MTs NU Trate Gresik Buka Kelas Internasional, Pertama di Kabupaten Gresik Jenjang Madrasah

GRESIK,1minute.id – Madrasah Tsanawiyah Nahdlatul Ulama atau MTs NU Tratee Gresik kini memiliki kelas internasional. Kelas internasional pertama untuk sekolah madrasah di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengapresiasi kebijakan sekolah berlokasi di Jalan KH Abdul Karim, Gresik. “Bangga dengan MTs NU Tratee Gresik,” kata Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah saat melakukan pemantauan Masa Taaruf Siswa Madrasah atau Matsama alias Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah pada Selasa, 16 Juli 2024.

Kelas internasional ini, lanjutnya, akan membuat siswa lulusan madrasah di MTs NU Tratee Gresik ini memiliki ilmu lebih. “Adanya kelas Internasional ini, siswa akan bisa tiga bahasa. Bisa bahasa Indonesia, Bahasa Arab dan Bahasa Inggris,” kata Wabup perempuan berlatar pendidik ini. “Seluruh murid Madrasah Insya Allah jadi anak hebat. Menguasai agama dan ilmu umum,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala MTs NU Trate Gresik Nduk Muslikhah mengatakan, pihak membuka kelas internasional setelah melakukan studi tiru di sekolah di Sidoarjo. “Dan kelas internasional ini pertama untuk sekolah Madrasah di Kabupaten Gresik,” kata Nduk Muslikhah. 

Antusiasme wali murid untuk memasukkan anak di kelas internasional sangat tinggi. “Tahun ini, kami baru buka satu kelas internasional. Dan, terisi penuh. 28 siswa,” katanya. Dalam tahun ajaran baru 2024-2025 ini, animo orang tua untuk menyekolahkan anak di MTs NU Trate Gresik cukup tinggi. “Tahun ini kami menerima siswa bsru 144 siswa.Ditengah gempuran zonasi. Alhamdulillah 5 kelas,” tegas Nduk Muslikhah.

Dibukanya kelas internasional ini, kini wali murid bisa memiliki alternatif pilihan. “Diakhir kelulusan nanti anak-anak akan dilakukan cek poin berada di level berapa,” katanya. (yad)

MTs NU Trate Gresik Buka Kelas Internasional, Pertama di Kabupaten Gresik Jenjang Madrasah Selengkapnya

Pantau MPLS Hari Kedua, Wabup Gresik Motivasi Siswa Sekolah Swasta

GRESIK,1minute.id – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS memasuki hari kedua pada Senin, 16 Juli 2024. Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah kembali melakukan pemantauan kegiatan tahun ajaran baru itu.

Hari pertama, Wabup berlatar pendidik memantau kegiatan MPLS di SD dan SMP negeri di Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik. Pada hari kedua ini, wabup perempuan pertama di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini memantau MPLS di sekolah swasta. Yakni TK/KB Adyaksa XXXIII Gresik di Jalan Jaksa Agung Suprapto dan Madrasah Tsanawiyah Nahdlatul Ulama atau NU Tratee di Jalan KH Abdul Karim, Gresik. 

Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah mengaku puas kegiatan MPLS yang sesuai dengan standar operasional prosedur atau SOP yang telah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik maupun Kementerian Agama (Kemenag) Gresik. 

Wabup Aminatun Habibah kali pertama mengunjungi TK Adhyaksa Gresik. Pada tahun ajaran baru 2024-2025 di taman kanak-kanak dibawah naungan Ikatan Adyaksa Darmarkarini atau IAD Gresik yang diketuai oleh Noviva Nana Riana ini menerima 44 anak. Kedatangan Bu Min disambut hangat puluhan bocah yang lucu dan menggemaskan itu.

Wabup Aminatun Habibah melakukan interaksi dengan para guru, serta memberikan arahan terkait pentingnya pendidikan sejak usia dini. Tidak hanya itu, Bu Min juga mengajak anak-anak bernyanyi dan berfoto bersama.

MPLS di TK Adhyaksa diisi dengan berbagai kegiatan menarik yang dirancang untuk mengenalkan anak-anak pada lingkungan sekolah mereka. “Siapa yang masih ditunggui oleh mama ke sekolah,” tanya Wabup Aminatun Habibah. Sebagaian anak mengacungkan jari telunjuknya. 

Pengakuan polos anak-anak itu membuat Bu Min tersenyum. Celotehan anak-anak membuat suasana MPLS sangat menyenangkan. Apalagi, kegiatan hari kedua itu menyenangkan. Kegiatan ini meliputi pengenalan ruang kelas, perkenalan dengan teman-teman baru, serta berbagai permainan edukatif yang bertujuan mengembangkan kreativitas dan kemampuan sosial anak.

Selepas itu, Wabup Aminatun Habibah melanjutkan kunjungannya di MTs NU Tratee Gresik. Disini istilah MPLS yang jamak dipakai, diganti menjadi Matsama (Masa Taaruf Siswa Madrasah). Dihadapan siswa baru dan para guru, Bu Min menyampaikan pentingnya Matsama sebagai tahap awal bagi siswa baru untuk mengenal lingkungan sekolah, teman-teman, serta para guru.

“Matsama bukan hanya ajang perkenalan, tetapi juga sebagai pondasi awal dalam menumbuhkan karakter dan semangat belajar siswa,” ujar Bu Min.

Tidak lupa, Bu Min juga menekankan pentingnya kesadaran akan sekolah yang ramah lingkungan dan juga ramah terhadap anak. “Kita ingin memastikan juga tentang pentingnya kesadaran akan sekolah yang ramah lingkungan dan sekolah yang ramah terhadap anak. Kita harapkan tidak ada bullying yang terjadi di lingkungan sekolah,” tegas Bu Min. 

Dalam pemantauan MPLS hari kedua ini, Bu Min didampingi Kepala Bidang Pengelolaan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama Dispendik Gresik Syifaul Qulub, Kasi Penma Kemenag Gresik Masfufah, Ketua MKKS SMP Negeri Gresik Beri Avita Prasetya serta kepala MTs NU Tratee Nduk Muslikhah.

