Pasekgres Ngowes Pakai Batik Tetap Fashionable

GRESIK, 1minute.id – Ada nuansa beda ngowes bareng bersama Paguyuban Sepeda Kebo Gresik pada Sabtu, 2 Oktober 2021. Biasanya, puluhan anggota paguyuban yang berdiri sejak 2004 atawa 17 tahun lalu, itu memakai kostum ala pejuang atau baju ala Jawa. 

Tapi, pagi tadi gowes bareng dengan start dan finish di Alun-alun Gresik di Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik itu memakai kostum batik. Baju batik dikombinasikan blangkon, atau kopiah dengan bawahan celana atau sarung. Sehingga, ngowes anggota perkumpulan sepeda kuno binaan Komando Distrik Militer (Kodim) 0817 Gresik ini terasa lebih ciamik. 

Mereka keliling jalan protokol, mulai Jalan Pahlawan, Panglima Sudirman, R.A.Kartini , DR Soetomo, Jaksa Agung Suprapto lalu Pahlawan dan finish Alun-alun Gresik.  “Kami mampir ke Makodim karena organisasi ini binaan pak Dandim (Letkol Inf Taufik Ismail, Red),”kata Penasehat Pasekgres Sumadi didampingi Ketua Pasekgres Zainal Arifin usai ngowes pada Sabtu, 2 Oktober 2021. 

FASHIONABLE: Anggota Pasekgres Ngowes memakai batik menjadi daya tarik bagi masyarakat pada Sabtu, 2 Oktober 2021 (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Sumadi mengatakan, ngowes kali berbeda karena memperingati Hari Batik Nasional. “Baju batik, celana dan aksesoris lainnya bebas,”katanya. Hari Batik Nasional diperingati setiap 2 Oktober. Kain Indonesia dengan gambar dan pembuatan dibutuhkan keahlian khusus ini oleh Unesco telah ditetapkan sebagai warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober 2009. Batik semakin fashionable. (yad)

Pasekgres Ngowes Pakai Batik Tetap Fashionable Selengkapnya

Bikin Bangga, Skuad Sepak Takraw Putra Jatim Peraih Emas di PON ke-XX Papua Diperkuat Atlet Asal Bawean

GRESIK,1minute.id – Tim sepak takraw Putra Jawa Timur berhasil merebut medali emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XX Papua 2021. Skuad asuhan Muhammad Habib itu mengalahkan tim dari Sulawesi Selatan (Selsel) 2 : 1.

Final cabor takraw kategori double even dihelat di GOR Trikora, Kota Jayapura pada Rabu, 29 September 2021. Yang membanggakan tim Sepak Takraw Putra Jatim itu diperkuat oleh Farid.  Ia adalah atlet sepak takraw asal Pulau Bawean. Farid, bapak satu anak yang masih berusia 3 bulan itu lahir di Desa Telukjatidawang, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean.

Setelah mempersunting gadis pujaan hatinya, lelaki 24 tahun itu tinggal dirumah istrinya di Desa Gelam, Kecamatan Tambak. Sayang, Farid belum bisa dikonfirmasi keberhasilan merebut medali emas perdana bagi kontingen Jawa Timur di PON ke-XX Papua ini.

Menurut Nurul Yaqin, Farid berlatih sepak takraw sejak kelas IV. Ia sangat tekun dan disiplin ketika latihan. Sehingga terlihat paling menonjol dari atlet lainnya.”SD kelas VI, Farid mewakili ke Jakarta,”terang Nurul ketika dihubungi selulernya pada Rabu, 29 September 2021. 
Farid sempat down ketika ibunya meninggal. 

“Saat itu, Farid masih SMP,”terangnya. Ia tinggal bersama ayahnya bernama Abu Bajar. Namun, Farid kembali bangkit. Ia pun terpilih menjadi wakil Jatim di PON ke-XIX di Bandung 2016. “Dua kali ikut PON, dua kali merebut medali,”tegas Nurul.  Meski telah berprestasi dan mengharumkan nama baik Jawa Timur dan Gresik,  Farid tergolong anak supel. Mudah bergaul dan hidup sederhana. “Kalau tidak ada latihan, Farid ya bertani di Desanya (Desa Telukjatidawang, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean,Red),”terang Nurul. 

