UPT SMP Negeri 2 Gresik Gandeng BNNK Gelar Penyuluhan Bentengi Peserta Didik dari Bahaya Narkoba

GRESIK,1minute.id – Rizka Meylinda kembali masuk UPT SMP Negeri 2 atau Spenda Gresik pada Rabu, 9 Oktober 2024. Sarjana Hubungan Internasional ini ke lembaga satuan pendidikan dipimpin Mohammad Salim itu bukan untuk reuni. 

Tapi, alumnus Spenda 2009 itu datang untuk memberikan penyuluhan dalam seminar Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba bagi generasi Z alias Gen-Z di sekolah berlokasi di Jalan KH Kholil, Gresik itu.

Rizka yang kini bekerja di Badan Narkotika Nasional Kabupaten atau BNNK Gresik itu seakan menjadi role model bagi siswa yang sukses. Sebanyak 789 siswa kelas VII hingga IX Spenda Gresik terlihat antusias mendengarkan paparan senior mereka itu. 

Ia juga mengenalkan tentang jenis dan bahaya narkoba kepada adik-adik juniornya itu. Pengenalan jenis dilakukan dengan harapan peaerta didik tidak mudah terkecoh. “Penyuluh juga memberikan tata cara menghindari narkoba,” terang Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim dalam keterangan tertulisnya yang diterima 1minute.id pada Rabu, 9 Oktober 2024.

FOTO BARENG : Pembicara seminar penguatan Pelajar Pancasila Rizka Meylinda, staf BNNK Gresik (tengah) bersama panitia seminar di UPT SMP Negeri 2 Gresik foto bareng usai acara pada Rabu, 9 Oktober 2024 ( Foto : Spenda Gresik untuk 1minute.id)

Salim melanjutkan, seminar Selamatkan Generasi Z dari Narkoba adalah bagian dari gelar karya proyek penguatan profil pelajar Pancasila. “Bangun Jiwa Raganya. Siap menjadi Remaja Tangguh Berkarakter,” kata Salim yang juga penulis itu.

Seminar ini, ia melanjutkan, bekerja sama dengan pihak BNNK Gresik. Menurutnya,  penanaman karakter dan religius di sekolah dan keluarga sangat membantu peserta didik dalam membentengi diri dari pengaruh buruk narkoba. “Diharapkan orang tua dapat menjaga putra putrinya agar mengawasi lingkungan bermain mereka,” imbuhnya.

Sebelumnya, sekolah “zero waste” dan pelapor Kantin Halal itu menjadi lokus penilaian Adipura 2024 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan atah KLHK itu mewakili unsur sekolah SMP di Kabupaten Gresik. Pada 2025 ini, Spenda Gresik akan mengikuti event bergengsi yakni penilaian Ecogreen School. (yad)

UPT SMP Negeri 2 Gresik Gandeng BNNK Gelar Penyuluhan Bentengi Peserta Didik dari Bahaya Narkoba Selengkapnya

Kuliah Perdana SMK PGRI 1 Gresik Indospring Class, Bob Budiono : Siswa Siap Dilatih, Juga Siap Bekerja di Industri 

GRESIK,1minute.id – Rahmad Arif Junaidi terlihat semringah. Siswa kelas XI SMK PGRI 1 Gresik lolos seleksi Indospring Class. Kelas pilihan angkatan X / 2024 ini diikuti 24 siswa. 

Kuliah perdana SMK PGRI 1 Gresik Indospring Class dimulai pada Sabtu, 28 September 2024 ini dihadiri jajaran manajemen PT indospring Tbk, di antaranya,  Direktur Indospring Tbk Bob Budioo, dan Industrial Relation Manager PT Indospring Tbk Dias Pipit Chusairy. Serta para wali murid siswa kelas Indospring.

Kepala SMK PGRI 1 Gresik Arief Susanto menyampaikan, bahwa siswa yang terpilih dalam program lndospring Class, merupakan siswa terbaik, hasil dari penjaringan lebih dari 742 siswa di SMK PGRI 1 Gresik. 

“Hanya 24 siswa yang berhasil lolos seleksi ketat berdasarkan berbagai kategori,” ujar Arief Susanto pada Sabtu, 28 September 2024. Indospring Class, lanjutmya merupakan kesempatan emas bagi kalian. “Jangan sia-siakan kesempatan yang sudah ada di depan mata,” pesan Arief kepada para siswa yang didampingi orang tuanya untuk mengikuti kuliah perdana Indospring Class ini.

Arief berharap program ini bisa menjadi batu loncatan bagi para siswa untuk mencapai kesuksesan di dunia kerja. “Hal ini, sejalan dengan visi pemerintah dalam menciptakan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan industri masa kini, “tandasnya.

Indospring Class di SMK PGRI 1 Gresik memasuki tahun kesebalas. Sempat terhenti satu tahun karena wabah Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19. Tahun ini, memasuki angkatan ke-X. Semua siswa lulusan Indospring Class ini telah bekerja di sejumlah industri di Kota Industri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Industri BUMN maupun perusahaan multinasional. 

Sebab, selama setahun mereka sekolah mendapatkan pendidikan yang disesuaikan kebutuhan industri. Pendidikan hard skill dan soft skill. Termasuk budaya kerja di lingkungan industri. Sehingga, siswa yang lolos Indospring Class, memiliki kesempatan besar untuk bisa bekerja di industri alias satu tiket telah dikantongi untuk bekerja setelah lulus nanti. 

KULIAH PERDANA : Wali murid dan siswa mengikuti seremonial kuliah Perdana SMK PGRI 1 Gresik Indospring Class di ruang pertemuan SMK PGRI 1 Gresik pada Sabtu, 28 September 2024 ( FOTO: chusnul cahyadi/1minute.id)

Direktur PT Indospring Tbk, Bob Budiono menekankan pentingnya link and match antara dunia pendidikan dan industri. Ia menjelaskan bahwa kelas industri ini dirancang agar para siswa tidak hanya siap dilatih, tetapi juga siap bekerja. 

“Program ini menjadi salah satu wujud nyata kontribusi PT Indospring Tbk. dalam meningkatkan keterampilan siswa agar siap terjun ke dunia industri,” ujarnya. 

Bob Budiono menambahkan bahwa program ini tidak hanya membekali siswa dengan keterampilan teknis, tetapi juga soft skill dan budaya kerja industri. “Prinsip 5R (Ringkas, Resik, Rapi, Rajin, Rawat) menjadi acuan dalam menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan aman,” ujarnya. 

Tantangan masuk industri semakin berat. Hanya anak-anak yang terbaik yang bisa masuk dunia industri. Bob Budiono pun memberikan tips bagi siswa agar bisa bekerja di industri. “Jangan begadang, main hp berlebihan, jujur, dan tidak merokok,” tegasnya.  

