Kegiatan Belajar Mengajar di UPT SMP Negeri 2 Gresik Gunakan Chromebook 

GRESIK,1minute.id – Libur sekolah awal Ramadan berakhir Kamis besok, 6 Maret 2025. Siswa mulai kembali sekolah. Di UPT SMP Negeri 2 atau  Spenda Gresik, masuk sekolah setelah libur awal Ramadan akan terasa berbeda. Wabil khusus siswa kelas VIII. 

Sebab, siswa di sekolah yang dipimpin oleh Mohammad Salim itu kegiatan belajar mengajar atau KBM menggunakan Chromebook. Google telah menetapkan lembaga pendidikan yang berada di Jalan KH Kholil, Gresik itu, sebagai Kandidat Sekolah Rujukan Google atau KSRG, dan satu-satu di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Spenda Gresik mendapatkan bantuan atau pinjam pakai sebanyak 30 unit Chromebook dari Hello Indonesia. 

Serah terima puluhan unit chromebook yang menggunakan sistem operasi ChromeOS yang dikembangkan oleh Google itu secara simbolis diserahkan oleh Rose Wanodya, Perwakilan Google Indonesia kepada M. Syahrul Munir, Ketua DPRD Gresik untuk selanjutnya digunakan oleh UPT SMPN 2 Gresik sebagai sarana pembelajaran Google for education oleh peserta didik pada Selasa, 4 Maret 2025.

“Secara resmi mulai pekan depan Spenda telah membuka kegiatan KBM dengan menggunakan chromebook di setiap mata pelajaran. Langkah ini diambil karena seluruh pendidik dan tenaga kependidikan telah bersertifikat Google Level 1,” kata Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim pada Rabu, 5 Maret 2025.

Sebab, puluhan unit chromebook kinyis-kinyis ituharuproses instal dan pemasangan instalasi membutuhkan waktu dua hari. ” Nggeh, Kamis besok proses instalasi sampai Jumat. Senin mulai penggunaan Chromebook,” jelas Salim yang juga pembina Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam atau MGMP PAI  SMP Negeri se-Kabupaten Gresik itu. 

Inovasi pembelajaran berbasis digital di Spenda Gresik menggunakan chromebook karena seluruh pendidik dan tenaga kependidikan telah mengantongi sertifikat Google level 1. KBM menggunakan chromebook karena sekolah telah melalui beberapa tahap mulai pelatihan level zero untuk guru dan karyawan sampai level 1 serta lulus ujian sertifikasi dari Google ini berproses kurang lebih 2 bulan lebih.

Sejumlah kalangan memberikan apresiasi kepada Spenda Gresik karena inovasi pembelajaran menggunakan digitalisasi. “Sebagai sekolah pilot project UPT SMPN 2 Gresik diharapkan kedepan nantinya dapat mengimbaskan ilmunya kepada sekolah lain di seluruh Kabupaten Gresik,” harap Ketua DPRD Gresik M. Syahrur Munir diamini anggotanya, Dimas Setio Wicaksono.

Sebelumnya, Kick off SMP Negeri 2 atau Spenda Gresik menjadi Kandidat Sekolah Rujukan Google atau KSRG telah dimulai. Kepala Dinas Pendidikan atau Kadispendik Gresik S.Hariyanto yang secara resmi membuka secara virtual google meeting pada Kamis, 2 Januari 2025.

Spenda Gresik menjadi pioner dan satu-satu lembaga pendidikan di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik yang menjadi KSRG. Sekitar pukul 13.30 WIB kick off KSRG dimulai virtual google meeting dimulai.

Pada kesempatan itu, S.Hariyanto memberikan apresiasi kepada sekolah yang dipimpin oleh Mohammad Salim itu. Ia memberikan motivasi pentingnya lembaga pendidikan mengupdate keilmuan digital untuk peningkatan kualitas pembelajaran sesuai zaman era artiticial intelligence atau kecerdasan buatan alias AI.

“Bangga kepada SMP 2 yang menginisiasi KSRG,” kata S.Hariyanto. Selain itu, S.Hariyanto juga mengucapkan terima kasih kepada Google Jakarta yang telah memilih Spenda sebagai Kandidat Sekolah Rujukan Google pertama di Kabupaten Gresik. 

Selain S.Hariyanto kick off virtual itu diikuti Kristianto, penanggungjawab Google Jakarta dan Yudi dari Sinjai Sulawesi Selatan serta para tenaga pendidik di sekolah berlokasi di Jalan KH.Kholil, Gresik itu. (yad)

Kegiatan Belajar Mengajar di UPT SMP Negeri 2 Gresik Gunakan Chromebook  Selengkapnya

Pekan Depan, Kandidat Sekolah Rujukan Google, SMP Negeri 2 Gresik Gunakan Chromebook untuk KBM 

GRESIK,1minute.id – UPT SMP Negeri atau Spenda Gresik segera menerapkan inovasi pembelajaran berbasis digital. Google telah menetapkan lembaga pendidikan yang berada di Jalan KH Kholil, Gresik itu, sebagai Kandidat Sekolah Rujukan Google atau KSRG, dan satu-satu di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Untuk mendukung program kandidat Sekolah Rujukan Google, sekolah yang dipimpin oleh Mohammad Salim itu mendapatkan bantuan atau pinjam pakai sebanyak 30 unit Chromebook dari Hello Indonesia. 

