GRESIK,1minute.id – Pemerintah mulai melakukan ujicoba pembukaan 20 tempat wisata di wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level-3 Jawa-Bali. Anak berusia dibawah 12 tahun tidak boleh masuk tempat wisata.
Hal itu tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 39 tahun 2021 tentang PPKM Level 4, 3, 2 Covid-19 di wilayah Jawa dan Bali. Aturan ini diteken Mendagr0i Tito Karnavian pada 6 September 2021, dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.
“Anak (kurang) 12 tahun dilarang untuk memasuki tempat wisata yang dilakukan uji coba ini,”demikian bunyi Inmendagri yang dikutip 1minute.id pada Selasa, 7 September 2021. Selain itu, tempat wisata yang masuk dalam daftar uji coba wajib mengikuti protokol kesehatan yang diatur oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemparekraf) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes)
Pengunjung dan pegawai wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk melakukan skrining. “Daftar tempat wisata yang akan mengikuti uji coba ini ditentukan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,”masih mengutip inmedagri.
Pemerintah juga mengizinkan fasilitas umum seperti area publik, taman umum, tempat wisata umum dan area publik lainnya di wilayah PPKM level 2 Jawa-Bali buka dengan kapasitas maksimal 25 persen.
Lalu tempat wisata yang boleh beroperasi belum disebutkan oleh pemerintah. Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik Abdul Halim ngebut menyelesaikan agrowisata Kebun Pak Inggih (KPI). Kebun ini berada dalam Kompleks Wisata Selo Tirta Giri (Setigi).
KPI ini rencanakan dilaunching 2-2-2022 ini dilengkapi dengan monumen diberi nama “Ratu Agro”. Menurut Abdul Halim, “Ratu” merujuk pada dua hal, yakni wanita yang memimpin atau istri pemimpin. “Namun, maksud Ratu Agro di sini dengan harapan wisata ini bisa menyajikan kecantikan tata ruang dan keanggunan taman yang tertata rapi agar pengunjung lebih santai,”kata Abdul Halim pada Selasa, 7 September 2021.
Sementara “Agro “memiliki arti tanah, dengan harapan agar semangat masyarakat dan pengunjung membuat tanah yang tengah dibangun Pemdes Sekapuk ini bisa lebih produktif dan bermanfaat dari sebelumnya.
“Dengan mengucap Bismillah, semoga diberikan kelancaran semuanya, mohon doa restunya untuk Agrowisata Kebun Pak Inggih Sekapuk akan dibangun sebuah monumen Ratu Agro selesai sesuai perencanaan,”kata Halim. (yad)
GRESIK,1minute.id – Kampung Kreasi di Jalan Kramatlangon, Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Gresik masuk nominasi 100 Desa Wisata dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 digelar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf).
Ajang anugerah wisata paling bergengsi ini diikuti ratusan destinasi di Indonesia.”Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 dalam mewujudkan desa wisata yang berkelas dunia, berdaya saing, dan berkelanjutan untuk Indonesia Bangkit,”kata Menparenkraf Sandiaga Salahudin Uno dalam sambutan secara virtual pada Jumat, 20 Agustus 2021.
Kabupaten Gresik mempunyai satu wakil berprestasi masuk dalam jajaran 100 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia yakni Kelurahan Sidokumpul “Kampung Kreasi”
“Untuk desa wisata yang belum lolos 100 Besar Desa Wisata, ADWI 2021 tetap terus tingkatkan inovasi, adaptasi, dan perluas kolaborasi dalam mengembangkan desa wisata,”lanjut Menparekraf Sandiaga Uno.
Kemenparekraf akan menjadikan data serta informasi yang ada di Jejaring Desa Wisata (Jadesta) sebagai sebagai wadah dan arah dalam penyusunan rencana serta pengembangan seluruh desa wisata yang ada di Indonesia. Jadesta adalah wadah komunitas bagi Desa Wisata di seluruh Indonesia.
“Bersama-sama kita wujudkan desa wisata sebagai simbol kebangkitan ekonomi nasional. Menjadikan desa wisata yang berkelas dunia, berdaya saing, dan berkelanjutan untuk Indonesia Bangkit!”tegas Sandiaga Uno. ADWI 2021 ini diikuti ratusan destinasi wisata di Indonesia agenda rutin tahunan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf).
