BAZNAS Gresik Peduli Pendidikan Gelontorkan Ratusan Juta untuk Beasiswa Produktif Mahasiswa

GRESIK,1minute.id –  Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Badan Amil Zakat Nasional atau BAZNAS Gresik kembali menggelontorkan beasiswa produktif kepada generasi atau Gen-Z.

Beasiswa sebanyak 76 mahasiswa ini menegaskan kembali komitmen Pemkab Gresik dalam mendukung pendidikan generasi muda di Kota Santri-sebutan lain- Kabupaten Gresik. 

Beasiswa produktif dalam acara pendistribusian dan pembinaan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah di Ruang Pertemuan Durung Bawean, Kompleks  Kantor Bupati Gresik pada Selasa, 17 September 2024.

Dalam program ini, mahasiswa penerima beasiswa dibagi menjadi dua kelompok, yaitu mahasiswa internal dan eksternal. Rinciannya, sebanyak 37 mahasiswa internal adalah mereka yang berasal dari Kabupaten Gresik dan menempuh studi di perguruan tinggi yang berada di wilayah Kabupaten Gresik. Sedangkan 39 mahasiswa eksternal adalah mahasiswa asal Kabupaten Gresik yang berkuliah di perguruan tinggi luar wilayah Kabupaten Gresik.

Program beasiswa produktif ini sudah berjalan sejak 2023. BAZNAS Gresik berkolaborasi dengan Baitul Maal wa Tamwil atau BMT Mandiri Sejahtera Jawa Timur telah menyalurkan beasiswa kepada 66 mahasiswa, yang terdiri dari 43 mahasiswa internal dan 23 mahasiswa eksternal. Dengan demikian,  dalam dua tahun terakhir, BAZNAS Gresik telah menyalurkan beasiswa produktif sebanyak 142 mahasiswa. 

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada BAZNAS Gresik dan BMT Mandiri Sejahtera Jawa Timur atas perannya dalam mendukung pendidikan generasi muda Gresik. Selain memberikan apresiasi kedua lembaga tersebut, Wabup berlatar pendidik ini memberikan motivasi kepada para penerima beasiswa produktif tersebut. 

Bu Min-sapaan akrab-Wabup Aminatun Habibah berpesan kepada para mahasiswa penerima beasiswa agar memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, menjadikan pendidikan sebagai landasan untuk masa depan yang lebih baik, dan terus berfokus pada peningkatan prestasi akademik maupun non akademik.

PEDULI PENDIDIKAN : Wasil Bupati Gresik Aminatun Habibah bersama mahasiswa penerima beasiswa produktif dari Baznas dan BMT Mandiri Sejahtera Jawa Timur di kantor Bupati Gresik pada Selasa, 17 September. 2024 ( Foto : istimewa)

“Beasiswa ini bukan hanya bantuan finansial, tetapi juga merupakan bentuk kepercayaan dan investasi dari masyarakat Gresik melalui BAZNAS dan BMT Mandiri Sejahtera. Kalian semua adalah harapan masa depan Gresik. Saya berharap, dengan beasiswa ini, kalian bisa terus mengembangkan diri, baik dalam bidang akademik maupun non akademik,” ujar Bu Min. 

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pengembangan jiwa kewirausahaan di kalangan mahasiswa dan mengharapkan para penerima beasiswa produktif BAZNAS tidak hanya menjadi tenaga kerja yang siap pakai, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja baru dan berkontribusi bagi pembangunan ekonomi di Kabupaten Gresik.

“Kita tidak hanya membutuhkan lulusan yang siap bekerja, tetapi juga pemikir dan pelaku yang mampu menciptakan lapangan kerja baru. Saya yakin, dengan ilmu dan keterampilan yang kalian peroleh, kalian bisa memberi dampak positif, baik bagi diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat luas,” tambahnya.

Sebagai informasi, beasiswa produktif yang diberikan oleh BAZNAS Gresik merupakan dukungan finansial untuk membantu mahasiswa asal Gresik guna menyelesaikan pendidikan mereka dengan lebih fokus tanpa harus terbebani biaya. Mahasiswa internal, yang berkuliah di universitas dalam wilayah Gresik, menerima beasiswa sebesar Rp 1,5 juta per semester, sedangkan mahasiswa eksternal, yang berkuliah di universitas luar wilayah Gresik, mendapatkan Rp 2 juta per semester. 

Beasiswa ini diberikan untuk jangka waktu maksimal delapan semester atau empat tahun masa studi, tergantung dari perkembangan akademik penerima beasiswa.

Pada 2024, total anggaran yang didistribusikan melalui program ini mencapai Rp 244 juta. Beasiswa produktif ini diharapkan dapat membantu meringankan beban biaya pendidikan dan memotivasi para mahasiswa untuk terus berprestasi di bidang akademik dan non akademik.

Program beasiswa produktif BAZNAS Gresik merupakan salah satu wujud nyata dari pemanfaatan dana zakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendidikan. 

Ketua BAZNAS Gresik Muhammad Mujib, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa program ini diharapkan dapat terus berlanjut dan berkembang, sehingga lebih banyak mahasiswa yang terbantu untuk menyelesaikan pendidikannya dan mencapai prestasi yang lebih tinggi.

“Kami berkomitmen untuk terus mendukung generasi muda Gresik agar mereka dapat meraih pendidikan tinggi dan menjadi bagian dari pembangunan daerah. Dengan kolaborasi yang baik ini, kami optimis bisa mencetak SDM unggul yang dapat memberikan manfaat luas,” ujar Najib.

Program beasiswa produktif ini juga mencerminkan sinergi positif antara pemerintah daerah Kabupaten Gresik, BAZNAS Gresik, dan BMT Mandiri Sejahtera dalam upaya pemberdayaan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan. Diharapkan, program beasiswa ini tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek berupa bantuan biaya pendidikan, tetapi juga berdampak jangka panjang dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Gresik. (yad) 

BAZNAS Gresik Peduli Pendidikan Gelontorkan Ratusan Juta untuk Beasiswa Produktif Mahasiswa Selengkapnya

Fasilitas Nathabumi Milik SIG Sukses Musnahkan 103 Ton Bahan Perusak Ozon

GRESIK,1minute.id – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) turut ambil bagian dalam upaya pelestarian ozon dengan mengoptimalisasi fasilitas pemusnah Bahan Perusak Ozon stay BPO yang dioperasikan oleh anak usahanya, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk di Pabrik Narogong, Bogor, Jawa Barat.

