensifkan vaksinasi terhadap hewan sapi yang masih sehat. “Hal ini dilakukan untuk mencegah agar sapi-sapi tersebut tidak tertular wabah PMK,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sampai saat ini jumlah sapi di Kabupaten Gresik yang terpapar wabah PMK ada sebanyak 530 ekor. Dari jumlah tersebut 140 di antaranya ada di Kecamatan Wringinanom. “Kami mengimbau kepada peternak untuk selalu menjaga kebersihan kandangnya masing-masing untuk mencegah tertular PMK,” terang Magister Mitigasi Bencana dari Unair Surabaya itu.

Pihaknya juga mengimbau kepada seluruh peternak dan kepala desa untuk segera berkoordinasi dengan penyuluh dan UPT Peternakan. Sehingga, sapi-sapi yang ada di wilayahnya bisa segera divaksin. “Kami pastikan vaksinnya sudah siap. Saat ini ada sekitar 3.525 vaksin yang sudah ready dan akan ditambah lagi oleh pemerintah pusat,” imbuh orang nomor satu di Kota Santri ini.

Dalam kesempatan ini, bupati juga menyerahkan bantuan berupa obat-obatan kepada para peternak. Mulai desinfeksi kandang dan peralatannya, obat luka-luka, vitamin hingga obat cacing.

Pemberian vaksinasi PMK ini dilakukan di sejumlah kandang milik warga. Di antaranya, kandang sapi milik Iswandi di Desa Wringinanom. Di lokasi ini ada 30 ekor sapi dan kondisinya dipastikan sehat.

Sedangkan, di Desa Kesamben Kulon, vaksinasi PMK dilakukan di kandang milik Ny Rupiah. Ada 6 ekor sapi. Semuanya, kini sudah mendapatkan vaksinasi PMK. “Alhamdulillah disini semua sapinya telah divaksin dan kondisinya sehat,” ungkap Bupati Fandi Akhmad Yani. 

STERILISASI KANDANG : Petugas dari UPT Peternakan, Dinas Pertanian dan BPBD Gresik melakukan penyemprotan desinfektak kandang pasca vaksinasi PMK di Desa Kesamben Kulon, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada Jumat, 24 Januari 2025 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Pasca vaksinasi PMK, petugas dari UPT Peternakan, Dinas Pertanian Gresik dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Gresik melakukan penyemprotan desinfektan ke kandang sapi tersebut. Tujuannya, membersihkan dan mensterilkan kandang sapi. 

Sementara itu, salah satu peternak Haji Iswandi mengaku sangat berterima kasih atas perhatian yang diberikan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Pihaknya berharap wabah PMK bisa segera teratasi dan usaha peternakannya bisa kembali normal. “Saya sangat bersyukur. Karena pak bupati telah memberikan perhatian dengan vaksinasi dan obat-obatan,” ujarnya. (yad)

Cegah Wabah PMK, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Pantau Langsung Vaksinasi Sapi di Wringinanom Selengkapnya

Wabah PMK Melandai, Pedagang Desak Distan Buka Pasar Hewan Kedungpring 

GRESIK,1minute.id – Kabar gembira wabah PMK mereda. Kini, sejumlah peternak dan belantik hewan meminta Dinas Pertanian Gresik untuk membuka pasar hewan. Diantaranya, pasar hewan Surojenggolo, Desa Kedungpring, Kecamatan Balongpanggang.

Pasar hewan Surojenggolo atau Pasar Kedungpring ini, salah satu sentra pasar hewan di Gresik ini ditutup sejak ditemukan ada penyakit mulut dan kuku (PMK) sekitar Mei 2022. 

Jono, salah satu pedagang sapi mengungkapkan para pedagang telah menyalurkan aspirasi kepada pemerintah untuk momohon pembukaan pasar hewan Kedungpring itu. Sebab, sejumlah pasar hewan di Lamongan telah dibuka. “Para pedagang minta dengan sangat agar pasar hewan segera dibuka lagi,”katanya.  Baginya, keberadaan pasar hewan ini cukup vital bagi perputaran ekonomi. “Bagi peternakan hewan seperti sapi dan kambing seperti saya  ini adalah mata pencaharian saya,”kata pedagang asal Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik itu kepada wartawan pada Rabu, 12 Oktober 2022.