BANK SAMPAH: Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani berdialog dengan warga yang mengolah sampah menjadi tempat duduk bernilai ekonomis di Kampung Kreatif di Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Gresik pada 2 Juni 2021 (foto: chusnul cahyadi/1minute.id)
Seperti apa Destinasi Kampung Kreasi di Jalan Kramatlangon, Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Gresik itu. Berdasarkan data yang diunggah dalam jadesta.com Kampung Kreasi merupakan Desa Wisata Edukasi Daur Ulang dan Urban farming yang terletak di Jl. Kramat Langon RW 07 Kelurahan Sidokumpul Kabupaten Gresik.
Kampung ini mengembangkan konsep kreatifitas pembelajaran mendaur ulang sampah lapak menjadi kerajinan yang bernilai dan pertanian lahan sempit ditengah kota, dan keindahan bangunan warna warni yang dipadukan dengan Damar Kurung disepanjang kawasan wisata.
Di wisata ini juga menghadirkan suasana hijau yang menyejukkan mata dan instagramable untuk berfoto ria dengan spot yang tersedia serta atraksi sapi perah. Setelah berjalan-jalan, pengunjung bisa menikmati hidangan kopi khas Gresik di sebuah Kedai Kopi Sampah milik Karang Taruna yang menerapkan metode transaksi pembayaran menggunakan sampah atau yang khas dengan istilah Ngopi Bayar Pakai Sampah.
SEGAR: Sayur Kol yang ditanam di media hidroponik di di Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Gresik pada 2 Juni 2021 (foto: chusnul cahyadi/1minute.id)
Sebagai Wisata Edukasi, desa telah mampu memproduksi 110 produk per bulan, 1. 000 produk kerajinan per tahun, pemanfaatan urban farming hidroponik DFT, NFT, Ducth Bucket dan vertikultur sepanjang 300 m, 45 titik biopori resapan dan komposter. Serta pengelolaan 4,7 ton sampah pertahun dari Bank Sampah.
Wisata ini telah resmi ditetapkan sebagai Desa wisata oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Gresik pada 2020. Kampung ini mengedepankan Community Based Tourism dan kemitraan bersama stakeholder terkait, baik dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) meliputi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Dinas Lingkungan Hidup, dan Perusahaan dari PT. Pertamina Lubricants Unit Gresik serta komunitas Asosiasi Bank Sampah dan Pokdarwis Kabupaten Gresik.
Bentuk kegiatan yang dilakukan telah memperoleh penghargaan dari berbagai instansi yaitu,
2019 Juara Kampung Terinovatif Se-Kabupaten Gresik oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik.
2019 Juara 3 Urban Farming Se-Kabupaten Gresik oleh Dinas Pertanian Kabupaten Gresik
2020 Juara 3 Local Hero Award Kategori Hijau Pertamina
202 Juara Favorit Local Hero Award Kategori Hijau Pertamina
2021 Penghargaan atas Kontribusi dan Pengurangan Sampah di Kabupaten Gresik oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik
2021 Juara 1 Pemuda Pelopor Kategori Sumber daya Alam dan Wisata oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gresik
2021 Terbaik Ke-3 Anugerah Wisata Gresik Kategori Wisata Buatan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gresik.
Wisata yang dikembangkan turut berkontribusi dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGS) dalam (4) Pendidikan, (8) Pekerjaan yang layak dan Pertumbuhan Ekonomi, (11) Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan, (12) Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, dan (13) Penanganan Perubahan Iklim. (yad)
GRESIK,1minute.id – Tanjung Gaang. Destinasi wisata yang belum tersentuh modernisasi. “Perawan”. Lokasinya di Dusun Somor-somor, Desa Kumalasa, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik. Destinasi ini menyajikan pemandangan alam yang eksotis. Sunset begitu menawan. Air bening. Biato laut bisa diintip dari atas perahu terlihat begitu elok. Cocok untuk snorkeling.
Tidak ada galeri yang dipilih atau galeri itu dihapus.
Sayangnya wartawan 1minute.id ketika berkunjung ke Tanjung Gaang pada Kamis, 29 Juli 2021 tidak membawa perlengkapan menyelam. Karena belum terjamah modernisasi butuh perjuangan untuk bisa mencapai Bukit Karang diatas laut itu. “Tapi, perjalanan itu berbalas lunas. Karena keindahan alamnya menawan,”kata Kiki, pemandu.
