Lestarikan Pesisir Pesusukan, Lumpur, Polda Jatim Tanam 10 Ribu Mangrove

GRESIK,1minute.id – Ancaman Rob masih menghantui masyarakat di pesisir Gresik. Antara lain, warga Kelurahan Lumpur, Kecamatan/ Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Kondisi itu, membuat Polda Jatim turun tangan. Di Hari Lingkungan Hidup 2024, Polda Jatim dan Polres Gresik menggelar penanaman pohon mangrove pada Jumat, 20 Desember 2024.

Penanaman 10 ribu pohon manggrove dipusatkan kawasan pesisir Pesusukan, Kelurahan Lumpur Kabupaten Gresik. Program pelestarian ekosistem pesisir sekaligus mendukung Program Asta Cita Presiden ke-8 Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin menyampaikan, program ini merupakan wujud nyata dukungan terhadap Program Asta Cita, khususnya dalam bidang pelestarian lingkungan dan pengelolaan sumber daya kelautan.

“Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kelestarian lingkungan pesisir dan mendukung keberlanjutan ekosistem laut. Kami juga mengajak masyarakat, terutama nelayan, untuk bersama-sama menjaga ekosistem pesisir yang menjadi sumber kehidupan mereka,” ujar Kombes Pol Arman.

Selain Arman kegiatan peduli lingkungan ini dihadiri sejumlah pejabat tinggi, di antaranya Irwasda Polda Jatim Kombes Pol Ary Satriyan, Dirpolairud Polda Jatim Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin, Kadisminpers Koarmada II Letkol Laut Totok Irianto dan Plt Kadis Perikanan Kabupaten Gresik, A. Wicaksono serta tokoh masyarakat lainnya. 

Senada, Kombes Pol Ary Satriyan menegaskan pentingnya pelestarian lingkungan sebagai warisan bagi generasi mendatang. Ia juga mengajak masyarakat, khususnya nelayan, untuk aktif menjaga keberlanjutan sumber daya alam laut.

“Mari bersama-sama mendukung Program Bapak Presiden H. Prabowo Subianto dalam menciptakan Indonesia yang maju dan ramah lingkungan,” Ucapnya

Sementara, Kapolres Gresik AKBP Arief Kurniawan, juga menekankan manfaat strategis dari penanaman mangrove ini. Menurutnya, selain mencegah abrasi, mangrove berperan penting dalam penyerapan karbon, melindungi habitat biota laut, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

“Kami berharap program ini tidak hanya berdampak lokal, tetapi juga menjadi model pelestarian lingkungan untuk daerah-daerah lain di Indonesia,” kata AKBP Arief.

Penanaman pohon mangrove di Dusun Pesusukan ini adalah bentuk kolaborasi nyata antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian alam. Langkah ini tak hanya menjadi solusi ekologis, tetapi juga mempertegas komitmen bersama untuk mewujudkan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan bagi Indonesia. (yad)

Lestarikan Pesisir Pesusukan, Lumpur, Polda Jatim Tanam 10 Ribu Mangrove Selengkapnya

DLH Gresik dan Pegadaian, MengEMASkan Indonesia, Tanam Pohon di Home Base Gresik United di Stadion G-JOS 

GRESIK,1minute.id – PT Pegadaian, sponsor utama Liga 2 melakukan aksi penanaman pohon mangga di Stadion Gelora Joko Samudro atau G-JOS pada Jumat, 6 Desember 2024.

Ada puluhan pohon yang di tanam di kompleks home base Gresik United yang berada di Jalan Veteran, Desa Segoromadu, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur ini.

Penanaman puluhan pohon mangga bagian dari komitmen perusahan yang memiliki slogan baru “MengEMASkan Indonesia” untuk menjaga kelestarian dan mengurangi gas karbondioksida atau CO² di Kota Industri-sebutan lain- Kabupaten Gresik ini.

Gerakan penanaman pohon ini dilakukan dengan kolabarasi bersama Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Gresik ; PT Liga Indonesia Baru atau LIB, manajemen Gresik United atau GU, suporter GU, Ultras Gresik dan pelajar. Aksi nyata peduli lingkungan ini yang dilakukan oleh Pegadaian Wilayah Cabang 12 Surabaya.

Mengapa menanam pohon mangga? Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gresik Sri Subaidah mengatakan, ada beberapa manfaat yang akan didapatkan dengan menanam pohon produktif. Pertama, pohon mangga ini baik untuk mengurangi gas emisi karbondioksida atau CO². 

“Tadi saya melihat keinginan dari Pegadaian ini mengurangi emisi karbon. Dengan adanya penanaman ini kami berharap gas karbondioksida semakin turun,” katanya. Selain menurunkan gas CO² di Kota Industri-sebutan lain-Kabupaten Gresik, penanaman pohon mangga memiliki manfaat ekonomis. 

“Nanti, masyarakat atau suporter bisa memanen hasilnya,” katanya. Untuk bisa memberikan manfaat ini, Sri Subaidah mengajak suporter GU, Ultras Gresik untuk ikut merawat. “Jadi setelah ditanam, Saya juga minta untuk dirawat,” katanya. Selain itu, penanaman pohon ini bisa menjaga kandungan air. 

