Lantik 55 Kepala Sekolah, Bupati Gresik : Titip Sekolah Ramah Anak, No Bullying & Radikalisme

GRESIK,1minute.id –  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengambil sumpah dan melantik 55 kepala sekolah serta 21 pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Senin, 5 Januari 2026.

Puluha kepala sekolah yang dilantik, terdiri dari 53 kepala Sekolah Dasar (SD) dan 2 kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pelantikan kepala sekolah ini dilaksanakan berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 7 Tahun 2025, yang menggantikan Permendikbud Nomor 40 Tahun 2021 tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah.

Penerapan regulasi tersebut bertujuan untuk mengisi kekosongan jabatan kepala sekolah yang terjadi di sejumlah satuan pendidikan. Kondisi kekosongan kepala sekolah ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Gresik, tetapi juga hampir di seluruh wilayah Indonesia, sehingga diperlukan percepatan pengisian jabatan melalui mekanisme berbasis merit.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menjelaskan bahwa seluruh kepala sekolah dan pejabat fungsional yang dilantik telah melalui proses seleksi yang komprehensif, mulai dari manajemen talenta, uji kompetensi, hingga penelusuran rekam jejak. Selain itu, aspek jarak tempat tinggal dengan lokasi kerja juga menjadi pertimbangan dalam penempatan.

“Panjenengan semua terpilih sesuai dengan hasil manajemen talenta dan nilai uji kompetensi yang sudah memenuhi syarat. Tapi saya juga melihat latar belakang pendidikan serta jarak rumah dengan tempat tugas. Kami tidak ingin jarak penempatan menjadi alasan menurunnya integritas dan kinerja,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani.

Ia berpesan agar mengelola sekolah secara profesional dan akuntabel, baik dalam pengelolaan administrasi maupun pengelolaan anggaran pendidikan, seperti bantuan operasional sekolah daerah maupun nasional (BOSDAdan BOSNAS). Selain itu, juga mengistruksikan membangun kerja sama yang solid antara kepala sekolah dan para guru guna menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.

“Titip sekolah ini menjadi sekolah ramah anak. Tidak ada bullying, tidak ada radikalisme. Mudah-mudahan Bapak-Ibu menjadi guru yang terus dicintai oleh murid-muridnya,” pesan Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

Dalam pelantikan tersebut, sebanyak lima peserta dari Pulau Bawean turut dilantik secara daring sebagai bentuk pemerataan pelayanan serta efisiensi pelaksanaan pemerintahan.

Sebagai penutup, Bupati Yani menyampaikan bahwa kepala sekolah yang telah menjabat selama dua periode atau kurang lebih delapan tahun akan segera didorong untuk mengikuti uji sertifikasi pengawas. Kebijakan ini bertujuan untuk membuka ruang regenerasi dan pengembangan karier di bidang pendidikan. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi

Lantik 55 Kepala Sekolah, Bupati Gresik : Titip Sekolah Ramah Anak, No Bullying & Radikalisme Selengkapnya

Mohammad Salim, Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Sabet Anugerah PAIS Love 2025 dari Kemenag

GRESIK,1minute.id – Menjelang akhir tahun 2025, civitas UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik mendapatkan kado istimewa dari Kementerian Agama (Kemenag) Gresik. Mohammad Salim dinobatkan sebagai Juara Pertama Kepala Sekolah Imlementator Pengembangan Pendidikan Agama Islam (PAI) 2025. 

Salim berhak mendapatkan Anugerah PAIS LOVE 2025. Penganugerahan akan diserahkan pada Upacara Peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama 2026 di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri di Jalan Raya Metatu, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik pada Sabtu, 3 Januari 2026 mendatang. 

“Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja cerdas Guru PAI Spenda yang luar biasa,  Ustad Bambang Sujianto, Ustad Humaidi dan Bu Ning Choiriyah dengan konsisten dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan kegiatan PAI dan tanpa lelah membuat inovasi terbaik untuk murid kami dan saya selaku kepala Sekolah mengapresiasinya,” kata Salim melalui pesan WhatsApp pada Selasa, 30 Desember 2025.

UPT SMP Negeri 2 Gresik, satu-satunya lembaga pendidikan jenjang Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik. Juara kedua, diraih Sholahiyah dari Kepala SMP Alkarimi, Desa Tebuwung, Kecamatan Dukun dan juara tiga yakni Moh Ghozali, Kepala UPT SDN 296 Gresik.

Menurut Salim, ada beberapa penilaian program pengembangan Pendidikan Agama Islam (PAIS) yang dilakukan oleh Kementerian Agama Kabupaten Gresik. “Spenda terpilih menjadi Terbaik Program sekolah berbasis Agama,” kata Salim.