Berangkat dari penginapan di dekat Dermaga Pelabuhan Sangkapura bersama sahabat Faiz naik motor. Jalan berkelok menembus kawasan hutan kayu melintasi jalan perkampungan penduduk yang ramah. Rombongan lainnya, dari Bagian Humas dan Protokol Pemkab Gresik naik mobil. Perjalanan darat ini butuh waktu selama 40 menit.
Selanjutnya rombongan menyewa Jhukong (perahu “bersayap” khas Bawean) selama 45 menit. Perjalanan melelahkan itu terbayar dengan keindahan alam Tanjung Gaang. Selama perjalanan bisa menikmati hamparan batu karang yang begitu indah. Batu karang diatas laut itu ada yang menyerupai binatang purba, Dinosaurus. Melongok ke bawah, bisa melihat biota laut, terumbu karang, serta ikan aneka jenis berwarna-warni membuat mata seakan tidak enggan berkedip. “Kalau kesini enaknya sore. Bisa melihat sunset,”kata Kiki, pemandu wisata asal Bawean.
Tanjung Gaang juga menjadi tempat terbaik di Pulau Bawean untuk melihat Sunset atau pemandangan saat matahari terbenam. Untuk melihat Sunset, diharuskan untuk mendaki menuju atas tebing. Tebing dengan bagian ujung tidak rata.Berjalan merangkak dengan hati-hati adalah cara aman melewati jalanan karang untuk menuju ke Tanjung Gaang agar tidak terjatuh di batu karang yang tajam.Uniknya lagi, batu karang yang kita injak ada berjenis marmer.
Waktu terbaik untuk melihat Sunset di Tanjung Gaang sebelum Mahrib. Waktu itu sekitar pukul 17.15. (chusnul cahyadi/1minute.id)
GRESIK,1minute.id – Semarak hari Kemerdekaan semakin terasa di Kota Santri. Diantaranya, di Destinasi Selo Tirta Giri (Setigi). Sejumlah emak-emak melakukan upacara penghormatan bendera Merah-Putihyang tengah berkibar di tebing wisata alam di Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik itu.
Penghormatan kepada Bendera Merah-Putih itudipelopori oleh Ketua PKK Desa Sekapuk Ujungpangkah Gresik Rif’atul Mubarokah. Peserta yang adalah ibu-ibu dari Dapur Mbok Inggih, yang selama ini membuka lapak di area wisata alam itu.
“Kegiatan penghormatan terhadap Merah Putih di wisata Setigi ini sebagai tanda kebangkitan semangat ibu-ibu Dapur Mbok Inggih PKK Desa Sekapuk agar tidak pantang menyerah turut berjuang memulihkan ekonomi di tengah situasi pandemi seperti sekarang ini,” tegas Rif’atul Mubarokah kepada wartawan pada Sabtu, 14 Agustus 2021.
Lebih lanjut Rif’atul mengatakan, di moment HUT RI ini, dirinya mengajak ibu-ibu Dapur Mbok Inggih PKK Desa Sekapuk agar tetap semangat memulihkan ekonomi dengan memproduksi berbagai cemilan khas leluhur untuk dijual di wisata alam Setigi.
Rif’atul juga mengajak seluruh masyarakat menjadi bagian dari pejuang penunjang ekonomi kemandirian desa dengan berkunjung ke Setigi. “Jangan lewatkan kuliner dengan menu khas, dan jajanan Dapur Mbok Inggih dibeli sebagai oleh-olehnya,”kata istri Kades Sekapuk Abdul Halim. (yad)
GRESIK, 1minute.id – Ratusan pasang mata tertuju pada sebuah perahu di Wisata Bahari Selayar (WBS) pada Rabu, 9 Juni 2021. Mereka adalah rombongan kunjungan kerja hari kedua Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah ke Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean itu.
Kehadiran Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani itu untuk melaunching WBS sebagai salah satu destinasi di Pulau Bawean. WBS yang baru setahun di buka untuk umum itu berlokasi di Desa Sungai Rujing, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik.
SUNSET : Jhukong, salah satu objek menarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Pulau Bawean ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)
Namun, WBS menyita perhatian publik Kota Santri-sebutan-Kabupaten Gresik karena menyabet juara tiga Anugerah Wisata Gresik 2021 kategoti wisata alam. Moda transportasi laut para nelayan itu ditambat di bibir pantai sekitar 50 meter dari lokasi launching yang dilakukan oleh Gus Yani-panggilan-Bupati Fandi Akhmad Yani itu.
