Wabup Asluchul Alif Bersihkan Pesisir Pantai Gresik, Sejam Kumpulkan Sampah 628 Kilogram 

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif melakukan aksi bersih-bersih pesisir pantai Gresik. Pesisir pantai mulai Kelurahan Lumpur hingga Kelurahan Kroman. Aksi peduli lingkungan ini untuk menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia.

Menurut Asluchul Alif semangat nasionalisme yang tidak hanya diwujudkan melalui simbol, tetapi juga lewat aksi nyata. “Semangat nasionalisme tidak hanya ditunjukkan melalui simbol, tetapi juga lewat aksi konkret seperti menjaga kebersihan dan kelestarian alam,” ujar dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif pada Jumat, 8 Agustus 2025.

Sebelumnya, ia membagikan bendera merah putih secara simbolis kepada  peserta kegiatan kegiatan Jumat bersih tersebut. Peserta kegiatan peduli lingkungan ini antara lain kelompok masyarakat nelayan, termasuk ASN Pemkab Gresik, warga sekitar pelabuhan, serta perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah pesisir.

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Gresik menyiapkan  10 ribu bendera merah putih kepada masyarakat sebagai bagian dari semangat peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik Sri Subaidah menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya bersifat simbolis. Namun menjadi upaya memotivasi masyarakat agar peduli terhadap lingkungan dan menjadikannya budaya yang dilakukan secara rutin.

“Kami berharap kegiatan bersih-bersih ini bisa menjadi budaya masyarakat Gresik, terutama di wilayah pesisir. Dampaknya sangat besar dalam menjaga kebersihan dan kelestarian laut serta pantai,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar dalam merayakan HUT RI tidak perlu menciptakan timbunan sampah berlebihan. Hal ini disampaikannya saat melihat tumpukan sampah yang cukup besar di lokasi kegiatan. “Dalam sejam pelaksanaan aksi ini, telah terkumpul 628 kg sampah. Kami berharap warga bisa merayakan Hari Kemerdekaan dengan penuh sukacita, namun tetap menjaga lingkungan dan tidak menimbulkan sampah,” tambah Sri Subaidah. (yad)

Wabup Asluchul Alif Bersihkan Pesisir Pantai Gresik, Sejam Kumpulkan Sampah 628 Kilogram  Selengkapnya

Green Team SMABOM Studi Tiru  Kantin Halal dan Zero Waste ke UPT SMP Negeri 2 Gresik 

GRESIK,1minute.id – Sebanyak lima guru SMA Negeri 1 Kebomas (SMABOM) melakukan studi tiru ke UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik pada Rabu, 30 Juli 2025. Lima guru tergabung Green Team SMABOM itu belajar tentang  Kantin Halal dan Zero Waste yang diterapkan di sekolah berada berlokasi di Jalan KH. Kholil, Gresik. 

Kantin Halal di Spenda adalah pioner di lembaga pendidikan di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik karena telah mengatongi sertifikat halal dikeluarkan oleh Komite Fatwa Produk Halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Kementerian Agama (Kemenag) itu tertanggal 20 Juni 2023. Selain sertifikat halal, kantin sekolah juga telah mengantongi nomor induk berusaha (NIB).Sedangkan, Zero Waste telah diterapkan di sekolah penyandang Adiwiyata tersebut. 

Rombongan Green Team SMABOM yang dipimpin oleh M.Alil Himah, guru Sarana dan Prasarana disambut oleh Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim. Dalam ruang pertemuan, mendapatkan pemaparan sekolah bersih dan kantin halal dari Sumiarsih, pembina Kelompok Cinta Lingkungan (KCL) Spenda.

“Kami terharu, karena SMABOM melakukan studi tiru ke sekolah kami. SMABOM bermitra dengan Spenda,” kata Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim melalui pesan WhatsApp pada Rabu, 30 Juli 2025. Dalam studi tiru ini, Sumiarsih, pembina Kelompok Cinta Lingkungan (KCL) Spenda menjlentrehkan bagaimana sekolah membiasakan siswa dan guru untuk mengurangi sampah di kantin dengan menerapkan praktik pengelolaan sampah yang efektif.

Beberapa langkah yang dilakukan oleh Spenda, antara lain, Mengurangi Penggunaan Plastik sekali pakai dengan mengganti peralatan makan sekali pakai dengan alternatif ramah lingkungan, seperti wadah makanan stainless steel atau botol minum reusable.

