Haul ke-126 KH. M. Sholih Tsani, Pemangku ke-5 Ponpes Qomaruddin Bungah, Ajang Silaturahmi Santri dan Warga

GRESIK,1minute.id – Ribuan jemaah memadati Lapangan SMA Assa’adah, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Jemaah yang tidak hanya dari Gresik. Namun, mereka dari berbagai kota di Indonesia.

Ribuan jemaah itu tumplek-blek untuk ngalap berkah mengikuti Haul ke-126 KH. M. Sholih Tsani. Haul ulama kharismatik , salah satu agenda tahunan yang ditunggu umat muslim di Indonesia. Kehadiran jemaah dari berbagai kota di Indonesia mengikuti Haul Bungah-biasa warga menyebut-Haul K.H. M. Sholih Tsani menjadi berkah bagi para UMKM. 

Puncak acara digelar selama dua hari yakni, Rabu dan Kamis, 20-21 November 2024. Namun, rangkaian kegiatan berlangsung hingga nyaris sebulan. Mengutip dari  smadah.gresik.sch.id, Pondok Pesantren Qomaruddin didirikan oleh Kiai Qomarudin pada 1747 Masehi. Awalnya, nama yang disematkan ketika didirikan adalah “Pesantren Sampurnan” namun dalam perkembangannya, sekitar 1960-an dilakukanlah musyawarah untuk kebijakan perubahan nama pesantren menjadi “Pesantren Qomaruddin”. 

KH. M. Sholih Tsani, ulama kharismatik itu adalah pemangku ke-5 yang dalam perjalanannya mendedikasikan diri mengembangkan pendidikan agama Islam. Berikut  ini adalah daftar para pemangku Pondok Pesantren Qomaruddin sepanjang perjalanannya sejak didirikan sampai sekarang yang telah dipimpin oleh sepuluh tokoh pemangku, yakni:

1. K.H. Qomaruddin : 1747-1757

2. K.H. Mohammad Sholih Awwal : 1757-1838

3. K.H. Mohammad Basyir : 1838-1860

4. K.H. Musthofa : 1860-1862

5. K.H. Mohammad Sholih Tsani : 1862-1902

6. K.H. Ismail : 1902-1948

7. K.H. Mohammad Sholih Musthofa : 1948-1982

8. K.H. Ahmad Muhammad Al-Hammad : 1982-2013

9. K.H. Mohammad Iklil Sholeh, M.Pd.I. : 2013-2023

10. K.H. Ala’uddin, Lc. M.SEI. : 2023-sekarang

Dalam sambutannya, Plt Bupati Gresik Aminatun Habibah mengucapkan terima kasih kepada Pondok Pesantren Qomaruddin dalam perannya membentuk SDM yang berkualitas. “Saya mewakili Pemerintah Kabupaten Gresik mengucapkan terima kasih kepada Pondok Pesantren Qomaruddin karena telah membantu pemerintah mendidik anak-anak kita menjadi SDM yang berkualitas,” tutur Bu Min -sapaan akrab-Aminatun Habibah.

Ia melanjutkan, harapannya agar lembaga pendidikan pondok pesantren dapat terus memberikan manfaat kepada masyarakat tanpa adanya pertikaian. “Saya berharap agar pendidikan di lembaga ini bisa berlangsung terus tidak ada pertikaian antar keluarga maupun perebutan kekuasaan yang tidak ada manfaatnya bagi pesantren,” harapnya.

Bu Min adalah putri pertama dari pemangku Pondok Pesantren Qomaruddin yang kedelapan, yakni K.H. Ahmad Muhammad Al-Hammad atau yang lebih dikenal masyarakat luas dengan “Romo Yai Mad”.

Seiiring perkembangan zaman, dengan pembentukan Yayasan Pondok Pesantren Qomaruddin, dibangun pula saran-prasarana yang semakin baik di lingkungan Pondok Pesantren Qomaruddin untuk pendidikan formal dan non-formal.

Secara umum dapat digambarkan bahwa pengembangan pembangunan saat ini terbagi menjadi dua kompleks, yakni kompleks selatan dan kompleks utara. Kompleks selatan meliputi gedung/bangunan dan sarana pondok pesantren, musala, unit pendidikan TK-KB, MTs Assaadah II, MI Assaadah, SMP Assaadah, MTs Assaadah I, MA Assaadah, dan SMA Assaadah. 

Kemudian untuk kompleks utara meliputi unit SMK Assaadah dan Universitas Qomaruddin dan bangunan masjid yang masih dalam proses pembangunan. 

Rangkaian Haul Bungah ke-126 digelar kegiatan Tadarus Al-Qur’an bil Ghoib dan Lailatul Qiroah menjadi pembuka pada rangkaian haul di hari pertama. Selanjutnya Tahlil serta Mauidhah Hasanah yang disampaikan oleh Gus Ghofur Maimun Zubair dari Rembang. Ini menjadi kegiatan inti pada puncak peringatan haul di hari kedua. Acara haul ditutup dengan salawat hadrah yang menghadirkan jemaah ISHARI Gresik dan Lamongan.