Perahu terlihat unik dan ramping. Warnanya juga ngejreng. Di dua sisinya di topang bambu. Perahu itu bergoyang pelan diterjang riak air pantai berpasir putih nan bening itu. Perahu itu hanya ada di Bawean. Masyarakat Pulau Bawean menyebut moda laut bagi nelayan itu dengan nama Jhukong.
MELAYANG : Jhukong, perahu khas nelayan Pulau Bawean di pantai Sangkapura (foto : Grissee Kota Bandar karya chusnul cahyadi)
Dalam buku berjudul Grissee Kota Bandar (2019) karya chusnul cahyadi, wartawan 1minute.id memberi sebutan Jhukong itu adalah perahu “bersayap”, karena ada dua keseimbangan yang terbuat dari bambu itu. Jhukong ini menjadi salah satu daya tarik wisatawan yang berkunjung ke pulau berjarak 80 mil laut atau 3-4 jam perjalanan dengan kapal cepat dari Pelabuhan Gresik itu.
Menurut Ahmad Najib, inisiator Wonderful Sail to Indonesia di Bawean 3-6 Oktober 2019 lalu, Jhukong telah dibawa masyarakat Pulau Bawean, Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Gresik untuk didaftarkan ke United Nations Educational Scientific and Cultural Orrganization (UNESCO), lembaga dibawah naungan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) itu.
“Jhukong adalah mahakarya perahu tradisional asal Bawean,”ujar Najib ditemui dirumahnya di Bawean pada Selasa malam, 8 Juni 2021. Hampir dua tahun, Jhukong didafkarkan ke Unesco. “Mohon doa dan dukungan masyarakat sehingga bisa tercatat sebagai mahakarya warisan di Indonesia. Jhukong sebagai warisan budaya Bawean bertaraf Internasional,”kata lelaki peraih penghargaan Setya Lencana dari Presiden Indonesia itu.
PARADE JHUKONG : Nelayan Pulau Bawean berangkat mencari ikan pada Rabu, 9 Juni 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)
Jhukong, moda laut serba bisa. Bisa untuk memancing dan mengendus bermacam ikan. Antara lain, ikan tongkol. Selain itu, Jhukong telah teruji memilliki ketahanan terhadap gelombang sampai 2 meter. Penumpang tidak akan mabuk laut karena kapal punya dua keseimbangan dari bambu.
Jika dilihat bentuknya butuh keterampilan khusus untuk membuat satu unit jhukong, dengan kayu binong yang terkenal tangguh dan tahan gelombang. Sayangnya, ketersedian bahan baku kayu itu mulai langka di Bawean. Harga pun terus melambung. “Jhukong juga terdapat di relief Candi Borobudur,”kata Najib. (yad)
GRESIK,1minute.id – Hallo Atung. Maskot Asian Games 2018. Satwa langka yang terancam punah. Gimana kondisi satwa mungil yang gesit itu ? Fotografer 1minute.id pada Selasa. 8 Juni 2021 disela mengikuti kunjungan kerja Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah menengok langsung tempat penangkaran Rusa Bawean bernama latin Axis Kuhli di Batu Gebang Desa Pudakit Timur, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean itu.
RUSA BAWEAN : Maskot Asian Games 2018 itu di penangkaran rusa di Desa Pudakittimur, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik pada Selasa, 8 Juni 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)
Sore itu, matahari mulai beranjak masuk peraduan. Puluhan ekor rusa mulai mendekati pagar seperti sedang menunggu makanan. “Tunggu sebentar. Saya ambil makanan sebentar. Jangan berisik nanti rusa lari,”kata Nur Samsi, Kepala Resor (area sektor) konservasi Wilayah 11 Pulau Bawean kepada 1minute.id.
Nur Samsi membawa makanan untuk satwa bertubuh mungil nan lucu itu. Satwa langka yang dikenal gesit itu langsung menyerbu makanan berupa daun segar yang dibawa oleh Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) Bawean itu.Puluhan rusa makan begitu lahap.
SATWA LANGKA : Rusa Bawean di penangkaran rusa di Desa Pudakittimur, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik pada Selasa, 8 Juni 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)
“Sehari minimal tiga kali kami memberi makan,”kata lelaki yang murah senyum itu. Dia terlihat begitu menyatu dengan satu dan tiga satwa maskot Asian Games 2018. Di tempat penangkaran yang telah menjadi salah satu destinasi eduwisata di Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean terlihat gemuk dan terawat.
