GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah atau Bu Min mengajak keluarga besar dunia pendidikan untuk banyak bersyukur. Bentuk rasa syukur bisa terus melakukan up date ilmu pengetahuan.
“Bentuk mensyukuri nikmat yang Allah berikan kepada kita, adalah dengan terus menambah ilmu untuk menjadikan anak-anak kita semakin berilmu,” kata Bu Min saat menghadiri Nada dan Dakwah dalam rangka Halal bihalal bersama Tutur Irama Grup KH KH. Abdul Muttholib atau Kiai Kerah Sakti dari Sidoarjo di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) pada Senin, 6 Mei 2024.
Acara tersebut menghadirkan ratusan guru, kepala sekolah, pengawas, dan penilik yang tergabung dalam keluarga besar Dinas Pendidikan Wilayah Kerja (Wilker) IV dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ini mengusung tema “Sucikan Hati Menjalin Silaturahim bersama Menuju Pribadi yang Lebih Baik”.
“Anak lebih pintar daripada gurunya itu memang cita-cita kita sebagai guru, namun bukan berarti kita tidak berusaha untuk mengikuti perkembangan zaman,” imbuh Wakil Bupati Perempuan pertama di Kabupaten Gresik itu.
Upaya mengupdate ilmu pengetahuan tersebut bagi wabup suatu kewajiban bagi guru ditengah pesatnya perkembangan zaman. Ia bercerita ditengah padatnya jadwal masih menyempatkan diri untuk membaca.
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan atau Kadispendik Gresik S.Hariyanto menyampaikan berbagai pencapaian yang diraih dinas pendidikan di tahun 2023. Capaian tersebut, di antaranya meraih predikat sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah atau SAKIP AA yang mana merupakan tertinggi nilai SAKIP yang diperoleh Dinas Pendidikan.
“Selain itu, capaian penilaian Ombudsman yang diraih dinas pendidikan juga semakin membaik. Kita menargetkan di tahun 2024 ini kita mendapatkan predikat Sangat Baik dalam penilaian Ombudsman,” kata S. Hariyanto. (yad)
GRESIK,1minute.id – Hore….! Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik telah mencairkan insentif guru PAUD dan TK. Mereka pun bisa tersenyum karena pencairan menjelang Idul Fitri 1445 hijriah dirapel tiga bulan, yakni Januari-Maret 2024.
“Jumat (5 April 2024), insentif untuk guru PAUD dan TK sudah kami cairkan,” ujar Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S.Hariyanto dan Kepala Bagian Prokopim Gresik Imam Basuki di Kantor Bupati Gresik pada Jumat, 5 April 2024.
Pihaknya berharap pencairan insentif ini bisa memberikan manfaat kepada para guru. “Semoga bermanfaat. Apalagi ini menjelang Hari Raya Idul Fitri,” ungkap Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik S.Hariyanto mengatakan total ada 3.206 guru PAUD dan TK yang mendapatkan insentif.
“Nilainya Rp 200 ribu per bulan. Dan kami cairkan tiga bulan untuk Januari hingga Maret,” ungkapnya melalui Sekretaris Dispendik Gresik Herawan Eka Kusuma.
Total anggaran yang disiapkan untuk mencairkan insentif guru PAUD dan TK ini sekitar Rp 1.923.600.000. “Jadi setiap guru PAUD dan TK langsung menerima Rp 600 ribu untuk tiga bulan,” pungkas Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik S.Hariyanto.
Pencairan insentif triwulan ini, adalah kebijakan baru. Sebelumnya, pencairan dilakukan setiap semester alias 6 bulan sekali. Ia menambahkan, secara berkala anggaran insentif guru PAUD dan TK akan dicairkan dengan melihat kondisi keuangan daerah.