Informasi yang dihimpun, sejak September 2022 wabah PMK mereda. Catatan Dinas Pertanian (Distan) Gresik pada September 2022 mencatat tidak lebih 86 ekor hewan terpapar PMK. Namun,  Oktober 2022 turun drastis “hanya” 2 ekor. Total sejak Mei hingga Oktober 2022 berjumlah 5.660 ekor sapi terjangkit PMK di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. Sedangkan, angka kesembuhan berkisar 80 persen. 

Sedangkan, vaksinasi tahap tiga Distan Gresik dapat target sekitar 18.750 dosis. Per Oktober 2022 , capaian vaksinasi itu hampir 12.900 dosis. 

Bagaimana tanggapan Dinas Pertanian Gresik? Kepala Dinas Pertanian (Distan) Gresik Eko Anindito Putro ketika dikonfirmasi membenarkan wabah PMK terus menurun. “Bulan Oktober ini hanya 1 atau 2 ekor sapi yang terpapar PMK,”kata Eko Anindito Putro dikonfirmasi 1minute.id melalui selulernya pada Rabu, 12 Oktober 2022.

Terkait aspirasi pedagang agar pihaknya membuka pasar hewan Kedungpring, kata Eko, pihaknya masih terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait. Eko mengaku pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pusat Verteriner Farma (Pusvetma) Surabaya dan Dinas Peternakan Jawa Timur. 

Sebelum dilakukan pembukaan Pasar hewan Kedungpring, kata Eko, Pusvetma diharapkan melakukan uji sampling hewan di sejumlah tempat. “Bila hasil uji sampling Pusvetma dan Dinas Peternakan Jawa Timur memungkinkan tentu kami akan buka lagi pasar hewan Kedungpring itu,”ujar Eko Anindito Putro.

Dia menyadari sejak wabah merebak pedagang dan peternakan hewan kelimpungan. Ekonomi pedagang pun terganggu. “Kami tentu ingin perekonomian mereka bisa cepat pulih. Akan tetapi, tetap harus hati-hati,”ujarnya. 

Mengapa? Sebab, wabah PMK ini penyebaran sangat cepat.”Tentu kami tidak ingin setelah pasar dibuka, wabah kembali merebak,”katanya. 

Terpisah, Camat Balongpanggang Muhammad Amri mengungkapkan sejumlah pedagang dan tengkulak telah menyalurkan aspirasi ke kantor kecamatan untuk meminta membuka pasar hewan Kedungpring itu.

“Para pedang atau tengkulak tersebut mengharapkan agar pasar hewan yang terutamanya ada di Balongpanggang baik itu seperti Pasar hewan Kedungpring dan pasar hewan Balongpanggang dapat di buka kembali secara maksimal sehingga mereka dapat melakukan kegiatan aktifitasnya sehari hari dengan normal,”kata Amri dikonfirmasi melalui selulernya pada Rabu, 12 Oktober 2022.

Amri mengatakan, muspika di Balongpanggang tidak ingin menutup mata pencarian dari pedagang maupun tengkulak yang ada di pasar hewan Kedungpring atau pasar hewan Balongpanggang. “Karena ini akan berpengaruh terhadap pertumbuhan perekonomian yang berada khususnya di wilayah Kecamatan Balongpanggang. Kami sudah mengusulkan kepada Distan untuk membuka pasar hewan Kedungpring,”ujarnya. (yad)

Wabah PMK Melandai, Pedagang Desak Distan Buka Pasar Hewan Kedungpring  Selengkapnya

70 Persen Hewan Terjangkit PMK di Gresik Bisa Sembuh

GRESIK,1minute.id – Kerjaekstra keras Pemkab Gresik dalam menangani wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) membuahkan hasil positif. Tingkat kesembuhan hewan terjangkit PMK mencapai 70 persen diatas rata-rata di Jawa Timur sebesar 46 persen. Hal itu terungkap dari hasil monitoring Komisi B DPRD Jatim di Ruang Putri Cempo Kantor Bupati Gresik pada Jumat, 5 Agustus 2022.