Ada sepuluh program berbasis PAIS yang dilakukan oleh lembaga pendidikan dibawah Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik selama 2025. Salim menyebutkan, 

Pengajaran Al-Quran, TBTQ (Tuntas Baca, Tulis Quran) Kelas Tahfid adalah Literasi Al Quran. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca, menghafal, dan memahami Al-Quran ;  Pelajaran Fiqih Nisa’: Keputrian.  Program ini mengajarkan siswa tentang hukum-hukum Islam, seperti ibadah, muamalah, dan akhlak ; Pelajaran Akhlak: Program ini mengajarkan siswa tentang akhlak yang baik, seperti sopan santun, kejujuran, dan empati.

Berikutnya, Kegiatan Keagamaan :  Program ini meliputi kegiatan seperti salat berjamaah, pengajian, dan kegiatan keagamaan lainnya ; Pembinaan Karakter: Program ini bertujuan untuk membentuk karakter siswa yang beriman, berakhlak mulia, dan berwawasan luas ; Pengembangan Spiritual: Program ini mengajarkan siswa tentang pentingnya spiritualitas dan bagaimana meningkatkan kualitas spiritual.

Selanjutnya, Kegiatan Sosial: Program ini meliputi kegiatan seperti bakti sosial, pengumpulan dana untuk kegiatan keagamaan, dan lain-lain ; Pembinaan Guru : Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mengajar pendidikan agama Islam ; Pengembangan Kurikulum*: Program ini bertujuan untuk mengembangkan kurikulum pendidikan agama Islam yang lebih efektif dan relevan dan Evaluasi dan Monitoring: Program ini bertujuan untuk memantau dan mengevaluasi kualitas pendidikan agama Islam di sekolah.

Selain sepuluh program tersebut, Spendagres juga melakukan kegiatan penunjang, antara lain, Salat Dhuha, Duhur berjamaah ;  Pengajian rutin ; Kegiatan bakti sosial dan santunan; Lomba-lomba keagamaan dan  Seminar keagamaan. Kemudian, kegiatan outbound keagamaan Brus ( Bimbingan Remaja Usia Sekolah) kerjasama dengan KUA (Kantor Urusan Agama).Gresik ; Hotmil dan tadarus jam ke Nol ; Duta Keberagaman Pembinaan Kerukunan kerjasama dengan FTK Gresik ; Kantin Halal Binaan Kemenag ; Love Romadhon dan Jumat Religi berbagi dan Peduli. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi

Mohammad Salim, Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Sabet Anugerah PAIS Love 2025 dari Kemenag Selengkapnya

4 Siswa MTs Tarbiyatul Wathon, Campurejo Boyong 4 Medali di Ajang IISRO 2025, Kompetisi Robotik Internasional

GRESIK,1minute.id – International Islamic School Robot Olympiad (IISRO) digelar di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Semarang berakhir pada Rabu, 24 Desember 2025. Sebanyak empat siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Tarbiyatul Wathon, Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik berhasil merebut empat medali di ajang kompetisi internasional robot terbesar untuk siswa muslim ini. 

Empat siswa yang menorehkan tinta emas bagi dunia pendidikan di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik itu, yakni, Muhammad Rabi Fawaid, Kelas VIII A meraih The Second Place of Maze Transporter Katagori Robot Transporter Senior ; Muhammad Fatihul Fajril Irham (Kelas VIII A) meraih The second place of Sumo RC 1 Kg ; Hishan Fatihuddin Fawwas Arrahman (Kelas VIII B) meraih The Second Place of Maze Transporter dan Muhammad Uffair Nayaka Untara (Kelas VII A) meraih The Third place of Sumo RC 1 Kg. Mereka tergabung dalam robotika sekolah.

Bagaimana perasaan mereka karena mengharumkan nama sekolah dan pendidikan di Kabupaten Gresik ? “Saya merasa terharu bisa ikut lomba Robot tingkat international, karena selama ini saya ingin masuk ekstrakurikuler robotik di MTs Tarbiyatul Wathon, hal itu yang mendorong saya harus masuk di Lembaga MTs. Tarbiyatul Wathon,” kata Hishan Fatihuddin Fawwas Arrahman, programer Transporter di tim Robotik MTs Tarbiyatul Wathon, Campurejo, Panceng itu. 

Muhammad Fatihul Fajril Irham, mengaku masih belum percaya bisa meraih prestasi di ajang robotika internasional ini. Sebab, Fajril mengaku  baru belajar robotika semenjak September sampai November 2025. Kecerdasan dan ketekunan siswa kelas VIII itu akhirnya ditunjuk untuk mewakili teman-temannya ikut ajang IISRO di Semarang pada Desember 2025. “Hati dan perasaan saya masih tidak percaya kalau saya bisa jadi juara Robotika,” kata Fajril. 

Kompetisi robot tahunan yang diikuti ribuan siswa mulai jenjang Sekolah Dasar dan Madrasah Tsanawiyah (SD dan MTs) sederajat yang diselenggarakan International Muslim Association for Robotics atau Asosiasi Muslim Internasional untuk Robotika (IMARO), sebagai persiapan sekolah Islam untuk berpartisipasi dalam kompetisi robotika dunia. Kompetisi berlangsung selama 3 hari, 22-24 Desember 2025. Indonesia sebagai tuan rumah kompetisi digelar di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Semarang, Jawa Tengah. 