Manfaat lain dari penanaman pohon ini, ia melanjutkan cakupan ruang terbuka hijau atau RTH di Gresik meningkat. “Saat ini, RTH masih 10,11 persen. Ini kurang seharusnya 30 persen (10 persen privat, dan 20 persen di tempat umum),” ujarnya. Sri Subaidah sudah memiliki solusi menambah cakupan RTH. ” Untuk izin kawasan perumahan, atau industri di siteplan kami sudah syaratkan 20 persen untuk RTH,” katanya.

Bagaimana kawasan perumahan atau industri yang lama dan tidak memiliki lahan untuk penghijauan, katanya, telah didorong untuk melakukan penanaman pohon di Stadion G-JOS.

Stadion G-JOS adalah aset Pemerintah Kabupaten Gresik. Stadion yang sudah standar FIFA masih terasa gersang. Stadion ini menjadi home base tim Laskar Joko Samudro, julukan Gresik United yang sedang berlaga di Pegadaian Liga 2. Saat ini, Gresik United nangkring di posisi 3 di grup C. 

Perwakilan Pegadaian Wilayah Cabang 12 Surabaya Fajar Yuliatmoko mengatakan, penanaman pohon ini salah satu konsern perusahaan untuk turut menjaga kelestarian lingkungan. Penanaman pohon dilakukan di sejumlah tempat ini bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan atau TJSL.

“Harapan kami, penanaman pohon ini bisa berdampak baik terhadap di lingkungan perusahaan, lingkungan sekitar penanaman pohon  sehingga menikmati hasilnya karena adanya perubahan iklim yang cukup signifikan ini,” kata Fajar. (yad)

DLH Gresik dan Pegadaian, MengEMASkan Indonesia, Tanam Pohon di Home Base Gresik United di Stadion G-JOS  Selengkapnya

Melongok Desa Tawangargo, dulu bernama Desa Sumbersari, Berkat Program TAMENG Petrokimia Gresik kini Jadi Pusat Hortikultura Modern, Ramah Lingkungan

GRESIK,1minute.id – Desa Tawangargo, salah satu desa di Kecamatan Karangploso, Kabuparen Malang, Jawa Timur. Topografi desa yang berbatasan dengan Kota Batu ini terletak di dataran tinggi dengan ketinggian 700 – 1.000 meter di atas permukaan air laut atau mdpl. 

Desa Tawangargo dulu bernama Desa Sumbersari dikarenakan desa ini memiliki sumber (mata air) yang besar.  Desa Tawangargo memiliki luas wilayah keseluruhan sebesar 617,120 hektar terbagi menjadi enam dusun, yaitu, Dusun Suwaluhan ; Kalimalang ; Leban ; Ngundi ; Lasah ; dan Boro. 

Desa ini memiliki Potensi alam yang ciamik untuk pertanian dan perkebunan. Kini, Desa Tawangargo telah bertransformasi menjadi pusat hortikultura modern dan ramah lingkungan. 

Melalui program Tawangargo Smart-Eco Farming Village (TAMENG) desa ini tidak sekadar menjadi sentra penghasil tanaman hortikultura, tapi juga model masa depan pertanian berkelanjutan di Indonesia.

Program inovatif ini merupakan bagian dari Tanggung Jawa Sosial dan Lingkungan (TJSL) Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia.

“Program TAMENG awalnya merupakan solusi peningkatan produktivitas hortikultura dengan pendekatan Climate Smart Agriculture. Keberhasilan tahap awal ini terus memotivasi kami untuk mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru di program TAMENG. Kami bersama petani binaan berkomitmen menjadikan Tawanggargo sebagai sentra hortikultura modern dan ramah lingkungan,” ujar Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo pada Selasa, 26 November 2024

Ia menjelaskan, beberapa inovasi ramah lingkungan terbaru yang dijalankan di program TAMENG antara lain penggunaan solar cell dengan kapasitas 1.000 Watt peak (Wp). Energi ramah lingkungan ini menggunakan enam panel surya dan empat baterai yang mampu menghidupkan berbagai alat dan mesin pertanian (alsintan).

“Dalam kegiatan program TAMENG, kami mendorong penggunaan energi terbarukan dengan mengganti sumber energi listrik dengan sumber energi yang berasal dari matahari untuk kegiatan pertaniannya dalam mengoperasikan sejumlah alat, diantaranya pompa air, water drip, sprinkle dan lainnya,” ujar Dwi Satriyo.

Inovasi ramah lingkungan berikutnya, Petrokimia Gresik juga melengkapi TAMENG dengan rumah pengolahan limbah pertanian. Rumah ini mampu memproduksi pupuk organik cair dan agensia hayati yang dapat dimanfaatkan untuk budidaya pertanian. Pupuk ini diproduksi dari limbah-limbah pertanian.

Terakhir, hasil pertanian yang ada di TAMENG mampu dikelola menjadi produk hilir, yaitu mi sayur. Mi yang dapat dimasak menjadi berbagai menu masakan dibuat dari bahan baku sayuran yang dibudidayakan dalam TAMENG. Cocok untuk vegetarian.