Sementara itu, Kepala Yayasan PPNU Tratee Elvi Wahyudi, menyambut baik kunjungan Bu Min dan mengungkapkan bahwa kegiatan Matsama di sekolahnya telah dipersiapkan dengan baik untuk menyambut para siswa baru. “Tahun MTs NU Tratee Gresik membuka kelas ICP (international class programme),” kata Wahyudi. (yad)

Pantau MPLS Hari Kedua, Wabup Gresik Motivasi Siswa Sekolah Swasta Selengkapnya

Hari Pertama MPLS, Spenda Gresik Kenalkan Keunggulan sebagai Sekolah Zero Waste 

GRESIK,1minute.id – “Saya selaku wali murid menyerahkan anak saya untuk di bimbing dengan pendidikan di SMPN 2 Gresik ini. Harapan menjadi anak yang berakhkak mulia kelak, ilmunya dapat menjadi modal di masa depannya,” kata seorang wali murid kelas VII UPT SMP Negeri 2 atau Spenda Gresik.

“Semoga Spenda menjadi sekolah idaman masyarakat Gresik berprestasi dan sukses,” imbuhnya dan diamini oleh ratusan siswa peserta upacara pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS pada Senin, 15 Juli 2024.

Hari ini, semua siswa jenjang SD hingga SMA sederajat mulai masuk sekolah. Siswa baru selama 3 hari, mulai 15 hingga 17 Juli 2024 melaksanakan MPLS dimulai pukul 07.00 WIB. Semua satuan pendidikan di jenjang SMP telah mempersiapkan secara matang untuk menyambut siswa didik baru. Sekolah  berlomba memberikan kesan baik dan menyenangkan kepada anak-anak yang baru lulus di sekolah dasar itu. Mereka masih memakai seragam sekolah dasar masing-masing. Penuh warna. Tampak wajah mereka penuh senyum bahagia.

Sekolah juga mengenalkan “keistimewaan” sekolah masing-masing. Di UPT SMP Negeri 2 atau Spenda Gresik, misalnya. Sekolah berada di Jalan KH Kholil, Gresik mengusung tema ” Masa Pengenalan Sekolah yang Menyenangkan melalui aktifitas kreatif pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan sekolah”. 

“Kegiatan hari pertama (MPLS) siswa dikenakan dengan program unggulan sekolah, guru, KBM yang menarik, serta lingkungan sekolah yang aman nyaman dan menyenangkan,” kata Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim pada Senin, 15 Juli 2024.

Keunggulan sekolah, antara lain adalah sekolah zero waste, kantin halal, sekolah ramah anak. Sekolah zero waste, kata Mohammad Salim, mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik dalam acara Nawa Karsa Award 2024, Gresik Lestari yang gelar oleh Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Gresik pada Rabu, 10 Juli 2024. 

Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani kepada Mohammad Salim. “Nawa Karsa Award, Gresik Lestari,  kami menyebut 4 penghargaan bergengsi diantaranya sebagai Sekolah Zero waste, juara 1 konten tiktok , juara 2 pameran inovasi produk lingkungan dan juara 3 konten Instagram,” terang Salim.

Bagaimana dengan siswa kelas VIII dan IX ? Salim mengatakan, selama masa MPLS tetap masuk sekolah. “Bagi kelas 8 dan 9 selama MPLS diadakan kegiatan PBB (peraturan baris berbaris) yang di latih oleh Kepolisian Gresik bertempat di halaman  Mapolsek Gresik Kota di  Jalan Basuki Rahmat,” terangnya. (yad)

Hari Pertama MPLS, Spenda Gresik Kenalkan Keunggulan sebagai Sekolah Zero Waste  Selengkapnya

Wabup Gresik Aminatun Habibah Lega MPLS Tidak Ada Perpeloncohan 

GRESIK,1minute.id – Libur sekolah berakhir. Ribuan siswa jenjang SD hingga SMA sederajat mulai masuk sekolah. Siswa baru, memulai mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS pada Senin, 15 Juli 2024.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah melakukan inspeksi mendadak di tiga sekolah yakni UPT SMP Negeri 5 Gresik, UPT SD Negeri 53 Gresik dan UPT SMP Negeri 9 Gresik. Semuanya berada di Kecamatan Cerme.

Sidak dilakukan bertujuan memastikan tahun ajaran baru di setiap strata pendidikan dapat berjalan dengan baik. Tidak ada perpeloncohan. Selain itu, penerimaan siswa di setiap sekolah sesuai dengan kuota formasi yang telah ditentukan. 

“MPLS merupakan momen kebersamaan siswa siswi baru untuk dapat saling mengenal sesama teman. Terlebih mengenal guru dan lingkungan sekolah. Sehingga diharapkan nantinya proses pembelajaran berjalan dengan baik,” ujar wakil bupati perempuan pertama di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik di UPT SMP Negeri 5 Gresik.

Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah didampingi Kepala Dinas Pendidikan atau Kadispendik Gresik S.Hariyanto, Kepala Bidang Pengelolaan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama Syifaul Qulub dan Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah atau MKKS SMP Negeri Gresik Beri Avita Prasetya melanjutkan setiap guru harus bisa membuat suasana belajar yang menyenangkan. 

Sebab, suasana pembelajaran yang menyenangkan dan berkesan akan menarik minat peserta didik untuk terlibat secara aktif. Sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai maksimal. 

“Setiap guru harus mengenali potensi diri peserta didik. Membantu peserta didik dalam beradaptasi dengan sekolah. Sehingga menumbuhkan motivasi semangat dalam belajar dan mengembangkan interaksi positif antara siswa dengan warga sekolah,” harapnya. 

Tidak hanya itu, Wabup juga berharap pendidikan sekolah di Kabupaten Gresik harus layak anak. Dimana tidak ada bullying dan kekerasan. Juga sekolah yang ramah lingkungan termasuk lingkungan alam. Pada kesempatan tersebut Wabup juga menyematkan tanda peserta MPLS peserta didik baru UPT SD Negeri 53 Gresik. 