Sementara itu, Industrial Relation Manager PT Indospring Tbk Dias Pipit Chusairy menegaskan bahwa program ini diharapkan dapat mengembangkan sumber daya manusia lokal sehingga masyarakat Gresik mampu bersaing di daerahnya sendiri.

“Kami berharap program ini menjadi kesempatan emas bagi siswa dalam mencapai kesuksesan di dunia kerja, ” tandasnya. Ia melanjutkan bahwa program Indospring Class bertujuan untuk menciptakan tenaga kerja yang kompeten dan mampu bersaing di dunia industri. 

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan industri dalam membekali siswa dengan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. “Kami berharap melalui kelas industri ini, para siswa dapat berkembang menjadi sumber daya manusia yang siap pakai dan mampu bersaing, baik di tingkat lokal maupun nasional,” ujarnya.

Dengan adanya program ini, lanjutnya, pihaknya ingin memastikan bahwa masyarakat Gresik tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku aktif dalam dunia industri. “Kelas industri diharapkan dapat mengembangkan sumber daya manusia di Gresik. Sehingga, masyarakat Gresik tidak hanya menjadi penonton di daerahnya,” tegas Dias yang arek asli Gresik ini. 

Jupri, salah satu wali murid yang hadir di kuliah perdana SMK PGRI 1 Gresik Indospring Class menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kesempatan yang diberikan kepada putranya untuk mengikuti program Indospring Class. Ia berharap program ini dapat menjadi jalan bagi anaknya dan siswa lainnya untuk mendapatkan keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja.

“Saya sangat berterima kasih kepada SMK PGRI 1 Gresik dan PT Indospring atas program ini. Saya berharap anak-anak kami bisa memanfaatkan kesempatan ini dengan baik dan menjadi lulusan yang siap kerja dan berdaya saing tinggi,” ujar wali murid dari siswa bernama Rahmad Arif Junaidi ini. (yad) 

Kuliah Perdana SMK PGRI 1 Gresik Indospring Class, Bob Budiono : Siswa Siap Dilatih, Juga Siap Bekerja di Industri  Selengkapnya

Husna, Siswa SDN 4 Petrokimia Gresik Gelar Pameran Tunggal di Galery Merah Putih di Surabaya 

GRESIK,1minute.id – Husna Sabila Jannati Kusuma masih berusia 7 tahun. Talenta bocah kelas I SD Negeri 4 Petrokimia Gresik ini luar biasa untuk anak seumurannya. Husna penuh percaya diri menggelar pameran tunggal goresan tangannya alias melukis di Galery Merah Putih, Balai Pemuda di Jalan Gubernur Suryo, Surabaya. 

Sebanyak 14 karya anak kedua dari pasangan Cahyo Kusumo dan Anita Hidayati ini dipamerkan di Kompleks Alun-alun Surabaya mulai 21-27 September 2024. Tema lukisan seputar tentang dunia Husna yakni dunia kesehariannya mulai dari kehidupan dalam rumahnya di Gresik, lingkungan sekolahnya, tempat kerja ayahnya, sekolah tempat Ibunya mengajar, juga suasana tempat tinggal neneknya di Dieng Wonosobo, Jawa Tengah. 

Semua goresan tangan dilakukan di media cat akrilik dan gouache di atas kanvas. Tentu ukurannya bervariasi. Terbesar ukuran 100 x100 Cm dan yang terkecil 50×50 Cm. Semua karya Husna itu telah lolos kurasi, seorang kurator bernama Arik S. Wartono, pendiri dan pembina Sanggar Lukis DAUN Gresik,  tempat Husna belajar melukis.

Pameran tunggal Husna ini, rangkaian perayaan 20 tahun Sanggar DAUN (2004-2024). Menurut Arik S. Wartono, karya lukis Husna ini berdasarkan pengalaman pribadi sang pelukis. Ia mencontohkan Husna melakukan studi wisata ke Gunung Bromo bersama teman-temannya ketika masih di TK Insanuz Ziyan, Kebomas, Kabupaten Gresik. Selain itu, goresan tangan mungil Husna adalah imajinasi tentang dunia satwa misalnya Singa, Jerapah, Cumi-cumi, Kerang dan lain-lain oleh Kusuma Husna ditampilkan dalam gaya kanak-kanak yang naif sekaligus unik. Semua karya dikerjakan selama 2024. “Pameran ini dipersiapkan selama 1 tahun terakhir,” terang Arik S. Wartono pada 1minute.id pada Sabtu, 21 September 2024.

Dalam visualisasi setiap ide dan gagasannya ke dalam kanvas, terang Arik S. Wartono, Husna sebenarnya tidak melukis apa yang ia lihat. “Justru ia melukis tentang apa yang ia ketahui,” imbuhnya sambil mencontohkan karya lukis tentang singa. Dalam itu, detail anatomi satwa singa tidak penting baginya, bahkan bentuk singa bisa bercampur dengan imajinasi yang berkembang dalam pikiran Husna.

Juga ketika Husna melukis tentang dunia tempat kerja ayahnya yang bekerja di Rumah Sakit Petrokimia Gresik, gedung rumah sakit dan mobil ambulans yang tervisual dalam karyanya bisa jadi samabsekali tidak mirip dengan apa yang ia lihat hampir setiap hari. Husna tidak perduli dengan bentuk fisiknya, bahkan sekalipun ia melihat fotonya. Karena Husna memang melukis semua itu berdasarkan apa yang ia tahu tentang objek yang dilukisnya, yang tentu saja lekat bercampur dengan imajinasi yang berkembang dalam pikirannya.

Bahkan ketika Husna menggambarkan tentang suasana bermain bersama teman-teman barunya di Sekolah Dasar (SD) atau teman lamanya saat masih Taman Kanan-kanak (TK), ia lebih berpijak pada ingatannya sekaligus semua yang ia rasakan dalam persahabatan, detail fisik teman-temannya menjadi tidak penting, sebab yang lebih penting baginya adalah suasana batin yang ia rasakan dan lekat dalam ingatannya.

Metode melukis seperti ini, katanya, khas anak-anak yang sudah mulai keluar dari periode “coreng-moreng yang diberi nama”.

Dan yang paling menarik dari karya-karya Kusuma Husna selain bentuk (form) aneka objek yang unik, ekplorasi teknik melukis yang ia kembangkan juga cukup beragam. Mulai dari teknik aquarel dengan media akrilik dan qouache yang encer dicampur banyak air sapuan-sapuan warna tipis sehingga menghasilkan warna yang transparan.

