718 Mahasiswa Unair Surabaya KKN-BBK di Empat Kecamatan di Kabupaten Gresik

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 718 mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya melakukan program Kuliah Kerja Nyata–Belajar Bersama Komunitas (KKN-BBK) ke-7 di Kabupaten Gresik. 

Program KKN-BBK UNAIR 2026 mengusung tema Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan selama hampir satu bulan, mulai 6 Januari hingga 2 Februari 2026, di empat kecamatan, yakni Bungah, Sidayu, Kebomas, dan Gresik. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang hadir dalam kegiatan tersebut berharap program KKN-BBK mampu mendorong kolaborasi, inovasi, dan kepedulian sosial mahasiswa di tengah masyarakat. “Kami berharap program-program KKN-BBK selaras dengan isu strategis dan prioritas pembangunan Kabupaten Gresik tahun 2026, sehingga dapat mendukung percepatan pembangunan daerah,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Selasa, 6 Januari 2026

Sementara itu, Ketua Badan Penjamin Mutu Universitas Airlangga Surabaya Nurul Barizah, mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik yang secara konsisten memberikan ruang bagi UNAIR untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah. “Program ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi bentuk nyata sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Kami optimistis mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Gresik,” ungkapnya.

Nurul Barizah juga berpesan kepada seluruh peserta KKN-BBK agar memanfaatkan waktu pengabdian dengan sebaik-baiknya, menghormati norma dan nilai masyarakat setempat, serta menjaga nama baik diri, keluarga, dan almamater. “Tiga hal utama yang perlu dipegang mahasiswa adalah belajar dan berbaur dengan masyarakat, berkontribusi secara aktif, serta menaati seluruh aturan dan norma yang berlaku,” pungkasnya. (yad)

718 Mahasiswa Unair Surabaya KKN-BBK di Empat Kecamatan di Kabupaten Gresik Selengkapnya

Lantik 55 Kepala Sekolah, Bupati Gresik : Titip Sekolah Ramah Anak, No Bullying & Radikalisme

GRESIK,1minute.id –  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengambil sumpah dan melantik 55 kepala sekolah serta 21 pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Senin, 5 Januari 2026.

Puluha kepala sekolah yang dilantik, terdiri dari 53 kepala Sekolah Dasar (SD) dan 2 kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pelantikan kepala sekolah ini dilaksanakan berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 7 Tahun 2025, yang menggantikan Permendikbud Nomor 40 Tahun 2021 tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah.

Penerapan regulasi tersebut bertujuan untuk mengisi kekosongan jabatan kepala sekolah yang terjadi di sejumlah satuan pendidikan. Kondisi kekosongan kepala sekolah ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Gresik, tetapi juga hampir di seluruh wilayah Indonesia, sehingga diperlukan percepatan pengisian jabatan melalui mekanisme berbasis merit.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menjelaskan bahwa seluruh kepala sekolah dan pejabat fungsional yang dilantik telah melalui proses seleksi yang komprehensif, mulai dari manajemen talenta, uji kompetensi, hingga penelusuran rekam jejak. Selain itu, aspek jarak tempat tinggal dengan lokasi kerja juga menjadi pertimbangan dalam penempatan.

“Panjenengan semua terpilih sesuai dengan hasil manajemen talenta dan nilai uji kompetensi yang sudah memenuhi syarat. Tapi saya juga melihat latar belakang pendidikan serta jarak rumah dengan tempat tugas. Kami tidak ingin jarak penempatan menjadi alasan menurunnya integritas dan kinerja,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani.

Ia berpesan agar mengelola sekolah secara profesional dan akuntabel, baik dalam pengelolaan administrasi maupun pengelolaan anggaran pendidikan, seperti bantuan operasional sekolah daerah maupun nasional (BOSDAdan BOSNAS). Selain itu, juga mengistruksikan membangun kerja sama yang solid antara kepala sekolah dan para guru guna menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.

“Titip sekolah ini menjadi sekolah ramah anak. Tidak ada bullying, tidak ada radikalisme. Mudah-mudahan Bapak-Ibu menjadi guru yang terus dicintai oleh murid-muridnya,” pesan Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

Dalam pelantikan tersebut, sebanyak lima peserta dari Pulau Bawean turut dilantik secara daring sebagai bentuk pemerataan pelayanan serta efisiensi pelaksanaan pemerintahan.