“Sebelumnya ada 28 ekor. Sekarang 30 ekor, serta dua ekor betina sedang bunting,”cerita Nur Samsi. Untuk diketahui, sejak 1979 Pemerintah Indonesia menetapkan sebagai Satwa Dilindungi. Pada 2008 Rusa Bawean masuk dalam daftar merah international union for conservation of nature (IUCN) Red List, dengan kategori kritis alias critically endangered.
RUSA BAWEAN : Penangkaran rusa di Desa Pudakittimur, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik pada Selasa, 8 Juni 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)
Selain itu dikategorikan Appendix I Cities (convervation on international trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora).Artinya, rusa Bawean tergolong satwa langka yang jumlah di alam sudah sangat sedikit dan terancam punah sehingga tidak boleh diperdagangkan.
Pada 2009, hasil pengamatan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyebut jumlah Rusa Bawean diperkirakan berjumlah 600-an ekor. Survei lembaga konservasi pada 2017 , populasi Rusa Bawean ini berkurang ditaksir tersisa 400-an ekor. Miris, mengingat rusa Bawean adalah salah satu dari empat spesies rusa asli Indonesia.
Di dunia ada 62 jenis rusa dan empat diantaranya endemik di Indonesia. Yakni Rusa Sumbar (cervus unicolor), rusa Timor (Cervus timorensis) , rusa Bawean (Axis Kuhli) dan Kijang (muntiacus muntjak).
LAHAP MAKAN : RUSA BAWEAN : Maskot Asian Games 2018 itu di penangkaran rusa di Desa Pudakittimur, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik pada Selasa, 8 Juni 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)
Rusa Bawean memiliki tinggi rata-rata 60-70 cm, panjang tubuh 105-115 cm. Bobot betina 15-25 kg dan jantan 19-30 kg. Ciri khas lainnya, terlihat pada ekornya yang berwarna coklat dan keputihan pada lipatan ekor bagian dalam. Panjang ekor sekitar 20 cm.
Ciri lain rusa Bawean memiliki tanduk (rangga) panjang. Tanduk bercabang tiga. Tanduk rusa mulai tumbuh ketika berumur 30 bulan. Tanduk berproses alami patah atau tanggal dan tumbuh lagi.
RUSA BAWEAN : Penangkaran rusa di Desa Pudakittimur, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik pada Selasa, 8 Juni 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)
Ketika berumur 7 tahun , rangga tumbuh menjadi tanduk permanen. Keunikan lainnya, rusa merupakan “binatang malam”, lincah dan tajam penglihatan malam hari. Rusa bawean mulai menjelajah habibat untuk mencari makan mulai pukul 17.00 hingga tengah alam. Pada siang hari, umumnya digunakan istirahat dan tidur .
Menurut Nur Syamsi, saat ini populasi rusa Bawean diperkirakan sekitar 300 ekor. Mereka hidup di luas 4.556,6 ha lahan konservasi (hampir separoh Bawean). Dilahan konservasi itu selain Rusa Bawean ada babi kutil, landak dan elang. (yad)
GRESIK, 1minute.id – Wisata Bahari Selayar (WBS) baru setahun dibuka sebagai destinasi wisata untuk umum. Akan tetapi, destinasi berlokasi di Desa Sungai Rujing, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean itu sudah memikat perhatian masyarakat.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam kunjungan kerja hari kedua di Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean menyempatkan mengunjungi destinasi peraih juara ketiga pada Anugerah Wisata Gresik (AWG) 2021 itu.
Gus Yani-sapaan-Bupati Fandi Akhmad Yani terlihat terpesona melihat keindahan alam anugerah ilahi itu. Air laut bening, sebuah bukit nan hijau menjulang, berpasir putih. “Ini sungguh luar biasa,”kata Gus Yani pada Rabu, 9 Juni 2021.
Mantan Ketua DPRD Gresik itu optimistis mewujudkan gagasan work ftom Bawean (WfB) bagi organisasi perangkat daerah (OPD) secara bergilir akan memiliki multiplayer effect yang luar biasa untuk mengembangkan potensi pariwisata dan perekonomian di pulau berjarak 80 mil laut dari pusat Pemerintahan Gresik itu.