MEDALI EMAS PERTAMA: Farid (dua dari kanan berdiri) bersama tim sepak takraw putra Jatim meraih medali emas di PON ke-XX Papua 2021 (Foto: ist)

Farid memilih bertani membantu orang tuanya daripada melanjutkan kuliah. Ia pun lebih giat berlatih. “Ia belum sempat kuliah. Tapi, Farid memiliki cita-cita tinggi,”tegas Nurul. Sejak menikah, Farid tinggal bersama istrinya di Desa Gelam, Kecamatan Tambak. Nurul mengaku bersyukur Farid, yang tergabung kelompok double event bisa mempersembahkan medali emas untuk kontingen Jatim. 

Saat ini, kata Nurul, pihaknya sedang mempersiapkan atlet untuk perhelatan Pekan Olah Provinsi (Porprov) Jatim,  Pekan Olahraga Daerah (POPDA) dan Pekan Olahraga (POR) SD/MI. “Kami mempersiapkan kelompok putra dan putri. Masing-masing kelompok 5 atlet,”tegasnya. (yad)

Bikin Bangga, Skuad Sepak Takraw Putra Jatim Peraih Emas di PON ke-XX Papua Diperkuat Atlet Asal Bawean Selengkapnya

Wabup Jamin Seleksi Calon Kepala Sekolah Fair Play

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 146 guru mengikuti seleksi kepala sekolah. Rinciannya, 108 guru sekolah dasar (SD) dan 38 guru sekolah menengah pertama (SMP). Seleksi digelar di Universitas Qomarudin Bungah, Sampurnan, Desa/Kecamatan Bungah, Gresik.

Seleksi selama dua hari mulai Selasa, 28 September 2021 itu dibuka oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah dengan didampingi Plt Kepala Dinas Pendidikan Gresik Hariyanto.  Aminatun Habibah meminta kepada peserta seleksi untuk semangat mengikuti tahapan seleksi ini. 

“Tentunya Anda semua sudah mempersiapkan diri sedemikian rupa untuk berlaga pada seleksi Kasek Ini. Sekarang eranya berbeda, Kami akan memilih yang terbaik dan Insya Allah yang terbaik ini akan ikut serta bersama kami untuk memajukan pendidikan di Gresik,”kata Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah serius.

Bu Min meminta agar para calon kasek ini tidak  terpengaruh dengan isu-isu yang tidak baik yang ada di luar sana. Saat ini di era Gresik baru ini kami akan berlaku adil dan fair play. “Insya Allah yang terbaik yang terseleksi dan lulus menjadi Kepala sekolah,”tegasnya. 

Sementara Plt Kadis Dinas pendidikan  Hariyanto mengatakan bahwa materi ujian seleksi Kasek selama 2 hari ini meliputi leadership, pedagogic, problem solving, rancangan anggaran pendapatan belanja sekolah (RAPBS), Pancasila dan Kewarganegaraan. (yad)

Wabup Jamin Seleksi Calon Kepala Sekolah Fair Play Selengkapnya

Kahyuna, Tas Inovasi Siswa SMA Negeri 1 Gresik Memadukan Teknologi dan Batik Cocok untuk Milenial

GRESIK, 1minute.id – Sepintas tas motif batik khas Gresik ini terlihat seperti tas pada umumnya. Begitu diteliti lebih detail, tiga model tas karya inovasi Aiko Vitranty Araminta S., dan Sarasifa Mashia berbeda. Tas temuan dua siswa SMA Negeri 1 Gresik keren. Kekinian. Karena tas itu memadukan unsur teknologi dan budaya batik.

