Inovasi KEBAS, Kompos Kertas Bekas UPT SMP Negeri 2 Gresik Rebut Juara 3 Gresik Inovasi Kompetisi 2025

GRESIK,1minute.id – Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Gresik telah mengumumkan pemenang ajang Gresik Inovasi Kompetisi (GIK) 2025. Awarding dilakukan bersamaan dengan pembukaan Gresik Innovation Festival (Ginofest) 2025 di Atrium Icon Mall Gresik pada Sabtu, 6 Desember 2025. Ginofest dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman.

Ada ratusan Inovasi muncul dalam kompetisi itu. Antara lain, KEBAS alias Kompos Kertas Bekas karya UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik. Inovasi cerdas mengatasi kertas bekas ini menjadi juara 3 GIK 2025. Tim Inovasi terdiri dari Mohammad Salim sebagai penggagas juga Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik; Sumiardih, inovator  ; Tietien Harfuthien dan Muslik, pengelolah dibantu Kelompok Cinta Lingkungan (KCL) Spenda Gresik. 

Menurut Mohammad Salim, lahir KEBAS dari rasa keprihatinan banyaknya kertas bekas di sekolah pada 2024. Tim Cinta Lingkungan kemudian melakukan riset awal dan lahirlah KEBAS alias Kompos Kertas Bekas adalah sebuah proyek kreatif yang memanfaatkan kertas bekas menjadi kompos berkualitas untuk menyuburkan tanaman. “Ini (KEBAS) diluncurkan pada Hari Peduli Sampah Nasional 2024 sebagai bagian dari program “Zero Waste” sekolah,” kata Salim pada Sabtu malam, 6 Desember 2025. “KEBAS mendapat juara 3 inovasi Katagori Perangkat Daerah,” imbuhnya. 

Bagaimana cara membuat Kompos Kertas Bekas? Salim mengatakan, ada empat tahapan yang harus dilakukan. Pertama, kumpulkan kertas bekas, sobek-sobek menjadi potongan kecil. Kedua, campurkan dengan bahan hijau seperti rumput, sayuran dan bahan coklat seperti daun kering, serbuk gergaji dengan komposisi 2:1. Langkah ketiga, susun secara bergantian di komposter, basahi dan aduk setiap 1-2 minggu. Dan keempat, kompos kaya nutrisi yang bisa memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan kesuburan.

Salim mengatakan, inovasi KEBAS memiliki banyak manfaat. Antara lain, mengurangi sampah kertas, menyediakan nutrisi alami untuk tanaman dan meningkatkan aerasi dan kapasitas air tanah. “Inovasi ini tidak hanya edukatif, tapi juga mendorong siswa terlibat dalam pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan,” kata Salim. Ia menargetkan, inovasi KEBAS akan terus disempurnakan sehingga bisa bersaing di Jawa Timur. “Tahun depan Insya Allah maju tingkat Provinsi Jawa Timur,” tegasnya. 

Sebagai informasi, Gresik Inovasi Kompetisi (GIK) 2025 digelar sejak 16 Agustus 2025 pada tahap pendaftaran hingga 17 Oktober 2025 pada tahap pengumuman pemenang. Antusiasme peserta sangat tinggi dalam ajang ini. Mereka yang berpartisipasi mulai perangkat daerah, masyarakat umum, hingga pelajar dan mahasiswa.

Data Bappeda Gresik, GIK 2025 diikuti 116 peserta dengan enam kategori. Rinciannya,  Kategori Perangkat Daerah  43 peserta ;  Kategori Umum, dengan subkategori: Inovasi berbasis Website/Mobile App (33 peserta) ; Inovasi Bidang Agribisnis dan Energi Naru Terbarukan (25 peserta) ; dan Inovasi Sosial, Budaya, dan Kependudukan (15 peserta). (yad)

Inovasi KEBAS, Kompos Kertas Bekas UPT SMP Negeri 2 Gresik Rebut Juara 3 Gresik Inovasi Kompetisi 2025 Selengkapnya

Antologi Cerpen Karya Siswa SMP “Jejak Kata Remaja” Diluncurkan, Dokter Alif : Bagai Api Kecil Nyalakan Semangat Menulis Gen Z 

GRESIK,1minute.id – Buku antologi cerita pendek (Cerpen) berjudul “Jejak Kata Remaja” telah terbit. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gresik yang meluncurkan 

buku karya sejumlah anak SMP/MTs di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik pada Kamis, 4 Desember 2025.

Istimewanya lagi, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif yang melaunching buku antologi tersebut. “Hari ini bukan sekadar launching buku, hari ini adalah penanda lahirnya generasi baru. Generasi yang tidak hanya membaca dunia tetapi juga menuliskan dunia,” kata dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gresik pada Kamis, 4 Desember 2025.

Wabup Alif mengatakan, berbicara tentang membaca dan menulis kita sebenarnya sedang membicarakan pondasi masa depan dan bangsa. Literasi bukan sekadar kegiatan belajar, tetapi sebuah kekuatan strategis yang menentukan posisi kalian dan posisi Indonesia dua puluh tahun mendatang.