“Kami terus berupaya. Semoga bisa cair secara berkala untuk membantu para guru PAUD dan TK,” imbuh Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik S.Hariyanto. (yad)
GRESIK,1minute.id– Dinas Pendidikan Gresik menetapkan masa libur sekolah selama lebaran Idul Fitri 1445 hijiriah mulai 5 Aprill sampai 17 April 2024. Sebelum liburan tiba, UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik menggelar santunan anak yatim pada Jumat, 5 April 2024. Sebanyak 52 anak yatim yang mendapatkan santunan dari siswa, guru dan alumni sekolah angkatan 1995 keatas serta sumbangan infaq dari Badan Amill Zakat Nasional (Baznas) dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sekolah berada di Jalan KH Kholil, Gresik itu.
“Senang bisa berbagi untuk adik adik ini kita lakukan setiap tahun nantinya, semoga bisa bermanfaat buat mereka,” kata Vera, alumni 1998 ini. Santunan kepada anak yatim ini, sebagai agenda penutupan kegiatan selsma bulan suci Ramadan.
Sebelumnya, sekolah yang dipimpin oleh Mohammad Salim itu, menggelar berbagai kegiatan sosial, seperti berbagi takjil dan zakat dari anak OSIS, Pramuka Garuda, Suporter Spenda kepada abang becak, petugas kebersihan, masyarakat sekitar sekolah ; Pesantren Ramadan dengan tema “Love Ramadhan” selama 9 hari dimulai 27 Maret sampai 5 April 2024 dan ditutup Peringatan Nuzulul Quran dan santunan anak yatim dari alumni dan Baznas serta UPZ sekolah. Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim memberikan apresiasi kegiatan yang dilakukan oleh siswa, guru dan para alumni. “P
anitia, OSIS dan guru yang luar biasa semangat kegiatan Ramadan,” kata Mohammad Salim pada Sabtu, 6 April 2024. Ia juga tidak lupa mengingatkan kepada para siswa selama dua pekan libur untuk melakukan kegiatan yang positif. “Saya mengingatkan anak-anak untuk berlebaran dengan bahagia, aman dan tetap menjaga nama baik sekolah dan keluarga,” pesan Salim. (yad)
GRESIK,1minute.id – SMA Negeri 1 Sidayu (Smansi) Gresik menggelar Semarak Si Pena pada Jumat, 5 April 2024. Pembukaan gerakan Semangat Menulis Sekolah Penggerak dalam puiSI, cerPen, Essay, Novel dan Artikel di Aula sekolah yang dipimpin Syafaul Anam itu dihadiri oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jatim Wilayah Gresik Kiswanto.
Ratusan siswa kelas X terlihat antusias untuk mengikuti kegiatan budaya literasi kali pertama tersebut. Sebelum memulai gerakan literasi, dilakukan Deklarasi Kesepakatan dan Pembekalan Semarak Si Pena antara guru dan siswa. Sekolah menghadirkan beberapa pemateri untuk memberikan pembekalan penulisan dan bimbingan kepada siswa kelas X yang berjumlah 11 rombongan belajar (rombel) atau kelas itu.
Untuk pemateri penulisan esai diberikan oleh Chusnul Cahyadi, wartawan media online, 1minute.id, kemudian penulisan artikel diisi oleh Galih Wicaksono, wartawan Jawa Pos. Sedangkan, beberapa pemateri lainnya untuk penulisan cerpen, puisi serta novel.
SEMARAK SI PENA : Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Kabupaten Gresik Kiswanto memberikan sambutan Gerakan Semarak Si Pena SMA Negeri 1 Sidayu Gresik didampingi Kepala Smansi Gresik Syafaul Anam (kanan) pada Jumat, 5 April 2024 ( Foto : Smansi untuk 1minute.id)
“Kami kembangkan budaya literasi karena SDM disini sudah siap. Bahkan, banyak guru yang sudah menulis buku,” kata Syafaul Anam di temui di sekolah pada Jumat, 5 April 2024.
Program literasi penulisan buku yang digagas oleh Smansi Gresik ini cukup komplit. Di sejumlah sekolah gerakan dalam penulisan buku antologi menulis puisi, sajak, artikel dan esai. “Di Smansi ada satu jenis penulisan yakni novel,” kata mantan Kepala SMA Negeri 1 (Smansa) Gresik ini.