“Saya juga sangat mengapresiasi pemanfaatan paving berbahan baku Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) yang diambil dari pabrik Petrokimia Gresik. Inovasi ini mampu memanfaatkan sisa produksi menjadi produk bernilai tambah,” ujarnya.

Sementara pada pembinaan TAMENG, Petrokimia Gresik juga mengimplementasikan Smart Precision Farming sebagai salah satu upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Petrokimia Gresik mendorong regenerasi petani dengan membuat iklim tani yang lebih modern. Selain itu, membangun kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memberikan edukasi yang dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para petani.

Berikutnya, Petrokimia Gresik juga membimbing petani untuk mampu mengadopsi berbagai teknologi terkini seperti Internet of Things (IoT), sistem drip dan alat uji tanah yang telah terbukti mampu mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan mempermudah pekerjaan para petani. Implementasi teknologi ini juga telah menarik minat para petani muda untuk terjun dan berkontribusi dalam dunia pertanian.

“Program ini telah mendapatkan banyak apresiasi dari stakeholder di level nasional. Karena dinilai mampu menciptakan kemandirian ekonomi bagi petani, serta memberikan dampak baik yang berkelanjutan,” tutup Dwi Satriyo. (yad)

Melongok Desa Tawangargo, dulu bernama Desa Sumbersari, Berkat Program TAMENG Petrokimia Gresik kini Jadi Pusat Hortikultura Modern, Ramah Lingkungan Selengkapnya

Jaga Kualitas Udara, DLH Gresik Pasang 10 Alat Pemantau Kualitas Udara Real-time

GRESIK,1minute.id – Ribuan industri skala kecil hingga besar berdiri di Kabupaten Gresik sehingga mendapatkan julukan sebagai Kota Industri. Bagaimana upaya Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Gresik menjaga kualitas udara agar tetap baik. Di antaranya, pemasangan Air Quality Monitoring System atau AQMS. 

AQMS merupakan sistem pemantau kualitas udara yang bekerja secara real-time,  selama 24 jam non stop. Untuk mengetahui tingkat pencemaran udara, AQMS menggunakan berbagai jenis sensor untuk mengukur parameter kualitas udara. Seperti PM10, PM2.5, SO2, NO2, O3, HC, dan CO. 

Data yang terkumpul kemudian di proses secara otomatis oleh sistem untuk menghasilkan informasi yang relevan dan akurat. Saat ini di Kabupaten Gresik terdapat 10 titik alat pemantau kulitas udara dimana lokasinya tersebar dibeberapa wilayah di Kabupaten Gresik.

Sepuluh titik alat pemantau kualitas udara itu, yakni,  AQMS milik Pemkab Gresik di Kantor Kecamatan Gresik, Kantor Kecamatan Cerme, Kantor Kecamatan Panceng, Kantor Kecamatan Driyorejo, Kantor Kecamatan Wringinanom, area Terminal Bunder.

Kemudian, AQMS di area Kantor Bupati Gresik yang merupakan hasil kerjasama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dengan Pemkab Gresik. Serta AQMS di Kawasan Industri Gresik, Maspion Industrial Estate dan PT. Freeport Indonesia yang merupakan hasil kerjasama Pemkab Gresik bersama perusahaan.

Kepala DLH Gresik Sri Subaidah, mengungkapkan bahwa keberadaan AQMS sangat membantu pihaknya dalam memantau kualitas udara secara langsung. “Kalau ada wilayah yang kualitas udaranya menurun, kami bisa langsung turun ke lapangan untuk memetakan penyebabnya dan mencari solusi dengan cepat,” ujarnya kepada wartawan pada Senin, 25 November 2024.

Selain pemantauan udara, DLH Gresik juga memiliki berbagai program untuk meningkatkan kualitas lingkungan. Program-program tersebut meliputi pemantauan emisi usaha, uji emisi kendaraan, penegakan hukum lingkungan, hingga sosialisasi dan edukasi bagi pelaku usaha terkait pengelolaan dampak emisi.

Dalam rangka memperluas ruang terbuka hijau atau RTH, DLH Gresik juga gencar melakukan penanaman pohon, pengembangan taman kota, serta kolaborasi dengan berbagai pihak untuk penghijauan, termasuk penanaman mangrove. Upaya ini bertujuan untuk memenuhi ketentuan RTH sesuai regulasi.

DLH Gresik juga berkomitmen untuk mengurangi aktivitas pembakaran sampah dengan menyediakan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dan TPS 3R (Reuse, Reduce dan recycle). “Kami ingin meminimalisir pembakaran sampah oleh masyarakat dengan memberikan solusi pengelolaan sampah yang lebih baik,” tambah Sri Subaidah.