Di UPT SD Negeri 53 Gresik yang berlokasi di Perumahan Cerme Indah,  Desa Betiting, Kecamatan Cerme Wabup berpesan kepada guru untuk menerapkan proses belajar yang menyenangkan. Terutama di jenjang transisi PAUD ke SD harus bisa baca tulis dan berhitung (Calistung). 

“Ini tidak boleh dipaksa untuk sudah bisa Calistung, termasuk yang baru masuk di kelas 1 SD. Setidaknya harus diberikan waktu atau toleransi, ” tandasnya. (yad)

Wabup Gresik Aminatun Habibah Lega MPLS Tidak Ada Perpeloncohan  Selengkapnya

Rancang Kostum Daur Ulang hingga Gerakan, Siswa UPT Negeri 31 Gresik Jawara Yel_yel Nawa Karsa, Gresik Lestari Award 2024

GRESIK,1minute.id – Nawa Karsa Award Gresik Lestari menjadi penutup puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di helat Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro atau WEP pada Rabu, 10 Juli 2024.

Sejumlah kegiatan memeriahkan acara yang diinisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Gresik yang dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah itu. 

Diantara kegiatan untuk memeriahkan acara tersebut adalah kompotesi yel-yel bertemakan Lingkungan Hidup untuk kader lingkungan. Tim juri dari kompetesi itu menetapkan kader lingkungan dari UPT SMP Negeri 31 Gresik sebagai jawara. 

Di kompetesi Yel-yel, kader lingkungan yang semuanya siswa di sekolah yang dipimpin oleh Miko Dani Asmoro memakai kostum daur ulang. Mereka mendesain sendiri kostum itu.

Menurut guru pembina UPT SMP Negeri 31 Gresik Misri Astuti, siswa bersama semua guru harus lembur membuat kostum daur ulang tersebut.

“Anak-anak all out tampilnya. Busana yang ditampilkan juga kreasi daur ulang made in sendiri. Jadi bapak ibu guru semuanya terlibat dan anak-anak untuk mendaur ulang jadi kostumnya luar biasa,” ujar Misri Astuti pada Kamis, 11 Juli 2024.

FOTO BARENG : Siswa dan guru UPT SMP Negeri 31 Gresik foto bersama usai acara Nawa Karsa Award, Gresik Lestari di depan gedung WEP pada Rabu, 10 Juli 2024 ( Foto : istimewa)

Ia pun mengaku tidak menyangka, dalam kompetesi ini bisa meraih menjadi yang terbaik. “Pesertanya sangat banyak. Dan semuanya baik-baik. Saya tidak menyangka anak-anak bisa menjadi juara,” katanya. Raihan positif dalam kompetisi Yel-yel Lingkungan ini semakin melengkapi keberhasilan yang diraih sekolah berada di Dusun Dadelrejo, Desa Pacuh, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik itu.

Sebab, sebelumnya sekolah berada di ujung barat berbatasan antara Gresik-Lamongan dan Mojokerto itu telah meraih predikat sekolah Adiwiyata Mandiri pada 2022 lalu. “Kalau Adiwiyata itu mah nggak bisa sendiri..one man show. Ya, tahun nabung kegiatan l, nabung menciptakan lingkungan yang bersih ramah anak itu terbayar itu itu luar biasa,” tegas Misri Astuti berapi-api. 

Seperti diberitakan, Dinas Lingkungan Hidup Gresik menggelar Nawa Karsa Award 2024. Dalam gelaran itu, organisasi perangkat daerah atau OPD bertanggungjawab tentang menjaga kualitas dan kelestarian lingkungan di Kota Industri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini menggelar sejumlah kegiatan. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang hadir bersama Wakil Bupati Aminatun Habibah mengajak semua stakeholder untuk menjaga dan melestarikan lingkungan di kabupaten seluas 1.137 kilometer persegi dengan jumlah penduduk 1,3 juta jiwa ini.

“Pelestarian lingkungan ini membutuhkan komitmen bersama, bagaimana langkah kita dalam menjaga kelestarian lingkungan di daerah. Melalui Nawa karsa Award: Gresik Lestari ini, mudah-mudahan menjadi spirit bersama dalam satu ekosistem (industri, masyarakat, pemerintah) untuk terus memperhatikan isu lingkungan yang ada di sekitar. Termasuk di lingkungan sekolah, kita ingin sekolah adiwiyata juga semakin banyak,” kata Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. (yad)

Rancang Kostum Daur Ulang hingga Gerakan, Siswa UPT Negeri 31 Gresik Jawara Yel_yel Nawa Karsa, Gresik Lestari Award 2024 Selengkapnya

Mengorkestrasi Mitigasi Banjir Kali Lamong, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Raih Magister Manajemen Bencana dari Unair Surabaya 

GRESIK,1minute.id – Gelar Fandi Akhmad Yani, Bupati Gresik bertambah yakni Magister Manajemen Bencana atau M.MB. Gelar itu berasal Universitas Airlangga atau Unair Surabaya itu baru sematkan pada Sabtu, 14 Juni 2024.

Di Kota Industri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini, belum banyak pascasarjana menyandang gelar M.MB ini. Namun, Fandi Akhmad Yani memilih program studi yang tergolong langka tersebut. Butuh waktu tiga tahun, orang pertama di Kantri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini meraih gelar Magister Manajemen Bencana itu. Fandi Akhmad Yani tercatat di Prodi Manajemen Bencana angkatan 2020/2021.

Gus Yani-sapaan akrab-Fandi Akhmad Yani mengajukan penelitian untuk tesis program magister ini dengan judul “Model Kebijakan Mitigasi Bencana Secara Berkelanjutan: Banjir Kali Lamong Kabupaten Gresik”.