Syafaul Anam yang baru sebulan di Smansi Gresik ini mengatakan, Semarak Si Pena akan diupayakan bisa masuk dalam perpustakaan nasional (Perpusnas). Dalam perilisan hasil tulisan dari Semarak Si Pena pihaknya akan bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional. Tidak semua buku bisa menjadi koleksi bacaan di perpustakaan nasional itu.
“Insya Allah di Gresik ini baru pertama yang kerja sama dengan Perpusnas,” ungkap Syafa-sapaan akrab-Syafaul Anam itu. Ia berharap semua siswa kelas X bisa.secara sungguh-sungguh belajar menulis. “Kalau karya bisa tercetak dalam buku akan legasi bagi siswa dan sekolah,” ujarnya.
Sehingga dirinya berharap buku karya pelajar dari Gresik tersebut bisa beredar di kancah nasional. Syafaul Anam melanjutkan bahwa gerakan tersebut merupakan salah satu tanggung jawab sebagai sekolah penggerak. “Merilis buku ini termasuk program utama pada sekolah penggerak,” bebernya. SMAN 1 Sidayu sendiri sudah menjadi sekolah penggerak sejak 2021.
Tidak hanya menyasar para pelajar, Syafa juga mendorong para dewan guru untuk turut menyumbangkan pemikiran mereka ke dalam buku antologi. “Tidak harus melulu sastra puisi, cerpen, tapi guru-guru juga bisa menelurkan konsep inovasi pada buku,” paparnya.
SI PENA : Kepala SMA Negeri 1 Sidayu Syafaul Anam (tengah) bersama guru dan siswa kelas X dalam gerakan Semarak Si Pena di aula sekolah (Foto : Smansi Gresik untuk 1minute.id)
Sebelumnya Smansigres, telah berhasil merilis 4 buku hasil karya dari para pelajar. Buku-buku bergenre novel remaja tersebut berjudul The Exterminator, Jalan Hidup, Satria Bajigur, dan Devra. Karya terakhir merupakan hasil tulisan dari Annabah Najla Rofifah.
Najla mengungkapkan bahwa bukunya sedikit banyak berangkat dari kisah asrama. Mengenai dua orang remaja yang saling menaruh rasa namun harus berpisah pada akhirna. “Saya ingin menyampaikan bahwa cinta itu tidak harus memiliki,” tutur Najla.
Penulis buku lain, Evlyna Ega Daniswar menuangkan ceritanya ke dalam buku yang berjudul The Exterminator. Bukunya berkisah tentang perlawanan seorang petarung melawan kekuatan jahat yang tak kasat mata. “Kekuatan jahat representasi dari hal buruk di dunia perlu dilawan untuk jadi lebih baik,” sambungnya.
Dalam perilisan gerakan literasi tersebut hadir pula Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Gresik Kiswanto. Dirinya menyampaikan bahwa menulis adalah salah satu kemampuan yang tidak akan lekang oleh zaman. “Karena kemampuan menulislah yang mengantarkan saya bisa kuliah S-2,” tuturnya. (yad)
GRESIK,1minute.id – UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik selangkah lebih maju. Sekolah berada di Jalan KH Kholil Gresik itu melaunching aplikasi JADIGURU alias Jurnal Digital Guru pada Senin, 18 Maret 2024.
Launching JADIGURU ini dilakukan secara langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S.Hariyanto. Launching bersamaan dengan Deklarasi Sekolah Ramah Anak (SRA) Gresik. Pembacaan Deklarasi sekolah ramah anak oleh Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim diikuti seluruh guru dan tenaga kependidikan perwakilan orangtua, komite, dan tokoh masyarakat.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S.Hariyanto mengungkapkan apresiasi inovasi yang dilakukan Spenda Gresik. “Terimakasih UPT SMP Negeri 2 Gresik atas prestasi dan inovasinya dalam membangun eksistensi mutu pendidikan di Kabupaten Gresik,” ungkap S.Hariyanto dalam sambutannya.