Serah terima puluhan unit laptop yang menggunakan sistem operasi ChromeOS yang dikembangkan oleh Google itu secara simbolis diserahkan oleh Rose Wanodya, Perwakilan Google Indonesia 

kepada M. Syahrul Munir, Ketua DPRD Gresik untuk selanjutnya digunakan oleh UPT SMPN 2 Gresik sebagai sarana pembelajaran Google for education oleh peserta didik pada Selasa, 4 Maret 2025.

Acara itu, dihadiri anggota DPRD Gresik Dimas Setio Wicaksono, perwakilan Hello Indonesia Yuda dan para tenaga pendidik di Spenda Gresik yang lolos sertifikasi level 1 dari Google. 

Ketua DPRD Gresik M.Syahrur Munir memberikan apresiasi inovasi pembelajaran yang dikembangkan di SMP Negeri 2 Gresik. “Sebagai sekolah pilot project UPT SMPN 2 Gresik diharapkan kedepan nantinya dapat mengimbaskan ilmunya kepada sekolah lain di seluruh Kabupaten Gresik,” harap Syahrur Munir.

Sementara itu, Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim mengatakan, pihaknya pekan depan secara resmi membuka kegiatan belajar mengajar atau KBM dengan menggunakan laptop Chromebook di setiap mata pelajaran.

“Langkah ini diambil karena seluruh pendidik dan tenaga kependidikan telah bersertifikat Google Level 1,” ujar Salim usai acara pada Selasa, 4 Maret 2025.

FOTO BARENG : Ketua DPRD Gresik M Syahrur Munir(baju safari biru) bersama perwakilan Google Indonesia, Hello Indonesia , Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim (berkopya) usai serah terima 30 chromebook di halaman Spenda pada Selasa, 4 Maret 2025 ( Foto : spenda untuk 1minute.id)

Salim mengatakan, proses pembelajaran menggunakan laptop Chromebook karena sekolah telah melalui beberapa tahapan.. Mulai pelatihan level zero untuk guru dan karyawan sampai level 1 serta lulus ujian sertifikasi dari Google ini berproses kurang lebih 2 bulan lebih.

“Mulai pekan depan Spenda telah membuka kegiatan KBM dengan menggunakan Laptop Chromebook di setiap mata pelajaran,” tegas Salim.

Sebelumnya, Kick off SMP Negeri 2 atau Spenda Gresik menjadi kandidat sekolah rujukan google atau KSRG telah dimulai. Kepala Dinas Pendidikan atau Kadispendik Gresik S.Hariyanto yang secara resmi membuka secara virtual google meeting pada Kamis, 2 Januari 2025.

Spenda Gresik menjadi pioner dan satu-satu lembaga pendidikan di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik yang menjadi KSRG. Sekitar pukul 13.30 WIB kick off KSRG dimulai virtual google meeting dimulai.

Pada kesempatan itu, S.Hariyanto memberikan apresiasi kepada sekolah yang dipimpin oleh Mohammad Salim itu. Ia memberikan motivasi pentingnya lembaga pendidikan mengupdate keilmuan digital untuk peningkatan kualitas pembelajaran sesuai zaman era artiticial intelligence atau kecerdasan buatan alias AI.

“Bangga kepada SMP 2 yang menginisiasi KSRG,” kata S.Hariyanto. Selain itu, S.Hariyanto juga mengucapkan terima kasih kepada Google Jakarta yang telah memilih Spenda sebagai Kandidat Sekolah Rujukan Google pertama di Kabupaten Gresik. 

Selain S. Hariyanto kick off virtual itu diikuti Kristianto, penanggungjawab Google Jakarta dan Yudi dari Sinjai Sulawesi Selatan serta para tenaga pendidik di sekolah berlokasi di Jalan KH.Kholil, Gresik itu. (yad)

Pekan Depan, Kandidat Sekolah Rujukan Google, SMP Negeri 2 Gresik Gunakan Chromebook untuk KBM  Selengkapnya

Tradisi di Gresik Kota Santri, Rayakan Harjagres, Wabup Aluschul Alif bersama OPD Ziarah ke Makam Waliyullah

GRESIK,1minute.id – Hari ini, Pemerintah Kabupaten Gresik genap berusia 51 tahun pada Kamis, 27 Februari 2025. Sebagai rangkaian memperingati Hari Jadi Gresik atau Harjagres 2025 yakni HUT ke-51 Pemkab Gresik dan Hari Jadi ke-538 Kota Gresik, Wakil Bupati Gresik dr Asluchul Alif bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah atau Forkopimda serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah atau OPD melakukan ziarah ke makam Waliyullah.

Syekh Maulana Malik Ibrahim, Maulana Ainul Yaqin atau Sunan Giri ; Sunan Prapen dan makam Bupati Gresik yang pertama KRT Poesponegoro. Ziarah dilakukan usai acara pengukuhan pengurus Majelis Ulama Indonesia atau MUI Gresik. 

Kali pertama melakukan ziarah ke makam Sunan Giri. Kedatangan rombongan disambut oleh Forkopimcam Kebomas dan pengurus Yayasan Sunan Giri. Acara kemudian dilanjutkan dengan tahlil serta doa bersama yang dipimpin oleh seorang kiai setempat.

Setelah berziarah ke Makam Sunan Giri atau Raden Paku, rombongan Wabup melanjutkan perjalanan ke Makam Sunan Prapen, putra dari Syekh Maulana Zainal Abidin atau Sunan Dalem, sekaligus cucu dari Syekh Maulana Ainul Yaqin atau Sunan Giri. Di lokasi ini, Wabup Alif beserta rombongan tampak khusyuk memanjatkan doa.

