Tri Brata dan Catur Prasetya, Implementasi dari Tugas dan Kewajiban Malaikat dan Nabi. Ikhlas Pahala Luar Biasa

GRESIK,1minute.id – Suasana masjid As Syafa’a Polres Gresik terasa adem. Masjid berlokasi di Jalan AKS Tubun, Gresik dipenuhi jamaah, Kamis 29 Oktober 2020.

Mayoritas jamaah yang duduk bersila dengan menjaga jarak, memakai masker itu adalah anggota Polres Gresik. Diantara jamaah itu tampak Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Waka Polres Gresik Kompol Dhyno Indra Setyadi serta pejabat utama Polres Gresik.

Kehadiran mereka di masjid itu untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Peringatan kelahiran Rasulullah itu dihadiri KH Najib Muhammad, pimpinan Ponpes Al Madinah Denanyar, Jombang. Acara diawali pembacaan salawat nabi dan ayat suci alquran itu dipimpin ustad Achmad Ishaq. Jamaah pun hanyut dalam pujian kepada sang Khaliq dan Nabi Muhammad SAW.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dalam sambutannya mengatakan kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini serentak dilaksanakan seluruh Polres se-Indobesia. “Harapan seluruh anggota Polri nantinya dikelompokkan kedalam golongan orang saleh,”ujar AKBP Arief Fitrianto.

Alumnus Akpol 2001 ini menambahkan, kegiatan Maulid Nabi merupakan bagian dari Program Polres Gresik yaitu RESIK (Religius, Empati, Solid, Integritas dan Konsisten). “Dimana tantangan kedepan Polri semakin besar maka dengan semangat Maulid Nabi sebagai teladan insan Polri dalam menjalankan tugas sehari-sehari serta mendapat rida dari Allah SWT,”katanya dijawab Amin oleh jamaah.

Perwira dua melati di pundak itu berharap kepada KH Nadjib Muhammad memberikan motivasi, semangat dan bekal serta doa agar dalam pelaksanaan tugas Polri kedepan mendapat perlindungan Allah SWT serta rida dalam kehidupan keluarganya sehari-hari.

PROKES : Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dan Waka Polres Gresik Kompol Dhyno Indra Setyadi menjalani protokol kesehatan sebelum masuk masjid As Syafa’a Polres Gresik mengikuti Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ( Foto : Humas Polres Gresik)

Sementara itu, KH Nadjib Muhammad menceritakan tentang kelahiran Nabi Muhammad SAW. Kelahiran Nabi akhir zaman ini telah dituliskan dalam alquran. “Segala tindak lakunya Nabi Muhammad merupakan Alquran yang berjalan dan memiliki fisik dan kebutuhan seperti manusia biasa yang mampu memanusiakan manusia biasa,”kata pemangku Ponpes Al Madinah, Denanyar, Jombang ini.

Nabi Muhammad SAW, tambahnya, mengemban tugas untuk memperbaiki akhlak manusia. “Beliau juga merupakan negosiator luar biasa khususnya pada perintah salat,”ujar KH Nadjib.

KH Nadjib mengatakan pemahaman para ulama, bahwa Tri Brata dan Catur Prasetya yang ada pada tubuh Polri merupakan implementasi dari tugas dan kewajiban para malaikat dan nabi yang diutus oleh Allah SWT. Sangat mulia.  “Bila tugas Polri dilandaskan berdasarkan ibadah kepada Allah SWT maka pahalanya luar biasa besar dimata Allah SWT,”kata KH Nadjib.

“Yang menjadi tolak ukur adalah rasa keimanannya, sehingga setiap langkah tugas niatkanlah untuk ibadah kepada Allah SWT,”imbuhnya. KH Nadjib mencontohkan tugas keamanan dan ekonomi yang diemban Polri. “Sehingga perlunya untuk menjaga keamanan suatu negara agar ekonomi tetap berjalan,”pesannya. (*)

Tri Brata dan Catur Prasetya, Implementasi dari Tugas dan Kewajiban Malaikat dan Nabi. Ikhlas Pahala Luar Biasa Selengkapnya

Libur Panjang Sebentar Lagi. Ini Destinasi Bisa Anda Kunjungi

GRESIK, 1minute.id – Libur panjang segera tiba. Pemerintah memutuskan untuk tetap menjadikan 28 dan 30 Oktober 2020 sebagai cuti bersama Maulid Nabi Muhammad SAW.