Kepala Mts Tarbiyatul Wathon, Campurejo, Emy Fitriyatun Nisa’ mengucapkan rasa syukur. “Syukur Alhamdulillah, Prestasi di tingkat International yang diraih anak-anak Robotik sangat menggembirakan dan kebanggaan bagi seluruh civitas MTs. Tarbiyatul Wathon, kami berharap prestasi tim robotic dapat di tiru oleh teman temanya demi mengharumkan nama MTs. Tarbiyatul Wathon,” kata Emy Fitriyatun Nisa’. 

Sementara itu, Waka Kesiswaan Alfi mengaku bangga prestasi yang diraih tim robotic sekolah. “Kami sangat bangga dan terharu yang notabenya anak-anak kami dari pinggiran desa dengan pencapaian di kanca internasional ini, selain itu kita bisa membuktikan bahwa madrasah mampu bersaing dan berinovasi di Tengah perkembangan zaman. Ajang ini bukan sekedar lomba, tapi juga buat pengalaman belajar anak kami dan untuk memotivasi siswa-siswi yang lain,” ujarnya. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi

4 Siswa MTs Tarbiyatul Wathon, Campurejo Boyong 4 Medali di Ajang IISRO 2025, Kompetisi Robotik Internasional Selengkapnya

Gus Yani Soft Launching Edu Wisata Digital Termegah di Jawa Timur, Gresik Universal Science

GRESIK,1minute.id – Liburan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) di Gresik semakin seru. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik membuka destinasi wisata anyar. Namanya, Gresik Universal Science (GUS). Destinasi wisata edukasi digital terbesar di Jawa Timur itu telah soft launching oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Rabu, 24 Desember 2025.

Wisata anyar itu berada di kompleks Gresik Islamic Center, Desa Kedungpring, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik. Fandi Akhmad Yani menyampaikan bahwa Gresik Universal Science dirancang sebagai wisata edukatif yang memadukan teknologi digital, video mapping, hingga sejarah Kabupaten Gresik dalam satu pengalaman yang interaktif dan imersif.

“Kami Pemerintah Kabupaten Gresik melakukan soft launching wisata edukasi digital Gresik Universal Science. Ini menjadi wisata yang sarat nilai edukasi, baik itu digitalisasi, video mapping, hingga sejarah Kabupaten Gresik,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Soft launching Gresik Universal Science ini dihadiri oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, Kepala Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (CKPKP) Ida Lailatus Sa’diyah, Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gresik Reza Pahlevi serta sejumlah lainnya. 

Menurutnya, pemilihan lokasi di Kecamatan Balongpanggang merupakan bagian dari komitmen pemerataan pembangunan wilayah. Selain itu, GUS juga telah terintegrasi dengan layanan TransJatim, sehingga dapat diakses masyarakat dengan biaya yang terjangkau.

“Lokasinya berada di Balongpanggang dan sudah terintegrasi dengan TransJatim, jadi biayanya akan terjangkau. Ini menjadi wisata edukasi yang menarik untuk anak-anak, tidak hanya dari Kabupaten Gresik, tetapi juga kabupaten dan kota tetangga,” imbuh mantan Ketua DPRD Gresik ini.

Ia berharap, keberadaan Gresik Universal Science dapat menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. “Mudah-mudahan ini menjadi alat edukasi yang baik dan bermanfaat untuk masyarakat Kabupaten Gresik,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman melaporkan bahwa Gedung Gresik Universal Science dibangun menggunakan APBD murni, terdiri dari tiga lantai dengan total 12 zona edukasi. 

Lantai 1 menjadi pintu masuk utama eksplorasi Gresik Universal Science. Di lantai ini, pengunjung disambut Interactive Map Guidance yang berfungsi sebagai panduan digital untuk memahami keseluruhan zona. Selanjutnya, Zona Sejarah Gresik menyajikan perjalanan sejarah daerah, diikuti Zona Makanan Khas Gresik yang mengenalkan kekayaan kuliner lokal, serta Zona Peta Kebudayaan yang menampilkan keragaman budaya dan potensi wilayah Kabupaten Gresik secara visual dan interaktif.

Lantai 2 menghadirkan pengalaman yang lebih imersif melalui Zona Budaya Lokal (Immersive Room) yang memadukan visual, audio, dan teknologi digital. Di lantai ini juga terdapat Zona Sejarah Islam Gresik yang mengulas peran penting Gresik dalam perkembangan Islam di Nusantara, serta Damar Kurung (Mirror Room) yang menampilkan seni khas Gresik dengan pendekatan visual reflektif dan modern.