Dengan berbagai upaya tersebut, Kabupaten Gresik menunjukkan bahwa industrialisasi dapat berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan. Keberadaan AQMS dan berbagai program pendukung DLH menjadi bukti nyata komitmen Gresik dalam menjaga kualitas udara. (yad)

Jaga Kualitas Udara, DLH Gresik Pasang 10 Alat Pemantau Kualitas Udara Real-time Selengkapnya

Aksi Nyata Kelompok Tani Selamatkan Lingkungan Bersama BRI Menanam-Grow & Green, Pulihkan 150 Hektar Hutan Bekas Tambang

BOGOR1minute.id – Rasman dan Kelompok Tani Hutan atau KTH Pabangbon menjadi garda terdepan menjaga alam di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Perjuangan Rasman dan anggota KTH itu tidak mudah. Butuh kerja ekstra keras. 

Mereka tersadar ketika lahan yang memberinya kehidupan, bertahun-tahun terus mengalami kerusakan. Rusaknya sebagian lahan hutan di kawasan Desa Malasari diakibatkan adanya aktivitas tambang warga.

Rasman mengakui bahwa dulu dirinya merupakan bagian dari penambang. Dia baru menyadari ketika alam yang dirawat sejak zaman nenek moyang terus mengalami kerusakan akibat aktivitas yang dilakukannya. Kesadaran itu kemudian membuatnya berhenti dan berganti mata pencaharian sebagai petani. Dia hanya ingin mengobati hutan yang selama ini telah dirusaknya.

“Kami dulu bagian dari penambangan di hutan. Sekarang kami sadar bahwa hutan di wilayah kami semakin rusak sehingga perlu kembalikan lagi fungsinya,” kata Rasman. Kerja keras lebih dari setahun terakhir mulai membuahkan hasil. Rasman mampu merangkul sejumlah warga untuk bergabung sebagai kelompok tani hutan.

Upaya Rasman merangkul para warga agar melepas dari aktivitas tambang cukup berhasil. Salah satunya dengan memanfaatkan peluang dari pemerintah melalui Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Perhutanan Sosial pada Kawasan Hutan dengan Pengelolaan Khusus. 

Aturan ini juga semakin diperkuat dengan lahirnya Peraturan Presiden Nomor 28 Tahun 2023 tentang Perencanaan Terpadu Percepatan Pengelolaan Perhutanan Sosial. Melalui perhutanan sosial ini, Rasman dan anggota KTH Pabangbon akhirnya berhasil mendapat kesempatan mengelola 150 hektar lahan. Total kini terdapat 167 orang anggota tergabung dalam KTH.

Ketika semua harapan mulai berjalan, Rasman mengakui kelompok yang dipimpinnya memiliki keterbatasan pengetahuan terkait tanaman. Sampai akhirnya mereka bertemu dengan Yayasan Bakau Manfaat Universal atau BakauMU  bersama BRI Peduli.

Melalui kolaborasi dengan BRI Peduli dan Yayasan BakauMU, perlahan KTH Pabangbon semakin bertumbuh dan memiliki kegiatan usaha yang lebih terorganisir. Kehadiran BRI dan BakauMU tidak hanya memberikan bantuan, keduanya juga terjun langsung memberikan edukasi dan pendampingan setiap harinya.

Ketua Yayasan BakauMU Muhammad Nasir, mengungkapkan bahwa penanaman pohon di lahan kritis perlu dilakukan karena dapat mencegah erosi dan longsor, memulihkan kesuburan tanah, meningkatkan penyerapan air. Selain itu, penanaman pohon juga mengurangi emisi karbon dan mengatasi perubahan iklim serta meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial. Hutan di Desa Melasari ini merupakan lokasi ke 14 yang sudah dijalankan sejak 2023 lalu melalui program BRI Menanam-Grow & Green.

“Kami memang memfokuskan terhadap pemulihan lahan kritis. Harapannya bisa membantu memulihkan fungsi dari hutan dan pada akhirnya mengurangi emisi karbon dan mengatasi perubahan iklim serta membantu perekonomian anggota kelompok,” kata Nasir.

BRI Peduli selaku payung dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) telah menginisiasi program ‘BRI Menanam – Grow & Green’ berupa aktivitas-aktivitas yang mendukung upaya pemulihan ekosistem baik di laut maupun di darat.

Terkait dengan hal tersebut, Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto menjelaskan, bahwa BRI Menanam – Grow and Green diimplementasikan dalam berbagai aktivitas. Seperti ‘Grow & Green Mangrove’ yang merupakan program penanaman mangrove dan atau cemara laut sebagai upaya restorasi di daerah pesisir Indonesia.

Kemudian, ‘Grow & Green Reforestation’ yang merupakan penanaman pohon di lahan-lahan kritis, yang diutamakan pohon buah atau pohon produktif yang memberikan nilai ekonomis bagi masyarakat sekitar sekaligus pemberdayaan kelompok masyarakat di lokasi penanaman pohon.