Berikutnya, Mengelola Sampah dengan memisahkan  sampah organik dan anorganik, dan siapkan tempat sampah terpisah di kantin. Sampah organik dapat diolah menjadi biogas atau kompos, sedangkan sampah anorganik dapat didaur ulang. Langkah berikutnya,  Menerapkan Sistem Pengembalian Wadah yakni siswa dapat mengambil makanan dalam wadah khusus dan mengembalikannya ke kantin setelah selesai makan.

Menggunakan Wadah Makanan yang Dapat Digunakan Berulang*: Kantin dapat menyediakan makanan dalam wadah besar dan siswa dapat membawa wadah mereka sendiri untuk mengambil makanan.

Berikutnya, Menghemat Energi dan Air yakni memasang poster edukatif tentang pentingnya menghemat energi dan air, serta matikan lampu dan perangkat elektronik saat tidak digunakan.

“Program Zero Waste Kantin di UPT SMP Negeri 2 Gresik, di mana kantin sekolah telah menerapkan sistem pengelolaan sampah yang efektif dan Meniadakan penggunaan plastik sekali pakai. Mereka juga menyediakan air minum sehat dan menggalakkan siswa untuk membawa botol minum sendiri,” terang Salim. (yad)

Green Team SMABOM Studi Tiru  Kantin Halal dan Zero Waste ke UPT SMP Negeri 2 Gresik  Selengkapnya

Teguhkan Komitmen Pelestarian Lingkungan, Pemkab Gresik Gelar Nawa Karsa Award  Gresik Pesona 2025

GRESIK,1minute.id – Panggung PetroNite Fest 2025 terasa lebih meriah pada Rabu malam, 2 Juli 2025. Sebab, malam itu Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik bersinergi dengan Petrokimia Gresik menggelar puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Nawa Karsa Award Pesona Gresik.

Hadir di dua event yang menjadi simbol kuat komitmen Kabupaten Gresik terhadap pelestarian lingkungan dan kolaborasi lintas sektor yang semakin solid itu antara lain, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob. 

Mengusung tema global “Hentikan Polusi Plastik”, kegiatan ini tidak hanya menjadi seremoni simbolik, tetapi menjadi representasi aksi nyata dan kolaborasi lintas sektor dalam satu gerakan bersama menyelamatkan lingkungan.

Pada awarding itu, Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, mendapatkan tiga apresiasi sekaligus dari Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani atas konsistensinya dalam pengelolaan lingkungan.

Tiga apresiasi yaitu, Petrokimia Gresik dinobatkan sebagai salah satu perusahaan yang memiliki komitmen kuat dalam mendukung Program Kampung Iklim (Proklim) dan berhasil mendapatkan penghargaan Gold pada Kompetisi Bina Industri Ramah Lingkungan (Brilian). Selain itu, Petrokimia Gresik juga mendapatkan apresiasi sebagai Pengelola Ekosistem Mangrove Berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa lingkungan hidup menjadi pilar penting dalam pembangunan daerah. “Gresik memiliki Nawa Karsa, sebuah road map arah pembangunan daerah. Salah satu yang menjadi nafas utama adalah Pesona Gresik. Program yang menyentuh langsung kepedulian terhadap lingkungan hidup,” ujar Gus Yani, sapaan akrab Fandi Akhmad Yani.

Ia melanjutkan bahwa penghargaan ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo dalam prioritas pembangunan lingkungan. “Kami ingin mendorong kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dalam menyelamatkan lingkungan. Petrokimia Gresik Grup adalah mitra strategis kami dalam misi ini,” ujarnya.

Dalam rangkaian acara tersebut, Petrokimia Gresik juga menyerahkan secara simbolis 3.000 bibit mangrove kepada Pemerintah Kabupaten Gresik sebagai bentuk kontribusi dalam rehabilitasi kawasan pesisir.

Sementara itu, Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob menyampaikan terima kasih atas apresiasi yang diberikan Bupati Gresik dalam program “Nawa Karsa Award Pesona Gresik Tahun 2025”. Menurutnya, apresiasi ini akan memperkuat komitmen Petrokimia Gresik dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

“Petrokimia Gresik berkomitmen penuh dalam menjaga kelestarian lingkungan. Komitmen ini diwujudkan melalui berbagai inovasi dalam pengelolaan lingkungan, yang telah dibuktikan dengan perolehan PROPER Emas selama empat tahun berturut-turut sejak tahun 2021. Penghargaan dan apresiasi Bupati Gresik ini mencerminkan standar tinggi dalam pengelolaan lingkungan yang diterapkan perusahaan,” tandasnya.

Daconi menambahkan, Petrokimia Gresik memiliki program rutin pengelolaan lingkungan. Selain itu, perusahaan juga melakukan berbagai aksi nyata dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini. Aksi-aksi ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi aktif perusahaan dalam mendukung pencapaian Zero Waste and Zero Emission yang dicanangkan pemerintah.

