Buku ‘Futuhus Sama’, Mahasiswa di Gresik Jadikan Malik Ibrahim Teladan Spirit Pergerakan

GRESIK,1minute.id – Aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Atas Langit Daruttaqwa melaunching buku berjudul ‘Malik Ibrahim Sang Penguasaq Islam, Teladan Sebagai Spirit Pergerakan’.

Peluncuran buku antologi karya  mahasiswa ini ditandai dengan acara ‘Ngaji Sejarah’ dengan menghadirkan para tokoh budayawan dan sejarawan di Kabupaten Gresik sebagai narasumber yaitu,  Prof. Menachem Ali (Ahli Filologi) ;  Nurul Yaqin (Ketua Umum MAPSINU), Kris Adji AW (Budayawan Gresik) serta dihadiri Himpunan Dzuriyah Sunan Giri, Pengurus MAPSINU, Akhmad Khoiri, owner Batik Gajah Mungkur. 

Launching digelar di kawasan Heritage Kampung Kemasan di Kelurahan Pekelingan, Kecamatan/Kabupaten Gresik. 

Secara singkat, buku berjudul ‘Malik Ibrahim Sang Penguasa Islam, Teladan Sebagai Spirit Pergerakan’ ini awalnya merupakan kumpulan materi yang disampaikan dalam agenda Pelatihan Kader Dasar (PKD) PMII Atas Langit Daruttaqwa beberapa waktu lalu. 

Buku ini memuat tentang sejarah Sunan Maulana Malik Ibrahim sebagai tokoh penyebar agama Islam Wali Songo yang kemudian dijadikan rujukan sebagai teladan dalam menggugah spirit pergerakan.

Ketua Pengurus Komisariat (PK) PK PMII Atas Langit Daruttaqwa M. Hadi Khoirur Roziqin mengatakan, buku berjudul ‘Malik Ibrahim Sang Penguasa Islam, Teladan Sebagai Spirit Pergerakan’ hadir dengan tujuan untuk menggugah spirit pergerakan sekaligus instrumen kaderisasi bagi kalangan mahasiswa khususnya kader PMII melalui penguatan literasi dan kajian sejarah lokal Gresik.

“Buku Futuhus sama’ (tersingkapnya cakrawala pemikiran kader PMII) merupakan hasil dari proses belajar kader pada pelatihan kader dasar v kemarin, dengan harapan dapat menjadi instrument untuk proses kaderisasi, sekaligus memperdalam literasi kader PMII Atas Langit tentang sejarah lokal Gresik,” ujarnya.

Menurutnya, sejarah perjalanan Sunan Maulana Malik Ibrahim sebagai tokoh penyebar agama Islam Wali Songo patut dijadikan rujukan. Sehingga perjuangan para tokoh Islam dapat menjadi inspirasi dan spirit pergerakan bagi aktivis mahasiswa khususnya di Kabupaten Gresik. “Karena itu perlu sangat penting memperdalam literasi tentang sejarah lokal Gresik,” tegasnya.

Sementara Ketua Majelis Pembina Komisariat (Mabinkom) PK PMII Atas Langit Daruttaqwa M. Gus Maulana Yasin menuturkan bahwa buku berjudul ‘Malik Ibrahim Sang Penguasa Islam, Teladan Sebagai Spirit Pergerakan’ diharapkan menjadi simbol titik balik bagi kader PMII untuk berbenah dan memperdalam sejarah lokal Gresik. Sehingga dapat terus bergerak dan berkarya sesuai tuntutan zaman.

“Jika Futuhus Sama’ (Isra’ Mi’raj) Nabi Muhammad SAW sebagai perjalanan vertikal dan Hijrahnya sebagai implementasi horizontal untuk membangun peradaban, maka buku Futuhus Sama’ diharapkan menjadi simbol titik balik bagi kader PMII untuk berbenah dan peringatan tahun baru Hijriyah sebagai momentum untuk terus bergerak dan berkarya sesuai tuntutan zaman,” terangnya.

Ketua Umum Pengurus Cabang (PC) PMII Gresik M. Dafa Abie Almadhani menegaskan, launching buku Futuhus Sama’ oleh PK PMII Atas Langit Darurttaqwa ini merupakan bentuk komitmen kader dalam mengembangkan tradisi literasi dan intelektual di lingkungan PMII. Kehadiran buku ini diharapkan menjadi pemantik semangat membaca, menulis, dan berpikir kritis bagi seluruh kader.

“Melalui buku Futuhus Sama’, diharapkan kualitas kader PMII semakin meningkat, tidak hanya dalam aspek literasi dan keilmuan, tetapi juga dalam menerjemahkan gagasan menjadi aksi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, rangkaian kegiatan Ngaji Sejarah menjadi sarana penting untuk membangun kesadaran historis kader. Sebagai representasi pemuda dan mahasiswa, kader PMII diharapkan mampu memahami sejarah kedaerahan, menjaga nilai-nilai lokal, serta berkontribusi dalam pembangunan daerah dengan berlandaskan pemahaman sejarah yang kuat. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Buku ‘Futuhus Sama’, Mahasiswa di Gresik Jadikan Malik Ibrahim Teladan Spirit Pergerakan Selengkapnya

Meriah Pembukaan Kapolres Gresik Esports Competition 2026, AKBP Ramadhan : Momentum Lahirkan Bibit Atlet Esports Nasional 

GRESIK,1minute.id – Pembukaan Kapolres Gresik Esports Competition 2026 di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik meriah pada Jumat malam, 19 Juni 2026. Ratusan peserta mayoritas generasi Z (Gen-Z) berlaga untuk menjadi yang terbaik dalam ajang memperingati Hari Bhayangkara ke-80 ini.

Kompetesi sekaligus wadah pembinaan talenta digital di Kabupaten Gresik menjadi pembuka jalan atlet asal Gresik untuk berlaga di Esports Kapolri Cup 2026 ini dibuka oleh Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution. 

Forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Gresik yakni, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Fadly Subur Karamaha, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Gresik Achmad Rifai, Ketua Pengadilan Agama Gresik Rusdiansyah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, Kadis Parekrafbudpora Saifudin Ghozali hadir dan berkumpul bersama ratusan peserta. 

Dalam sambutannya, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan turnamen, mulai dari pemerintah daerah, instansi terkait, komunitas esports, hingga para peserta.

Menurutnya, Kapolres Gresik Esports Competition 2026 bukan hanya sekadar kompetisi permainan digital, melainkan menjadi sarana positif untuk membangun karakter generasi muda yang kreatif, disiplin, dan menjunjung tinggi sportivitas.