Selain itu, ada pula ‘Grow & Green Coral Reef’ yang merupakan kegiatan transplantasi terumbu karang guna meningkatkan tutupan terumbu karang, menjaga ekosistem dan biodiversitas laut. Selanjutanya adalah ‘Grow & Green Biodiversity’ yang merupakan kegiatan penanaman pohon endemik sekaligus konservasi satwa yang dilindungi sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

“Hal ini adalah bentuk komitmen BRI dalam mendukung pembangunan dan pertumbuhan kinerja berkelanjutan yang berbasis Environment, Social and Governance (ESG). Program ini menjadi wadah untuk mewujudkan praktik pembangunan berkelanjutan yang memiliki tujuan untuk melestarikan lingkungan, menyerap karbon, memberdayakan masyarakat dan meningkatan perekonomian,” ungkap Catur. (yad)

Aksi Nyata Kelompok Tani Selamatkan Lingkungan Bersama BRI Menanam-Grow & Green, Pulihkan 150 Hektar Hutan Bekas Tambang Selengkapnya

Polwan Patroli Mengendarai Motor Listrik, Kapolres Gresik : Perubahan Kecil Berdampak Besar untuk Lingkungan

GRESIK,1minute.id – Ada pemandangan beda di jalanan Kota Gresik pada Selasa, 5 November 2024. Sejumlah polisi wanita alias Polwan Polres Gresik melakukan patroli menggunakan sepeda motor listrik. 

Mereka adalah anggota Satuan Polisi Lalu Lintas atau Satlantas Polres Gresik yang tergabung dalam “Srikandi Giri”. Terobosan anyar ini untuk menegaskan komitmen Polri dalam menjaga keamanan, tetapi juga menjadi pionir dalam mengkampanyekan gaya hidup ramah lingkungan di tengah masyarakat.

Kapolres Gresik AKBP Arief Kurniawan mengharapkan semakin banyak instansi dan masyarakat yang tergerak untuk menggunakan kendaraan listrik. Pemerintah daerah pun diharapkan dapat mendukung pengembangan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik agar semakin banyak masyarakat yang merasa nyaman beralih ke kendaraan ramah lingkungan.

“Patroli Srikandi Giri membuktikan bahwa perubahan kecil dapat membawa dampak besar. Dengan kesadaran dan tindakan nyata, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat untuk generasi mendatang. Mari bersama-sama wujudkan Gresik yang lebih hijau dan lestari,” ujar AKBP Arief Kurniawan. 

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Gresik AKP Derie Fradesca, mengungkapkan bahwa penggunaan kendaraan listrik dalam patroli merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan lestari.

“Kami ingin menunjukkan bahwa penegakan hukum dan kepedulian lingkungan bisa berjalan beriringan. Dengan kendaraan listrik, kami tidak hanya menjaga keamanan lalu lintas, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam mengurangi emisi gas buang yang menjadi penyebab utama polusi udara,” tegas AKP Derie.

Patroli Srikandi Giri bukan sekadar kegiatan rutin. Setiap perjalanan menjadi ajang edukasi bagi masyarakat. Para Polwan tak segan mengajak pengguna jalan untuk berdialog, membagikan tips berkendara aman, dan menjelaskan pentingnya menjaga lingkungan. 

Dengan ramah dan santun, mereka mensosialisasikan manfaat kendaraan listrik serta mengajak masyarakat untuk turut beralih ke kendaraan yang lebih ramah lingkungan. (yad)

Polwan Patroli Mengendarai Motor Listrik, Kapolres Gresik : Perubahan Kecil Berdampak Besar untuk Lingkungan Selengkapnya

Intensif Lakukan Mitigasi Bencana, Relawan Tangguh BRI Gelar Jamnas Tim Elang Relawan BRI di Sukabumi

SUKABUMI,1minute.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI semakin intens melakukan mitigasi bencana di Indonesia. Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB selama 9 bulan terakhir atau mulai Januari hingga September 2024 lebih kurang 1 300 kejaduan bencana di Indonesia.

Situasi ini mendorong BRI untuk mengintensifkan upaya mitigasi dan respons cepat terhadap dampak bencana, terutama dalam mendukung pemulihan ekonomi masyarakat.

Dalam rangka mendorong kapasitas dan kapabilitas dalam kedaruratan bencana, BRI menyelenggarakan kegiatan “Jambore Nasional Tim Elang Relawan BRI Tahun 2024” pada 25-27 Oktober 2024 di Sukabumi, Jawa Barat.

Tim Elang Relawan BRI sendiri merupakan Satuan Tugas Bencana yang beranggotakan pekerja BRI yang masih aktif dan tersebar di seluruh unit kerja BRI. Tujuan dibentuk Tim Elang adalah untuk membantu penanganan tanggap darurat bencana di seluruh wilayah Indonesia.

Dalam kegiatan ini, BRI berkolaborasi dengan berbagai pihak seperti Sekolah Relawan yang memberikan pembekalan tentang manajemen penanggulangan darurat bencana dan pertolongan pertama kegawatdaruratan. 

Tidak hanya mendapat pembekalan teori, para relawan juga diberikan pembekalan berupa simulasi bencana, pembinaan mental serta pembentukan karakter untuk menjadi relawan yang tangguh.

Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto sekaligus Pembina Tim Elang mengatakan bahwa kegiatan Jambore Nasional Tim Elang Relawan BRI 2024 bertujuan memberikan pembekalan dan pemahaman dasar tentang kedaruratan bencana sehingga para relawan bisa mendapatkan ilmu yang cukup untuk siap menjalankan tugas ketika bencana.