“Tas ini tetap modis buat belanja, mejeng bahkan naik gunung,”kata Kiko-panggilan-Aiko Vitranty Araminta S., kepada wartawan pada Minggu, 26 September 2021. Penasaran ? Kiko menceritakan tiga model tas motif batik itu memiliki fungsi berbeda. Ada berfungsi untuk kesehatan, traveling dan hangout di mal.

Kiko memberi label berbeda setiap model tas hasil ciptaannya. Tas Kahyuna Sehat. Tas ini didalamnya ada kotak berbahan kain aluminium foil dan teknologi UVC (sinar ultra violet) yang disalurkan ke USB layaknya kabel HP. Kemudian di alas tas tersebut diberi roda kecil, sehingga dapat ditarik seperti tas koper.

Para ibu yang biasa berbelanja di supermarket, dapat memasukkan barang-barangnya itu di tas setelah dari kasir. Kemudian ditarik menuju parkiran tanpa harus menjinjing . “Dan sesampai di rumah dapat menancapkan kabel USB yang sudah tersedia itu pada aliran listrik seperti kalau kita ngecharge HP untuk mensterilkan belanjaannya,”terangnya.

Berikutnya, Kahyuna Slim (Hasil Limbah). Tas ini cocok untuk para milenial ketika hang out ke mal. Sebab, bahannya dari  limbah konveksi denim jins. Bentuknya masih tote bag. Tetapi, bahan utama dari kain jins dan dipermanis dengan kain batik bergambar khas Gresik.

“Sama dengan tas Kahyuna Sehat, Tas Kahyuna Slim ini lebih manis jika dipakai remaja yang sangat dinamis dan tentu saja lebih murah,”sela Sarasifa Mashia, rekan Kiko.
Model tas ketiga adalah tas Kahyuna Amarta. Bentuknya tas ransel. Bedanya, jika desain ransel, kotak strerilisasi dari kain aluminium foil berada di bawah dan bisa dibuka dengan membuka ritslitingnya. Tetapi kalau Tas Kahyuna berada di dalam tasnya. “Tas ini cocok untuk traveling atau naik gunung,”tegasnya. 

Bagaimana awal mula gagasan itu muncul ? Kiko mengatakan, awal penemuan tas trendy berawal dari keisengan mengutak-atik tote bag atau tas kasual agar mempunyai manfaat lebih, multifungsi. Untuk mempercantik tampilan menggunakan motif batik.

“Kami menggunakan motif batik khas Gresik,”terangnya. 
Untuk memasarkan produk Inovasi ini, ia menggunakan media sosial dan menitipkan di beberapa toko. “Alhamdulillah, ternyata sambutan masyarakat positif.  Banyak yang order, baik lewat platform medsos, maupun menghubungi kami langsung untuk ke 3 model tas tersebut,”kata Mashia.  (yad)

Kahyuna, Tas Inovasi Siswa SMA Negeri 1 Gresik Memadukan Teknologi dan Batik Cocok untuk Milenial Selengkapnya

Bupati Pompa Semangat Patriot PON Bisa Meraih Medali Emas


GRESIK,1minute.id- Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memompa semangat puluhan atlet yang akan berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua pada 2-15 Oktober 2021 mendatang. Di event 4 tahun ini, Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik mengirimkan 31 dari 543 atlet yang akan memperkuat kontingen Jawa Timur. Mereka akan bertanding di 15 cabang olahraga (cabor). Tiga diantaranya cabor unggulan yakni panjat tebing, sepak takraw dan renang yang diestimasikan meraih medali emas. 

“Patriot menunjukkan semangat luar biasa, dalam hal ini dalam kancah olahraga. Kedisiplinan dan juga kerja keras pasti akan membuahkan hasil yang baik,”ujar Gus Yani-Yani-panggil akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani pada Pembekalan Atlet, Official dan Wasit PON ke-XX Papua di Ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik pada Senin,20 September 2021.

Pembekalan dihadiri diantaranya, Wabup Gresik Aminatun Habibah, Ketua Pengadilan Negeri Gresik Wiwin Arodawanti, Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir, Kepala Kejaksaan Negeri Gresik Heru Winoto, serta Waka Polres Gresik Kompol Eko Iskandar, Ketua KONI Gresik dr. Anis Ambiyo Putri, Kepala Dispora Gresik Agustin Halomoan Sinaga.