Acara haul ini memiliki makna yang sangat penting bagi warga Pondok Pesantren Qomaruddin dan masyarakat Gresik pada umumnya. Selain sebagai penghormatan kepada KH. M. Sholih Tsani, haul ini juga menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi antara warga pesantren, alumni, dan masyarakat. Lebih dari itu, kegiatan ini mengingatkan akan pentingnya pendidikan agama dan pengamalan ajaran Islam yang diteruskan oleh generasi berikutnya.

“Memperingati Haul dari KH. M. Sholih Tsani ada banyak hal yang dapat kita ambil pelajaran, terutama pada perjuangan beliau mulai dari beliau menuntut ilmu sampai mengabdikan ilmunya di Pondok Pesantren Qomaruddin Sampurnan ini,” imbuh Kiai Mudlofar Usman dalam pembacaan Manaqib KH. M. Sholih Tsani. (yad)

Haul ke-126 KH. M. Sholih Tsani, Pemangku ke-5 Ponpes Qomaruddin Bungah, Ajang Silaturahmi Santri dan Warga Selengkapnya

SD YIMI Gelar Malam Cinta Rasulullah, Ribuan Jemaah Berzikir dan Bersalawat Bersama Habib Ali Zainal Abidin Assegaff

GRESIK,1minute.id – Sekolah Dasar Yayasan Islam Malik Ibrahim atau SD YIMI Gresik menyelenggarakan Maulid Nabi dan Haflah Kurikulum pesantren (Aqidatul Awam, Arbain Nawawi, Amtsilatut Tashrifiyah dan Ta’limul Muta’allim).

Tahun ini, kegiatan rutin tahunan itu menghadirkan Majlis Azzahir yang dipimpin oleh Habib Ali Zainal Abidin Assegaff.

Ribuan jemaah tumblek-blek memenuhi sepajang Jalan Agus Salim, KH Zubair hingga Kramatlangon, Kecamatan/ Kabupaten Gresik, Jawa Timur itu. Diperkirakan yang hadir mencapai 10 ribu jemaah di Malam Cinta Rasul yang penuh barokah. Ribuan jemaah bersalawat dan berzikir. 

Acara yang bertujuan untuk menambah kecintaan masyarakat serta mengenalkan bahwa di SD YIMI Gresik juga selain mengembangkan tahfidz dan TPQ juga mngembangkan kurikulum pesantren, harapannya melahirkan generasi santri unggul yang siap berkontribusi bagi masyarakat ditengah derasnya arus dgitalisasi.

Untuk diketahui bahwa Yayasan Islam Malik Ibrahim memiliki lembaga pendidikan mulai dari KBTK, SD, dan SMP. Lembaga pendidikan milik YIMI ini mengusung kurikulum merdeka belajar yang dipadu kurikulum pesantren.

Menurut Kepala SD YIMI Abdul Adhim, kurikulum pesantren yang padukan dengan Kurikulum Merdeka Belajar memberikan pondasi yang kokoh bagi pendidikan karakter siswa.

“Acara ini adalah wujud nyata dari upaya kami dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan seperti akhlakul karimah dan cinta kepada Rasulullah. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh civitas akademika SD YIMI untuk terus belajar dan berinovasi,” kata Abdul Adhim. 

MEMUKAU : Penampilan siswa YIMI Gresik dalam Malam Cinta Rasulullah di halaman sekolah di Jalan Agus Salim, Kecamatan/Kabupaten Gresik (foto : YIMI untuk 1minute.id)

Sebelum bersalawat dan berzikir yang dipimpin oleh Habib Ali Zainal Abidin Assegaff acara diawali dengan penampilan yang memukau dari siswa-siswi TK YIMI. Kreativitas anak-anak usia dini ini berhasil menghangatkan suasana dan menjadi pembuka yang meriah.

Selain itu haflah muatan lokal pesantren SD YIMI meliputi Aqidatul Awam, Arba’in nawawi, Ta’limul muta’allim dan Amtsilatut Tashrifiyah juga membuka kegiatan ini. Shorof Tasyakur dan Kirim doa keluarga besar YIMI, terbuka untuk umum dihadiri warga gapurosukolilo, Pulopancikan dan sekitarnya.

“SD YIMI berkomitmen untuk menjadi sekolah yang tidak hanya mencetak generasi cerdas, tetapi juga generasi yang berakhlak mulia. Acara Malam Cinta Rasul ini merupakan salah satu bentuk upaya kami dalam menanamkan nilai-nilai agama kepada siswa-siswi. Kami berharap acara ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain,” ujar Selamet, staff YIMI. (yad)

SD YIMI Gelar Malam Cinta Rasulullah, Ribuan Jemaah Berzikir dan Bersalawat Bersama Habib Ali Zainal Abidin Assegaff Selengkapnya

Jadi Arus Utama Kaligrafi Islam di JMA Yogyakarta, Pencinta Karya Riyanto Kini Menikmati di Art Jakarta

GRESIK,1minute.id –  Sukses merebut hati pecinta kaligrafi di Taman Budaya Yogyakarta. Mulai hari ini, sejumlah lukisan kaligrafi karya Muhammad Riyanto akan terpajang di Art Jakarta di JIEXPO Kemayoran, Jakarta. Ada tiga karya lukisan kaligrafi lelaki berusia 49 tahun ini yang akan dipamerkan mulai 4-6 Oktober 2024 itu.

