Pemkab Gresik Luncurkan Gerakan Aksi Bergizi di Sekolah. Ini Tujuannya!

GRESIK,1minute.id – Gerakan Aksi Bergizi di sekolah dimulai di UPT SMP Negeri 17 Gresik pada Jumat, 19 Juli 2024. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang datang langsung ke sekolah berada di Jalan Kalimantan, Kompleks Perumahan Gresik Kota Baru atau GKB, Kecamatan Manyar, Gresik itu.

Gerakan meminum suplemen penambah darah yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan atau Dispendik Gresik ini diikuti seluruh siswa kelas VII. Jumlahnya 282 siswa. Pada kesempatan itu, Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani juga membagikan kain seragam gratis untuk siswa baru.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, Gerakan Aksi Gizi adalah program Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik untuk menurunkan angka stunting. Aksi Gizi dengan mengkonsumsi suplemen penambah darah sangat baik untuk anak-anak. 

“Remaja perempuan harus tahu fungsi dari meminum tablet tambah darah. Ini merupakan program dari Pemkab Gresik untuk menurunkan angka stunting. Jadi harus beneran di minum, jangan di buang,” tutur Gus Yani didampingi Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Ali, Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S.Hariyanto dan Kabid SMP Syifaul Qulub. 

Nurul Haromaini Ali menambahkan, manfaat minum tablet tambah darah dapat mengatasi risiko anemia. “Minum tablet tambah darah dapat mengurangi risiko anemia atau kekurangan darah. Ciri-ciri anemia yaitu mudah mengantuk, munculnya rasa malas, dan badan cepat lemas,” jelas istri Bupati Fandi Akhmad Yani ini.

Ada empat poin dalam naskah komitmen bersama dalam rangka penurunan angka stunting dengan implementasi Germas melalui Aksi Bergizi di Sekolah. Yakni, Kami siap dan patuh sarapan dan minum satu butir tablet tambah darah bersama di sekolah setiap satu minggu ; Kami siap dan patuh penuhi gizi seimbang dengan makan protein hewani, sayur dan buah ; Kami siap melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari dan kami siap mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.

Seperti sebuah semboyan : Mens sana in corpore sano (Latin) artinya adalah “Jiwa yang sehat dalam tubuh yang sehat.” Maksudnya jika jiwa seseorang sehat, maka tubuhnya akan sehat juga. (yad)

Pemkab Gresik Luncurkan Gerakan Aksi Bergizi di Sekolah. Ini Tujuannya! Selengkapnya

Satu Lagi, Rumah TPS-3R Desa di Kabupaten Gresik Beroperasi, Ini Lokasinya 

GRESIK,1minute.id – Rumah Tempat Pengolahan Sampah di Kabupaten Gresik bertambah satu lagi. Terbaru yakni tempat pengolahan sampah reduce, reuse dan recycle atau TPS3R Manyarejo Kampung Indonesia. 

TPS3R di Desa Manyarejo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik itu berdiri hasil kolaborasi Pemkab Gresik dengan SKK Migas dan Petronas Indonesia. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang meresmikan beroperasinya TPS3R itu pada Selasa, 16 Juli 2024.

Sebelumnya, telah beroperasi TPS3R Desa Sungonlegowo, Kecamatan Bungah berkapasitas 4 ton per hari. Lalu, TPS3R Petiken, Kecamatan Driyorejo berkapasitas 12 ton per hari. Bila setiap desa bisa memiliki TPS3R, persoalan sampah rumah tangga akan bisa teratasi. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, isu kelestarian alam sudah menjadi isu global. Ia mengajak masyarakat Gresik memiliki komitmen bersama dalam menjaga lingkungan di sekitar. “Persoalan sampah bukan hanya menjadi tanggungjawab pemerintah namun juga seluruh lapisan masyarakat pun ikut berperan serta menjaga daerah masing-masing,” ujar Gus Yani-sapaan akrab-Fandi Akhmad Yani pada Selasa, 16 Juli 2024

Gus Yani mengingatkan, jika pada 2022 Kabupaten Gresik mendapatkan capaian tertinggi dalam kebersihan Kota/Kabupaten dengan meraih Piala Adipura. Piala Adipura ini diberikan pada 2023. Capaian ini, imbuhnya, menjadi bukti kerja sama dan tanggung jawab antara pemerintah daerah dengan masyarakat Gresik dalam penanganan akan kebersihan lingkungan.