Monitoring kali kedua di Kabupaten Gresik dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi B DPRD  Jatim Amar Saifudin. Rombongan legislator itu didampingi Kepala Dinas Peternakan Jatim Indyah Aryani. Mereka disambut oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Kepala Dinas Pertanian Gresik Eko Anindito Putra. 

Amar Saifuddin mengungkapkan perkembangan wabah PMK secara nasional maupun regional, Jawa Timur. Ia menyebut saat ini sekitar 400 ribu ekor hewan ternak di Indonesia terinfeksi PMK dan kerugian ditaksir sampai Rp 9,9 triliun. Ia sendiri menerima laporan bahwa tren PMK di Jawa Timur juga semakin naik belakangan ini.

“Laporan terakhir dari Dinas Peternakan Jawa Timur terdapat 173 ribu sekian kasus yang sakit 51 persen. Yang sembuh baru 46 persen, berarti kesembuhannya ini juga relatif belum maksimal, kemudian yang potong paksa 1 persen, mati 1 persen,”ungkap Amar.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, pihaknya memberikan perhatian ekstra untuk memutus mata rantai penyebaran wabah PMK di Kabupaten Gresik. Mulai dari pengumpulan data cepat penyebaran hewan ternak per kecamatan, regulasi jual beli hewan ternak sampai penutupan pasar hewan di beberapa titik. Hal itu ia lakukan bertujuan memutus rantai penyebaran PMK dan menyikapi jumlah nakes yang kurang mencukupi dalam merespon gejolak PMK di Gresik. 

“Karena kami melihat kenapa kok ditutup? kami kasihan para nakes, nakesnya terbatas, ketika pasar ini dibuka maka penyebarannya tidak berhenti, terus menyebar terus, maka kita mencoba untuk berhentikan dulu sementara di pasar”ungkap Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani. “Tapi kita tidak melarang pendistribusian antar kandang, asalkan sapi ini benar-benar dinyatakan sehat,”sambungnya.

Kabupaten Gresik, satu dari empat kabupaten/kota lainnya di Jatim menjadi episentrum penyebaran PMK. Data per 5 Agustus 2022 di Dinas Pertanian Gresik terdapat 5.247 ekor sapi yang terpapar PMK. Ribuan sapi yang sakit itu tersebar di 16 dari 18 kecamatan di Kabupaten Gresik. Dua kecamatan yang bebas PMK itu terdapat di Pulau Bawean yakni Kecamatan Tambak dan Sangkapura. Sedangkan, vaksin yang telah diterima Pemkab Gresik sebanyak 8 ribu ampul dan telah disuntikkan kurang lebih 4.900 hewan ternak. 

 Bupati Fandi Akhmad Yani melanjutkan, pihaknya akan memboyong sebagian vaksin ke Pulau Bawean. Tujuannya, hewan ternak yang berada di pulau berjarak 80 mil laut dari Pusat Gresik itu tidak terpapar wabah PMK. Selain itu, 

Gus Yani ungkapkan juga kalau Pulau Bawean saat ini berstatus bebas PMK. Merespon hal itu maka ia langsung memboyong sebagian vaksin kesana, sehingga tidak sampai tertular. Meski demikian, tetap saja menurutnya imunitas dari hewan ternak sendirilah yang merupakan faktor utama dalam proses penanggulangan PMK ini.

“Kuncinya adalah diimunitas hewan tersebut, yang mana imunitas ini bisa dibentuk dari lingkungan kita sendiri,”tandas mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Terakhir, ia juga beri solusi meningkatkan imunitas hewan ternak menurut Suprapto Maat (penemu stimuno) lewat ramuan alami menggunakan rebusan daun meniran yang dicampur dengan gula merah. Ia juga laporkan tingkat kesembuhan hewan ternak saat ini sudah masuk ke angka 70 persen.