Aksi global untuk melestarikan lapisan ozon dipicu oleh penemuan lubang pada lapisan ozon di Benua Antartika pada awal 1980-an. Sebagai pelindung bumi dari bahaya radiasi ultraviolet (UV) matahari, terutama UV-B, adanya lubang pada lapisan ozon menjadi ancaman bagi kehidupan di bumi. Sebab, radiasi UV dari matahari dapat menyebabkan kanker kulit, kerusakan mata, serta gangguan sistem imun manusia. Radiasi UV juga dapat menyebabkan kerusakan pada tanaman dan ekosistem perairan, serta penyakit pada hewan.

Didasari kesadaran akan pentingnya peran lapisan ozon bagi kehidupan, masyarakat internasional bersepakat untuk melindungi dan memulihkan lapisan ozon dari kerusakan.

Kesepakatan tersebut dikenal dengan nama Protokol Montreal, sebuah perjanjian internasional yang ditandatangani pada 16 September 1987 oleh sejumlah negara, diantaranya, Indonesia yang berkomitmen untuk melindungi lapisan ozon dari zat-zat kimia berbahaya dan merusak, seperti CFC stay chlorofluorocarbon yang memiliki unsur klorin, florin, dan karbon, yang  ditemui pada alat pendingin ruangan atau AC atau air conditioner.

SIG melalui lini bisnis pengelolaan limbah dan sampah berkelanjutan yang bernama Nathabumi, terus mengoptimalkan fasilitas pemusnah BPO yang telah beroperasi sejak 2007 dan menjadi yang pertama di Asia Tenggara. Nathabumi tercatat membantu 36 institusi pemerintahan dan perusahaan dari berbagai industri dalam pemusnahan BPO, antara lain industri makanan dan minuman, farmasi, kimia, petrokimia, manufaktur, energi, pertambangan, pengelolaan limbah, hingga minyak dan gas.

Per Agustus 2024, Nathabumi telah memusnahkan 103 ton BPO yang dapat merusak lapisan ozon, atau telah membantu mencegah pelepasan Gas Rumah Kaca ke atmosfer setara 220.914 ton CO2 equivalent. 

Jenis BPO yang dimusnahkan antara lain, senyawa halon yang banyak digunakan untuk bahan pemadam kebakaran, refrigerant-CFC/HCFC/HFC dari unit pendingin seperti AC dan lemari es, serta SF6 yang biasa digunakan dalam peralatan listrik tegangan tinggi.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan, kehadiran fasilitas pemusnah BPO semakin memperkuat langkah SIG dalam upaya pelestarian lingkungan untuk menjaga keberlangsungan hidup makhluk hidup di bumi, yang sejalan dengan sustainability roadmap 2030 SIG pilar Perlindungan Terhadap Lingkungan.

“Fasilitas pemusnah BPO tidak hanya berkontribusi dalam pelestarian lapisan ozon, tetapi juga sebagai upaya mitigasi perubahan iklim. Karena BPO yang tidak terkelola dengan baik akan meningkatkan intensitas Gas Rumah Kaca penyebab perubahan iklim yang dampaknya telah kita rasakan saat ini, seperti peningkatan suhu bumi,” kata Vita Mahreyni.

Proses pemusnahan BPO oleh Nathabumi dilakukan dengan teknologi yang aman dan ramah lingkungan, di mana limbah BPO yang berbentuk cair maupun gas dimusnahkan dalam tanur semen dengan suhu mencapai 1.500 derajat celsius secara stabil. Fasilitas pemusnahan BPO ini telah memiliki izin pengolahan BPO dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

Untuk berkontribusi lebih dalam upaya pelestarian lapizan ozon, SIG juga mendorong penggunaan alat pendingin (refrigerant) non CFC dan APAR atau Alat Pemadam Api Ringan non HALON di wilayah operasi. Seperti PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBl), anak usaha SIG yang telah menggunakan alat pendingin dan APAR yang ramah ozon di seluruh wilayah operasi.

Vita Mahreyni menambahkan, SIG juga menerapkan operational excellence  dengan menggunakan hydrogen injection dalam kegiatan produksi. Penggunaan hydrogen injection  membantu proses pembakaran di kiln semen lebih sempurna, sehingga mendukung optimasi kegiatan produksi dan efisiensi dalam penggunaan bahan bakar, sekaligus mencegah timbulnya zat N2O yang merupakan senyawa kimia yang juga dapat merusak ozon.

“Dengan fasilitas, kemampuan, dan pengalaman yang dimiliki, SIG siap berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk bersama-sama menjaga kelestarian lapisan ozon sehingga bumi tetap menjadi  tempat yang aman dan nyaman untuk ditinggali bagi semua makhluk hidup,” ujar Vita Mahreyni. (yad) 

Fasilitas Nathabumi Milik SIG Sukses Musnahkan 103 Ton Bahan Perusak Ozon Selengkapnya

Nuur Muhammad, Karya Riyanto, Pelukis Kaligrafi asal Gresik Sabet Best Performance Ajang Pameran Internasional 

GRESIK,1minute.id – Ajang Musabaqah Tilawatil Quran Nasional atau MTQN ke-30 di Samarinda, Kalimantan Timur semakin gegap gempita. Selain diikuti ribuan kafilah se-Indonesia yang sedang berjuang mengharumkan provinsi yang diwakilinya. 

Di arena MTQN itu,  juga diadakan eksebisi pameran kaligrafi kontemporer.  Pameran yang berlangsung mulai 8-15 September 2024 itu bertajuk “The Prophet Muhammad International Islam Calligraphy Art Exhibition”. Pameran kaligrafi kontempore terbesar itu diikuti 135 pelukis dari 35 negara.  

Pulukis kaligrafi Indonesia diantaranya diwakili oleh Muhammad Riyanto.  Ia pelukis asal Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik, Jawa Timur. “Saya salah satunya wakil dari Jawa Timur,” kata Riyanto kepada 1minute.id pada Sabtu, 14 September 2024.

Riyanto memamerkan lukisan berjudul Nuur Muhammad di atas kanvas ukuran 120×120 cm. Medianya campuran yakni Polypropylene, glass, PVC board, pipa, pines, resin, acrylic on canvas.

“Judul karya Nuur Muhammad dalam berkonsep karya nama diberikan oleh KH.Chotib Hambari adalah putra KH.Muhammad Bashori Mansyur  pengasuh Ponpes Roudlotit Tholibin  keponakan Gus Mus (Musthofa Bisri),” terang pelukis kaligrafi yang santri ini. 