Banjir Kali Lamong di Gresik Selatan meliputi Kecamatan Balongpanggang, Benjeng, Cerme, Kedamean, Menganti, hingga hilirnya di perbatasan Surabaya-Kebomas, Kabupaten Gresik menjadi objek penelitian karena sudah puluhan tahun selalu terjadi terutama musim hujan. Dalam kurun waktu 50 tahun lahirnya pemerintah kabupaten atau Pemkab Gresik dipimpin sebanyak sembilan Bupati dan tiga penjabat Bupati Gresik persoalan banjir Kali Lamong belum bisa teratasi.

Fandi Akhmad Yani sejak menjabat sebagai Bupati Gresik mulai 21 Februari 2021 memimpin langsung mitigasi bencana Kali Lamong itu. Ia membulatkan niat melakukan percepatan penanganan banjir Kali Lamong. Rencana dan aksi telah maktub dalam Rencana pembangunan Jangka Menengah Daerah atau RPJMD Kabupaten Gresik 2021-2026.

Sungai Kali Lamong memiliki luas Daerah Aliran Sungai atau DAS lebih kurang 720 kilometer persegi atau km² dengan panjang alur sungai lebih kurang 103 kilometer serta memiliki 7 anak sungai. Lebih kurang 58 kilometer dari 103 kilometer panjang alur

Sungai Kali Lamong itu melintas di Kabupaten Gresik. Panjang alur sungai Kali Lamong mengalir jauh mulai dari Kecamatan

Balongpanggang, Benjeng, Cerme, hingga Kecamatan Kebomas berbatasan dengan Kota Surabaya.

Selain itu letak geografis Gresik yang dataran rendah membuat air Kali Lamong sering meluap setiap tahun. Penyebab Kali Lamong meluap ditengarai curah hujan tinggi, ditambah kondisi badan sungai menyempit dan adanya pendangkalan. 

Dengan kata lain, penyebab yang utama adalah adanya kemerosotan kualitas lingkungan yang menyebabkan ancaman banjir. Hal tersebut terlihat dari permasalahan Daerah Pengaliran Sungai atau DPS Kali Lamong pada musim kemarau memiliki debit sebesar 250 meter kubik per detik, sedangkan debit di musim hujan sebesar 700 meter kubik per detik. 

Selain permasalahan DPS, luasan area penghijauan di DAS Kali Lamong berkurang akibat adanya pengembangan kawasan budidaya. Kali Lamong menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai atau BBWS Bengawan Solo yang kantor di Pabelan, Surakarta, Jawa Tengah. 

Di era Fandi Akhmad Yani ini, BBWS Bengawan Solo mau berbagi peran dengan Pemkab Gresik. BBWS Bengawan Solo membangun tanggul dan parapet. Pemkab Gresik melakukan normalisasi dengan melebar dan memperdalam alur Kali Lamong.

“Kita tidak menghilangkan banjirnya. Tapi yang kita lakukan mengurangi dampak banjir bagi warga terdampak,” ujar Bupati Fandi Akhmad Yani pada suatu kesempatan. (yad)

Mengorkestrasi Mitigasi Banjir Kali Lamong, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Raih Magister Manajemen Bencana dari Unair Surabaya  Selengkapnya

Lulus 100 Persen, Siswa UPT SMP Negeri 2 Gresik Dapat Pembekalan Akhir untuk Membahagiakan Ortu. Begini Caranya!

GRESIK,1minute.id – Ratusan siswa UPT SMP Negeri 2 atau Spenda Gresik itu semringah. Sebab, mereka telah dinyatakan lulus. Pengumuman kelulusan dilakukan secara online melalui website sekolah pada Senin, 10 Juni 2024 sekitar pukul 10.00 WIB.Mereka pun bersyukur. 

Sehari pascapengemumuman kelulusan, sekolah yang dipimpin oleh Mohammad Salim itu, mengumpulkan mereka di halaman sekolah di Jalan KH Kholil Gresik itu pada Selasa, 11 Juni 2024.

Sebanyak 252 siswa kelas IX yang baru lulus  berkumpul untuk mendapatkan pembekalan akhir dari sekolah dengan menghadirkan Kepala Kepolisian Sektor atau Kapolsek Kota Gresik Iptu Suharto.

Pada kesempatan itu, Iptu Suharto, memberikan wejangan kepada siswa yang baru lulus itu. Suharto mengatakan siswa wajib bisa membahagiakan orang tuanya dengan cara fokus untuk mencapai cita-cita dan menjaga diri dari pergaulan yang negatif. “Perbanyak ibadah dan doa guna mendukung tercapainya sukses kelak,” kata polisi dengan dua balok di pundak itu.

Polisi berpenampilan santun itu pun mengingatkan kembali terkait himbauan sekolah kepada siswa yang baru lulus tersebut bila menginginkan orang tua bahagia. “Menjaga kamtibmas.Bila siswa melanggar maka akan di proses sesuai peraturan dan tata tertib yang berlaku,” katanya meningkatkan. 

Lalu, apa himbauan dari sekolah kepada siswa yang baru lulus itu? Yaitu, siswa dilarang merayakan kelulusan dengan aksi corat-coret ;  Siswa dilarang merayakan kelulusan dengan aksi konvoi ; Siswa dilarang merayakan kelulusan dengan aksi kegiatan lain yang menimbulkan kerumunan serta mengganggu ketertiban umum.

Sementara itu, Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim menyatakan rasa terima kasihnya kepada Kepolisian Sektor Kota Gresik. “Alhamdulillah terima kasih kepada pak Kapolsek Gresik kota Iptu Suharto atas kesediaanya hadir memberikan pengarahan kepada siswa ini wujud kerja sama yang baik terjalin antara sekolah dan kepolisian,” kata Salim.