Sementara itu, lantai 3 dirancang sebagai ruang eksplorasi kreatif dan imajinatif. Pengunjung dapat menikmati Interactive Story Wall yang menyajikan cerita-cerita lokal secara digital, Zona Permainan yang mengajak anak-anak belajar sambil bermain, serta Zona Semesta Imaji sebagai ruang edukasi berbasis imajinasi dan kreativitas yang mendorong rasa ingin tahu generasi muda.

Nantinya, operasional zona di GUS tersebut akan melibatkan Karang Taruna Kabupaten Gresik sebagai bagian dari penguatan peran pemuda. Selain sebagai bentuk riil dukungan Pemerintah pada pemuda, keterlibatan Karang Taruna dalam pengelolaan Gresik Universal Science ini diharapkan menjadi ruang aktualisasi. Disamping itu, ini merupakan bentuk dukungan akan keberlanjutan wisata edukasi berbasis digital di Kabupaten Gresik. (yad)

Gus Yani Soft Launching Edu Wisata Digital Termegah di Jawa Timur, Gresik Universal Science Selengkapnya

Peraih Emas di Sea Games 2025, Alma, Siswa SMAMSatu Gresik Bersiap untuk Ajang Olimpiade 2028

GRESIK,1minute.id – Dua atlet Panjat Tebing Indonesia di SEA Games Thailand 2025, Alma Ariella Tsany, peraih medali emas bersama Antasyafi Robby Al Hilmi mendatangi tempat latihan yang membesarkan mereka di Rock Hobbies Centre Gresik, Jalan Panggang, Desa Suci, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik pada Senin, 22 Desember 2025.

Alma yang merupakan atlet asal Kabupaten Gresik, sementara Robby, atlet kelahiran Gresik yang kini tinggal di Ibu Kota Jakarta, memilih pulang kampung halaman dan menyempatkan berkunjung ke pusat latihan panjat tebing, untuk memberi suntikan moral serta motivasi adik-adiknya.

Alma Ariella Tsany, atlet Panjat Tebing meraih medali emas nomor pertandingan lead perorangan putri. Siswi kelas XI Soshum 3 SMA Muhammadiyah 1 

(Smamsatu) Gresik ini mengaku sejumlah persiapan matang sudah dilakukan menjelang Sea Games 2025, mulai dari latihan endurance, latihan jalur. Kemudian juga ada kejuaraan seperti Popnas sebelum terjun menuju Sea Games Thailand 2025. 

Pada Jumat malam, 12 Desember 2025 di Bangkok Sport Climbing Center Stadion SAT, Bangkok, Thailand menjadi saksi, Alma tampil memukau. Alma mampu menggapai puncak, dan meraih medali emas di ajang perdananya di pesta olahraga terbesar di Asia Tenggara.

“Saya pertama kali Sea Games 2025, sangat senang bisa mendapat emas,” kata Alma saat ditemui di Gresik. Kini, Alma akan memulai petualangannya di ajang yang lebih tinggi, menuju Olimpiade 2028. Perjuangan Alma tidaklah mudah. Ia mulai latihan panjat dinding mulai kecil, umur 5 tahun. Kedua orang tuanya, memasukkannya yang baru berusia 5 tahun ke klub panjat tebing yang tak jauh dari rumah, Rock Hobbies Centre Gresik. Dulu masih kecil manjat dua papan, tiga papan akhirnya berani hingga meraih medali.

Alma tidak sendiri, dia datang bersama atlet panjat tebing Indonesia Antasyafi Robby Al Hilmi berhasil meraih medali emas dengan catatan waktu 4,83 detik.

Wali Kelas XI Soshum 3 Smamsatu Gresik Della Andika mengatakan, pihak sekolah selalu mendukung siswa yang berprestasi di jalur olahraga. Keberhasilan Alma meraih medali emas di ajang Sea Games Thailand 2025 sangat membanggakan bagi Indonesia.  

“Sekolah kami memberikan dispensasi dan beasiswa pembelajaran jarak jauh, materi lebih diringkaskan, anak-anak tidak terbebani materi sekolah dan bisa berprestasi di bidang non akademik. Pihak sekolah bangga dan memberikan sambutan dengan pihak sekolah kesiswaan penuh kehangatan,” katanya. (yad)

Peraih Emas di Sea Games 2025, Alma, Siswa SMAMSatu Gresik Bersiap untuk Ajang Olimpiade 2028 Selengkapnya

Baznas Salurkan Beasiswa Mahasiswa Produktif, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani : Investasi Sosial harus Dijawab dengan Prestasi, Integritas

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyalurkan beasiswa pendidikan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bagi mahasiswa kurang mampu. Penyaluran beasiswa oleh Bupati dilakukan secara simbolis saat membuka kegiatan Pendistribusian dan Pembinaan Beasiswa Mahasiswa Produktif Baznas Gresik 2025 pada Rabu, 17 Desember 2025. 

Beasiswa yang disalurkan merupakan bagian dari program Beasiswa Mahasiswa Produktif (BMP), hasil sinergi Baznas Gresik dengan Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Program Nawakarsa. Beasiswa ini diperuntukkan bagi masyarakat Kabupaten Gresik yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi, baik di dalam maupun di luar Kabupaten Gresik berupa keringanan biaya pendidikan. 