“Buku ini bukan sekadar kumpulan cerita pendek, melainkan sebuah cermin keberanian, ketulusan, dan daya juang anak-anak generasi muda di Kabupaten Gresik dalam merangkai mimpi dan harapan,” ujar suami dr Shinta Puspitasari ini.

Di era gadget saat ini, ia melanjutkan, anak-anak harus pandai-pandai mencari referensi yang bagus, karena literasi sangat penting sekali. Wabup berharap kepada anak-anak untuk tidak hanya berhenti di sini. Menurutnya karya ini akan dibaca dan sebagai role model yang lain.

“Buku ini menjadi api kecil yang menyalakan semangat menulis di hati generasi muda lainnya. Karena membaca membuat kita mengenal dunia, menulis membuat dunia mengenal kita,” imbuhnya.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menguatkan semangat literasi, memperluas ruang ekspresi pelajar, dan menumbuhkan budaya menulis di lingkungan pendidikan. Jika hari ini kalian mampu menulis cerita, maka suatu hari kalian juga akan mampu menulis kebijakan, menulis inovasi, menulis sejarah, bahkan menulis arah baru Indonesia. Ia pun mengutip kata bijak, ingatlah masa depan bangsa ini tidak ditentukan oleh siapa yang paling kuat, tetapi oleh siapa yang paling mau belajar, mau membaca, mau berpikir, dan mau menulis, dan kalian telah memulainya hari ini.

“Saya mengapresiasi kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan serta kepada saudara Bambang Prakoso, yang telah membukakan pintu masa depan bagi anak-anak kita,” imbuhnya.

Di tempat sama, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gresik Budi Rahardjo mengungkapkan, anak-anak telah mengikuti program menulis dan alhamdulillah dari tulisannya ini dibentuk Antologi Cerpen kemudian dijadikan buku.

“Kami terus mendorong pembangunan kemampuan literasi anak-anak untuk melakukan pemikiran yang kreatif dan produktif untuk dituangkan menjadi tulisan yang baik sebagai motivasi bagi anak-anak yang lain,” harapnya.

Ketua Gerakan Pembudayaan Gemar Membaca (GPMB) Jawa Timur Bambang Prakoso menambahkan, anak-anak di Kabupaten Gresik mempunyai potensi yang luar biasa. Menurut Dosen Ilmu Perpustakaan sekaligus Kepala UPT Perpustakaan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya tersebut, anak-anak dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur luar biasa dalam mengimajinasikan sesuatu ke dalam tulisan.

“Dari data provinsi se-Indonesia, alhamdulillah Jawa Timur mempunyai animo yang tinggi. Semoga Gresik melahirkan penulis-penulis yang top seperti pendahulu-pendahulunya. Saya mengapresiasi perhatian khusus Dinas Perpustakaan Gresik dalam memotivasi untuk membangkitkan generasi dalam literasi.” (yad)

Antologi Cerpen Karya Siswa SMP “Jejak Kata Remaja” Diluncurkan, Dokter Alif : Bagai Api Kecil Nyalakan Semangat Menulis Gen Z  Selengkapnya

Bupati Gresik & Sekjen Kemensos Visitasi ke Sekolah Rakyat Terintegrasi 45 Semarang untuk Kembangkan Sekolah Keluarga Prasejahtera

SEMARANG,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Sosial (Kemensos) RI Robben Rico melakukan visitasi ke Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 45 Semarang pada Ahad, 30 November 2025. 

Kegiatan itu dilakukan untuk mengetahui pengelolaan SRT berlokasi di Kompleks Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produkvitas Kota Semarang ini, puluhan siswa sekolah dasar (SD) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Pasalnya, dalam waktu dekat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik akan membangun gedung sekolah rakyat (SR) baru di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. 

Gedung SR anyar yang modern itu diperuntukkan untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Setiap jenjang sekolah adalah tiga rombongan belajar atau rombel. Setiap rombel akan diisi 25 peserta didik. Jadi totalnya 225 siswa (SD, SMP dan SMA). Bila ditambah siswa kelas X Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 30 Gresik yang saat ini menempati eks gedung UPT SMP Negeri 30 Gresik di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu total menjadi 300 siswa. 

Di gedung SR di bangun sebanyak 36 ruang kelas, asrama siswa putra, putri dan guru, laboratorium, masjid, kantin. Gedung SR akan dilengkapi fasilitas lapangan basket, mini soccer hingga ruang terbuka hijau (RTH). Semua fasilitas itu dibangun di atas lahan seluas lebih dari 5 hektar dengan total luas bangunan mencapai 62.577 meter persegi. 