Ia melanjutkan tahun ini seluruh siswa kelas IX yang berjumlah 252 siswa lulus seratus persen. “Semoga mereka diterima dan berprestasi di sekolah SMA atau SMK yang diinginkan,” lanjut Salim dan disambut ucapan amin secara serentak oleh seluruh siswa. (yad)

Lulus 100 Persen, Siswa UPT SMP Negeri 2 Gresik Dapat Pembekalan Akhir untuk Membahagiakan Ortu. Begini Caranya! Selengkapnya

Bullying Verbal yang Dialami oleh Remaja

Oleh : Audina Absari *

KASUS bullying yang terjadi akhir-akhir ini sangat menghawatirkan. Tidak hanya dikalangan orang dewasa, tetapi sudah masuk pada ranah remaja. Menurut Komnas HAM (Hak Asasi Manusia) menyatakan bahwa bullying adalah sebagai suatu bentuk kekerasan fisik dan psikologis berjangka Panjang yang dilakukan seseorang atau kelompok terhadap seseorang yang tidak mampu mempertahankan diri dalam situasi ada hasrat untuk melukai atau menakuti orang atau membuat orang tertekan, trauma atau depresi dan tidak berdaya. 

Kebiasaan pengeroyokan sebagai bentuk main hakim sendiri dalam menyelesaikan pertikaian atau konflik juga tampak sangat kuat di kalangan pelajar. Salah satu jenis bullying yang sering kali dilakukan yaitu bullying verbal. Bullying verbal yang sering terjadi di kalangan remaja saat ini menjadi fenomena sosial yang sangat meresahkan. 

Bullying verbal adalah suatu tindakan atau perilaku yang dilakukan oleh suatu individu kepada individu tertentu dengan menggunakan kata-kata kasar, ancaman, celaan, ataupun ejekan secara sengaja dan berulang. Hal ini menyebabkan kebanyakan dari korban bullying verbal cenderung mengalami dampak psikologis dan perlu adanya penanganan yang serius kepada korban agar korban tidak mengalami trauma yang akan menyebabkan terjadinya hal yang tidak diinginkan kedepannya.

Perlu sekali adanya arahan-arahan baik nantinya yang akan merubah sikap remaja tersebut. Pentingnya pendidikan yang diberikan oleh para guru yang ada di sekolah, karena sekolah merupakan ladang ilmu bagi siswa sebagai tempat belajar. 

Sebagaimana yang tertuang dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 1 ayat 1 yang menyatakan bahwa “pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan negara. 

Akan tetapi, terkadang sekolah menjadi tempat yang menakutkan bagi peserta didik disebabkan karena penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh temannya sendiri yaitu tindakan bullying.

Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Wibowo (2021), bullying tidak juga hanya dilakukan dengan kekerasan, melainkan bisa juga dilakukan dengan mengejek, memaki, menghakimi dan menggosipi orang lain. Beberapa korban bullying memiliki karakter yang berbeda dengan yang lainnya, seperti selalu cemas, tidak percaya diri, dan memiliki kemampuan bersosialisasi yang kurang. 

Siswa mempunyai hak untuk mendapat pendidikan dalam lingkungan yang aman dan bebas dari rasa takut. Pengelola Sekolah dan pihak lain yang bertanggung jawab dalam penyelengaraan pendidikan mempunyai tugas untuk melindungi siswa dari intimidasi, penyerangan, kekerasan atau gangguan. Tindakan bullying mengakibatkan konsentrasi siswa berkurang, kehilangan percaya diri, stres dan sakit hati, trauma berkepanjangan, membalas bullying, merasa tidak berguna, kasar dan dendam, berbohong dan takut kesekolah.

Menurut Komnas HAM menyatakan bahwa bullying adalah sebagai suatu bentuk kekerasan fisik dan psikologis berjangka panjang yang dilakukan seseorang atau kelompok terhadap seseorang yang tidak mampu mempertahankan diri dalam situasi ada hasrat untuk melukai atau menakuti orang atau membuat orang tertekan, trauma atau depresi dan tidak berdaya. Kebiasaan pengeroyokan sebagai bentuk main hakim sendiri dalam menyelesaikan pertikaian atau konflik juga tampak sangat kuat di kalangan pelajar.

Dari data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada Oktober 2023, kasus kekerasan terhadap anak adalah sebanyak 1.478 kasus, dengan rincian kasus terbanyak adalah anak korban kejahatan seksual sebanyak 615 kasus, anak korban kekerasan fisik/psikis sebanyak 303 kasus, anak berkonflik hukum sebanyak 126 kasus, dan anak korban eksploitasi ekonomi/seksual sebanyak 55 kasus.

Sedangkan sepanjang Januari sampai dengan Desember 2022, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mencatatkan jumlah perempuan korban kekerasan yang melaporkan kasusnya dan ditangani adalah sebesar 32.687 dengan rincian 25.053 korban.

Bullying verbal pada remaja rata-rata dialami dalam bentuk cemooh yang dilontarkan oleh temannya. Pelaku yang melakukan tindakan bullying ini mungkin saja hanya menganggap hal itu sepele hanya untuk bercanda dan bersenang-senang saja. Tetapi bagi korban yang menerima perlakuan ini tidak bisa dijadikan candaan. 

Karena setiap orang memiliki pemikiran yang tidak sama dan kondisi mental yang berbeda-beda pula. Hal ini bisa saja menimbulkan dampak yang serius bagi korban. 

Dengan cemoohan yang diterimanya itu, korban akan susah untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya dan menjadi orang yang cenderung pendiam. Korban akan merasa selalu salah saat melakukan sesuatu. Sehingga hal tersebut akan menjadi beban pikiran bagi korban.

Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi seseorang melakukan tindakan bullying verbal :

1.  Lingkungan Keluarga

Lingkungan keluarga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi seseorang yang menyebabkan tindakan bullying itu bisa terjadi. Lingkungan keluarga yang buruk misalnya orang tua yang sering bertengkar dan melakukan tindakan agresif didepan anak akan mendorong anak mereka untuk melakukan tindakan bullying kepada orang-orang yang ada disekitarnya. 

Selain itu, adanya komunikasi atau hubungan yang buruk antara orang tua dan anak juga menjadi faktor perlakuan bullying dapat terjadi. Hal tersebut dikarenakan anak akan merasa kurang kasih sayang yang didapat dari orang tuanya sehingga dia akan menjadi anak yang selalu ingin diperhatikan dan ingin dimengerti oleh orang yang ada disekitarnya, dan jika keinginaannya itu tidak diperhatiakan/ tidak dituruti, maka anak tersebut bisa saja melakukan tindakan bullying tersebut.