Gus Yani berharap atlet Gresik berlaga di PON ke-XX Papua ini mampu meraih prestasi terbaik dan mendapatkan medali emas. Ia menekankan bahwa semangat juang pantang menyerah seperti yang dimiliki oleh patriot bangsa harus digelorakan dalam jiwa atlet dalam mengikuti PON ke-XX. “Patriot menunjukkan semangat luar biasa, dalam hal ini dalam kancah olahraga. Kedisiplinan dan juga kerja keras pasti akan membuahkan hasil yang baik,”tegasnya.

Event 4 tahunan pekan olahragini menjadi suatu tantangan tersendiri karena diadakan di masa pandemi Covid-19. Untuk itu Gus Yani berpesan kepada kontingen yang berangkat, baik itu atlit maupun official agar terus menjaga kesehatan. Selain itu, ini juga merupakan momen yang tepat untuk mencatatkan prestasi olahraga Gresik di kancah Nasional. “Tetap optimis membawa nama harum Gresik, yang bisa menjadi kontribusi energi yang positif untuk masyarakat,”pesan Gus Yani. 

Diakhir acara pembekalan, Gus Yani juga menyapa para peserta pembekalan yang mengikuti via daring. “Selamat pagi, bagaimana kabarnya hari ini. Sudah siap berangkat ke Papua?,”sapa Gus Yani. “Selamat dan sukses, sehat selalu. Doa kami selalu menyertai,” Tutup Gus Yani. 

Sementara itu, Ketua KONI Gresik dr Anis Ambiyo Putri menegaskan optimisme atlet Gresik yang akan berlaga di PON ke-XX ini bisa mengharumkan Gresik. “Optimistis mereka bisa meraih emas,”kata Anis. Untuk diketahui PON ke-XX Papua mempertandingkan 37 cabor. 

Kontingen Jawa Timur mengirimkan 782 orang, terdiri dari 543 atlet dan 239 official. Kabupaten Gresik sendiri mengirimkan total 44 orang, terdiri dari 13 official dan 31 atlet  untuk berlaga di 15 cabor termasuk 3 cabor yang diunggulkan yaitu  panjat tebing, sepak takraw dan renang. 

Selain renang dan panjat tebing, ada atlet bola voli Putri binaan PT Petrokimia Gresik yang bergabung. Pengurus Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) dr Eko Priyono mengatakan,  PON ke-XX Papua ini, menargetkan cabor Bola Voli Putri mendapatkan medali emas. “Masak hattrick medali perak. Semoga medali emas,”tegas Eko.(yad) 

Bupati Pompa Semangat Patriot PON Bisa Meraih Medali Emas Selengkapnya

Diduga Tempat Pemandian Raja dan Permaisuri Ditemukan di Rejosari


GRESIK,1minute.id – Sebuah tempat pemandian ditemukan masyarakat Dusun Rejosari, Desa Sukorame, Kecamatan Wringinanom, Gresik.  Tempat pemandian atau “Umbul Pasiraman” atau “Umbul Binangun” (pengucapan dalam bahasa Jawa “Umbul Winangun”) itu diduga peninggalan Kerajaan Majapahit. 

Tempat para raja, permasuri, para istri (garwo ampil), serta para putri-putri raja mandi. Pemerintah Desa (Pemdes) setempat sedang menunggu hasil penelitian dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, Mojokerto. Bila hasil kajian BPCB menyatakan, pemandian itu adalah salah satu situs budaya peninggalan Kerajaan Majapahit, pemdes akan menjadikan kawasan itu sebagai desa wisata.

Tempat pemandian itu ditemukan warga pada Kamis lalu, 9 September 2021. Saat itu, warga hendak membuat waduk ukuran 12 x 8 meter persegi. Pembuatan waduk di area tempat mata air yang tidak pernah kering itu menggunakan alat berat, ekskavator. Di kedalaman 2 meter alat penggalian mebentur benda keras. Benda ada batu bata warna merah. Ukuran batu bata ini lebih besar dan tebal dibandingkan batu bata yang ada selama ini. 

Tebalnya, tebal 9 centimeter dan lebar 32 centimeter hingga 40 centimeter. Selain, batu bata juga ditemukan Lumpang. “Pertama kena alat berat, posisinya tertimbun tanah dan tidak beraturan. Sedangkan yang masih dibawah ini bentuknya batu bata tersusun memanjang seperti tempat padusan. Saya injak, dasarnya juga batu bata,”terang Nur Silam, salah satu warga setempat. 

BATUBATA PETIRTAAN: Warga Desa Rejosari, Desa Sukorame, Kecamatan Wringinanom menemukan tempat pemandian diduga era Majapahit. Kepastian tempat pemandian ini situs sejarah menunggu penelitian dari BPCB Trowulan, Mojokerto ( Foto : Ist)

Selain ditemukan bebatuan kuno, warga juga menemukan lumpang berbentuk batu, tempat zaman dahulu menumbuk padi. Kata Nur Silam, lumpang biasanya dijadikan simbol yang dipajang di dekat petirtaan. “Lumpang ini tertanam di dalam tanah, saya  mengira mungkin bebatuan biasa, setelah digali ternyata lumpang,”katanya.

Penemuan diduga tempat pemandian para raja dan permaisuri kerajaan Majapahit itu telah dilaporkan oleh warga ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Gresik. Petugas Disbudpar telah mendatangi lokasi penemuan tersebut. Kini, warga menunggu petugas dari BPCB Trowulan, Mojokerto. Saat ini, sejumlah warga melakukan penjagaan secara bergiliran di lokasi penemuan tempat pemandian itu. Pasalnya, sejak ditemukan lokasi banyak dikunjungi oleh warga yang penasaran. (yad)

Diduga Tempat Pemandian Raja dan Permaisuri Ditemukan di Rejosari Selengkapnya

Ayo Pakai Maskernya, Biar Semakin Ganteng dan Cantik

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengunjungi SMP Negeri 24 Gresik.  Kedatangan Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah untuk memantau pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah berlokasi di Desa Dungus, Kecamatan Cerme, Gresik.

Di sekolah dipimpin oleh Syahrul Ulyah itu, PTM dilakukan dua sesi. Pagi dan siang. Ada 14 rombongan belajar (rombel). Pembelajaran offline itu dilakukan selama 3 jam tanpa istirahat. Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Jawa-Bali saat ini,  Gresik masuk level 1 atawa zona hijau.

Meskipun begitu, Bu Min tetap mengingatkan sekolah dan siswa mematuhi protokol kesehatan (Prokes). Memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. 

“Ayo nak dibenerin pake maskernya, makin ganteng loh kalau maskernya di pake,”canda Bu Min. Kegiatan PTM di Kabupaten Gresik sudah berjalan hampir 3 minggu disambut baik oleh siswa dan wali murid. Dengan berjalannya PTM, diharapkan proses belajar mengajar ebisa berjalan maksimal. Tetapi protokol kesehatan tetap harus diperhatikan agar tidak muncul klaster penyebaran Covid-19.

Di akhir kunjungan, beliau berpesan kepada peserta didik bila kurang sehat untuk tidak memaksakan masuk sekolah “Kalau badan panas tidak boleh masuk ya, semangat belajar terus agar menjadi anak yang pintar mudah-mudahan cita-cita tercapai,”pesan Bu Min sambil berjalan meninggalkan sekolah. (yad)

Ayo Pakai Maskernya, Biar Semakin Ganteng dan Cantik Selengkapnya

Lantamal V Surabaya Gelar Serbuan Vaksin di Ponpes Al-Karimi


GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik semakin intensif melakukan percepatan pembentukan herd immunity. Memasuki zona hijau atawa level 1, vaksinasi semakin digenjot. Vaksinasi untuk santri maupun pelajar di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. 