Sebagai penutup, Bupati Yani menyampaikan bahwa kepala sekolah yang telah menjabat selama dua periode atau kurang lebih delapan tahun akan segera didorong untuk mengikuti uji sertifikasi pengawas. Kebijakan ini bertujuan untuk membuka ruang regenerasi dan pengembangan karier di bidang pendidikan. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi

Lantik 55 Kepala Sekolah, Bupati Gresik : Titip Sekolah Ramah Anak, No Bullying & Radikalisme Selengkapnya

Gubernur Jatim Khofifah bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Naik TransJatim Nikmati Eduwisata Berbasis Literasi Digital

GRESIK,1minute.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengunjungi Gresik Universal Science (GUS) pada Minggu, 4 Januari 2026.

Kunjungan di hari libur ini, Khofifah bersama cucu didampingi Fandi Akhmad Yani naik TransJatim. Rombongan berangkat dari Terminal Bunder, Gresik.  Perjalanan menuju destinasi wisata edukasi berbasis literasi digital, Gresik Universal Science yang berada di Kompleks Islamic Center berlokasi di Desa Kedungpring, Kecamatan Balongpanggang selama lebih kurang 45 menit.

Kunjungan ini menjadi simbol dukungan terhadap transportasi publik, sekaligus penguatan destinasi wisata edukasi berbasis literasi digital di Kabupaten Gresik. Gresik Universal Science sendiri telah di soft launching secara oleh Bupati Gresik pada 24 Desember 2025, bertepatan dengan libur panjang pelajar. Sejak dibuka untuk publik, GUS tercatat telah dikunjungi ribuan masyarakat dari berbagai daerah, terutama pelajar dan keluarga.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Gresik atas hadirnya GUS sebagai wisata literasi digital yang menampilkan kekayaan daerah secara komprehensif. Ia menilai GUS tidak hanya menyuguhkan budaya, tetapi juga potensi tiap kecamatan, mulai dari kuliner hingga mata pencaharian masyarakatnya.

“Potensi yang ditampilkan di sini sangat lengkap. Bukan hanya budaya, tetapi juga kehidupan sosial dan ekonomi masyarakatnya. Ini bisa menjadi referensi bagi daerah lain untuk memperkenalkan jejak sejarah dan budayanya masing-masing,” puji Khofifah.

Gubernur Khofifah juga berpesan kepada masyarakat yang berkunjung agar ikut menjaga fasilitas GUS. Menurutnya, keberadaan GUS sangat strategis dalam memperkuat literasi masyarakat dengan pendekatan yang relevan dengan kebiasaan generasi saat ini.

“Yang menarik, GUS mengintegrasikan literasi dengan audio visual. Kita tahu masyarakat belakangan lebih suka mendengar daripada membaca. Dengan strategi ini, masyarakat tetap memperoleh pengetahuan sekaligus meningkatkan taraf literasi,” tambahnya.

Salah satu ruang yang mendapat perhatian khusus dari Gubernur Khofifah adalah Ruang Damarkurung, yang menampilkan instalasi karya maestro seni Damarkurung, almarhumah Masmundari. Instalasi tersebut dinilai tidak hanya memukau secara visual, tetapi juga sarat nilai sejarah dan budaya lokal.

“Ruang Damarkurung ini luar biasa. Dengan instalasi yang kuat dan menarik, saya berharap bisa memantik ketertarikan generasi muda dan melahirkan talenta-talenta baru penerus Mbah Masmundari,” ujarnya. Terkait aksesibilitas, Gubernur Khofifah menilai lokasi GUS sangat mudah dijangkau karena terintegrasi dengan rute Bus TransJatim. Konektivitas ini dinilai mendukung GUS sebagai destinasi edukasi yang inklusif dan ramah bagi masyarakat luas

Sebelumnya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan bahwa GUS dirancang sebagai wisata edukasi dan literasi digital yang mendorong pengunjung untuk menikmati setiap ruang secara perlahan. Ia mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru saat berkunjung, sehingga pesan sejarah dan budaya Gresik dapat terserap secara utuh.