“Per hari ini di 5 Agustus, kondisi yang sakit hampir 5.247 ekor, tingkat kesembuhan di angka 3.930 kurang lebih 70 persen angka kesembuhannya,”ungkapnya.

Stimulus Pemprov Jatim

Wabah PMK belum reda. Pemprov Jatim berencana memberikan bantuan kepada para peternak hewan. Menurut Kepala Dinas Peternakan Jatim Indyah Aryani mengatakan, 

kedepannya para peternak akan diberikan bantuan potong bersyarat hewan ternak mereka yang terjangkit PMK. Estimasi bantuan kepada peternak bervariasi.  

Untuk hewan sapi besarannya sekitar Rp 10 juta per ekor ; kambing dan domba mendapatkan bantuan Rp 1,5 juta per ekor. Sedangkan, babi mendapat bantuan Rp 2 juta per ekor. “Tentu saja terdapat syarat bagi mereka agar bisa menerima bantuan ini, salah satunya harus masuk dalam data Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (iSIKHNAS),”kata Indyah Aryani saat mendampingi rombongan Komisi B DPRD Jatim itu. (yad)

70 Persen Hewan Terjangkit PMK di Gresik Bisa Sembuh Selengkapnya

Wabah PMK, Bupati Gresik Himbau Warga Beli Hewan Kurban di Gresik 

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menghimbau warga Gresik membeli hewan kurban dari para peternak yang ada di dalam Kabupaten Gresik. Pasalnya, Kabupaten Gresik masuk kategori wabah PMK dilarang untuk memasukkan dan mengeluarkan ternak.

Hal itu ditegaskan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat menggelar rapat koordinasi (Rakor) Forkopimda Persiapan Pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1443 H ditengah wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di Hall Parkir Selatan Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 6 Juli 2022.

Rakor yang dilanjutkan dengan Bimbingan Teknis (Bimtek) Juru Sembelih Halal (Juleha) serta Panduan Ibadah kurban dalam kondisi Wabah PMK ini diikuti para kepala desa se-Kabupaten Gresik.

“Harapan Kami supaya masyarakat Kabupaten Gresik yang ingin berkurban untuk membeli hewan dari peternak di Gresik,”kata Bupati Fandi Akhmad Yani. Terkait mekanisme penyembelihan hewan kurban, Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani-meminta pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) untuk mensosialisasikan kepada lembaga pendidikan, pengurus masjid maupun musala. 

“Rumah potong hewan di Gresik juga terbatas untuk itu tidak memungkinkan pemotongan hewan disaat Idul Adha dilakukan jadi satu ditempat tersebut, maka tugas DMI nanti mensosialisasikan kepada lembaga pendidikan, Masjid ataupun Musala untuk menjaga kedisiplinan dan kebersihan dari proses hingga pelaksanaan untuk mengantisipasi penyebaran PMK,”ujarnya. 

Menurut Gus Yani, ketersediaan daging di pasar berkurang dan mahal terkait adanya penyakit PMK pada hewan ternak yang menjadi kekhawatiran di tengah masyarakat. “Kasus PMK harus dihentikan dan bisa berhenti jika pemberian vaksinasi sudah tersebar secara masif,”tegas mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Kabupaten Gresik mendapat alokasi sebanyak 30 botol atau sama dengan 3.000 dosis. Sementara vaksin PMK ini disuntikkan pada ternak sapi dalam kondisi sehat saja, baik sapi perah maupun sapi potong. Ternak yang sudah di vaksin tidak untuk segera dipotong atau dijual.

“Karena pelaksanaan vaksin adalah 3 kali. Vaksin kedua akan disuntikkan pada 4 minggu setelah vaksin pertama dan vaksin ketiga atau boosternya pada 6 bulan berikutnya,”sambungnya.