Dengan demikian, akan ada libur panjang selama lima hari, yaitu pada 28 Oktober hingga 1 November 2020. Liburan tahun ini berbeda. Sebab, pagebluk korona belum berakhir. Di tambah krisis ekonomi membuat daya beli masyarakat menurun.

Tapi, jangan khawatir. Hidup bahagia itu tidak mahal. Ada banyak destinasi di Kota Santri alias Kawasan Industri bisa Anda kunjungi sebagai destinasi alternatif.

1. Selo Tirto Giri ( Setigi) 

JEMBATAN PERADAPAN karena menghubungkan fonomena modern dan lama ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Destinasi memanfaatkan bekas tambang kapur di Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah. Area bukit kapur di sulap pemerintah desa sebagai wahana wisata instragramble

2. Wisata Gosari (Wagos)

SEGAR : Aneka warna tumbuhan membuat mata terasan segar ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id )

Destinasi ini berjarak tidak lebih 3 kilometer dari Setigi. Lokasi tepatnya di Desa Gosari, Kecamatan Ujungpangkah ini memanjakan pengunjung dengan aneka tanaman bunga

3. Dolen Mburi Omah dan Jembatan Karangkiring

PESONA DAMARKURUNG ini bisa dinikmati wisatawan pada malam hari ketika berkunjung ke destinasi Dolen Mburi Omah di Kelurahan Lumpur, Gresik ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id )
KARANGKIRING : Destinasi susur pantai di Desa Karangkiring, Kecamatan Kebomas, Gresik ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Ketiga destinasi memiliki kesamaan yakni susur pantai. Wisatawan bisa naik perahu atau menikmati suasana pesisir lautan. 

4. Pulau Bawean

GILI NOKO : Salah satu destinasi andalan di Pulau Bawean. Untuk menuju pulau itu wisatawan harus naik perauh selama 30-45 menit ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Di pulau terluar Kota Santri ini. Banyak destinasi bisa Anda kunjungi. Menghabiskan waktu lima hari liburan panjang bisa tidak cukup menikmati eksotis pulau berjarak 80 mil laut itu. Anda bisa naik kapal cepat dari pelabuhan Gresik dengan lama perjalanan 3 jam. Atau, pesawat perintis dar Bandara Juanda, Sidoarjo. (*)

Libur Panjang Sebentar Lagi. Ini Destinasi Bisa Anda Kunjungi Selengkapnya

Liburan ke Hendrosari, Menganti, Gresik, Wisatawan Bisa Nikmati Sensasi Segarnya Minum Legen Mudun Pagi atau Sore

Search

GRESIK, 1minute.id – Desa Hendrosari, Kecamatan Menganti, Gresik salah satu sentra penghasil legen. Minuman khas Gresik berasal dari pohon Siwalan. Ada ribuan pohon tumbuh subur di sana. 

Puluhan penderes setiap hari beraktivitas mengambil legen dari atas pohon siwalan diatas lahan seluas berkisar 9,5 hektare itu. Aktivitas langka bagi masyarakat perkotaan karena lahan sudah “ditumbuhi” apartemen, mal dan hotel. 

Aktivitas menderes siwalan ini menjadi salah satu magnet bagi masyarakat yang berkunjung di destinasi Lontar Sewu. Sejak eduwisata dibuka setahun lalu, sebagian pemilik lontar menuai rezeki. Mereka tidak perlu menjajakan siwalan dan legen keluar Gresik. 

“Sekarang cukup disini. Karena banyak pengunjung yang membeli,”ujar Keman, 38, petani siwalan di Desa Hendrosari, Kecamatan Menganti ditemui  1minute.id  akhir pekan lalu. Terutama hari Sabtu dan Minggu. “Hari tiket masuk terjual 5.700,”kata Keman.

Keman memiliki sejumlah pohon siwalan. Pohon itu warisan leluhurnya. “Ada pohon yang umurnya 75 tahun,”ujarnya. Setiap hari Keman harus naik dan turun pohon siwalan untuk mengambil legen. 