Lukisan Riyanto terlihat elok. Panitia menempatkan karya Riyanto di tempat paling strategis. Sehingga menyita perhatian semua orang yang berkunjung di arena pameran kaligrafi internasional. Penikmat karya adalah para kafilah, dan masyarakat Samarinda, Kalimantan Timur atau sekitar 2-3 jam dari Ibukota Nusantara alias IKN. 

“Dalam pameran panitia memilih satu yang terbaik. Karya Saya yang menjadi the best performance,” ujarnya. Riyanto menceritan, untuk membuat kaligrafi kontemporer “Nuur Muhammad” ini membutuhkan waktu 2 mingguan. “Seminggu cari ide, seminggu melukisnya,” katanya.  

Proses kreatif itu tergolong cukup lama. Selain ide, bahan-bahan yang masuk ke media kanvas berukuran 120×120 centimeter.  “Mixed media.  Polypropylene, glass, PVC board, pipa, pines, resin, acrylic on canvas),” kata bapak tiga anak itu. 

Filosofi apa yang tersirat dalam di lukisan berjudul “Nuur Muhammad” itu.  Nuur Muhammad atau Cahaya Muhammad S.A.W, yang lahir pada 12 Rabiul Awal Tahun Gajah atau 570 Mesehi di Makkah. “Cahaya Muhammad semoga selalu memberikan syafaatnya kelak,” ujar Riyanto. 

Pada tulisan Muhammad ada pipa dengan pines adalah 24 nabi dan Muhammad sebagai Rosul akhir zaman. Lalu kotak persegi empat adalah sifat-sifat rasul. Kemudian bulatan-bulatan kecil adalah visual umat beliau, Nabi Muhammad yang tersebar di seluruh dunia sampai sekarang.

Selanjutnya, lima kaca bulat cembung adalah visual dari lima waktu salat sebagai inti mi’rojul akan perintah-Nya. “Bisa juga digunakan untuk bercermin koreksi diri. Sudahkan kita Salat tepat waktu. Bisa juga divisualkan sebagai rukun Islam,” terang Riyanto. “Tulisan kaidah farisi sebelah kiri adalah sebutan Nabiyullah. Bentuk utama hati adalah wujud kecintaan kita ya habiby ya Rosulullah SAW,” ujarnya.

Riyanto, salah pelukis di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik yang fonomenal. Di dalam lukisan yang bercerita tentang kehidupan tersebut, Riyanto selalu menyisipkan ayat-ayat Alquran di dalamnya. 

“Bagi saya sebenarnya setiap seniman punya cara penyampaiannya sendiri-sendiri. Dan menyampaikan secara visual itu paling mudah. Hal itu nantinya juga bisa membuat orang-orang bertanya,”ujar Riyanto dalam suatu kesempatan. 

Sejumlah lukisan Riyanto telah dikoleksi sejumlah tokoh di Indonesia. Diantaranya, lukisan berjudul Ikan Bandeng menjadi koleksi Presiden Joko Widodo. Ada juga yang dikoleksi mantan ketua PBNU KH. Said Aqil Siradj, KH.Afofudin Dimyati putra KH.Dimyati Romli sekaligus pengasuh Ponpes Hidayatul Quran Peterongan Jombnag dan KH.Muammar ZA, qori International dari Indonesia.
Riyanto mengaku belajar kaligrafi dari Ustadz Faiz Abdur Rozzaq di Bangil, Pasuruan tersebut. (yad)

Nuur Muhammad, Karya Riyanto, Pelukis Kaligrafi asal Gresik Sabet Best Performance Ajang Pameran Internasional  Selengkapnya

Isabell Roses, 13 Tahun, Siswa Sanggar Daun Gelar Pameran Lukis Tunggal Di Alun-alun Surabaya 

GRESIK,1minute.id – Isabell Roses baru berumur 13 tahun. Bagi anak seusia Isabell yang generasi z alias Gen-Z itu, mayoritas lebih menyukai main gedget. Tapi, bocah kelahiran 31 Juli 2011 ini berbeda. Isabell lebih memilih untuk corat-coret alias melukis di atas kanvas.

Lukisan Isabell yang memiliki teknik realis bukan gedung yang menjulang ke angkasa yang banyak tersebar di Kota Metropolis, Surabaya. Isabell memilih melukis budaya lawas nusantara. Orang memasak menggunakan kompor kayu, kerapan sapi,  main egrang dan lainnya. Selain kerapan sapi, kebudayaan lawas nusantara itu nyaris punah. 

Penasaran akan goresan tangan Isabell Rose, penikmat lukis bisa menyaksikan langsung di Galeri Merah Putih, kompleks Balai Pemuda Alun-alun Surabaya mulai Ahad besok, 8 September 2024. Gratis! 

“Pemeran akan buka mula Minggu sore pukul 4,” ujar Arik S. Wartono, kurator juga pendiri Sanggar Daun, tempat Isabell Roses belajar melukis kepada 1minute.id pada Sabtu, 7 September 2024.

Sebanyak 18 lukisan karya Isabell Roses yang dipajang hingga 13 September 2024 nanti.  Puluhan karya lukisan menggunakan media cat air dan akrilik di atas kanvas ukuran terbesar 142 x 92 cm, dam terkecil berukuran 34×33 cm. Sebagian besar dikerjakan dalam teknik realis dan lukisan naif khas anak-anak. Dengan tema permainan anak zaman dulu, tradisi lokal Indonesia khususnya masyarakat Jawa dan Madura, serta dogeng rakyat.

“Karya-karya yang dipamerkan dikerjakan mulai tahun 2020 hingga yang terbaru tahun 2024,” terang Arik S. Wartono. Pameran ini, sekaligus menandai perayaan 20 tahun Sanggar DAUN periode 2004 – 2024. (yad) 

Isabell Roses, 13 Tahun, Siswa Sanggar Daun Gelar Pameran Lukis Tunggal Di Alun-alun Surabaya  Selengkapnya

Konsisten Meningkatkan Mutu, Inovasi Literasi Berbasis Digital, Perpusnas Berikan Penghargaan UPT SMP Negeri 2 Gresik

GRESIK,1minute.id – Kabar gembira bagi dunia pendidikan di Kabupaten Gresik. Di era disrupsi minat baca pelajar di Indonesia. Perpustakaan UPT SMP Negeri 2 atau Spenda Gresik mendapatkan Penghargaan dari Perpustakaan Nasional atau Perpusnas Republik Indonesia. 