DIALOG : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyapa siswa SRT 45 Kota Semarang saat melakukan visitasi ke Sekolah Rakyat Terintegrasi 45 Kota Semarang pada Ahad, 30 November 2025 (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, kunjungan ini dalam rangka mempelajari program, maupun pengelolaan SRT 45 Semarang yang dinilai berhasil. Sekolah ini merupakan inisiatif pemerintah yang berada di bawah kewenangan operasional Kemensos, dengan fokus untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan berasrama yang setara SD/SMP/SMA bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

“Dari visitasi ini kita belajar bagaimana problem dan cara mengatasi Sekolah Rakyat Terintegrasi yang menampung siswa SD dan SMA, kemudian program serupa dapat direplikasi atau diterapkan di Kabupaten Gresik, dengan harapan dapat membantu pengentasan kemiskinan secara terpadu melalui pendidikan,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Orang nomor satu di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik itu didampingi Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, antara lain, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Gresik, Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DCKPKP) Gresik serta wartawan. Rombongan disambut oleh Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin, Kepala SRT 45 Kota Semarang Ridho Irwanto serta siswa setempat.

JEMPOL SISWA SRT 45 Semarang : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyapa siswa SRT 45 Kota Semarang saat melakukan visitasi ke Sekolah Rakyat Terintegrasi 45 Kota Semarang pada Ahad, 30 November 2025 (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Menurutnya, pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Kabupaten Gresik akan dibangun di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu. Fasilitas pendidikan ini akan dilengkapi secara terpadu mulai dari tempat belajar, olahraga hingga ruang terbuka hijau.

“Berdiri di atas lahan lebih dari 5 hektare dengan total luas bangunan 62.577 meter persegi, SR Gresik bakal dilengkapi sederet fasilitas pendidikan modern. Di dalamnya terdapat 26 jenis bangunan, termasuk 36 ruang kelas, laboratorium, dan klinik. Termasuk gedung olahraga lengkap dengan lapangan badminton, basket, mini soccer, dan jogging track,” terang mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Dikatakan, SRT 45 Semarang sendiri merupakan program inisiatif yang menyediakan fasilitas lengkap, termasuk asrama, ruang kelas, laboratorium, laptop untuk guru dan siswa, dengan kurikulum yang mengintegrasikan akademik, karakter kebangsaan, dan pendidikan vokasi. Keberhasilan implementasi dan fasilitas lengkap di SRT 45 Semarang menjadi inspirasi bagi Bupati Fandi Akhmad Yani untuk menerapkan standar serupa dan meningkatkan fasilitas di sekolah rakyat di Kabupaten Gresik.

Sekolah berasrama atau Boarding School di SRT 45 Kota Semarang mendidik dan merawat anak-anak dibawah garis kemiskinan. “Ternyata campur siswa SD, disini anak-anak SMA membantu anak SD belajar. Tumbuh rasa kebersamaan. Kalau kami tidak kesini (SRT 45 Kota Semarang) tidak mengetahuinya,” ujarnya. 

“Kunjungan ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang merata. Melalui kunjungan ini kami berharap dapat membawa praktik-praktik baik dari SR 45 Semarang untuk direplikasi, disesuaikan, dan dikembangkan sesuai dengan karakter masyarakat Kabupaten Gresik,” imbuhnya.

Ia melanjutkan SRT 45 Semarang merupakan program inisiatif yang menyediakan fasilitas lengkap, termasuk asrama, ruang kelas, laboratorium, laptop untuk guru dan siswa, dengan kurikulum yang mengintegrasikan akademik, karakter kebangsaan, dan pendidikan vokasi. Keberhasilan implementasi dan fasilitas lengkap di SRT 45 Semarang menjadi inspirasi bagi Bupati Fandi Akhmad Yani untuk menerapkan standar serupa dan meningkatkan fasilitas di sekolah rakyat di Kabupaten Gresik.

“Kunjungan ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang merata. Melalui kunjungan ini kami berharap dapat membawa praktik-praktik baik dari SR 45 Semarang untuk direplikasi, disesuaikan, dan dikembangkan sesuai dengan karakter masyarakat Kabupaten Gresik,” kata Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya itu. 

Dirjen Kementerian Sosial RI Robben Rico didampingi Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin melakukan visitasi bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ke SRT 45 Kota Semarang pada Ahad, 30 November 2025 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Di tempat sama, Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial RI Robben Rico, menegaskan bahwa keberadaan Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata inklusi pendidikan bagi masyarakat yang selama ini tidak tersentuh layanan pendidikan formal.

Robben menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat bukan hanya menawarkan jalur pendidikan alternatif, tetapi juga membuka ruang pemulihan sosial bagi warga. Menurutnya, banyak peserta yang sebelumnya kehilangan kepercayaan diri dan merasa tidak memiliki arah hidup, kini mulai berani bermimpi. “Program ini memberi kesempatan kepada mereka yang dulu tidak pernah membayangkan bisa menjadi guru, direktur, atau profesional. Sekolah Rakyat membuat harapan itu hidup kembali. Semoga kelak yang bisa menjadi Bupati ” ujarnya.