Menurut Mohammad Salim, jurnal ini pengganti jurnal mengajar manual. Sistem kerjanya yaitu guru sebelum masuk kelas melakukan scan barcode yang ditempel di pintu masuk tiap kelas dan mengisi isian meliputi materi ( CP), jumlah siswa yang hadir dan izin. “Aplikasi JADIGURU ini pertama di Gresik. Dan kita yang desain aplikasi ini. Inovasi Spenda,” kata Mohammad Salim pada Senin, 18 Maret 2024.
Aplikasi JADIGURU ini, semua aktivitas mengajar guru akan terekap otomatis di server kepala sekolah. “Manfaat lain guru tidak lagi terjadi kehilangan buku jurnal mengajar karena kesingsal dan sekaligus untuk upload atau mengungah rekap laporan di PMM kepala sekolah,” terang Salim.
Lebih lanjut Salim mengatakan jurnal mengajar digital ini memfasilitasi agar guru hadir tepat waktu di kelas untuk mengurangi risiko jam kosong dan mempermudah guru cetak rekapitulasi mengajar bulanan untuk di uploud di platform merdeka mengajar.
DEKLARASI SRA & LAUNCHING JADIGURU: Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik membacakan naskah Deklarasi Sekolah Ramah Anak disaksikan oleh Kepala Dispendik Gresik S.Hariyanto, Kabid Pengelolaan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama pada Dispendik Gresik A.Syifaul Qulub dan guru di Spenda Gresik pada Senin, 18 Maret 2024 ( Foto: Spenda Gresik untuk 1minute.id)
Sementara itu, Deklarasi Sekolah Ramah Anak (SRA) di Spenda Gresik mendapatkan apresiasi dari semua stakeholder. Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama pada Dispendik Gresik A.Syifaul Qulub mengharapkan virus positif yang dilakukan oleh Spenda Gresik bisa menebar ke lembaga pendidikan lainnya di Kabupaten Gresik. “Sekolah Ramah Anak ini memberikan motivasi kepada sekolah untuk terus berbenah sehingga sekolah ramah anak ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata A.Syifaul Qulub.
Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Gresik Titik Ernawati menambahkan bahwa Spenda ini sudah mendunia. “Di medsos beliau juga termasuk follower IG, FB, youtube dan website Spenda,” katanya.
Sedangkan, Nur Laili mengatakan Deklarasi Sekolah Ramah Anak ini sangat bermanfaat efektif dan bagus ilmunya sangat berguna bagi sekolah, siswa dan orang tua. “Saya selaku perwakilan paguyuban berterima kasih kepada sekolah telah melibatkan wali murid untuk turut berpartisipasi dalam pemenuhan hak anak sekaligus saya berdoa semoga semua program Spenda,” ujarnya. (yad)
GRESIK,1minute.id – Abdullah Hamdi risau. Pesatnya pengguna kendaraan bertenaga listrik di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini semakin mengkhawatirkan. Sebab, kendaraan listrik itu dikendarai anak di bawah umur sehingga membahayakan keselamatan.
Wakil rakyat berkantor di Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik itu mengusulkan pembentukan peraturan daerah (perda) khusus kendaraan bertenaga listrik. Ini dilakukan untuk meminimalisir kecelakaan di jalan raya. Abdullah Hamdi mengatakan akhir-akhir ini memang pengguna kendaraan listrik meningkat. Minimnya sosialisasi, membuat pola berkendara menjadi tidak tertib. “Padahal, aturan terkait penggunaan kendaraan bertenaga listrik sudah ada. Tapi banyak yang belum tahu,” ujar anggota Komisi III DPRD Gresik itu.
Misalnya, hingga saat ini masih banyak pengendara sepeda listrik yang tidak memakai helm. Padahal, sesuai Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) 45/2020, ada kewajiban memakai helm. “Kemudian terkait kecepatan, dalam aturan tersebut juga dibatasi. Yakni 25 kilometer per jam. Tapi nyatanya di jalan kecepatan sangat tinggi,” terang Abdullah Hamdi.