Pagi sekitar pukul 06.00 Leman memanjat pohon siwalan. Tanpa tali pengaman. Bagian pinggang terselip belatih. Bagian belakang sebua jerigen yang diikat tali tampar kebagian pinggang. Belatih berfungsi menderes pohon. Jerigen untuk menampung sari lontar. 

“Kalau pagi hasilnya lebih banyak. Karena wadah legen dipasang sore hari,”ujarnya. Sedangkan, memanjat sore mengambil wadah dipasang pagi hari,”imbuhnya. Aktivitas mengambil legen itu masyarakat menyebutnya, legen mudun (turun) pagi dan sore. “Hasilnya lumayan. Cukup,”kata Keman.

Sementara Liwon, senior Keman juga tidak kalah lincah. Lelaki bertubuh langsing bagai spiderman ketika memanjat pohon silawan yang ketinggian mencapai 6 meteran. Meski sudah parobaya, gerakan Liwon tidak kalah anak-anak muda lainnya di Desa Hendrosari. Setiap pohon, Liwon hanya butuh waktu sekitar 3 menit untuk memanjat.

“Kalau pakai tali tambah ribet naik dan turunnya,”dalih lelaki berkumis dengan kulit sawo matang itu. Kondisi cuaca kemarau membuat petani pohon siwalan ini. Mereka bisa mendapatkan puluhan liter dari puluhan pohon yang mereka miliki. Legen asli dengan wadah botol plastik berisi 1,5 liter mereka jual seharga Rp 25 ribu. Legen mudun isuk atau sore itu terasa nikmati di lokasi saat itu juga. “Kalau lebih sehari, legen bisa berubah menjadi tuak,”jelas Keman.

Dibukanya destinasi eduwisata Lontar Sewu ini menjadi berkah masyarakat setempat. Tidak hanya petani siwalan. Namun, multiplayer effect cukup besar. Rumah makan ayam bakar tumbuh bak jamur musim hujan. Desa Hendrosari yang sebelumnya termasuk desa tertinggal di Gresik telah menjadi desa mandiri. “Banyak orang yang investasi disini,”kata Keman. (*)

Liburan ke Hendrosari, Menganti, Gresik, Wisatawan Bisa Nikmati Sensasi Segarnya Minum Legen Mudun Pagi atau Sore Selengkapnya

Syeh Ali Jaber : Tugas Polisi Sangat Baik. Laksanakan dengan Baik. Setiap Perbuatan Baik Kepolisian Pasti Ada yang Menerima dan Tidak.

GRESIK,1minute.id – Ratusan anggota Polres Gresik mendapatkan siraman rohani dari Syeh Ali Jaber, Kamis 15 Oktober 2020. Ulama kelahiran Madinah pada 3 Februari, 44 tahun itu menjadi pengisi acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Asy Syafa Polres Gresik di Jalan AKS Tubun, Gresik.

Dihadapan ratusan personil dan ASN Polres Gresik, ulama berkewarganegaraan Indonesia yang ceramahnya menyejukkan umat itu mengatakan, Nabi Muhammad SAW dalam berdakwa agama Islam dilakukan dengan santun. “Tidak ada pemaksaan dalam masuk Islam. Nabi Muhammad SAW adalah penyempurna akhlaq manusia,”kata Ali Saleh Mohammed Ali Jaber yang dikenal Syeh Ali Jaber di Indonesia itu.

Dia melanjutkan, tugas kepolisian sangat baik. Laksanakan dengan baik. Setiap perbuatan baik kepolisian pasti ada yang menerima dan tidak. “Jangankan polisi, Nabi Muhammad SAW dalam berdakwah saja keluarga terdekatnya ada yang menerima dan tidak menerima,”ujarnya.

Menurut ulama yang juga juri hafidz di salah satu stasiun televisi itu, jihad bukan selalu diartikan perang. “Jihad itu selalu berbuat santun dan berakhlaq baik antarsesama,”tegasnya.

SAMBUTAN : Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto ketika memberikan sambutan acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Asy Syafa Polres Gresik, Kamis 15 Oktober 2020

Syeh Ali Jaber mengajak jamaah untuk selalu melatih diri agar selalu berlapang dada dengan selalu memaafkan orang lai  yang berbuat salah dan meminta maaf apabila berbuat salah. 