Beberapa aksi yang telah dilakukan Petrokimia Gresik pada momen Hari Lingkungan Hidup tahun ini, antara lain aksi dekarbonisasi dan forestasi mangrove di Pusat Restorasi dan Pembelajaran Mangrove (PRPM) Mengare dengan menanam sebanyak 5.300 bibit mangrove.  Kemudian kampanye pengurangan penggunaan plastik sekali pakai di pasar, serta kegiatan uji emisi gratis untuk kendaraan masyarakat sekitar perusahaan berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. (yad)

Teguhkan Komitmen Pelestarian Lingkungan, Pemkab Gresik Gelar Nawa Karsa Award  Gresik Pesona 2025 Selengkapnya

Petrokimia Gresik Sinergi DLH Gresik Tanam Ribuan Bibit Mangrove di PRPM Bungah

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia menyerahkan 5.300 bibit mangrove kepada Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Gresik.

Bantuan ribuan bibit mangrove untuk peringatan “Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025” ini ditanam di Pusat Restorasi dan Pembelajaran Mangrove (PRPM) Mengare yang berada di Desa Tanjungwidoro, Kecamatan Bungah, Gresik, Jawa Timur sebagai upaya perusahaan mendukung dekarbonisasi dan mencegah abrasi pantai untuk menyelamatkan ekosistem laut dan pesisir. 

Terpisah, Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menegaskan, bahwa Petrokimia Gresik yang merupakan perusahaan berwawasan lingkungan yang tidak hanya memiliki kesadaran untuk meminimalisasi dampak lingkungan dari kegiatan operasional, tapi juga berkontribusi bagi pelestarian lingkungan. Dimana dukungan kali ini direalisasikan melalui program forestasi mangrove untuk dekarbonisasi dan mencegah abarasi pantai.

“Penanaman ini diharapkan mampu menjadi langkah kecil bagi Petrokimia Gresik untuk mendukung program rehabilitasi hutan mangrove sebagaimana yang telah menjadi target pemerintah Indonesia untuk dapat merecovery hutan mangrove seluas 600.000 Ha. Melalui kegiatan ini pula diharapkan mampu meningkatkan kualitas lingkungan hidup demi memberikan solusi atas permasalahan perubahan iklim yang saat ini sedang terjadi,” ujar Dwi Satriyo.

Lebih lanjut ia menjelaskan, Indonesia merupakan negara dengan hutan mangrove terluas di dunia yakni mencapai 3,3 juta Ha atau 20% dari total hutan mangrove di dunia. Sayangnya kini hutan mangrove di Indonesia terus mengalami degradasi lahan.

Menurut data National Geographic Indonesia pada tahun 2019 sebanyak 50 persen wilayah hutan mangrove musnah. Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa 80 persen hutan mangrove di Pulau Jawa sudah mengalami kerusakan. Badan Restorasi Mangrove dan Gambut menyatakan sebanyak 700.000 Ha hutan mangrove mengalami deforestasi.

“Oleh karena itu, penting bagi kita untuk bersinergi bersama menyelesaikan permasalahan mangrove dengan mengembalikan luasan lahan hutan mangrove yang rusak demi adaptasi perubahan iklim dan kehidupan yang berkelanjutan,” tandas Dwi Satriyo.

Dalam penanaman mangrove kali ini, tambahnya, Petrokimia Gresik bekolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, khususnya melalui DLH. Program ini sekaligus bentuk dukungan perusahaan dalam rangka menyukseskan program Nawa Karsa Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani dan Asluchul Alif, dimana salah satu poinnya adalah “Pesona Gresik” yaitu pengembangan industri hijau.

Terakhir, Dwi Satriyo mengungkapkan kegiatan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini juga dilaksanakan dengan bersih-bersih pesisir pantai PRPM Mengare. Kegiatan ini dilaksanakan oleh generasi muda Petrokimia Gresik sebagai upaya perusahaan meningkatkan kesadaran lingkungan para karyawan. 

“Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut untuk menciptakan lingkungan hidup yang sehat serta dapat menunjang kehidupan bumi yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala DLH Kabupaten Gresik, Sri Subaidah yang hadir dalam acara mengapresiasi kegiatan kolaborasi yang diinisiasi Petrokimia Gresik. Disampaikannya, pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dibutuhkan kerja sama dari berbagai stakeholder.