Dikatakan, dalam Permenhub juga ada ketentuan umur pengguna sepeda listrik. Yakni minimal 12 tahun. Sedangkan 12 tahun sampai 15 tahun harus didampingi orang dewasa. “Tapi di jalan banyak anak-anak kecil yang pakai sepeda listrik. Ini kan sangat berbahaya,” katanya.
Dengan kondisi ini, pihaknya akan mengusulkan pembentukan perda khusus terkait kendaraan listrik. Sehingga sosialisasi bisa lebih masif. Selain itu juga perlu ada fasilitasi dari pemerintah terkait pengendara sepeda listrik. Misalnya jalur khusus di jalan raya,” kata anggota komisi yang membidangi pembangunan ini.
Sementara itu, Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik resmi melarang penggunaan sepeda listrik bagi peserta didik pada tingkat SD dan SMP negeri maupun swasta di Kabupaten Gresik.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S. Hariyanto dalam keterangannya menjelaskan, hal yang melatarbelakangi instansinya mengeluarkan surat edaran ini adalah adanya masukan dan keresahan dari berbagai pihak terkait penggunaan sepeda listrik oleh peserta didik.
“Ini dikuatkan juga dengan Permenhub No.45 tahun 2020 yang mengatur tentang penggunaan kendaraan yang berpenggerak motor listrik. Dengan adanya Permenhub ini, masyarakat kemudian mendorong Dinas Pendidikan mengkaji penggunaan sepeda listrik bagi peserta didik,” ujar usai menghadiri acara Bimbingan Teknik (Bintek) dan Deklarasi Sekolah Ramah Anak di UPT SMP Negeri 2 Gresik pada Senin, 18 Maret 2024.
“Dari antisipasi ini, kita harapkan bersama agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan bagi peserta didik,” tegasnya.
Dalam surat edaran Dinas Pendidikan Gresik tersebut, ada empat poin yang diatur. Diantaranya, larangan bagi peserta didik untuk membawa sepeda listrik untuk transportasi ke sekolah. Berikutnya, dijelaskan bahwa pihak sekolah berhak menyita sepeda listrik apabila peserta didik kedapatan membawa sepeda listrik ke sekolah.
Pihak sekolah juga akan memberikan teguran secara tertulis dan wali murid diharuskan menandatangani surat pernyataan agar peserta didik tidak melakukan pelanggaran lagi. Langkah terakhir, bagi peserta didik yang melanggar sebanyak tiga kali, akan disarankan untuk pindah sekolah ke lokasi terdekat.
Hariyanto juga merupakan langkah preventif bagi permasalahan dan hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada peserta didik. (yad)
GRESIK,1minute.id – Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik resmi melarang penggunaan sepeda listrik bagi peserta didik pada tingkat SD dan SMP negeri maupun swasta di Kabupaten Gresik.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S. Hariyanto dalam keterangannya menjelaskan, hal yang melatarbelakangi instansinya mengeluarkan surat edaran ini adalah adanya masukan dan keresahan dari berbagai pihak terkait penggunaan sepeda listrik oleh peserta didik.
“Ini dikuatkan juga dengan Permenhub No.45 tahun 2020 yang mengatur tentang penggunaan kendaraan yang berpenggerak motor listrik. Dengan adanya Permenhub ini, masyarakat kemudian mendorong Dinas Pendidikan mengkaji penggunaan sepeda listrik bagi peserta didik,” ujar usai menghadiri acara Bimbingan Teknik (Bintek) dan Deklarasi Sekolah Ramah Anak di UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik pada Senin, 18 Maret 2024.
“Dari antisipasi ini, kita harapkan bersama agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan bagi peserta didik,” tegasnya.