Jihad bukan selalu diartikan perang, Jihad itu selalu berbuat santun dan berakhlak baik antar sesama.

“Mari selalu melatih diri agar selalu berlapang dada dengan selalu maafkan orang lain yang berbuat salah dan meminta maaf apabila kita berbuat salah,”kata Syeh Ali Jaber.

Selama 1,5 jam mulai pukul 08.00 Syeh Ali Jaber memberikan siraman rohani dan mengajak seluruh personil maupun aparat sipil negera (ASN) meneladani akhlaq Rasulullah SAW.

Mereka terlihat khusyuk mendengarkan tausiyah Syeh Ali Jaber. Tampak hadir dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW itu Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Waka Polres Kompol Dhyno Indra Setyadi serta pejabat utama Polres Gresik lainnya itu.

KAPOLRES Gresik AKBP Arief Fitrianto ketika bertemu Syeh Ali Jaber sebelum memberikan tausiyah memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dalam sambutannya mengucapkan syukur kepada Allah SWT telah diberikan kesehatan sehingga bisa melaksanakan memberikan pengamanan, pengayoman kepada masyarakat. “Semoga tausiyah bisa membawa kedamaian dan pelaksanaan tugas Polres Gresik selalu mendapat ridha Allah SWT,”kata alumnus Akpol 2001 ini. 
Kapolres Arief juga mengucapkan terima kasih atas kehadiran Syeh Ali Jaber di Masjid Asy Syafa Polres Gresik ini. (*)

Syeh Ali Jaber : Tugas Polisi Sangat Baik. Laksanakan dengan Baik. Setiap Perbuatan Baik Kepolisian Pasti Ada yang Menerima dan Tidak. Selengkapnya

Destinasi Dolen Mburi Omah, Meramaikan Khazanah Objek Wisata di Kota Santri

GRESIK, 1minute.id – Krisis ekonomi membuat pemuda desa dan kelurahan di Kota Giri semakin kreatif. Mereka mengexplorasi potensi desa menjadi pundi-pundi pendapatan melalui desa wisata.

Teranyar, wisata Dolen Mburi Omah. 
Objek wisata secara resmi dibuka ini memanfaatkan geladak nelayan bale Pesusukan di Kelurahan Lumpur, Kecamatan/Kabupaten Gresik. Kehadiran wisata ini semakin meramaikan khazanah objek wisata di Kota Industri ini. Masyarakat semakin banyak pilihan untuk rekreasi murah meriah. Harga tiket masuk hanya dua ribu rupiah.

“Tadi sore resmi dibuka,”kata Fahrudin, warga setempat kepada 1minute.id, Minggu 11 Oktober 2020. Destinasi Mburi Omah ini, mengandalkan kearifan lokal setempat. Damarkurung, diantaranya. “Sing apik waktu sunset kalau kesini,”imbuh Doni, pemuda lainnya.

Destinasi Dolen Mburi Omah memanfaatkan Geladak nelayan terbuar dari kayu. Panjangnya lebih 400 meter dengan lebar sekitar 3 meteran. “Geladak nelayan terpanjang di Gresik,”kata pemuda lainnya. 

Wisata yang digagas dan biayai urunan para pemuda dan masyarakat setempat ini lokasinya di sebelah timur Terminal Bus Wisata Religi Maulana Malik Ibrahim di Jalan RE Martadinata, Kelurahan Lumpur, Gresik.

Selain dihiasi dengan damarkurun. Wisata berhias aneka lampu warna warni bila malam hari. Penasaran! Begini suasananya ketika 1minute.id mengunjungi objek wisata Dolen Mburi Omah. (*)

Search
Destinasi Dolen Mburi Omah, Meramaikan Khazanah Objek Wisata di Kota Santri Selengkapnya

Lontar Sewu, Eduwisata Memadukan Alam dan Kuliner Khas Hendrosari

GRESIK,1minute.id – Pandemi korona belum berakhir. Krisis ekonomi di depan mata. UU Omnibus Law Cipta Kerja sudah digedok. Tapi, Kita tetap harus happy. 

Berwisata, salah satu cara untuk bisa menghilangkan penat. Wartawan  1minute.id, Jumat 9 Oktober 2020 berkunjung di Lontar Sewu. Eduwisata di Desa Hendrosari, Kecamatan Menganti, Gresik. Wisata memanfaatkan lahan aset desa seluas sekitar 9,5 hektare ini dikelola badan usaha milik desa (BUMDes).