Penghargaan diberikan karena perpustakaan sekolah berada di Jalan KH Kholil, Gresik itu karena konsistensinya dalam meningkatkan mutu pelayanan yang nyaman dan menyenangkan kepada peserta didik serta layanan inovasi literasi berbasis digital.

Sertifikat penghargaan diserahkan langsung oleh Perwakilan Perpustakaan Nasional atau Perpusnas Muhammad Bagus Amrulloh kepada Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim pada Rabu, 4 September 2024.

Saat menerima penghargaan dari Perpusnas itu, Mohammad Salim didampingi oleh didampingi Yunita Rahma, Kepala Perpustakaan Pusaka ilmu Spenda Gresik disaksikan oleh tiga orang dari Perpusda Gresik yakni Pustakawan Ahli Muda Neny susanti ; Penyuluh Perpustakaan Waheda Apriliana dan Pengolah Data Hernowo Setiawan.

“Alhamdulillah Spenda turut urun dalam proses mendukung tercapainya Nawa Karsa Bupati, Gresik Cerdas melalui inovasi perpustakaan berkat kerjasama yang kompak guru karyawan dan dukungan kuat komite sekokah,” kata Mohammad Salim kepada 1minute.id pada Rabu, 4 September 2024.

Sertifikat penghargaan dari Perpusnas yang bersinergi dengan PT Indekstat Konsultan Indonesia sebagai peneliti lapang dalam pengumpulan data kajian perpustakaan Indonesia 2024 bagai oase bagi dunia pendidikan di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. 

Perpustakaan Spenda Gresik berada di lantai dasar sangat strategis. Ruangnya berpendingin sehingga pengunjung terasa nyaman. Interior wallpaper rumah Gajah Mungkur yang ikonik. Rumah yang di bangun oleh almarhum Haji Djaelan, pengusaha penyamakan kulit pada 1898.

Di perpustakaan sekolah terdapat ribuan buku bacaan yang bisa para peserta didik maupun tenaga pendidik. Data yang didapat 1minute.id , koleksi buku di perpustakaan sekolah yang dipimpin oleh Mohammad Salim berjumlah 3.241 judul buku. Rinciannya, 790 buku fiksi,  non fiksi 2.451 judul.

Salim mengatakan, UPT SMP Negeri 2 Gresik terpilih menjadi sampel dalam survei Kondisi Perpustakaan Umum dan Sekolah atau KPUS tingkat erpustakaan Sekolah Menengah Pertama atau SMP.

“Perpustakaan Spenda  yang berakreditasi A sejak tahun 2021 dan mendapatkan penghargaan Juara 1 Perpustakaan sekolah se-Kabupaten Gresik pada tahun 2019,” terang guru yang menghobi nulis buku sejarah dan pelajaran agama ini.

Salim mengatakan, jumlah kunjungan siswa mencapai 1.200-an per pekan. Senin sampai Jumat. Karena sekolah libur Sabtu dan Minggu. “Kunjungan siswa dan guru perpekan 1200-an , ketertarikan siswa ke perpustakaan baca novel, komik buku dan olah raga,” terang penulis artikel di sejumlah media ini.

Untuk meningkatkan minat baca atau luterasi, jelasnya, sekolah memberikan reward kepada siswa rajin ke perpustakaan. “Reward kami berikan setiap memperingati Hari Buku atau Hari Perpustakaan,” katanya. 

Hari Buku Nasional diperingati setiap 25 April. Sedangkan,  Hari Perpustakaan Nasional diperingati setiap 17 Mei. Saat ini, imbuhnya, perpustakaan juga digunakan untuk pembelajaran digitalisasi. “Karena ruangan nyaman,” tegasnya.

Pascamenerima penghargaan dari Perpustakaan Nasional, Spenda yang telah mendeklarasikan sebagai sekolah zero waste dan kantin halal itu sedang berfokus pada penilaian Adipura Nasional oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan atau KLHK Jakarta “Semoga ini juga catatan baik untuk  prestasi Gresik di bidang kebersihan. Mohon doanya,” katanya. (yad) 

Konsisten Meningkatkan Mutu, Inovasi Literasi Berbasis Digital, Perpusnas Berikan Penghargaan UPT SMP Negeri 2 Gresik Selengkapnya

Indospring Tbk, Gelar Wisata Industri untuk Pelajar SMP,  Pertama di Kota Industri 

GRESIK,1minute.id – PT Indospring Tbk menggelar wisata Industri untuk pelajar di Kota Industri-sebutan lain-Kabupaten Gresik pada Jumat, 30 Agustus 2024. 

Wisata Industri yang digagas perusahaan suku cadang otomotif  kali pertama untuk pelajar jenjang sekolah menengah pertama atau SMP ini diikuti ratusan pelajar dari SMP Yayasan Islam Malik Ibrahim atau YIMI Gresik. 

Program anyar ini bertujuan untuk memberikan wawasan mengenai dunia industri. Sebelum melihat proses produksi secara langsung.  Ratusan pelajar kelas VIII itu mendapatkan pembekalan di ruang pertemuan di lantai II pabrik yang berada di Jalan Mayjend Sungkono,  Kecamatan Kebomas,  Kabupaten Gresik itu. 

Pembekalan diberikan sejumlah profesional di perusahaan yang telah Go- Publik sejak 1990 itu. Dalam pembekalan, pelajar peserta wisata industri mendapatkan pengenalan tentang perjalanan bisnis pabrik spart part otomotif. Selain itu, peserta juga mendapatkan edukasi ketika berada lingkungan industri. Diantaranya, jalan kaki di lokasi telah ditetapkan, memakai helm, memakai masker dan lainnya.

Industrial Relation Manager PT Indospring Tbk Dias Pipit Chusairy menyatakan program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan untuk mendukung pendidikan dan mengenalkan para siswa pada dunia kerja nyata.

“Kami ingin memberikan pengalaman yang berbeda kepada para siswa, agar mereka dapat memahami bagaimana sebuah produk dihasilkan dan pentingnya inovasi dalam industri,” ujarnya pada Jumat, 30 Agustus 2024.

Wisata industri, lanjutnya diharapkan memberikan pengalaman dan menjadi memotivasi siswa untuk terus belajar dan mengejar karir di bidang teknik atau manufaktur di masa depan.  Dias menambahkan wisata industri ini, juga  untuk menumbuhkan minat dan keterampilan siswa dalam bidang teknik. 