Di Makam Sunan Giri, suami dari dr. Shinta Puspitasari ini berkesempatan memegang keris serta mencium sajadah, dua benda peninggalan Sunan Giri. Ziarah dilanjutkan ke Makam Sunan Prapen, putra dari Syekh Maulana Zainal Abidin atau Sunan Dalem, sekaligus cucu dari Syekh Maulana Ainul Yaqin atau Sunan Giri. Di lokasi ini, Wabup Alif beserta rombongan tampak khusyuk memanjatkan doa.

Dokter Alif, begitu sapaan melanjutkan ziarah ke Makam Sunan Maulana Malik Ibrahim di Desa Gapurosukolilo, Kecamatan Gresik. Mereka juga berziarah ke Makam Bupati Gresik pertama, KRT Poesponegoro, yang berlokasi tidak jauh dari Makam Maulana Malik Ibrahim.

Selain berziarah, Wabup juga menyempatkan diri menyapa warga dan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM di sepanjang jalan menuju makam. Prosesi tabur bunga di makam para wali pun turut dilakukan dalam rangkaian kegiatan ini. 

Sebelum kembali, Wabup yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Gresik ini menunaikan salat Duhur berjemaah serta menjadi imam salat di Aula Maulana Malik Ibrahim. Ziarah ke makam Waliyullah ini menjadi tradisi bagi Pemkab Gresik saat merayakan HUT Pemkab Gresik diperingati setiap 27 Februari dan Hari Jadi Gresik diperingati setiap 9 Maret.

Ziarah tahun ini, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani tidak bisa ikut karena sedang mengikuti Retret di Akmil Magelang pasca pelantikan pada 20 Februari 2025. Sehingga, ziarah ke makam Wali Sanga dipimpin oleh Wabup dr Asluchul Alif. Tampak hadir, Sekretaris Daerah atau Sekda Gresik Achmad Washil Miftachul Rachaman, Wakil Ketua DPRD Gresik Luthfi Dawam, Kabag Logistik Polres Gresik Kompol Moh Nur Amin serta para kepala OPD di lingkungan Pemkab Gresik.

Wabup Alif menyampaikan bahwa ziarah ini dilakukan dalam rangka HUT Pemkab Gresik dan Hari Jadi Kota Gresik sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur.

“Gresik dikenal sebagai Kota Wali dan Kota Santri. Mari kita jadikan peringatan HUT Pemkab Gresik dan Hari Jadi Kota Gresik ini sebagai momentum untuk selalu mengingat para pendahulu kita,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk meneladani nilai-nilai perjuangan para leluhur, terutama bagi generasi muda dan para pemangku kebijakan dalam mengabdikan diri kepada masyarakat.

“Mari kita teladani perjuangan para pendahulu. Selain menjadi inspirasi bagi generasi muda, hal ini juga dapat memupuk semangat para pemangku kebijakan dalam menjalankan tugasnya untuk masyarakat,” pungkasnya. (yad)

Tradisi di Gresik Kota Santri, Rayakan Harjagres, Wabup Aluschul Alif bersama OPD Ziarah ke Makam Waliyullah Selengkapnya

Dapat Baju Polisi dari Istri Kapolri, Tangis Bahagia Muhammad Novian Dwi Kurnia pun Pecah

GRESIK,1minute.id – Ketua Pembina Yayasan Kemala Bhayangkari Ny. Juliati Sapta Dewi Magdalena mengunjungi SLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik pada Rabu, 26 Februari 2025. Kunjungan istri Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo di sekolah berada di Jalan Randuagung, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur itu bertujuan untuk meninjau fasilitas sekolah serta memberikan dukungan terhadap pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

Rombongan disambut hangat oleh jajaran Polres Gresik, pengurus Bhayangkari, serta para guru dan siswa-siswi SLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik. Kapolres Gresik, AKBP Rovan Richard Mahenu, beserta jajaran turut hadir dalam penyambutan, mendampingi Ny. Juliati Sigit Prabowo dan pengurus Bhayangkari dalam rangkaian agenda kunjungan.

Dalam kunjungannya, Ny. Juliati Sigit Prabowo beserta rombongan meninjau berbagai fasilitas sekolah, termasuk ruang melukis dan membatik, ruang sablon, serta ruang keterampilan. 

Beliau juga menyempatkan diri untuk berinteraksi langsung dengan para siswa, memberikan motivasi, serta melihat hasil karya mereka. Kehangatan dan semangat dari siswa-siswi SLB terlihat jelas saat mereka menampilkan berbagai keterampilan yang telah dipelajari.

Salah satu momen berkesan dalam kunjungan ini adalah program Makan Bergizi Gratis atau MBG, di mana para siswa mendapatkan makanan sehat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan mereka. Selain itu, Ny. Juliati Sigit Prabowo juga menyerahkan cendera mata berupa kaos polisi kepada para siswa sebagai bentuk apresiasi dan dukungan.

Kegiatan diakhiri dengan kunjungan ke Oemah Singgah SLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik, di mana Ny. Juliati Sigit Prabowo meninjau jajanan khas Gresik dan berbincang dengan para pengajar. Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu, menyampaikan apresiasi atas kunjungan ini dan menegaskan dukungan penuh terhadap program pendidikan inklusif yang dijalankan oleh SLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik.