“Tenang saja, tidak usah buru-buru saat berkunjung di GUS. Masyarakat bisa benar-benar menikmati literasi yang ada. Setiap ruangan idealnya sekitar 10 menit, supaya suguhan tentang sejarah dan budaya Gresik bisa dinikmati dengan maksimal,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi

Gubernur Jatim Khofifah bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Naik TransJatim Nikmati Eduwisata Berbasis Literasi Digital Selengkapnya

Pesona Pantai Tanjung Gaang, Pulau Bawean, Air Bening & Batu Cadasnya Menyerupai Dinosaurus 

EMPAT wisatawan domestik (wisdom) tersesat di Pantai Tanjung Ghe’eng atau Gaang di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik pada Kamis, 1 Januari 2026. Tim gabungan dari Polsek Sangkapura, Koramil dan Perangkat Desa Kumalasa, Kecamatan Sangkapura berhasil melakukan evakuasi warga  Kompleks Perumahan Surya Regency, Gedangan, Sidoarjo itu.

Seperti apa Pantai Tanjung Gaang itu? Wartawan 1minute.id sempat mengunjungi pantai Tanjung Ghe’eng pada 29 Juli 2021. Saat itu, bersama dengan tujuh orang termasuk pemandu wisata pemuda setempat. Kami menyewa Jhukong (perahu bersayap khas Bawean). 

Pantai Tanjung Gaang, destinasi wisata ini belum tersentuh modernisasi. Masih “perawan”. Lokasinya di Dusun Somor-somor, Desa Kumalasa, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean. Kami tertarik mengunjungi destinasi ini karena mendapatkan informasi menjadi salah satu spot terbaik Sunset di Pulau Putri, sebutan lain, Pulau Bawean. 

Rombongan tiba sekitar pukul 14.30 WIB. Perjalanan menggunakan Jhukong lebih kurang 45 menit. Benar juga. Destinasi satu ini menyajikan pemandangan alam yang eksotis. Biota laut bisa diintip dari atas perahu. Berbagai jenis ikan warna-warna bisa dinikmati dengan mata telanjang. Beberapa teman juga sempat menikmati rumput laut disana. 

Bagi penghobi snorkeling atau diving akan sangat dimanjakan dengan kekayaan laut hasil ciptaan Sang Kholiq iniq. Tapi, harus membawa peralatan sendiri karena belum ada tempat persewaan alat untuk menyelam. Karena Tanjung Gaang, Bawean bukan seperti destinasi Bangsring Underwater di Banyuwangi. Sebab, pantai Tanjung Gaang, masih perawan. “Apik seru!” seru seorang teman. 

EKSOTIS: Batu karang di Pantai Tanjung Gaang di Desa Kumalasa, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean yang menyerupai Dinosaurus (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Batu karang yang melindungi kami dari sengatan matahari itu seperti marmer. Bentuknya, sangat eksotis. Bentuknya pun aneka ragam. Bahkan, ada yang menyerupai dinosaurus. Foto-foto Tanjung Gaang bisa dinikmati di buku berjudul Grissee Kota Bandar cetakan ke-2 karya Chusnul Cahyadi yang juga wartawan media online, 1minute.id ini.

Setelah berendam dan menikmati biota laut. Kami kemudian kembali naik Jhukong menuju sebuah pantai masih di Desa Kumalasa. Pantai itu salah satu akses menuju puncak batu karang untuk menikmati Sunset yang menurut warga setempat salah satu spot terindah Sunset di Pulau Bawean itu. Akses jalan menuju puncak batu karang tidak mudah. Sebab, Beberapa batu karang ujungnya juga runcing. Sehingga harus ekstrahati-hati. Semua perjalanan itu, terbayar lunas karena pemandangan membuat mata seakan enggan berkedip karena begitu memesona. (Chusnul Cahyadi)

Editor : Chusnul Cahyadi

Pesona Pantai Tanjung Gaang, Pulau Bawean, Air Bening & Batu Cadasnya Menyerupai Dinosaurus  Selengkapnya

Tim Gabungan Selamatkan Empat Wisatawan Domestik asal Sidoarjo Tersesat Pantai Tanjung Ghe’eng, Pulau Bawean 

GRESIK,1minute.id – Sebanyak empat wisatawan asal Sidoarjo yang tersesat di jalur hutan dan perbukitan dari objek wisata Tanjung Ghe’en, Desa Kumalasa, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik berhasil diselamatkan.