Teknik opaque terutama dengan media cat akrilik yang tidak banyak dicampur dengan air atau bahkan cat langsung dari tubenya, dengan goresan tebal sehingga menghasilkan warna yang pekat dan padat.

Beberapa bagian dalam karya Husna juga cukup beragam dalam teknik visualisasi objek, antara goresan tebal-tipis langsung menggunakan kuas, bervasiasi dengan goresan outline tebal warna hitam menggunakan kuas maupun spidol. 

Eksplorasi teknik ini tentu bisa terus dikembangkan dengan banyak variasi lainnya misalnya teknik kolase, eksplorasi teksture, cat semprot dan banyak ragam teknik melukis yang bisa dicoba untuk eksplorasi keragakan teknik melukis. (yad) 

Husna, Siswa SDN 4 Petrokimia Gresik Gelar Pameran Tunggal di Galery Merah Putih di Surabaya  Selengkapnya

Menyonsong Gresik Emas yang Mendunia, Pemkab Gresik Siapkan SDM dan Kebijakan untuk Gen-Z

GRESIK,1minute.id – Rembug Akur kembali dihelat oleh Pemerintah Kabupaten Gresik pada Sabtu malam, 21 September 2024. Gelaran kali kedua yang diinisiasi oleh Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat atau Bakohumas Gresik dipusatkan di hall Sang Pencerah Universitas Muhammadiyah Gresik atau UMG ini bertajuk “Rembug Akur dan Mimbar Mahasiswa : Gresik Kerja, Gresik Daulat Industri”.

Dialog yang menghadirkan ratusan mahasuswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa atau BEM dari berbagai kampus serta para pemuda di Kota Industri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini berlangsung seru. Ada tiga narasumber yang hadir yakni Bupati Fandi Akhmad Yani ; Rektor UMG  Nadhirotul Laily serta Sekretaris Daerah atau Sekda Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman.

Kabupaten Gresik yang memiliki luas wilayah 1.194 kilometer persegi. Nilai investasi tren terus naik. Ribuan pabrik beroperasi. Kini, ada pabrik smelter terbesar di dunia beroperasi di Kawasan Ekonomi Khusus, Java Integreted Industrian and Port Estate atau KEK JIIPE di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Upah minimum kabupaten atau UMK Gresik 2024 sebesar Rp 4.642.031 perbulan atau tertinggi nomor dua di Jawa Timur. 

Berbagai “keistimewaan” itu, Gresik di mata para pencari kerja Gresik bagai gadis bertubuh lencir, berkulit kuning dan berhidung mancung. Pencari kerja berbondong-bondong untuk menikmati “madunya”.

“Apakah BEM siap diubah?” tanya Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengawali mimbarnya. “Berubah seperti apa?” tanya peserta. Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani tampil memakai sarung, baju koko warna putih, berkopyah hitam serta sepatu dengan lugas mengatakan perubahan yang diinginkan menjadi lebih baik. 

Caranya, mahasiswa harus aktif belajar, berorganisasi dan meningkatkan kompetensi. Gus Yani memberikan teladan kepada mahasiswa dan pemuda lainnya. Ditengah kesibukan sebagai orang nomor satu-julukan lain-Bupati Gresik tetap belajar. “Saya saat ini juga mahasiswa sedang menempuh program S-3 (doktoral, Red),” katanya mendapatkan tepuk sorak peserta yang memenuhi Hall Sang Pencerah. Gus Yani sarjana Ekonomi dan Magister Mitigasi Bencana dari Universitas Airlangga Surabaya.

Gus Yani menyampaikan bahwa Pemkab Gresik telah menyiapkan rencana jangka, menengah, panjang untuk mengoptimalkan Sumber Daya Manusia atau SDM yang memadai untuk kebutuhan penyerapan industri.  Masyarakat Gresik di usia produktif, bisa menambah kemampuan dan keterampilan untuk menjawab kebutuhan dunia kerja. 

Selain pelatihan, Pemkab juga sudah menyiapkan kebijakan untuk mematangkan instrumen pengembangan SDM tersebut dengan menekankan aspek integrasi antara budaya, industri dan masyarakat.

“Tantangan kita semakin besar. Dengan percepatan kemajuan teknologi, tugas kita menyiapkan keterampilan semaksimal mungkin. termasuk ketrampilan bahasa asing,” ujar Gus Yani.  

“Kami mengajak pada seluruh anak-anak muda yang  ada di kabupaten Gresik siap berubah, Kalau tidak kita siapakan hari ini akan menjadi masalah yang besar,” lanjutnya.  

Selain itu, adanya Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK banyak potensi yang perlu diserap. Tidak hanya terkait penyerapan tenaga kerja saja. Ada peluang lain seperti penyediaan logistik, Makan dan minuman atau mamin bagi pekerja. Hal itu, sudah diformulasikan Pemkab Gresik, untuk kemanfaatan masyarakat lokal melalui kerja sama dengan sektor UMKM lokal. 

“Jadi tidak hanya soal tenaga kerja saja. Ekonomi kultur masyarakat juga harus disiapkan. Seperti mendorong produksi petambak Bandeng sebagai produk lokal. Itu menjadi satu ekositem yang mendukung adanya KEK,” jelasnya. 

Ia juga meminta kepada seluruh stokeholder, termasuk Perguruan Tinggi, ikut mendorong menyiapkan SDM lokal yang kompeten siap bekerja sesuai kebutuhan industri, misal jurusan yang berkaitan dengan keterampilan teknik mesin. Pada 2025, Pemkab Gresik akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 6,5 miliar.  Anggaran itu, akan digunakan oleh Dinas Tenaga Kerja atau Disnaker Gresik memberikan pelatihan kepada anak-anak usia produktif di Gresik. Sebab, pelatihan keterampilan bersertifikasi sangat dibutuhkan. “Anggaran untuk penamping anak Gresik,” tegasnya. 

FOTO BARENG MAHASISWA : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (baju putih berkopyah) , Rektor UMG Nadhirotul Laily foto bersama usai Rembug Akur dan Mimbar Mahasiswa di Hall Sang Pencerah UMG pada Sabtu malam, 21 September 2024 (Foto : chusnul cahyadi /1munute.id)

Sementara itu, Rektor UMG Nadhirotul Lailly, menyampaikan, bahwa Kabupaten Gresik merupakan kota strategis yang punya keunggulan sebagai kota industri. “Ada ribuan industri mikro hingga multinasional,” kata Nadhirotul.

Namun menurutnya, keunggulan tersebut juga tidak lepas dari tantangan, yakni bagaimana potensi tersebut bisa berdaulat. Bisa dimanfaatkan masyarakat lokal, terutama generasi Z. 