Menurut Robben, ada tiga prinsip utama yang harus dijalankan oleh sekolah rakyat: pertama, memuliakan orang kecil; kedua, menjangkau mereka yang belum terjangkau pendidikan; dan ketiga, memungkinkan hal yang tampaknya mustahil. “Lulusan sekolah rakyat bukan hanya pintar, tapi juga memiliki karakter yang kuat dan terampil. Selain itu, Kemensos juga menyediakan 2.600 beasiswa bagi siswa-siswi Sekolah Rakyat,” ujar Robben.

Robben mengungkapkan bahwa awalnya banyak kabupaten/kota yang kurang peduli dengan pendirian sekolah rakyat. Kini kesadaran tentang pentingnya program ini semakin berkembang, khususnya untuk menjangkau anak-anak yang belum mendapatkan pendidikan.

“Saat ini terdapat 13.864 anak usia 7–12 tahun di Jawa Tengah dan 23.041 anak di Jawa Timur yang belum mengenyam pendidikan. Keberadaan sekolah rakyat sejalan dengan upaya pemerintah untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan dan akses bagi semua lapisan masyarakat,” tandasnya. (yad/adv)

Bupati Gresik & Sekjen Kemensos Visitasi ke Sekolah Rakyat Terintegrasi 45 Semarang untuk Kembangkan Sekolah Keluarga Prasejahtera Selengkapnya

Desember 2025, Pemkab Gresik Mutasi Kepala Sekolah 

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani buka suara terkait kabar mutasi, rotasi dan promosi ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. 

Bupati Fandi Akhmad Yani menegaskan dalam waktu dekat pemerintah Kabupaten tidak akan melakukan mutasi pegawai. Struktural maupun fungsional. “Tahun ini, tidak ada mutasi,” tegasnya pada Sabtu malam, 29 November 2025. 

Namun, ia melanjutkan, pihaknya akan melakukan pengisian kepala sekolah atau Kepala Satuan Pendidikan di lingkungan Dinas Pendidikan Gresik. Pengisian jabatan Kepala Sekolah itu, berdasarkan Surat Edaran bersama antara Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), dan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Dalam surat Edaran Bersama tersebut,  pemerintah kabupaten atau kota untuk menyelesaikan pengangkatan kepala sekolah definitif dan mengatasi masalah Pelaksana Tugas (Plt) deadlinenya, 31 Desember 2025. 

“Tahun ini, tidak ada mutasi. Hanya pengisian kepala SD dan SMP,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Bupati Fandi Akhmad Yani. Pengisian jabatan kepala sekolah ini, Pemkab Gresik, menggunakan metode talenta. Sistem talenta di Kabupaten Gresik, terbaik ketiga secara nasional. 

Selain talenta, imbuhnya, menggunakan uji kompetensi. “Saya jamin tidak ada titip-titipan,” tegasnya. Informasi yang dihimpun uji kompetensi calon kepala sekolah, SD dan SMP, Pemkab Gresik menggandeng Universitas Gresik (Ungres). Proses uji kompetensi telah telah kelar. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S.Hariyanto mengatakan, sebanyak 72 sekolah jenjang SD dan SMP kosong. Posisi itu ditempati oleh Pelaksana Tugas (Plt). “Akhir Desember 2025, masa jabatan Plt akan berakhir. Sehingga harus diisi kepala sekolah definitif,” ujar S.Hariyanto ditemui di sela studi tiru Sekolah Rakyat Integrasi 45 Kota Semarang pada Ahad, 30 November 2025.

Selain pengisian jabatan Kepala Sekolah definitif, imbuhnya, akan dilakukan penyegaran kepala sekolah lainnya. “Tapi, mayoritas nanti, pengisian jabatan kepala sekolah yang definitif,” tegasnya. (yad)

Desember 2025, Pemkab Gresik Mutasi Kepala Sekolah  Selengkapnya

Fun English Learning, Inovasi MGMP Bahasa Inggris SMP jadi Magnet Siswa di Edu Expo 2025 

GRESIK,1minute.id – Edu Expo 2025 Dinas Pendidikan Gresik berakhir pada Rabu, 26 November 2025. Meski hanya sehari, pameran pendidikan dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional (HGN) yang dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif di Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) itu berlangsung semarak. 

Ribuan siswa dan guru tumplek-blek di gedung berada di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gresik itu. Diantara stan yang paling ramai, antara lain, stan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris SMP Kabupaten Gresik. Di stan ini, siswa bisa bermain games petualangan melalui laptop, tablet maupun gawai berbahasa Inggris. 

Namanya, Fun English Learning. Fun English Learning adalah pembelajaran dengan metode-metode kreatif agar peserta didik tidak bosan. Pembelajaran menyenangkan itu melalui permainan, antara lain, Fun English Quest. Peserta didik mendapatkan challenge menyelesaikan permainan petualangan dengan menjawab pertanyaan dalam bahasa Inggris. Challenge pun berjenjang. Permainan itu, ternyata meningkatkan minat, motivasi dan kepercayaan diri anak dalam berbahasa Inggris.