DEKLARASI : Kepala Dinas Pendidikan Gresik S.Hariyanto (tengah) didampingi Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim (kanan) dalam Deklarasi Sekolah Ramah Anak (SRA) di UPT SMP Negeri 2 Gresik pada Senin, 18 Maret 2024 ( Foto: Spenda Gresik untuk 1minute.id)
Dalam surat edaran Dinas Pendidikan Gresik tersebut, ada empat poin yang diatur. Diantaranya, larangan bagi peserta didik untuk membawa sepeda listrik untuk transportasi ke sekolah. Berikutnya, dijelaskan bahwa pihak sekolah berhak menyita sepeda listrik apabila peserta didik kedapatan membawa sepeda listrik ke sekolah.
Pihak sekolah juga akan memberikan teguran secara tertulis dan wali murid diharuskan menandatangani surat pernyataan agar peserta didik tidak melakukan pelanggaran lagi. Langkah terakhir, bagi peserta didik yang melanggar sebanyak tiga kali, akan disarankan untuk pindah sekolah ke lokasi terdekat.
Hariyanto juga merupakan langkah preventif bagi permasalahan dan hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada peserta didik. (yad)
GRESIK,1minute.id – Budaya literasi masih terjaga dengan baik di SMA Negeri 1 (Smansa) Gresik. Tahun ini, budaya literasi untuk para pelajarnya di sekolah yang berada di Jalan Arif Rahman Hakim, Gresik itu telah memasuki tahun kedelapan. Patut mendapatkan apresiasi karena tidak banyak sekolah yang bisa konsisten seperti di Smansa Gresik ini dalam mempertahankan kultur literasi bagi para pelajarnya tersebut. Bertahun-tahun rutin menggelar aksi literasi. Mengadakan pelatihan penulisan hingga menerbitkannya menjadi buku untuk semua siswa yang kelas X itu.
“Literasi semua hal. Literasi membaca, menulis, literasi digital dan literasi wicara,” kata Kepala SMA Negeri 1 Gresik M. Thohir saat membuka Deklarasi dan Pembekalan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) ke-8 di Aula sekolah pada Kamis, 7 Maret 2024. Literasi digital dan literasi bicara, adalah gerakan baru bagi para pelajar di sekolah unggulan itu. Sekolah mengharapkan kepada para siswa memanfaat gawai untuk tujuan positif dan menginspirasi bagi masyarakat. “Gadget yang anak- anak pegang saat gunakan dengan baik untuk literasi baca tulis juga literasi bicara. Bicara yang baik bukan bahasa sosmed,” harap mantan Kepala SMA Negeri 1 Sidayu itu.
DEKLARASI GLS : Kepala SMA Negeri 1 Gresik M.Thohir (tengah) bersama guru dan para ketua kelas gerakan literasi sekolah (GLS) di Aula Smansa Gresik pada Kamis, 7 Maret 2024 ( Foto : Smansa Gresik untuk 1minute.id)
Pembukaan GLS kedelapan diikuti oleh para pelajar kelas X ini diawali dengan Deklarasi Kesepakatan Gerakan Literasi Sekolah dengan para ketua kelas untuk penulisan artikel, esai, cerpen dan puisi atau sajak. Setelah deklarasi itu, dilanjutkan dengan sesi pembekalan. Narasumber dalam GLS kedelapan berasal dari internal atau guru Smansa Gresik serta perwakilan wali murid kelas X. Yakni, penulisan cerpen yaitu Wiwik Djubaida. Penulisan Puisi dengan pemateri Lilik Suharnani. Lilik adalah peraih Program Guru Inspirator Literasi Jawa Timur 2023 dalam Forum Indonesia Menulis di Malang. Sedangkan, penulisan esai yakni Chusnul Cahyadi, wartawan 1minute.id dan penulisan artikel yakni Jaenuri.
“GLS kedelapan tahun ini, ada yang baru kami selenggarakan yakni literasi digital dan literasi bicara,” ujar Ketua Pelaksana GLS ke-8 Smansa Gresik Lilik Suharnani. “Untuk literasi bicara, tidak wajib bagi siswa kelas X. Tapi, tetap kami umumkan supaya siswa yang berminat bisa mendaftar,” imbuhnya.