Untuk itu, Ia mendorong mahasiswa untuk terus meningkatkan kompetensi. “Jangan menjadi mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang),” kata Laila. Mahasiswa Gresik bisa punya empati sosial dan peran di komunitas masyarakat. Karena dunia pendidikan menurutnya masih belum cukup untuk mengasah soft skill ketika masuk ke dunia kerja. “Tidak bisa dipungkiri dunia mahasiswa tidak cukup, butuh soft skill untuk menjadi modal di dunia kerja,” pungkasnya.

Sementara itu,  Sekda Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman menyampaikan konsep Gresik kedepan sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah atau RPJMD dengan slogan “Gresik Emas yang Mendunia”. Slogan tersebut mengingat Kabupaten Gresik kedepan akan menjadi tumpuan ekonomi Jawa Timur. “Salah satu yang kita siapkan yakni bahasa Asing, Bahasa Inggris dan Mandarin,” jelasnya. 

Washil menerangkan, bahwa, Pemkab Gresik juga, sudah  membuat regulasi yang mengakomodir kepentingan masyarakat lokal. Setidaknya ada 2 komponen regulasi, pertama, terkait penyertaan kemitraan UMKM, kedua regulaasi ketenagakerjaan yang mewajibkan perusaahaan untuk penyerapan warga lokal Gresikk 60 persen. “Sudah ada regulasi. Jadi tinggal kita manfaatkan untuk masuk,” jelasnya. 

Lebih lanjut Washil, membeberkan, jika KEK di Manyar akan semakin banyak investor, industri yang masuk. Itu akan menambah peluang penyerapan tenaga kerja lokal. “Ada industri baru nanti. Ada industri tembaga dan timah yang masuk. Ini bisa menambah peluang,” bebernya. (yad/adv

Menyonsong Gresik Emas yang Mendunia, Pemkab Gresik Siapkan SDM dan Kebijakan untuk Gen-Z Selengkapnya

BAZNAS Gresik Peduli Pendidikan Gelontorkan Ratusan Juta untuk Beasiswa Produktif Mahasiswa

GRESIK,1minute.id –  Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Badan Amil Zakat Nasional atau BAZNAS Gresik kembali menggelontorkan beasiswa produktif kepada generasi atau Gen-Z.

Beasiswa sebanyak 76 mahasiswa ini menegaskan kembali komitmen Pemkab Gresik dalam mendukung pendidikan generasi muda di Kota Santri-sebutan lain- Kabupaten Gresik. 

Beasiswa produktif dalam acara pendistribusian dan pembinaan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah di Ruang Pertemuan Durung Bawean, Kompleks  Kantor Bupati Gresik pada Selasa, 17 September 2024.

Dalam program ini, mahasiswa penerima beasiswa dibagi menjadi dua kelompok, yaitu mahasiswa internal dan eksternal. Rinciannya, sebanyak 37 mahasiswa internal adalah mereka yang berasal dari Kabupaten Gresik dan menempuh studi di perguruan tinggi yang berada di wilayah Kabupaten Gresik. Sedangkan 39 mahasiswa eksternal adalah mahasiswa asal Kabupaten Gresik yang berkuliah di perguruan tinggi luar wilayah Kabupaten Gresik.

Program beasiswa produktif ini sudah berjalan sejak 2023. BAZNAS Gresik berkolaborasi dengan Baitul Maal wa Tamwil atau BMT Mandiri Sejahtera Jawa Timur telah menyalurkan beasiswa kepada 66 mahasiswa, yang terdiri dari 43 mahasiswa internal dan 23 mahasiswa eksternal. Dengan demikian,  dalam dua tahun terakhir, BAZNAS Gresik telah menyalurkan beasiswa produktif sebanyak 142 mahasiswa. 

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada BAZNAS Gresik dan BMT Mandiri Sejahtera Jawa Timur atas perannya dalam mendukung pendidikan generasi muda Gresik. Selain memberikan apresiasi kedua lembaga tersebut, Wabup berlatar pendidik ini memberikan motivasi kepada para penerima beasiswa produktif tersebut. 

Bu Min-sapaan akrab-Wabup Aminatun Habibah berpesan kepada para mahasiswa penerima beasiswa agar memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, menjadikan pendidikan sebagai landasan untuk masa depan yang lebih baik, dan terus berfokus pada peningkatan prestasi akademik maupun non akademik.

PEDULI PENDIDIKAN : Wasil Bupati Gresik Aminatun Habibah bersama mahasiswa penerima beasiswa produktif dari Baznas dan BMT Mandiri Sejahtera Jawa Timur di kantor Bupati Gresik pada Selasa, 17 September. 2024 ( Foto : istimewa)

“Beasiswa ini bukan hanya bantuan finansial, tetapi juga merupakan bentuk kepercayaan dan investasi dari masyarakat Gresik melalui BAZNAS dan BMT Mandiri Sejahtera. Kalian semua adalah harapan masa depan Gresik. Saya berharap, dengan beasiswa ini, kalian bisa terus mengembangkan diri, baik dalam bidang akademik maupun non akademik,” ujar Bu Min. 

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pengembangan jiwa kewirausahaan di kalangan mahasiswa dan mengharapkan para penerima beasiswa produktif BAZNAS tidak hanya menjadi tenaga kerja yang siap pakai, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja baru dan berkontribusi bagi pembangunan ekonomi di Kabupaten Gresik.

“Kita tidak hanya membutuhkan lulusan yang siap bekerja, tetapi juga pemikir dan pelaku yang mampu menciptakan lapangan kerja baru. Saya yakin, dengan ilmu dan keterampilan yang kalian peroleh, kalian bisa memberi dampak positif, baik bagi diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat luas,” tambahnya.

Sebagai informasi, beasiswa produktif yang diberikan oleh BAZNAS Gresik merupakan dukungan finansial untuk membantu mahasiswa asal Gresik guna menyelesaikan pendidikan mereka dengan lebih fokus tanpa harus terbebani biaya. Mahasiswa internal, yang berkuliah di universitas dalam wilayah Gresik, menerima beasiswa sebesar Rp 1,5 juta per semester, sedangkan mahasiswa eksternal, yang berkuliah di universitas luar wilayah Gresik, mendapatkan Rp 2 juta per semester. 

Beasiswa ini diberikan untuk jangka waktu maksimal delapan semester atau empat tahun masa studi, tergantung dari perkembangan akademik penerima beasiswa.

Pada 2024, total anggaran yang didistribusikan melalui program ini mencapai Rp 244 juta. Beasiswa produktif ini diharapkan dapat membantu meringankan beban biaya pendidikan dan memotivasi para mahasiswa untuk terus berprestasi di bidang akademik dan non akademik.

Program beasiswa produktif BAZNAS Gresik merupakan salah satu wujud nyata dari pemanfaatan dana zakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendidikan. 