“Dengan mengenalkan dunia industri sejak dini, maka para siswa dapat memiliki gambaran yang lebih jelas tentang karir yang ingin mereka pilih. Semoga program ini bermanfaat dan menginspirasi generasi muda meningkatkan kompetensinya,” tambahnya.

Dias mengingatkan agar generasi muda selalu menjaga kesehatan. Hal ini penting, karena banyak calon tenaga kerja yang gagal, karena persoalan kesehatan.

“Pola hidup sehat, harus ditanamkan sejak usia dini. Karena, kesehatan menjadi faktor terpenting dalam rekrutmen karyawannya,” ingatnya. 

Lebih jauh, Dias mengungkapkan wisata industri diharapkan menjadi langkah awal bagi PT Indospring untuk terus berkontribusi dalam bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di Indonesia. “Program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan untuk mendukung pendidikan dan mengenalkan para siswa pada dunia kerja nyata,” pungkasnya. 

Sementara itu, Wakil Kepala SMP YIMI Gresik Arif Fahrudin menyambut antusias program tersebut. “Anak- anak sangat senang memgikuti kunjungan. Terutama ketika diberikan kesempatan untuk berinteraksi dengan para karyawan dan melihat mesin-mesin canggih yang digunakan dalam proses produksi, ” ujarnya. 

Selain itu, wisata industri ini,  siswa mendapatkan banyak pengetahuan baru di luar bangku sekolah. Dia menyebut,  bahwa untuk bisa masuk dunia industri ini, tidak hanya pintar.  Namun, juga kesehatan lebih penting. “Budaya sehat itu, akan kami terapkan kepada anak-anak,” tegasnya. 

Salah satu siswa, M Naufal Labib memgatakan sangat terkesan dengan kegiatan ini. Tidak hanya mendaparkan wawasan juga pengalaman yang sangat berharga. “Saya takjub,  karena bisa melihat dari dekat mesin produksi berteknologi canggih. jadi kegiatan ini sangat bermanfaat,” ujarnya. (yad) 

Indospring Tbk, Gelar Wisata Industri untuk Pelajar SMP,  Pertama di Kota Industri  Selengkapnya

Gang Sebelah Rilis Film Dokumenter Penutur Terakhir, Mbah Mat Kauli, Maestro Macapat Gagrak Gresik 

GRESIK,1minute.id – Yayasan Gang Sebelah merilis film dokumenter tentang Maestro Macapat Gagrak, Mbah Mat Kauli pada Sabtu malam, 24 Agustus 2024. Film dokumenter hasil riset selama 6 bulan yang dilakukan oleh anggota yayasan yang berdiri sejak 2017 itu diputar di Kampung Kemasan, Kelurahan Pekelingan, Kecamatan/Kabupaten Gresik.

Kampung Kemasan adalah salah satu perkampungan heritage yang ada di Gresik Kota Lama atau GKL Sedangkan, Yayasan Gang Sebelah yaitu yayasan berfokus pada kerja riset, arsip dan pengembangan kebudayaan menaungi berbagai komunitas. Antara lain, Gresik Movie (komunitas film) ; Sanggar Intra (Komunitas Teater) ; Onomastika (Komunitas Musikalisasi.Puisi) ; Ruang Sastra (Komunitas Sastra).dan Rubamerah (Perpustakaan).

Anggota komunitas ini mayoritas kaum milenial dan generasi Z atau Gen-Z. Film dokumenter iu berjudul “Penutur Terakhir” Mbah Mat Kauli, Maestro Macapat Gagrak Gresik” disaksikan ratusan pasang mata. Puluhan seniman, budayawan dan pencinta kebudayaan di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik memenuhi pemutaran perdana film dokumenter yang berdurasi 33 menit itu. 

Terlihat hadir antara lain, Uman Iswahyudi, anak nomor 5 dari 10 saudara pasangan Mat Kauli dengan Supartin (almarhumah). Uman Iswahyudi terlihat berkaca-kaca menonton film yang menceritakan keseharian ayahandanya, Mat Kauli ketika masih sehat hingga kesehatan berkurang itu. 

Ketika masih sehat, sang Maestro Macapat Gagrak yang betah melek itu masih sering nembang meski menggunakan kursi roda. Memakai blankon dan baju batik. Tampak gagah. “Saya sangat terharu. Sangat tersanjung adanya film dokumenter yang dibuat oleh Gang Sebelah ini,” kata Uman Iswahyudi dengan suara lirih.

Kondisi kesehatan Mbah Mat Kauli semakin menurun setelah Supartin, belahan hati yang juga cinta pertama dan terakhir ini wafat di usia 70 tahun pada 16 Agustus 2021 lalu. Mbah Mat Kauli merasa kehilangan belahan jiwa. “Waktu masih sehat, Saya hampir setiap Jumat nyekar ke makam istri. Sekarang saya tidak bisa,” tutur mbah Mat Kauli dalam film dokumenter itu. 

Mbah Mat Kauli lahir pada 1 Mei 1931. Saat meminang Supartin, ia masih berusia 22 tahun. Saat itu, Supartin yang lahir pada 10 Mei 1942, masih berusia 12 tahun. Diceritakan dalam film dokumenter itu, Supartin jatuh cinta kepada Mat Kauli karena suara merdu. “Saat itu, ibu belum pernah bertemu dengan bapak. Jatuh cinta karena mendengar suara bapak saja,” cerita anak-anak Mbah Mat Kauli di film itu.

Pernikahan Mbah Mat Kauli dengan Suparti dikarunia 10 anak, 31 cucu dan 35 cicit. Di film dokumenter itu juga anak dan cucunya menceritakan kecintaan Mbah Mat Kauli dengan Supartin seperti cerita film layar lebar Habibie dan Ainun. B.J. Habibie adalah Presiden kelima Indonesia. Sedangkan, Hasri Ainun Besari adalah ibu negara. 