“Pada saat ini, esports telah berkembang menjadi olahraga yang diminati berbagai kalangan. Melalui kolaborasi Polres Gresik bersama Disparekrafbudpora dan ESI Kabupaten Gresik, kami ingin menghadirkan wadah yang positif bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat dan prestasinya,” ujar AKBP Ramadhan Nasution.

Kapolres menegaskan bahwa olahraga, termasuk esports, mengajarkan nilai-nilai penting seperti kerja sama tim, kekompakan, strategi, dan semangat pantang menyerah. Nilai-nilai tersebut dinilai sejalan dengan upaya membangun generasi muda yang produktif dan berdaya saing. 

“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, Kapolres Gresik Esports Competition 2026 dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 secara resmi saya nyatakan dibuka,” ucapnya yang disambut tepuk tangan meriah dari para undangan dan peserta.

Kapolres juga berpesan kepada seluruh peserta agar bertanding dengan penuh semangat, menjaga etika, serta menjunjung tinggi sportivitas selama kompetisi berlangsung. Ia berharap kompetisi yang digelar selama dua hari tersebut dapat melahirkan atlet-atlet esports berbakat yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Gresik di tingkat yang lebih tinggi.

Melalui penyelenggaraan Kapolres Gresik Esports Competition 2026, Polres Gresik tidak hanya memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80, tetapi juga memperkuat sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung perkembangan olahraga digital yang semakin diminati generasi muda.

Kapolres Gresik Esports Competition 2026 diharapkan menjadi momentum lahirnya bibit-bibit atlet esports potensial sekaligus mempererat hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengapresiasi langkah Polres Gresik yang menghadirkan kompetisi esports sebagai bagian dari peringatan Hari Bhayangkara. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antarkomunitas esports dan generasi muda di Kabupaten Gresik.

“Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara, kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi bagi komunitas esports. Mudah-mudahan seluruh peserta merasa senang dan kompetisi ini berjalan sukses hingga akhir,” ujarnya.

Ia menilai Kabupaten Gresik memiliki banyak talenta muda di bidang esports yang berpotensi meraih prestasi lebih tinggi di tingkat regional maupun nasional. “Kami melihat banyak bakat esports di Gresik. Turnamen ini bisa menjadi langkah awal untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah,” pungkasnya. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Meriah Pembukaan Kapolres Gresik Esports Competition 2026, AKBP Ramadhan : Momentum Lahirkan Bibit Atlet Esports Nasional  Selengkapnya

Menjembatani Pertumbuhan Industri dan Kelestarian Pesisir “Strategi Bisnis dan Ekologis Teknik Konstruksi Perkapalan UMG di Era Hilirisasi”

oleh : Ali Yusa 

KAWASAN pesisir Kabupaten Gresik yang saat ini berada pada fase transformasi ekonomi yang sangat penting. Sebagai salah satu pusat hilirisasi industri nasional di Jawa Timur, dan pintu gerbang Nusantara, Gresik menjadi magnet investasi di sektor manufaktur, pelabuhan, logistik, dan industri maritim. 

Kehadiran berbagai kawasan industri terpadu, termasuk Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), telah memperkuat posisi Gresik sebagai simpul ekonomi strategis yang mendukung visi Indonesia sebagai negara maritim dunia. Namun, di balik percepatan pertumbuhan tersebut, terdapat tantangan yang tidak dapat diabaikan. 

Dalam perspektif ekonomi lingkungan, ekspansi industri pesisir selalu membawa konsekuensi berupa tekanan terhadap ekosistem pantai, peningkatan risiko abrasi, degradasi habitat mangrove, serta perubahan dinamika hidrologi kawasan pesisir. Pertanyaan mendasar yang kemudian muncul adalah: bagaimana memastikan bahwa pembangunan ekonomi dapat berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan?

Pertanyaan tersebut menemukan jawaban menarik melalui kegiatan penanaman 2.000 bibit mangrove yang diselenggarakan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Cabang Gresik bersama berbagai pemangku kepentingan di kawasan Kalimireng, Desa Manyarsidomukti pada Sabtu, 13 Juni 2026 lalu. Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tersebut menjadi lebih menarik karena diprakarsai dan didukung secara aktif oleh Akademisi Program Studi Teknik Konstruksi Perkapalan Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG).

Bagi sebagian kalangan, keterlibatan program studi yang identik dengan desain kapal, struktur baja, hidrodinamika, dan konstruksi maritim dalam kegiatan restorasi mangrove mungkin tampak tidak lazim. Namun jika ditelaah melalui perspektif rekayasa modern, manajemen risiko, dan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), langkah tersebut justru mencerminkan “strategi yang sangat visioner”.

Akademisi Teknik Kontruksi Perkapalan UMG, melihat bahwa inisiatif ini bukan sekadar kegiatan sosial atau agenda seremonial lingkungan. Sebaliknya, kegiatan tersebut merupakan bentuk rekayasa sinergi antara kepentingan akademik, industri, lingkungan, dan masyarakat yang patut dijadikan model pembangunan maritim berkelanjutan. 

Setidaknya ada 7 langkah yang dilakukan oleh Teknik Kontruksi Perkapalan dan PII Cabang Gresik yang mendukung pembangunan tersebut, yaitu:

Aktivis lingkungan memberikan briefing sebelum aksi penanaman mangrove di kawasan Kalimireng, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik yang diisiasi oleh mahasiswa UMG bersama Persatuan Insiyur Indonesia (PII) Cabang Kabupaten Gresik pada Sabtu, 13 Juni 2026 ( Foto : PII Cab Gresik untuk 1minute.id)

1. Mitigasi Risiko Aset Pesisir

Bagi dunia maritim, abrasi bukan sekadar persoalan lingkungan, melainkan ancaman ekonomi yang nyata. Infrastruktur pelabuhan, dermaga, kawasan industri pesisir, dan jalur pelayaran sangat bergantung pada stabilitas garis pantai. Aktivitas kapal yang semakin padat di wilayah perairan Manyar menghasilkan fenomena ship wake atau gelombang akibat lintasan kapal. 

Dalam jangka panjang, energi gelombang tersebut berkontribusi terhadap percepatan erosi pantai. Berbagai penelitian mengenai pesisir Gresik menunjukkan bahwa perubahan garis pantai terjadi secara dinamis akibat kombinasi faktor alam dan aktivitas manusia.