Ketua BAZNAS Gresik Muhammad Mujib, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa program ini diharapkan dapat terus berlanjut dan berkembang, sehingga lebih banyak mahasiswa yang terbantu untuk menyelesaikan pendidikannya dan mencapai prestasi yang lebih tinggi.

“Kami berkomitmen untuk terus mendukung generasi muda Gresik agar mereka dapat meraih pendidikan tinggi dan menjadi bagian dari pembangunan daerah. Dengan kolaborasi yang baik ini, kami optimis bisa mencetak SDM unggul yang dapat memberikan manfaat luas,” ujar Najib.

Program beasiswa produktif ini juga mencerminkan sinergi positif antara pemerintah daerah Kabupaten Gresik, BAZNAS Gresik, dan BMT Mandiri Sejahtera dalam upaya pemberdayaan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan. Diharapkan, program beasiswa ini tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek berupa bantuan biaya pendidikan, tetapi juga berdampak jangka panjang dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Gresik. (yad) 

BAZNAS Gresik Peduli Pendidikan Gelontorkan Ratusan Juta untuk Beasiswa Produktif Mahasiswa Selengkapnya

Isabell Roses, 13 Tahun, Siswa Sanggar Daun Gelar Pameran Lukis Tunggal Di Alun-alun Surabaya 

GRESIK,1minute.id – Isabell Roses baru berumur 13 tahun. Bagi anak seusia Isabell yang generasi z alias Gen-Z itu, mayoritas lebih menyukai main gedget. Tapi, bocah kelahiran 31 Juli 2011 ini berbeda. Isabell lebih memilih untuk corat-coret alias melukis di atas kanvas.

Lukisan Isabell yang memiliki teknik realis bukan gedung yang menjulang ke angkasa yang banyak tersebar di Kota Metropolis, Surabaya. Isabell memilih melukis budaya lawas nusantara. Orang memasak menggunakan kompor kayu, kerapan sapi,  main egrang dan lainnya. Selain kerapan sapi, kebudayaan lawas nusantara itu nyaris punah. 

Penasaran akan goresan tangan Isabell Rose, penikmat lukis bisa menyaksikan langsung di Galeri Merah Putih, kompleks Balai Pemuda Alun-alun Surabaya mulai Ahad besok, 8 September 2024. Gratis! 

“Pemeran akan buka mula Minggu sore pukul 4,” ujar Arik S. Wartono, kurator juga pendiri Sanggar Daun, tempat Isabell Roses belajar melukis kepada 1minute.id pada Sabtu, 7 September 2024.

Sebanyak 18 lukisan karya Isabell Roses yang dipajang hingga 13 September 2024 nanti.  Puluhan karya lukisan menggunakan media cat air dan akrilik di atas kanvas ukuran terbesar 142 x 92 cm, dam terkecil berukuran 34×33 cm. Sebagian besar dikerjakan dalam teknik realis dan lukisan naif khas anak-anak. Dengan tema permainan anak zaman dulu, tradisi lokal Indonesia khususnya masyarakat Jawa dan Madura, serta dogeng rakyat.

“Karya-karya yang dipamerkan dikerjakan mulai tahun 2020 hingga yang terbaru tahun 2024,” terang Arik S. Wartono. Pameran ini, sekaligus menandai perayaan 20 tahun Sanggar DAUN periode 2004 – 2024. (yad) 

Isabell Roses, 13 Tahun, Siswa Sanggar Daun Gelar Pameran Lukis Tunggal Di Alun-alun Surabaya  Selengkapnya

Konsisten Meningkatkan Mutu, Inovasi Literasi Berbasis Digital, Perpusnas Berikan Penghargaan UPT SMP Negeri 2 Gresik

GRESIK,1minute.id – Kabar gembira bagi dunia pendidikan di Kabupaten Gresik. Di era disrupsi minat baca pelajar di Indonesia. Perpustakaan UPT SMP Negeri 2 atau Spenda Gresik mendapatkan Penghargaan dari Perpustakaan Nasional atau Perpusnas Republik Indonesia. 

Penghargaan diberikan karena perpustakaan sekolah berada di Jalan KH Kholil, Gresik itu karena konsistensinya dalam meningkatkan mutu pelayanan yang nyaman dan menyenangkan kepada peserta didik serta layanan inovasi literasi berbasis digital.

Sertifikat penghargaan diserahkan langsung oleh Perwakilan Perpustakaan Nasional atau Perpusnas Muhammad Bagus Amrulloh kepada Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim pada Rabu, 4 September 2024.

Saat menerima penghargaan dari Perpusnas itu, Mohammad Salim didampingi oleh didampingi Yunita Rahma, Kepala Perpustakaan Pusaka ilmu Spenda Gresik disaksikan oleh tiga orang dari Perpusda Gresik yakni Pustakawan Ahli Muda Neny susanti ; Penyuluh Perpustakaan Waheda Apriliana dan Pengolah Data Hernowo Setiawan.

“Alhamdulillah Spenda turut urun dalam proses mendukung tercapainya Nawa Karsa Bupati, Gresik Cerdas melalui inovasi perpustakaan berkat kerjasama yang kompak guru karyawan dan dukungan kuat komite sekokah,” kata Mohammad Salim kepada 1minute.id pada Rabu, 4 September 2024.

Sertifikat penghargaan dari Perpusnas yang bersinergi dengan PT Indekstat Konsultan Indonesia sebagai peneliti lapang dalam pengumpulan data kajian perpustakaan Indonesia 2024 bagai oase bagi dunia pendidikan di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. 

Perpustakaan Spenda Gresik berada di lantai dasar sangat strategis. Ruangnya berpendingin sehingga pengunjung terasa nyaman. Interior wallpaper rumah Gajah Mungkur yang ikonik. Rumah yang di bangun oleh almarhum Haji Djaelan, pengusaha penyamakan kulit pada 1898.

Di perpustakaan sekolah terdapat ribuan buku bacaan yang bisa para peserta didik maupun tenaga pendidik. Data yang didapat 1minute.id , koleksi buku di perpustakaan sekolah yang dipimpin oleh Mohammad Salim berjumlah 3.241 judul buku. Rinciannya, 790 buku fiksi,  non fiksi 2.451 judul.

Salim mengatakan, UPT SMP Negeri 2 Gresik terpilih menjadi sampel dalam survei Kondisi Perpustakaan Umum dan Sekolah atau KPUS tingkat erpustakaan Sekolah Menengah Pertama atau SMP.

“Perpustakaan Spenda  yang berakreditasi A sejak tahun 2021 dan mendapatkan penghargaan Juara 1 Perpustakaan sekolah se-Kabupaten Gresik pada tahun 2019,” terang guru yang menghobi nulis buku sejarah dan pelajaran agama ini.