APRESIASI: Camat Gresik Jalesvie Triyatmoko didampingi Pembina Yayasan Gang Sebelah Dewi Musdalifah dan Ketua Tim pembuatan film dokumenter Qonita menyerahkan apresiasi diterima oleh
Uman Iswahyudi, anak Mbah Mat Kauli dalam acara perilisan Film dokumenter Penutur Terakhir di Kampung Kemasan, Kelurahan Pekelingan, Kecamatan/Kabupaten Gresik pada Sabtu malam, 24 Agustus 2024 ( FOTO: chusnul cahyadi/1minute.id)

Selama pernikahan mereka hidup rukun meski ekonomi keluarga tergolong pas-pasan. Untuk menafkahi keluarga, Mbah Mat Kauli bekerja di galangan kapal, PT PAL Surabaya. Mbah Mat Kauli berangkat dan pulang kerja dengan ngontel. Rumah Mbah Mat Kauli di Jalan Awikoen Jaya, Kampung Gemantar, Kelurahan Gending, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik dan tempat kerjanya di kawasan Tanjung Perak, Surabaya.yang jaraknya sekitar 12- 15 kilometeran. Waktu itu infrastruktur jalan raya tidak sebagus sekarang.

Pagi sampai sore hari kerja di pabrik. Malam hari, nembang macapat hingga dini hari. Mat Kauli mulai macapat di usia 18 tahun hingga sekarang atau 75 tahun. Kecintaan kepada seni dan budaya itu, Mbah Mat Kauli akhirnya mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi atau Kemendikbud Ristek sebagai seorang Maestro. 

Ketika menerima penghargaan itu, Supartin telah tiada. Mbah Mat Kauli merasa sangat sedih karena belahan jiwa tidak bisa menikmati jerih payah Mat Kauli mendapatkan uang tali asih hingga seumur hidupnya. Sejak tiga bulan terakhir atau tepatnya saat Idul Fitri kesehatan semakin menurun. Bahkan, kaki tidak lagi kuat menahan berat tubuhnya. Mbah Mat Kauli kini hanya bisa berbaring di tempat tidur di kamar rumah yang sederhana. 

Perilisan film dokumenter tentang Mbah Mat Kauli berjudul “Penutur Terakhir”, Maestro Macapat Gagrak, Gresik ini tidak bisa hadir. Mbah Mat Kauli diwakili anak nomor 5 bernama Uman Iswahyudi, yang pensiunan Aparatur Sipil Negara di Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik.

Ketua tim riset Film Dokumenter Penutur Terakhir, Qonita Tri mengatakan, Mbah Mat Kauli adalah pelestari Macapat Gagrak Gresik ini. “Mumpung Mbah Mat Kauli masih sehat , kita buatkan film dokumenter dengan harapan anak-anak muda bisa belajar melalui film dokumenter dan audiobooknya,” kata Qonita yang didampingi Ketua Yayasan Gang Sebelah Hidayutul Nikmah dan Bendahara perilisan film dokumenter Dewi Nastitiya Anindya usai acara kepada wartawan pada Sabtu malam, 24 Agustus 2024.

Pembuatan film dokumenter ini, kata Qonita, difasilirasi oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi atau Kemendikbud Ristek. Selama 6 bulan tim mendokumentasikan keseharian Mbah Mat Kauli, melakukan wawancara dan kerap melakukan kunjungan ke rumah mbah Mat Mauli.  “Isi dalam film ini, lebih banyak tentang Bagaimana kemaestroannya mbah Mat Kauli, kehidupan sehari-hari, mulai baca macapat sejak usia berapa hingga di usia 93 tahun ini,” katanya. “Selama 75 tahun melestarikan macapat, apa saja yang telah di terima oleh Mbah Mat Kauli,” tambahnya. 

Pesan yang ingin disampaikan dalam film dokumenter ini? Ia menyebut Macapat yang dibacakan oleh Mbah Mat Kauli berasal dari cerita serat, ada dari Babad Sindujoyo, yang menceritakan tentang fase kehidupan mulai dari kandungan sampai menuju kematian.

“Jadi ada pesan kehidupan sehari-hari bagaimana laku bagi manusia itu sendiri,” terang perempuan berhijab itu.

Rencana kedepan? Tujuan membuat film dokumenter ini selain untuk mendokumentasi juga menyebarkan ilmunya. “Kami pingin menyebarkan filmnya, audiobook ke sekolah, memutar film ke kampung dan desa-desa untuk memperkenalkan macapat kepada yang lebih luas lagi,” tegasnya. 

Selain pemutaran film,  perilisan film dokumenter dilakukan talkshow serta pemberian apresiasi Yayasan Gang Sebelah kepada Mbah Mat Kauli yang diterima oleh Uman Iswahyudi, anak kelima Mbah Mat Kauli. Acara kelar sekitar pukul 22.30 WIB. (yad)

Gang Sebelah Rilis Film Dokumenter Penutur Terakhir, Mbah Mat Kauli, Maestro Macapat Gagrak Gresik  Selengkapnya

75 Tahun Nembang, Lestarikan Budaya, Kemendikbud Ristek Berikan “Gelar” Mbah Mat Kauli Maestro Macapat 

GRESIK,1minute.id – Kesehatan mbah Mat Kauli terus menurun. Bahkan kaki maestro macapat berusia 93 tahun itu tidak bisa lagi menahan berat tubuhnya. Kakek yang memiliki 10 anak, dengan 31 cucu dan 35 cicit itu pun harus berbaring di tempat tidur di rumahnya yang sederhana di Jalan Awikoen Jaya no 31 Gemantar, Kelurahan Gending, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. 

“Sejak Idul Fitri lalu, bapak sakit,” kata Sumiyati, 70 tahun, anak sulung dari 10 bersaudara pasangan suami istri, Mat Kauli dengan Suparti pada Rabu, 21 Agustus 2024.

Wartawan 1minute.id  secara bersamaan dengan dua siswa bernama Aqila Callysta Putri dan Senna Niswara, serta Surya Yetni, guru pembimbing dari UPT SMP Negeri 4 Gresik mengunjungi rumah mbah Mat Mauli. Kedatangan kedua siswa dan seorang pembimbing untuk melakukan pendalaman penelitian tentang macapat, kebudayaan khas di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu. 

Pendalaman penelitian dengan judul : Eksistensi Mocopat Ala Gresik sebagai Local Culture Education ini, setelah mereka lolos nasional ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia atau OPSI yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,  Riset dan Teknologi atau Kemendubud Ristek 2024. Selama hampir 2 jam berbincang santai dengan  maestro Macapat Mbah Mat Kauli di kamar tidurnya yang berukuran 3×4 meter persegi itu.

Di dalam kamar itu terdapat dua buah lemari. Satu lemari pakaian bagian rak atas digunakan sebagai tempat Mbah Mat Kauli menyimpan buku-bukunya. Buku macapat itu ada yang masih menggunakan aksara Jawa kuno atau hanacaraka, dan aksara Jawa latin. Buku aksara Jawa kuno dengan cover warna hitam dan kertas sudah berwarna kuning. 