Vaksinasi di Pondok Pesantren (Ponpes) Al- Karimi di Desa Tebuwung, Kecamatan Dukun dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Selasa, 14 September 2021. Ditempat terpisah, di SMP Muhammadiyah 1 Gresik vaksinasi menyasar siswa sekolah menengah pertama (SMP) berusia diatas 12 tahun.

Vaksinasi dosis pertama di Ponpes Al-Karimi Tebuwung diikuti ribuan santri ini diinisiasi oleh Lantamal V Surabaya. Puluhan tenaga kesehatan yang bertugas sebagai vaksinator dikerahkan untuk melakukan penyuntikan 1.200 santri dan masyarakat sekitar Ponpes dengan vaksin Sinovac. 

Meski ribuan santri dan warga yang mengikuti serbuan vaksinasi ini, proses lancar, cepat dan sesuai protokol kesehatan (prokes) karena data calon penerima vaksin telah di data oleh pengurus Ponpes. Bupati Fandi Akhmad Yani terlihat puas proses vaksinasi santri ini.

“Alhamdulillah gerakan vaksinasi hari ini berjalan dengan lancar. Tentunya ini hasil kerja keras dari semua pihak, terutama keluarga besar TNI AL dan Ponpes Al Karimi,”ujar Gus Yani-panggil akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani. 

Ia menjelaskan, vaksinasi merupakan sebuah ikhtiar dan menjadi satu langkah dalam menghadapi pandemi Covid-19. Gus Yani seakan tidak pernah lelah mengingatkan kepada masyarakat untuk terus waspada meskipun saat ini Kabupaten Gresik sudah turun level 1 PPKM. K”Kita harus terus waspada, tidak hanyut dalam euforia karena Covid-19 masih ada disekitar kita. Tetap mematuhi protokol kesehatan karena disiplin menjadi kunci keselamatan kita semua,”kata Gus Yani.

Serbuan vaksin untuk santri ini diadakan penuh mulai pagi hingga sore dihadiri perwakilan keluarga Besal Laktamal V Surabaya Asisten Operasi Danlantamal V Kolonel Laut (P) Hreesang Wisanggeni, Gus Han dari Ponpes Peterongan Jombang, serta keluarga besar pengurus Ponpes Al Karimi Tebuwung Dukun, Gresik. 

TERTIB PROKES: Siswa di SMP Muhammadiyah 1 Gresik anti giliran vaksinasi dengan tetap menjaga prokes di halaman sekolah pada Selasa, 14 September 2021 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Ditempat terpisah, guru SMP Muhammadiyah 1 Gresik  Maflakhah, vaksinasi diperuntukkan siswa berusia 12 tahun ke atas. ” Vaksinasi diikuti 119 siswa SMP Muhammadiyah 1 Gresik  dan 10 siswa SD Muhammadiyah Gresik,”ujarnya melalui pesan WhatsApp pada Selasa, 14 September 2021. (yad)

Lantamal V Surabaya Gelar Serbuan Vaksin di Ponpes Al-Karimi Selengkapnya

Wabup Pantau Prokes PTM, Siswa Ngaku Senang Belajar di Sekolah

GRESIK,1minute.id – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali diperpanjang hingga 20 September 2021. Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik berdasarkan asesmen Menteri Kesehatan telah masuk level 1. Zona hijau sepekan sebelumnya zona kuning atawa zona 2.

Sejumlah lembaga pendidikan swasta semakin banyak memulai pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas. Yakni, 50 persen dari kapasitas rombongan belajar (rombel). Sistem pembelajaran bergilir, pagi dan siang. Diantaranya dilakukan di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Ma’arif NU di Desa Abar-Abir, Kecamatan Bunga, Gresik.

Sekolah jumlah siswa 120 ini melakukan sistem pembelajaran bergilir. Kelas I sampai III  masuk pagi. Sedangkan, siswa kelas IV sampai VI pembelajaran dilakukan pada siang hari. Untuk memastikan proses PTM sesuai protokol kesehatan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah meninjau proses pembelajaran di MI Al Ma’arif NU itu pada Selasa, 14 September 2021.

Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah melakukan dialog dengan sejumlah peserta didik untuk mendengarkan cerita dari bocah-bocah bisa kembali sekolah. “Enak mana belajar dirumah (daring) atau di sekolah,”tanya Bu Min kepada Mufarrichul Anam Al Qowi. Siswa kelas Il dengan tegas menjawab “enak sekolah tatap muka bu,”jawab Faril -sapaan- Mufarrichul Anam Al Qowi. Ia mengaku selama setahun hingga naik kelas II belum pernah bertemu dengan guru dan teman-teman. :Saya bisa bertemu k sama bu guru bu,” jawabnya polos.

Sementara itu, Kepala MI Ma’arif NU Abar Abir Sulistianah mengatakan kalau sekolahnya baru melaksanakan proses belajar mengajar tatap muka seminggu terakhir. “Pembelajaran dilakukan dengan metode bergilir. Pagi dan siang,”ujar Sulistianah. (yad)

Wabup Pantau Prokes PTM, Siswa Ngaku Senang Belajar di Sekolah Selengkapnya

Eksotis Twin Lake Kemangi, Siap Sambut Wisatawan

GRESIK, 1minute.id – Sejumlah destinasi wisata di Kota Santri mulai beroperasi pada Minggu, 12 September 2021. Diantaranya, Twin Lake Kemangi di Desa Kemangi, Kecamatan Bungah. Meski telah buka, belum banyak pengunjung yang menikmati destinasi anyar tersebut. Selain itu, pengelola juga belum mengoperasikan seluruh wahana bermainnya.

Dalam pengamatan 1minute.id untuk masuk destinasi yang diresmikan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani itu, arena bermain perahu di Telaga Kembar, maupun flying fox atawa luncur gantung belum beroperasi. Hanya, sepeda gantung yang bisa dinikmati oleh pengunjung.

Meski belum semuanya beroperasi, namun pengunjung tetap bisa berswafoto di sejumlah spot yang instagramable. Diantaranya, saung dari bambu dengan jembatan kelirnya. Jembatan ini ada bernuasa Tiongkok dan tradisional pedesaan. Sedangkan telaga Kembar tempat wahana air peruhu kayuh masih belum buka.

“Cukup menarik. Masih perlu banyak perbaikan, “kata Surya Yetni,salah satu pengunjung di Twin Lake Kemangi pada Minggu, 12 September 2021. Konon, sebelumnya Telaga Kembar yang ada di kawasan destinasi yang berada di Jalur Pantai Utara (Pantura) atau Jalan Deandles memiliki fungsi berbeda. Telaga pertama dimanfaatkan sebagai tempat mandi (Padusan). Sedangkan, telaga di belakang masjid difungsikan untuk minum. 

Saat ini, kedua telaga tersebut digunakan sebagai tempat wisata.  Telaga padusan menjadi lokasi wisata sepeda air, kemudian tempat makan dari saung bambu apung dengan menu andalan ikan bandeng, rajungan dan masakan sari laut lainnya. Sedangkan di telaga pangomben, hanya diberi tempat ayunan dan beberapa spot foto saja. 

Menurut cerita Desa Kemangi sekitar 20 kilometer dari Pusat Kota Gresik dari kata Kemangen yang dalam bahasa Sangsekerta berarti Pangkalan/ Pesisir. Yang karena letaknya dekat dengan laut dan berada di pesisir pantai maka dalam penyebaran agama Islam Desa Kemangi merupakan desa dengan penyebaran agama Islam yang tertua di wilayah Kecamatan Bungah, bahkan masjid yang dibangun merupakan masjid tertua di Bungah setelah Masjid Jamik Kyai Gede Bungah. 

Untuk masuk destinasi tidak perlu merogoh kantong terlalu dalam karena hanya Rp 5 ribu per pengunjung plus parkir sepeda motor Rp 2 ribu. (yad)

Eksotis Twin Lake Kemangi, Siap Sambut Wisatawan Selengkapnya