Berdasarkan hasil seleksi penerimaan beasiswa 2025, Baznas Gresik menetapkan sebanyak 65 mahasiswa sebagai penerima baru, yang terdiri dari 29 mahasiswa internal dan 36 mahasiswa eksternal. Dengan penambahan tersebut, hingga saat ini total penerima beasiswa Baznas Gresik mencapai 161 mahasiswa aktif dengan nilai total bantuan sebesar Rp 283,5 juta.

Bupati Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya menegaskan bahwa beasiswa yang diberikan bukan semata-mata bantuan finansial, melainkan bentuk investasi sosial jangka panjang. “Perlu saya tekankan bahwa beasiswa ini bukan sekadar bantuan finansial, tetapi merupakan investasi sosial dan amanah besar yang harus dijawab dengan prestasi, integritas, dan kontribusi nyata,” tegas Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani.

Sementara itu, Ketua Baznas Gresik Muhammad Mujib menyampaikan bahwa program beasiswa merupakan bagian dari komitmen Baznas dalam mendukung akses pendidikan yang berkeadilan serta mencetak generasi muda yang unggul dan berdaya saing.

“Melalui program beasiswa ini, Baznas Gresik tidak hanya membantu mahasiswa dari sisi pembiayaan pendidikan, tetapi juga berupaya membentuk karakter dan kapasitas penerima agar siap menjadi generasi yang mandiri, berprestasi, dan memiliki kepedulian sosial,” ujarnya.

Mujib menambahkan bahwa Baznas Gresik tidak hanya fokus pada penyaluran bantuan, tetapi juga pada proses pendampingan dan pembinaan. Oleh karena itu, para penerima beasiswa akan mendapatkan pembinaan berkelanjutan untuk mengasah keterampilan dan menyiapkan diri menghadapi dunia kerja.

Pada kesempatan yang sama, Baznas juga membuka ruang penyaluran donasi untuk membantu korban bencana di wilayah Sumatera dan Aceh. Sejumlah pihak telah menyalurkan bantuan melalui Baznas Gresik, antara lain Puskesmas Gending sebesar Rp 8,2 juta, HMI Cabang Gresik Rp 3,15 juta serta PGRI Gresik sebesar Rp 1.240.528.500. (yad)

Baznas Salurkan Beasiswa Mahasiswa Produktif, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani : Investasi Sosial harus Dijawab dengan Prestasi, Integritas Selengkapnya

Kolaborasi Insan Sekolah, Alumni, dan Perusahaan Revitalisasi Lapangan dan Aula SMA Negeri 1 Gresik Semakin Ciamik

GRESIK,1minute.id – Revitalisasi pembangunan lapangan out door dan Aula Sunan Giri SMA Negeri 1 (Smansa) Gresik telah rampung dan diresmikan pada Rabu, 17 Desember 2025. Peresmian dilakukan secara sederhana namun tetap khidmat.  Revitalisasi pembangunan lapangan dan aula ini tidak menggunakan anggaran dari pemerintah.

Ketua Komite Sekolah SMA Negeri 1 Gresik Rohmad mengatakan, anggaran revitalisasi hasil gotong royong, insan sekolah (guru dan wali murid), alumni serta danasi dari perusahaan sekitar.

“Butuh waktu selama tiga bulan, mulai perencanaan, penggalian dana hingga proses pembangunan yang dilakukan secara Swakelola,” kata Rohmad dalam sambutan pada Rabu, 17 Desember 2025. Pascarevitalisasi, lapangan serbaguna dan aula Ainul Yaqin pun semakin ciamik. Lapangan serbaguna karena bisa dimanfaatkan untuk kegiatan upacara bendera, futsal, bola voli, basket dan kegiatan siswa lainnya. Sedangkan, aula Sunan Giri ini bisa menampung seribu lebih peserta didik.

Revitalisasi lapangan dan aula ini bisa menjadi legasi bagi Kepala SMA Negeri 1 Gresik Tohir. “Revitalisasi lapangan ini, 80 persen berasal dari wali siswa. Jadi anak-anakku semua salam hormat untuk bapak dan ibu kalian semua,” ujar Rohmad. Revitalisasi lapangan dan aula ini, ia melanjutkan, sebagai bukti nyata kolaborasi semua stakeholder sehingga menghasilkan sesuatu yang sangat bermanfaat dan membanggakan. 

Smansa Gresik sudah lebih setengah abad berdiri pada 18 Oktober 1957 menjadi sekolah favorit di Kabupaten Gresik. Sekolah terbaik pertama hasil UTBK 2024 di Kabupaten Gresik dan menempati peringkat 334 nasional. Banyak alumni yang menduduki jabatan strategis baik pemerintahan, pimpinan perusahaan, pengusaha hingga politisi. Wakil Bupati Gresik 2024-2029 Asluchul Alif dan Anggota DPRD Gresik Dimas Setio Wicaksono, diantaranya alumninya. ” Semoga menjadi amal jariyah bagi semuanya,” ujarnya. 