Dalam konteks tersebut, mangrove berfungsi sebagai benteng alami yang mampu meredam energi gelombang, menangkap sedimen, dan memperkuat struktur pantai. Berbagai studi menunjukkan bahwa hutan mangrove dapat mengurangi tinggi gelombang secara signifikan sebelum mencapai garis pantai. Oleh karena itu, penanaman mangrove di Kalimireng sesungguhnya merupakan investasi mitigasi risiko yang melindungi aset-aset maritim bernilai tinggi di masa depan.

Dari perspektif bisnis, biaya rehabilitasi pantai dan perbaikan infrastruktur akibat abrasi jauh lebih mahal dibandingkan biaya pencegahan melalui restorasi ekosistem. Dengan kata lain, konservasi mangrove merupakan bentuk investasi defensif yang memberikan manfaat ekonomi jangka panjang.

2. Integrasi ESG ke dalam Kurikulum Teknik

Dalam satu dekade terakhir, konsep Environmental, Social, and Governance (ESG) telah berkembang dari sekadar tren menjadi standar global. Perusahaan-perusahaan multinasional kini menjadikan kepatuhan ESG sebagai indikator utama dalam investasi dan pengelolaan bisnis.

Perubahan ini turut memengaruhi dunia pendidikan teknik. Lembaga akreditasi internasional semakin menekankan pentingnya pendidikan keberlanjutan dalam kurikulum rekayasa.

Teknik Konstruksi Perkapalan UMG tampaknya memahami perubahan tersebut dengan sangat baik. Kegiatan di Kalimireng menjadi sarana pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk memahami hubungan antara teknologi maritim dan keberlanjutan lingkungan.

Mahasiswa tidak hanya mempelajari cara merancang kapal yang kuat dan efisien, tetapi juga memahami bagaimana aktivitas maritim memengaruhi ekosistem pesisir. Mereka belajar bahwa keberhasilan pembangunan maritim tidak hanya diukur dari kapasitas pelabuhan atau jumlah kapal yang dibangun, tetapi juga dari kemampuan menjaga keseimbangan ekologis. Melalui pendekatan ini, UMG sedang mempersiapkan lulusan yang mampu menjawab kebutuhan industri global yang semakin berorientasi pada prinsip ESG.

3. Kalimireng sebagai Living Laboratory kedua Teknik Kontruksi Perkapalan, setelah Pakelingan 

Salah satu tantangan terbesar perguruan tinggi adalah memastikan bahwa penelitian yang dilakukan memiliki relevansi terhadap persoalan nyata masyarakat.

Kawasan Kalimireng menawarkan peluang luar biasa sebagai laboratorium alam atau living laboratory. Berbeda dengan laboratorium tertutup yang memiliki kondisi terkendali, Kalimireng menyediakan data nyata yang sangat berharga untuk penelitian multidisiplin. Mahasiswa dan dosen dapat melakukan pengukuran mengenai pengaruh akar mangrove terhadap pola sedimentasi, karakteristik arus, distribusi gelombang, stabilitas garis pantai, hingga kapasitas penyimpanan karbon biru (blue carbon).

Penelitian mengenai ekosistem mangrove di wilayah Gresik menunjukkan adanya keragaman spesies yang cukup tinggi dengan karakteristik lingkungan yang kompleks. Kondisi ini memberikan peluang besar bagi pengembangan riset hidrodinamika, rekayasa pantai, konservasi pesisir, dan teknologi mitigasi perubahan iklim.

Data yang dihasilkan dari kawasan ini berpotensi menjadi sumber publikasi ilmiah bereputasi internasional, meningkatkan indeks sitasi universitas, serta membuka peluang memperoleh hibah penelitian nasional maupun internasional.

Dengan demikian, kegiatan penanaman mangrove bukan hanya menghasilkan manfaat ekologis, tetapi juga menciptakan nilai tambah akademik yang sangat besar.selain membangun beberapa *sarana bangunan apung*  yang menunjang masyarakat.

4. Efisiensi melalui Kolaborasi Pentahelix

Keberhasilan sebuah proyek pembangunan sering kali ditentukan oleh kemampuan mengelola sumber daya secara efisien. Dalam konteks ini, kegiatan Kalimireng menunjukkan implementasi nyata model kolaborasi pentahelix yang melibatkan akademisi, pemerintah, industri, komunitas, dan organisasi profesi.

“Teknik Kontruksi Perkapalan beserta PII Gresik” berperan sebagai penghubung berbagai pemangku kepentingan. Industri menyediakan dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), pemerintah memberikan dukungan regulasi dan data teknis, masyarakat berkontribusi sebagai pelaksana lapangan, sedangkan perguruan tinggi menyediakan keahlian ilmiah dan teknis.

Model seperti ini memungkinkan distribusi biaya, risiko, dan manfaat secara lebih merata. Tidak ada satu pihak yang menanggung seluruh beban kegiatan, tetapi seluruh pihak memperoleh manfaat sesuai kepentingannya masing-masing.

Dalam perspektif manajemen proyek modern, pendekatan ini merupakan contoh nyata efisiensi sumber daya yang patut direplikasi di berbagai daerah pesisir Indonesia.

5. Rekayasa Ekologis untuk Menjamin ROI Lingkungan

Banyak program rehabilitasi mangrove di Indonesia gagal karena dilakukan tanpa pendekatan ilmiah yang memadai. Penanaman sering dilakukan pada lokasi yang tidak sesuai dengan karakteristik ekologis mangrove sehingga tingkat kematian bibit sangat tinggi.

Di sinilah keunggulan keterlibatan tenaga ahli teknik perkapalan dan kelautan. Pendekatan yang digunakan tidak sekadar menanam, tetapi menerapkan prinsip ecological engineering atau rekayasa ekologis.

Faktor-faktor seperti elevasi lahan, karakteristik sedimen, salinitas, pola pasang surut, dan kecepatan arus dianalisis sebelum penanaman dilakukan. Pendekatan berbasis data tersebut meningkatkan peluang keberhasilan rehabilitasi secara signifikan.

Dari sudut pandang ekonomi, keberhasilan hidup bibit mencerminkan Return on Investment (ROI) lingkungan yang tinggi. Setiap dana yang dikeluarkan menghasilkan manfaat nyata berupa perlindungan pantai, peningkatan biodiversitas, penyimpanan karbon, dan peningkatan produktivitas perikanan.

Penelitian mengenai karbon biru menunjukkan bahwa ekosistem mangrove mampu menyimpan karbon beberapa kali lebih besar dibandingkan hutan daratan. Oleh karena itu, keberhasilan rehabilitasi mangrove juga berkontribusi terhadap target mitigasi perubahan iklim nasional.