Program ini sejalan dengan program 9 Nawakarsa Bupati dan Wakil Bupati Gresik. Yang salahsatunya adalah Gresik Lestari. Untuk itu, Gus Yani meminta di setiap desa memiliki TPS-3R. Ini penting karena program ini dapat memilah sampah terlebih dahulu di setiap desanya sebelum sampah yang tidak bisa diolah dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

TPS-3R adalah sistem pengolahan sampah dengan inovasi teknologi mesin pencacah sampah dan pengayak kompos. Inovasi ini dinilai lebih efektif dan efesien. Hasil pengolahan sampah organik berupa kompos digunakan untuk pupuk tanaman hias dan herbal yang ditanam di lahan sekitar TPS3R serta sebagian bisa untuk dijual.

Sementara itu, Presiden Direktur Petronas Indonesia Yuzaini MD Yusof menyampaikan, beberapa program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta lingkungan seperti program pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan usaha membatik, penanaman bibit mangrove, serta pembangunan rumah TPS-3R yang menjadi fasilitas pengolahan sampah.

“Didirikannya Rumah TPS-3R ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat setempat terkait pengolahan sampah untuk dijadikan produk yang mempunyai nilai ekonomi. Selain itu, program ini diharapkan dapat mendukung target pemerintah untuk mencapai Indonesia Bersih Sampah 2025,” tutur Yuzaini.

Sementara itu, pembudidayaan maggot yang terintegrasi menjadi salah satu program utama untuk Rumah TPS-3R. Maggot merupakan media penting untuk penguraian sampah organik sehingga dapat di proses lebih lanjut menjadi kompos dan juga dapat dijadikan pakan ternak ayam dan kambing.

Tidak hanya itu, Rumah TPS-3R juga dilengkapi dengan lahan pekarangan yang dimanfaatkan untuk penanaman tanaman obat keluarga atau Toga. (yad)

Satu Lagi, Rumah TPS-3R Desa di Kabupaten Gresik Beroperasi, Ini Lokasinya  Selengkapnya

MTs NU Trate Gresik Buka Kelas Internasional, Pertama di Kabupaten Gresik Jenjang Madrasah

GRESIK,1minute.id – Madrasah Tsanawiyah Nahdlatul Ulama atau MTs NU Tratee Gresik kini memiliki kelas internasional. Kelas internasional pertama untuk sekolah madrasah di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengapresiasi kebijakan sekolah berlokasi di Jalan KH Abdul Karim, Gresik. “Bangga dengan MTs NU Tratee Gresik,” kata Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah saat melakukan pemantauan Masa Taaruf Siswa Madrasah atau Matsama alias Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah pada Selasa, 16 Juli 2024.

Kelas internasional ini, lanjutnya, akan membuat siswa lulusan madrasah di MTs NU Tratee Gresik ini memiliki ilmu lebih. “Adanya kelas Internasional ini, siswa akan bisa tiga bahasa. Bisa bahasa Indonesia, Bahasa Arab dan Bahasa Inggris,” kata Wabup perempuan berlatar pendidik ini. “Seluruh murid Madrasah Insya Allah jadi anak hebat. Menguasai agama dan ilmu umum,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala MTs NU Trate Gresik Nduk Muslikhah mengatakan, pihak membuka kelas internasional setelah melakukan studi tiru di sekolah di Sidoarjo. “Dan kelas internasional ini pertama untuk sekolah Madrasah di Kabupaten Gresik,” kata Nduk Muslikhah. 

Antusiasme wali murid untuk memasukkan anak di kelas internasional sangat tinggi. “Tahun ini, kami baru buka satu kelas internasional. Dan, terisi penuh. 28 siswa,” katanya. Dalam tahun ajaran baru 2024-2025 ini, animo orang tua untuk menyekolahkan anak di MTs NU Trate Gresik cukup tinggi. “Tahun ini kami menerima siswa bsru 144 siswa.Ditengah gempuran zonasi. Alhamdulillah 5 kelas,” tegas Nduk Muslikhah.

Dibukanya kelas internasional ini, kini wali murid bisa memiliki alternatif pilihan. “Diakhir kelulusan nanti anak-anak akan dilakukan cek poin berada di level berapa,” katanya. (yad)

MTs NU Trate Gresik Buka Kelas Internasional, Pertama di Kabupaten Gresik Jenjang Madrasah Selengkapnya

Pantau MPLS Hari Kedua, Wabup Gresik Motivasi Siswa Sekolah Swasta

GRESIK,1minute.id – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS memasuki hari kedua pada Senin, 16 Juli 2024. Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah kembali melakukan pemantauan kegiatan tahun ajaran baru itu.

Hari pertama, Wabup berlatar pendidik memantau kegiatan MPLS di SD dan SMP negeri di Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik. Pada hari kedua ini, wabup perempuan pertama di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini memantau MPLS di sekolah swasta. Yakni TK/KB Adyaksa XXXIII Gresik di Jalan Jaksa Agung Suprapto dan Madrasah Tsanawiyah Nahdlatul Ulama atau NU Tratee di Jalan KH Abdul Karim, Gresik. 

Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah mengaku puas kegiatan MPLS yang sesuai dengan standar operasional prosedur atau SOP yang telah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik maupun Kementerian Agama (Kemenag) Gresik. 

Wabup Aminatun Habibah kali pertama mengunjungi TK Adhyaksa Gresik. Pada tahun ajaran baru 2024-2025 di taman kanak-kanak dibawah naungan Ikatan Adyaksa Darmarkarini atau IAD Gresik yang diketuai oleh Noviva Nana Riana ini menerima 44 anak. Kedatangan Bu Min disambut hangat puluhan bocah yang lucu dan menggemaskan itu.

Wabup Aminatun Habibah melakukan interaksi dengan para guru, serta memberikan arahan terkait pentingnya pendidikan sejak usia dini. Tidak hanya itu, Bu Min juga mengajak anak-anak bernyanyi dan berfoto bersama.

MPLS di TK Adhyaksa diisi dengan berbagai kegiatan menarik yang dirancang untuk mengenalkan anak-anak pada lingkungan sekolah mereka. “Siapa yang masih ditunggui oleh mama ke sekolah,” tanya Wabup Aminatun Habibah. Sebagaian anak mengacungkan jari telunjuknya. 

Pengakuan polos anak-anak itu membuat Bu Min tersenyum. Celotehan anak-anak membuat suasana MPLS sangat menyenangkan. Apalagi, kegiatan hari kedua itu menyenangkan. Kegiatan ini meliputi pengenalan ruang kelas, perkenalan dengan teman-teman baru, serta berbagai permainan edukatif yang bertujuan mengembangkan kreativitas dan kemampuan sosial anak.

Selepas itu, Wabup Aminatun Habibah melanjutkan kunjungannya di MTs NU Tratee Gresik. Disini istilah MPLS yang jamak dipakai, diganti menjadi Matsama (Masa Taaruf Siswa Madrasah). Dihadapan siswa baru dan para guru, Bu Min menyampaikan pentingnya Matsama sebagai tahap awal bagi siswa baru untuk mengenal lingkungan sekolah, teman-teman, serta para guru.

“Matsama bukan hanya ajang perkenalan, tetapi juga sebagai pondasi awal dalam menumbuhkan karakter dan semangat belajar siswa,” ujar Bu Min.

Tidak lupa, Bu Min juga menekankan pentingnya kesadaran akan sekolah yang ramah lingkungan dan juga ramah terhadap anak. “Kita ingin memastikan juga tentang pentingnya kesadaran akan sekolah yang ramah lingkungan dan sekolah yang ramah terhadap anak. Kita harapkan tidak ada bullying yang terjadi di lingkungan sekolah,” tegas Bu Min. 

Dalam pemantauan MPLS hari kedua ini, Bu Min didampingi Kepala Bidang Pengelolaan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama Dispendik Gresik Syifaul Qulub, Kasi Penma Kemenag Gresik Masfufah, Ketua MKKS SMP Negeri Gresik Beri Avita Prasetya serta kepala MTs NU Tratee Nduk Muslikhah.

Sementara itu, Kepala Yayasan PPNU Tratee Elvi Wahyudi, menyambut baik kunjungan Bu Min dan mengungkapkan bahwa kegiatan Matsama di sekolahnya telah dipersiapkan dengan baik untuk menyambut para siswa baru. “Tahun MTs NU Tratee Gresik membuka kelas ICP (international class programme),” kata Wahyudi. (yad)

Pantau MPLS Hari Kedua, Wabup Gresik Motivasi Siswa Sekolah Swasta Selengkapnya

Hari Pertama MPLS, Spenda Gresik Kenalkan Keunggulan sebagai Sekolah Zero Waste 

GRESIK,1minute.id – “Saya selaku wali murid menyerahkan anak saya untuk di bimbing dengan pendidikan di SMPN 2 Gresik ini. Harapan menjadi anak yang berakhkak mulia kelak, ilmunya dapat menjadi modal di masa depannya,” kata seorang wali murid kelas VII UPT SMP Negeri 2 atau Spenda Gresik.

“Semoga Spenda menjadi sekolah idaman masyarakat Gresik berprestasi dan sukses,” imbuhnya dan diamini oleh ratusan siswa peserta upacara pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS pada Senin, 15 Juli 2024.

Hari ini, semua siswa jenjang SD hingga SMA sederajat mulai masuk sekolah. Siswa baru selama 3 hari, mulai 15 hingga 17 Juli 2024 melaksanakan MPLS dimulai pukul 07.00 WIB. Semua satuan pendidikan di jenjang SMP telah mempersiapkan secara matang untuk menyambut siswa didik baru. Sekolah  berlomba memberikan kesan baik dan menyenangkan kepada anak-anak yang baru lulus di sekolah dasar itu. Mereka masih memakai seragam sekolah dasar masing-masing. Penuh warna. Tampak wajah mereka penuh senyum bahagia.

Sekolah juga mengenalkan “keistimewaan” sekolah masing-masing. Di UPT SMP Negeri 2 atau Spenda Gresik, misalnya. Sekolah berada di Jalan KH Kholil, Gresik mengusung tema ” Masa Pengenalan Sekolah yang Menyenangkan melalui aktifitas kreatif pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan sekolah”. 

“Kegiatan hari pertama (MPLS) siswa dikenakan dengan program unggulan sekolah, guru, KBM yang menarik, serta lingkungan sekolah yang aman nyaman dan menyenangkan,” kata Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim pada Senin, 15 Juli 2024.

Keunggulan sekolah, antara lain adalah sekolah zero waste, kantin halal, sekolah ramah anak. Sekolah zero waste, kata Mohammad Salim, mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik dalam acara Nawa Karsa Award 2024, Gresik Lestari yang gelar oleh Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Gresik pada Rabu, 10 Juli 2024. 

Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani kepada Mohammad Salim. “Nawa Karsa Award, Gresik Lestari,  kami menyebut 4 penghargaan bergengsi diantaranya sebagai Sekolah Zero waste, juara 1 konten tiktok , juara 2 pameran inovasi produk lingkungan dan juara 3 konten Instagram,” terang Salim.

Bagaimana dengan siswa kelas VIII dan IX ? Salim mengatakan, selama masa MPLS tetap masuk sekolah. “Bagi kelas 8 dan 9 selama MPLS diadakan kegiatan PBB (peraturan baris berbaris) yang di latih oleh Kepolisian Gresik bertempat di halaman  Mapolsek Gresik Kota di  Jalan Basuki Rahmat,” terangnya. (yad)

Hari Pertama MPLS, Spenda Gresik Kenalkan Keunggulan sebagai Sekolah Zero Waste  Selengkapnya

Wabup Gresik Aminatun Habibah Lega MPLS Tidak Ada Perpeloncohan 

GRESIK,1minute.id – Libur sekolah berakhir. Ribuan siswa jenjang SD hingga SMA sederajat mulai masuk sekolah. Siswa baru, memulai mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS pada Senin, 15 Juli 2024.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah melakukan inspeksi mendadak di tiga sekolah yakni UPT SMP Negeri 5 Gresik, UPT SD Negeri 53 Gresik dan UPT SMP Negeri 9 Gresik. Semuanya berada di Kecamatan Cerme.

Sidak dilakukan bertujuan memastikan tahun ajaran baru di setiap strata pendidikan dapat berjalan dengan baik. Tidak ada perpeloncohan. Selain itu, penerimaan siswa di setiap sekolah sesuai dengan kuota formasi yang telah ditentukan. 

“MPLS merupakan momen kebersamaan siswa siswi baru untuk dapat saling mengenal sesama teman. Terlebih mengenal guru dan lingkungan sekolah. Sehingga diharapkan nantinya proses pembelajaran berjalan dengan baik,” ujar wakil bupati perempuan pertama di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik di UPT SMP Negeri 5 Gresik.

Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah didampingi Kepala Dinas Pendidikan atau Kadispendik Gresik S.Hariyanto, Kepala Bidang Pengelolaan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama Syifaul Qulub dan Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah atau MKKS SMP Negeri Gresik Beri Avita Prasetya melanjutkan setiap guru harus bisa membuat suasana belajar yang menyenangkan. 

Sebab, suasana pembelajaran yang menyenangkan dan berkesan akan menarik minat peserta didik untuk terlibat secara aktif. Sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai maksimal. 

“Setiap guru harus mengenali potensi diri peserta didik. Membantu peserta didik dalam beradaptasi dengan sekolah. Sehingga menumbuhkan motivasi semangat dalam belajar dan mengembangkan interaksi positif antara siswa dengan warga sekolah,” harapnya. 

Tidak hanya itu, Wabup juga berharap pendidikan sekolah di Kabupaten Gresik harus layak anak. Dimana tidak ada bullying dan kekerasan. Juga sekolah yang ramah lingkungan termasuk lingkungan alam. Pada kesempatan tersebut Wabup juga menyematkan tanda peserta MPLS peserta didik baru UPT SD Negeri 53 Gresik. 

Di UPT SD Negeri 53 Gresik yang berlokasi di Perumahan Cerme Indah,  Desa Betiting, Kecamatan Cerme Wabup berpesan kepada guru untuk menerapkan proses belajar yang menyenangkan. Terutama di jenjang transisi PAUD ke SD harus bisa baca tulis dan berhitung (Calistung). 

“Ini tidak boleh dipaksa untuk sudah bisa Calistung, termasuk yang baru masuk di kelas 1 SD. Setidaknya harus diberikan waktu atau toleransi, ” tandasnya. (yad)

Wabup Gresik Aminatun Habibah Lega MPLS Tidak Ada Perpeloncohan  Selengkapnya

Rancang Kostum Daur Ulang hingga Gerakan, Siswa UPT Negeri 31 Gresik Jawara Yel_yel Nawa Karsa, Gresik Lestari Award 2024

GRESIK,1minute.id – Nawa Karsa Award Gresik Lestari menjadi penutup puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di helat Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro atau WEP pada Rabu, 10 Juli 2024.

Sejumlah kegiatan memeriahkan acara yang diinisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Gresik yang dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah itu. 

Diantara kegiatan untuk memeriahkan acara tersebut adalah kompotesi yel-yel bertemakan Lingkungan Hidup untuk kader lingkungan. Tim juri dari kompetesi itu menetapkan kader lingkungan dari UPT SMP Negeri 31 Gresik sebagai jawara. 

Di kompetesi Yel-yel, kader lingkungan yang semuanya siswa di sekolah yang dipimpin oleh Miko Dani Asmoro memakai kostum daur ulang. Mereka mendesain sendiri kostum itu.

Menurut guru pembina UPT SMP Negeri 31 Gresik Misri Astuti, siswa bersama semua guru harus lembur membuat kostum daur ulang tersebut.

“Anak-anak all out tampilnya. Busana yang ditampilkan juga kreasi daur ulang made in sendiri. Jadi bapak ibu guru semuanya terlibat dan anak-anak untuk mendaur ulang jadi kostumnya luar biasa,” ujar Misri Astuti pada Kamis, 11 Juli 2024.

FOTO BARENG : Siswa dan guru UPT SMP Negeri 31 Gresik foto bersama usai acara Nawa Karsa Award, Gresik Lestari di depan gedung WEP pada Rabu, 10 Juli 2024 ( Foto : istimewa)

Ia pun mengaku tidak menyangka, dalam kompetesi ini bisa meraih menjadi yang terbaik. “Pesertanya sangat banyak. Dan semuanya baik-baik. Saya tidak menyangka anak-anak bisa menjadi juara,” katanya. Raihan positif dalam kompetisi Yel-yel Lingkungan ini semakin melengkapi keberhasilan yang diraih sekolah berada di Dusun Dadelrejo, Desa Pacuh, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik itu.

Sebab, sebelumnya sekolah berada di ujung barat berbatasan antara Gresik-Lamongan dan Mojokerto itu telah meraih predikat sekolah Adiwiyata Mandiri pada 2022 lalu. “Kalau Adiwiyata itu mah nggak bisa sendiri..one man show. Ya, tahun nabung kegiatan l, nabung menciptakan lingkungan yang bersih ramah anak itu terbayar itu itu luar biasa,” tegas Misri Astuti berapi-api. 

Seperti diberitakan, Dinas Lingkungan Hidup Gresik menggelar Nawa Karsa Award 2024. Dalam gelaran itu, organisasi perangkat daerah atau OPD bertanggungjawab tentang menjaga kualitas dan kelestarian lingkungan di Kota Industri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini menggelar sejumlah kegiatan. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang hadir bersama Wakil Bupati Aminatun Habibah mengajak semua stakeholder untuk menjaga dan melestarikan lingkungan di kabupaten seluas 1.137 kilometer persegi dengan jumlah penduduk 1,3 juta jiwa ini.

“Pelestarian lingkungan ini membutuhkan komitmen bersama, bagaimana langkah kita dalam menjaga kelestarian lingkungan di daerah. Melalui Nawa karsa Award: Gresik Lestari ini, mudah-mudahan menjadi spirit bersama dalam satu ekosistem (industri, masyarakat, pemerintah) untuk terus memperhatikan isu lingkungan yang ada di sekitar. Termasuk di lingkungan sekolah, kita ingin sekolah adiwiyata juga semakin banyak,” kata Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. (yad)

Rancang Kostum Daur Ulang hingga Gerakan, Siswa UPT Negeri 31 Gresik Jawara Yel_yel Nawa Karsa, Gresik Lestari Award 2024 Selengkapnya

Nawa Karsa Gresik Lestari Wujud Komitmen Pemkab Gresik Lestarikan Lingkungan 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik menggelar Nawa Karsa Gresik Lestari di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro atau WEP di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gresik pada Rabu, 10 Juli 2024.

Event yang diinisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Gresik sebagai puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024 yang diperingati setiap 5 Juni itu menjadi wujud komitmen dan penghargaan bagi para pihak yang berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan di Kota Industri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani atau Gus Yani menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Nawa Karsa Award, Gresik Lestari dan juga kepada seluruh pihak yang terlibat dalam upaya pelestarian lingkungan di Gresik.

“Isu lingkungan menjadi isu strategis. Sehingga didalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) disebutkan ada program Gresik Lestari. Program ini wujud perhatian pemerintah dalam menjaga lingkungan hidup di Kabupaten Gresik,” ujar orang nomor satu di Kabupaten berpenduduk 1,3 juta jiwa ini.