“Kami berharap aksi ini tidak hanya berhenti di sini tetapi bisa berkelanjutan untuk mempromosikan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup dan mendorong tindakan nyata dalam pelestarian alam,” ujar Sri Suaidah. (yad)

Petrokimia Gresik Sinergi DLH Gresik Tanam Ribuan Bibit Mangrove di PRPM Bungah Selengkapnya

Wilmar & Pemkab Gresik Kolaborasi Tanam Seribu Mangrove di Pesisir Karangkiring 

,GRESIK,1minute.id – Kawasan Wisata Mangrove Karangkiring lebih riuh dari biasanya pada Sabtu, 3 Mei 2025. Ratusan orang berkumpul di kawasan eduwisata berada di Desa Karangkiring, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.

Mereka berkumpul untuk menanam seribu bibit pohon mangrove jenis Rhizophora mucronata itu. Penanaman ribuan pohon mangrove itu hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik dengan Wilmar Nabati Indonesia. 

Penanaman pohon ini untuk memperingati Hari Bumi 2025 ini bagian dari pelaksanaan program 100 hari Nawa Karsa Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Asluchul Alif. Penanaman pohon di pesisir pantai itu dipimpin oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif. Hadir dalam kegiatan peduli lingkungan itu, Sekretaris Daerah atau Sekda Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, Business Unit Head PT Wilmar Nabati Indonesia Ridwan Brandes Nainggolan, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Gresik Sri Subaidah. 

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menyampaikan apresiasi tinggi kepada PT Wilmar atas kepedulian dan kontribusinya dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup di Gresik. Ia menegaskan sebagai wilayah industri sekaligus pesisir, Gresik sangat membutuhkan langkah-langkah strategis seperti penanaman mangrove.

“Mangrove tidak hanya penting untuk mengurangi abrasi, tapi juga memiliki kapasitas menyerap karbon empat sampai lima kali lebih besar dari hutan tropis daratan. Ini menjadi solusi nyata untuk menurunkan emisi karbon di wilayah kita,” ujar dokter Alif-sapaan-Asluchul Alif.

Kawasan ini, Ia melanjutkan, memiliki potensi besar sebagai ruang edukasi lingkungan sekaligus destinasi ekowisata berbasis komunitas yang mendukung ekonomi lokal. “Saya sangat menikmati suasana kawasan wisata mangrove Karangkiring,” katanya. 

Sekretaris Daerah Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman menambahkan, bahwa penanaman mangrove ini tidak hanya kegiatan simbolik, tetapi juga bagian dari strategi besar Pemkab Gresik dalam menekan emisi gas rumah kaca melalui pendekatan berbasis ekosistem.

“Penanaman mangrove ini merupakan bagian dari kontribusi nyata terhadap target penurunan emisi gas rumah kaca, khususnya dari sektor blue carbon. Ini sejalan dengan Nawa Kars, khususnya pilar Pesona Gresik yang mendorong pengembangan dan revitalisasi ekowisata,” ujarnya.

Penanaman mangrove ini melibatkan sebanyak 111 orang dari berbagai elemen masyarakat, termasuk unsur pemerintah, dunia usaha, dan komunitas lokal. Berdasarkan data Aksara 2024, potensi penurunan emisi dari penanaman mangrove di Kabupaten Gresik tercatat sebesar 2.311.054 ton CO₂ ekuivalen, dari total estimasi emisi sebesar 10,2 miliar ton CO₂ ekuivalen. Angka ini menunjukkan betapa strategisnya langkah rehabilitasi kawasan pesisir untuk keberlanjutan lingkungan.

Business Unit Head PT Wilmar Nabati Indonesia Ridwan Brandes Nainggolan, mengungkapkan bahwa PT Wilmar merasa bangga atas kolaborasi berbagai pihak yang memungkinkan kegiatan ini dapat terwujud. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari komitmen PT Wilmar dalam mendukung pelestarian lingkungan, sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar.

“Sejak tahun 2016, PT Wilmar telah menanam sekitar 10 ribu pohon mangrove dan berkomitmen untuk terus melanjutkan kegiatan ini secara berkelanjutan setiap tahunnya,” ungkapnya. (yad)

Wilmar & Pemkab Gresik Kolaborasi Tanam Seribu Mangrove di Pesisir Karangkiring  Selengkapnya

Genjot Pemenuhan 20 Persen RTH, Kompleks Stadion G-JOS Disulap jadi Hutan Kota

GRESIK,1minute.id – Pemerintah  Kabupaten atau Pemkab Gresik terus mengenjot pemenuhan ruang terbuka hijau atau RTH mencapai 20 persen. Per Januari 2025, Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Gresik mencatat RTH di Kabupaten Gresik baru sekitar 11 persen dari luas wilayah.