Wisatawan domestik yakni Rudianto ; Djoko Priantoro; Mikhael Brave dan Gavriel Bright. Mereka diduga satu keluarga yang tinggal di Perum Surya Regency, Gedangan, Sidoarjo itu bisa diselamatkan oleh anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Sangkapura dan Perangkat Desa Kumalasa.

Petugas membutuhkan waktu lebih dari 2 jam untuk proses evakuasi wisdom. Sebab, medan lokasi hutan dan perbukitan batu padas. Tim harus menyusuri jalur perbukitan dan hutan dengan berjalan kaki. Karena jalu menuju Tanjung Ghe’eng tidak bisa dilalui kendaraan bermotor. Tidak penerangan lampu serta sinyal komunikasi juga tidak bisa menjangkau lokasi kejadian.

“Medannya cukup berat dan gelap. Akhirnya empat wisatawan itu berhasil kami temukan di pinggir pantai,” ungkap Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Gresik Iptu Hepi Muslih Riza pada Jumat, 2 Januari 2026. 

Menurut Iptu Hepi, keempat wisatawan yang seluruhnya laki-laki, terdiri dari dua orang dewasa dan dua anak-anak. Mereka dilaporkan tersesat saat perjalanan pulang menjelang malam. Dari keterangan para wisatawan, mereka tersesat karena kemalaman dan salah mengambil jalur, yang justru membawa mereka kembali ke arah pantai. 

Salah seorang wisatawan kemudian meminta pertolongan melalui layanan darurat 110 Polres Gresik. Laporan Masuk sekitar pukul 18.00 WIB. Mereka ditemukan sekitar pukul 19.00 WIB.

Sementara itu, Kepala Desa Kumalasa Idham Cholik, mengungkapkan bahwa informasi awal diterimanya dari Polsek Sangkapura setelah adanya laporan masuk melalui call center 110 Polres Gresik. “Sekitar pukul 18.00 WIB saya mendapat laporan dari kepolisian bersama Koramil. Kami langsung bergerak bersama warga untuk melakukan pencarian,” ujar Cholik.

“Mereka mengira jalur itu jalan pulang, tapi justru kembali ke pantai. Akhirnya salah satu dari mereka berteriak minta tolong, dan suaranya terdengar oleh tim pencari,” jelas Kholik. Setelah sumber suara diketahui, tim langsung mengarah ke lokasi dan menemukan keempat wisatawan dalam keadaan selamat tanpa luka serius.  Selanjutnya mereka dievakuasi dan diistirahatkan di sekitar wilayah Kecamatan Sangkapura.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Sangkapura Aipda Wijiono membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut salah satu wisatawan sempat menghubungi layanan darurat 110 Polres Gresik untuk meminta pertolongan. “Benar, ada laporan masuk melalui 110. Alhamdulillah, seluruh wisatawan berhasil ditemukan dalam kondisi selamat,” ujar Wijiono.

Diketahui, Tanjung Ghe’eng berjarak sekitar lima kilometer dari permukiman warga, dengan akses berupa jalan naik turun, medan terjal, dikelilingi hutan lindung, serta kondisi sinyal komunikasi yang tidak stabil, sehingga rawan bagi wisatawan yang berkunjung tanpa pendamping atau penerangan memadai.

Wartawan 1minute.id mengunjungi Tanjung Ghe’eng pada 29 Juli 2021 sempat mengunjungi destinasi wisata Tanjung Ghe’eng. Saat itu, bersama enam orang termasuk pemandu wisata asal Bawean dengan naik Jhukong (perahu bersayap khas Bawean). Selama hampir 45 menit perjalanan. 

