Kirab Warisan Budaya Takbenda Indonesia asli Gresik Meriah, Warga Berebut Udik-udikan Ikan Bandeng 

GRESIK1minute.id – Kirab wisata budaya tak benda Indonesia (WBTbI) Gresik berlangsung meriah pada Senin, 16 Maret 2026. Sebanyak lima WBTbI yaitu,  Rabowekasan, Desa Suci, Kecamatan Manyar ; Malem Selawe Ramadan dan Kupat Ketheg, Desa Giri, Kecamatan Kebomas dan Pasar dan Lelang Bandeng Kawak, tradisi yang dipusatkan di pusat ekonomi di Gresik Kota Lama (GKL). Serta, Pencak Macan, Pesisir Kelurahan Lumpur, Kecamatan Gresik.

Kirab WBTbI kali pertama ini dilepas oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad didampingi Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif ; Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir; Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution, Perwakilan dari Kodim 0817/Gresik serta Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman berlangsung meriah.

Start depan Gedung Nasional Indonesia (GNI) Jalan Panglima Sudirman, lima tradisi seni, budaya dan kuliner khas Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik ini finish di Pendapa Rumah Dinas Bupati Gresik di Alun-Alun Gresik Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik. Sepanjang rute kirab warga berjubel. 

Kirab awalnya berlangsung tertib. Sejumlah penampilan tari Kupat Ketheg dan Pencak Macan menyita perhatian warga. Namun, perjalanan kirab berlangsung riuh ketika Kirab Bandeng Kawak yang berjumlah tiga ekor. Dalam kirab panitia mengklaim menyiapkan seribu ekor ikan bandeng. 

Ribuan ekor bandeng dimasukkan dalam wadah. Bandeng itu rencananya digunakan untuk udik-udikan. Akan tetapi, antusiasme warga yang sangat tinggi, langsung “menyerbu” bandeng. Warga pun saling dorong. Untuk tidak ada yang terluka dalam udik-udikan ikan bandeng itu. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi