Kirab Warisan Budaya Takbenda Indonesia asli Gresik Meriah, Warga Berebut Udik-udikan Ikan Bandeng 

GRESIK1minute.id – Kirab wisata budaya tak benda Indonesia (WBTbI) Gresik berlangsung meriah pada Senin, 16 Maret 2026. Sebanyak lima WBTbI yaitu,  Rabowekasan, Desa Suci, Kecamatan Manyar ; Malem Selawe Ramadan dan Kupat Ketheg, Desa Giri, Kecamatan Kebomas dan Pasar dan Lelang Bandeng Kawak, tradisi yang dipusatkan di pusat ekonomi di Gresik Kota Lama (GKL). Serta, Pencak Macan, Pesisir Kelurahan Lumpur, Kecamatan Gresik.

Kirab WBTbI kali pertama ini dilepas oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad didampingi Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif ; Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir; Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution, Perwakilan dari Kodim 0817/Gresik serta Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman berlangsung meriah.

Start depan Gedung Nasional Indonesia (GNI) Jalan Panglima Sudirman, lima tradisi seni, budaya dan kuliner khas Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik ini finish di Pendapa Rumah Dinas Bupati Gresik di Alun-Alun Gresik Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik. Sepanjang rute kirab warga berjubel. 

Kirab awalnya berlangsung tertib. Sejumlah penampilan tari Kupat Ketheg dan Pencak Macan menyita perhatian warga. Namun, perjalanan kirab berlangsung riuh ketika Kirab Bandeng Kawak yang berjumlah tiga ekor. Dalam kirab panitia mengklaim menyiapkan seribu ekor ikan bandeng. 

Ribuan ekor bandeng dimasukkan dalam wadah. Bandeng itu rencananya digunakan untuk udik-udikan. Akan tetapi, antusiasme warga yang sangat tinggi, langsung “menyerbu” bandeng. Warga pun saling dorong. Untuk tidak ada yang terluka dalam udik-udikan ikan bandeng itu. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Kirab Warisan Budaya Takbenda Indonesia asli Gresik Meriah, Warga Berebut Udik-udikan Ikan Bandeng  Selengkapnya

Surat Al Ikhlas Berkumandang 1000 Kali, Malam Selawe Ramadan di Bukit Giri Khidmat dan Kondusif

GRESIK,1minute.id – Ribuan warga tumplek-blek ngalab berkah di malam selawe Ramadan 1447 hijiar. Jalan Sunan Giri mulai simpang lima Kebomas hingga makam Sunan Giri ditutup untuk semua kendaraan. 

Masyarakat yang akan melaksanakan tradisi malam 25 Ramadan itu harus jalan kaki. Cuaca Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik yang cerah menjadi tradisi yang konon sejak zaman Sunan Giri, Wali Sanga, penyebar agama Islam juga Kepala Pemerintahan di Bukit Giri Kedaton bergelar Prabu Satmata begitu riuh. 

Di Jalan Sunan Giri bagaian lautan manusia. Sesak. Mereka ada berbelanja kuliner atau perlengkapan untuk kebutuhan Idul Fitri. Sedangkan, warga lainnya memadati Masjid Jamik dan makam  Sunan Giri. Berikhtikaf, berzikir dan bersalawat. Serta Mahalul Qiyam.

Suasana religius semakin terasa saat ribuan jamaah secara serentak melantunkan Surat Al-Ikhlas hingga 1.000 kali. Tradisi tersebut menjadi bentuk munajat kepada Allah SWT dalam menjemput keberkahan malam Lailatul Qadar pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang memimpin langsung tradisi itu didampingi Wakil Bupati Asluchul Alif, Ketua DPRD Muhammad Syahrul Munir, serta Waka Polres Gresik Kompol Shabda Purusha Putra, Kasdim 0817/Gresik Mayor Siari.

Dalam sambutannya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan rasa syukur atas terjaganya tradisi Malam Selawe yang telah berlangsung selama ratusan tahun.

“Ini adalah tahun kedua kegiatan Malam Selawe kita selenggarakan secara lebih terorganisir. Dampaknya luar biasa, tidak hanya dari sisi spiritual, tetapi juga ekonomi. Pasar UMKM di Kebomas sangat ramai, membuktikan bahwa warisan para pendahulu membawa berkah nyata bagi masyarakat,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Momentum bersejarah juga ditandai dengan penyerahan Sertifikat Warisan Budaya Tak Benda Indonesia(WBTbI) dari kementerian Kebudayaan untuk kategori Malam Selawe Kupat Ketheg. Sebagai bentuk syukur, panitia menyediakan sekitar 2.000 porsi nasi kebuli dan 500 porsi kupat ketheg yang dibagikan kepada jamaah.

Untuk menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat, skema pengamanan terpadu diterapkan di bawah koordinasi Kabag Ops Polres Gresik Kompol Yusis Budi Krismanto. Sebanyak 123 personel gabungan diterjunkan yang terdiri dari unsur TNI–Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Damkar, tenaga medis dari Dinas Kesehatan, serta unsur organisasi kemasyarakatan seperti Banser dan Pemuda Pancasila.

Berkat koordinasi yang solid antara petugas dan kesadaran masyarakat, seluruh rangkaian kegiatan yang berakhir sekitar pukul 23.10 WIB berjalan aman, tertib, dan kondusif. Malam Selawe 2026 pun ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Ketua MUI Kabupaten Gresik KH Ainur Rofiq.

Sementara itu, Waka Polres Gresik Kompol Shabda Purusha Putra menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan menjaga situasi tetap kondusif selama kegiatan berlangsung.

“Kami mengapresiasi masyarakat yang turut membantu menjaga keamanan serta seluruh personel pengamanan yang telah menjalankan tugas dengan baik sehingga kegiatan Malam Selawe dapat berlangsung aman dan lancar,” pungkasnya. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Surat Al Ikhlas Berkumandang 1000 Kali, Malam Selawe Ramadan di Bukit Giri Khidmat dan Kondusif Selengkapnya

Pupuk Indonesia Gelar Safari Ramadan,  Petrokimia Gresik Saluran Santunan Rp 1,5 Miliar 

GRESIK,1minute.id –  Petrokimia Gresik menjadi tuan rumah Safari Ramadan yang digelar PT Pupuk Indonesia (Persero). Dalam kegiatan ini, Pupuk Indonesia bersama Petrokimia Gresik menyalurkan santunan kepada ribuan masyarakat. Total bantuan yang diberikan Petrokimia Gresik sebagai perusahaan Solusi Agroindustri di bulan suci Ramadan tembus Rp 1,52 miliar.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menyampaikan terima kasih atas doa dan dukungan masyarakat Gresik sehingga Pupuk Indonesia dan Petrokimia Gresik mampu menjalankan amanah menyalurkan pupuk bersubsidi ke seluruh Indonesia dengan baik. Tugas ini menjadi bagian penting dalam upaya mewujudkan swasembada pangan nasional.

“Ini adalah Safari Ramadan yang ketiga Pupuk Indonesia. Dengan Safari Ramadan ini kita bisa membangun silaturahmi, membangun kekompakan, dan berbagi keberkahan. Banyak sekali keberkahan yang diberikan kepada masyarakat. Tolong Petrokimia Gresik dijaga dengan baik. Dengan gejolak dunia seperti saat ini, Indonesia bisa tetap menjaga ketahanan pangannya. Ini karena kita mempunyai industri (pupuk, Red) yang besar,” ujar Rahmad.

Adapun keberkahan yang disalurkan dalam Safari Ramadan kali ini antara lain santunan untuk 1.455 guru Taman Pendidikan Quran (TPQ) yang ada di Gresik dengan total Rp 218,3 juta; kemudian santunan untuk 73 Imam Rawatib masjid dan musala sebesar Rp 109,5 juta; santunan 80 anak yatim dan 15 anak didik dari Perkumpulan Istri Karyawan Petrokimia Gresik (PIKA-PG) sebesar Rp 23,8 juta.

Berikutnya, Petrokimia Gresik dan Pupuk Indonesia juga menyerahkan 500 paket sembako kepada abang becak dan masyarakat sekitar perusahaan. Setiap paket berisi 1 liter minyak goreng, 3 kilogram beras, dan 1 kilogram gula. 

Selain itu, perusahaan juga memberikan 270 Alquran untuk 27 musala di sekitar perusahaan. Bantuan ini juga merupakan kolaborasi dengan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Baznas Petrokimia Gresik dan Serikat Karyawan Petrokimia Gresik (SKPG).

Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob mengatakan bahwa bantuan ini merupakan bentuk rasa syukur dan terima kasih perusahaan kepada masyarakat Gresik. Petrokimia Gresik sebagai bagian dari Pupuk Indonesia menyadari bahwa keberadaan perusahaan tidak dapat dipisahkan dari masyarakat di sekitarnya.

“Karena itu, kami berkomitmen untuk terus menghadirkan manfaat yang nyata, sekaligus menjaga hubungan yang harmonis dengan lingkungan sekitar sebagai bagian dari keberlanjutan perusahaan,” katanya.

Daconi menambahkan, bantuan dalam Safari Ramadan ini melengkapi program kepedulian yang sebelumnya telah dijalankan Petrokimia Gresik selama bulan Ramadan. 

Sebelumnya, Petrokimia Gresik telah menyalurkan bantuan kepada 16 masjid dan 77 musala di sekitar perusahaan, serta 23 pondok pesantren dan 27 panti asuhan di Kabupaten Gresik. Adapun total bantuan yang diberikan Petrokimia Gresik selama bulan puasa ini mencapai Rp1,52 miliar.

“Kami juga menggelar silaturahmi Safari Ramadan dengan buka bersama dan tarawih di masjid-masjid sekitar perusahaan. Kami hadir di tengah-tengah masyarakat dan memberikan bantuan operasional sehingga masjid-masjid tersebut semakin semarak di momen Ramadan,” tandas Daconi.

Terakhir, ia berharap masyarakat dapat terus memberikan doa dan dukungan kepada perusahaan sehingga Petrokimia Gresik dapat terus menjalankan amanah dalam memajukan pertanian Indonesia.

“Kami berharap setiap langkah kecil yang kita lakukan hari ini dapat menjadi benih kebaikan yang kelak tumbuh dan memberi manfaat bagi lingkungan serta generasi yang akan datang. Setiap kepedulian yang kita tanam hari ini akan tumbuh menjadi kebaikan yang menguatkan kebersamaan dan menghadirkan harapan,” tutupnya. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Pupuk Indonesia Gelar Safari Ramadan,  Petrokimia Gresik Saluran Santunan Rp 1,5 Miliar  Selengkapnya

Malam Ini, Pemkab Gresik Siapkan 2.000 Nasi Kebuli untuk Jemaah Malam Selawe Ramadan di Masjid Sunan Giri

GRESIK,1minute.id – Menyambut malam 25 Ramadan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik akan menggelar Pembacaan Seribu Surat Al Ikhlas di Masjid Besar Ainul Yaqin pada Sabtu malam, 14 Maret 2026.

Panitia telah menyiapkan 2.000 porsi Nasi Kebuli yang akan dibagikan gratis kepada para jemaah dan 500 Kupat Ketheg yaitu kuliner khas Giri yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTbI). “Pembagian Kupat Ketheg ini adalah bentuk apresiasi atas penetapan tradisi Malam Selawe dan Kupat Ketheg sebagai warisan budaya asli Gresik,” kata Camat Kebomas Tri Joko Efendi kepada wartawan. 

Tradisi Malam Selawe 

Malem Selawe atau malam 25 Ramadan adalah tradisi “berburu” Lailatul Qadar atawa malam seribu bulan. Tradisi ini dikatakan sebagai malam puncak Ramadan, banyak peziarah berdatangan baik dari dalam maupun luar kota Gresik. Selain beriktikaf dan ziarah ke makam, ibadah yang dilakukan dalam tradisi Malam Selawe diantaranya yakni melaksanakan Salat Sunnah, berzikir dan membaca Al-Quran di Masjid Besar Sunan Giri dengan tujuan untuk meningkatkan ketakwaan dan keimanan kepada Allah SWT.

Tradisi ini sudah ada sejak zaman Sunan Giri (Syekh Maulana Ainur Yaqin, Wali Sanga atau penyebar agama Islam yang juga Kepala Pemerintahan di Bukit Kedaton bergelar Prabu Satmata)  mengajak para santrinya untuk beribadah Iktikaf di masjid Giri dengan harapan mendapatkan berkah malam Lailatulqadar. 

Tradisi malam selawe ini masih dilestarikan oleh Masyarakat sekitar hingga sekarang. Ramainya peziarah yang datang, banyak juga pedagang yang datang untuk menawarkan dagangannya. Tidak sedikit masyarakat yang menyalahartikan dan beranggapan bahwa tradisi Malam Selawe hanya berupa pasar malam dan acara perlombaan saja, tanpa memahami makna inti diadakannya tradisi Malam Selawe sebenarnya. 

Perlombaan yang pernah dilakukan diantaranya, Lomba Hadrah hingga Giri Expo, yang memamerkan berbagai produk warisan Budaya yang berasal dari kabupaten Gresik.

Tahun ini, malem Selawe ada nuansa berbeda. Pemerintah memfasilitasi puluhan stan UMKM yang khusus menyajikan jajanan tradisional Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik. Jumlah 50 hingga 60 stan. Lokasinya di depan Kantor Kecamatan Kebomas. 

Tri Joko Efendi menyatakan, tujuan kegiatan ini menurutnya bukan sekadar meramaikan, tapi kami ingin mengedukasi masyarakat tentang pentingnya konsumsi makanan sehat dan bergizi melalui jajanan tradisional dan harapannya, generasi masa depan kita tumbuh sehat. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Malam Ini, Pemkab Gresik Siapkan 2.000 Nasi Kebuli untuk Jemaah Malam Selawe Ramadan di Masjid Sunan Giri Selengkapnya

Pemkab Gresik Berikan Apresiasi Insan Pariwisata dan Budaya Gresik 

GRESIK,1minute.id – Ratusan insan pariwisata, budayawan serta jurnalis berkumpul di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik pada Jumat, 13 Maret 2026. Mereka bersilaturahmi untuk mengikuti Apresiasi Pariwisata, Budaya, dan Media Bercerita yang diinisiasi oleh Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Gresik.

Sebanyak 30 insan pariwisata dan budayawan yang dianggap memiliki peran positif dalam pemajuan pariwisata dan kebudayaan di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik mendapatkan apresiasi. Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif didampingi oleh Kepala Dinas Parekrafbudpora yang menyerahkan apresiasi tersebut. Penyerahan disaksikan antara lain Putri Indonesia Pendidikan dan Kebudayaan 2024 Melati Tedja.

Melati Tedja, perempuan asal Surabaya itu menceritakan perjalanan karir hingga terpilih sebagai Putri Indonesia Pendidikan dan Kebudayaan 2024 . Ia mengaku terpesona dengan keindahan alam di Pulau Bawean. “Kalau ada kesempatan lagi, Saya pasti akan mengunjungi Bawean,” kata Melati Teja.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, menyampaikan bahwa pengembangan pariwisata membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, stakeholder, dan media.

“Ini adalah wujud apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Gresik kepada insan pariwisata dan budayawan yang telah berkomitmen terhadap pengembangan kearifan lokal,” ujar Wabup Alif.

Ia menyoroti potensi besar Pulau Bawean yang kini semakin dikenal luas. Ia menyebut, berdasarkan testimoni beberapa penyelam internasional, titik selam di Bawean dinilai memiliki kualitas yang sangat baik, bahkan disebut sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia setelah Raja Ampat.

Selain keindahan bawah laut, kawasan mangrove dan potensi alam Bawean juga diharapkan dapat terus dipromosikan. Hal ini agar semakin dikenal oleh wisatawan. Pemerintah berharap dukungan dari berbagai pihak, termasuk tokoh publik seperti Melati Tedja, dapat membantu memperkenalkan potensi tersebut.

Wabup Alif juga menyinggung rencana pembangunan daerah dalam beberapa tahun ke depan. Pemerintah Kabupaten Gresik akan memprioritaskan anggaran daerah untuk perbaikan infrastruktur jalan, terutama jalan poros desa dan jalan kabupaten. “Konsentrasi kami di tahun 2026, 2027, dan 2028 adalah perbaikan jalan. Kami ingin masalah infrastruktur ini tuntas,” tegasnya. 

Menurutnya, kondisi jalan yang baik akan sangat berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi serta mobilitas masyarakat di Kabupaten Gresik. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Pemkab Gresik Berikan Apresiasi Insan Pariwisata dan Budaya Gresik  Selengkapnya

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Sebut,  Sanggring Kolak Ayam, Identitas Sosial dan Religi Masyarakat Gresik

GRESIK1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meninjau langsung proses pengolahan Kolak Ayam (Sanggring) di area Masjid Jami’ Sunan Dalem di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik pada Kamis, 12 Maret 2026.

Tradisi setiap malam 23 Ramadan, tahun ini memasuki ke 501 tahun. Kementerian Kebudayaan tradisi yang telah berlangsung lebih dari 5 abad ini sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTBI).

Menurut Bupati Fandi Akhmad Yani, tradisi ini bukan sekadar acara makan bersama, melainkan simbol kepatuhan spiritual dan penghormatan terhadap perjuangan dakwah Sunan Dalem, putra Sunan Giri.

Ia juga menegaskan bahwa Sanggring Kolak Ayam merupakan tradisi berusia ratusan tahun yang harus terus dilestarikan. Selain sebagai kuliner warisan leluhur, hidangan ini juga diyakini memiliki khasiat sebagai obat.

“Sejarah kolak ayam berawal dari kebiasaan Sunan Dalem yang membuat masakan ini sebagai obat untuk mengobati sakitnya saat membuat Masjid di Desa Gumeno dalam menyebarkan Islam. Resep tersebut ternyata mujarab karena bisa menyembuhkan sakitnya Sunan Dalem termasuk warga sekitar,” tutur Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

“Tradisi kolak ayam sebagai wujud apresiasi serta melestarikan budaya peninggalan Sunan Dalem. Salah satu tokoh penyebar agama islam di pesisir utara Gresik sekitar 1541 masehi,” terang mantan Ketua DPRD Gresik ini.

Orang nomor satu di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik ini mengajak generasi muda yang ada di Desa Gumeno untuk diberikan wawasan seputar tradisi kolak ayam. Sehingga menjadi suatu tradisi yang diharapkan bakal terus bertahan di tengah gerusan kemajuan Gresik sebagai kota industri.

“Tahun 2019 tradisi ini telah ditetapkan sebagai salah satu Warisan Budaya Tak benda Indonesia (WBTbI) oleh pemerintah, yang memperkuat identitas sosial dan religi masyarakat Gresik,” tandas Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

Tradisi pembuatan Kolak Ayam tiap malam ke-23 di bulan Ramadan tahun ini menghabiskan 240 ekor ayam, 225 kg bawang daun, 525 butir kelapa, 650 kg gula merah, 50 kg jinten bubuk akan disajikan sebanyak 3000 untuk porsi tamu. 

KOLAK AYAM atau Sanggring Kolak Ayam tradisi malam 23 Ramadan yang memasuki 501 tahun di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik ( Foto Dokumen Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Mengutip dari buku “Grissee Kota Bandar” Kolak ayam atau Sanggring, tradisi ratusan tahun ini telah tercatat sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia pada 2019. Kolak ayam Desa Gumeno rasanya gurih legit dengan isian ayam kampung di dalamnya. Makanan inilah yang menjadi ikon tradisi ini. Awalnya, kolak ayam berfungsi sebagai obat. 

Menurut kisahnya, tradisi ini bermula ketika Sunan Dalem bernama lengkap Syekh Maulana Zaenal Abidin, berdakwah di Desa Gumeno pada 1540 Masehi. Putra pertama dari Sunan Giri (Sunan Maulana Ainul Yaqin) ini mendirikan sebuah masjid di desa tersebut. Tak lama usai membangun masjid, Sunan Dalem jatuh sakit.

Kabar sakitnya Sang Wali ini cukup membuat para santri dan penduduk terkejut sehingga mereka menandai peristiwa ini dengan sebutan Sanggring, berasal dari kata ‘Sang’ (raja, pemimpin) dan ‘Gering’ (sakit). Sakitnya Sang Wali selama beberapa waktu membuat para santri dan penduduk bingung mencari obat penyembuhnya. Hingga pada 22 Ramadan 946 Hijriah, sebuah mimpi menghampiri Sunan Dalem. 

Dalam mimpi itu beliau mendapatkan petunjuk tentang obat penyakitnya, yakni harus memakan sebuah makanan dengan ayam jago berusia muda sebagai salah satu syarat utama bahan masakan. Sunan Dalem lantas mengutus para lelaki untuk mempersiapkan bumbu-bumbu masakannya, yakni daun bawang merah, gula jawa, jintan, dan santan. Sementara itu para santri mencarikan ayam jago muda.

Gelaran masak besar kolak ayam ini kemudian menjadi tradisi bagi warga Desa Gumeno sampai sekarang. Tradisi Kolak Ayam selalu dilaksanakan di Masjid Jami’ Sunan Dalem Desa Gumeno yang dimulai pukul 16.00 WIB. Berkat tradisi ini pula warga Desa Gumeno dan warga dari kampung lainnya menjadi semakin erat silaturahminya. (chusnul cahyadi/*)

Editor: Chusnul Cahyadi

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Sebut,  Sanggring Kolak Ayam, Identitas Sosial dan Religi Masyarakat Gresik Selengkapnya

Hidayah Allah, Wen Chao asal Tiongkok Ikrar Mualaf di Kantor MUI Gresik

GRESIK,1minute.id – Wen Chao, pekerja asal Tiongkok memutuskan untuk mualaf  Pemuda 33 tahun itu mengucapkan ikrar masuk Islam di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik pada Rabu, 11 Maret 2026.

Ketua MUI Gresik KH Ainur Rofiq Thoyyib yang memimpin ikrar mualaf karyawan PT. Xinyi Glass Factory, Kompleks Kawasan Ekonomi Khusus Java Integrated Industrial and Ports Estate (KEK-JIIPE) Manyar, Gresik itu. 

Wen Chao melakukan perjalanan spritual tentang Islam selama berbulan-bulan. Hidayah Allah datang tepat pada 21 Ramadan 1447 Hijriah. KH Ainur Rofiq Thoyyib menyampaikan sejumlah nasihat agar Wen Chao mulai belajar serta mempraktikkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari, dan menekankan pentingnya memahami rukun Islam sebagai fondasi utama dalam menjalani kehidupan sebagai seorang muslim.

“Setelah mengucap dua kalimat syahadat, hendaknya mulai belajar dan mempraktikkan ajaran Islam terutama rukun Islam setelah syahadat, yaitu sholat lima waktu, puasa, zakat dan haji bila mampu,” ujar Kiai Rofiq, sapaan, KH Ainur Rofiq Toyyib usai memimpin Syahadat.

Saksi ikrar mualaf ini antara lain, Sekretaris Umum Makmun ; Ketua Bidang Dakwah Nur Fakih ; Sekretaris Komisi Fatwa KH. Fathoni Muhammad, Lc., serta anggota Komisi Seni Didik Hendriyono.

Ia melanjutkan, bahwa memeluk Islam tidak hanya sebatas pengakuan secara lahiriah, tetapi harus diiringi dengan keyakinan yang kuat dalam hati. “Islam itu bukan sekadar agama yang diyakini secara dhohir (tampak), namun juga secara batin, yaitu iman harus yakin bahwa Islam adalah agama yang benar menurut dirinya,” tambahnya.

Kiai Rofiq juga mengingatkan bahwa perbedaan keyakinan dengan keluarga merupakan hal yang mungkin terjadi bagi seorang mualaf. Meski demikian, Kiai Rofiq menekankan bahwa hal tersebut merupakan hak pribadi setiap orang dalam menentukan keyakinan, dan juga berpesan agar hubungan baik dengan keluarga tetap dijaga meskipun terdapat perbedaan keyakinan.

Sementara itu, Wen Chao melalui bantuan temannya sebagai penerjemah menceritakan awal mula ketertarikannya terhadap Islam. Ia mengaku sebelum datang ke Indonesia tidak pernah terpikir sedikit pun untuk memeluk agama Islam. “Sebelum ke Indonesia tidak ada pikiran sama sekali untuk memeluk agama Islam,” ungkap Wen Chao.

Ia menambahkan bahwa ketertarikannya muncul ketika melihat rekan-rekan kerjanya yang beragama Islam menjalankan keyakinannya dengan baik dalam kehidupan sehari-hari. “Cerita ini bermula ketika akhir tahun 2025, saya melihat banyak teman yang beragama Islam dan menjalankan keyakinannya, sehingga saya mulai tertarik untuk belajar tentang Islam,” ujarnya.

Menurut Wen Chao, proses tersebut tidak terjadi secara instan. Ia mulai mempelajari Islam secara perlahan dari lingkungan sekitarnya serta melalui interaksi dengan teman-teman muslim. Setelah melalui proses pembelajaran selama beberapa bulan, ia akhirnya merasa yakin untuk memeluk agama Islam. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Hidayah Allah, Wen Chao asal Tiongkok Ikrar Mualaf di Kantor MUI Gresik Selengkapnya

Cerita Mahasiswa Luar Negeri Kuliah di UMG Jalani Puasa Ramadan

GRESIK,1minute.id – Puasa Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi memasuki sepuluh hari terakhir. Waktu yang paling istimewa bagi umat muslim, karena terdapat malam yang mulia, yaitu Lailatur Qodar. Malam seribu bulan.

Bagi Azzam Hesham, puasa Ramadan tahun ini berbeda. Pemuda asal Yaman, satu dari 19 mahasiswa luar negeri yang sedang menempuh pendidikan di Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG). Mahasiswa Teknik Industri semester II ini untuk kali pertama menjalankan ibadah puasa di Gresik yang dikenal dengan julukan Kota Santri. 

“Awalnya memang sedih karena berpuasa tidak bersama keluarga. Tapi, setelah menjalani ibadah disini terasa sangat nyaman,” ujar Azzam ditemui di Kampus UMG Jalan Sumatera, Gresik Kota Baru (GKB) pada Senin, 9 Maret 2026. Azzam bersama dua sahabatnya, yakni Abdul Rahman Isiya asal Nigiria dan Hozifa Ismail Ali Adam asal Sudan. Mereka didampingi oleh Moh Agung Surianto, Direktur Humas, Protokol dan Kerjasama Nasional UMG. 

Bagi Azzam, berpuasa di Gresik, Indonesia hampir sama dengan di Yaman, rerata 14 jam per hari. Durasi puasa Ramadan di Yaman, salah satu yang terpendek di kawasan Timur Tengah. Cuaca juga nyaris sama berkisar antara 15 sampai 40 derajat celcius. “Badal tarawih juga sama banyak orang baca Alquran (tadarus). Ini yang membuat Saya nyaman,” katanya. 

Ia menceritakan, tiga tahun terakhir ini pemerintah Yaman tidak lagi menerapkan libur sekolah selama Ramadan. “Sama juga disini (Indonesia) selama Ramadan tetap kuliah,” katanya sambil tersenyum. 

Abdul Rahman Isiya asal Nigiria mengaku merasa nyaman belajar di UMG ini. Bagi mahasiswa Fakultas Ekonomi Akuntansi semester II ini, puasa Ramadan 2026 adalah pengalaman pertamanya. Ia mengaku tidak merasa kendala. Termasuk menu Sahur. Rahman mengatakan, bisa belajar di Indonesia sangat menyenangkan. 

“Di negeri kami, Indonesia itu sangat terkenal, apalagi kalau musim haji banyak kita temui jamaah asal Indonesia. Saya suka belajar di kampus ini karena silaturahmi dan persaudaraan yang ditunjukkan warga di sini sangat. Ini saya lihat kalau ketemu, baik di masjid atau di tempat lain,” ujar pemuda penggemar olah rada basket ini.

Mimpi besar Rahman saat ini, adalah bisa mengabdikan keilmuannya yang diraih di Indonesia untuk negerinya. Rahman setelah meraih gelar sarjana Ekonomi dari UMG berkeinginan melanjut studi magister hingga doktoralnya di Indonesia. “Saya ingin menjadi dosen di negara Saya,” katanya. Untuk meraih mimpi itu, Rahman, Azzam maupun Hozifa Ismail Ali Adam berfokus untuk belajar. “Belum punya berpikiran untuk berpacaran,” ujar mereka. 