Gresik Lestari, Gus Yani melanjutkan, merupakan salah satu dari sembilan program prioritas dalam RPJMD Kabupaten Gresik. Mengingat Gresik memiliki karakteristik sebagai kota industri, diperlukan komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Nawa Karsa Award ini diharapkan dapat menjadi semangat bersama bagi industri, masyarakat, dan pemerintah dalam menghadapi isu lingkungan,” ujar Ketua DPRD Gresik 2019-2020 itu. Ia menegaskan kembali komitmen pemerintah kabupaten atau Pemkab Gresik untuk terus memperhatikan isu lingkungan, sebagai Gresik yang dikenal sebagai kota industri.

“Kami berkomitmen untuk menjadikan Gresik sebagai kota industri yang ramah lingkungan,” tegas suami Nurul Haromaini Ali ini. 

Penghargaan Nawa Karsa Award Gresik Lestari ini dapat menjadi pendorong bagi kita semua untuk meningkatkan perhatian terhadap lingkungan. Dalam gelaran itu dilakukan penandatanganan Komitmen Bersama Program Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup di Kabupaten Gresik yang dilakukan oleh semua stakeholder. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah yang mengawali menandatangani komitmen tersebut. 

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Gresik Sri Subaidah menambahkan, dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, menggelar berbagai rangkaian kegiatan. Di antaranya, menggelar kompetisi Kampung Gresik berseri, Lomba konten Lingkungan Hidup, Gerakan Aksi Bersih Lngkungan, Susur Sungai, Penanaman Pohon, Penanaman biopori hingga workshop pengelolaan lingkungan bagi industri. (yad)

Nawa Karsa Gresik Lestari Wujud Komitmen Pemkab Gresik Lestarikan Lingkungan  Selengkapnya

Kalpataru, Siang dan Malam hanya Ada di  Petro Nite Fest 2024, Lihat Detail Pakai Kaca Pembesar 

GRESIK,1minute.id – Petro Nite Fest 2024 resmi dibuka oleh Direktur Utama PT Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo pada Sabtu, 29 Juni 2024.

Gelaran rangkaian HUT ke-52 Petrokimia Gresik ini mengusung tema “Bertumbuh dalam Harnomi” ini berlangsung meriah. Ribuan warga memadati halaman SOR Tridharma Petrokimia Gresik sejak Sabtu sore, 30 Juni 2024. Masyarakat seakan tidak ingin ketinggalan momentum pembukaan yang dimulai badal Isya itu. Petro Nite Fest 2024 berlangsung hingga 7 Juli 2024. 

Kemeriahan tidak hanya di halaman luar gedung serbaguna itu. Di dalam gedung yang digunakan untuk pameran fotografi dan lukis tidak kalah ramai. Diantaranya, ruang pamer karya pelukis Muhammad Riyanto. Lukisan pelukis yang juga santri asal Gresik ini seakan menjadi magnet bagi jajaran direksi di perusahaan Solusi Agroindustri dan pengunjung lainnya.  

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo terlihat menikmati lukisan karya Riyanto ini. Lukisan berjudul Day and Night. Lukisan yang mirip tanaman Kalpataru ini berukuran 90 x 90 centimeter dengan menggunakan cat akrilik diatas kanvas. 

Untuk menikmati detail dalam lukisan itu, penikmat seni harus menggunakan kaca pembesar. “Memang kecil jadi harus pakai pembesar. Jadi harus antri,” kata Riyanto kepada 1minute.id  pada Sabtu malam, 29 Juni 2024.

Di dalam setiap lukisan yang bercerita tentang kehidupan itu, Riiyanto selalu menyisipkan ayat-ayat Alquran. Juga lukisan Day and Night ini. Ia mengatakan, kalpataru sebagai simbol kehidupan. Dari akarnya sampai ujung rantingnya dan isinya kehidupan sehari-hari antara siang dan malam.

Kalpataru sendiri adalah bahasa Sansekerta yang berarti pohon kehidupan (Kalpavriksha). Di Indonesia, Kalpataru diberikan kepada perorangan atau kelompok atas jasanya melestarikan lingkungan hidup di Indonesia. 