Tiga karya berjudul “Keinginan ; Hijaiyah dan Fa Asbahtum Bini’matihi Ikhawanaa”. Awalnya, pelukis kaligrafi yang sedang naik daun mengirimkan empat karya. Hasil kurasi tiga di antara empat karya lolos. “Lukisan saya diikutkan oleh Galeri.Telu dan Dinding Luar di Jakarta. Ini event pameran sangat luar biasa. Mohon doanya,” kata Riyanto pada Jumat, 3 Oktober 2024.

Riyanto, pelukis kaligrafi aliran surialis tinggal di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik, Jawa Timur ini berbeda dengan pelukis kaligrafi lainnya. Riyanto, tumbuh di keluarga pelukis. Ayahnya seorang pelukis kaligrafi kaca. Pamannya juga berkecimpung di bidang melukis. Ia mengikuti jejak ayah dan pamannya menjadi seorang pelukis kaligrafi. Ia memulai pameran sejak 1991. Karya-karya kaligrafi yang mengkritisi kondisi sosial masyarakat. 

Di antaranya, berjudul “Dream Noah Ship Future” pernah dipajang di Malaysia. Lukisan itu menggambarkan sebuah kapal pesiar yang mengangkut banyak penumpang. Beragam agama mereka. Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha. Di atas kapal pesiar itu, semuanya rukun. “Andai dunia bisa damai. Akan sangat menyenangkan,” kata Riyanto suatu hari. 

Di eksebisi pameran kaligrafi kontemporer pada 8-15 September 2024, Riyanto, salah satu wakil Indonesia yang mengikuti pameran bertajuk “The Prophet Muhammad International Islam Calligraphy Art Exhibition”. Pameran kaligrafi kontempore terbesar itu diikuti 135 pelukis dari 35 negara ini rangkaian memeriahkan acara Musabaqah Tilawatil Quran Nasional atau MTQN ke-30 di Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia. 

Riyanto memamerkan lukisan berjudul “Nuur Muhammad” di atas kanvas ukuran 120×120 cm. Medianya campuran yakni Polypropylene, glass, PVC board, pipa, pines, resin, acrylic on canvas. “Judul karya Nuur Muhammad dalam berkonsep karya nama diberikan oleh KH.Chotib Hambari adalah putra KH.Muhammad Bashori Mansyur pengasuh Ponpes Roudlotit Tholibin keponakan Gus Mus (Mustofa Bisri),” terang pelukis kaligrafi kini pengurus Jamiyyatul Qurra’ wal Huffazh atau JQH Kota Surabaya, Jawa Timur ini. 

Pada 28 September-1 Oktober 2024, Riyanto mengikuti pameran yang diselenggarakan oleh Tumpuk Undung, Likalaku Seasion, Jogja Move Art atau JMA 2024 di Taman Budaya Yogyakarta. Riyanto memamerkan lukisan berjudul “The Power of Ibrahim’s Prayer” (2023). Lukisan berdiameter 150 cm di media AOC. 

Dalam diskripsi lukisan berbentuk bundar itu, Riyanto sengaja visualisasikan semua bendera negara Islam di dunia dengan latar belakang menjalankan Tawaf yang merupakan salah satu rukun haji dan umrah orang Islam. Mereka datang membawa bendera negaranya dan kembali pun masih membawa benderanya. 

Dengan harapan nilai rohani yang dibawa dari pergi Haji atau umrah bisa menambah kebaikan untuk semua. Dan kotak-kotak yang polos visualisasikan sebagai berangkat dengan niat yang kurang ikhlas dan hanya niat urusan duniawi semata. 

Putaran tawaf yang divisualisasikan dengan tulisan kaidah tsulust adalah doa putaran pertama sampai putaran ketujuh atau terakhir. Dengan inti doanya Robbana atina fiddunya hasanah wafil akhiroti Hasanah waqina adzabannar… Sedangkan, Kakbah dengan petir adalah visualisasi kuatnya power dari Kakbah itu . 

Karena di sana seakan hanya ada Allah dan hambanya semata. Wallahu a’lam bisshowa. Karya Riyanto menjadi pusat perhatian para pengunjung di Taman Budaya Yogyakarta. Karya kaligrafi Islam karya Riyanto menjadi arus utama di event JMA. “Saya sangat bersyukur, banyak pengunjung yang tertarik dengan kaligrafi islam,” kata Riyanto yang juga pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran atau LPTQ Kota Surabaya juga Dewan hakim MTQ Cabang Khat Kota Surabaya. (yad)

Jadi Arus Utama Kaligrafi Islam di JMA Yogyakarta, Pencinta Karya Riyanto Kini Menikmati di Art Jakarta Selengkapnya

Ribuan Jemaah Bersalawat dan Doa Bersama Habib Syech, untuk Keselamatan Warga Pulau Bawean 

GRESIK,1minute.id – Ribuan jemaah memenuhi Alun-alun Sangkapura, Kecamatan Sangkapura  Pulau Bawean, Kabupaten Gresik pada Sabtu malam, 27 Juli 2024.