Salim mengatakan, jumlah kunjungan siswa mencapai 1.200-an per pekan. Senin sampai Jumat. Karena sekolah libur Sabtu dan Minggu. “Kunjungan siswa dan guru perpekan 1200-an , ketertarikan siswa ke perpustakaan baca novel, komik buku dan olah raga,” terang penulis artikel di sejumlah media ini.

Untuk meningkatkan minat baca atau luterasi, jelasnya, sekolah memberikan reward kepada siswa rajin ke perpustakaan. “Reward kami berikan setiap memperingati Hari Buku atau Hari Perpustakaan,” katanya. 

Hari Buku Nasional diperingati setiap 25 April. Sedangkan,  Hari Perpustakaan Nasional diperingati setiap 17 Mei. Saat ini, imbuhnya, perpustakaan juga digunakan untuk pembelajaran digitalisasi. “Karena ruangan nyaman,” tegasnya.

Pascamenerima penghargaan dari Perpustakaan Nasional, Spenda yang telah mendeklarasikan sebagai sekolah zero waste dan kantin halal itu sedang berfokus pada penilaian Adipura Nasional oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan atau KLHK Jakarta “Semoga ini juga catatan baik untuk  prestasi Gresik di bidang kebersihan. Mohon doanya,” katanya. (yad) 

Konsisten Meningkatkan Mutu, Inovasi Literasi Berbasis Digital, Perpusnas Berikan Penghargaan UPT SMP Negeri 2 Gresik Selengkapnya

Indospring Tbk, Gelar Wisata Industri untuk Pelajar SMP,  Pertama di Kota Industri 

GRESIK,1minute.id – PT Indospring Tbk menggelar wisata Industri untuk pelajar di Kota Industri-sebutan lain-Kabupaten Gresik pada Jumat, 30 Agustus 2024. 

Wisata Industri yang digagas perusahaan suku cadang otomotif  kali pertama untuk pelajar jenjang sekolah menengah pertama atau SMP ini diikuti ratusan pelajar dari SMP Yayasan Islam Malik Ibrahim atau YIMI Gresik. 

Program anyar ini bertujuan untuk memberikan wawasan mengenai dunia industri. Sebelum melihat proses produksi secara langsung.  Ratusan pelajar kelas VIII itu mendapatkan pembekalan di ruang pertemuan di lantai II pabrik yang berada di Jalan Mayjend Sungkono,  Kecamatan Kebomas,  Kabupaten Gresik itu. 

Pembekalan diberikan sejumlah profesional di perusahaan yang telah Go- Publik sejak 1990 itu. Dalam pembekalan, pelajar peserta wisata industri mendapatkan pengenalan tentang perjalanan bisnis pabrik spart part otomotif. Selain itu, peserta juga mendapatkan edukasi ketika berada lingkungan industri. Diantaranya, jalan kaki di lokasi telah ditetapkan, memakai helm, memakai masker dan lainnya.

Industrial Relation Manager PT Indospring Tbk Dias Pipit Chusairy menyatakan program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan untuk mendukung pendidikan dan mengenalkan para siswa pada dunia kerja nyata.

“Kami ingin memberikan pengalaman yang berbeda kepada para siswa, agar mereka dapat memahami bagaimana sebuah produk dihasilkan dan pentingnya inovasi dalam industri,” ujarnya pada Jumat, 30 Agustus 2024.

Wisata industri, lanjutnya diharapkan memberikan pengalaman dan menjadi memotivasi siswa untuk terus belajar dan mengejar karir di bidang teknik atau manufaktur di masa depan.  Dias menambahkan wisata industri ini, juga  untuk menumbuhkan minat dan keterampilan siswa dalam bidang teknik. 

“Dengan mengenalkan dunia industri sejak dini, maka para siswa dapat memiliki gambaran yang lebih jelas tentang karir yang ingin mereka pilih. Semoga program ini bermanfaat dan menginspirasi generasi muda meningkatkan kompetensinya,” tambahnya.

Dias mengingatkan agar generasi muda selalu menjaga kesehatan. Hal ini penting, karena banyak calon tenaga kerja yang gagal, karena persoalan kesehatan.

“Pola hidup sehat, harus ditanamkan sejak usia dini. Karena, kesehatan menjadi faktor terpenting dalam rekrutmen karyawannya,” ingatnya. 

Lebih jauh, Dias mengungkapkan wisata industri diharapkan menjadi langkah awal bagi PT Indospring untuk terus berkontribusi dalam bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di Indonesia. “Program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan untuk mendukung pendidikan dan mengenalkan para siswa pada dunia kerja nyata,” pungkasnya. 

Sementara itu, Wakil Kepala SMP YIMI Gresik Arif Fahrudin menyambut antusias program tersebut. “Anak- anak sangat senang memgikuti kunjungan. Terutama ketika diberikan kesempatan untuk berinteraksi dengan para karyawan dan melihat mesin-mesin canggih yang digunakan dalam proses produksi, ” ujarnya. 

Selain itu, wisata industri ini,  siswa mendapatkan banyak pengetahuan baru di luar bangku sekolah. Dia menyebut,  bahwa untuk bisa masuk dunia industri ini, tidak hanya pintar.  Namun, juga kesehatan lebih penting. “Budaya sehat itu, akan kami terapkan kepada anak-anak,” tegasnya. 

Salah satu siswa, M Naufal Labib memgatakan sangat terkesan dengan kegiatan ini. Tidak hanya mendaparkan wawasan juga pengalaman yang sangat berharga. “Saya takjub,  karena bisa melihat dari dekat mesin produksi berteknologi canggih. jadi kegiatan ini sangat bermanfaat,” ujarnya. (yad) 

Indospring Tbk, Gelar Wisata Industri untuk Pelajar SMP,  Pertama di Kota Industri  Selengkapnya

Gang Sebelah Rilis Film Dokumenter Penutur Terakhir, Mbah Mat Kauli, Maestro Macapat Gagrak Gresik 

GRESIK,1minute.id – Yayasan Gang Sebelah merilis film dokumenter tentang Maestro Macapat Gagrak, Mbah Mat Kauli pada Sabtu malam, 24 Agustus 2024. Film dokumenter hasil riset selama 6 bulan yang dilakukan oleh anggota yayasan yang berdiri sejak 2017 itu diputar di Kampung Kemasan, Kelurahan Pekelingan, Kecamatan/Kabupaten Gresik.