Setelah mengajak para OPD bisa bekerja dari Bawean, tambahnya, giliran pelajar berkunjung. “Disini potensi wisatanya tidak kalah dengan daerah lain, akan kita maksimalkan dari pengunjung lokal. Nanti Kepala OPD bisa kerja dan monitor layanan di kepulauan,”kata Gus Yani.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Gresik Agustin Halomoan Sinaga menyatakan potensi pariwisata di Pulau Bawean sangat besar. “Selain Pantai Selayar, ada Gili Noko ada juga Mangrove Hijau Daun dan banyak lagi wisatanya. Tentu akan kita dukung potensi ini,” ujarnya.
Mewujudkan kemajuan sektor wisata, tambahnya, dirinya bakal berkolaborasi dengan Dinas Perhubungan terkait transportasi perintis jalur darat maupun laut. “Intinya untuk memajukan wisata di Bawean ini harus berkolaborasi, baik pokdarwis, kepala desa serta pihak terkait, utamanya Dishub yang akan mewujudkan transportasinya,”tegasnya.(yad)
PEMERINTAH Kabupaten Gresik menggelar Anugerah Wisata Gresik 2021. Event kali pertama dan terbesar itu bagian dari Program Nawa Karsa 99 Hari pertama masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah.
Data Dinas Periwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Gresik, saat ini memiliki 128 daya tarik wisata dengan didukung oleh 51 kelompok sadar wiasata (pokdarwis) dan 6 desa wisata. Ada tiga kategori yang ditetapkan panitia yakni wisata alam, budaya dan buatan.
Dalam AWG dihelat halaman Kantor Bupati Gresik pada Jumat malam, 4 Juni 2021 untuk kategori wisata alam diraih Eduwisata Mangrove Hijau Daun Sangkapura di Desa Daun, Kecamatan Sangkapura. Kemudian, ketegori wisata buatan Selo Tirta Giri (Setigi) di Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah dan wisata budaya adalah wisata religi Sunan Giri.
Yuk, kita simak hasil liputan chusnul cahyadi, wartawan 1minute.id juga penulis buku Grissee Kota Bandar tentang objek wisata para jawara Anugerah Wisata Gresik 2021.
1. Ekowisata Edukasi Mangrove Daun Hijau Sangkapura
Ekowisata Mangrove Daun Hijau Sangkapura, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik pada Agustus 2017 (foto : chusnul cahyadi)
Dalam buku Grissee Kota Bandar ada dua cara bagi wisatawan untuk bisa mencapai bibir pantai tempat konservasi mangrove yang dikembangkan Pokwasmas Hijau Daun. Wisatawan bisa berjalan kaki sejauh sekitar 2 kilometer mengitari pantai.
Pemandangan alam nan indah ditambah area pertanian yang subur begitu menyejukkan mata. Bisa pula naik ojek yang disediakan pengurus pokwasmas di gerbang masuk dusun. Menyusuri jalan setepak berkonstruksi cor selebar 50 sentimeter.
Hanya cukup untuk satu kendaraan roda dua alias motor. Lalu, naik jhukung dengan membayar cukup murah. Yakni Rp 25 ribu per orang. ‘’Mereka dapat dua pohon dan harus ditanam di sini,”ujar Subhan pada 18 Agustus 2017.
JHUNGKUNG : Wisatawan menyusuri kawasan ekowisata Mangrove Daun Hijau Sangkapura bisa naik perahu bersayap (Jhungkung) pada Agustus 2017 (foto : chusnul cahyadi)
Pengelolaan ekowisata hutan mangrove mengangkat Pokwasmas Hijau Daun menjadi yang terbaik di Jatim dalam pengelolaan lingkungan. Mereka pun berhak menjadi Duta Jatim ke tingkat nasional pada 2017. Untuk membuat hutan mangrove itu.
Tidak semuda membalik telapak tangan. Butuh waktu 12 tahun pokwanas untuk mewujudkan. Kerja keras dan tekad menyelamatkan lingkungan itu setelah melihat puluhan hektare sawah terendam air laut. Ratusan petani gagal panen. Luas area pertanian yang tergerus abrasi dan terendam air laut diperkirakan mencapai 35 hektare.
2 . Wisata Religi Sunan Giri
ZIARAH : (ki-ka) Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani berziarah ke makam Sunan Giri dalam rangkaian HUT Pemkab dan Hari Jadi Kota Gresik pada 8 Maret 2021 ( foto : chusnul cahyadi)
Melansir dari Wikipedia Sunan Giri, salah satu wali songo. Penyebar agama Islam di Indonesia. Sunan Giri adalah nama salah seorang Walisongo dan pendiri kerajaan Giri Kedaton, yang berkedudukan di daerah Gresik, Jawa Timur.