“Kami sangat mengapresiasi perhatian yang diberikan oleh Ketua Pembina Yayasan Kemala Bhayangkari terhadap pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus. Diharapkan kunjungan ini dapat semakin memotivasi para siswa dalam belajar dan berkarya,” ujar AKBP Rovan.

Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan lancar dan penuh kehangatan. Kunjungan ini tidak hanya memberikan dorongan semangat bagi siswa-siswi SLB, tetapi juga menjadi bukti nyata kepedulian Yayasan Kemala Bhayangkari dalam mendukung pendidikan inklusif di Indonesia.

Kunjungan Ny. Juliati Sigit Prabowo ke SLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik memberikan kesan yang mendalam bagi para siswa dan guru. Wabil khusus bagi, Muhammad Novian Dwi Kurnia. Siswa tunagrahita kelas XI ini berrahun-tahun memimpikan bisa memiliki baju polisi. Mimpi Muhammad Novian Dwi Kurnia akhirnya menjadi kenyataan setelah Ny Juliati Sigit Prabowo memberikan hadiah istimewa itu. 

Ia langsung memeluk Ny. Juliati Sigit Prabowo sambil berulang kali mengucapkan terima kasih. “Terima kasih, Ibu. Ibu baik,” ucap Novian dengan suara bergetar, membuat suasana semakin emosional. Mata istri Kapolri Jenderal Listyo Sigit itu berkaca-kaca, terharu karena seakan ikut merasakan kebahagian yang dirasakan oleh Muhammad Novian Dwi Kurnia. (yad)

Dapat Baju Polisi dari Istri Kapolri, Tangis Bahagia Muhammad Novian Dwi Kurnia pun Pecah Selengkapnya

Wabup Gresik dr Asluchul Alif, Pimpin 500 Guru PPPK Tanam Pohon di Islamic Center

GRESIK,1minute.id – Suasana masjid KH Robbach Ma’sum di Kompleks Islamic Center lebih riuh dari biasanya pada Senin, 24 Februari 2025. Sebanyak 500 orang pegawai pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau PPPK dari unsur guru untuk berpartisipasi dalam kegiatan penanaman pohon.

Bila satu guru satu pohon. Ada sebanyak 500 batang pohon yang tertanam di kompleks Islamic Center di Desa Kedungpring, Kecamatan Balongpanggang, Kabapaten Gresik. Bila satu pohon hidup berusia setahun bisa menghasilkan sekitar 2-5 kilogram oksigen. Dalam sehari satu dapat menyediakan oksigen untuk sekitar 2-4 orang per hari (tergantung pada jumlah oksigen yang dihasilkan dan kebutuhan oksigen manusia). 

Bila total 500 pohon yang ditanam semua hidup bisa menyediakan oksigen sebanyak 4 orang sama dengan 2.000 jiwa mendapatkan oksigen gratis. Artinya, kebutuhan oksigen untuk warga sekitar Islamic Center terpenuhi. Selain oksigen, halaman Islamic Center yang menjadi salah satu tempat destinasi edukasi berbasis teknologi akan ijo royo-royo. Semakin ciamik dan sejuk.

Penanaman pohon ini merupakan implementasi Peraturan Bupati Gresik Nomor 39 Tahun 2024, yang mewajibkan berbagai pihak untuk turut serta dalam penghijauan. Kewajiban ini tidak hanya berlaku bagi CPNS dan calon PPPK, tetapi juga bagi PNS yang menerima kenaikan pangkat serta individu atau badan yang mengajukan izin mendirikan bangunan atau persetujuan bangun gedung (IMB/PBG) dan dokumen lingkungan.  

Wakil Bupati Gresik dr. Asluchul Alif menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan menciptakan kawasan yang hijau dan asri di sekitar Islamic Center Balongpanggang. Ia berharap kawasan ini nantinya menjadi destinasi wisata edukasi yang dapat dinikmati oleh masyarakat, terutama generasi muda Gresik.  

“Kami ingin kompleks Islamic Center ini penuh dengan pohon yang rindang, rapi, asri, dan nyaman. Ini akan menjadi destinasi baru di Gresik Selatan, yang kami sebut Gresik Universal Sains and Art,” ujarnya dalam sambutan pada Senin, 24 Februari 2025. Penanaman pohon ini, adalah hari keempat dokter Alif menjabat sebagai Wakil Bupati Gresik.

Pada kesempatan tersebut, Asluchul Alif juga berpesan kepada peserta PPPK agar menjadi teladan bagi murid-murid mereka.  “Guru adalah panutan bagi siswa. Perilaku baik dari guru akan menginspirasi siswa untuk meniru nilai-nilai positif,” tutupnya.  

Dalam kegiatan penanaman pohon ini, dokter Alif didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Gresik Sri Subaidah, Kepala Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman atau CKPKP Gresik Ida Lailatul Sa’diyah, dan Kepala Badan Kepegawaian, Pengembangan Sumber Daya Manusia atau BKPSDM Gresik Agung Endro D.S. Utomo dan Kepala Dinas Pendidikan Gresik S. Hariyanto.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat komitmen Pemkab Gresik dalam menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus menciptakan ruang yang mendukung perkembangan pendidikan dan budaya di daerah ini.  (yad)

Wabup Gresik dr Asluchul Alif, Pimpin 500 Guru PPPK Tanam Pohon di Islamic Center Selengkapnya

The Jumping City, Pameran Lukisan Damar Kurung sambut Ramadan di Galeri Loteng Kemasan

GRESIK,1minute.id – Dua seniman muda asal Gresik yakni Anhar dan Suef menggelar pameran bertajuk “The Jumping City” di di Galeri Loteng Kemasan Jalan Nyai Ageng Arem-Arem Gg. II No. 20, Kampung Kemasan Gresik.