“Kegiatan ini sangat penting dilakukan dalam memberikan pembekalan bagi para relawan. Diharapkan, para relawan memiliki sikap Sigap, Tangkas, dan Cepat dalam menghadapi berbagai macam bencana alam maupun krisis,” ungkap Catur dalam arahannya kepada para Relawan sekaligus mengukuhkan Tim Elang Relawan BRI mulai dari Relawan Kantor Pusat dan Relawan dari 18 Regional Office BRI.

Catur menambahkan, prioritas penanganan bencana antara lain keselamatan jiwa pekerja dan keluarga, pengamanan operasional dan aset BRI, dan sinergi dalam pemberian bantuan BRI Group kepada masyarakat.

Dalam pelaksanaanya, Tim Elang Relawan BRI akan mencari dan mengumpulkan informasi terkait kejadian bencana alam, menginventarisir dampak bencana alam, menyusun kebutuhan di wilayah bencana. Selanjutnya, melaksanakan assessment terhadap kejadian bencana alam, melaksanakan tanggap darurat bencana alam dan menyusun laporan pasca bencana.

Pelaksanaan tanggap darurat bencana alam dapat dilakukan juga dengan kerjasama pihak ketiga, antara lain instansi pemerintah, lembaga sosial dan pihak pihak yang berkompeten lainnya.

“Semoga Tim Elang Relawan BRI bisa menjalankan tugas dan komitmennya dengan sebaik-baiknya dan kolaborasi dengan berbagai pihak juga terus dilakukan untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas bagi Relawan untuk mendapatkan pembekalan yang cukup,” imbuh Catur.

Di akhir kegiatan Jambore Nasional tersebut, Tim Elang Relawan BRI juga melaksanakan kegiatan Bakti Sosial berupa penyaluran bantuan sembako bagi warga di wilayah Sukabumi sebagai wujud kepedulian Tim Elang Relawan BRI bagi masyarakat sekitar. (yad)

Intensif Lakukan Mitigasi Bencana, Relawan Tangguh BRI Gelar Jamnas Tim Elang Relawan BRI di Sukabumi Selengkapnya

KBA Pekayon, Kampung Peraih Predikat Proklim Lestari yang Mengintegrasikan Inisiatif Empat Pilar

JAKARTA,1minute.id – Pekayon, salah satu kampung di Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Kampung yang memiliki luas wilayah sekitar 17 hektar itu dihuni sekitar 800 kepala keluarga atau sekitar 3.300 jiwa. Meski berada di tengah perkotaan dengan gedung-gedung menjulang tinggi, kampung Pekayon Bekasi yang terbagi dalam 11 rukun warga atau RW itu sangat asri. 

Aneka jenis tanaman tumbuh subur di lahan tanah maupun metode tanam hidroponik di setiap halaman rumah milik warga setempat. Siapa saja yang masuk ke kampung Pekayon Bekasi ini akan merasakan hawa sejuk. Segar karena banyak aneka tanaman yang tumbuh sekaligus teduh menghadirkan rasa segar dan nyaman bagi pernapasan kita.

Langkah warga Kampung Berseri Astra Pekayon Bekasi memberikan bukti pentingnya menjaga lingkungan sekaligus memberikan makna kepada generasi penerus tentang alam.

Sehingga Kampung Berseri Astra (KBA) Pekayon Bekasi, Provinsi Jawa Barat  memiliki tampilan berbeda dengan desa-desa atau kampung binaan PT Astra International Tbk. 

“Kampung Berseri Astra adalah salah satu inisiatif yang dijalankan perusahaan sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan masyarakat secara berkelanjutan. Astra terus berkomitmen mendukung aksi peduli lingkungan yang dilakukan Kampung Berseri Astra termasuk KBA Pekayon, Bekasi, Jawa Barat,” kata Riza Deliansyah, Chief of Corporate Affairs Astra.

Kampung Berseri Astra (KBA) sendiri adalah program pengembangan masyarakat berbasis komunitas yang mengintegrasikan inisiatif empat pilar program kontribusi sosial berkelanjutan Astra dalam satu komunitas kampung.

Per 2023, Astra telah membina 194 Kampung Berseri Astra (KBA) dan 78 di antaranya adalah Kampung ProKlim (Program Kampung Iklim). Inilah komitmen Astra untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam mitigasi perubahan iklim.

Selain itu, Astra memiliki 1.060 Desa Sejahtera Astra (DSA), yang bekerja sama dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat desa dalam pengembangan ekonomi pedesaan berbasis sumber daya lokal. 

Salah satu fokusnya adalah membina Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di KBA serta DSA yang berada di 34 provinsi Indonesia, dan telah menyandang prestasi berhasil melakukan ekspor. Antara lain sektor hasil pertanian seperti kopi, serta kerajinan atau cenderamata.