Pembangunan sekolah swadaya ini, seakan mengingatkan kembali sejarah berdirinya sekolah yang berada di Jalan Arif Rahman Hakim, Gresik ini.

SEJARAH SMA NEGERI 1 GRESIK

Berdasarkan laman website sekolah, SMA Negeri 1 Gresik dulu bernama SMA 12 Juli, yang didirikan oleh Yayasan 12 Juli. Untuk mewujudkan sebuah bangunan gedung SMA yang memenuhi syarat sesuai dengan ketentuan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Yayasan 12 Juli mencoba untuk merealisasi maksud tersebut dengan meminta bantuan partisipasi masyarakat, Pemda, perusahaan-perusahaan yang ada di Gresik dan dari pihak-pihak lain. Usaha ini mendapatkan sambutan yang cukup besar antara lain:

Dari masyarakat berupa tambahan dana pembangunan SMA yang di kaitkan pembayarannya dengan pembangunan langganan air dan listrik (utilitas) ; Dari Pemerintah Daerah berupa izin dari Gubernur Jawa Timur untuk tambahan retribusi kopra yang masuk lewat pelabuhan Gresik sebesar 2,00 perkilo ; dan Dari perusahaan berupa bantuan semen dari PT. Semen Gresik.

Atas kerja keras dan dedikasi yang tinggi dari Panitia Yayasan 12 Juli dan semua lapisan masyarakat, maka terwujudlah bangunan permanen gedung SMA di atas tanah yang memenuhi syarat. Bangunan terdiri dari 6 ruang untuk belajar dan ditambah ; Ruang Kantor Kepala Sekolah ; Ruang Kantor Wakil Kepala Sekolah ; Ruang Tata Usaha dan Ruang Gudang. 

Kemudian, Ruang Kamar Mandi ; Ruang WC; Tempat Salat; Ruang Guru ; Ruang BK; Ruang AVA ; Ruang Lab IPA ; Ruang Lab Bahasa ; Ruang Perpustakaan dan Ruang TI

Di samping itu bangunan tersebut di lengkapi pula dengan mebel dan alat-alat kantor. Dengan selesainya bangunan tersebut, Yayasan 12 Juli berkeinginan mendirikan SMA 12 Juli. Tetapi hal ini tidak dapat dilaksanakan karena adanya pertimbangan-pertimbangan tertentu terhadap SMA 12 Juli. Akhirnya tepat tanggal 1 Agustus 1964 Pemerintah melalui Gubernur Jawa Timur Wiyono menyetujui berdirinya SMA Negeri dengan nama SMA Negeri Gresik. (yad)

Kolaborasi Insan Sekolah, Alumni, dan Perusahaan Revitalisasi Lapangan dan Aula SMA Negeri 1 Gresik Semakin Ciamik Selengkapnya

Muchamad Toha, Sejarawan Gresik bersama FPK Gresik,  Berikan Sosialisasi Kebangsaan dan Persatuan kepada Siswa Spenda Gresik 

GRESIK,1minute.id – FPK Goes To School bertandang ke UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik pada Senin, 15 Desember 2025. Ratusan siswa kelas VII dan VIII tumplek blek di halaman sekolah di Jalan KH Kholil, Gresik. 

Sejumlah pengurus Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Gresik yang hadir dalam Sosialisasi ini, antara lain, Antonius Sihotang dari Suku Batak ; Susi Ida Wardani dan Safara Akmaliah (Suku Jawa) ; Indah Sari Dewi (Etnis Arab) ; serta Helena L. Shandy (Etnis Tionghoa). Dr Muchammad Toha, sejarawan dan budayawan Gresik juga menjabat sebagai Kepala Balai Diklat Keagamaan Semarang.

Pada kesempatan itu, Toha menjlentrehkan pengertian dan tujuan FPK Goes to School. FPK adalah wadah yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan semangat kebangsaan, serta mempromosikan Persatuan dan Kesatuan bangsa. Ia pun mengulas tentang sejarah dan perjuangan bangsa Indonesia dan pentingnya mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia. 

Tentang Kebhinekaan dan Toleransi, juga disinggung untuk meningkatkan kesadaran akan keberagaman budaya, agama, dan suku, serta pentingnya toleransi dan hidup berdampingan. Toha yang seorang budayawan dan sejarawan Gresik ini menyampaikan dengan celotehan khas anak-anak. Sehingga acara yang berlangsung lebih dari 60 menit terasa sangat singkat. 

“Saya sebagai peserta sangat senang karena salah satu pemateri asli Gresik (Dr. Muchamad Toha) sangat memukau dan lucu membikin kita semua tidak tertidur dan paham bahwa persatuan penting untuk negara kita agar maju,” kata Nabila Ketua OSIS UPT SMP Negeri 2 Gresik. 