SEMANGAT: Maestro Macapat Mbah Mat Kauli yang tetap semangat ketika nembang sambil tidur di kamar tidur di rumahnya Jalan Awikoen Jaya, Gemmtar, Kelurahan Gending, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik pada Rabu, 21 Agustus 2024 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Sedangkan, buku aksara Jawa latin hasil terjemahan itu ditulis tangan oleh Mbah Mat Kauli. Selama 14 bulan Mbah Mat Kauli menyalin. Buku-buku tertata rapi. 

“Tidak komplit, ada yang dipinjam anak-anak mahasiswa yang melakukan penelitian dan belum dikembalikan,” sela Sumiyati. 

Meski kaki tidak bisa menahan berat tubuhnya,  daya ingatan Mbah Mat Kauli masih luar biasa. Di usia 93 tahun kebanyakan orang mengalami pikun, akan tetapi ingatan Mbah Mat Kauli yang mulai nembang macapat di usia 18 tahun itu masih sangat tajam. Selama 75 tahun mbah Mat Kauli nembang Macapat. 

Hanya pendengarannya mulai berkurang. Melihat ada tamu, Mbah Mat Kauli terlihat senang. Seakan menjadi “obat” bagi mbah Mat Kauli. “Matur suwun, sik diperhatikan,” katanya. Mbah Mat Kauli pun mengizinkan tamunya untuk merekam dan memotretnya.

Ia pun menceritakan tentang masa muda, hingga dinobatkan sebagai seorang maestro Macapat oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Ristek Republik Indonesia. Ia juga bercerita menjadi aktor film yang dibuat oleh Yayasan Gang Sebelah, yang berdiri sejak 2017. 

Yayasan yang berfokus pada kerja riset, arsip dan pengembangan kebudayaan menaungi berbagai komunitas. Yakni, Gresik Movie (Komunitas Film), Sanggar Intra (Komunitas Teater), Onomastika (Kelompok Musikalisasi Puisi), Ruang Sastra (Komunitas Sastra), serta Rubamerah (perpustakaan). 

“Pingin teko, tapi kondisi kesehatan seperti ini,” ujarnya. Pada usia 22 tahun mbah Mat Kauli menikah dengan Supartin yang saat itu masih berusia 12 tahun. Dari pernikahan itu, Mbah Mat Kauli dikarunia 10 anak. Tiga di antara 10 anak meninggal dunia. Supartin adalah cinta pertama dan terakhir Mbah Mat Kauli. 

Kondisi kesehatan Mbah Mat Kauli yang lahir 1 Mei 1931 menurun sejak istrinya, Supartin wafat pada 16 Agustus 2021. “Sejak ibu meninggal itu, kondisi kesehatan bapak terus menurun,” cerita Sumiyati.

Sekitar 3 bulan terakhir ini, Mbah Mat Kauli tidak bisa berjalan. Bahkan, kakinya sudah tidak bisa menahan berat tubuhnya. Mbah Mat Kauli hanya bisa berbaring di tempat tidur. Akan tetapi, Mbah Mat Kauli sangat  bersemangat ketika membang macapat. “Bagi bapak nembang macapat bagai obat yang mujarab. Bapak selalu bersemangat kalau ada yang minta nembang,” ujar Sumiyati. (yad)

75 Tahun Nembang, Lestarikan Budaya, Kemendikbud Ristek Berikan “Gelar” Mbah Mat Kauli Maestro Macapat  Selengkapnya

Gresik United Resmi Kontrak Djordje Maksimovic, Pemain asal Serbia yang Haus Gol

GRESIK,1minute.id –  Gresik United resmi mengontrak penyerang asal Serbia, Djordje Maksimovic. Pemain 24 tahun ini sebelumnya bergabung di Hougang United. Di Liga Singapura itu Djordje Maksimovic mencetak 13 gol dan 5 asist. 

Djordje  pernah merumput di kasta kedua Liga Yunani, FS Kozani dengan mencetak 4 gol. Djordje Maksimovic senang bisa berkesempatan bermain klub Gresik United yang berjuluk Laskar Joko Samudro di Liga 2 Indonesia ini.

CEO Gresik United, Nila Yani Hardiyanti bersyukur striker asing Gresik United mendarat dengan selamat di Gresik. Nila, begitu sapaan gadis berhijab melakukan diskusi panjang dengan jajaran pelatih. Dikarenakan banyak pilihan striker. Posisi striker ini penting menentukan keberhasilan GU di Liga 2.

“Kami tidak mau asal memilih striker asing. Panjangnya diskusi apa yang dimiliki Djordje sepak terjang Djordje karir di berbagai negara mampu mencetak banyak gol menjadi pertimbangan,” ucapnya di markas Gresik United di Jalan Panglima Sudirman, Gresik pada Jumat malam, 23 Agustus 2024.

Menurutnya ada tiga hal poin penting Djordje di skuad GU. Djordje memiliki rekam jejak karir menterenng. Pertimbangan cukup muda, berusia 24 tahun dengan segudang pengalaman.

“Bahwasannya berusia 24 tahun cukup produktif semoga Djordje memberikan ruang terbaik untuk kita. Kita rekrut Djordje memiliki kelebihan mau turun pandai cipatakan peluang ciptakan gol bisa kita lihat di AFC Cup. Setelah menimbang-menimbang kita pilih Djordje sebagai pemain asing bisa memberikan yang terbaik adaptasi cepat bermain pertama di Indonesia. Berikan yang terbaik membawa Gresik United ke Liga 1,” tutupnya.

Di tempat yang sama, Djordje menyampaikan kepada awak media terkait ketertarikannya menerima tawaran bermain di Liga Indonesia bersama Gresik United. Dia sudah mengetahui banyak hal, dari para pemain Eropa Timur atau dari Balkan. Seperti Ilija Spasojevic, Marco Simic, Nicola Kovacevic, termasuk pelatih Milomir Seslija, hingga Miljan Radovic.

“Tahun lalu AFC Cup cetak 2 gol lawan PSM Makasaar, teringat Liga Indonesia tradisi baik di asia tenggara. Ingat momen lawan PSM Makassar senang bermain di Liga Indonesia suporter bagus,” ujarnya.