Sampai saat ini, KBA Pekayon, Bekasi yang terdiri dari sekira 800 Kepala Keluarga (KK) telah menorehkan sukses di sektor UMKM dengan memiliki lebih dari 50 unit UMKM aktif, dan terus bergerak mengawal kelestarian lingkungan yang dalam jangka panjang akan berguna bagi anak cucu atau generasi penerus.

Dibina Astra sejak 2015, Kampung Berseri Astra ini telah menerapkan edukasi Pola Hidup Bersih Sehat atau PHBS kepada warga sendiri mau pun sekitarnya. Kemudian, para ibu memiliki kegiatan membuat kain ecoprint atau pembuatan kain motif dedaunan dengan pewarna alami, tanpa menambahkan zat kimia sama sekali.

Selain itu dilakukan pengumpulan minyak jelantah untuk diolah menjadi lilin aromaterapi, kegiatan memilah sampah di mana sampah rumah tangga dikumpulkan untuk dibuat eco enzim atau pupuk cair non-kimiawi, sampai menggelar kegiatan wisata desa bertajuk Go Green Mini Tour KBA Pekayon Zona Hijau.

Tidak cukup sampai di situ, warga KBA Pekayon, Bekasi juga menggalakkan pemanfaatan lahan terbatas untuk ditanami aneka tumbuhan hias, tanaman konsumsi, sampai tanaman herbal di atap dan pekarangan rumah. 

Dari kegiatan ini, penghasilan warga ikut bertambah dengan produksi teh bunga telang, teh daun mint, jamu, serta beberapa kudapan, ditambah kain ecoprint yang dipasarkan dalam naungan UMKM. Hingga saat ini, KBA Pekayon memiliki sekira 50 UMKM yang aktif di KBA Pekayon yang memiliki kurang lebih 800 Kepala Keluarga (KK) ini.

Dalam program pengembangan masyarakat KBA Pekayon, dijalankan kampung berbasis komunitas khas Astra yang mengintegrasikan inisiatif empat pilar Public Contribution Roadmap. Yaitu Astra untuk Indonesia Sehat, Astra untuk Indonesia Cerdas, Astra untuk Indonesia Hijau, dan Astra untuk Indonesia Kreatif.

Di pilar Indonesia Sehat, KBA Pekayon dilengkapi Pos Pelayanan Terpadu (posyandu), dan Pos Pembinaan Terpadu (posbindu) yang dilakukan secara door to door secara berkesinambungan. Ditambah kegiatan rutin senam bersama.

Kemudian di pilar Indonesia Cerdas, KBA Pekayon sudah dilengkapi taman bacaan dan pemberian beasiswa dari Astra yang diseleksi secara ketat, sekaligus mendapatkan pembinaan sekolah sekitar agar bisa menjadi sekolah adiwiyata.

Berlanjut ke pilar Indonesia Hijau, sebagai kampung dengan predikat proklim lestari, kegiatan yang dilakukan warga KBA Pekayon mencakup mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan lingkungan, melalui kegiatan pembuatan kompos, bank sampah, penghijauan, energi terbarukan, kegiatan hemat energi dan penghijauan kota.

Dan untuk pilar Indonesia Kreatif, KBA Pekayon telah memiliki koperasi yang difungsikan sebagai wadah UMKM di lingkungan RW 08, 09, 10, sampai 11 untuk mempromosikan sekaligus menjual dagangan para pelaku UMKM. (yad)

KBA Pekayon, Kampung Peraih Predikat Proklim Lestari yang Mengintegrasikan Inisiatif Empat Pilar Selengkapnya

Puluhan Anggota GRRM Turun Gunung Bersih-bersih Musala di Manyar, Gresik

GRESIK,1minute.id – Puluhan anggota Komunitas Gerakan Resik-Resik Masjid (GRRM) memadati musala di Kalimireng, Desa Manyar Sidomukti, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada Ahad, 27 Oktober 2024.

Kedatangan mereka itu gotong-royong membersihkan tempat ibadah umat muslim itu. Kegiatan ini untuk menjaga kenyamanan dalam beribadah dan meningkatkan kebersihan lingkungan Musala dan Masjid.

Koordinator GRRM Gresik Slamet Achmad Sulaiman mengatakan, gerakan resik-resik masjid dan musala ini sudah dilakukan setahun terakhir ini. Peserta aksi peduli kebersihan tempat ibadah umat muslim ini berasal dari Surabaya, Gresik, Mojokerto, Jombang, Malang, Sidoarjo. 

Pada Ahad, 27 Oktober 2024 ini, kegiatan bersih-bersih dipusatkan di musala di Kalimireng, Desa Manyar Sidomukti, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Mereka mengepel lantai, membersihkan pernak pernik yang bera di dalam musala. “Ada dua musala. Semoga gerakan resik-resik Masjid tetap Istiqomah di jalur ini,” kata Slamet Achmad Sulaiman. 