Menurut Ketua MGMP Bahasa Inggris SMP Kabupaten Gresik Misri Astutik, Fun English Learning itu, muncul setelah anggota MGMP Bahasa Inggris yang memiliki anggota sebanyak 150-an guru PNS, PPPK maupun honorer mencermati adanya kecenderungan menurunnya minat literasi Bahasa Inggris siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri dan Swasta di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik ini.

Anak-anak jenjang SMP dan sederajat lebih suka bermain gadget. “Kita izinkan anak untuk pegang hp, tetapi yaitu tadi kita belokkan ke arah yang positif, kita juga melayani kebutuhan anak-anak untuk bermain. Bermainnya ini kita masukkan materi-materi bahasa Inggris,” kata Waka Kurikulum UPT SMP Negeri 31 Gresik pada Kamis, 27 November 2025.

Fun English Quest, misalnya. Games petualangan berbasis website, bisa juga offline yang memberikan tantangan pertanyaan kepada anak untuk menyelesaikan. Siswa karena senang tidak akan merasakan games advanture itu adalah bagian dari materi pembelajaran bahasa Inggris. “Materi games advanture disiapkan oleh guru sesuai dengan tema pembelajaran,” jelas Sarjana Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Surabaya itu.

Misri Astutik yang juga anggota Tim Pembina dan Penilai Sekolah Adiwiyata Kabupaten Gresik itu optimistis inovasi pembelajaran itu bisa menaikkan minat, kepercayaan diri siswa untuk belajar Bahasa Inggris. Belajar Bahasa Inggris itu menyenangkan.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memberikan apresiasi kepada guru yang terus berinovasi sehingga kegiatan belajar mengajar menyenangkan. Pendidikan di Gresik, katanya, harus menyenangkan dan berorientasi pada nilai, karakter, dan kualitas pembelajaran. Ia pun mengenang pada tahun 2022, di masa kepemimpinan periode pertama, dimana Pemerintah Kabupaten ( Pemkab) Gresik telah menerapkan kebijakan baca tulis Al-Quran sebagai muatan lokal di sekolah negeri.

“Tahun 2022 saya menginstruksikan bahwa baca tulis Quran menjadi muatan lokal di sekolah negeri. Alhamdulillah hari ini kita semua melihat hasilnya. Sudah tidak ada lagi anak SD dan SMP negeri di Gresik yang tidak bisa mengaji,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Bupati Fandi Akhmad Yani.(yad)

Fun English Learning, Inovasi MGMP Bahasa Inggris SMP jadi Magnet Siswa di Edu Expo 2025  Selengkapnya

TKD 2026 Mengalami Penyesuaian, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani : Komitmen Pemkab, Pendidikan tetap Prioritas 

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan komitmen pemerintah dalam bidang pendidikan tetap menjadi prioritas, meski transfer keuangan daerah (TKD) dari pemerintah pusat berkurang lebih dari Rp 0,5 triliun. 

“Meski terjadi penyesuaian TKD secara nasional, hak-hak guru tetap menjadi prioritas,” tegas Bupati Fandi Akhmad Yani saat menghadiri Semarak Peringatan Hari Guru Nasional di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) Gresik pada Rabu, 26 November 2025. “Yang berkaitan dengan guru, Insya Allah tahun 2026 aman. Kami akan terus memprioritaskan hak-hak guru,” imbuhnya dan mendapatkan aplaus dari para guru.

Mantan Ketua DPRD Gresik itu, terus mendorong para guru untuk berinovasi sehingga kegiatan belajar mengajar menyenangkan. Pendidikan di Gresik, katanya, harus menyenangkan dan berorientasi pada nilai, karakter, dan kualitas pembelajaran. Ia pun mengenang pada tahun 2022, di masa kepemimpinan periode pertama, dimana Pemerintah Kabupaten ( Pemkab) Gresik telah menerapkan kebijakan baca tulis Al-Quran sebagai muatan lokal di sekolah negeri.

“Tahun 2022 saya menginstruksikan bahwa baca tulis Quran menjadi muatan lokal di sekolah negeri. Alhamdulillah hari ini kita semua melihat hasilnya. Sudah tidak ada lagi anak SD dan SMP negeri di Gresik yang tidak bisa mengaji,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Bupati Fandi Akhmad Yani.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik S.Hariyanto menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh Bupati Fandi Akhmad Yani dalam meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik. Sejumlah capaian strategis telah terwujud, di antaranya 2.086 tenaga PPPK dan 670 PPPK paruh waktu yang telah diangkat, sehingga total mencapai 2.756 guru.

Pemkab Gresik juga memberikan insentif bagi 3.206 guru PAUD non-sertifikasi, serta alokasi anggaran hampir Rp 30 miliar untuk guru swasta, masing-masing sebesar Rp7,2 juta per tahun yang disalurkan langsung ke rekening guru.