Pameran seniman lintas generasi ini memilih medium lukisan Damar Kurung. The Jumping City yang dikuratori oleh Hidayatun Nikmah ini diselengarakan oleh Yayasan Gang Sebelah. Pameran ini dimulai 22 Februari sampai 22 Maret 2025.  

Bagi warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik, mendengar kata Damar Kurung tidak lepas dari sosok almarhumah Mbah Masmundari. Selain sosok sang maestro  itu, damar kurung kala itu identik menjelang datangnya bulan suci, Ramadan. 

Damar Kurung biasanya dipasang menjelang bulan Ramadan sebagai lentera yang menjadi penanda menuju ke jalan-jalan pemakaman. Lentera khas Gresik ini yang nantinya menjadi ”penerang” jalan bagi orang-orang yang mulai melakukan ritus padusan atau ziarah ke makam sanak keluarga sebagai pembuka babak Ramadan. 

Secara kultural damar kurung juga dipasang di depan rumah, maupun tempat penting lain, misalnya di jalan kampung yang dilalui warga. Di sekujur permukaan lentera itu cerita-cerita masyarakat Gresik seperti tradisi Pasar Bandeng, Perayaan Idul Fitri, suasana warung kopi hingga keramaian Alun-alun dinarasikan melalui lukisan. Damar Kurung menjadi semacam kanvas tradisional berisi ingatan-ingatan warga untuk dituturkan.

Menurut Hidayatun Nikmah, Damar Kurung bukan hanya sebagai lentera dengan lukisan dekoratif semata, tetapi merupakan media untuk menggambarkan dinamika kehidupan kota dan manusia yang berjumpalitan di dalamnya. “Setiap gambar pada Damar Kurung yang dibuat oleh Anhar dan Suef mengandung cerita dan pesan yang mengajak pengunjung untuk melihat Kota Gresik dari berbagai sudut pandang yang berbeda,” ujar Hidayatun Nikmah.

Terdapat delapan program pameran The Jumping City yang bisa diakses publik, seperti Ziarah Damar Kurung, Merangakai Damar Kurung, Workshop, Artist Talk, Screening Film, Curator Talk, Teater, dan Lomba Mewarnai. Tajuk The Jumping City dipilih karena karya-karya Anhar dan Suef banyak menyoal kehidupan kota yang dinamis—yang progresif sekaligus regresif dalam satuan waktu yang sama dalam perkembangan kota,” ujar Hidayatun Nikmah selaku Kurator.

”Harapan kami tidak muluk-muluk, semoga karya kami layak untuk dinikmati sekaligus memperkenalkan kepada masyarakat bahwa di Gresik masih ada seniman yang terus menjaga dan mengembangkan Damar Kurung sebagai bagian dari warisan budaya,” ujar Suef.

Sedangkan, Anhar juga menyatakan tentang harapannya agar masyarakat Gresik terus melestarikan lentera berbentuk kubus tersebut. ”Semoga para pengunjung pameran ini, bisa mendapatkan sesuatu dari karya yang kami sampaikan. Sekaligus sebagai ajakan untuk melestarikan budaya, dalam hal ini seni Damar Kurung.”

Sebagaimana tradisi padusan, pameran The Jumping City sengaja diselengarakan untuk menyambut bulan suci Ramadan. Pameran dibuka setiap hari, mulai pukul 16.00 – 22.00 WIB dan berlangsung selama satu bulan. (yad)

The Jumping City, Pameran Lukisan Damar Kurung sambut Ramadan di Galeri Loteng Kemasan Selengkapnya

Wabup Gresik dr Alif Lepas Peserta Gerak Jalan Tradisional 35 km, Balongpanggang-Gresik

GRESIK,1minute.id – Gerak Jalan Tradisional Balongpanggang – Gresik kembali digelar oleh Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik. Tradisi yang sudah puluhan tahun itu menempuh jarak sekitar 35 kilometer. Wakil Bupati Gresik dr Asluchul Alif yang memberangkatkan peserta gerak jalan pada Sabtu, 22 Feberuari 2025.

Start di Kompleks Islamic Center di Desa Kedungpring dan finish di Stadion Gelora Joko Samudro atau G-JOS di Jalan Veteran, Desa Segoromadu, Kecamatan Kebomas. Gerak jalan dalam rangkaian merayakan HUT ke-51 Pemkab Gresik dan Hari Jadi ke-538 Kota Gresik ini diikuti sebanyak 2.438 peserta. Hadiah yang disediakan senilai Rp 42 juta. 

Wakil Bupati Gresik dr Asluchul Alif mengapresiasi antusiasme masyarakat yang turut serta dalam kegiatan ini. Ia berharap gerak jalan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga membangun kebiasaan masyarakat untuk menjaga kesehatan.  

“Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT Pemkab Gresik ke-51 dan Hari Jadi Kota Gresik ke-538. Ini adalah momen bersejarah untuk mengenang perjalanan panjang Gresik sekaligus merenungkan apa yang bisa kita lakukan untuk masa depan daerah tercinta,” ujar dokter Alif, begitu sapaan akrabnya.