Tanjung Ghe’eng, destinasi wisata yang masih perawan. Air jernih sehingga biota laut bisa dilihat dari atas perahu. Selain itu, batu cadas yang menjulang diatas permukaan laut beberapa mirip hewan zaman purba, Dinosaurus. Atas bukit batu cadas itu, salah satu spot terbaik untuk menikmati Sunset di Pulau Putri. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi

Tim Gabungan Selamatkan Empat Wisatawan Domestik asal Sidoarjo Tersesat Pantai Tanjung Ghe’eng, Pulau Bawean  Selengkapnya

Mohammad Salim, Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Sabet Anugerah PAIS Love 2025 dari Kemenag

GRESIK,1minute.id – Menjelang akhir tahun 2025, civitas UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik mendapatkan kado istimewa dari Kementerian Agama (Kemenag) Gresik. Mohammad Salim dinobatkan sebagai Juara Pertama Kepala Sekolah Imlementator Pengembangan Pendidikan Agama Islam (PAI) 2025. 

Salim berhak mendapatkan Anugerah PAIS LOVE 2025. Penganugerahan akan diserahkan pada Upacara Peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama 2026 di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri di Jalan Raya Metatu, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik pada Sabtu, 3 Januari 2026 mendatang. 

“Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja cerdas Guru PAI Spenda yang luar biasa,  Ustad Bambang Sujianto, Ustad Humaidi dan Bu Ning Choiriyah dengan konsisten dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan kegiatan PAI dan tanpa lelah membuat inovasi terbaik untuk murid kami dan saya selaku kepala Sekolah mengapresiasinya,” kata Salim melalui pesan WhatsApp pada Selasa, 30 Desember 2025.

UPT SMP Negeri 2 Gresik, satu-satunya lembaga pendidikan jenjang Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik. Juara kedua, diraih Sholahiyah dari Kepala SMP Alkarimi, Desa Tebuwung, Kecamatan Dukun dan juara tiga yakni Moh Ghozali, Kepala UPT SDN 296 Gresik.

Menurut Salim, ada beberapa penilaian program pengembangan Pendidikan Agama Islam (PAIS) yang dilakukan oleh Kementerian Agama Kabupaten Gresik. “Spenda terpilih menjadi Terbaik Program sekolah berbasis Agama,” kata Salim.

Ada sepuluh program berbasis PAIS yang dilakukan oleh lembaga pendidikan dibawah Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik selama 2025. Salim menyebutkan, 

Pengajaran Al-Quran, TBTQ (Tuntas Baca, Tulis Quran) Kelas Tahfid adalah Literasi Al Quran. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca, menghafal, dan memahami Al-Quran ;  Pelajaran Fiqih Nisa’: Keputrian.  Program ini mengajarkan siswa tentang hukum-hukum Islam, seperti ibadah, muamalah, dan akhlak ; Pelajaran Akhlak: Program ini mengajarkan siswa tentang akhlak yang baik, seperti sopan santun, kejujuran, dan empati.

Berikutnya, Kegiatan Keagamaan :  Program ini meliputi kegiatan seperti salat berjamaah, pengajian, dan kegiatan keagamaan lainnya ; Pembinaan Karakter: Program ini bertujuan untuk membentuk karakter siswa yang beriman, berakhlak mulia, dan berwawasan luas ; Pengembangan Spiritual: Program ini mengajarkan siswa tentang pentingnya spiritualitas dan bagaimana meningkatkan kualitas spiritual.

Selanjutnya, Kegiatan Sosial: Program ini meliputi kegiatan seperti bakti sosial, pengumpulan dana untuk kegiatan keagamaan, dan lain-lain ; Pembinaan Guru : Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mengajar pendidikan agama Islam ; Pengembangan Kurikulum*: Program ini bertujuan untuk mengembangkan kurikulum pendidikan agama Islam yang lebih efektif dan relevan dan Evaluasi dan Monitoring: Program ini bertujuan untuk memantau dan mengevaluasi kualitas pendidikan agama Islam di sekolah.