Selain itu, Pemkab juga memberikan Penghargaan Pelaksanaan Program Pendidikan Inklusi Hatiku Padamu kepada Kecamatan Menganti untuk kategori Inklusif Transformatif, Kecamatan Bungah untuk kategori Inklusif Dedikatif, serta Kecamatan Gresik untuk kategori Inklusif Kolaboratif.

Serta, peningkatan layanan pendidikan, Pemkab Gresik terus memperbaiki sarana prasarana sekolah. Tahun 2025 mendatang ditargetkan hanya tersisa 9 persen ruang kelas yang rusak atau sekitar 760 ruang kelas, sementara 91 persen atau 8.324 ruang kelas sudah dalam kondisi baik

Sementara itu, kegiatan Semarak Peringatan Hari Guru Nasional  berlangsung semarak. Gedung WEP dipadati siswa dan guru Se-Kabupaten Gresik. Diawali dengan Khatmil Quran seribu penghafal quran dari kelas Tahfidz. Lalu, pemberian penghargaan kepada Guru Berprestasi.  

Yakni, Siti Chomsiyah dari UPT SDN 145 Gresik dengan prestasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Transformatif Kepala SD ; Mufarrochah (TK Muslimat NU 7 Pongangan) dengan prestasi Lomba Cipta Alat Permainan Edukatif ; Satria Yudha Prakosa (UPT SDN 35 Gresik) sebagai Duta Pemuda Kreatif Jawa Timur, dan Andi Herawanto (UPT SDN 45 Gresik) selaku Pelopor Komunitas Guru Pendidikan Dasar (Dikdas).

Berikutnya,Ahmad Nur Hadi (UPT SDN 125 Gresik) dengan prestasi Inovasi Pembelajaran Mendalam, Koding dan Kecerdasan Artifisial, serta Nur Khomsidah (UPT SDN 149 Gresik) dengan prestasi Menulis 750 Kata. (yad)

TKD 2026 Mengalami Penyesuaian, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani : Komitmen Pemkab, Pendidikan tetap Prioritas  Selengkapnya

Pemkab Gresik Bangun Gedung Sekolah Rakyat baru Lebih Modern, ada Fasilitas Mini Soccer, RTH hingga Bozem

GRESK,1minute.id – Siswa Sekolah Rakyat Menengah  Atas (SRMA) 30 Gresik bakal memiliki gedung anyar. Lokasinya di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. 

Gedung baru itu akan lebih megah, nyaman dan modern bila dibandingkan gedung  yang berada di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu. Fasilitas juga bakal lebih komplet. Selain ruang kelas, asrama siswa putra, putri dan guru, laboratorium, masjid, kantin. Gedung sekolah rakyat (SR) akan dilengkapi fasilitas lapangan basket, mini soccer hingga ruang terbuka hijau (RTH). 

Semua fasilitas itu dibangun di atas lahan seluas lebih dari 5 hektar dengan total luas bangunan mencapai 62.577 meter persegi. 

Kepala Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DCKPKP) Gresik Ida Lailatus Sa’diyah mengatakan, persiapan pembangunan telah dilakukan melalui rapat koordinasi sebagai langkah awal sebelum proyek dimulai.

Ia menjelaskan bahwa gedung SR akan berdiri di atas lahan seluas lebih dari 5 hektar dengan total luas bangunan mencapai 62.577 meter persegi. Di dalamnya, akan dibangun 26 jenis bangunan yang dirancang untuk menunjang seluruh kebutuhan kegiatan belajar dan pengembangan siswa.

Fasilitas yang tersedia mencakup 36 ruang kelas, laboratorium, klinik, hingga gedung olahraga yang lengkap seperti lapangan basket, mini soccer, dan jogging track.

“Selain itu ada juga taman ruang terbuka hijau (RTH),” kata Ida Lailatus Sa’diyah dikonfirmasi pada Minggu, 23 November 2025. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa di kawasan tersebut juga akan dibangun tempat ibadah hingga bozem.

 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memiliki komitmen untuk terus meningkatkan fasilitas pendidikan di Kota Industri, sebutan lain, Kabupaten Gresik. 

Persiapan pembangunan telah dilakukan melalui rapat koordinasi sebagai langkah awal sebelum proyek dimulai. “Seluruh fasilitas ini akan menunjang para siswa, dan bahkan akan lebih lengkap dibandingkan SRMA Mriyunan,” kata Ida Lailatus Sa’diyah. 

 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik  terus berupaya meningkatkan fasilitas pendidikan. Pembangunan akan dilakukan pada Desember 2025. Targetnya, gedung SR baru ini sudah harus bisa digunakan pada tahun ajaran baru 2026.

Untuk diketahui, kegiatan belajar mengajar di SMRA 30 Gresik menempati gedung eks UPT SMP Negeri 30 Gresik di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu, Gresik. Sebanyak 75 siswa atau tiga rombongan belajar (rombel). Sebelumnya, Pemkab Gresik melakukan revitalisasi gedung eks UPT SMP Negeri 30 Gresik itu. 