6. Menyiapkan Talenta Blue Economy

Dunia maritim sedang mengalami transformasi besar menuju ekonomi biru atau blue economy. Pelabuhan hijau (green port), galangan kapal hijau (green shipyard), dan teknologi maritim rendah emisi kini menjadi standar baru dalam industri global.

Perusahaan tidak lagi hanya mencari lulusan yang memiliki kemampuan teknis tinggi, tetapi juga individu yang memahami keberlanjutan dan tata kelola lingkungan.

Melalui keterlibatan langsung dalam rehabilitasi pesisir, mahasiswa Teknik Konstruksi Perkapalan UMG memperoleh pengalaman yang tidak dapat diperoleh hanya dari ruang kelas. 

Mereka memahami hubungan antara aktivitas pelayaran, kesehatan ekosistem pesisir, perubahan iklim, dan pembangunan ekonomi. Pengalaman tersebut membentuk generasi insinyur yang memiliki perspektif lebih luas dan siap memimpin transformasi industri maritim Indonesia menuju era ekonomi biru.

Dalam jangka panjang, langkah ini merupakan investasi sumber daya manusia yang sangat strategis bagi daerah maupun bangsa.

7. Penguatan Modal Reputasi Institusi

Dalam era ekonomi berbasis pengetahuan, reputasi merupakan aset yang memiliki nilai ekonomi sangat tinggi. Perguruan tinggi tidak lagi bersaing hanya melalui fasilitas pendidikan atau jumlah program studi, tetapi juga melalui kontribusinya terhadap penyelesaian masalah masyarakat.

Keterlibatan aktif Teknik Konstruksi Perkapalan UMG dalam rehabilitasi mangrove memberikan pesan kuat bahwa institusi ini tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga menghadirkan solusi nyata terhadap tantangan pembangunan pesisir.

Reputasi sebagai kampus yang peduli lingkungan dan berorientasi pada keberlanjutan akan meningkatkan daya tarik bagi calon mahasiswa, mitra industri, investor, serta lembaga pendanaan penelitian. Bagi Teknik kontruksi Perkapalan UMG dan PII Gresik, keberhasilan menginisiasi kolaborasi ini juga memperkuat posisi organisasi sebagai katalisator pembangunan daerah yang mampu menjembatani kepentingan profesi, industri, dan masyarakat.

Melampaui Eksploitasi Menuju Simbiosis Maritim

Apa yang dilakukan oleh Teknik Konstruksi Perkapalan UMG bersama PII Gresik di Kalimireng sesungguhnya merupakan sebuah blueprint pembangunan maritim berkelanjutan yang layak dijadikan contoh nasional. Mereka berhasil membuktikan bahwa konservasi lingkungan tidak harus dipandang sebagai beban biaya atau cost center. 

Sebaliknya, konservasi dapat menjadi investasi strategis yang menghasilkan manfaat ekonomi, sosial, dan ekologis secara simultan. Di tengah derasnya arus hilirisasi industri, Gresik menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan tidak harus saling bertentangan. Dengan pendekatan rekayasa yang tepat, galangan kapal yang modern dapat berdiri berdampingan dengan hutan mangrove yang sehat. Pelabuhan yang produktif dapat berkembang tanpa mengorbankan keberlanjutan pesisir.

J⁶ika model sinergi seperti yang diterapkan di Kalimireng dapat direplikasi di berbagai wilayah Indonesia, maka manfaat yang diperoleh tidak hanya berupa perlindungan garis pantai atau peningkatan tutupan mangrove. Lebih jauh lagi, Indonesia akan memiliki fondasi ekonomi maritim yang tangguh, berkelanjutan, dan mampu bersaing di tingkat global.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan sebuah bangsa maritim bukanlah seberapa besar kapal yang mampu dibangun atau seberapa luas pelabuhan yang dimiliki. Ukuran sejatinya adalah kemampuan menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan kelestarian alam. Sinergi biru di Kalimireng telah menunjukkan bahwa insinyur Indonesia tidak hanya mampu membangun kapal untuk mengarungi samudra, tetapi juga mampu merancang masa depan pesisir yang lebih hijau, tangguh, dan berkelanjutan bagi generasi yang akan datang.

* Ali Yusa , Wakil Ketua PII Cab. Gresik – Dewan Pakar IKA ITS Jawa Timur

Menjembatani Pertumbuhan Industri dan Kelestarian Pesisir “Strategi Bisnis dan Ekologis Teknik Konstruksi Perkapalan UMG di Era Hilirisasi” Selengkapnya

Jelang Libur Sekolah dan Rayakan Tahun Baru Islam 1448 H, Spenda Gresik Berikan Motivasi untuk Jaga Akhlak 

GRESIK,1minute.id – Ratusan siswa UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik melakukan doa bersama di halaman sekolah di Jalan KH Kholil, Gresik. Mereka berdoa untuk merayakan peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Acara siraman rohani ini menghadirkan pengeceramah Imam Hanafih, penyuluh di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Gresik. 

Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim mengatakan, acara ini dikemas oleh kesiswaan sekaligus peringatan tahun baru Islam 1448 H untuk memberikan pembekalan dan motivasi kepada para murid menjelang liburan semester genap tahun ajaran 2025/2026 diikuti oleh seluruh murid kls VII dan VIII.

“Liburan bukan berarti berhenti melakukan kebaikan. Justru di rumah, anak-anak dapat terus meningkatkan ibadah, membantu orang tua, serta menjaga akhlak yang baik sebagai murid hebat Spenda,” pesan Mohammad Salim kepada para murid.

Ia berharap kegiatan pembekalan ini diharapkan dapat memberikan motivasi kepada para murid agar tetap menjaga semangat belajar, meningkatkan ibadah, serta kembali ke sekolah setelah liburan dengan semangat yang lebih baik. “Penerimaan rapor kenaikan kelas akan dilaksanakan besok (Jumat),” imbuh Salim.

Sementara itu, Imam Hanafih dalam kesempatan itu mengajak kepada seluruh siswa agar dapat memanfaatkan waktu liburan dengan kegiatan yang positif dan bermanfaat, seperti membantu orang tua di rumah, tetap menjaga ibadah, serta terus membaca AlQuran selama liburan. 