Selain sepuluh program tersebut, Spendagres juga melakukan kegiatan penunjang, antara lain, Salat Dhuha, Duhur berjamaah ;  Pengajian rutin ; Kegiatan bakti sosial dan santunan; Lomba-lomba keagamaan dan  Seminar keagamaan. Kemudian, kegiatan outbound keagamaan Brus ( Bimbingan Remaja Usia Sekolah) kerjasama dengan KUA (Kantor Urusan Agama).Gresik ; Hotmil dan tadarus jam ke Nol ; Duta Keberagaman Pembinaan Kerukunan kerjasama dengan FTK Gresik ; Kantin Halal Binaan Kemenag ; Love Romadhon dan Jumat Religi berbagi dan Peduli. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi

Mohammad Salim, Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Sabet Anugerah PAIS Love 2025 dari Kemenag Selengkapnya

Libur Nataru, Pantai Delegan Padat , Satpolair Polres Gresik Pantau Aktivitas Wisatawan Mandi Air Laut

GRESIK,1minute.id – Pantai Delegan masih menjadi favorit masyarakat. Di liburan Natal dan Tahun (Nataru) destinasi pasir putih di Pantai Utara (Pantura) Gresik tepatnya di Desa Delegan, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik ramai.

Ratusan bahkan ribuan wisatawan berkunjung ke salah satu destinasi wisata di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik itu. Polres Gresik melalui Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolair) meningkatkan pengamanan di kawasan wisata Pantai Dalegan itu. Kegiatan pengamanan tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Polair Polres Gresik AKP I Nyoman Ardita, bersama sejumlah personel, yakni Aiptu Pudji Santoso, Aipda Saji, dan Brigpol Machfudhi. 

Fokus pengamanan diarahkan pada pengawasan aktivitas wisatawan yang memadati kawasan pantai selama masa libur panjang. Petugas melakukan pemantauan secara intensif, khususnya terhadap pengunjung yang beraktivitas mandi di laut.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi terhadap potensi kecelakaan laut, mengingat tingginya jumlah wisatawan yang datang saat libur Nataru. Selain pengawasan, personel Satpolair juga aktif memberikan imbauan kepada wisatawan agar selalu waspada, mengutamakan keselamatan diri, serta mematuhi batas aman pantai yang telah ditetapkan dan diberi tanda oleh pengelola wisata.

Kasat Polair Polres Gresik turut mengedukasi para orang tua agar senantiasa mengawasi anak-anaknya saat beraktivitas di area pantai. Tak hanya itu, perhatian juga diberikan kepada pengelola perahu wisata dengan menegaskan pentingnya penerapan standar keselamatan pelayaran, termasuk kewajiban penggunaan life jacket bagi seluruh penumpang.

“Melalui pengamanan yang intensif ini, Polres Gresik berharap seluruh rangkaian kegiatan wisata selama libur Natal dan Tahun Baru di Pantai Dalegan dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif, sehingga masyarakat dapat menikmati liburan dengan rasa nyaman dan tenang,” ujar Kasat Polair AKP I Nyoman Ardita. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi

Libur Nataru, Pantai Delegan Padat , Satpolair Polres Gresik Pantau Aktivitas Wisatawan Mandi Air Laut Selengkapnya

4 Siswa MTs Tarbiyatul Wathon, Campurejo Boyong 4 Medali di Ajang IISRO 2025, Kompetisi Robotik Internasional

GRESIK,1minute.id – International Islamic School Robot Olympiad (IISRO) digelar di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Semarang berakhir pada Rabu, 24 Desember 2025. Sebanyak empat siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Tarbiyatul Wathon, Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik berhasil merebut empat medali di ajang kompetisi internasional robot terbesar untuk siswa muslim ini. 

Empat siswa yang menorehkan tinta emas bagi dunia pendidikan di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik itu, yakni, Muhammad Rabi Fawaid, Kelas VIII A meraih The Second Place of Maze Transporter Katagori Robot Transporter Senior ; Muhammad Fatihul Fajril Irham (Kelas VIII A) meraih The second place of Sumo RC 1 Kg ; Hishan Fatihuddin Fawwas Arrahman (Kelas VIII B) meraih The Second Place of Maze Transporter dan Muhammad Uffair Nayaka Untara (Kelas VII A) meraih The Third place of Sumo RC 1 Kg. Mereka tergabung dalam robotika sekolah.

Bagaimana perasaan mereka karena mengharumkan nama sekolah dan pendidikan di Kabupaten Gresik ? “Saya merasa terharu bisa ikut lomba Robot tingkat international, karena selama ini saya ingin masuk ekstrakurikuler robotik di MTs Tarbiyatul Wathon, hal itu yang mendorong saya harus masuk di Lembaga MTs. Tarbiyatul Wathon,” kata Hishan Fatihuddin Fawwas Arrahman, programer Transporter di tim Robotik MTs Tarbiyatul Wathon, Campurejo, Panceng itu. 