Jemaah yang menyemut itu datang dari Kecamatan Sangkapura dan Tambak. Mereka datang untuk mengikutinya “Bawean Bersholawat” yang dipimpin oleh Habib Syech bin Abu Bakar Assegaf. Kehadiran ulama yang memiliki jemaah fanatik yakni syecher maniah ini kali pertama di pulau berjarak 180 mil laut dari pusat pemerintahan kabupaten Gresik itu. 

Selama lebih 2 jam, ribuan jemaah melantunkan salawat nabi dengan diiringi Grup Sholawat Hadrah Ahbabul Musthofa ini membuat suasana malam Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean itu terasa semakin sejuk dan damai. 

Perhelatan akbar bertemakan “Bawean Bersholawat” ini digelar dalam rangkaian peringatan HUT ke-50 Pemkab Gresi dan Hari Jad ke-537 Kota Gresik. Sejatinya rencana itu digelar pada Maret 2024. Namun, tuhan berkehendak lain. Gempa bumi berkekuatan 6,5 magnitudo menguncang Pulau terluar di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu. 

Dan, Bawean Bersholawat  sebagai bentuk doa bersama untuk keselamatan warga Bawean pascagempa.  

BAWEAN BERSHOLAWAT: Ribuan jemaah memadati Alun-alun Sangkapura, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik mengikuti Bawean Bersholawat bersama Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf serta Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Sabtu malam, 27 Juli 2024 ( FOTO: Prokopim Gresik untuk 1minute.id)

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, acara ini merupakan rangkaian dari peringatan Hari Jadi Kabupaten Gresik dan juga doa bersama untuk keselamatan warga Bawean dan seluruh warga di Kabupaten Gresik. Gus Yani berharap dengan salawat ini dapat membawa berkah.

“Melalui zikir dan doa bersama, kita memohon kepada Allah SWT agar masyarakat di Pulau Bawean ini selalu diberikan berkah dan rahmat. Mudah-mudahan Gresik makin berkah, dijauhkan dari bencana dan Gresik yang kondusif,” jelasnya. Selain Gus Yani, tampak hadir dalam acara religi itu, antara lain Dandim 0817/Gresik Letkol Inf  Ahmad Saleh Rahanar,  Kapolres Gresik AKBP Arief Kurniawan, dan Danlanal Batuporon Letkol Laut (P)  Moch. Anton Maulana.

Gus Yani mengharapkan, melalui momentum zikir dan doa bersama untuk mengingat dan meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT Serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjalankan syariat dan syiar Islam secara kaffah.

”Hari ini merupakan kesempatan baik untuk kita semua untuk bermunajah kepada Allah. Mudah mudahan kita selalu di berikan kesehatan, kesembuhan, rizki yang berlimpah dan terhindar dari segala bencana,” pesan Gus Yani. 

Habib Syech mengaku senang bangga alias ajib atas terselenggaranya acara ini. Dia mengapresiasi keramahan masyarakat Pulau Bawean. “Bawean sangat istimewa, masih asli dan asri alamnya. Makasih semua pihak terkait yang membantu acara ini. Saya baru kali ini, bisa ke Bawean, karena memang baru kali ini juga ada ajakan dari bupati ke Bawean,” ucapnya.

Kapolres Gresik AKBP Arief Kurniawan memastikan kegiatan Bawean Bersholawat berlangsung aman dan lancar meski berada di Kepulauan Bawean, Gresik. 

“Alhamdulilah acara Gresik bersholawat berlangsung aman dan lancar, kami juga mengajak masyarakat untuk menjaga sama sama-sama kamtibmas di kepulauan Bawean aman dan kondusif,” tukasnya. (yad)

Ribuan Jemaah Bersalawat dan Doa Bersama Habib Syech, untuk Keselamatan Warga Pulau Bawean  Selengkapnya

Jumat Religi, Siswa dan Guru Spenda Gresik Berdoa Bersama untuk Calon Jemaah Haji

GRESIK,1minute.id – Ada pembiasaan yang patut mendapatkan apresiasi di UPT SMP Negeri 2 atau Spenda Gresik. Namanya, Jumat Religi. 

Ratusan siswa di sekolah berada di Jalan KH Kholil, Gresik berkumpul di halaman sekolah pada Jumat, 17 Mei 2024. Mereka duduk bersila untuk doa bersama. Untuk Jumat Religi tadi pagi, doa bersama untuk pemberangkatan calon jemaah haji atau CJH 2024. Ada lima orang keluarga besar Spenda yang akan menunaikan rukun Islam kelima itu.

Lima CJH itu adalah Bambang Budiono beserta istri, Tri Anjar Pratiwi, Muslikh dan istrinya, Siti Anisah dan Agus Salim, suami dari Ning Khoiriyah. Bambang Budiono, guru dan Muslik adalah Tata Usaha di UPT SMP Negeri 2 Gresik. Sedangkan, Agus Salim adalah suami dari guru di Spenda Gresik. Lima keluarga besar Spenda itu tergabung dalam kelompok terbang atau kloter 80 dan 81 yang akan terbang ke tanah Suci pada 2 Juni 2024 nanti. 

Menurut Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim, kegiatan Jumat Religi dengan tema Resepsi Pemberangkatan Calon Jemaah Haji digelar dalam rangka praktik baik pembelajaran untuk para peserta didik bahwa sebagai muslim memiliki kewajiban melaksanakan rukun islam kelima yakni Ibadah Haji.