Ketua Bidang Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik ini  juga mengingatkan para murid untuk menjaga sikap dan perilaku selama liburan agar tetap mencerminkan akhlak yang baik sebagai murid Spenda yang berkarakter. ” Tetap menjaga kesehatan dan keselamatan selama menjalani masa liburan bersama keluarga,” kata Imam Hanafih. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Jelang Libur Sekolah dan Rayakan Tahun Baru Islam 1448 H, Spenda Gresik Berikan Motivasi untuk Jaga Akhlak  Selengkapnya

Viral Anak Yatim Atlet Voli Gagal Masuk SPMB,  Dispendik Gresik Tegaskan Pelaksanaan SPMB 2026 Sesuai Juknis dan Prinsip Objektivitas

GRESIK,1minute.id – Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 jenjang SMP Negeri di Gresik memasuki tahap III (Tes Potensi Akademik/TPA). Pendaftaran untuk jalur TPA dijadwalkan pada 15–17 Juni 2026, dengan pelaksanaan tes pada 24 Juni 2026. 

Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik mengklaim pelaksanaan SPMB tahap I dan II berlangsung lancar dan tertib. Dispendik menegaskan bahwa pelaksanaan SPMB 2026 dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku, mengacu pada Peraturan Bupati Gresik dan Petunjuk Teknis (Juknis) SPMB Tahun 2026.

Namun, riak-riak ketidakpuasan tetap mencuat. Bahkan viral di media sosial TikTok. Seorang anak asal Menganti bercerita gagal masuk UPT SMP Negeri 18 Gresik berlokasi di Desa Domas, Kecamatan Menganti. Anak berinisial Ar inj mendaftar lewat jalur prestasi non akademik. Anak yatim juara 1 voli Kabupaten. “Rata-rata nilai 82. Adik saya rata-rata nilai 86,” katanya di unggahan medsos yang telah ditonton 9.524, dibagikan 708 kali. 

Dinas Pendidikan Gresik akhirnya angkat bicara. Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S. Hariyanto, menyampaikan bahwa seluruh tahapan SPMB dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip objektivitas, transparansi, akuntabilitas, dan keadilan bagi seluruh peserta didik.

“Seluruh tahapan SPMB telah dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku dan tidak ada perlakuan khusus terhadap peserta manapun,” ujar Hariyanto. Menurutnya, Dinas Pendidikan terus melakukan penyempurnaan pelaksanaan penerimaan murid baru dari tahun ke tahun guna meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

“Alhamdulillah pelaksanaan SPMB tahun ini berjalan lancar tanpa kendala server. Berbagai masukan dari masyarakat juga menjadi bahan evaluasi untuk penyempurnaan pelaksanaan di masa mendatang,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa dalam proses seleksi jalur prestasi akademik, nonakademik, maupun tahfidz, Dispendik melibatkan tim independen guna memastikan proses penilaian berlangsung secara objektif dan profesional. “Penilaian dilakukan oleh tim yang kompeten berdasarkan ketentuan yang telah ditetapkan sehingga hasilnya dapat dipertanggungjawabkan,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Gresik Herawan Eka Kusuma, menjelaskan bahwa pada jalur Prestasi Non Akademik, mekanisme penilaian mengacu pada komposisi 60 persen nilai rapor dan 40 persen nilai prestasi yang dibuktikan melalui piagam atau sertifikat sesuai ketentuan dalam juknis.

Ia menambahkan bahwa setiap satuan pendidikan memiliki kuota penerimaan yang telah ditetapkan, sehingga proses seleksi dilakukan berdasarkan pemeringkatan nilai akhir seluruh peserta yang mendaftar pada jalur tersebut.

“Hasil seleksi ditentukan berdasarkan nilai dan peringkat peserta sesuai kuota yang tersedia. Seluruh data dan proses penilaian dapat ditelusuri serta diverifikasi,” jelas Herawan.

Pada kesempatan yang sama, Dandik Suwandi selaku Tim Penilai SPMB Jalur Prestasi menjelaskan bahwa proses verifikasi dan penilaian dilakukan berdasarkan dokumen yang diunggah peserta ke dalam sistem dan mengacu penuh pada petunjuk teknis yang berlaku.

“Tim penilai bekerja berdasarkan dokumen yang masuk ke sistem. Penilaian dilakukan berdasarkan bukti prestasi yang diunggah dan ketentuan yang tercantum dalam juknis,” ujarnya. Menurutnya, penilaian prestasi mempertimbangkan berbagai aspek, antara lain penyelenggara kegiatan, jenjang kompetisi, legalitas sertifikat, kategori prestasi, serta kesesuaiannya dengan ketentuan yang telah diatur dalam petunjuk teknis.

Terdapat perbedaan bobot nilai antara prestasi yang diselenggarakan oleh pemerintah dan prestasi yang diselenggarakan oleh pihak non-pemerintah. Nilai prestasi tersebut kemudian diakumulasikan dengan nilai rapor sesuai formula penilaian yang berlaku pada jalur Prestasi Non Akademik.

“Kami juga memperhatikan legalitas dokumen yang diunggah. Seluruh peserta dinilai menggunakan indikator yang sama sehingga proses seleksi berlangsung secara adil dan objektif,” jelasnya.

Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik menegaskan bahwa seluruh ketentuan terkait jalur Prestasi Non Akademik telah disosialisasikan kepada satuan pendidikan dan masyarakat sebelum pelaksanaan SPMB dimulai. Informasi tersebut dapat diakses melalui laman resmi SPMB Kabupaten Gresik dan telah dituangkan dalam regulasi serta petunjuk teknis yang menjadi dasar pelaksanaan seleksi.

Melalui pelaksanaan SPMB Tahun 2026, Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik berkomitmen untuk terus memberikan layanan pendidikan yang transparan, akuntabel, dan berkeadilan bagi seluruh calon peserta didik. “Seluruh proses SPMB dilaksanakan berdasarkan regulasi yang berlaku dengan mengedepankan prinsip objektivitas, transparansi, akuntabilitas, dan keadilan bagi seluruh peserta didik,” pungkas S. Hariyanto. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Viral Anak Yatim Atlet Voli Gagal Masuk SPMB,  Dispendik Gresik Tegaskan Pelaksanaan SPMB 2026 Sesuai Juknis dan Prinsip Objektivitas Selengkapnya

Jemaah Menyemut untuk Meneladani dan Mengenang Kebaikan Habib Abu Bakar Assegaf

GRESIK,1minute.id – Ribuan jemaah mengikuti puncak Haul ke-71 Habib Abubakar bin Muhammad bin Umar Assegaf di Masjid Jamik Gresik pada Rabu, 3 Juni 2026. Jemaah dari berbagai kota di Indonesia itu tumpah ruah mulai simpang empat Gedung Nasional Indonesia (GNI) Jalan Pahlawan, Jalan Malik Ibrahim, Jalan KH Zubair, Jalan Raden Santri, Gresik hingga Alun-alun Gresik.