2.  Pengaruh Teman Sebaya

Adanya mengaruh dari teman sebaya menjadi faktor yang sering kali terjadi kepada seseorang untuk melakukan tindakan bullying. Dorongan atau ajakan dari teman sebaya terutama teman yang tidak baik menjadikan seseorang tersebut berani karena mereka merasa kuat yang tentunya akan membentuk suatu kelompok, dimana mereka akan bersama-sama merasa berkuasa pada suatu lingkungan. Tentunya mereka bisa saja melakukan tindakan bullying kepada teman yang dianggap posisinya dibawah mereka.

3.  Pengalaman Kekerasan

Dengan adaya riwayat/ pengalaman kekerasan yang pernah dirasakan oleh seseorang akan menjadikan orang tersebut melakukan tindakan bullying kepada orang lainnya karena dia merasa orang lain harus merasakan apa yang dia rasakan juga. (*)

Artikel Ditulis Oleh :

Audina Absari, Mahasiswa Universitas Airlangga Surabaya, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Jurusan Antropologi. 

Bullying Verbal yang Dialami oleh Remaja Selengkapnya

Dampak Nilai Indeks Prestasti Terhadap Mental Mahasiswa

Oleh :  Muhammad Nawfal Haqqani*

PENDAHULUAN

Nilai indeks prestasi merupakan hal yang sangat penting bagi mahasiswa karena nilai indeks mewakili proses yang dilakukan mahasiswa tersebut. Pendidikan tinggi dianggap sebagai langkah penting dalam pengembangan pribadi dan sosial. 

Dalam konteks pendidikan tinggi, indikator yang biasa digunakan untuk mengukur keberhasilan akademik seorang mahasiswa adalah Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Nilai indeks prestasi mencerminkan tingkat keberhasilan mahasiswa dalam menyelesaikan mata kuliah dan program yang diikutinya.

Selain itu, nilai indeks prestasi juga berperan penting dalam menentukan apakah seorang mahasiswa dapat menerima beasiswa, magang, bekerja, atau melanjutkan studi ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Namun, selain berdampak praktis terhadap pengambilan keputusan, nilai indeks prestasi juga mempunyai dampak besar terhadap aspek mental dan kesehatan mahasiswa. Di era persaingan yang semakin ketat, mahasiswa seringkali merasa tertekan untuk mencapai hasil yang tinggi dalam studinya. 

Hal ini dapat menimbulkan tekanan psikologis yang signifikan sehingga dapat membahayakan kesehatan mental siswa. Perasaan stres, cemas, depresi bahkan rendah diri bisa muncul ketika mahasiswa merasa terlalu fokus pada nilai indeks prestasinya. 

Dampak mental dari stres ini dapat mempengaruhi kemampuan belajar, kesehatan fisik, bahkan dapat berujung pada putus kuliah. Oleh karena itu, penting untuk memahami lebih dalam bagaimana nilai indeks preastasi dapat mempengaruhi kesehatan mental siswa.

Penelitian lebih lanjut mengenai topik ini akan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang dampak nilai indeks prestasi terhadap kesehatan mental mahasiswa. Dengan pemahaman yang lebih baik ini, institusi pendidikan, pelajar, dan pemangku kepentingan lainnya dapat mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengurangi stres tidak sehat terkait kinerja akademik, sekaligus meningkatkan dukungan. Dukungan dan sumber daya tersedia untuk menjaga kesehatan mental siswa.

PEMBAHASAN

Indeks prestasi atau yang biasa dikenal dengan IP atau IPK sangat penting bagi siswa karena memiliki dampak yang signifikan terhadap karir dan perkembangan akademik mereka. Nilai indeks adalah cara utama untuk mengukur tingkat pembelajaran siswa. Ini mencerminkan tingkat pemahaman siswa, penyerapan materi, dan kemampuan untuk menerapkan pengetahuan ini pada ujian dan tugas. 

Banyak institusi pendidikan yang mempunyai persyaratan nilai indeks minimum yang harus dipenuhi siswanya untuk lulus. Oleh karena itu, nilai indeks yang buruk dapat menghambat kemampuan mahasiswa untuk lulus. Selain itu, banyak beasiswa perguruan tinggi bergantung pada nilai indeks siswa. Siswa dengan nilai indeks tinggi lebih mungkin menerima bantuan keuangan dalam bentuk beasiswa yang dapat membantu meringankan beban biaya kuliah. 

Banyak juga perusahaan dan organisasi mempertimbangkan masalah kekayaan intelektual ketika merekrut calon karyawan, nilai indeks yang baik dapat membantu mahasiswa memenangkan persaingan di dunia kerja. IPK yang baik dapat membantu siswa maju dalam karir mereka. 

Dalam beberapa kasus, untuk dapat diterima di program magister atau doktoral, nilai indeks yang tinggi diperlukan. Untuk mencapai nilai indeks yang tinggi, diperlukan kedisiplinan, manajemen waktu, dan kemampuan belajar yang baik; mempertahankan nilai indeks yang tinggi dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan penting ini, dan membangun kepercayaan diri. 

Namun, tekanan untuk mempertahankan IPK yang tinggi juga bisa menimbulkan stres yang berlebihan. Nilai indeks adalah rata-rata dari semua nilai dalam mata kuliah yang kita pilih; mempertahankan nilai indeks yang baik dapat membantu kita mencapai tujuan akademik kita. Kita harus menghindari menunda pekerjaan jika kita ingin mendapatkan nilai indeks terbaik. 

Untuk menghindari stres saat pelajaran selesai, mulailah mengerjakan pekerjaan rumah dan belajar dalam waktu yang cukup. Luangkan waktu untuk membaca dan memahami materi pelajaran; jika Anda perlu, buat catatan, garis bawahi, atau rangkum untuk membantu Anda memahami lebih baik informasi. 

