Pengunjung sebut Mirip Kawasan Malioboro

GRESIK,1minute.id – Masyarakat Gresik tidak perlu jauh-jauh ngelencer ke Malioboro, Jogjakarta. Kini, di Kota Santri ada tempat hangout nyerupai kawasan Malioboro yang sudah kesohor di Jogjakarta itu.

Tempat wisata anyar itu berada di kawasan Desa Kauman, Kecamatan Sidayu, Gresik. Hanya beberapa meter dari Masjid Kanjeng Sepuh di dekat Alun-alun Sidayu. Pemerintah desa setempat menyulap trotoar lebih ciamik. Lantai keramik, dan dihiasi aneka lampu. Bila malam hari semakin elok karena banyaknya lampu hiasan dengan aneka bentuk.

Desain lampu yang berwarna-warni. Kemudian trotoar yang luas dan dipasang beberapa kursi, membuat pengunjung betah berlama-lama menghabiskan waktu. Warga pun ramai berdatangan, bahkan berasal dari luar desa Kauman. Mereka berswafoto di area wisata tersebut. 

MIRIP MALIOBORO : Trotoar di Desa Kauman, Kecamatan Sidayu, Gresik yang semakin ciamik. Pengunjung menyebut mirip kawasan Malioboro, Jogjakarta ( foto : ist )

Banyaknya pengunjung yang datang, dimanfaatkan pedagang sekitar berjualan makanan khas pesisir Gresik seperti bonggolan dan lain sebagainya. 

Menurut Nurul Mufidah, salah satu warga setempat mengatakan hiasan lampu di trotoar jalan itu mulai ramai dikunjungi masyarakat sejak bulan suci Ramadan. “Bahkan, ibu-ibu hampir tiap hari membagikan takjil di sini sambil berswafoto,”kata Nurul Mufidah pada Senin, 31 Mei 2021.

Sekarang semakin banyak kunjungan. Bahkan, para peziarah ke Makam Kanjeng Sepuh menikmatinya. “Dagangan masyarakat pun semakin ramai,”kata Nurul. Geliat ekonomi khususnya makanan khas Sidayu seperti bonggolan semakin banyak dikenal masyarakat.

Kepala Desa Kauman Muhammad Fatih mengaku mengubah kawasan yang dulunya berdiri adalah pertokoan. Kemudian diubah mirip dengan kawasan Malioboro. “Gratis, disini menjadi ikon desa. Untuk wisatawan lokal tidak perlu jauh-jauh ke Jogjakarta,”katanya kepada wartawan. 

Pihaknya juga memberikan fasilitas angklung dari seniman Gresik di trotoar tersebut. Sehingga membuat suasana semakin ramai. Dengan adanya ikon ini, kata Fatih, omzet para pedagang mengaku semakin laris karena banyaknya wisatawan. 

“Setiap akhir pekan atau malam minggu ada musik angklung. Omzet pedagang meningkat hampir diatas 90 persen. Biasanya sore belum habis sekarang sore sudah habis,”imbuhnya. (yad)

Pengunjung sebut Mirip Kawasan Malioboro Selengkapnya

Era Anak Muda Berkarakter, Idealis Membangun Gresik, Pesan Bupati kepada Finalis Cak dan Yuk

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 14 pasangan Cak dan Yuk Gresik sowan ke Bupati Gresik pada Jumat, 28 Mei 2021. Mereka adalah finalis calon duta wisata di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik.

Para finalis ini diterima di Ruang Graita Eka Praja lantai 2 Kantor Bupati di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas. Para finalis ini hasil dari seleksi 100 peserta. Mereka akan unjuk gigi di malam Grand Final pekan depan.

Para finalis ini tidak sekadar cantik dan tampan. Tapi, mereka ini dianggap memiliki brain ; beauty dan behavior (3B).

Bupati Gresik Fandi Fandi Akhmad Yani menyakatakan kebanggannya kepada para finalis Cak dan Yuk. Dia mengatakan bahwa hal ini sebagai bagian dari kaderisasi.

“Jangan anda merasa terlalu muda untuk membangun daerah. Kali ini memang era-nya orang muda. Tapi orang muda yang saya maksud bukan orang muda yang kaleng-kaleng. Kami berharap orang muda yang ada dihadapan saya ini adalah kaum milenial yang punya karakter dan idealis,”kata Bupati milenial ini.