Terbagi dua bagian yakni lahan waduk untuk wisata air. Lahan tanaman lontar untuk wisata alamnya. Top view adalah ribuan pohon siwalan yang tumbuh dan tertata apik. Cocok untuk swafoto di media sosial. Istagram, facebook maupun tik-tok an.

Eduwisata baru setahun di buka oleh pemerintah desa. Namun, pandemi korona merebak. “Baru bulan Juli atau awal Agustus 2020 dibuka kembali,”ujar Keman, 38, warga setempat ditemui Jumat 9 Oktober 2020.
Harga tiket masuk juga tidak merogoh kantong terlalu dalam. HTM Senin-Jumat Rp 3 ribu per orang. Sabtu-Minggu Rp 5 ribu per kepala. Ditambah uang parkir Rp 5 ribu bisa menikmati eduwisata sepuasnya. 

Bila lapar, wisatawan bisa menikmati ayam bakar dan minum lengen asli. Heemm. “Kalau kesini enak sore, karena bisa melihat aktivitas warga mengambil legen dari atas pohon siwalan,”ujarnya. Begini pemandangan eduwisata Lontar Sewu itu. (*)

Search
Lontar Sewu, Eduwisata Memadukan Alam dan Kuliner Khas Hendrosari Selengkapnya

Air Telaga untuk MCK, Air Isi Ulang Buat Minum dan Nyuci Baju Warna Putih Gunakan Air Sumur. Warga Gresik Atasi Krisis Air Bersih

GRESIK, 1minute.id – Krisis air bersih mulai dirasakan masyarakat Gresik. Untuk mencukupi mandi, cuci dan kakus (MCK) masyarakat melakukan berbagai cara. Bagi masyarakat ekonomi menengah atas memilih beli air tangki. Sebaliknya, ekonomi kurang mampu memilih ngangsu di telaga desa.

Sumardi, diantaranya. Lelaki 60 tahun itu harus bolak-balik dari rumah ke telaga desa untuk mengambil air. Menggunakan sepeda angin, kakek dua cuci meletakkan dua jerigen di samping kiri dan kanannya. 
“Itu rumah saya terlihat dari sini,”kata lelaki yang tinggal di Dusun Terangbangi, Desa Kandangan, Kecamatan Cerme ditemui 1minute.id, Kamis 9 Oktober 2020.

AIR untuk MCK : Sumardi, 60, warga Dusun Terongbangi, Desa Kandangan, Kecamatan Cerme mengambil aie di telaga dusun, Jumat 9 Oktober 2020 ( foto : chusnul cahyadi /1minute.id )

Sumardi ambil air telaga berwarna kehijauan itu, sehari dua kali. Pagi dan sore hari. “Buat mandi saja,”kata pensiunan pekerja pabrik perlengkapan otomotif itu. Bagi Sumardi dan sebagian masyarakat Dusun Terongbangi aktivitas mengambil air bersih itu rutinitas tahunan di musim kemarau.

“Kalo beli air tangki dari sumur ukuran 5 ribu liter Rp 130-an ribu. Yo, sangat berat,”kata Sumardi yang juga buruh tani ini.
Air telaga dusun ini hanya bisa digunakan MCK. Tapi, Sumardi membahkan, untuk mencuci pakaian putih tidak menggunakan air telaga itu. “Klambi putih iso mangkak (warna memudar kekuningan),”katanya.

Bagaimana dengan minum? Dia mengaku menggunakan air isi ulang. Ada tiga jenis digunakan Sumardi dan sebagian masyarakat Dusun Terongbangi itu. Tiga jenis air adalah air minum menggunakan air isi ulang ; MCK menggunakan air telaga. Kemudian mencuci pakaian putih menggunakan air sumur.

Krisis Air Bersih : Warga Desa Kandangan, Kecamatan Cerme, Gresik mengambil air di telaga desa, Jumat 9 Oktober 2020 ( foto : chusnul cahyadi /1minute.id )

Dalam pengamatan 1minute.id, Desa Kandangan ini memiliki dua telaga. Setiap pagi dan sore hari, dua telaga terletak di pinggir jalan kabupaten menghubungkan Cerme dengan Benjeng itu hilir mudik masyarakat untuk mengambil air telaga. Ada menggunakan geledekan berisi delapan jerigebln ; menggunakan sepeda motor dan ngonthel. 