Kehidupan, lanjut Riyanto, tidak lepas dari dalam perputaran ekositem yang berjalan sesuai posisi masing- masing. “Kalpataru adalah simbol kekuatan akar kehidupan yang bisa dijadikan wacana dalam proses kehidupan dengan kekuatan akar yang besar sampai yang kecil,” kata Riyanto. 

Ia mengaku sengaja membuat lukisan kalpataru dengan konsep siang dan malam. Daerah pedesaan dengan udara yang masih segar dan ketenangan yang pastinya masih asli di sana.

Siang dan malam dalam lukisan sederhana yang sengaja nantinya bisa diputar untuk melihat lebih detail karya ini, mulai sistem pompa. Alur yang bisa menghasilkan turbin untuk memenuhi daya listrik di sana.”Semoga bermanfaat dan bisa berguna untuk kebersamaan,” harapnya. 

Riyanto, salah satu pelukis di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik yang fonomenal.  Di dalam lukisan yang bercerita tentang kehidupan tersebut, Riyanto selalu menyisipkan ayat-ayat Alquran di dalamnya. 

“Bagi saya sebenarnya setiap seniman punya cara penyampaiannya sendiri-sendiri. Dan menyampaikan secara visual itu paling mudah. Hal itu nantinya juga bisa membuat orang-orang bertanya,”ujar Riyanto dalam suatu kesempatan. Lukisan kali terakhir berjudul Ikan Bandeng menjadi koleksi Presiden Joko Widodo. Riyanto mengaku belajar kaligrafi dari Ustadz Faiz Abdur Rozzaq di Bangil, Pasuruan tersebut. (yad)

Kalpataru, Siang dan Malam hanya Ada di  Petro Nite Fest 2024, Lihat Detail Pakai Kaca Pembesar  Selengkapnya

Bangun Sumur Bor, Pemeriksaan Kesehatan hingga Bansos 1.000 Paket Sembako di HUT Bhayangkara 

GRESIK,1minute.id – Musim kemarau tahun ini, warga Desa Sukorejo, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik tak lagi pusing air bersih. Sebab, Polres Gresik telah membuatkan warga setempat sumur bor. 

Pembangunan sumur bor air bersih dipimpin langsung oleh Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom pada Selasa, 25 Juni 2024. 

Selain peresmian sumur bor dalam rangkaian HUT ke-78 Bhayangkara itu juga dimeriahkan dengan kegiatan bakti sosial lainnya, seperti Bakti Kesehatan melalui layanan pemeriksaan kesehatan ( tekanan darah, pemeriksaan dokter, tes gula darah, tes kolesterol, tes asam urat dan pemberian obat) gratis bagi masyarakat umum.

Kemudian, penyerahan bantuan sosial atau bansos sebanyak 1.000 paket sembako kepada masyarakat melalui zoom meeting dengan Kapolda Jatim Irjen Pol. Imam Sugianto. Serta,

Bakti Religi dengan pemberian bantuan kepada 73 rumah ibadah (Musala, Masjid, Gereja) di wilayah Gresik.

Menurut Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom, pembangunan sumur bor air bersih ini merupakan wujud komitmen Polres Gresik dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan yang masih mengalami kesulitan akses air bersih. 

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan ekonomi inklusif dan berkelanjutan menuju Indonesia emas, serta menjaga keamanan dan ketertiban menjelang Pilkada serentak di Jawa Timur.

“Sumur bor air bersih ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dan membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ucap Kapolres AKBP Adhitya Panji Anom.

Pihaknya juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban, terutama menjelang Pilkada serentak. Masyarakat Desa Sukorejo menyambut baik kegiatan ini dengan penuh antusias. Mereka mengucapkan terima kasih kepada Polres Gresik atas bantuan dan kepeduliannya terhadap kebutuhan mereka. (yad)

Bangun Sumur Bor, Pemeriksaan Kesehatan hingga Bansos 1.000 Paket Sembako di HUT Bhayangkara  Selengkapnya