Bupati termuda di Pemkab Gresik ini meminta kepada panitia  setelah juara para duta wisata Gresik ini mendapat apresiasi lebih dari Pemerintah. Misalnya dalam hal pekerjaan atau semacam beasiswa untuk keberlanjutan pendidikannya. Mengingat para finalis cak yuk ini rata-rata adalah pelajar dan mahasiswa.

Gus Yani-sapaan-Bupati Fandi Akhmad Yani, berharap melalui Cak-Yuk ini akan lahir pemuda berkualitas, berinovasi dan penuh kreativitas.  “Anda tak hanya cantik dan ganteng, tapi anda harus menjadi agen perubahan. Anda juga harus berubah agar tak tergilas zaman. Anda terpilih sebagai finalis Cak – Yuk, tentu anda punya bakat dan talenta lain. Semoga anda bisa saling mengasah diri sehingga nantinya anda bakal menjadi orang-orang yang bermanfaat tak hanya untuk kabupaten Gresik namun untuk kemajuan bangsa dan negara Indonesia,”harap mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah  meminta kepada seluruh finalis dan pemenang Cak Yuk Gresik 2021 ini untuk membranding berbagai hal tentang Gresik. 

“Banyak hal yang ada di Gresik bisa ditonjolkan ke masyarakat. Misalnya beberapa tempat wisata baru. Bisa anda kemas dalam satu paket dengan wisata religi Makam Sunan Giri dan Maulana Malik Ibrahim. Di Gresik juga ada pasar tanaman hias tropis yang harganya termurah di Indonesia,”kata Bu Min-sapaan-Wabup Aminatun Habibah.

Kepala Disbudpar Gresik Agustin Halomoan Sinaga mengatakan, setelah beraudiensi dengan Bupati Gresik para finalis akan menjalani masa karantina.

“Mereka harus memanfaatkan kesempatan ini untuk menggali informasi sebanyak-banyaknya. Saat tampil pada Grand Final nanti, banyak hal yang ditanyakan tentang Gresik dan Pemerintahan Kabupaten Gresik. Semoga mereka dapat memanfaatkan kesempatan ini,”kata Sinaga. (yad)

Era Anak Muda Berkarakter, Idealis Membangun Gresik, Pesan Bupati kepada Finalis Cak dan Yuk Selengkapnya

Khawatir Pengunjung Membludak, Destinasi Wisata Pilih Tutup di Lebaran Ketupat


GRESIK, 1minute.id – Sejumlah calon pengunjung destinasi di Kota Santri kecele pada Kamis, 20 Mei 2021. Pasalnya, lebaran ketupat tahun ini pengelola sejumlah tempat wisata itu memilih untuk tutup karena khawatir pengunjung membludak sehingga berpotensi terjadinya persebaran corona virus disease 2019 .

Destinasi wisata memilih tutup pada lebaran Ketupat itu adalah Wisata Indah Pasir Putih Delegan di Desa Delegan, Kecamatan Panceng ; Selo Tirta Giri (Setigi) di Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah ; Edu wisata Lontar Sewu di Desa Hendrosari, Kecamatan Mengantu. Serta, Wahana air Dynasty Water World di Jalan Rantau GKB, Desa Sukomulyo, Manyar.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengapreasi keputusan pengelola destinasi untuk berperan serta melakukan ikhtiar mencegah persebaran corona virus disease 2019 di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. 

Alumnus Akpol 2001 itu wanti-wanti meminta pengelola tempat wisata untuk tetap mematuhi dan melaksanakan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah. “Lakukan pembatasan terhadap pengunjung dan perhatikan jam operasional, jangan melewati batas waktu yang telah ditetapkan,” tegas mantan Kapolres Ponorogo itu pada Kamis, 20 Mei 2021. 

Pihaknya, tambah perwira dua melati di pundak itu berjanji tetap akan terus mengawasi penerapan protokol kesehatan. “Mengingat masih didalam masa pandemi, masyarakat diharapkan tetap mematuhi protokol kesehatan, supaya mata rantai penyebaran Covid-19 dapat diputus penyebarannya,”katanya.(yad) 

Khawatir Pengunjung Membludak, Destinasi Wisata Pilih Tutup di Lebaran Ketupat Selengkapnya

Perketat Pengawasan Destinasi Wisata, Cegah Klaster Lebaran

GRESIK,1minute.id – Sejumlah destinasi di Gresik ramai dikunjungi wisatawan. Wisata Indah Pasir Putih Delagan, diantaranya. Petugas gabungan Polres Gresik dan Polsek Panceng mendatangi tempat wisata berlokasi di Desa Delegan, Kecamatan Panceng, Gresik pada Sabtu,15 Mei 2021.