Disinggung mengenai alasan kenapa memperkuat tim Liga Indonesia kasta kedua, Djordje mengaku tertantang bermain di Asia. “Main di Asia lebih terbuka lebih menyerang tantangan striker, di eropa lebih bagus tapi lebih taktikal lebih defensif,” katanya. (yad)

Gresik United Resmi Kontrak Djordje Maksimovic, Pemain asal Serbia yang Haus Gol Selengkapnya

Stranas PK Fasilitasi Kolaborasi SIG dan Pemerintah Daerah dalam Pengelolaan Sampah

GRESIK,1minute.id – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menerapkan tata kelola yang baik (good corporate governance/GCG) dalam kerja sama pengelolaan sampah menjadi energi. Hal ini sejalan dengan inisiatif Tim Nasional Strategi Nasional Pencegahan Korupsi atau Stranas PK dalam mendorong kerja sama yang bersih dan transparan antara badan usaha pemerintah, BUMN dan BUMD, serta pemerintah daerah di sektor pertambangan dan pengelolaan sampah.

Inisiatif yang bertujuan untuk meningkatkan pengawasan dan pencegahan tindak pidana korupsi, serta penguatan kapasitas BUMN dan BUMD untuk berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di tingkat nasional dan daerah ini, diwujudkan melalui agenda Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama BUMN dan BUMD pada Sektor Pertambangan dan Pengelolaan Sampah yang diselenggarakan di Gedung Juang KPK, Jakarta pada Kamis, 22 Agustus 2024. 

Sebagai perusahaan BUMN penyedia solusi bahan bangunan yang memiliki kapabilitas dan pengalaman dalam pengelolaan limbah dan sampah perkotaan, SIG bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, Pemkab Sidoarjo, dan Pemkab Bangkalan, menandatangani Kesepakatan Bersama dalam Pengelolaan Sampah untuk dijadikan bahan bakar alternatif atau refuse-derived fuel (RDF) dalam produksi semen di Pabrik SIG dan SBI Tuban, Jawa Timur, serta Pabrik PT Semen Gresik di Rembang, Jawa Tengah.

Anak usaha SIG, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) dan PT Semen Tonasa, juga menunjukkan komitmennya untuk membantu pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan sampah. SBI menandatangani Kesepakatan Bersama dalam Pengelolaan Sampah dengan Pemprov Aceh dan Pemkab Purwakarta.  Sementara PT Semen Tonasa menandatangani Perjanjian Kerja Sama dalam Pengelolaan Sampah dengan Pemkab Pangkep.

Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johanis Tanak mengatakan, KPK memiliki tugas utama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi di mana aspek pencegahan termasuk di dalamnya. Untuk menjaga efektifitas dan efisiensi penggunaan anggaran pemerintah, baik pusat maupun daerah, dalam kaitannya dengan pengelolaan sampah, KPK selaku koordinator Tim Nasional Stranas PK telah membuat kajian khusus tentang bagaimana memanfaatkan sampah dengan sebaik-baiknya yang dapat mendatangkan keuntungan bagi bangsa dan negara.

“Dalam pelaksanaan pengelolaan sampah yang akan menggunakan baik dana dari pemerintah pusat melalui BUMN atau pemerintah daerah melalui BUMD, ini akan kita kawal agar nantinya tidak ada suatu tindakan tercela untuk memanfaatkan dana-dana tersebut untuk kepentingan pribadi atau kelompok yang akan menyebabkan kerugian negara. Inilah yang nanti kami kawal. Dalam tempo setiap 3 bulan kami akan lakukan evaluasi. Apakah kegiatan tersebut benar-benar sudah dijalankan sesuai ketentuan yang berlaku dan tidak ada terjadi kerugian negara terutama yang terkait dengan korupsi,” kata Johanis Tanak.

Sekretaris Kementerian BUMN, Rabin Indrajad Hattari mengapresiasi Tim Nasional Stranas PK yang telah memfasilitasi perjanjian kerja sama antara BUMN, BUMD dan pemerintah daerah. Melalui dukungan KPK, kerja sama ini diharapkan dapat terlaksana dalam koridor good corporate governance dan akuntabel.

“BUMN dan BUMD memegang peranan krusial dalam pembangunan nasional di Indonesia. Tidak hanya berfungsi sebagai entitas bisnis, tetapi juga sebagai agen pembangunan Indonesia, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih sejahtera bagi seluruh masyarakat Indonesia. BUMN dan BUMD berdiri bukanlah sebagai pesaing, melainkan kita adalah mitra strategis yang bahu membahu mewujudkan visi Indonesia maju,” kata Rabin Indrajad Hattari.    

Direktur Utama SIG Donny Arsal mengatakan, SIG telah menggunakan RDF sebagai substitusi batu bara yang dihasilkan dari fasilitas RDF Plant Jeruklegi milik Pemkab Cilacap sejak 2020. Tidak hanya sebagai pengguna, SIG melalui anak usahanya, SBI, juga menjadi inisiator sekaligus operator fasilitas RDF pertama di Indonesia yang diresmikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan pada 21 Juli 2020.

Saat ini, fasilitas SIG dapat menyerap RDF lebih dari 460 ribu ton per tahun atau setara dengan volume sampah lebih dari 1 juta ton per tahun. Dengan pengembangan ke depan, fasilitas SIG diproyeksi dapat menyerap RDF lebih dari 770 ribu ton per tahun atau setara volume sampah lebih dari 1,6 juta ton per tahun. “Selain mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi fosil dan mencapai target dekarbonisasi, penggunaan RDF juga menjadi solusi yang dapat kami berikan untuk mendukung upaya pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan sampah, dan menciptakan lingkungan yang sehat bagi masyarakat,” kata Donny Arsal.

Komitmen SIG terhadap upaya pelestarian lingkungan semakin kuat dengan dukungan fasilitas pengelolaan limbah ramah lingkungan bernama Nathabumi. Nathabumi memberikan layanan pengelolaan limbah industri baik B3 maupun Non-B3, pengelolaan sampah perkotaan, analisis dan laboratorium limbah, hingga pengelolaan limbah pengeboran. Sistem pengelolaan sampah dan limbah oleh Nathabumi dilakukan melalui metode co-processing dengan memanfaatkan suhu tinggi tanur semen yang mencapai 1.500 derajat Celcius, sehingga tidak menyisakan residu. (yad)

Stranas PK Fasilitasi Kolaborasi SIG dan Pemerintah Daerah dalam Pengelolaan Sampah Selengkapnya