Upaya pemenuhan luasan RTH itu, Pemkab Gresik menjadikan kompleks Stadion Gelora Joko Samudro atau G-JOS sebagai kawasan hutan kota. Pada peringatan Hari Bumi yang diperingati setiap 22 April, Pemkab Gresik bersama PT Pupuk Indonesia Utilitas atau PI Utilitas serta CPNS melakukan aksi penanaman 500 bibit pohon.

Aksi peduli lingkungan diberi label Treevolution ini dipimpin oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif. Hadir dalam kegiatan itu, antara lain, Ketua DPRD Gresik M. Syahrul Munir, Kepala DLH Gresik Sri Subaidah , Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Saifudin Ghozali, Kepala Dinas Sosial Ummi Khoiroh, dan Kepala Dinas KBPPPA Titik Ernawati.

Penanaman pohon ini mendukung program 100 Hari Nawa Karsa, Gresik Lestari yang diinisiasi oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Asluchul Alif. 

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menegaskan pentingnya peran semua pihak dalam menjaga keberlangsungan lingkungan hidup.

“Peringatan Hari Bumi merupakan refleksi atas hubungan manusia dengan alam. Tema Hari Bumi 2025 adalah ‘Kekuatan Kita, Planet Kita’, sebuah seruan agar kita saling mengingatkan bahwa menjaga alam adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.

“Di masa krisis iklim, cara terbaik untuk mencegah dampaknya adalah dengan menanam pohon, membangun ekosistem, dan menyerap emisi gas rumah kaca,” ujar dokter Alif-sapaan-Asluchul Alif pada Jumat, 25 April 2025.

Pemerintah Kabupaten Gresik juga menyampaikan apresiasi kepada PT Pupuk Indonesia Utilitas atas program dan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam bidang pelestarian lingkungan.

“Harapan kami, kegiatan penanaman ini tidak berhenti di sini, tetapi terus berlanjut,” tegasnya. Hutan Kota G-JOS atau Gresik Eco Park terus dikembangkan sebagai kawasan edukatif yang tidak hanya menyediakan ruang terbuka bagi masyarakat, tetapi juga menjadi pusat kesadaran lingkungan. Ke depan, program Treevolution akan terus diperluas dengan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat, termasuk pelajar dan komunitas peduli lingkungan. (yad)

Genjot Pemenuhan 20 Persen RTH, Kompleks Stadion G-JOS Disulap jadi Hutan Kota Selengkapnya

Waspada Dampak Gerhana Bulan Total, Bisa Picu Banjir Rob Pesisir Gresik

GRESIK,1minute.id – Gerhana Bulan Total bakal terjadi Jumat besok, 14 Maret 2025. Akan tetapi, fonomena alam itu tidak bisa diamati secara utuh dari seluruh Indonesia.

Wilayah yang paling beruntung adalah Indonesia bagian timur, meskipun  masyarakat hanya dapat melihat fase akhir dari gerhana itu. “Di seluruh Jawa Timur termasuk di Gresik gerhana bulan total tidak bisa diamati,” kata Sekretaris Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama atau LFNU Gresik Angga Purwancara dikonfirmasi 1minute.id pada Kamis malam, 13 Maret 2025.

Pada fase puncak gerhana bulan total, kata Angga, hanya dapat disaksikan secara jelas dari ; Amerika Utara dan Selatan ; Afrika bagian barat ; Eropa bagian barat Asia bagian timur ; Australia bagian timur.

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG, gerhana bulan total memiliki dampak terhadap kondisi alam, terutama di wilayah pesisir. BMKG memperkirakan, gerhana bulan total ini dapat menyebabkan kenaikkan ketinggian air laut yang berpotensi memicu banjir pesisir atau banjir rob.

Data yang dihimpun dari berbagai sumber menyebutkan, di Kabupaten Gresik ada beberapa desa yang masuk kategori rawan banjir rob. Desa tersebut, antara lain, Desa Sukorejo, Kecamatan Kebomas ; Desa Banyuwangi, Kecamatan Manyar ; Desa Pangkah Kulon, Kecamatan Ujungpangkah dan Kelurahan Lumpur, Kecamatan Gresik.

Berdasarkan laman dinsos.jatimprov.go.id, fonomena supermoon pada 18 November 2024 lalu, telah mengakibatkan banjir rob di tiga desa secara bersamaan. 

Menurut laporan Tagana Dinas Sosial Kabupaten Gresik, banjir rob ini mengakibatkan genangan air di beberapa lokasi, salah satunya Desa Sukorejo, Kecamatan Kebomas, 10 rumah terdampak dengan genangan setinggi 5–10 cm. Jalan desa sepanjang 250 meter tergenang.