Kendalanya, imbuhnya, keterbatasan tim penyuntikan vaksinasi untuk itu Pemkab Gresik menggandeng Ikatan Alumni (IKA) Universitas Airlangga agar segera bisa menambah SDM untuk ikut membantu memberikan vaksinasi secara masif di Kabupaten Gresik.

“Mohon kerjasama untuk mengoptimalkan pemanfaatan vaksin tersebut dan Semoga pelaksanaan vaksinasi dapat berjalan lancar dan aman, sehingga kejadian penyakit mulut dan kuku dapat semakin berkurang dan kita bisa menuju kembali menjadi Negara yang bebas PMK,”harapnya.

Sementara Prof. Suprapto Ma’at dari Pusat Veternasi Farma (Pusvetma) memberikan paparan terkait bagaimana cara meningkatkan imunitas pada hewan ternak yang sehat ataupun terpapar PMK. Prof Suprapto memberikan tutorial cara membuat ramuan untuk hewan ternak dari bahan alami Daun meniran melalui pemutaran video pendek.

Sedangkan, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Gresik Zainal Abidin, pihaknya juga melaksanakan kerjasama penelitian dan survei secara acak. “Dari 240 masjid Alhamdulillah 84 persen masjid membeli hewan kurban dari daerah sendiri,”ungkap Zainal. (yad)

Wabah PMK, Bupati Gresik Himbau Warga Beli Hewan Kurban di Gresik  Selengkapnya

Kadispertan : Jangan Panik, Yakin PMK Bisa Disembuhkan, Oknum Belantik Grilya Beli Sapi Harga Miring 

GRESIK,1minute.id – Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan belum ada tanda-tanda berakhir. Bahkan, sapi yang terpapar PMK semakin banyak. Data Dinas Pertanian Gresik per 13 Juni 2022, wabah PMK telah menyebar 96 Desa di 14 dari 18 Kecamatan se-Kabupaten Gresik. Total hewan ternak yang terpapar PMK sebanyak 3.731 ekor. Rincianya, 779 ekor sapi diantaranya dilaporkan sembuh, 99 ekor mati dan 161 ekor terpaksa dipotong paksa lantaran terpapar PMK.

Pada 29 Juni 2022, sapi yang terpapar menjadi 4.474 ekor. Artinya kurun waktu dua pekan ada tambahan 743 ekor yang terpapar PMK.  Sapi yang bisa disembuhkan bertambah 113 ekor menjadi 892 ekor.  Sedangkan, sapi yang mati menjadi 114 ekor alias “hanya” bertambah 15 ekor. Berdasarkan data tersebut, artinya sapi yang terpapar PMK memiliki potensi sembuh lebih besar. 

Namun, ada oknum belantik yang melakukan gerilya mendatangi peternak. Oknum belantik itu melakukan pembelian hewan yang terpapar PMK dengan harga miring.  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pun murka. “Ada oknum belantik yang membeli 3 ekor sapi seharga Rp 27 juta,”kata Bupati Fandi Akhmad Yani ketika memberikan sambutan dipelantikan pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Gresik periode 2022-2027 di Ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik pada Selasa, 29 Juni 2022. 

Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani tidak menyebutkan lokasinya. Namun, Bupati Fandi Akhmad Yani berencana meminta kepada kepala desa untuk memasang spanduk larangan belantik masuk Desa. Rencana itu untuk membentengi para peternak tidak tergesa-gesa menjual sapi yang terpapar PMK.

Sebab, saat ini vaksin hewan sudah ada. Pemprov Jatim menggelontorkan 3 ribu dosis vaksin. Meski masih minim. Selain itu, Pemkab Gresik juga telah menyediakan obat-obatan dan vitamin untuk hewan. “Peternak bisa meminta kepada Dinas Pertanian Gresik,”tegas mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Gresik Eko Anindito Putra mengatakan, menghimbau kepada peternak yang hewannya terpapar PMK tidak panik. “Segera laporkan (ternak) terpapar. Agar bisa segera ditangani oleh dokter hewan. Petugas akan melakukan deteksi. (Hewan) bisa obati atau tidak. Sehingga jangan cepat-cepat mengambil kesimpulan sendiri,”harap Eko Anindito Putra. 