SPENDA : Guru dan TU UPT SMP Negeri 2 Gresik atau Spenda Gresik yang akan menunaikan ibadah haji pada Jumat, 17 Mei 2024 ( Foto : Spenda Gresik untuk 1minute.id)

“Jumat Religi tadi pagi tentang rukun Islam kelima yakni Ibadah Haji,” kata Salim pada Jumat, 17 Mei 2024. Gelaran resepsi dan doa bersama untuk CJH ini, membuat Bambang Budiono terharu. “Mewakili calon haji mengucapkan terimakasih atas penghormatan yang diberikan dalam bentuk acara doa bersama semoga diberikan kemudahan dan kelancaran,” ucap Bambang Budiono.

Sebelumnya, Spenda Gresik yang memiliki kelas Tahfidz menerima kunjungan 15 guru dan tenaga kependidikan atau tendik UPT SMPN 28 Gresik. Kunjungan yang dipimpin oleh Kepala UPT SMP Negeri 28 Gresik Mahmudiono itu untuk melakukan studi tiru  program yang ada di Spenda. 

Menurut Mohammad Salim, kunjungan dari SMP Negeri 28 Gresik ini adalah bersinergi untuk menyerap penerapan program Spenda terutama terkait digitalisasi sekolah yang sedang ngetren yaitu Absensi scan face, perpustakaan digital , literasi digital, kantin sehat dan jurnal mengajar guru digital serta program Tahfidz. (yad)

Jumat Religi, Siswa dan Guru Spenda Gresik Berdoa Bersama untuk Calon Jemaah Haji Selengkapnya

MTQ ke-XXXI Dibuka Bupati Gresik, Ditutup Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Tuan Rumah Pertahankan Juara Umum

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah atau Bu Min menutup secara resmi hajatan akbar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-XXXI tingkat Kabupaten Gresik pada Ahad malam, 12 Mei 2024. 

Kecamatan Bungah berhasil mempertahankan sebagai juara umum kompetisi tahunan yang tahun ini dipusatkan di Lapangan Gambus, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik itu. MTQ ke-XXXI dibuka oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Jumat malam, 10 Mei 2024.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengucapkan syukur gelaran MTQ Ke-XXXI tingkat Kabupaten di Kecamatan Bungah berjalan sukses dan lancar. 

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, termasuk kepada sekolah-sekolah yang bersedia di tempati untuk lomba dan penginapan para kafilah. Sehingga acara MTQ ini berjalan sukses,” ucapnya.

Ia menilai, bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari aspek penyelenggaraan dan prestasi kejuaraan yang diperoleh saja. Tetapi bagaimana semua pihak mengambil hikmah dan mendapat nilai tambah dalam peningkatan, pemahaman, penghayatan dan pengamalan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan sehari-hari.

“MTQ esensinya adalah bagaimana Alquran digunakan sebagai syiar melalui lomba. Alhamdulillah di lapangan Gembus gelaran MTQ terlihat sangat meriah. Selain itu ada multiplier effect yaitu, menghidupkan UMKM di Kecamatan Bungah,” kata Wabup perempuan berlatar pendidik itu.

Pihaknya, mewakili Pemerintah Kabupaten atau Gresik mengucapkan terima kasih kepada segenap panitia, baik panitia lokal maupun tingkat kabupaten dan seluruh pihak atas sumbangsih dan usahanya. Sehingga penyelenggaraan MTQ ke-XXXI tahun 2024 di Kecamatan Bungah dapat berjalan lancar dan sukses.

“Selamat kepada para juara. Saya berpesan jangan jumawa, teruslah berlatih, mengembangkan potensi diri untuk menghadapi MTQ tingkat provinsi bahkan nasional nanti,” pesan Bu Min. Tampak hadir dalam acara penutupan tersebut adalah Kepala Kantor Kementerian Agama atau Kemenag Gresik Moh Ersat, Sekretaris Daerah Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, anggota DPRD Gresik Noto Utomo serta para kepala organisasi perangkat daerah. 

Dalam MTQ ke-XXXI yang diikuti 668 kafilah ini terdapat tujuh cabang yang dilombakan, yakni Tilawah Al Qur’an ; Hifdhil Qur’an ; Tafsir Al Qur’an ; Fahmil Qur’an (MFQ) ; Syarhil Qur’an (MSQ) ; Khot Al Qur’an (MKQ) dan Karya Tulis Ilmiah Al Qur’an (KTIQ).  

Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Kecamatan Bungah sekaligus tuan rumah MTQ ke-XXXI tingkat Kabupaten Gresik berhasil mempertahankan sebagai juara umum. Sedangkan peringkat pertama diraih oleh Kecamatan Ujungpangkah, runner up Kecamatan Manyar, peringkat ketiga Kecamatan Panceng, peringkat keempat dan lima masing-masing Kecamatan Dukun dan Kecamatan Sidayu. (yad)

MTQ ke-XXXI Dibuka Bupati Gresik, Ditutup Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Tuan Rumah Pertahankan Juara Umum Selengkapnya

MTQ XXXI Resmi Dibuka,  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani: MTQ Media Pengembangan Kompetensi Diri, Kesuksesan Dunia dan Akhirat

GRESIK,1minute.id – Musabaqoh Tilawatil Qur’an atau MTQ Tingkat Kabupaten Gresik resmi dibuka oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani atau Gus Yani pada Jumat malam, 10 Mei 2024. 