Kemudian di Desa Banyuwangi, Kecamatan Manyar, 50 rumah terdampak dengan genangan setinggi 10–20 cm dan jalan desa sepanjang 600 meter tergenang. Serta Desa Pangkah Kulon, Kecamatan Ujungpangkah yang jalan desanya tergenang sepanjang 400 meter. (yad)

Waspada Dampak Gerhana Bulan Total, Bisa Picu Banjir Rob Pesisir Gresik Selengkapnya

Siswa SDN 385 Gresik Ikuti Ngaji Konservasi Penyu yang Terancam Punah di Pulau Bawean

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 60 siswa UPT SDN 385 Gresik di Desa Tanjungori, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur mengikuti “Ngaji Konservasi Penyu” pada Kamis, 13 Maret 2025. 

Acara yang diinisiasi oleh Perkumpulan Konservasi Bawean, Masyarakat Adat Bawean atau MAB ini juga dihadiri perwakilan Koperasi Raksa Bhumi, tokoh masyarakat atau Tomas serta para guru di desa setempat. Desa Tanjungori jadi pusat kegiatan karena sekolah tersebut jaraknya dekat dengan habitat penyu yang terancam punah itu.

Dalam sosialisasi itu, para siswa sekolah dasar itu diajak ikut menjaga atau melestarikabln habitat penyu yang ada di pesisir pantai di Pulau Bawean itu. “Ayo Selamatkan Penyu”, begitu bunyi poster yang dibentangkan bocah-bocah belasan tahun yang memakai sarung, baju muslim dan kopyah di depan halaman UPT SDN 385 Gresik itu.

Bagaimana cara menyelamatkan penyu? Antara lain, elarang ejhual belikan (dilarang menjualbekikan) telur penyu.

Apa sanksinya? Pelaku perdagangan penyu, baik penjual maupun pembeli dapat dikenakan hukuman penjara selama 5 tahun dan denda Rp 100 juta. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk mengedukasi masyarakat, khususnya anak-anak, tentang pentingnya pelestarian penyu, salah satu hewan laut yang terancam punah.

Kepala UPT SDN 385 Gresik Ana Setiawati mengatakan, bahwa dengan adanya sosialisasi dan edukasi sejak dini terkait penyu dapat membawa dampak positif terhadap masyarakat yang belum tahu, dan menjadikan perkembangan penyu yang ada di Bawean lebih baik.

“Alhamdulillah anak-anak yang mengikuti sosialisasi tersebut sangat antusias dan mengerti bahwa hewan penyu merupakan hewan yang dilindungi dan siapa yang akan mengambilnya akan kena sanksi berupa penjara 5 tahun,” ujar Ana Setiawati.

TELUR & ANAK PENYU : Penyu, hewan laut yang dilindungi yqng nyaris punah di perairan Pulau Bawean ( foto : istimewa)

“Kegiatan ini sekaligus membangun karakter anak-anak sejak dini terhadap kepedulian terhadap keanekaragaman hayati,”ujar Hidayatun Rosita, guru kelas V UPT SDN 385 Gresik.

Sementara itu, Kabid Penelitian, Pendidikan, Pelatihan , Pengembangan SDM dan Inovasi Perkumpulan Konservasi Bawean, Yusra mengatakan, edukasi sejak dini sangat penting untuk menanamkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Dan menjadikan bekal karakter terhadap anak-anak kedepannya dalam menjaga lingkungan dan ekosistem laut.

“Penyu merupakan salah satu hewan yang dilindungi oleh undang-undang. Namun, populasinya terus menurun akibat berbagai faktor, seperti perburuan telur, perdagangan ilegal, dan pencemaran habitat penyu dan lingkungan,” ujar Yusra.

Sedangkan, Ahen, tokoh Masyarakat Adat Bawean (MAB), mengatakan tujuannya adalah agar sejak dini anak-anak sudah mengerti apa itu Konservasi, terutama tentang keberadaan penyu yang kini terancam punah. “Ramadan momentum ngaji Konservasi terutama habitat penyu bertelur dan bulan penuh berkah bagi manusia dan alam,” ujar Ahen. (yad)

Siswa SDN 385 Gresik Ikuti Ngaji Konservasi Penyu yang Terancam Punah di Pulau Bawean Selengkapnya

Wabup Gresik dr Asluchul Alif, Pimpin 500 Guru PPPK Tanam Pohon di Islamic Center

GRESIK,1minute.id – Suasana masjid KH Robbach Ma’sum di Kompleks Islamic Center lebih riuh dari biasanya pada Senin, 24 Februari 2025. Sebanyak 500 orang pegawai pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau PPPK dari unsur guru untuk berpartisipasi dalam kegiatan penanaman pohon.