Bila pembangunan gedung baru sekolah rakyat di Deaa Raci Tengah kelar, pemkab Gresik akan gedung tersebut sebagai panti lansia. Selain halaman luas, fasilitas juga bagus. (yad)

Pemkab Gresik Bangun Gedung Sekolah Rakyat baru Lebih Modern, ada Fasilitas Mini Soccer, RTH hingga Bozem Selengkapnya

2 Jam Tim Pecinta Alam MTs Ma’arif Sidomukti & EH Gresik Beraksi Cabut 7 Kilogram Paku di Batang Pohon

GRESIK,1minute.id – Puluhan siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Ma’arif Sidomukti bersama komunitas Earth & Human (EH) Gresik melakukan aksi razia paku yang menancap pada batang pohon di sepanjang Jalan Sunan Giri pada Ahad, 23 November 2025.

Aksi peduli lingkungan dengan cara mencabut paku, staples maupun tali tampar yang “menyiksa” puluhan batang pohon itu dilakukan untuk memperingati Hari Pohon Sedunia yang diperingati setiap 21 November itu.

Sejak pagi puluhan relawan yang mayoritas kaum hawa itu berkeliling menyusuri jalur Jalan Sunan Giri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik tersebut. Mereka sambil membawa tang, sarung tangan, dan kantong sampah. Mereka mencabut satu per satu paku, staples, dan benda-benda logam lain yang tertancap di batang pohon.

Ketua EH Gresik M.Zubaidi menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bentuk edukasi kepada masyarakat bahwa pohon adalah makhluk hidup yang perlu dijaga. “Memaku pohon akan berdampak terhadap keseimbangan lingkungan. Seperti membuat Kambium pohon rusak, pohon rentan terserang penyakit, bahkan akhirnya mati. Pohon dapat lebih cepat keropos dan yang paling parah berpotensi rapuh dan bisa sewaktu-waktu tumbang, itu bisa membahayakan pengguna jalan,” ujarnya pada Ahad, 23 November 2025.

Hanya dalam waktu dua jam, puluhan relawan peduli lingkungan itu mendapatkan paku sebesar 7 kilogram paku. “Semua paku itu  menancap di pohon-pohon,’’ kata Adrian, salah seorang pembina Pecinta Alam MTs Ma’arif Sidomukti, Gresik.

“Seluruh paku dan benda logam yang berhasil dicabut kemudian dikumpulkan lalu dijual, selanjutnya uangnya dibelikan bibit pohon yang akan dibagikan ke masyarakat sekitar. Sebagai bentuk kampanye tentang cinta lingkungan, Kami ingin menanamkan kepedulian sejak dini. Anak-anak tidak hanya tahu teori, tetapi juga terjun langsung melakukan aksi nyata,” jelasnya.

Aksi cabut paku ini juga bertujuan menjaga kualitas udara di wilayah Gresik. Pohon yang rusak akibat paku memiliki kemampuan lebih rendah dalam memproduksi oksigen. Jika kondisi ini dibiarkan, keseimbangan lingkungan pun terancam.

“Kami berharap masyarakat semakin sadar. Pohon bukan papan reklame. Ia pancarkan jauh lebih penting yaitu oksigen yang kita hirup setiap hari daripada sinyal wifi. Oksigen menberi manfaat besar bagi kehidupan kita,” tutup Caramel, salah satu relawan EH Gresik.

Melalui kegiatan ini, MTs Ma’arif Sidomukti dan EH Gresik kembali menegaskan komitmen mereka dalam menjaga kelestarian lingkungan serta mengajak masyarakat untuk bersama-sama merawat pohon sebagai penyangga kehidupan. (yad)

2 Jam Tim Pecinta Alam MTs Ma’arif Sidomukti & EH Gresik Beraksi Cabut 7 Kilogram Paku di Batang Pohon Selengkapnya

Pertama, MUI Gresik Gelar Festival Film : Sinergi Dakwah & Seni. Ini Jawaranya!

GRESIK,1minute.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik menggelar Awarding, Screening, dan Bincang Film di Aula Kantor MUI Gresik pada Sabtu, 22 November 2025.

Pemberian penghargaan yang  diselenggarakan oleh Komisi Seni, Budaya Islam, dan Remaja MUI Gresik kepada  peserta Festival Film Pendek MUI Gresik. Festival Film kali pertama para sineas muda di Indonesia dengan tema Sinergi Dakwah & Seni” dalam Mengembangkan dan Melestarikan Kearifan Lokal. Lomba dimulai 10 Agustus sampai 10 November 2025. 

Setelah proses panjang, dewan juri memutuskan dan menetapkan juara  pertama yakni Irama Lama yang Kembali – Mochammad Mauludin Habibulloh – Sinergi Risalah ; Juara kedua Hadza min Fadli Robbi – Lailatul Khumairoh – SMK Al Hadi dan juara ketiga Suwung (Sunyi yang berbicara) – Verga Sahara Pramestal – Komunitas Kreatif Kedungrukem.