Pembukaan MTQ ke-XXXI ini dipusatkan di lapangan Gambus, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik ini diikuti sebanyak 660 kafilah berasal dari perwakilan 18 Kecamatan se-Kabupaten Gresik. 16 di Gresik Daratan dan 2 di kepulauan yakni Sangkapura dan Tambak, Pulau Bawean. Dua kecamatan di Pulau Bawean itu tetap mengirimkan kafilah mereka meski mereka baru tertimpah musibah gempa bumi yang saat ini masih tahap rehabilitasi.

Ada tujuh cabang yang dilombakan dalam MTQ yang dihadiri diantaranya Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Sekretaris Daerah Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Gresik M. Ersat, Ketua PCNU Gresik KH Mulyadi ini. 

Tujuh cabang itu, yakni Tilawah Al Qur’an ; Hifdhil Qur’an ; Tafsir Al Qur’an ; Fahmil Qur’an (MFQ) ; Syarhil Qur’an (MSQ) ; Khot Al Qur’an (MKQ) dan Karya Tulis Ilmiah Al Qur’an (KTIQ). Ratusan kafilah itu akan berebut menjadi yang terbaik di MTQ yang digelar selama 3 hari, 10-12 Mei 2024 ini.

Dalam sambutannya, Gus Yani menekankan pentingnya Musabaqah Tilawatil Qur’an atau MTQ sebagai media pengembangan kompetensi diri yang mengarah pada kesuksesan dunia dan akhirat. MTQ, imbuhnya, bukan hanya sekedar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah bagi masyarakat untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam memahami Al Qur’an. 

Selain itu, Bupati juga menyoroti partisipasi berbagai lembaga, termasuk TNI, Polri, dan Universitas Negeri dalam MTQ. “Saya sangat bangga melihat semua kelembagaan di NKRI, termasuk TNI dan Polri, serta Universitas favorit membuka diri untuk mencari sumber daya melalui hafalan Al-Qur’an. Hal ini menjadi contoh nyata bagaimana MTQ telah menjadi spirit dan semangat masyarakat Kabupaten Gresik,” kata mantan Ketua DPRD Gresik itu.

BUKA MTQ : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman dan Kepala Kemenag Gresik Moh Ersat menabuh bedug dalam pembukaan MTQ XXXI Kabupaten Gresik di Kecamatan Bungah pada Jumat malam, 10 Mei 2024 ( Foto: istimewa untuk 1minute.id)

Menurut Fandi Akhmad Yani, pengembangan kompetensi melalui hafalan Al-Qur’an tidak hanya memperkaya pengetahuan agama, tetapi juga membentuk karakter yang kuat, disiplin, dan bertanggung jawab. 

“Saya berharap melalui MTQ ini, kita semua dapat terus memperkuat nilai-nilai keagamaan serta menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman utama dalam menjalani kehidupan sehari-hari,” harapGus Yani. Usai memberikan sambutan, Fandi Akhmad Yani yang malam itu memakai sarung dipandu dengan hem warna krem dirangkapi dengan jas warna senada dan memakai dan kopyah secara simbolis membuka kegiatan MTQ XXXI Tingkat Kabupaten Gresik di Kecamatan Bungah dengan menabuh bedug. 

Sementara itu, Camat Bungah Moh. Izzul Muttaqin menyampaikan rasa syukur karena Gelaran Akbar MTQ XXXI di Kecamatan Bungah berjalan sukses dan lancar.

“Bismillah, semoga mulai pembukaan hingga penutupan MTQ XXXI, Kecamatan Bungah bisa menjadi Tuan Rumah yang baik dan seluruh rangkaian acara berlangsung sukses dan lancar. Dan tentunya membawa berkah bagi kita semua,” ungkapnya dengan nada penuh syukur. (yad)

MTQ XXXI Resmi Dibuka,  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani: MTQ Media Pengembangan Kompetensi Diri, Kesuksesan Dunia dan Akhirat Selengkapnya

Menyongsong 5 Abad, Sanggring Kolak Ayam Gumeno Makin Semarak

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menghadiri semarak menyongsong 5 Abad Sanggring Kolak Ayam. Tradisi ini disajikan saat buka puasa tiap malam 23 ramadan di masjid Jamik Sunan Dalem di Desa Gumeno Kecamatan Manyar.

“Tradisi sanggring di Desa Gumeno bahkan telah diakui sebagai warisan budaya tak benda oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud) RI. Yang kini sudah menginjak 499 tahun dan masih dilestarikan hingga saat ini,” kata Bu Min-sapaan karib-Aminatun Habibah saat menghadiri Semarak Menyongsong 5 Abad Sanggring Kolak Ayam pada Selasa, 2 April 2024.

Wabup menuturkan tentang sejarah kolak ayam bermula saat Sunan Dalem, putra kedua Sunan Giri ketika membangun masjid untuk menyebarkan agama Islam, mengalami sakit. Tidak diketahui jenis penyakitnya, dan tak ada satu pun jenis obat yang mampu menyembuhkan Sunan Dalem dari sakitnya.