Sementara itu, Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim mengaku sangat senang menjadi tempat sosialisasi FPK. “Siswa semakin bertambah wawasan Kebangsaan dan Kebhinekaan. Pembauran dapat membawa banyak manfaat. Meningkatkan persatuan, kerukunan yang kita kenal dengan istilah NKRI harga mati,” kata Salim. (yad)

Muchamad Toha, Sejarawan Gresik bersama FPK Gresik,  Berikan Sosialisasi Kebangsaan dan Persatuan kepada Siswa Spenda Gresik  Selengkapnya

NGO KPS2K Gelar Seminar, Bappeda Masukkan 19 Isu Strategis GEDSI di RPJMD Gresik 2025-2029, Pembangunan di Gresik Semakin Inklusif

GRESIK,1minute.id – Kelompok Perempuan dan Sumber -Sumber Kehidupan (KPS2K) Gresik menggelar Seminar di Universitas Gresik (Unigres) pada Kamis, 11 Desember 2025.  Seminar yang gelar oleh organisasi non-pemerintah alias NGO ini mengusung tema “Mewujudkan Ekosistem Pembangunan inklusif : Menautkan Peran Multipihak untuk Mendorong Pembangunan yang Mengarusutamakan GEDSI”.

Ada empat narasumber yang hadir, yakni DR Rian Pramana Suwanda, dan Dinik dari akademisi Universitas Gresik ; Hufan Nur Dhianto, Bappeda Gresik serta Eli Setyowati, Sekolah Perempuan Akar Rumput dengan moderator Iva Hasanah dihadiri seratusan peserta.

Eli Setyowati tampil kali pertama. Aktivis Sekolah Perempuan Akar Rumput ini, menceritakan bagaimana dirinya berjuang agar program pemerintah di tingkat desa yang berpihak kepada kaum perempuan, lansia, disabilitas dan lainnya. Ia bertekad akan mengusulkan program yang berpihak pada kaum rentan di Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes). “Kenapa sih tanya musrenbang. Sampeyan mau jadi seksi konsumsi. Tapi,sudah ada bagian konsumsi,” cerita Eli.

Bagi Eli, anggapan kaum perempuan tidak layak untuk ikut ngomong dalam kegiatan musrenbang adalah perlakuan diskriminasi. Ia pun bergeming hingga akhir bisa urun rembuk. “Sekarang Saya diangkat sebagai anggota BPD (Badan Permusyawaratan Desa),” kata perempuan asal Kecamatan Wringinanom itu. Eli tidak sendirian. Banyak kaum rentan yang bisa berpartisipasi dalam ikut menyuarakan aspirasi.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik semakin membuka lebar suara masyarakat. Sebab, Pembangunan Gresik semakin inklusif.  Hufan Nur Dhianto mengatakan, ada 19 isu strategis yang mengarusutama GEDSI dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Gresik Tahun 2025-2030. “RPJMD 2025-2029 sudah ditetapkan dalam Perda nomor 3/2025,” kata Hufan, Kepala Bidang Pengendalian dan Evaluasi pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gresik ini. 19 isu tentang GEDSI itu tercantum dalam visi dan misi Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Visinya “Mewujudkan Gresik Baru yang Lebih Mandiri, Sejahtera, Berdaya Saing dan Berkemajuan Berlandaskan Akhlakul Karimah”.

Sementara itu, Rian Pramana Suwanda mengatakan, perencanaan pembangunan berperspektif GEDSI tidak cukup hanya ditulis. Sebab, perspektif GEDSI telah ditetapkan sebagai salah satu indeks kinerja di pemerintahan. “Bila kinerja ASN dibawah indeks kinerja. Otomatis tidak mendapatkan tunjangan kinerja. Pun, Kepala Pemerintahan,” ujar Rian Pramana Suwanda.  

Ia menegaskan, Pembangunan berperspektif GEDSI yang masuk indeks kinerja ini bukan untuk gagah-gagahan. Sebab, baru Pemkab Gresik yang menerapkan indeks kinerja perspektif GEDSI ini. “Hanya Pemkab Gresik yang menerapkan GEDSI sebagai indeks kinerja,” tegas Rian yang juga Kepala Bidang Bina Pemerintahan Desa pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Gresik ini.

Untuk diketahui GEDSI adalah singkatan dari Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (Kesetaraan Gender, Disabilitas, dan Inklusi Sosial), yaitu pendekatan pembangunan yang memastikan semua kelompok, terutama yang rentan seperti perempuan, penyandang disabilitas, anak-anak, dan kelompok terpinggirkan lainnya, dapat berpartisipasi penuh, mengakses manfaat, dan tidak tertinggal dalam pembangunan, kebijakan, serta layanan publik, dengan mencegah diskriminasi dan ketidakadilan. 