Mengapa start tradisi Gerak Jalan Balongpanggang-Gresik dipusatkan di Kompleks Islamic Center ?  Ia mengatakan, kegiatan ini turut memperkenalkan Islamic Center sebagai salah satu ikon kebanggaan masyarakat Gresik. Selain menjadi pusat kegiatan keagamaan, Islamic Center juga memiliki potensi sebagai destinasi wisata religi dan edukasi.  

“Di kompleks Islamic Center ini terdapat Masjid KH Robbach Ma’sum dan perpustakaan berbasis digital. Oleh karena itu, kegiatan Harlah NU dan gerak jalan diselenggarakan di sini sebagai upaya memperkenalkan fasilitas ini kepada masyarakat,” jelasnya.  

Ia juga menyampaikan bahwa lokasi Islamic Center yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Mojokerto dan Lamongan menjadikannya sebagai destinasi yang bisa dikunjungi masyarakat dari luar kota. Meskipun masih dalam tahap penyelesaian, pemerintah berkomitmen untuk segera merampungkan pembangunan.  

“Di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Yani – Alif, kami berkomitmen untuk menyelesaikan pembangunan Islamic Center ini secepat mungkin,” tambahnya.  Selain sebagai ajang olahraga dan silaturahmi, kegiatan ini juga berperan dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dengan adanya pasar kaget dan keikutsertaan UMKM lokal, diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat.  

“Kegiatan ini juga menjadi upaya penguatan ekonomi kerakyatan, terutama bagi pelaku UMKM di Kabupaten Gresik,” pungkasnya. Dalam gerak jalan ini, peserta berlomba memakai kostum unik untuk menarik perhatian masyarakat. Ada yang berkostum nenek sihir dengan sapu lidi, ada juga kostum wayang orang , dan super hero. Sepanjang jalan dilalui peserta, warga berjubel untuk menyaksikan hiburan gratis tersebut. (yad)

Wabup Gresik dr Alif Lepas Peserta Gerak Jalan Tradisional 35 km, Balongpanggang-Gresik Selengkapnya

Pemeran Lukisan Kaligrafi Menggapai Ramadhan Diperpanjang, Yanto Bedor : Melukis sambil Berdakwah

SURABAYA,1minute.id – Ekspektasi warga Metropolis, Surabaya dalam mengapresia Kaligrafi Art Exibition bertajuk “Menggapai Ramadhan” patut diacungi jempol. Ratusan warga dan pecinta kaligrafi datang silih berganti ke basement Alun-alun Kota Surabaya.

Melihat antusiasme warga membuat Panitia Kaligrafi Art Exibition “Menggapai Ramadhan” memperpanjang pameran lukisan kaligrafi terbesar di awal 2025 ini memperpanjang gelaran pameran  yang diikuti 70 pelukis se-Indonesia dengan ratusan karya hingga bulan suci Ramadan. 

Menurut Syam Arif, Ketua Panitia Panitia Kaligrafi Art Exibition “Menggapai Ramadhan”, pameran yang dibuka oleh Staf Ahli Walikota Surabaya Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan Tomi Ardiyanto mulai 15-22 Februari 2025. “Karena animo warga sangat baik, pameran kami perpanjang sampai Ramadan (2 Maret 2025, Red),” kata Syam Arif melalui WhatsApp pada Sabtu, 22 Februari 2025. Di pameran ini, Syam Arif memamerkan beberapa karyanya. Di antara kaligrafi Surat Al A’raf ukuran 90×90 cm dan Ayat Kursi 150×100 cm. 

Syam Arif menjlentrehkan event Kaligrafi Art Exibition “Inspirasi Ramadhan” diikuti sebanyak 70 pelukis kaligrafi di nusantara. Selain Syam Arif, ada juga H.Muhammad Riyanto, pelukis Kaligrafi yang ditinggal di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Riyanto memamerka karya berjudul “God is the Only Source of Knowledges” yang artinya Tuhanlah satu-satunya sumber ilmu.

“Niki doa, ayat, hadist dan Alquran. Ada kode 99 G pun mboten 5G male,” kata Riyanto dalam melalui pesan WhatApps pada wartawan 1minute.id pada Kamis, 20 Februari 2025. 

Pelukis kaligrafi lainnya antara lain  KH.Misbahul Munir, Ketua Majelis Dewan Hakim MKQ Nasional Malang ; KH.Imron Fathoni, Dewan Hakim MKQ Jawa Timur, KH.Robert Nasrullah, Dewan Hakim MKQ Nasional Yogyakarta ; Syam Arif Surabaya ; Suharno, Tangerang dan Abdul Syukur, Jakarta. 

Juga ada Ustad Badruzzaman, Jakarta ; Lukmanul Hakim, Jombang ; Camilhady Lamongan ; Anwar Sanusi, Pasuruan ; Armin Misbah, Sulawesi ; Ustad Miftahul Khoir, Bali ; M.Assyri, Kudus ; Supriyanto alias Yanto Dedor, Riau serta pelukis kaligrafi Nasional lainnya.

MENGGAPAI RAMADHAN : Supriyanto, biasa disapa, Yanto Bendor, Riau salah satu pelukis kaligrafi yang berpatisipasi di pameran lukis kaligrafi Menggapai Ramadhan di Basement Alun-alun Kota Surabaya. ( Foto : Dok Yanto Bedor untuk 1minute.id)

Pelukis Supriyanto alias Yanto Bedor, Medan, misalnya. Ia mulai menekuni seni lukis ketika tinggal di Simpassari Art Gallery Medan. Kecintaan Yanto Bedor dalam seni lukis kemudian merauntau ke Jakarta untuk menambah wawasan seni rupanya. “Saya sempat menjadi pelukis jalanan di Monas, Gambir,” katanya pada Sabtu, 22 Februari. 