Ditempat sama, guru pembimbing dalam literasi bicara M. Dhofir mengungkapkan, literasi bicara untuk memberikan pembelajaran berbicara yang baik. “Nanti di kemas dalam program OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah). Nanti akan dibimbing oleh master of ceremony profesional. Sehingga, siswa bisa berbicara secara formal dan non formal yang baik,” kata Dhofir. “Buat konten, gunakan kalimat toyibah, ahli surga,” imbuhnya.
Smansa Gresik, salah satu sekolah unggulan di Jatim. Kegiatan literasi itu hanya satu di antara nilai plus sekolah yang dipimpin M. Thohir tersebut. Data Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) merilis TOP 1.000 SMA-SMK terbaik nasional yanh dirilis pada Maret 2023 itu, Smansa Gresik berada di urutan pertama SMA terbaik di Gresik. Sekolah berada di Jalan Arif Rahman Hakim, Gresik itu memperoleh nilai UTBK 2022 sebesar 543,396. Smansa menduduki ranking ke-49 tingkat Provinsi dan menempati urutan ke-334 secara nasional dari total 1.000 SMA di Indonesia. (yad)
GRESIK,1minute.id – Cahya Eshal Yuffandi, siswa kelas Tahfidz berhasil menyabet juara pertama lomba lukis Damarkurung di media kaus pada Rabu, 6 Maret 2024. Lomba digelar oleh Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perindag (Diskoperindag) Gresik ini digelar di Galeri Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Gresik.
Cahya Eshal Yuffandi, siswa kelas VIII UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik ini sempat grogi ketika mengikuti lomba lukis rangkaian Launching Galeri Dekranasda Gresik berada di Bandar Grissee, Kawasan heritage di Jalan Basuki Rahmat, Gresik itu. Cahya Eshal Yuffandi, grogi karena tidak sempat melakukan persiapan dalam lomba lukis media kain menggunakan cat akrilik itu. Praktis, Cahya hanya berbekal materi pembelajaran seni budaya yang diajarkan oleh gurunya yakni Sulihah dan Inggar Aditya itu.
Sebelum berangkat menuju Galeri Dekranasda Gresik, Cahya bersama 19 siswa lainnya dikumpulkan di halaman sekolah. Guru Seni Budaya Spenda Gresik Sulihah teknik melukis di media kaus itu. “Melukis di kain tidak sulit, karena kita sudah pernah diberi materi lukis di kanvas oleh guru di sekolah, tetapi yang bikin kita grogi waktu yang disediakan pendek 2 jam. Dan saya senang karena kita juara,” kata Cahya Eshal Yuffandi usai namanya diumumkan sebagai juara pertama lomba tersebut.
Dalam lomba tersebut, Cahya Eshal Yuffandi melukis tentang tradisi Pasar Bandeng yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik pada Malam 27 Ramadan. Tradisi yang sudah ratusan tahun, konon ada sejak Sunan Giri, salah satu Waliyullah itu. Damarkurung dengan latar Gapura yang ada diperbatasan antara Gresik dengan Kota Surabaya itu.
Selain Cahya Eshal Yuffandi, Sophie Della Verita, merebut runner up. Damarkurung merupakan sebuah seni khas Gresik yang biasanya muncul saat bulan Ramadan. Damar artinya pelita atau lampu sedangkan kurung dapat diartikan sebagai tempat tinggal yang mirip dengan sangkar burung. Mbah Masmundari adalah maestro pelukis Damarkurung.
Lomba lukis Damarkurung kurung ini diikuti puluhan siswa jenjang sekolah menengah pertama (SMP) di Gresik. Lomba untuk memeriahkan launching Galeri Dekranasda Gresik yang diketuai oleh Ny Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad Yani.