Bila satu guru satu pohon. Ada sebanyak 500 batang pohon yang tertanam di kompleks Islamic Center di Desa Kedungpring, Kecamatan Balongpanggang, Kabapaten Gresik. Bila satu pohon hidup berusia setahun bisa menghasilkan sekitar 2-5 kilogram oksigen. Dalam sehari satu dapat menyediakan oksigen untuk sekitar 2-4 orang per hari (tergantung pada jumlah oksigen yang dihasilkan dan kebutuhan oksigen manusia). 

Bila total 500 pohon yang ditanam semua hidup bisa menyediakan oksigen sebanyak 4 orang sama dengan 2.000 jiwa mendapatkan oksigen gratis. Artinya, kebutuhan oksigen untuk warga sekitar Islamic Center terpenuhi. Selain oksigen, halaman Islamic Center yang menjadi salah satu tempat destinasi edukasi berbasis teknologi akan ijo royo-royo. Semakin ciamik dan sejuk.

Penanaman pohon ini merupakan implementasi Peraturan Bupati Gresik Nomor 39 Tahun 2024, yang mewajibkan berbagai pihak untuk turut serta dalam penghijauan. Kewajiban ini tidak hanya berlaku bagi CPNS dan calon PPPK, tetapi juga bagi PNS yang menerima kenaikan pangkat serta individu atau badan yang mengajukan izin mendirikan bangunan atau persetujuan bangun gedung (IMB/PBG) dan dokumen lingkungan.  

Wakil Bupati Gresik dr. Asluchul Alif menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan menciptakan kawasan yang hijau dan asri di sekitar Islamic Center Balongpanggang. Ia berharap kawasan ini nantinya menjadi destinasi wisata edukasi yang dapat dinikmati oleh masyarakat, terutama generasi muda Gresik.  

“Kami ingin kompleks Islamic Center ini penuh dengan pohon yang rindang, rapi, asri, dan nyaman. Ini akan menjadi destinasi baru di Gresik Selatan, yang kami sebut Gresik Universal Sains and Art,” ujarnya dalam sambutan pada Senin, 24 Februari 2025. Penanaman pohon ini, adalah hari keempat dokter Alif menjabat sebagai Wakil Bupati Gresik.

Pada kesempatan tersebut, Asluchul Alif juga berpesan kepada peserta PPPK agar menjadi teladan bagi murid-murid mereka.  “Guru adalah panutan bagi siswa. Perilaku baik dari guru akan menginspirasi siswa untuk meniru nilai-nilai positif,” tutupnya.  

Dalam kegiatan penanaman pohon ini, dokter Alif didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Gresik Sri Subaidah, Kepala Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman atau CKPKP Gresik Ida Lailatul Sa’diyah, dan Kepala Badan Kepegawaian, Pengembangan Sumber Daya Manusia atau BKPSDM Gresik Agung Endro D.S. Utomo dan Kepala Dinas Pendidikan Gresik S. Hariyanto.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat komitmen Pemkab Gresik dalam menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus menciptakan ruang yang mendukung perkembangan pendidikan dan budaya di daerah ini.  (yad)

Wabup Gresik dr Asluchul Alif, Pimpin 500 Guru PPPK Tanam Pohon di Islamic Center Selengkapnya

PWI Gresik Tanam 400 Pohon setara Sediakan Oksigen 1.600 Orang per Hari

GRESIK,1minute.id – Persatuan Wartawan Indonesia atau PWI Kabupaten Gresik melakukan aksi penanaman ratusan pohon di Tanah Tujuh, Kelurahan Ngargosari, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada Rabu, 19 Februari 2025. 

Kegiatan penanaman pohon yang masih rangkaian memperingati Hari Pers Nasional atau HPN 2025 ini mengusung tema “PWI Gresik Kolaborasi, Menanam Pohon Selamatkan Kehidupan”, sebagai bentuk komitmen insan pers terhadap kelestarian lingkungan. HPN diperingati setiap 9 Februari. 

PWI Gresik mengajak seluruh instansi, perusahaan, serta pemangku kepentingan untuk berkolaborasi melakukan penghijauan sekaligus upaya mitigasi bencana alam, termasuk di kawasan rawan longsor. Sebanyak 400 pohon produktif yang ditanam kali ini terdiri dari mangga, nangka, kelengkeng, sukun, dan sawo. Selain itu, pohon produktif ini ditanam untuk mensukseskan program ketahanan pangan pemerintah. 