Sunan Giri membangun Giri Kedaton sebagai pusat penyebaran agama Islam di Jawa, yang pengaruhnya bahkan sampai ke Madura, Lombok, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku.
Sunan Giri lahir di Blambangan pada 1442 M dan wafat di Bukit Giri, Desa Giri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik pada 1506 masehi. Sunan Giri bernama lengkap Muhammad Ainul Yakin ini adalah anak dari Maulana Ishak dengan Dewi Sekardadu kemudian diasuh Nyai Gede atau Ageng Pinatih, syahbandar perempuan pertama di Gresik.
LENGGANG : Sebelum pandemi corona destinasi wisata religi Sunan Giri nyaris tidak pernah sepi. Peziarah mengalir non stop. Pagebluk corona dilakukan pembatasan ketat kepada peziarah sehingga terasa lenggang pada 6 Mei 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)
Sunan Giri memiliki anak diantaranya, Sunan Kulon, Sunan Dalem, Sunan Kidul, Sunan Tegalwangi, Ratu Gede Kukusan , dan Sunan Weruju. Sunan Giri bergelar Prabu Satmata dan dijuluk Joko Samudro.
Sebelum pandemi corona, jutaan peziarah dari Indonesia hingga wisatawan luar negeri berkunjung untuk ngalap berkah ke Sunan Giri yang makamnya berada dalam Kompleks Masjid Sunan Giri.
Wisatawan yang mau berziarah ke makam Sunan Giri melalui tangga atau melewati jalan perkampungan yang berdekatan dengan makam Sunan Prapen.
3. Wisata Selo Tirta Giri
JEMBATAN PERADAPAN : Lokasi ini jujugan wisatawan ketika berkunjung ke wisata Setigi karena dianggap instagramable pada Mei 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)
SELO (Batu) , Tirta (Air) dan Giri (Bukit) berdiri diatas bekas Galian C di Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah. Luasnya sekitar 4,6 hektare. Wisatawan datang tidak dalam negeri.
Wisatawan mancanegara juga ada. Mereka ini terpesona melihat bukit-bukit kapur yang megah. Dindingnya menyajikan lekuk-lekuk eksotis bak ukiran batu kapur. Sedangkan, wisatawan domestik (wisdom) memilih tempat yang instagramable. Antara lain, Jembatan Peradaban, Rumah ada Papua serta lainnya.
INSTAGRAMABLE : Salah satu spot foto bagi wisatawan di Setigi pada Mei 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)
Kini, destinasi Setigi menyediakan tempat pemandian khusus kaum emak-emak. Pemandian itu bernama Kolam Banyu Gentong. Pemandian bernuansa Islami itu diklaim kali pertama di Indonesia. Pemandian yang diperuntukkan khusus kaum hawa ini dibangun di dalam Goa Angin-angin dikelilingi bebatuan alami dengan kerlip lampu warna warni.
Pengunjung bakal merasakan kesegaran yang luar biasa seperti mandinya putri raja. Pengunjung bisa leluasa berendam dengan nyaman bak pemandian bidadari. (*)
GRESIK, 1minute.id – Selain memilih Duta Wisata Cak dan Yuk 2021. Anugerah Wisata Gresik (AWG) 2021 rangkaian Program Nawa Karsa 99 hari pertama kepemimpinan Bupati-Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah ini juga melakukan pemilihan destinasi wisata di Kota Santri – sebutan lain-Kabupaten Gresik.
AWG 2021 terbagi tiga kategori yakni wisata alam, buatan dan budaya. Untuk wisata alam juara pertama Mangrove Hijau Daun Sangkapura di Desa Daun, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean. Kategori destinasi buatan diraih oleh Wisata Selo Tirta Giri (Setigi) di Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah dan Wisata Budaya diraih Wisata Religi Sunan Giri di Desa Giri, Kecamatan Kebomas.
Anugerah Wisata Gresik kali pertama dan terbesar pada 2021 digelar dengan penerapan protokol ketat ini mendapatkan apreasiasi dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno dan Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak. Sandiaga Uno hadir virtual. Sedangkan, Emil hadir offline.