Belajar kelompok, yang melibatkan kolaborasi dan diskusi dengan teman, dapat membantu orang yang tidak dapat belajar secara mandiri. Jangan sungkan untuk bertanya jika Anda mengalami kesulitan dalam suatu mata pelajaran. Mengatur waktu dengan baik dapat membantu mengurangi stres dan kelelahan karena mahasiswa sering memiliki banyak tuntutan, seperti kuliah, tugas, pekerjaan paruh waktu, kegiatan ekstrakurikuler, dan kehidupan sosial. Siswa dapat memperbaiki kebiasaan menunda-nunda dengan mengatur waktu mereka. 

Dengan memiliki jadwal yang jelas, siswa dapat mengalokasikan waktu tertentu untuk mengerjakan pekerjaan rumah dan menghindari pola pikir “saya akan mengerjakannya nanti”. Dengan merencanakan kegiatannya secara matang, mahasiswa dapat meningkatkan produktivitasnya. Mereka dapat menentukan waktu terbaik untuk berkonsentrasi dan belajar, sehingga dapat bekerja lebih efektif. 

Manajemen waktu juga membantu siswa merencanakan tujuan jangka panjang mereka. Dengan menentukan apa yang perlu mereka capai dalam jangka waktu tertentu, mereka dapat mengambil langkah-langkah spesifik untuk mencapai tujuan tersebut. 

Dengan mengatur waktu dengan baik, siswa dapat mengurangi tingkat stres, meningkatkan kualitas tidur, dan memiliki lebih banyak waktu untuk melakukan aktivitas favoritnya di luar kampus. Untuk mengatur waktu secara efektif, siswa dapat menggunakan alat seperti kalender, aplikasi perencanaan, atau daftar tugas. 

Dengan mengatur waktu mereka dengan baik, siswa dapat meningkatkan prestasi akademik dan kualitas hidup mereka secara keseluruhan. Siswa dapat menurunkan stres, tidur lebih baik, dan memiliki lebih banyak waktu untuk melakukan aktivitas di luar kampus yang mereka sukai dengan mengatur waktu dengan baik. 

Mereka dapat menggunakan alat seperti kalender, aplikasi perencanaan, atau daftar tugas untuk membantu mereka mengatur waktu dengan baik, dan ini dapat meningkatkan prestasi akademik mereka dan kualitas hidup mereka secara keseluruhan. 

Selain itu, organisasi mahasiswa sangat memengaruhi pendidikan siswa. Organisasi memberi siswa berbagai manfaat penting dalam pertumbuhan pribadi, akademik, dan sosial mereka. Organisasi memberi mereka kesempatan untuk belajar berbagai keterampilan, seperti kolaborasi, komunikasi, kepemimpinan, dan manajemen waktu. Ini dapat membantu mereka menjadi lebih mahir dan siap menghadapi tantangan di dunia nyata. 

Mahasiswa dan anggota kelompoknya memiliki kesempatan untuk menerapkan apa yang mereka pelajari dalam lingkungan akademik dalam lingkungan yang nyata. 

Hal ini membantu membangun jaringan sosial yang dapat membantu dalam karier, memberikan dukungan, dan peluang kerja sama. Banyak organisasi kemahasiswaan menawarkan peluang kepemimpinan, seperti menjadi presiden klub atau koordinator acara. 

Peluang ini membantu siswa belajar keterampilan kepemimpinan dan mempersiapkan mereka untuk peran kepemimpinan di masa depan. Siswa mendapat manfaat dari bergabung dengan organisasi kemahasiswaan karena membantu mereka menemukan keseimbangan antara pendidikan dan kehidupan sosial. 

Hal ini dapat meningkatkan kualitas hidup siswa dan mengurangi stres mereka. Organisasi kemahasiswaan seringkali menyediakan berbagai klub, komite, dan kegiatan yang memungkinkan siswa untuk mengeksplorasi minat dan keahlian mereka di luar kelas. 

Berpartisipasi dalam organisasi kemahasiswaan dapat memberikan rasa puas dan pencapaian. Banyak lembaga mahasiswa mengambil bagian dalam kegiatan amal atau kesadaran sosial, yang dapat membantu siswa menjadi warga negara yang lebih sadar diri dan bertanggung jawab. 

Aktivitas dan pencapaian siswa dalam organisasi kemahasiswaan dapat meningkatkan profil dan resume mereka di LinkedIn, membuat mereka lebih menarik bagi calon pemberi kerja. Selain itu, koneksi yang dibuat dalam organisasi dapat membantu mereka menemukan peluang karir di masa depan. (*)

Artikel Ditulis Oleh :

Muhammad Nawfal Haqqani, Mahasiswa  Universitas Airlangga Surabaya, Jurusan  Antropologi, Fakultas  Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. 

Dampak Nilai Indeks Prestasti Terhadap Mental Mahasiswa Selengkapnya

Pergaulan Bebas Pada Remaja

Oleh : Nerina Khulud*

MASA remaja merupakan periode yang sangat vital, penuh tantangan, dan rawan, karena jika seseorang tidak melewati masa remajanya dengan baik, dapat berakibat pada kesulitan dalam perjalanan hidup di masa yang akan datang.

Sebaliknya, apabila masa remaja dijalani dengan penuh prestasi, melibatkan kegiatan yang produktif dan berhasil, sebagai persiapan untuk tahapan kehidupan selanjutnya, maka ada peluang besar untuk meraih kesuksesan dalam perjalanan hidupnya. 

Pada fase ini, emosi remaja seringkali tidak stabil dan mudah dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya. Untuk itu, keberadaan dukungan dan arahan dari orang tua menjadi sangat esensial agar mereka dapat melalui fase pencarian identitas dengan orientasi yang lebih positif. 

Secara lebih luas, pergaulan bebas juga dapat dijelaskan sebagai tindakan perbuatan yang melanggar norma-norma sosial dan syariat. Di Indonesia, nilai dan norma-norma ini didasarkan pada budaya, suku, agama, dan jenis gender, yang membatasi perilaku dan sikap sesuai dengan norma aturan yang berlaku dalam kehidupan disekitar atau sosial. 

Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Irwan pada tahun 2018, pergaulan bebas dapat disebut sebagai tindakan interaksi antarindividu atau antarkelompok yang melampaui batasan-batasan yang diharapkan, kewajiban, prasyarat, aturan, dan hati nurani.

Pergaulan bebas pun dapat diinterpretasikan  dengan suatu tindakan menyeleweng yang kerap kali berseberangan norma-norma syariat maupun norma kesopanan. Pergaulan bebas seringkali dikaitkan dengan aktivitas ‘‘dugem‘‘ (Dunia Gemerlap), yang secara umum dikenal sebagai tempat di mana penggunaan narkoba sering terjadi. Fenomena ini juga sering terkait dengan praktik seks bebas, yang dapat menyebabkan penyebaran HIV/AIDS. 

Pada periode ini, peran orang tua memiliki signifikansi yang besar dalam upaya mencegah anak-anak dari terlibat dalam lingkungan sosial yang tidak positif. Periode remaja menandai transisi dari masa kanak-kanak menuju kedewasaan, di mana individu secara aktif mengeksplorasi dan mencari identitas diri, seringkali mengikuti perilaku orang yang mereka kagumi, mengikuti tren terkini, dan dipengaruhi oleh apa yang mereka alami sehari-hari. 

Oleh karena itu, bagi dosen/guru, orang tua, dan kawasan sekitar kita memiliki tanggung jawab untuk memberikan pengaruh positif dalam kehidupan mereka. Dengan memberikan dukungan yang positif, kita dapat membantu mereka menjadi remaja yang bisa menjadi kebanggaan orang tua, bahkan menjadi generasi bangsa yang unggul, dengan dampak positif yang berkelanjutan dalam kehidupan mereka di masa depan.

Remaja mengakui bahwa tujuan utama mereka dalam mencari hiburan adalah untuk mengatasi stres, meredakan kecemasan, dan menghilangkan perasaan yang mengganggu ketenangan batin mereka. Ini menunjukkan bahwa kegiatan hiburan menjadi cara mereka untuk mencari keseimbangan dan ketenangan di tengah-tengah tekanan dan tuntutan kehidupan sehari-hari. 

Berbagai elemen yang dapat memicu pergaulan bebas pada remaja, sebagaimana ditegaskan oleh Anwar, Martunis, Fajriani (2019), melibatkan sejumlah faktor.

Redupnya taraf pendidikan dalam lingkungan keluarga, adanya keadaan keluarga yang terpecah (broken home), situasi ekonomi keluarga yang kurang menguntungkan, kurangnya pemahaman terhadap nilai-nilai agama, penyalahgunaan internet, pengaruh dari lingkungan sekitar, kurangnya kontrol diri, dan gaya hidup, merupakan elemen-elemen utama yang mampu memicu pergaulan bebas di tengah remaja. 

Semua faktor ini memiliki keterkaitan yang erat dan dapat memberikan sumbangan terhadap munculnya perilaku pergaulan bebas pada remaja.

A. Faktor Internal

Faktor internal merupakan elemen yang timbul dari dorongan dan aspirasi individu itu sendiri. Kepribadian seseorang dapat dipengaruhi oleh beragam faktor, menekankan pentingnya pembentukan karakter, watak, dan pendidikan karakter.

1) Aspek perkembangan alat seksual (biologis)

Modifikasi pada organ seksual (biologis) menjadi salah satu petunjuk perubahan pada remaja yang dapat diamati secara eksternal, sehingga transformasi ini dapat terlihat secara visual oleh orang lain.

Konsep ini sejalan dengan pandangan Purwoko yang menekankan bahwa perilaku menyimpang pada remaja dapat dipengaruhi oleh kualitas pribadi remaja, masuk kepada ketidakseimbangan dalam perkembangan emosional, hambatan dalam pembentukan hati nurani, dan kekurangan dalam mengelola waktu luang.

2) Aspek Motivasi Fase Remaja

Merupakan segmen waktu di mana suatu individu menghadapi realitas kehidupan dan mengalami transisi dari fase anak-anak menuju remaja, yang kemudian berlanjut hingga kedewasaan.

B. Faktor Eksternal

Faktor eksternal adalah elemen yang berasal dari lingkungan eksternal individu dan memiliki potensi mendorong remaja untuk terlibat dalam pergaulan bebas. Dua aspek yang memengaruhi hal ini melibatkan:

1) Aspek Keluarga

Komunikasi dalam lingkup keluarga sangatlah penting, terutama antara orang tua dan anak remaja. Melalui komunikasi, orang tua dapat memahami keinginan dan harapan anak remaja, menciptakan saling pengertian, serta memberikan dukungan dalam menghadapi berbagai persoalan. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk membuka jalur komunikasi dengan anak remaja agar dapat memberikan dukungan yang dibutuhkan.

2) Aspek Pergaulan Bagi remaja

Adanya sahabat memiliki peran yang sangat penting dan kerap dianggap sebagai suatu kebutuhan esensial. Dorongan untuk membina hubungan persahabatan dan membentuk kelompok teman sebaya bisa diartikan sebagai usaha untuk tidak sepenuhnya tergantung pada orang dewasa atau sebagai bentuk interaksi sosial yang dinamis. Jika remaja terlibat dalam kelompok teman sebaya yang berpengaruh buruk, hal tersebut dapat mendorong mereka keperilaku yang tidak diinginkan. 

Media massa, melibatkan tv, koran, telepon genggam, dan web internet, sering kali diartikan secara keliru oleh kelompok remaja dalam rutinitas keseharian mereka pergaulan remaja pada masa kini menimbulkan keprihatinan, terutama dengan meningkatnya pergaulan bebas yang berpengaruh pada perilaku hubungan seks bebas. (*)

Artikel Ditulis Oleh :

Nerina Khulud, Mahasiswa Universitas Airlangga Surabaya, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Prodi Antropologi

Pergaulan Bebas Pada Remaja Selengkapnya