“Sanggring berasal dari kata, Sang dan Gring. Sang yang artinya raja/penggedhe dan Gring yang berarti gering atau sakit. Jadi, Sanggring mempunyai arti kurang lebih, raja yang sedang sakit,” tutur wabup perempuan berlatar pendidik itu.

Hingga suatu hari, di malam dua puluh tiga ramadan, Sunan Dalem memutuskan untuk salat istikharah dan akhirnya Sunan Dalem mendapat petunjuk dari Allah SWT. Sunan Dalem lantas meminta para santrinya untuk menyiapkan ayam jago kampung ke masjid untuk di potong dan di masak menjadi kolak ayam.

“Ajaibnya setelah menyantap hidangan kolak ayam yang bahannya dicampur dengan rempah rempah tersebut. Akhirnya Sunan Dalem berangsur sembuh dari penyakitnya,” ungkapnya.

Dikatakan, selain menjadi warisan budaya takbenda asal Kabupaten Gresik, kuliner ini juga dipercaya sebagai obat dari segala penyakit. Sehingga sampai hari ini masyarakat masih melestarikannya, dengan harapan semoga siapa saja yang memakan Sanggring akan mendapat kesembuhan dari penyakit yang di derita.

“Ini sebuah tradisi yang baik, mengingatkan bagaimana perjuangan Sunan Dalem dalam mensyiarkan agama Islam. Ini kita teruskan, mudah-mudahan membangkitkan motivasi kita agar tidak menyerah dalam kondisi apapun,” katanya.

Sementara, Kepala Desa Gumeno Ahmad Fathoni mengatakan, untuk melestarikan tradisi ini, warga Desa Gumeno selalu melibatkan generasi muda dalam setiap kegiatan. Anak-anak yang ada di desa diberikan wawasan seputar tradisi kolak ayam. Sehingga menjadi suatu tradisi yang diharapkan bakal terus bertahan di tengah gerusan kemajuan Gresik sebagai kota industri. “Untuk pelaksanaan tahun ini, menghabiskan 254 ekor ayam. Kemudian ada sekitar 3200 porsi (kolak ayam) yang kami sediakan untuk takjil berbuka puasa,” katanya. (yad)

Menyongsong 5 Abad, Sanggring Kolak Ayam Gumeno Makin Semarak Selengkapnya

Ratusan Mualaf Se-Kabupaten Gresik Ngaji dan Buka Puasa Bareng

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 120 mualaf se-Kabupaten Gresik binaan Lembaga Muallaf Center (eLCM) Dewan Masjid Indonesia (DMI) menggelar Ngaji Bareng dan Buka Puasa Bersama pada Sabtu, 23 Maret 2024.

Kegiatan kerohanian memgusung tema “Bahagia Bersama Islam dari Mualaf Menuju Islam Kaffah” dihadiri sejumlah organisasi amil zakat dan organisasi kemasyarakatan diantaranya Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah ini dipusatkan di Aula Masjid Agung Mualana Malik Ibrahim Gresik di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. 

Ketua eLMC DMI Gresik Atta Syifa Nugraha mengatakan, kegiatan tersebut untuk mendekatkan dan mengenalkan Islam Kaffah kepada para mualaf yang baru masuk Islam. “Mari sama-sama belajar menuju Islam Kaffah dan nantinya akan ada pembinaan dan bantuan agar kita bisa lebih khusus dalam beribadah di jalan Allah,” kata Gus Atta. 

Sementara itu, Ketua DMI Gresik Zainal Abidin mengatakan, undangan mualaf sebenarnya berjumlah 120. Tapi, yang hadir sebanyak 85 orang karena ada keperluan lainnya. “Tapi, Alhamdulillah bisa hadir silaturahmi dan ngaji bersama eLMC DMI, nanti akan ada pembinaan di setiap desa serta kecamatan kepada mualaf sehingga bisa belajar dan saling membantu sesama,” kata Zainal. 

Di tempat sama, Ketua Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Gresik Devan Gunawan mengaku senang bisa berkumpul bersama dengan para mualaf.  “Saya yang  mualaf merasa bahagia dan terharu bisa bersama buka puasa bersama,” katanya. (yad)

Ratusan Mualaf Se-Kabupaten Gresik Ngaji dan Buka Puasa Bareng Selengkapnya

Masjid Pertama, Pusat Dakwah Sunan Giri Pada 1487 Masehi

Ngelutus di “Grissee Kota Bandar” (4)

GRESIK,1minute.id – Masjid Giri Kedaton terlihat megah. Meliihat bangunan masjid kali pertama yang dibangun oleh Sunan Giri dari atas Bukit Putri Cempo begitu terlihat sangat indah. Ada ratusan undakan sebelum mencapai puncak atau halaman masjid yang berada di Desa Sidomukti, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik itu. 

Bangunan yang didirikan pada 1487 Masehi atau 537 tahun lalu itu menjadi bukti awal dimulainya dakwah Sunan Giri. Bangunan masjid itu tertinggi di Gresik. Konon, tidak boleh ada bangunan gedung di kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik yang lebih tinggi dari masjid Giri Kedaton yang menyimpan setumpuk sejarah itu.

