Buku ‘Futuhus Sama’, Mahasiswa di Gresik Jadikan Malik Ibrahim Teladan Spirit Pergerakan

GRESIK,1minute.id – Aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Atas Langit Daruttaqwa melaunching buku berjudul ‘Malik Ibrahim Sang Penguasaq Islam, Teladan Sebagai Spirit Pergerakan’.

Peluncuran buku antologi karya  mahasiswa ini ditandai dengan acara ‘Ngaji Sejarah’ dengan menghadirkan para tokoh budayawan dan sejarawan di Kabupaten Gresik sebagai narasumber yaitu,  Prof. Menachem Ali (Ahli Filologi) ;  Nurul Yaqin (Ketua Umum MAPSINU), Kris Adji AW (Budayawan Gresik) serta dihadiri Himpunan Dzuriyah Sunan Giri, Pengurus MAPSINU, Akhmad Khoiri, owner Batik Gajah Mungkur. 

Launching digelar di kawasan Heritage Kampung Kemasan di Kelurahan Pekelingan, Kecamatan/Kabupaten Gresik. 

Secara singkat, buku berjudul ‘Malik Ibrahim Sang Penguasa Islam, Teladan Sebagai Spirit Pergerakan’ ini awalnya merupakan kumpulan materi yang disampaikan dalam agenda Pelatihan Kader Dasar (PKD) PMII Atas Langit Daruttaqwa beberapa waktu lalu. 

Buku ini memuat tentang sejarah Sunan Maulana Malik Ibrahim sebagai tokoh penyebar agama Islam Wali Songo yang kemudian dijadikan rujukan sebagai teladan dalam menggugah spirit pergerakan.

Ketua Pengurus Komisariat (PK) PK PMII Atas Langit Daruttaqwa M. Hadi Khoirur Roziqin mengatakan, buku berjudul ‘Malik Ibrahim Sang Penguasa Islam, Teladan Sebagai Spirit Pergerakan’ hadir dengan tujuan untuk menggugah spirit pergerakan sekaligus instrumen kaderisasi bagi kalangan mahasiswa khususnya kader PMII melalui penguatan literasi dan kajian sejarah lokal Gresik.

“Buku Futuhus sama’ (tersingkapnya cakrawala pemikiran kader PMII) merupakan hasil dari proses belajar kader pada pelatihan kader dasar v kemarin, dengan harapan dapat menjadi instrument untuk proses kaderisasi, sekaligus memperdalam literasi kader PMII Atas Langit tentang sejarah lokal Gresik,” ujarnya.

Menurutnya, sejarah perjalanan Sunan Maulana Malik Ibrahim sebagai tokoh penyebar agama Islam Wali Songo patut dijadikan rujukan. Sehingga perjuangan para tokoh Islam dapat menjadi inspirasi dan spirit pergerakan bagi aktivis mahasiswa khususnya di Kabupaten Gresik. “Karena itu perlu sangat penting memperdalam literasi tentang sejarah lokal Gresik,” tegasnya.

Sementara Ketua Majelis Pembina Komisariat (Mabinkom) PK PMII Atas Langit Daruttaqwa M. Gus Maulana Yasin menuturkan bahwa buku berjudul ‘Malik Ibrahim Sang Penguasa Islam, Teladan Sebagai Spirit Pergerakan’ diharapkan menjadi simbol titik balik bagi kader PMII untuk berbenah dan memperdalam sejarah lokal Gresik. Sehingga dapat terus bergerak dan berkarya sesuai tuntutan zaman.

“Jika Futuhus Sama’ (Isra’ Mi’raj) Nabi Muhammad SAW sebagai perjalanan vertikal dan Hijrahnya sebagai implementasi horizontal untuk membangun peradaban, maka buku Futuhus Sama’ diharapkan menjadi simbol titik balik bagi kader PMII untuk berbenah dan peringatan tahun baru Hijriyah sebagai momentum untuk terus bergerak dan berkarya sesuai tuntutan zaman,” terangnya.

Ketua Umum Pengurus Cabang (PC) PMII Gresik M. Dafa Abie Almadhani menegaskan, launching buku Futuhus Sama’ oleh PK PMII Atas Langit Darurttaqwa ini merupakan bentuk komitmen kader dalam mengembangkan tradisi literasi dan intelektual di lingkungan PMII. Kehadiran buku ini diharapkan menjadi pemantik semangat membaca, menulis, dan berpikir kritis bagi seluruh kader.

“Melalui buku Futuhus Sama’, diharapkan kualitas kader PMII semakin meningkat, tidak hanya dalam aspek literasi dan keilmuan, tetapi juga dalam menerjemahkan gagasan menjadi aksi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, rangkaian kegiatan Ngaji Sejarah menjadi sarana penting untuk membangun kesadaran historis kader. Sebagai representasi pemuda dan mahasiswa, kader PMII diharapkan mampu memahami sejarah kedaerahan, menjaga nilai-nilai lokal, serta berkontribusi dalam pembangunan daerah dengan berlandaskan pemahaman sejarah yang kuat. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Buku ‘Futuhus Sama’, Mahasiswa di Gresik Jadikan Malik Ibrahim Teladan Spirit Pergerakan Selengkapnya

Museum temporer Sunan Giri di Festival Bandar Grissee Pamerkan Replika Keris Kalamunyeng dan Surban

GRESIK1minute.id – Festival Bandar Grissee kali ketiga kembali digelar Disparekrafbudpora Gresik. Digelar selama 3 hari, mulai Jumat, 20 Desember hingga 22 Desember 2024. Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah yang membuka festival dan Pemeran Museum Sunan Giri dipusatkan Kantor Pos Indonesia -dulu dikenal-Kantor Pos Pelabuhan alias Bandar itu pada Jumat malam, 20 Desember 2024.