Pendekatan ini mengintegrasikan isu gender, disabilitas, dan inklusi sosial secara bersamaan untuk mencapai pembangunan yang adil dan berkelanjutan, sejalan dengan prinsip. Sehingga, “Tidak Ada Seorang Pun yang Tertinggal” (No One Left Behind) dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Pemerintah belajar mendengar, Masyarakat berperan aktif. (yad)

NGO KPS2K Gelar Seminar, Bappeda Masukkan 19 Isu Strategis GEDSI di RPJMD Gresik 2025-2029, Pembangunan di Gresik Semakin Inklusif Selengkapnya

Juli 2026 Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi Gresik Menempati Gedung Baru, Ada Fasilitas Mini Soccer 

GRESIK,1minute.id – Pembangunan gedung Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Gresik di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik dimulai pada Selasa, 9 Desember 2025. Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2026/2027 gedung SRT anyar yang modern itu bakal menempati gedung baru itu. Pembangunan gedung SRT diestimasikan kelar pada Juli 2026. 

Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan seluruh pihak. Baik jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, unsur Forkopimda, pihak kontraktor hingga peran penting dari masyarakat. Pembangunan gedung permanen SRT ini menegaskan kesiapan Kabupaten Gresik sebagai salah satu daerah di Jawa Timur yang mendukung penuh program prioritas nasional tersebut.

Menurut Sekda Washil, program ini bukan hanya sebuah pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan kualitas sumber daya manusia yang nantinya akan menjadi pondasi kemajuan bangsa. Sekolah Rakyat hadir sebagai upaya negara menyediakan ruang belajar yang inklusif, terjangkau dan berkualitas bagi anak-anak kita terutama mereka yang membutuhkan dukungan lebih besar.

“Pemkab Gresik berkomitmen mendukung penuh dan menyukseskan program ini. Mulai dari penyediaan lahan, fasilitasi perizinan hingga pendampingan dalam pelaksanaan pembangunan,” tegas Washil saat menghadiri doa bersama dan peletakan batu pertama pembangunan gedung SRT pada Selasa, 9 Desember 2025.

 Achmad Washil optimis pembangunan gedung Sekolah Rakyat dapat selesai tepat waktu, tepat mutu, dan sesuai jadwal. “Mudah-mudahan bulan Juli sekolah ini sudah terbangun dan dapat dipakai oleh anak-anak kita di Kabupaten Gresik. Semoga apa yang kita mulai hari ini menjadi amal jariyah, membawa keberkahan bagi daerah kita serta menjadi langkah besar menuju Gresik yang lebih cerdas dan lebih maju,” katanya. 

Washil mengungkapkan, Sekolah Rakyat merupakan program strategis nasional dalam meningkatkan pemerataan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat serta mewujudkan Asta Cita Bapak Presiden Prabowo Subianto.

Di tempat sama, mewakili Satuan Kerja (Satker) Kementerian Pekerjaan Umum selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk proyek-proyek di bawah Penyediaan Perumahan Swadaya 2 (PPS2) Jatim M. Akbar Ansyari berharap pembangunan Sekolah Rakyat membawa dampak, membuka partisipasi dan kesempatan bagi warga sekitar. Terutama ekonomi, baik dari sisi UMKM maupun kesempatan kerja sesuai kebutuhan.

“Pembangunan Sekolah Rakyat ini diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi serta menciptakan lapangan kerja baru. Terutama bagi warga yang dilalui oleh pembangunan ini,” harapnya.

Ia mengatakan, di atas lahan seluas 6,2 hektare, pembangunan Sekolah Rakyat ini nantinya menampung masing-masing tiga Rombongan Belajar (Rombel) dari SD, SMP, SMA dan dilengkapi dengan fasilitas pendukung lainnya sebagai penunjang mutu pendidikan.

“Di Jawa Timur ada lima kabupaten/kota yang siap membangun permanen Sekolah Rakyat. Di antaranya, Kabupaten Gresik, Kabupaten Sampang, Kabupaten Tuban, Kabupaten Jombang dan Kota Surabaya,” pungkasnya.

Seperti diberitakangedung SRT Gresik diperuntukkan untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Setiap jenjang pendidikan terdapat tiga rombongan belajar atau rombel. Setiap rombel akan diisi 25 peserta didik. Jadi totalnya 225 siswa (SD, SMP dan SMA). Bila ditambah siswa kelas X Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 30 Gresik yang saat ini menempati eks gedung UPT SMP Negeri 30 Gresik di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu total menjadi 300 siswa. 

Di gedung SR di bangun sebanyak 36 ruang kelas, asrama siswa putra, putri dan guru, laboratorium, masjid, kantin. Gedung SR akan dilengkapi fasilitas lapangan basket, mini soccer hingga ruang terbuka hijau (RTH). Semua fasilitas itu dibangun di atas lahan seluas lebih dari 5 hektar dengan total luas bangunan mencapai 62.577 meter persegi. (yad)

Juli 2026 Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi Gresik Menempati Gedung Baru, Ada Fasilitas Mini Soccer  Selengkapnya