Kunjungan itu, selain memastikan kondisi kamtibmas aman. Petugas kepolisian itu memantau pengunjung tempat wisata dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Delegan itu terkait protokol kesehatan (Prokes) karena pandemi belum berakhir.

Pemantauan tempat wisata itu dipimpin Kapolsek Panceng AKP D.Jannah. Mereka siaga di gerbang masuk wisata alam pantai yang memiliki pasir putih itu. Petugas berada digaris terdepan itu memastikan pengunjung hendak masuk kawasan pantai itu memakai masker dan menjaga jarak (physical distancing).

“Mencegah pengunjung bergerombol karena berpotensi persebaran Covid-19,”kata Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Panceng AKP D. Jannah pada Sabtu, 15 Mei 2021.

Sementara, personil lainnya berkeliling di sekitar pantai yang biasanya dimanfaatkan pengunjung sekadar berjemur atau menunggu anggota keluarga bermain air pantai tersebut.

“Anggota langsung memberikan teguran bagi pengunjung yang tidak memakai masker. Mengimbau mentaati prokes dengan cara melaksanakan 3M + 1T (memakai masker, menjaga jarak aman, mencuci tangan dan tidak berkerumun),”terang mantan Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gresik itu. 

Ia mengatakan teguran dilakukan dengan simpatik dan persuasif tetap dikedepankan.”Tapi bila pengelola tidak mengindahkan imbauan untuk mematuhi protokol kesehatan, kepolisian bisa menutup.Hal tersebut perlu dilakukan guna mencegah terjadinya klaster baru saat momen libur sekarang ini,”tegas Jannah. (yad)

Perketat Pengawasan Destinasi Wisata, Cegah Klaster Lebaran Selengkapnya

Pegebluk Corona, Tradisi Dokaran Sepi

GRESIK, 1minute.id – Dokaran sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Kota Santri ketika merayakan Idul Fitri. Sayangnya, tradisi wisata menggunakan moda yang ditarik seekor kuda belum ada inovasi baru. 

Misalnya, keliling kawasan Gresik Kota Lama (GKL). Selama ini, bertahun-tahun dokaran, start Alun-alun Gresik kemudian menyusuri Jalan Pahlawan, Panglima Sudirman dan berhenti sebentar di Wisma A. Yani di Jalan Veteran, Kecamatan Kebomas kemudian melanjutkan perjalanan pulang lewati jalan sama. 

Jarak sekitar 5 kilometer. Ongkos dokaran Rp 100 ribu P.P. Penumpang maksimal 6 orang (dewasa dan anak-anak). Ahmad, salah satu kusir dokar mengatakan dalam sehari bisa sekali rit sangat baik. “Sejak pagi sampai sore baru sekali narik,”katanya pada Jumat sore, 14 Mei 2021.

Masa pandemi yang belum berakhir ditengarai penyebab masyarakat enggan dokaran. Perekonomian masyarakat belum pulih. Dokar ada menyebut Andong, salah satu moda transportasi yang eksis di Kota Santri-sebutan lain-Gresik. Sehari-hari moda ditarik seekor kuda ini hanya untuk transportasi di wisata religi Sunan Giri. Start terminal Sunan Giri di Jalan Mayjend Sungkono menuju depan gerbang makam Waliyullah di Bukit Giri. Jarak sekitar 2 kilometer. Angkos penumpang Rp 5 ribu per orang.

Sejak pagebluk kawasan wisata rohani itu di tutup untuk mencegah persebaran corona. Sebelum, wadah dari Wuhan, Tiongkok itu mengganas sekitar 1,2 juta orang berkunjung ke makam Sunan Giri bergelar Prabu Satmata atau berjuluk Joko Samudro itu. 