Wakil Ketua Umum MUI Gresik Prof. Abdul Chalik menyampaikan bahwa kesenian merupakan sesuatu yang lintas batas bahkan lintas etnis. “Ud’u ila sabili robbika bil hikmati wal mau’idhotil hasanah. Bahwa berdakwah itu harus dengan hikmah, sehingga bisa diterima masyarakat, dan kesenian menjadi salah satu jalan hikmahnya,” kata Prof. Chalik.

Ia melanjutkan, bahwa dakwah dengan seni sudah dipraktikkan oleh para wali dalam masa awal penyebaran agama Islam di Nusantara, dan terbukti dapat diterima masyarakat dengan baik hingga saat ini. “Terakhir, kami juga menyampaikan apresiasi kepada para peserta Festival Film MUI Gresik, terlebih juga kepada Komisi Seni, yang telah mempersiapkan kegiatan ini dengan maksimal,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi Seni, Budaya Islam dan Remaja Hj. Sri Wahyuni menyampaikan apresiasi kepada para peserta Festival Film MUI Gresik 2025 ini. “Alhamdulillah, pada gelaran pertama Festival Film MUI Gresik ini, diikuti 40 peserta, yang terdiri dari 10 peserta dari Gresik dan 30 peserta dari seluruh Indonesia,” katanya.

Bu Uyun, sapaan akrabnya, juga menyampaikan selamat kepada para pemenang, dan berharap festival ini menjadi awal nyata generasi muda mensyiarkan dakwah dengan film. “Selamat kepada para pemenang, dan untuk yang belum berkesempatan menjadi juara jangan patah arah, dan mari tetap menggairahkan dakwah Islam melalui seni, yang salah satunya dengan film,” ujarnya.

Ketua MUI Kabupaten Gresik KH. Ainur Rofiq Thoyyib menutup kegiatan tersebut dengan kesan dan pesan sekaligus Doa Berkah. “Luar biasa, saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Seluruh Film yang ditayangkan penuh pesan moral dan menjadi media dakwah. Semoga membawa keberkahan untuk kita semua,” ucap Kiai Rofiq sapaan akrabnya. (yad)

Pertama, MUI Gresik Gelar Festival Film : Sinergi Dakwah & Seni. Ini Jawaranya! Selengkapnya

Ratusan Peserta Tunjukkan Aksi Terbaik di Kompetisi Marching Band Kapolres Gresik Cup 2025

GRESIK,1minute.id –  Ratusan anak Taman Kanak-kanak (TK) se-Kabupaten Gresik mengikuti Lomba Marching Band Kapolres Gresik Cup 2025 di Gelanggang Olahraga (GOR) Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) Gresik pada Sabtu, 22 November 2025. 

Lapangan Indoor berada di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gresik sesak peserta dan orang tua serta guru. UMKM pun menuai berkah karena dagangan mereka laris manis. Kompetisi marching band ini dibuka oleh Kapala Bagian SDM Polres Gresik Kompol Syabain Rahmad Kusriyanto. Tampak hadir pejabat utama Polres Gresik diantaranya, Kabag Logistik Polres Gresik AKP Windu Priyo.

Dalam amanatnya, Kompol Syabain menegaskan bahwa kejuaraan marching band tidak hanya sekadar perlombaan seni dan musik, tetapi juga merupakan wahana yang sarat dengan nilai pembentukan karakter. “Marching Band adalah simbol disiplin, kerja sama, kreativitas, sportivitas, dan semangat juang. Nilai-nilai ini sejalan dengan tugas Kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kerja sama Polres Gresik dengan Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Kabupaten Gresik diharapkan dapat menciptakan ruang positif bagi generasi muda untuk menunjukkan bakat, memupuk kreativitas, dan menyalurkan energi ke arah yang produktif. “Kami percaya, generasi yang kreatif dan berkarakter adalah pondasi bagi masa depan Kabupaten Gresik yang aman, maju, dan berprestasi,” imbuhnya.

Kompol Syabain pun mengingatkan kepada dewan juri kompetisi untuk fair play, menjaga objektivitas dan integritas dalam proses penilaian. Sedangkan, kepada peserta, perwira satu melati di pundak itu, berpesan agar menjadikan ajang ini bukan hanya tentang meraih kemenangan, tetapi juga sebagai pengalaman membentuk mental dan kedisiplinan.

“Kemenangan terbesar adalah kegigihan, keberanian, dan disiplin dalam setiap proses latihan yang telah kalian jalani,” tuturnya. Kompetisi pun berlangsung seru. Peserta TK/KB Muslimat NU 29 Mahkota Gresik, diantaranya. (yad)

Ratusan Peserta Tunjukkan Aksi Terbaik di Kompetisi Marching Band Kapolres Gresik Cup 2025 Selengkapnya