Kepala Desa Manyar Sidomukti Chasin mengatakan semoga kegiatan masjid ini menjadi ladang pahala bagi kita bersama. Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada GRRM atas kegiatan resik – resik. “Semoga gerakan – gerakan masjid ini bisa menjadi ladang pahala bagi rekan – rekan. Dan, bisa memberikan nilai positif untuk semuanya atas kontribusi kepada masyarakat khusunya warga Manyar,” jelasnya. (yad)

Puluhan Anggota GRRM Turun Gunung Bersih-bersih Musala di Manyar, Gresik Selengkapnya

Terapkan Industri Hijau, Petrokimia Gresik Hemat Energi setara Rp 41 Miliar, Turunkan GRK 750 Ribu Ton CO²

GRESIK,1minute.id – Menteri Perindustrian Republik Indonesia atau Menperin Agus Gumiwang memberikan apresiasi kepada Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia atas penerapan industri hijau di perusahaan.

Menperin Agus Gumingan yang menyerahkan langsung penghargaan industri hijau kepada Petrokimia Gresik di ajang “Annual Indonesia Green Industry Summit atau AIGIS 2024” di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Direktur Utama Petrokimia GresikDwi Satriyo Annurogo menjelaskan bahwa, program industri hijau saat ini sudah menjadi instrumen penting bagi daya saing produk yang dihasilkan perusahaan. Untuk itu, ia menyampaikan terima kasih atas apresiasi yang diberikan Menperin.

“Petrokimia Gresik dalam menjalankan operasional bisnisnya selalu berpedoman pada prinsip-prinsip industri hijau yang berkelanjutan. Alhamdulillah komitmen kami dalam transformasi industri hijau mendapatkan apresiasi dari Menperin Bapak Agus Gumiwang. Penghargaan ini akan memperkuat komitmen kami dalam upaya mengurangi emisi industri, penghematan energi, adopsi teknologi yang ramah lingkungan, dan program industri hijau lainnya,” ujar Dwi Satriyo di Gresik pada Senin, 30 September 2024.

Ia menambahkan, Petrokimia Gresik memiliki sejumlah program dalam transformasi industri hijau. Antara lain melakukan efisiensi energi dengan sejumlah inovasi di pabrik dan pengelolaan limbah sesuai dengan peraturan yang dipersyaratkan Pemerintah. Kemudian penghematan konsumsi air, efisisensi energi, program dekarbonisasi, smart eco green warehouse, penggunaan kendaraan elektrik, produk-produk ramah lingkungan dan lainnya.

Adapun, kontribusi positif Petrokimia Gresik untuk Indonesia dalam mengimplementasi program-program tersebut mampu menghasilkan diantaranya proses produksi menjadi lebih efektif dan efisien yang terukur. Rinciannya penurunan energi setara dengan Rp 41 miliar/tahun. Kemudian proses produksi Petrokimia Gresik mampu menurunkan Gas Rumah Kaca atau GRK sebesar 719.932,03 ton CO²/tahun.

“Program lingkungan yang selama ini dijalankan sekaligus menjadi dukungan nyata Petrokimia Gresik terhadap program Net Zero Emission yang ditarget tahun 2060,” tandas Dwi Satriyo.

Tidak hanya itu, kontribusi Petrokimia Gresik berikutnya, yaitu efisiensi penggunaan air sebesar 2.960.360 m³/tahun penghematan bahan baku dengan mengoptimalkan pemanfaatan limbah sebanyak 1.609.000 ton/tahun. Serta, produk Urea Petrokimia Gresik juga telah mendapatkan Environmental Product Declaration atau EPD.

“Petrokimia Gresik sebelumnya juga telah mendapatkan Proper Emas tiga kali berturut-turut dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Capaian ini tentu akan sangat memotivasi Petrokimia Gresik untuk terus meningkatkan komitmen dan kualitasnya dalam pengelolaan lingkungan,” pungkas Dwi Satriyo.

Sementara itu, Petrokimia Gresik mendapatkan penghargaan Industri Hijau di ajang AIGIS ini untuk komoditas Industri Amonia dan Industri Pupuk Urea, Pupuk SP-36 dan Pupuk Amonium Sulfat ZA. Disampaikan Dwi Satriyo, capaian ini tidak lepas dari dukungan karyawan yang sangat peduli dengan perubahan positif perusahaan.

“Saat ini sekitar 90 persen karyawan Petrokimia Gresik merupakan milineal dan gen Z. Mereka sangat agile dan aware untuk perubahan lebih baik. Hal inilah yang menjadi peluang dan katalis bagi Petrokimia Gresik untuk mengelola perusahaan dengan wawasan lingkungan,” ungkap Dwi Satriyo.

AIGIS sendiri merupakan ajang perdana diselenggarakan Kemenperin bertujuan untuk memperkuat komitmen nasional dalam mengurangi emisi industri, mendorong adopsi teknologi ramah lingkungan, dan menciptakan ekosistem bisnis yang berkelanjutan melalui kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, asosiasi, mitra, dan NGO. Perusahaan-perusahaan yang mendapatkan penghargaan bisa menjadi contoh bagi seluruh industri di Indonesia untuk terus dapat berinovasi dan berkontribusi dalam menciptakan masa depan yang berkelanjutan. (yad)

Terapkan Industri Hijau, Petrokimia Gresik Hemat Energi setara Rp 41 Miliar, Turunkan GRK 750 Ribu Ton CO² Selengkapnya