Lebaran Idul Fitri, momen diharapkan bisa mendapatkan pundi-pundi pendapatan agar dapur tetap ngebul setelah setahun “puasa” karena wabah COVID-19. Akan tetapi, daya beli masyarakat Gresik masih belum pulih. (chusnul cahyadi/1minute.id)

Pegebluk Corona, Tradisi Dokaran Sepi Selengkapnya

Gresik Mapan, Gratiskan Perahu Penyeberangan ke Gili Noko, Surga Tersembunyi

GRESIK,1minute.id – Keindahan Pulau Gili Noko di Pulau Bawean sudah begitu kesehor. Pantainya berpasir putih. Biota lautnya ciamik bagi penggemar snorkeling. Para traveler akan semakin dimanjakan bila ke pulau berjuluk “Surga Tersembunyi” itu. 

Pasalnya, duet Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah akan menggratiskan perahu penyeberangan ke Surga Tersembunyi di Pulau Putri-julukan lain-Pulau Bawean itu. Gili Noko, masuk dalam program 99 hari kerjanya. Langkah awal menuju Gresik Mapan. Dimulai dengan launching perahu penyeberangan gratis ke Pulau Gili Noko pada April 2021.

BENING : Air laut yang jernih biota laut dinikmati wisatawan dengan mata telanjang ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Program ini merupakan salah satu rintisan sistem transportasi Gresik Terpadu. Langkah awal menuju Gresik Mapan. Program ini merupakan salah satu rintisan sistem transportasi Gresik Terpadu. 

Kepala Dinas Perhubungan Gresik Nanang Setiawan mengatakan, wisatawan hendak Gili Noko harus menyeberangi lautan dengan perahu berkapasitas diatas 20 – 30 orang. Untuk penyeberangan selama 45 menit, kata Nanang, wisatawan harus merogoh kocek sewa perahu penyeberangan antara Rp 350 ribu hingga Rp 400 ribu pergi-pulang (PP).

HAMPARAN PASIR PUTIH menambah elok Gili Noko di Pulau Bawean (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

“Kapal penyeberangan Gili Noko akan digratiskan mulai April nanti,”kata Nanang pada Jumat, 26 Maret 2021. 

Pulau dan Pantai Gili Noko terletak di sebelah barat Pulau Gili itu sendiri. Pantai ini menyerupai sebuah pulau kecil di tengah-tengah laut dengan hamparan pasir putih nan indah.

Sama halnya Pulau Noko Selayar, Pulau Noko Gili berupa hamparan pasir putih yang membentang sekitar 600 meter dengan lebar 25 meter. Letaknya bersebelahan dengan Pulau Gili Timur.

Akses menuju Gili Noko dapat menggunakan perahu jika air pasang dan berjalan dari Pulau Gili jika air surut. Menyusuri hamparan pasir putih yang mempesona. Saking jernihnya air wisatawan juga bisa melihat biota laut dengan mata telanjang. (*)

Gresik Mapan, Gratiskan Perahu Penyeberangan ke Gili Noko, Surga Tersembunyi Selengkapnya

Sosok Fatkhur Rohman, 12 Tahun Menjabat Kades, Belum Memiliki Rumah

GRESIK,1minute.id – Selama 12 tahun Fatkhur Rohman menjabat Kepala Desa (Kades) Sukorejo, Kecamatan Kebomas, Gresik. Namun, bapak dua anak berusia 44 tahun itu mengaku belum memiliki rumah untuk keluarga.

Sejak 2008 dilantik sebagai kepala desa, Fatkhur-panggilan akrabnya-memilih tinggal di rumah dinas kepala desa. Lokasi rumah dinas, kepala desa dua periode itu tidak jauh dari balai desa. “Jaraknya sekitar 50-an meter dari balai desa,”kata Fatkhur pada Kamis, 25 Maret 2021.

Kesederhaan gaya kepemimpinan, gelem  melayani dan berbagi kepada masyarakat yang kurang mampu menjadikan lelaki bertubuh ramping itu disukai warganya.

“Saya hanya ingin menjalankan amanah sesuai aturan. Konsekuensinya ya tidak punya apa-apa,”katanya. Meski, Fatkhur memiliki peluang bisa hidup lebih tercukupi. Namun, Fatkhur tidak mau mencederai amanah yang diembannya.

Selama 12 tahun atau dua periode mengabdi, banyak kemajuan terasa di desa, hasil bedhol  Desa Tepen, Kecamatan Gresik itu.  Apalagi, Fatkhur seorang pekerja keras dan ulet. 