Kegiatan penanaman pohon ini didukung oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik, Kecamatan Kebomas, Kelurahan Ngargosari, Tanah Tujuh Kuliner, PT Petrokimia Gresik, PT Indospring Tbk, PT PLN Nusantara Power UP, PT Cargill Indonesia, PT Wilmar Nabati Indonesia, dan PT Smelting.

Sekretaris Daerah atau Sekda Gresik, Achmad Washil Miftachul Rachman turut mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan penanaman pohon perlu dilaksanakan secara berkelanjutan. “Ini adalah hal baik yang perlu ditindaklanjuti dan bisa menjadi penyeimbang lingkungan di daerah,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua PWI Gresik Deni Ali Setiono, mengatakan, kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam merawat bumi. Sekaligus wujud kepedulian insan pers terhadap kelestarian lingkungan.

“Selain memperingati Hari Pers Nasional, ini bentuk kepedulian kami sebagai wartawan terhadap lingkungan, sekaligus mengajak masyarakat untuk turut serta peduli pada lingkungan,” ujarnya.

Camat Kebomas Tri Joko Efendi, turut mengapresiasi program yang dilaksanakan oleh lintas sektor ini. Menurutnya, ini adalah bentuk konkret kepedulian terhadap lingkungan. Pihaknya juga menyambut positif kegiatan ini dan berterima kasih atas inisiatif yang dilakukan oleh PWI Gresik serta perusahaan yang terlibat.

“Alhamdulillah, hari ini Kecamatan Kebomas sengaja dipilih, mungkin ini keberkahan kita semua. Ada 400 pohon yang ditanam,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik, Sri Subaidah, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. “Saya ucapkan terima kasih kepada PWI. Saya harap, dari PWI terus mendukung dan kerja sama untuk bahu membahu terhadap lingkungan,” tuturnya.

Pada kesempatan ini, ia juga membagikan pengalamannya saat studi tiru di Jepang, di mana kesadaran masyarakat terhadap lingkungan bisa terbentuk dengan baik. “Di Jepang, industri dan lingkungan bisa selaras karena ada kesadaran bersama. Kita juga bisa meniru pola itu dengan kolaborasi bersama,” katanya. 

Mengutip Meta AI Sebuah pohon dapat menghasilkan oksigen melalui proses fotosintesis, yang menggunakan energi dari sinar matahari untuk mengubah karbon dioksida dan air menjadi glukosa dan oksigen.

Jumlah oksigen yang dihasilkan oleh sebuah pohon dapat bervariasi tergantung pada jenis pohon, ukuran, dan kondisi lingkungan. Namun, berikut adalah beberapa perkiraan tentang jumlah oksigen yang dihasilkan oleh sebuah pohon:

– Sebuah pohon yang berusia 1 tahun dapat menghasilkan sekitar 10-20 kilogram oksigen per tahun.

– Sebuah pohon yang berusia 10 tahun dapat menghasilkan sekitar 100-200 kilogram oksigen per tahun.

– Sebuah pohon yang berusia 50 tahun dapat menghasilkan sekitar 1.000-2.000 kilogram oksigen per tahun.

Dalam satu hari, sebuah pohon dapat menghasilkan sekitar 2-5 kilogram oksigen. Jadi, jika kita asumsikan bahwa sebuah pohon dapat menghasilkan 3 kilogram oksigen per hari, maka dalam satu tahun, pohon tersebut dapat menghasilkan sekitar 1.095 kilogram oksigen.

Namun, perlu diingat bahwa jumlah oksigen yang dihasilkan oleh sebuah pohon juga tergantung pada faktor-faktor lain seperti intensitas sinar matahari, suhu, kelembaban, dan ketersediaan nutrisi. Oleh karena itu, angka-angka di atas hanya merupakan perkiraan dan dapat bervariasi tergantung pada kondisi lingkungan.

Dalam konteks ini, sebuah pohon dapat menyediakan oksigen untuk sekitar 2-4 orang per hari, tergantung pada jumlah oksigen yang dihasilkan dan kebutuhan oksigen manusia. Namun, perlu diingat bahwa pohon tidak hanya menghasilkan oksigen, tetapi juga memiliki banyak manfaat lain seperti menyediakan makanan, tempat tinggal, dan perlindungan dari erosi.

Bila PWI Gresik menanam 400 pohon dan semua hidup, telah menyediakan oksigen  sekitar 1.600 orang. Karena setiap pohon dapat menyediakan oksigen untuk sekitar 2-4 orang per hari. Yuk kita tanam pohon. (yad/gus)

PWI Gresik Tanam 400 Pohon setara Sediakan Oksigen 1.600 Orang per Hari Selengkapnya