Menurut Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim, pihaknya mengirimkan 20 siswa untuk lomba melukis Damarkurung ini. Dari 20 siswa itu, dua diantaranya meraih juara pertama dan kedua. Juara pertama diraih oleh Cahya Eshal Yuffandi dan runner up diraih oleh Sophie Della Verita. “Cahya Eshal Yuffandi adalah siswa kelas Tahfidz,” ujar Mohammad Salim. (yad)
GRESIK,1minute.id – UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik patut mendapatkan julukan sekolah inovasi. Sekolah berada di Jalan KH Kholil 16 Gresik itu kali pertama menerapkan Program Sekolah Zero Waste dan Kantin Halal. Kini, lembaga pendidikan yang dipimpin oleh Mohammad Salim itu menggunakan absensi SpeedFace-Mini Series atau scan wajah.
Kali pertama di Gresik yang tidak lagi menggunakan sistem absensi siswa dengan mengetik nomor induk. “Absensi scan wajah untuk siswa ini pertama di Kabupaten Gresik,” kata Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim pada Rabu, 28 Februari 2024. Absensi scan wajah untuk peserta didik itu resmi gunakan setelah sepekan dilakukan ujicoba, mulai 13 Februari 2024. “Dan, hasilnya sangat efektif dan efisiensi waktu. Kini, siswa tidak bisa lagi titip absensi kehadiran,” imbuh Salim yang juga pembina musyawarah guru mata pelajar (MGMP) Agama Islam jenjang SMP ini.
Salim menceritakan, awal munculnya ide digitalisasi absensi scan wajah itu. Sebelumnya sekolah menggunakan sistem absen manual dengan mengetik nomor induk pada komputer yang berada di pintu masuk dekat pos satpam tersebut. Ada dua komputer untuk absensi siswa. Setelah absen kehadiran secara langsung terkirim ke orang tua lewat aplikasi Whatsapp Sender yang berisi pesan waktu kedatangan siswa.
“Celah (absensi ngetik nomor induk) inilah yang digunakan oleh siswa yang ingin bolos dengan cara menitipkan absen dengan memberikan nomor induk kepada teman-temannya,” terangnya. Celah itu ditemukan, kata Salim, ketika ada seorang siswa berada di depan komputer cukup lama karena membawa contekan. Berdasarkan temuan tersebut, imbuhnya, kemudian sekolah menemukan sistem absensi yang lebih akurat yaitu SpeedFace-Mini Series. “Dengan menggunakan metode scan wajah ini sudah terbukti dapat menangkal probelematika (titip absensi) ini,” ujarnya.
Absensi scan wajah ini, selain lebih akurat juga lebih cepat dibandingkan sistem lama, mengetik nomor induk siswa. Dalam absensi ini, terekam tanggal dan jam waktu absensi yang dapat di monitor orang tua siswa. “Sistem akan menolak ketika absensi diatas jam 8,” terang Salim.
Pengamatan wartawan 1minute.idsetiap siswa saat absen scan wajah tidak lebih 5 detik. Sebab, alat scan yang berukuran sekitar 10 x 20 centimeter yang ditempel di dinding sekolah dekat pos satpam itu memiliki kepekaan tajam. Dari jarak sekitar 1,5 meter wajah siswa masih terdeteksi. Berhasil atau gagal ada notifikasinya. Sejumlah siswa dengan memakai masker wajah tetap bisa dikenali oleh alat tersebut. Ada juga siswa dengan action melambaikan tangan, atau seakan berswafoto juga bisa terekam alat tersebut. Sehingga, siswa tidak perlu berhenti untuk absensi. Cukup menoleh sambil berjalan pun bisa. “Keren pak. Kayak di bandara atau di stasiun kereta,” ujar Indana Nailul Muna, siswa kelas 8-A Spenda Gresik.
Salim mengaku sistem absensi scan wajah ini mendapatkan apresiasi dari sejumlah orang tua dan alumni Spenda. Diantaranya, Prof Dr Agus. “Mereka merasa bangga kepada sekolahnya yang terus tak henti berinovasi,” kata Salim menirukan apresiasi para alumni Spenda Gresik. (yad)