Eduwisata Mangrove Desa Sukorejo, Kecamatan Kebomas, Gresik menjadi salah satu destinasi masyarakat dan pelajar ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id )

Dia bersama masyarakat mengubah kawasan hilir Kali Lamong yang berbatasan dengan Surabaya kumuh tumpukan sampah menjadi tempat rindang dengan tanaman mangrove.

Kawasan bau sampah itu kini berubah menjadi kawasan eduwisata. “Dulu abrasi luar biasa. Sampah berserakan. Sekarang sudah bisa teratasi karena adanya tanaman mangrove ini. Eduwisata ditangani BUMDes,”ujar Fatkhur suatu hari. 

Kepedulian lingkungan itu membuat Fatkhur  risih bila melihat sampah berserakan. Dia pun membersihkan sendiri sampah tercecer itu. 
Kastowo, petugas angkut sampah menceritakan setiap pagi dan sore, kades Fatkhur ikut menyapu halaman balai desa. “Nyapu dewe nek onok sampah keleleran,”kata Kastowo. (*)

Sosok Fatkhur Rohman, 12 Tahun Menjabat Kades, Belum Memiliki Rumah Selengkapnya

Kini, Wisata Setigi Memiliki Pemandian Khusus Perempuan Hijab

GRESIK,1minute.id – Destinasi Selo Tirta Giri (Setigi) berusaha memanjakan para wisatawan. Teranyar, wisata bekas tambang kapur di Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik itu menyediakan tempat pemandian khusus kaum emak-emak.

Pemandian itu bernama Kolam Banyu Gentong. Pemandian bernuansa Islami itu diklaim kali pertama di Indonesia. Pemandian yang diperuntukkan khusus kaum hawa ini dibangun di dalam Goa Angin-angin dikelilingi bebatuan alami dengan kerlip lampu warna warni.

Pengunjung bakal merasakan kesegaran yang luar biasa seperti mandinya putri raja. Pengunjung bisa leluasa berendam dengan nyaman bak pemandian bidadari. 

Kepala Desa Sekapuk Abdul Halim mengatakan, wisata Setigi terus berusaha memberikan pelayanan terbaik bagi pengunjung. Kali ini, pengelola menghadirkan kolam pemandian khusus perempuan berhijab.

“Hari ini, kami luncurkan wahana wisata halal menyambut bulan suci, Ramadan, yakni Pemandian Hijaber,”kata Abdul Halim pada Senin, 22 Maret 2021.

“Kami ingin, wisata Setigi juga menjadi wisata dakwah dengan menghadirkan pemandian Syariah. Hanya perempuan berhijab yang bisa menikmati Pemandian hijaber. Dengan begitu, bagi perempuan yang belum berhijab bisa tergerak hatinya untuk berhijab,”imbuh Abdul Halim.

Kades Abdul Halim menambahkan untuk bisa menikmati wahana wisata halal yang eksotis dan eksklusif ini, pengunjung hanya membayar Rp 10 ribu dan selanjutnya mereka bisa berendam dan berenang dengan nyaman dan santai. “Karena masih masa pandemi, jumlah pengunjung dibatasi beberapa orang saja,”tegasnya. (*)

Kini, Wisata Setigi Memiliki Pemandian Khusus Perempuan Hijab Selengkapnya

Kolam Banyu Gentong, Wahana Baru untuk Anak di Destinasi Wisata Setigi


GRESIK,1minute.id – Destinasi wisata  Selo Tirto Giri ( Setigi) punya wahana baru. Yakni, Kolam Banyu Gentong. Wahana kolam renang untuk anak-anak resmi dilaunching pagi tadi, Jumat 1 Januari 2020.

Wahana baru di tahun anyar itu langsung diserbu wisatawan. Masa pagebluk corona, pengelola membatasi 50 persen. Maksimal 30 pengunjung, dan dibatasi 2 jam wahana dilengkapi air mancur dari bawah gentong raksasa sehingga menjadi spot foto yang apik. 

Protokol kesehatan diterapkan ketat oleh pengelola untuk mencegah penyebaran corona virus disease 2019. Pengunjung wisata bekas tambang kapur ini dibatasi hanya 50 persen. Biasanya, Weekend pengunjung maksimal 6 ribu, kini hanya dibatasi 3 ribu pengunjung saja.