Ibukota Indonesia, Yanto Bedor bertemu pelukis yang bernama Dirot Kadirah. “Kami berdua berangkat ke Bali sebagai episentrum seni lukis nusantara,” ujarnya. Di Kota Dewata itu, Yanto Bedor tinggal di Jaka Galeri yang bersebelahan dengan Galeri RUDANA di Jalan Peliatan, Ubud,  Bali untuk menggali ilmu pada maestro lukis Sudarso yang seangkatan dengan maestro lukis Afandi dan Sujoyono. 

“Kini, saya bergabung dengan Ikatan Pelukis Indonesia di Sumatra, Riau,” jelas Yanto Bedor. Di pameran kaligrafi Menggapai Ramadhan ini, Yanto Bedor bertemu dengan banyak seniman kaligrafi nasional yang beraliran kontemporer, realis dan idealis. “Saya sendiri biasa melukis dengzn aliran realis natural dengan mengikuti lameran kaligrafi walaupun belum bisa meninggalkan realis naturalisnya yang masih ikut terbawa dalam lukisan kaligrafinya. Kini di rasa semakin sejuk dalam menyampaikan inspirasi alam pikirnya dengan menambahkan kaligrafi,” tutur Yanto Bedor.

Ia mengakui dengan melukis kaligrafi bisa sebagai pengingat untuk diri dan sesama berkesenian sambil berdakwah. Apalagi pada momen yang tepat di hari menjelang Ramadan. Bulan yang  sangat di tunggu-tunggu oleh masyarakat muslim sedunia sebagai bulan yang mulia. “Dengan hadirnya pameran kaligrafi Menggapai Ramadhan berharap kemuliaan kita sebagai makhluk Allah yang sangat dimuliakan tentunya,” pungkasnya. (yad)

Pemeran Lukisan Kaligrafi Menggapai Ramadhan Diperpanjang, Yanto Bedor : Melukis sambil Berdakwah Selengkapnya

Mbah Mat Kauli, Maestro Macapat itu Meninggal Diusia 94 Tahun, Budayawan Gresik Berduka

GRESIK,1minute.id – Budayawan di Kota Santri berduka. Mbah Mat Kauli, maestro macapat wafat di usia 94 tahun. Jenazah Mbah Mat Kauli di makamkan di pemakaman umum di dekat rumah di Jalan Awikoen Jaya, Kelurahan Gending, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik pada Jumat, Wage, 21 Februari 2025. 

Kabar wafatnya maestro Macapat yang memiliki 10 anak, dengan 31 cucu dan 35 cicit itu beredar melalui pesan WhatsApp Grup atau WAG. Di antaranya, dari Komunitas Gresik Heritage. Bunyi kabar duka itu : Inalillahi wa Inalilahi Rojiun, Warta Lelayu. “Sampun tinimbalan sowan ngarsanipun Gusti Ingkang Mahaasih inggih ….”

WARTA LELAYU : Mbah Mat Kauli, maestro Macapat asal Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik meninhgal dunia pada Jumat Wage, 21 Februari 2025 ( Foto : WAG Gresik Heritage / 1minute.id)

Sebagai Ketua Umum Gresik Heritage, Kami merasa kehilangan sosok panutan, seorang Guru yang telah banyak mengajarkan arti Kebudayaan, ketulusan, dan Perjuangan tanpa Pamrih. Mbah, perjalananmu telah usai, tetapi Inspirasimu akan terus menyala, menghidupkan semangat kami dalam menjaga sejarah dan Kebudayaan Gresik,” kata Ketua Gresik Heritage Sumarga Adhi Satria kepada 1minute.id pada Sabtu, 22 Februari 2025.

Menurut Sumarga, Mbah Mat Kauli bukan sekadar Budayawan. Beliau adalah pilar nafas sejarah dan ruh Kebudayaan Gresik. Setiap Tutur, gerak, dan karyanya adalah cerminan kecintaan mendalam terhadap warisan leluhur yang beliau jaga dengan penuh dedikasi. “Semoga Allah SWT menerima segala amal ibadahmu, mengampuni segala khilaf, dan menempatkanmu di tempat terbaik di sisi-Nya. Selamat jalan, Mbah Mat Kauli, warisanmu akan terus kami jaga,” imbuh Sumarga yang juga Kepala SMP Darul Islam atau Daris Gresik.

Pada 21 Agustus 2024 wartawan 1minute.id sempat silaturahmi ke rumah Mbah Mat Kauli di Jalan Awikoen Jaya no 31 Gemantar, Kelurahan Gending, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Saat itu, mbah Mat Kauli harus berbaring di tempat tidur di rumahnya yang sederhana. Sebab, kaki maestro macapat  itu tidak bisa lagi menahan berat tubuhnya.

“Sejak Idul Fitri lalu, bapak sakit,” kata Sumiyati, 70 tahun, anak sulung dari 10 bersaudara pasangan suami-istri, Mat Kauli dengan Suparti pada Rabu, 21 Agustus 2024 lalu. 

Wartawan 1minute.id secara bersamaan dengan dua siswa dan seorang guru pembimbing dari UPT SMP Negeri 4 Gresik mengunjungi rumah mbah Mat Mauli. Kedatangan siswa dan seorang pembimbing untuk melakukan pendalaman penelitian tentang macapat, kebudayaan khas di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu. 