Kampung Kemasan adalah salah satu perkampungan heritage yang ada di Gresik Kota Lama atau GKL Sedangkan, Yayasan Gang Sebelah yaitu yayasan berfokus pada kerja riset, arsip dan pengembangan kebudayaan menaungi berbagai komunitas. Antara lain, Gresik Movie (komunitas film) ; Sanggar Intra (Komunitas Teater) ; Onomastika (Komunitas Musikalisasi.Puisi) ; Ruang Sastra (Komunitas Sastra).dan Rubamerah (Perpustakaan).

Anggota komunitas ini mayoritas kaum milenial dan generasi Z atau Gen-Z. Film dokumenter iu berjudul “Penutur Terakhir” Mbah Mat Kauli, Maestro Macapat Gagrak Gresik” disaksikan ratusan pasang mata. Puluhan seniman, budayawan dan pencinta kebudayaan di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik memenuhi pemutaran perdana film dokumenter yang berdurasi 33 menit itu. 

Terlihat hadir antara lain, Uman Iswahyudi, anak nomor 5 dari 10 saudara pasangan Mat Kauli dengan Supartin (almarhumah). Uman Iswahyudi terlihat berkaca-kaca menonton film yang menceritakan keseharian ayahandanya, Mat Kauli ketika masih sehat hingga kesehatan berkurang itu. 

Ketika masih sehat, sang Maestro Macapat Gagrak yang betah melek itu masih sering nembang meski menggunakan kursi roda. Memakai blankon dan baju batik. Tampak gagah. “Saya sangat terharu. Sangat tersanjung adanya film dokumenter yang dibuat oleh Gang Sebelah ini,” kata Uman Iswahyudi dengan suara lirih.

Kondisi kesehatan Mbah Mat Kauli semakin menurun setelah Supartin, belahan hati yang juga cinta pertama dan terakhir ini wafat di usia 70 tahun pada 16 Agustus 2021 lalu. Mbah Mat Kauli merasa kehilangan belahan jiwa. “Waktu masih sehat, Saya hampir setiap Jumat nyekar ke makam istri. Sekarang saya tidak bisa,” tutur mbah Mat Kauli dalam film dokumenter itu. 

Mbah Mat Kauli lahir pada 1 Mei 1931. Saat meminang Supartin, ia masih berusia 22 tahun. Saat itu, Supartin yang lahir pada 10 Mei 1942, masih berusia 12 tahun. Diceritakan dalam film dokumenter itu, Supartin jatuh cinta kepada Mat Kauli karena suara merdu. “Saat itu, ibu belum pernah bertemu dengan bapak. Jatuh cinta karena mendengar suara bapak saja,” cerita anak-anak Mbah Mat Kauli di film itu.

Pernikahan Mbah Mat Kauli dengan Suparti dikarunia 10 anak, 31 cucu dan 35 cicit. Di film dokumenter itu juga anak dan cucunya menceritakan kecintaan Mbah Mat Kauli dengan Supartin seperti cerita film layar lebar Habibie dan Ainun. B.J. Habibie adalah Presiden kelima Indonesia. Sedangkan, Hasri Ainun Besari adalah ibu negara. 

APRESIASI: Camat Gresik Jalesvie Triyatmoko didampingi Pembina Yayasan Gang Sebelah Dewi Musdalifah dan Ketua Tim pembuatan film dokumenter Qonita menyerahkan apresiasi diterima oleh
Uman Iswahyudi, anak Mbah Mat Kauli dalam acara perilisan Film dokumenter Penutur Terakhir di Kampung Kemasan, Kelurahan Pekelingan, Kecamatan/Kabupaten Gresik pada Sabtu malam, 24 Agustus 2024 ( FOTO: chusnul cahyadi/1minute.id)

Selama pernikahan mereka hidup rukun meski ekonomi keluarga tergolong pas-pasan. Untuk menafkahi keluarga, Mbah Mat Kauli bekerja di galangan kapal, PT PAL Surabaya. Mbah Mat Kauli berangkat dan pulang kerja dengan ngontel. Rumah Mbah Mat Kauli di Jalan Awikoen Jaya, Kampung Gemantar, Kelurahan Gending, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik dan tempat kerjanya di kawasan Tanjung Perak, Surabaya.yang jaraknya sekitar 12- 15 kilometeran. Waktu itu infrastruktur jalan raya tidak sebagus sekarang.

Pagi sampai sore hari kerja di pabrik. Malam hari, nembang macapat hingga dini hari. Mat Kauli mulai macapat di usia 18 tahun hingga sekarang atau 75 tahun. Kecintaan kepada seni dan budaya itu, Mbah Mat Kauli akhirnya mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi atau Kemendikbud Ristek sebagai seorang Maestro. 

Ketika menerima penghargaan itu, Supartin telah tiada. Mbah Mat Kauli merasa sangat sedih karena belahan jiwa tidak bisa menikmati jerih payah Mat Kauli mendapatkan uang tali asih hingga seumur hidupnya. Sejak tiga bulan terakhir atau tepatnya saat Idul Fitri kesehatan semakin menurun. Bahkan, kaki tidak lagi kuat menahan berat tubuhnya. Mbah Mat Kauli kini hanya bisa berbaring di tempat tidur di kamar rumah yang sederhana. 

Perilisan film dokumenter tentang Mbah Mat Kauli berjudul “Penutur Terakhir”, Maestro Macapat Gagrak, Gresik ini tidak bisa hadir. Mbah Mat Kauli diwakili anak nomor 5 bernama Uman Iswahyudi, yang pensiunan Aparatur Sipil Negara di Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik.

Ketua tim riset Film Dokumenter Penutur Terakhir, Qonita Tri mengatakan, Mbah Mat Kauli adalah pelestari Macapat Gagrak Gresik ini. “Mumpung Mbah Mat Kauli masih sehat , kita buatkan film dokumenter dengan harapan anak-anak muda bisa belajar melalui film dokumenter dan audiobooknya,” kata Qonita yang didampingi Ketua Yayasan Gang Sebelah Hidayutul Nikmah dan Bendahara perilisan film dokumenter Dewi Nastitiya Anindya usai acara kepada wartawan pada Sabtu malam, 24 Agustus 2024.

Pembuatan film dokumenter ini, kata Qonita, difasilirasi oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi atau Kemendikbud Ristek. Selama 6 bulan tim mendokumentasikan keseharian Mbah Mat Kauli, melakukan wawancara dan kerap melakukan kunjungan ke rumah mbah Mat Mauli.  “Isi dalam film ini, lebih banyak tentang Bagaimana kemaestroannya mbah Mat Kauli, kehidupan sehari-hari, mulai baca macapat sejak usia berapa hingga di usia 93 tahun ini,” katanya. “Selama 75 tahun melestarikan macapat, apa saja yang telah di terima oleh Mbah Mat Kauli,” tambahnya. 