Camat Cerme Suyono dikonfirmasi mengaku belum menerima laporan dari desa-desa terkait krisis air bersih yang dialami warganya. “Sampai saat ini (Kamis malam), belum ada desa yang melaporkan krisis air bersih.

Seperti diberitakan 1minute.id sebelumnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik memprediksi 71 desa tersebar di 13 kecamatan di Gresik mengalami krisis air bersih. Krisis air bersih terjadi karena musim kemarau panjang. (*)

Air Telaga untuk MCK, Air Isi Ulang Buat Minum dan Nyuci Baju Warna Putih Gunakan Air Sumur. Warga Gresik Atasi Krisis Air Bersih Selengkapnya

Sekolah Model Gelar Ajang Pemilihan Putera Puteri Kain Nusantara. Pakai Batik itu Keren.

Search
Sekolah Model Gelar Ajang Pemilihan Putera Puteri Kain Nusantara. Pakai Batik itu Keren. Selengkapnya

Sarapan Sego Londo, Sambal Pencit. Suegeeer…, Uenakkk.

SEGO Menir. Kuliner satu ini berbeda dengan kuliner lainnya. Disajikan dalam wadah pincuk (daun pisang). Menyantap sego menir paling enak untuk sarapan pagi. Karena sayur masih hangat. Heeemmmm. Sueger dan nikmat. 

Juga tidak bikin kantong bolong. Lalu apa sih Sego Menir itu. Yuk, sarapan Sego Menir bersama 1minute.id di Jalan Raden Santri, Kelurahan Bedilan, Kecamatan/Kabupaten Gresik. Dekat SMA Nahdlatul Ulama 1 ( Smanusa) Gresik.

SUEGER : Sego Menir dengan lauk bali belut, tempe, tahu dan sambal terasi ( foto : chusnul cahyadi / 1minute.id )

Sego Menir Buk Yanti. Lapaknya sederhana. Menggunakan satu meja lalu diberi tenda payung untuk penahan sinar matahari. Di pinggir jalan kampung. Sekitar 50 meter dari Kantor Kelurahan Bedilan atau 100 meter dari SMA Nahdlatul Ulama 1 (Smanusa) Gresik. 

Pagi itu, jarum jam menunjukkan pukul 09.00. Sinar matahari terasa terik. Lapak Buk Yanti masih terasa dingin karena terhalang bangunan di dekatnya. Pembeli juga tidak terlalu ramai pembeli. Mengalir, silih berganti. Karena mereka hanya membungkus alias disantap di rumah.

WADAH SENDIRI : Rempeyek kacang sebagai pelengkap kuliner khas Gresik, Sego Menir ( foto : chusnul cahyadi / 1minute.id )

Saya memilih makan di lokasi. Sego Menir dengan lauk bali belut, tahu, tempe, dan peyek kacang. Semuanya dalam wadah satu pincuk (takir daun pisang istilah lainnya). Kecuali rempeyek. “Sambal pencet atau iring (sambal terasi),”tanya Buk Yanti dan saya jawab sambal terasi. Sambal pencit berwarna keputih-putihan. Karena bahannya mangga muda. Rasa pedas campur asam.

Buk Yanti memberi kuah cukup banyak. Nyaris meluber dari wadah takir. Mungkin kondisi udara panas. Dalam hitungan menit, satu takir Sego Menir langsung ludes. “Sueger…lezat…campur jadi satu”.  Sego Menir, kedengarannya aneh bagi masyarakat luar Kota Santri. “Opo sih Sego Menir itu,”tanya seorang teman yang kepo.

Sego artinya nasi. Sedangkan, Menir adalah sejenis sayur bening. Bedanya, sayur Menir menggunakan rajangan kangkung. Ada yang ditambahi labu. Bumbunya terdiri atas kunci, bawang merah dan putih dan gerusan menir.