Pusat kegiatan di dalam Masjid Jamik, tempat makam Habib Abu Bakar Assegaf. Masjid legendaris di Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik itu pun tidak bisa menampung seluruh jemaah untuk ngalab berkah. 

Saking banyaknya jemaah yang hadir sepanjang mata memandang yang tampak berwarna putih. Jemaah laki-laki memakai baju muslim dan kopyah haji warna putih. Sedangkan jemaah perempuan memakai busana muslim warna hitam. Haul yang digelar selama dua hari, Selasa dan Rabu, 2-3 Juni 2026.

Sebelum prosesi puncak haul di Masjid Jamik pukul 09.00 WIB, selapas Subuh para habaib dan keluarga, jemaah lebih dulu mengikuti rangkaian acara di kediaman Habib Abu Bakar Assegaf di Jalan K.H.Zubair dengan acara Maulid Nabi Muhammad SAW.

Sekitar pukul 08.30 WIB, ribuan jemaah arak-arakan dimulai dari rumah kediaman Habib Abu Bakar Assegaf di Jl KH. Zubair No 93 Gresik. Ratusan aparat kepolisian, organisasi kepemudaan antara lain Ansor dan para relawan melakukan pengamanan. Haul berlangsung tertib dan khidmat.

Sejumlah ulama dan habaib ternama turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Habib Zen Baharun dari Pondok Pesantren Dalwa, Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, Habib Jindan bin Jindan, Habib Ismail Hadad, Habib Hasan Al Attos, Habib Umar Al-Hamid, Habib Salim Al Hadad Alhawi, serta Ketua Umum Robithoh Alawiyah Habib Taufik Assegaf.

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution turun langsung memantau jalannya kegiatan bersama sejumlah pejabat utama Polres Gresik. “Pengamanan dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan aman, tertib, dan lancar,” ungkap AKBP Ramadhan.

Umat muslim di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik pun bahu-membahu untuk membantu jemaah yang ingin meneledani dan mengenang kebaikan Habib Abubakar Assegaf. Warga menyiapkan minuman air mineral, kopi hingga makan untuk para jemaah secara gratis. Di dalam masjid Jamik, misalnya, jemaah mendapatkan makan gratis nasi kebuli dari jemaah Siji. 

K.H. Agoes Ali Masyhuri, ulama kharismatik asal Sidoarjo dan pengasuh Pondok Pesantren Progresif Bumi Shalawat yang memberikan tausiyah puncak Haul ke-71 Habib Abubakar bin Muhammad bin Umar Assegaf. 

Rangkaian Haul ke-71 Habib Abu Bakar bin Muhammad bin Umar Assegaf sebagai berikut:

Selasa 2 Juni 2026.

Pukul 16.00 WIB

Rauha & Khotmil Qur’an Ihya’ Ulumuddin, di Kediaman Habib Abu Bakar Assegaf di Jl KH. Zubair No. 93 Gresik. Dilanjutkan pada pukul 21.00 WIB, kegiatan Hadrah.

Rabu 3 Juni 2026

Pukul 05.00 WIB, pembacaan Maulid Nabi Muhammad di kediaman Habib Abu Bakar Assegaf di Jl KH. Zubair No 93 Gresik.

Pukul 09.00 WIB,

Puncak acara berlangsung di Masjid Jamik Gresik, Jl Wakhid Hasyim No. 6 Gresik. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Jemaah Menyemut untuk Meneladani dan Mengenang Kebaikan Habib Abu Bakar Assegaf Selengkapnya

Nila Yani Apresiasi Launching Komunitas Gowes dan Pasar Ahad di Ecopark Desa Randuagung

GRESIK,1minute.id – Ratusan warga Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik tumblek-blek di Pasar Ahad di Kawasan EcoPark Desa Randuagung pada Ahad, 31 Mei 2026. 

Mereka datang untuk menikmati kuliner tempo doeloe alias Jajanan Jadul bersama Nila Yani Hardiyanti, anggota Komisi VII DPR RI serta kominutas gowes. 

Mbak Nila, begitu biasa disapa,menghadiri acara Peluncuran Komunitas Gowes dan Pasar Ahad Jajanan Jadul itu bersama Kepala Desa Randuagung Khambali, tokoh masyarakat, pelaku UMKM, komunitas pesepeda. Acara pun berlangsung meriah. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mendorong gaya hidup sehat sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat melalui pelestarian kuliner tradisional.

Dalam kesempatan tersebut Nila Yani Hardiyanti menyampaikan apresiasi atas inisiatif Pemerintah Desa Randuagung yang mampu memadukan olahraga, pelestarian budaya kuliner, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat dalam satu kegiatan yang positif.

“Komunitas Gowes dan Pasar Ahad Jajanan Jadul ini bukan hanya menjadi sarana olahraga dan rekreasi, tetapi juga wadah bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk lokal serta menjaga keberlangsungan jajanan tradisional yang menjadi bagian dari warisan budaya bangsa,” ujar Mbak Nila sapaan akrab, Nila Yani Hardiyanti.

“Dengan diresmikannya Komunitas Gowes dan Pasar Ahad Jajanan Jadul, Ecopark Desa Randuagung diharapkan semakin berkembang sebagai pusat aktivitas masyarakat, destinasi wisata edukatif, serta ruang promosi bagi produk-produk UMKM lokal,” imbuh legislator PDI-P yang merupakan putri daerah Randuagung, Kebomas ini.

Sementara itu, Kepala Desa Randuagung Kebomas Khambali menyampaikan bahwa Pasar Ahad Jajanan Jadul akan dilaksanakan secara rutin setiap bulan pada pekan kedua di kawasan Ecopark Desa Randuagung. Kegiatan ini diharapkan menjadi destinasi wisata desa yang menarik bagi masyarakat Gresik dan sekitarnya.

Berbagai jajanan tradisional khas Nusantara ditampilkan dalam pasar tersebut, mulai dari cenil, klepon, lupis, putu, kue cucur, hingga aneka makanan dan minuman tradisional lainnya yang mengundang nostalgia bagi para pengunjung.