Masjid yang berada di Bukit Giri itu dikenal dengan nama situs Giri Kedaton. Kompleks masjid serta pesantren pertama di Gresik yang berjarak 200 meter ke arah timur dari Jalan Raya Giri.

Bangunan yang didirikan pada 1487 Masehi itu menjadi bukti awal dimulainya dakwah Sunan Giri. Sebelum berdakwah, Sunan Giri banyak belajar ilmu agama di Ampel Denta (Sunan Ampel, Surabaya) bersama Makdum Ibrahim (Sunan Bonang). Tepatnya pada 1455 Masehi, saat usia beliau menginjak 12 tahun. Setelah mondok selama tujuh tahun, Sunan Giri di wisuda dengan gelar Ainul Yaqin.

Menurut buku Sejarah Sunan Giri yang ditulis Yayasan Makam Sunan Giri, setelah di wisuda, Sunan Giri sejatinya ingin berangkat ke Makkah untuk menunaikan ibadah haji. Namun, Sunan Ampel menyarankan Sunan Giri agar mampir ke Samudra Pasai untuk menimba  ilmu agama lebih dalam. Sunan Giri diminta berguru ke Syekh Maulana Ishaq yang tidak lain adalah ayah Sunan Giri.

Setelah berguru, Sunan Giri diminta kembali ke tanah Jawa oleh Syekh Maulana Ishaq. Sebab, saat itu di tanah Jawa terjadi masa transisi dari Kerajaan Hindu-Buddha ke Islam. Oleh Syekh Maulana Ishaq, Sunan Giri diberi bekal segenggam tanah. Sang ayah meminta Sunan Giri kembali ke Gresik dan mencari tanah yang serupa dengan tanah tersebut. Mulai bentuk, warna, hingga baunya.

SITUS SUNAN GIRI : Di halaman Masjid Giri Kedaton ini, konon Sunan Giri dinobatkan sebagai Kepala Pemerintahan di Bukit Giri dengan gelar Prabu Satmata ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Sebelum menemukan jenis tanah yang diminta sang ayah, Sunan Giri sempat iktikaf (bertapa) di Gunung Bathang (sekarang wilayah Gulomantung, Kebomas, Gresik) pada 1482 Masehi. Hingga kini, napak tilas Sunan Giri masih bisa dilihat Bekas wajah dan kaki Sunan Giri membekas di sebuah batu yang sekarang diabadikan di Masjid Gulomantung.

Hingga akhirnya, Sunan Giri berhasil menemukan jenis tanah yang serupa dengan yang diminta Syekh Maulana Ishaq. Lokasinya di Bukit Giri, Desa Sidomukti, Kecamatan Kebomas. Pada 1487, Sunan Giri mendirikan masjid pertamanya yang dikenal dengan Giri Kedaton. Pusat persebaran agama Islam sekaligus pemerintahan Gresik pada masa itu.

Pada 1487, Gresik masih menjadi bagian dari kekuasaan Majapahit. Meski di Majapahit saat itu terjadi kekosongan kekuasaan gara-gara perang saudara, kepercayaan Hindu- Buddha masih sangat kental. Sunan Giri pernah mengisi kekosongan kekuasaan itu selama 40 hari. Sebelum akhirnya didapuk sebagai penguasa di kerajaan Giri Kedaton oleh Raden Patah pada 12 Rabiul Awal 894 Hijriah atau 9 Maret 1487. Sunan Giri diberi gelar Prabu Satmata. Dalam berdakwah, Sunan Giri punya cara tersendiri. Ada dua metode dakwah itu. Yaitu, melalui pendidikan di pesantren dan “blusukan” ke acara tradisi warga setempat.

Sunan Giri kerap mengikuti acara tradisi umat Hindu-Buddha. Misalnya, tradisi tumpengan. Warga menggunakan nasi yang dibentuk kerucut itu sebagai sesajen untuk roh para dewa. Oleh Sunan Giri, tradisi tersebut tidak lantas dihilangkan. Tradisi berdoa menggunakan tumpeng tetap dilestarikan. Bedanya, tumpeng dimakan oleh orang yang berdoa. “Masyarakat diberi pemahaman bahwa makanan itu untuk manusia. Bukan untuk roh yang bersifat gaib”.

Dengan cara yang santun, Sunan Giri berhasil masuk ke tradisi umat Hindu-Buddha. Secara perlahan, ajaran Sunan Giri mulai diterima masyarakat sekitar Satu per satu warga Gresik yang awal nya menganut Hindu-Buddha berpindah ke ajaran Islam. “Banyak menggunakan akulturasi budaya sebagai media dakwah

Sunan Giri termasuk wali yang berilmu tinggi. Bentuk makam nya dibangun berbeda dengan makam sunan yang lain. Salah satu di antaranya, terlihat pada tingkatan atap dan undak undakan sebe lum masuk makam. “Selalu ada tiga undakan. Itu melambangkan tingginya ilmu Sunan Giri. Mulai syariat, hakikat, hingga makrifat yang paling tinggi”. (yad/bersambung)

Masjid Pertama, Pusat Dakwah Sunan Giri Pada 1487 Masehi Selengkapnya