Sebagian orang menyebut Sego Menir, dengan istilah Sego Londo (Belanda). Karena sebutan Menir pada masa penjajahan identik dengan orang Belanda. Tidak ada literatur yang menyebut Sego Menir ada sejak pendudukan Hindia Belanda. Kalau makam Belanda ada di dekat kantor Kelurahan Bedilan itu. (*)

Sarapan Sego Londo, Sambal Pencit. Suegeeer…, Uenakkk. Selengkapnya

Tidak Ada Biaya Perawatan, DLH Tetap Operasional Kontainer Sampah Bolong-Bolong

GRESIK,1minute.id – Sampah kota masih menjadi problem bagi Pemkab Gresik. Apalagi, sarana dan prasaran untuk mengangkut sampah rumah tangga menuju tempat pembuangan sampah akhir (TPA) sangat minim.

Akibatnya, kontainer bolong-bolong tetap harus dioperasikan untuk mengangkut sampah rumah tangga yang mencapai 150 meter kubik hingga 200 meter kubik per hari.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik Mokh Najikh mengatakan, masa pandemi korona volume sampah rumah tangga di kota berpenduduk 1,3 juta tidak mengalami kenaikkan signifikan. “Volume masih fluktuatif antara 150 hingga 200 meter kubik per harinya,”kata Najikh kepada 1minute.id, Rabu 30 September 2020.

Untuk mengangkut ratusan kubik sampah itu, DLH mengerahkan 35 unit armada untuk mengangkut sampah. Sedangkan, jumlah kontainer sampah ditempatkan berjumlah 125 unit kontainer.  “Petugas DLH untuk mengangkut sampah di wilayah Driyorejo berangkat pukul 01.00,”ujar mantan Sekretaris Dewan (Sekwan) Gresik itu. “Biasanya dua rit (pergi dan pulang),” imbuhnya.

BERLUBANG : Kontainer sampah ketika melintas di Jalan Sumatera, Kompleks Perumahan Gresik Kota Baru ( foto : chusnul cahyadi / 1minute.id )

Akan tetapi, bila pengangkutan terlambat karena terjebak kemacetan atau lainnya, hanya sekali rit. Selama ini, tidak ada kendala pengangkutan sampah dari tempat penampungan sementara (TPS) menuju TPA. “Meski sarana dan prasarana terbatas,”katanya. DLH mengerahkan semua potensi, termasuk mengoperasikan kontainer bolong-bolong untuk mengangkut sampah. “Karena memang tidak ada anggaran untuk perbaikan,”ujar mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik itu.

Pengoperasian kontainer penuh “ventilisi” itu tetap dilakukan karena jumlan kontainer terbatas. Najikh jumlah kontainer sampah baru 125 unit termasuk hasil pengadaan dua tahun belakangan ini. Tahun lalu, ada pengadaan kontainer 16 unit. Sedangkan, tahun ini hany empat unit. “Secara idealnya, membutuhkan tambahan 40-unit kontainer baru,”kata Najikh.

BEROPERASI : Minimnya biaya perawatan DLH Gresik tetap mengoperasikan kontainer berlubang mengakut sampah rumah tangga di Gresik ( chusnul cahyadi / 1minute.id )

Pandemi korona membuat rencana pengadaan 40-an unit kontainer yang telah mendapatkan lampu hijau harus minggir terlebih dahulu. Padahal usia kontainer sampah 2-3 tahun sudah korotif. “Air lindi sampah sangat korotif,”tegasnya. Ditambah tidak ada biaya perawatan sehingga kontainer penuh “jendela” pun harus dioperasikan.

Wartawan 1minute.id dua kali menjumpai kontainer sampah lalang di perkotaan Gresik. Tepatnya, saat melintas di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, lalu Jalan Sumatera, Kompleks Perumahan Gresik Kota Baru.
Kontainer penuh sampah. Ketika melintasi jalan bergelombang atau polisi tidur sampah tumpah di jalan raya. Truk kontainer sampah terus melaju, sampah tertinggal di jalan raya. 

Najikh mengatakan, untuk menyiasati tidak adanya biaya perawatan itu, DLH Gresik menjalani kerjasama dengan sekolah menengah kejuruan yang memiliki jurusan las. “Kami gandeng siswa SMK untuk proses perbaikan kontainer,”ujarnya. (*)

Tidak Ada Biaya Perawatan, DLH Tetap Operasional Kontainer Sampah Bolong-Bolong Selengkapnya