Muhammad Fatihul Fajril Irham, mengaku masih belum percaya bisa meraih prestasi di ajang robotika internasional ini. Sebab, Fajril mengaku  baru belajar robotika semenjak September sampai November 2025. Kecerdasan dan ketekunan siswa kelas VIII itu akhirnya ditunjuk untuk mewakili teman-temannya ikut ajang IISRO di Semarang pada Desember 2025. “Hati dan perasaan saya masih tidak percaya kalau saya bisa jadi juara Robotika,” kata Fajril. 

Kompetisi robot tahunan yang diikuti ribuan siswa mulai jenjang Sekolah Dasar dan Madrasah Tsanawiyah (SD dan MTs) sederajat yang diselenggarakan International Muslim Association for Robotics atau Asosiasi Muslim Internasional untuk Robotika (IMARO), sebagai persiapan sekolah Islam untuk berpartisipasi dalam kompetisi robotika dunia. Kompetisi berlangsung selama 3 hari, 22-24 Desember 2025. Indonesia sebagai tuan rumah kompetisi digelar di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Semarang, Jawa Tengah. 

Kepala Mts Tarbiyatul Wathon, Campurejo, Emy Fitriyatun Nisa’ mengucapkan rasa syukur. “Syukur Alhamdulillah, Prestasi di tingkat International yang diraih anak-anak Robotik sangat menggembirakan dan kebanggaan bagi seluruh civitas MTs. Tarbiyatul Wathon, kami berharap prestasi tim robotic dapat di tiru oleh teman temanya demi mengharumkan nama MTs. Tarbiyatul Wathon,” kata Emy Fitriyatun Nisa’. 

Sementara itu, Waka Kesiswaan Alfi mengaku bangga prestasi yang diraih tim robotic sekolah. “Kami sangat bangga dan terharu yang notabenya anak-anak kami dari pinggiran desa dengan pencapaian di kanca internasional ini, selain itu kita bisa membuktikan bahwa madrasah mampu bersaing dan berinovasi di Tengah perkembangan zaman. Ajang ini bukan sekedar lomba, tapi juga buat pengalaman belajar anak kami dan untuk memotivasi siswa-siswi yang lain,” ujarnya. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi

4 Siswa MTs Tarbiyatul Wathon, Campurejo Boyong 4 Medali di Ajang IISRO 2025, Kompetisi Robotik Internasional Selengkapnya

Ini Sosok Martina Ayu, Ratu Triathlon asal Gresik yang Borong 7 Medali di SEA Games Thailand 2025

GRESIK,1minute.id – Ajang SEA Games Thailand 2025 telah usai. Indonesia menempati posisi kedua dengan memperoleh 91 medali emas. Posisi puncak diraih tuan rumah, Thailand dengan 233 emas.

Dari 91 medali emas yang diraih Indonesia, sebanyak 5 emas disumbang oleh Martina Ayu Pratiwi. Atlet triathlon asal Kabupaten Gresik, Jawa Timur ini tampil luar biasa dengan menyumbangkan 7 medali untuk Indonesia, terdiri dari 5 medali emas dan 2 medali perak. Ia pun sebagai salah satu atlet paling bersinar di ajang SEA Games Thailand 2025.

Atlet berusia 21 tahun ini bahkan dinobatkan sebagai atlet triathlon terproduktif di SEA Games 2025. Berkat pencapaiannya, Martina kini dijuluki “Ratu Triathlon asal Gresik.” Tak banyak yang tahu, Martina sebenarnya hampir meninggalkan dunia olahraga. Saat masih duduk di bangku SMA, ia sempat berniat berhenti sebagai atlet renang.

Namun titik balik terjadi pada Juli 2022, saat pelatih renangnya menawarkan Martina untuk beralih ke cabang olahraga triathlon. “Waktu itu saya merasa tertantang karena triathlon punya tiga cabor. Dari situ saya tertarik dan akhirnya pindah ke triathlon pada Juli 2022,” ujar Martina.