Pengelola Wisata Setigi Abdul Halim mengatakan, pihaknya menambah satu wahana untuk menyambut tahun baru. Diharapkan bakal bisa menarik pengunjung, khususnya anak-anak.

“Pada Jumat Pahing, 1 Januari 2021, di wisata Setigi, dengan mengucapkan Bismillah, resmi dibuka Kolam Banyu Gentong,”kata Abdul Halim dalam rilisnya di terima 1minute.id.

Wahana baru ini, tambah Halim yang juga Kepala Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik itu,  kado dari desa untuk Indonesia. “Semoga kolam ini bisa meningkatkan ekonomi kerakyatan dan bermanfaat, bisa menambahkan imun tubuh kita makin kuat, sebab bahagia,”ujarnya.  

Ditanya terkait nama Kolam Banyu Gentong, Halim menjlentrehkan filosofi gentong  adalah tempat air minum yang berbentuk seperti tempayan besar. Biasanya terbuat dari tanah liat.

“Dan air inilah merupakan sumber kehidupan. Semoga dengan sumber kehidupan ini, seluruh warganya sejahtera dan bahagia,”katanya. 

Kehadiran wahana baru ini, diharapkan Wisata Setigi semakin berkembang dan dapat terus menerus memberikan manfaat serta membangun ekonomi kerakyatan yang dimulai dari desa. (*)

Kolam Banyu Gentong, Wahana Baru untuk Anak di Destinasi Wisata Setigi Selengkapnya

Libur Panjang Sebentar Lagi. Ini Destinasi Bisa Anda Kunjungi

GRESIK, 1minute.id – Libur panjang segera tiba. Pemerintah memutuskan untuk tetap menjadikan 28 dan 30 Oktober 2020 sebagai cuti bersama Maulid Nabi Muhammad SAW.

Dengan demikian, akan ada libur panjang selama lima hari, yaitu pada 28 Oktober hingga 1 November 2020. Liburan tahun ini berbeda. Sebab, pagebluk korona belum berakhir. Di tambah krisis ekonomi membuat daya beli masyarakat menurun.

Tapi, jangan khawatir. Hidup bahagia itu tidak mahal. Ada banyak destinasi di Kota Santri alias Kawasan Industri bisa Anda kunjungi sebagai destinasi alternatif.

1. Selo Tirto Giri ( Setigi) 

JEMBATAN PERADAPAN karena menghubungkan fonomena modern dan lama ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Destinasi memanfaatkan bekas tambang kapur di Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah. Area bukit kapur di sulap pemerintah desa sebagai wahana wisata instragramble

2. Wisata Gosari (Wagos)

SEGAR : Aneka warna tumbuhan membuat mata terasan segar ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id )

Destinasi ini berjarak tidak lebih 3 kilometer dari Setigi. Lokasi tepatnya di Desa Gosari, Kecamatan Ujungpangkah ini memanjakan pengunjung dengan aneka tanaman bunga

3. Dolen Mburi Omah dan Jembatan Karangkiring

PESONA DAMARKURUNG ini bisa dinikmati wisatawan pada malam hari ketika berkunjung ke destinasi Dolen Mburi Omah di Kelurahan Lumpur, Gresik ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id )
KARANGKIRING : Destinasi susur pantai di Desa Karangkiring, Kecamatan Kebomas, Gresik ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Ketiga destinasi memiliki kesamaan yakni susur pantai. Wisatawan bisa naik perahu atau menikmati suasana pesisir lautan. 

4. Pulau Bawean

GILI NOKO : Salah satu destinasi andalan di Pulau Bawean. Untuk menuju pulau itu wisatawan harus naik perauh selama 30-45 menit ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Di pulau terluar Kota Santri ini. Banyak destinasi bisa Anda kunjungi. Menghabiskan waktu lima hari liburan panjang bisa tidak cukup menikmati eksotis pulau berjarak 80 mil laut itu. Anda bisa naik kapal cepat dari pelabuhan Gresik dengan lama perjalanan 3 jam. Atau, pesawat perintis dar Bandara Juanda, Sidoarjo. (*)

Libur Panjang Sebentar Lagi. Ini Destinasi Bisa Anda Kunjungi Selengkapnya