“Selain menikmati sajian kuliner, masyarakat juga mengikuti kegiatan gowes bersama yang menempuh rute mengelilingi wilayah desa dan kawasan sekitar. Kegiatan ini menjadi simbol semangat kebersamaan, kesehatan, dan kepedulian terhadap lingkungan,” terangnya penuh semangat. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Nila Yani Apresiasi Launching Komunitas Gowes dan Pasar Ahad di Ecopark Desa Randuagung Selengkapnya

Petrokimia Gresik Bagikan Hewan Kurban Senilai Rp 1,8 Miliar, SIG Salurkan 292 Hewan Kurban

GRESIK,1minute.id – Dua perusahaan pelat merah, PT Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia menyalurkan 187 hewan senilai Rp1,8 miliar untuk masyarakat sekitar perusahaan. Sementara itu, SIG menyalurkan 292 hewan kurban pada Idul Adha 1447 Hijriah/ 2026 Masehi. 

Ratusan hewan kurban dari perusahaan Solusi Agroindustri berkantor pusat di Jalan A.Yani, Gresik itu disalurkan untuk masyarakat sekitar perusahaan yakni Gresik, Lamongan dan Surabaya.  Sedangkan, hewan kurban dari PT Semen Indonesia disalurkan untuk masyarakat di 19 Provinsi di Indonesia. 

Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob menyampaikan bahwa Pemerintah telah banyak melakukan perubahan sebagai upaya memberikan kemudahan akses petani terhadap pupuk bersubsidi. Ia bersyukur masyarakat sekitar perusahaan terus memberikan dukungan terbaik sehingga Petrokimia Gresik dapat mendukung pelaksanaan kebijakan tersebut secara optimal.

“Momentum Idul Adha menjadi kesempatan bagi Petrokimia Gresik untuk berbagi sekaligus menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang selama ini mendukung perusahaan. Berkat dukungan tersebut, Petrokimia Gresik mampu menjalankan amanah penyaluran pupuk bersubsidi dengan baik sesuai target,” ujar Daconi di Gresik, Jawa Timur pada Rabu, 27 Mei 2026. 

Ia menambahkan, berbagai inovasi dan program yang dijalankan Petrokimia Gresik juga terbukti mampu mendukung peningkatan produktivitas pertanian nasional. Karena itu, perusahaan terus berkomitmen menghadirkan manfaat yang lebih luas, tidak hanya bagi sektor pertanian tetapi juga masyarakat sekitar perusahaan.

Penyaluran hewan kurban untuk masyarakat ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan. Tahun ini Petrokimia Gresik menyalurkan hewan kurban sebanyak 40 ekor sapi dan 147 ekor kambing.

Ratusan hewan kurban tersebut disalurkan kepada masyarakat di wilayah Gresik, Lamongan, Surabaya dan sekitarnya melalui pengurus masjid dan musala, pondok pesantren, serta organisasi kemasyarakatan yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan. Harapannya, manfaat program ini dapat diterima secara merata oleh masyarakat.

Lebih lanjut Daconi memastikan, setiap hewan kurban yang disalurkan Petrokimia Gresik juga telah melalui proses pemeriksaan kesehatan oleh dokter hewan. Kesehatan menjadi perhatian utama karena merupakan salah satu syariat Islam yang harus dipenuhi pada hewan kurban. Sehingga hewan kurban yang disalurkan dan dikonsumsi memberikan dampak positif bagi masyarakat.

GM of CSR, SIG Edy Saraya (ketiga kiri) bersama penerima hewan kurban dari Kelurahan Gending, Singosari, Sidomoro, Segoromadu, Sidorukun, dan Kramatinggil, Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada Selasa, 26 Mei 2026 (Foto : SIG untuk 1minute.id)

Sementara itu, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) pada Idul Adha 1447 H ini membagikan 292 hewan kurban yang terdiri dari 186 ekor sapi dan 106 ekor kambing. Pembagian hewan kurban dilaksanakan secara bertahap mulai 19 Mei 2026 hingga 26 Mei 2026 melalui masjid, yayasan, pondok pesantren, serta pemukiman masyarakat di sekitar wilayah operasi perusahaan.

Wilayah penyaluran hewan kurban dari SIG tersebar di 19 provinsi meliputi Aceh (Aceh Besar), Riau (Dumai), Sumatra Barat (Padang), Lampung (Bandar Lampung dan Lampung Selatan), Bengkulu, Sumatra Selatan (Palembang dan Ogan Komering Ulu). 

Kemudian,  DKI Jakarta, Banten (Cilegon), Jawa Barat (Bogor dan Karawang), Jawa Tengah (Kendal, Rembang, Blora, Demak, Banyumas dan Cilacap), Jawa Timur (Tuban, Gresik, Probolinggo dan Banyuwangi). Selanjutnya, Bali (Buleleng), Kalimantan Barat (Mempawah), Kalimantan Timur (Samarinda), Sulawesi Selatan (Pangkep, Makassar), Sulawesi Barat (Mamuju), Sulawesi Tenggara (Kendari), Maluku Utara (Tidore Kepulauan), hingga Papua Barat (Sorong).

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan, Iduladha menjadi momentum untuk memperkuat nilai kepedulian dan semangat berbagi, khususnya bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi perusahaan. Melalui penyaluran hewan kurban, SIG ingin menghadirkan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat sekaligus mempererat harmoni dengan para pemangku kepentingan.

”Sebagai bentuk dukungan terhadap perekonomian lokal, SIG membeli hewan kurban dari UMKM di masing-masing wilayah operasi perusahaan, dan memastikan seluruh hewan kurban yang disalurkan telah melalui tes kesehatan sehingga aman dan layak untuk dikonsumsi. Harapan kami, kehadiran SIG tidak hanya berkontribusi terhadap pembangunan, tetapi juga membawa manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan sekitar,” ujar Vita Mahreyni. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Petrokimia Gresik Bagikan Hewan Kurban Senilai Rp 1,8 Miliar, SIG Salurkan 292 Hewan Kurban Selengkapnya

Presiden Prabowo Kurban Sapi 1,14 Ton di Gresik, Polres Gresik Salurkan Bantuan 15 Ekor Sapi, 76 Ekor Kambing

GRESIK,1minute.id –  Seekor sapi milik Presiden Prabowo Subianto bakal disembelih di Masjid Nusantara di Kompleks Perumahan Gresik Kota Baru (GKB) Gresik. Sapi milik peternakan bernama Teguh Budi Slamet, warga Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik itu memiliki berat 1 ton,14 kilogram. 