Pesan yang ingin disampaikan dalam film dokumenter ini? Ia menyebut Macapat yang dibacakan oleh Mbah Mat Kauli berasal dari cerita serat, ada dari Babad Sindujoyo, yang menceritakan tentang fase kehidupan mulai dari kandungan sampai menuju kematian.

“Jadi ada pesan kehidupan sehari-hari bagaimana laku bagi manusia itu sendiri,” terang perempuan berhijab itu.

Rencana kedepan? Tujuan membuat film dokumenter ini selain untuk mendokumentasi juga menyebarkan ilmunya. “Kami pingin menyebarkan filmnya, audiobook ke sekolah, memutar film ke kampung dan desa-desa untuk memperkenalkan macapat kepada yang lebih luas lagi,” tegasnya. 

Selain pemutaran film,  perilisan film dokumenter dilakukan talkshow serta pemberian apresiasi Yayasan Gang Sebelah kepada Mbah Mat Kauli yang diterima oleh Uman Iswahyudi, anak kelima Mbah Mat Kauli. Acara kelar sekitar pukul 22.30 WIB. (yad)

Gang Sebelah Rilis Film Dokumenter Penutur Terakhir, Mbah Mat Kauli, Maestro Macapat Gagrak Gresik  Selengkapnya

75 Tahun Nembang, Lestarikan Budaya, Kemendikbud Ristek Berikan “Gelar” Mbah Mat Kauli Maestro Macapat 

GRESIK,1minute.id – Kesehatan mbah Mat Kauli terus menurun. Bahkan kaki maestro macapat berusia 93 tahun itu tidak bisa lagi menahan berat tubuhnya. Kakek yang memiliki 10 anak, dengan 31 cucu dan 35 cicit itu pun harus berbaring di tempat tidur di rumahnya yang sederhana di Jalan Awikoen Jaya no 31 Gemantar, Kelurahan Gending, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. 

“Sejak Idul Fitri lalu, bapak sakit,” kata Sumiyati, 70 tahun, anak sulung dari 10 bersaudara pasangan suami istri, Mat Kauli dengan Suparti pada Rabu, 21 Agustus 2024.

Wartawan 1minute.id  secara bersamaan dengan dua siswa bernama Aqila Callysta Putri dan Senna Niswara, serta Surya Yetni, guru pembimbing dari UPT SMP Negeri 4 Gresik mengunjungi rumah mbah Mat Mauli. Kedatangan kedua siswa dan seorang pembimbing untuk melakukan pendalaman penelitian tentang macapat, kebudayaan khas di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu. 

Pendalaman penelitian dengan judul : Eksistensi Mocopat Ala Gresik sebagai Local Culture Education ini, setelah mereka lolos nasional ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia atau OPSI yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,  Riset dan Teknologi atau Kemendubud Ristek 2024. Selama hampir 2 jam berbincang santai dengan  maestro Macapat Mbah Mat Kauli di kamar tidurnya yang berukuran 3×4 meter persegi itu.

Di dalam kamar itu terdapat dua buah lemari. Satu lemari pakaian bagian rak atas digunakan sebagai tempat Mbah Mat Kauli menyimpan buku-bukunya. Buku macapat itu ada yang masih menggunakan aksara Jawa kuno atau hanacaraka, dan aksara Jawa latin. Buku aksara Jawa kuno dengan cover warna hitam dan kertas sudah berwarna kuning. 

SEMANGAT: Maestro Macapat Mbah Mat Kauli yang tetap semangat ketika nembang sambil tidur di kamar tidur di rumahnya Jalan Awikoen Jaya, Gemmtar, Kelurahan Gending, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik pada Rabu, 21 Agustus 2024 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Sedangkan, buku aksara Jawa latin hasil terjemahan itu ditulis tangan oleh Mbah Mat Kauli. Selama 14 bulan Mbah Mat Kauli menyalin. Buku-buku tertata rapi. 

“Tidak komplit, ada yang dipinjam anak-anak mahasiswa yang melakukan penelitian dan belum dikembalikan,” sela Sumiyati. 

Meski kaki tidak bisa menahan berat tubuhnya,  daya ingatan Mbah Mat Kauli masih luar biasa. Di usia 93 tahun kebanyakan orang mengalami pikun, akan tetapi ingatan Mbah Mat Kauli yang mulai nembang macapat di usia 18 tahun itu masih sangat tajam. Selama 75 tahun mbah Mat Kauli nembang Macapat. 

Hanya pendengarannya mulai berkurang. Melihat ada tamu, Mbah Mat Kauli terlihat senang. Seakan menjadi “obat” bagi mbah Mat Kauli. “Matur suwun, sik diperhatikan,” katanya. Mbah Mat Kauli pun mengizinkan tamunya untuk merekam dan memotretnya.

Ia pun menceritakan tentang masa muda, hingga dinobatkan sebagai seorang maestro Macapat oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Ristek Republik Indonesia. Ia juga bercerita menjadi aktor film yang dibuat oleh Yayasan Gang Sebelah, yang berdiri sejak 2017. 

Yayasan yang berfokus pada kerja riset, arsip dan pengembangan kebudayaan menaungi berbagai komunitas. Yakni, Gresik Movie (Komunitas Film), Sanggar Intra (Komunitas Teater), Onomastika (Kelompok Musikalisasi Puisi), Ruang Sastra (Komunitas Sastra), serta Rubamerah (perpustakaan). 

“Pingin teko, tapi kondisi kesehatan seperti ini,” ujarnya. Pada usia 22 tahun mbah Mat Kauli menikah dengan Supartin yang saat itu masih berusia 12 tahun. Dari pernikahan itu, Mbah Mat Kauli dikarunia 10 anak. Tiga di antara 10 anak meninggal dunia. Supartin adalah cinta pertama dan terakhir Mbah Mat Kauli. 

Kondisi kesehatan Mbah Mat Kauli yang lahir 1 Mei 1931 menurun sejak istrinya, Supartin wafat pada 16 Agustus 2021. “Sejak ibu meninggal itu, kondisi kesehatan bapak terus menurun,” cerita Sumiyati.

Sekitar 3 bulan terakhir ini, Mbah Mat Kauli tidak bisa berjalan. Bahkan, kakinya sudah tidak bisa menahan berat tubuhnya. Mbah Mat Kauli hanya bisa berbaring di tempat tidur. Akan tetapi, Mbah Mat Kauli sangat  bersemangat ketika membang macapat. “Bagi bapak nembang macapat bagai obat yang mujarab. Bapak selalu bersemangat kalau ada yang minta nembang,” ujar Sumiyati. (yad)

75 Tahun Nembang, Lestarikan Budaya, Kemendikbud Ristek Berikan “Gelar” Mbah Mat Kauli Maestro Macapat  Selengkapnya