(Searah jarum jam) Abdul Rahman Isiya asal Nigiria ; Azzam Hesham (Yaman) , Hozifa Ismail Ali Adam (Nigeria), Direktur Humas, Protokol dan kerjasama nasional UMG Moh Agung Surianto, dan Rektor UMG Prof Khoirul Anwar berdialog bersama 3 dari 19 luar negeri yang kuliah di UMG pada Senin, 9 Maret 2026 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Sementara itu, Rektor UMG Prof Khoirul Anwar menegaskan Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) memberikan ruang seluas-luasnya kepada mahasiswa asal luar negeri untuk menempuh pendidikan di UMG ini.

Kesempatan ini terutama diberikan kepada mahasiswa asal kawasan Timur Tengah dan Afrika yang banyak didera konflik atau perang saudara, sehingga membuat para kawula mudanya mendambakan suasan yang tenang dan nyaman untuk belajar.

“Di negara asalnya, umumnya terjadi konflik sesama warga negara atau perang saudara, sehingga para kawula muda yang masih ingin menempuh Pendidikan tinggi, memilih Indonesia sebagai tempat belajar, termasuk di UMG ini. Untuk itu, kami membuka ruang seluas-luasnya bagi mereka yang ingin meneruskan pendidikan ke perguruan tinggi,” ungkap Prof Khoirul Anwar pada Senin, 9 Maret 2026.

Didampingi Dr Moh. Agung Surianto,  Direktur Humas, Protokol, dan Kerja Sama Nasional UMG, Prof Khoirul mengatakan, kampus yang dipimpinnya menjadi salah satu pilihan bagi mahasiswa asing sejak lima tahun terakhir. Tahun ini, sebanyak 19 mahasiswa asing kini mempah pendidikan tinggi di UMG. 

Merka di antaranya berasal dari, Yaman, Pakistan, Sudan, Nigeria, Komoro, juga Thailand. “Kami juga memberikan kesempatan kepada adik-adik di Palestina untuk belajar di kampus ini dengan skema beasiswa. Ini bagian dari aspek kemanusiaan yang kami kembangkan,” tambah Prof Khoirul.     

Sementara Agung menambahkan, banyaknya mahasiswa asal luar negeri ini menguatkan stigma, bahwa UMG tidak saja menjadi kampus pilihan bagi mahasiswa dalam negeri dari berbagai daerah. Lebih dari itu, UMG mendapat kepercayaan dari warga dunia.

“Kami terus kembangkan dan membuka ruang bagi adik-adik calon mahasiswa di luar negeri untuk belajar di kampus ini,” ujar Agung. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Cerita Mahasiswa Luar Negeri Kuliah di UMG Jalani Puasa Ramadan Selengkapnya

Gubernur Jawa Timur Khofifah Resmikan Revitalisasi Lab IPA SMAMIO dan 50 Sekolah di Gresik dan Lamongan 

GRESIK,1minute.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan 51 revitalisasi dan rehabilitasi 51 satuan pendidikan di Gresik dan Lamongan. Program revitalisasi dan rehabilitasi di wilayah kabupaten Lamongan dan Kabupaten Gresik ini pemerintah provinsi (Pemprov) Jawa Timur mengalokasikan anggaran Rp 69,70 miliar.

Rinciaannya, untuk satuan pendidikan jenjang SMA, SMK dan SLB negeri maupun swasta di Kabupaten Lamongan sebanyak 31 sekolah dengan anggaran Rp 42,29 miliar. Sedangkan untuk satuan pendidikan di Kabupaten Gresik sebanyak 19 sekolah sebesar Rp 27,4 miliar. Rinciannya, SMA 10 sekolah anggaran Rp 8,6 miliar dan SMK.9 sekolah Rp 19,33 miliar.

Salah satu sekolah yang mendapatkan fasilitas revitalisasi tersebut di Kabupaten Gresik adalah SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik atau yang dikenal sebagai Smamio. Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah menandatangani prasasti peresmian sebagai simbol diresmikannya Laboratorium IPA sebagai Research Center serta ruang Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) sebagai Student Center di sekolah tersebut.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti secara simbolis yang nantinya akan dipasang di masing-masing sekolah penerima program. Khofifah menegaskan bahwa prasasti tersebut tidak sekadar menandai selesainya pembangunan, tetapi juga menjadi pengingat agar seluruh fasilitas yang telah dibangun dapat dirawat bersama.

Penandatanganan prasasti tersebut disaksikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, MBA, serta Kepala Smamio Ulyatun Nikmah. Momen tersebut menjadi penanda dimulainya pemanfaatan fasilitas baru yang diharapkan mampu mendukung penguatan budaya riset sekaligus pengembangan kepemimpinan pelajar di lingkungan sekolah.

Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan peresmian ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam meningkatkan kualitas sarana pendidikan guna mendukung pembelajaran yang lebih inovatif dan berbasis riset. Dengan adanya fasilitas laboratorium yang representatif, diharapkan siswa dapat lebih aktif melakukan eksperimen dan penelitian ilmiah.

“Laboratorium menjadi ruang tumbuhnya semangat penelitian siswa. Kita berharap fasilitas ini mampu mendorong lahirnya kreativitas, inovasi, serta kemampuan berpikir kritis di kalangan pelajar,” ujar Khofifah.

Terpisah, Kepala Smamio Ulyatun Nikmah, menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap pengembangan fasilitas pendidikan di sekolahnya. Menurutnya, kehadiran Laboratorium IPA sebagai Research Center dan ruang IPM sebagai Student Center akan memberikan ruang yang lebih luas bagi siswa untuk berkembang.

“Fasilitas ini diharapkan menjadi pusat pengembangan riset sekaligus ruang pembinaan kepemimpinan pelajar sehingga siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan kemampuan kolaborasi yang kuat,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima 1minute.id pada Sabtu, 7 Maret 2026.

Melalui peresmian ini, Smamio Gresik semakin memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan belajar yang inovatif, inspiratif, serta mendukung lahirnya generasi muda yang unggul dan berdaya saing. (*)

Penulis : Ulyatun Nikmah | Editor : Chusnul Cahyadi 

Gubernur Jawa Timur Khofifah Resmikan Revitalisasi Lab IPA SMAMIO dan 50 Sekolah di Gresik dan Lamongan  Selengkapnya

Safari Ramadan, Petrokimia Gresik Gelontorkan Bantuan Masjid hingga Ponpes sebesar Rp 723 Juta

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia menggelar Safari Ramadan 1447 Hijriah dengan mengunjungi beberapa masjid di sekitar perusahaan. 

Kegiatan Safari Ramadan mulai 4-6 Maret 2026 itu Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob juga menyerahkan bantuan operasional untuk masjid-masjid yang dikunjungi.

Daconi menyampaikan bahwa Safari Ramadan merupakan agenda rutin perusahaan untuk mempererat hubungan harmonis antara Insan Petrokimia Gresik dan masyarakat, khususnya yang berada di sekitar perusahaan. 

Ia menyadari bahwa kelancaran operasional perusahaan dalam menyalurkan pupuk bersubsidi ke seluruh Indonesia, sekaligus mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional, tidak terlepas dari dukungan dan doa masyarakat.

“Kami ingin hadir di tengah-tengah masyarakat, termasuk pada momen bulan suci Ramadan. Ini menjadi komitmen Insan Petrokimia Gresik untuk selalu berkontribusi bagi masyarakat.” ujar Daconi pada Sabtu, 7 Maret 2026.

Selama tiga hari, jajaran Direksi Petrokimia Gresik bersama Insan Petrokimia Gresik mengikuti kegiatan buka puasa bersama dan salat tarawih di enam masjid yang berada di sekitar perusahaan. 

Masjid tersebut antara lain Masjid Roudlotul Abror di Desa Roomo, Masjid At-Taqwa di Desa Suci dan Masjid Al Muhajirin di Desa Pongangan. Ketiganya  berada di Kecamatan Manyar. Kemudian, Masjid Karomah di Kelurahan Lumpur, dan Masjid Roudlotul Jannah di Kelurahan Tlogopojok. Keduanya di Kecamatan Gresik. Serta, Masjid Baitul Amin di Desa Kedanyang, Kecamatan Kebomas. 

Dalam kesempatan tersebut, Petrokimia Gresik juga menyerahkan bantuan sebesar Rp 15 juta untuk masing-masing masjid. Bantuan ini merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap kegiatan keagamaan sekaligus pengembangan fasilitas masjid.

Bantuan ini melengkapi bantuan operasional yang sebelumnya telah diberikan Petrokimia Gresik kepada 146 masjid, musala, pondok pesantren (ponpes), dan panti asuhan di sekitar perusahaan. 

Setiap masjid menerima bantuan sebesar Rp7,5 juta dan setiap musala sebesar Rp 5 juta. Bantuan juga disalurkan kepada 21 ponpes dan 28 panti asuhan dengan nilai masing-masing sebesar Rp4 juta. Total bantuan yang telah didistribusikan pada awal Ramadan ini mencapai Rp 723,5 juta.

“Bantuan ini bukan sekadar simbol, melainkan wujud komitmen kami untuk terus hadir dan tumbuh bersama masyarakat,” ujar Daconi.

Terakhir, dalam setiap kunjungan di masjid-masjid, Petrokimia Gresik juga memohon doa dari masyarakat agar perusahaan senantiasa diberikan kelancaran dan keberkahan dalam menjalankan amanah, serta dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Safari Ramadan, Petrokimia Gresik Gelontorkan Bantuan Masjid hingga Ponpes sebesar Rp 723 Juta Selengkapnya