Dia tidak menampik sinyalemen adanya oknum belantik yang blusukan ke desa-desa. Mereka membeli hewan terjangkit PMK dengan harga miring. “Beli murah, lalu diobati sembuh. Dijual dengan harga mahal,”kata Eko. Karena itulah, Eko kembali mengharapkan peternak tidak panik. Aktif melapor ke petugas. “Yakin lah, ternak yang terpapar PMK bisa disembuhkan,” tegasnya. (yad)

Kadispertan : Jangan Panik, Yakin PMK Bisa Disembuhkan, Oknum Belantik Grilya Beli Sapi Harga Miring  Selengkapnya

Bupati Gresik : Konsumsi Daging Sapi Terpapar PMK Aman 

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyakinkan kepada warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik aman mengonsumsi daging. Sebab, penyakit mulut dan kuku (PMK) hewan sapi tidak bisa menular kepada manusia. 

“Daging hewan yang terpapar virus (PMK) masih aman untuk di konsumsi dengan dilayukan atau digantung terlebih dahulu untuk menurunkan kadar air atau PH nya, jadi masyarakat  jangan panik dengan hal ini,”kata Bupati Fandi Akhmad Yani saat meresmikan Pendapa Kecamatan Sidayu, Pelantikan Pengurus Karang Taruna dan Talk Show Kepemudaan di Pendapa Kecamatan Dukun pada Kamis, 12 Mei 2022.

Disisi lain, Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani juga berharap kepada masyarakat untuk proaktif memberikan informasi kepada aparat bila menemukan kasus PMK di desanya. Pasal, virus yang menyerang hewan mamalia, seperti sapi itu diakui cepat menular kepada hewan. “Penyakit (PMK pada hewan sapi) ini memang penularannya cukup cepat, namun hal ini bisa diminimalisir penyebarannya dengan cara penangan cepat dan kompak semua pihak yang terkait,”ungkapnya.

Camat Dukun Kiki Nuryadi menambahkan, berdasarkan hasil pantauan di lapangan belum menemukan adanya hewan sapi yang terpapar PMK. Selain itu, pihaknya telah melakukan langka antisipasi mencegah penyebaran dengan menutup sementara dua pasar hewan di Desa Lowayu dan Mentaras,  Kecamatan Sidayu. 

Ia memastikan di Kecamatan Dukun masih terbilang aman, dan untuk sementara dua pasar hewan Desa Lowayu dan Mentaras Kecamatan Dukun untuk sementara ditutup, Ia juga secara intens berkoordinasi kepada instansi terkait untuk dilakukan tindakan penangan dan pencegahan.”katanya. “Setelah acara ini atau besok kita akan melakukan penyemprotan pada hewan ternak sesuai permintaan peternak yang ada di Kecamatan Dukun,”tegasnya. 

Sementara itu, proses seremoni peresmian Pendapa dan Pelantikan Pengurus Karang Taruna Kecamatan Dukun berlangsung khidmat.  Pada kesempatan itu, Bupati Fandi Akhmad Yani meminta kepada pengurus Karang Taruna untuk gercep atawa bergerak cepat untuk andil memberikan kontribusi pembangunan. 

“Setelah dilantik pengurus segera action. Langsung bergerak mencari inovasi dan program yang berlian sehingga Karang Taruna mampu berkontribusi dalam membangun daerah,”harap Bupati Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya di acara yang dihadir Ketua PC NU Gresik KH. Mulyadi, Rois Syuriah PCNU KH. Mahfudz Ma’shum,  Kepala Dinas Sosial Gresik dr. Umi Khoiroh, serta Kepala Desa se-Kecamatan Dukun itu. (yad)

Bupati Gresik : Konsumsi Daging Sapi Terpapar PMK Aman  Selengkapnya