Menurut Kepala Dinas Pertanian Gresik Eko Anindhito Putro, sapi kurban milik Presiden Prabowo masuk lima besar terberat di Indonesia. “Permintaan dari sekretariat Presiden, minimal berat sapi 800 kilogram, tapi sapi milik peternakan Wringinanom ini memiliki berat 1 ton, 140 kilogram. Kabar terberat nomor 3 di Indonesia,” kata Eko Anindhito Putro usai membuka Festival Qurban, Grissee 1K di kawasan Heritage, Bandar Grissee di Jalan Basuki Rahmat, Gresik pada Selasa, 26 Mei 2026.

Ditempat terpisah, Polres Gresik pada Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi menyalurkan sebanyak 15 ekor sapi dan 76 ekor kambing. Puluhan hewan kurban untuk didistribusikan kepada pondok pesantren, masjid, musala, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat hingga insan pers di Kabupaten Gresik. 

Kegiatan ini menjadi wujud kebersamaan dan upaya mempererat sinergi antara Polri dengan masyarakat. Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menyampaikan Polres Gresik menyalurkan hewan kurban kepada sejumlah lembaga, pondok pesantren, masjid, musholla, instansi, hingga kelompok masyarakat.

“Melalui momentum Idul Adha ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dan manfaat kepada masyarakat. Kurban bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga memperkuat nilai gotong royong, solidaritas, dan kebersamaan antara Polri dengan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Momentum Idul Adha ini tidak sekadar menjadi tradisi tahunan, namun juga sarana memperkuat nilai gotong royong, kebersamaan, dan solidaritas antara Polri dengan masyarakat. Melalui penyaluran hewan kurban, Polres Gresik berharap keberkahan Idul Adha dapat dirasakan lebih luas serta semakin mempererat sinergitas dalam menjaga keamanan dan keharmonisan sosial di Kabupaten Gresik.

“Kami berharap keberkahan Idul Adha ini bisa dirasakan bersama dan semakin mempererat sinergitas dalam menjaga keamanan serta keharmonisan sosial di Kabupaten Gresik,” tambahnya.

Sementara, Ketua MUI Kabupaten Gresik, KH Ainur Rofiq Thoyyib, menyampaikan apresiasi dan doa atas penyaluran hewan kurban yang dilakukan Polres Gresik. Ia mengungkapkan rasa syukur serta berharap ibadah kurban tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian sosial yang membawa keberkahan.

“Alhamdulillah, semoga hewan kurban ini sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan menjadi wasilah bagi Kapolres Gresik untuk mendapatkan tambahan keberkahan serta kemudahan dalam mengemban amanah. Kami juga berharap Kabupaten Gresik semakin kondusif, aman, dan masyarakatnya senantiasa hidup rukun,” ujar KH Ainur Rofiq Thoyyib. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Presiden Prabowo Kurban Sapi 1,14 Ton di Gresik, Polres Gresik Salurkan Bantuan 15 Ekor Sapi, 76 Ekor Kambing Selengkapnya

Hafal 11 Juz, Aisyah Shidqiyah Peraih Golden Tiket SPMB 2026, Pilih SMPN 2 Gresik

GRESIK,1minute.id – Golden Tiket masuk sekolah menengah pertama negeri (SMPN) di Kabupaten Gresik telah dikantongi oleh Aisyah Shidqiyah. Pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran baru 2026/2027. Siswa kelas VI Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) Sukodono bisa memilih SMP Negeri di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik tanpa tes. 

Putri pasangan Muhammad Khoir dan Faizahtur Rahma berusia 12 tahun tinggal di Kelurahan Kemuteran, Kabupaten/ Kabupaten Gresik ini bisa meraih Golden Tiket karena telah hafal 11 juz Al-Qur’an. Generasi unggul nan sholehah yang dinantikan setiap sekolah. Lalu kemana Aisyah Shidqiyah menjatuhkan pilihan sekolah di SPMB SMP Negeri di Gresik ?

“Kami sangat terharu dan senang. Aisyah Shidqiyah memilih UPT SMP Negeri 2 Gresik sebagai pilihan utama SPMB jalur tahfidz,” ujar Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim pada Ahad, 24 Mei 2026. 

Pada SPMB 2026 di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik dilakukan secara online. Terdapat empat jalur pendaftaran: domisili (zonasi), afirmasi, mutasi, dan prestasi. Pemerintah Kabupaten Gresik menegaskan komitmen pelaksanaan SPMB yang objektif, transparan, dan berkeadilan 

Menurut Salim, Tahun Ajaran baru 2026/2027 ini pagu UPT SMP Negeri 2 Gresik sebanyak 256 siswa. Informasi dari panitia SPMB tahun ajaran 2026-2027 ini sudah ada sekitar 261 yang sudah registrasi termasuk program tahfidz.

Ia mengatakan, kelas Tahfidz di UPT SMP Negeri 2 Gresik unggul karena memadukan pendidikan agama dan pengembangan karakter dengan fasilitas studio Al-Qur’an khusus. “Program ini menawarkan pembinaan berkelanjutan, evaluasi tasmi’ rutin, dan uji petik langsung dengan penguji ahli dari Masjid Agung Gresik maupun pondok pesantren,” kata Salim.

Berikut adalah rincian keunggulan program kelas tahfidz di sekolah tersebut:

Pembinaan Intensif dan Berkelanjutan: Dirancang sebagai wadah bagi siswa yang memiliki potensi menghafal Al-Qur’an sejak awal masuk sekolah hingga lulus.

Ujian Tasmi’ Berkala: Terdapat ujian tasmi’ (memperdengarkan hafalan di satu duduk) yang dilangsungkan di Studio Al-Qur’an UPT SMPN 2 Gresik, sangat efektif untuk melatih mental, disiplin, dan menjaga kualitas bacaan siswa.

Didampingi Penguji Ahli: Evaluasi akhir semester (uji petik) melibatkan pembina tahfidz profesional dari lembaga terkemuka seperti Masjid Agung Gresik dan pondok pesantren.

Penguatan Karakter Religius: Pembelajaran berbasis Islam terbukti melahirkan siswa berprestasi yang mampu tampil memukau dalam berbagai acara keagamaan tingkat daerah.

Didukung Tenaga Pendidik Kompeten: Dibimbing langsung oleh ustadz dan ustadzah yang ahli di bidangnya untuk memastikan standar hafalan (mutqin) tercapai dengan baik. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Hafal 11 Juz, Aisyah Shidqiyah Peraih Golden Tiket SPMB 2026, Pilih SMPN 2 Gresik Selengkapnya