Keputusan itu menjadi awal perjalanan emasnya. Perjalanan Martina menuju SEA Games 2025 tak instan. Sejak awal tahun, ia sudah masuk program persiapan intensif bersama tim Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas). Selama tiga bulan, Martina dan tim menjalani latihan berat di Bangka Belitung. “Kami latihan tidak peduli cuaca panas, hujan, angin, capek, dan nervous, semua kami lewati bersama,” tuturnya.

Kini, Martina melanjutkan latihan di Pasir Putih, Situbondo, meski ia mengakui Gresik tetap menjadi tempat penuh kenangan karena sejak kelas 4 SD hingga lulus SMA ia berlatih di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik. Martina sudah diberi tahu akan tampil di 7 nomor lomba. Dari tujuh nomor itu, ia menetapkan satu target utama. “Target pribadi saya hanya satu, medali emas di nomor triathlon individual karena itu nomor paling bergengsi di SEA Games,” jelasnya.

Target itu sukses terwujud. Setelah SEA Games, Martina langsung memasang target lebih tinggi. “Target utama saya tahun 2026 adalah Asian Games. Selain itu, saya ingin memperbaiki world ranking agar peluang tampil di Olimpiade Los Angeles 2028 semakin besar,” katanya.

Ia berharap pencapaiannya di SEA Games ini menjadi awal dari perjalanan panjang menuju panggung dunia. Berikut prestasi  Martina di SEA Games Thailand 2025, yakni 5 emas, Triathlon Individual Putri ; Aquathlon Estafet Putri; Aquathlon Estafet Campuran ; Duathlon Estafet Putri dan Duathlon Estafet Campuran. Kemudian 2  medali perak yakni Triathlon Estafet Putri dan Triathlon Estafet Campuran. (yad)

Ini Sosok Martina Ayu, Ratu Triathlon asal Gresik yang Borong 7 Medali di SEA Games Thailand 2025 Selengkapnya

Ribuan Umat Kristiani Aman dan Nyaman Beribadat, Perayaan Natal 2025 di Gresik Kondusif

GRESIK,1minute.id – Perayaan Natal 2025 berlangsung khidmat. Umat kristiani menjalankan ibadat, misa natal dengan suka cita. Waka Polres Gresik Kompol Shabda Purusha Putra bersama Asisten Setkab Gresik Suprapto serta Kodim 0817/Gresik memantau langsung misa Natal di sejumlah gereja pada Rabu malam, 24 Desember 2025.

Mereka mengunjungi diantaranya Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo dan Gereja Santa Perawan Maria. Sekitar pukul 19.00 WIB, rombongan tiba di gereja katolik di Jalan Arif Rahman Hakim, Gresik. Rombongan disambut langsung oleh Romo Gregorius Sasar Harapan. Tampak juga Romo Suwaji.

Ribuan jemaat sedang melakukan misa natal juga ikut menyambut kedatangan perwakilan Forkopimda Gresik. “Kami sebagai umat Katolik, terus mendoakan Gresik semakin maju,” ujar Romo Gregorius di Altar Gereja St Perawan Maria pada Rabu, 24 Desember 2025.

Perayaan Natal 2025 berlangsung damai dan aman. Umat kristiani merayakan dengan penuh kebahagiaan. Kondisi aman dan kondusif ini tentu harapan semua warga Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik.  Kepolisian Resor (Polres) Gresik bersama semua stakeholder melakukan kerja ekstra keras untuk menciptakan suasana kondusif. 

Sebelum misa Natal, Polres Gresik melakukan sterilisasi semua gereja di Gresik. Di setiap gereja, personel melakukan sterilisasi secara menyeluruh meliputi area dalam gereja, altar, mimbar, kursi jemaat, hingga lingkungan sekitar gereja guna memastikan tidak ada potensi gangguan keamanan.

Waka Polres Gresik Kompol Shabda Purusha Putra mengatakan, sterilisasi menjadi langkah utama Polres Gresik dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada umat. “Kami melakukan sterilisasi gereja untuk memastikan seluruh area ibadah benar-benar aman. Harapannya, dapat melaksanakan ibadah Natal dengan aman, nyaman, dan penuh khidmat,” tegasnya. (yad)

Ribuan Umat Kristiani Aman dan Nyaman Beribadat, Perayaan Natal 2025 di Gresik Kondusif Selengkapnya