Pendalaman penelitian setelah mereka lolos nasional ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia atau OPSI yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi atau Kemendubud Ristek 2024. Selama hampir 2 jam berbincang santai dengan maestro Macapat Mbah Mat Kauli di kamar tidurnya yang berukuran 3×4 meter persegi itu.

Di dalam kamar itu terdapat dua buah lemari. Satu lemari pakaian bagian rak atas digunakan sebagai tempat Mbah Mat Kauli menyimpan buku-bukunya. Buku macapat itu ada yang masih menggunakan aksara Jawa kuno atau hanacaraka, dan aksara Jawa latin. Buku aksara Jawa kuno dengan cover warna hitam dan kertas sudah berwarna kuning. 

Sedangkan, buku aksara Jawa latin hasil terjemahan itu ditulis tangan oleh Mbah Mat Kauli. Selama 14 bulan Mbah Mat Kauli menyalin. Buku-buku tertata rapi. 

“Tidak komplit, ada yang dipinjam anak-anak mahasiswa yang melakukan penelitian dan belum dikembalikan,” sela Sumiyati. 

Meski kaki tidak bisa menahan berat tubuhnya, daya ingatan Mbah Mat Kauli masih luar biasa. Di usia 93 tahun kebanyakan orang mengalami pikun, akan tetapi ingatan Mbah Mat Kauli yang mulai nembang macapat di usia 18 tahun itu masih sangat tajam. Selama 75 tahun mbah Mat Kauli nembang Macapat. 

Hanya pendengarannya mulai berkurang. Melihat ada tamu, Mbah Mat Kauli terlihat senang. Seakan menjadi “obat” bagi mbah Mat Kauli. “Matur suwun, sik diperhatikan,” katanya. Mbah Mat Kauli pun mengizinkan tamunya untuk merekam dan memotretnya.

Ia pun menceritakan tentang masa muda, hingga dinobatkan sebagai seorang maestro Macapat oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Ristek Republik Indonesia. Ia juga bercerita menjadi aktor film yang dibuat oleh Yayasan Gang Sebelah, yang berdiri sejak 2017.

Pada usia 22 tahun mbah Mat Kauli menikah dengan Supartin yang saat itu masih berusia 12 tahun. Dari pernikahan itu, Mbah Mat Kauli dikarunia 10 anak. Tiga di antara 10 anak meninggal dunia. Supartin adalah cinta pertama dan terakhir Mbah Mat Kauli. 

Kondisi kesehatan Mbah Mat Kauli yang lahir 1 Mei 1931 menurun sejak istrinya, Supartin wafat pada 16 Agustus 2021. “Sejak ibu meninggal itu, kondisi kesehatan bapak terus menurun,” cerita Sumiyati.

Sekitar 3 bulan terakhir ini, Mbah Mat Kauli tidak bisa berjalan. Bahkan, kakinya sudah tidak bisa menahan berat tubuhnya. Mbah Mat Kauli hanya bisa berbaring di tempat tidur. Akan tetapi, Mbah Mat Kauli sangat bersemangat ketika membang macapat. “Bagi bapak nembang macapat bagai obat yang mujarab. Bapak selalu bersemangat kalau ada yang minta nembang,” ujar Sumiyati. (yad)

Mbah Mat Kauli, Maestro Macapat itu Meninggal Diusia 94 Tahun, Budayawan Gresik Berduka Selengkapnya

Seri Lawan Persibo Bojonegoro, Bagaimana Nasib Gresik United di Liga 2 Indonesia?

GRESIK,1minute.id – Gresik United versus Persibo Bojonegoro berakhir imbang, 0-0 di Stadion pada Jumat, 21 Februari 2025. Raihan satu poin di akhir babak Play Off Degradasi Liga 2 Indonesia ini tidak sesuai harapan pelatih dan pemain Gresik United. 

Coach Gresik United Djajang Nurdjaman, menyebut biang kerok kegagalan tim berjuluk Laskar Joko Sanudro membawa pulang 3 poin adalah pengadil di lapangan alias wasit. “Lagi-lagi keputusan wasit sangat kami menyayangkan,” kata Coach Djanur pada sesi konfrensi pers usai pertandingan yang berlangsung di Stadion Letjend H. Soedirman pada Jumat, 21 Februari 2025.

Kegagalan mencuri 3 poin dari Persibo Bojonegoro ini menjadi Gresik United mendapatkan 12 poin dan nangkring di posisi 3 klasemen sementara grup J. Sedangkan, Persibo Bojonegoro di urutan ke-4 dengan 10 poin. Akan tetapi, Persibo Bojonegoro menyisakan satu pertandingan ke kandang Persiwar Waropen yang sudah pasti terdegradasi ke liga 3 Indonesia. 

“Hasil tidak kami inginkan hasil seri, target kami membawa pulang 3 poin sehingga secara otomatis bisa bertahan di Liga 2. Masih punya peluang di play off nanti,” tegas Djanur.

Kini, suporter setia Gresik United, Ultras Gresik lebih banyak berdoa dengan harapan Renan da Silva dkk bangkit dan bisa tetap bertahan di kasta kedua sepak bola Indonesia. Sebab, target awal masuk ke Liga 1 Indonesia di musim 2025/2026 sudah harus di kubur dalam-dalam. (yad)

Seri Lawan Persibo Bojonegoro, Bagaimana Nasib Gresik United di Liga 2 Indonesia? Selengkapnya