Menurut Sandiaga Uno, Bupati Fandi Akhmad Yani dan Wabup Aminatun Habibah sangat kreatif dan inovatif melakukan terobosan pemulihan ekonomi melalui sektor pariwisata di tengah pandemi seperti sekarang ini. Ia pun berjanji akan datang ke Kota Santri.
Wagub Jatim Emil Dardak mengatakan, destinasi di Kota Santri semakin berkembang dengan memberikan kesan yang baik kepada para wisatawan. Dia mencontohkan, wisata berbasis komunitas, ini satu yang penting adalah memberikan kesan baik.
“Kalau orang datang, kemudian memberikan kesan negatif. Mereka akan bercerita. Kita berpikir promosi pariwisata paling efektif dimana kita pelajari pola orang sekarang kalau mau berwisata, salah satunya banyak yang ngecek rating banyak, ngecek-ngecek komentar,”katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi Wabup Aminatun Habibah serta Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gresik Agustin Haloman Sinaga intinya menyampaikan bahwa Pemkab Gresik mengadakan AWG sebagai upaya pemulihan sektor wisata.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, gelaran AWG 2021 bisa dilaksanakan karena kebersamaan dan kekompakkan dalam menjaga protokol kesehatan. Sebab, dimasa pagebluk corona ini yang tidak tahu kapan berakhir ini hanya bisa cegah penyebarannya karena mematuhi prokes. “Semoga kita diberikan kesehatan, pandemi segera berakhir,”kata Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Gresik A.H. Sinaga mengatakan AWG 2021 sebagai upaya pemulihan sektor wisata. Saat ini Gresik memiliki 128 daya tarik wisata dengan didukung oleh 51 kelompok sadar wiasata (pokdarwis) dan 6 desa wisata”Kami apresiasi usaha-usaha pengembangan destinasi wisata di Kabupaten Gresik. ,”ujar mantan Sekretaris Dishub Gresik ini.
Sementara itu, Kades Sekapuk Abdul Halim menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan Setigi meraih juara pertama AWG 2021. Pihaknya berterima kasih kepada Pemkab Gresik dan juga semuanya atas apresiasi dan juga para pengunjung semua. “Terima kasih atas penganugerahan pada wisata desa kami Sekapuk , semoga dengan semua ini kami makin bisa berinovasi lagi untuk negeri,”kata Halim. (yad)
Pemenang Penghargaan Anugerah Wisata Gresik (AWG) 2021.
Kategori Wisata Alam
Juara 1 Mangrove Hijau Daun Sangkapura Juara 2 Pantai Delegan Juara 3 Pantai Selayar Bawean
Kategori Wisata Buatan
Juara 1 Setigi Juara 2 Eduwisata Lontar Sewu Juara 3 Kampung Kreasi Sidokumpul
GRESIK,1minute.id – Sebanyak 14 pasangan finalis Cak dan Yuk Gresik 2021 masih menjalani masa karantina di salah satu hotel di Kota Santri. Siapa yang bakal menjadi Duta Wisata Gresik bakal ditentukan dalam grand final di halaman Kantor Bupati Gresik pada Jumat malam, 4 Juni 2021.
Rencana Anugera Duta Wisata Gresik ini dihadiri Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Gresik Agustin Halomoan Sinaga mengatakan, pemilihan Cak dan Yuk Gresik 2021 dikemas secara berbeda pasca tiga tahun vakum. “Setiap peserta membuat video pendek tentang pariwisata di Gresik,”kata Sinaga.
Video karya finalis itu nantinya akan di launching ketika grand final Cak dan Yuk Gresik. “Nanti pak bupati (Fandi Akhmad Yani,Red) tinggal ngeklik menggunakan tab akan muncul virtual tour Kota Bandar Grissee,”terang mantan Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik itu.
Selain malam penganugerahan Cak dan Yuk Gresik juga ada Anugera Wisata Gresik. Ada puluhan destinasi wisata yang dinilai tim juri dari akademisi dan praktisi. Panitia membagi tiga kategori yakni wisata alam, buatan dan budaya. Setiap kategori akan diambil 5 nomimasi untuk tetapkan sebagai juara pertama, dua dan tiga.
Sinaga mengatakan, ada sejumlah kreteria untuk desa wisata. Diantaranya, ada kelompok sadar wisata (pokdarwis) dan profesionalitas dalam mengelola wisata. “Karena saat ini masih pandemi, tentunya kepatuhan dalam penerapan protokol kesehatan menjadi salah satu peneliannya,”tegas Sinaga. (yad)