Di museum replika Sunan Giri ini ada sejumlah barang yang dipamerkan. Antara lain, surban dan keris kalamunyeng. Berdasarkan data Disparekrafbudpora, Surban tersebut diperkirakan digunakan Sunan Giri ketika berdakwah atau menyebarkan agama Islam di Jawa. Surban dengan teknis hias sulaman tangan menggunakan bahan kain dari Persia dilengkapi dengan benang emas atau prada dengan motif bunga dan daun.

Sedangkan, Keris Kalamunyeng adalah sejenis senjata yang dulunya perwujudan sebuah Kalam yang digunakan Sunan Giri ketika membaca Alquran. Keris Kalamunyeng asli di simpan dan dirawat pengurus makam Sunan Giri. Sedangkan, 

replika bisa dilihat di museum Sunan Giri terbuat dari besi tempa perunggu yang memiliki panjang 36 sentimeter, pangkal mata keris dihiasi sulur daunan berlapis emas.

Dua benda pusaka yakni keris dan surban  pernah ditunjukkan juru kunci Makam Sunan Giri ketika Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, dan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah melakukan ziarah ke makam Sunan Giri dalam rangkaian Peringatan Hari Jadi Kota Gresik yang diikuti wartawan 1minute.id dan bisa dinikmati di buku berjudul : Grissee Kota Bandar karya Chusnul Cahyadi. 

Replika keris dan surban tetap menjadi daya tarik bagi pengunjung museum temporer di Festival Bandar Gresik pada Jumat malam, 20 Desember 2024. “Monggo masyarakat Gresik berbondong-bondong ke sini (kantor pos Indonesia,Red). Bila tidak sempat bisa berkunjung di museum Sunan Giri di Kompleks Makam Sunan Giri,” kata Wabup Aminatun Habibah didampingi Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Pemuda dan Olah Raga atau Disparekrafbudpora Gresik Syaifuddin Ghozali pada Jumat malam, 20 Desember 2024. (yad)

Museum temporer Sunan Giri di Festival Bandar Grissee Pamerkan Replika Keris Kalamunyeng dan Surban Selengkapnya

Destinasi Wisata Religi di Gresik, Syekh Maulana Malik Ibrahim (2)

Destinasi Religi yang patut menjadi jujugan di Kabupaten Gresik di sepuluh hari terakhir berikutnya ada Syekh Maulana Malik Ibrahim.

JUTAAN wisatawan religi berziarah makam Syekh Maulana Malik Ibrahim setiap tahunnya. Wisatawan domestik dan luar negeri. Malik Ibrahim, satu dari sembilan Waliyullah. Penyebar agama Islam pertama ini wafat pada 12 Rabiul Awal 882 hijriah atau 9 April 1419 Masehi.

Syekh Maulana Malik Ibrahim dimakamkan di Jalan Malik Ibrahim, Desa Gapurasukolilo, Kecamatan/Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Dalam menyebarkan agama Islam, Malik Ibrahim melakukannya sangat humanis. Dikenal juga dermawan. 

Malik Ibrahim masuk ke Indonesia saat kondisi Nusantara sedang kacau. Perang Paregreg dalam Kerajaan Majapahit. Perang Paregreg adalah perang saudara melibatkan istana barat yang dipimpin oleh Wikramawardhana melawan istana timur di bawah pimpinan Bhre Wirabhumi. 

HAUL MALIK IBRAHIM: Makam Syekh Maulana Malik Ibrahim di Desa Gapurosukolilo, Kecamatan/Kabupaten Gresik pada 8 Oktober 2023 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Dua pihak dari Kerajaan Majapahit itu. Akibat perang saudara itu terjadi krisis moral, sosial, dan ekonomi. ”Rakyat sulit mendapatkan makanan, pengobatan, dan lainnya,” cerita Abdul Wahab, guide setempat. Ia melanjutkan Syekh Maulana Malik Ibrahim dalam berdakwah mementingkan kejernihan dan ketenangan hati. Karena keteladanannya, Malik Ibrahim diberi banyak gelar. Salah satunya, Burhan Ad Daulah al Azim karena posisinya sebagai Syahbandar dan Kepala Pemerintahan yang bijaksana.

Bulan Suci Ramadan 1444 Hijriah akan memasuki fase sepuluh hari ketiga yakni 10 hari terakhir pada Selasa, 11 April 2023. Ada banyak keutamaan 10 hari terakhir di bulan Ramadan yang penuh berkah, ampunan dan rahmat ini. Umat muslim dituntut lebih khusyuk beribadah untuk meraih pahala dan ampunan dari Allah SWT. Salah satunya iktikaf dan memperbanyak doa untuk meraih malam kemuliaan yakni Lailatul Qadar. Seperti iktikaf, shalat malam, membaca Al Quran, dzikir, dan bersedekah.

Mengutip dari buku berjudul “Grissee Kota Bandar” menyajikan sejumlah tempat religi di Kabupaten Gresik yang patut menjadi tempat iktikaf. Grissee Kota Bandar adalah salah satu buku muatan lokal. Semuanya cerita yang ada di Gresik. Mulai destinasi wisata religi, seni budaya dan destinasi wisata di Gresik daratan sampai pulau Bawean. Buku itu karya Chusnul Cahyadi ini- kini mengelola media online 1minute.id, hasil dari ngelutus lebih dari satu dasawarsa di Kabupaten Gresik. Saat itu, masih “nyantrik” di Jawa Pos. Cetakan pertama, Februari 2019. Cetakan kedua pada Maret 2022. (*/bersambung)

Destinasi Wisata Religi di Gresik, Syekh Maulana Malik Ibrahim (2) Selengkapnya