Kejari Gresik Tahan Ketua dan Dua Pengasuh Ponpes di Manyar, Diduga Korupsi Dana Hibah Ponpes

GRESIK,1minute.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik menahan tiga orang tersangka dugaan korupsi dana hibah Pondok Pesantren (Ponpes) sebesar Rp 400 juta dari APBD Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur 2019 

Tiga tersangka itu berinisial RKA, FR dan MR. Mereka adalah ketua dan pengasuh di Yayasan Ushulul Hikmah Al Ibrohimi, Desa Manyarrejo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. 

Modus operandi dana hibah yang seharusnya digunakan untuk membangun asrama santri digunakan oleh tersangka untuk membeli dua bidang tanah.  Pembangunan asrama menggunakan iuran dari santri dan wali santri.

“SPJ (surat pertanggungjawaban) pembangunan 100 persen selesai. BPKP menyebut total loss,” ujar Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Gresik Alifn N Wanda didampingi Kasi Intel Kejari Gresik Raden Achmad Nur Rizky di kantor Kejaksaan Negeri Gresik pada Rabu, 11 Februari 2026.

Sekitar pukul 09.00 WIB, tiga orang memenuhi panggilan pemeriksaan sebagai tersangka ke kantor Kejari Gresik di Jalan Bunder Asri, Kecamatan Kebomas. Mereka kemudian menjalani pemeriksaan di ruang Seksi Pidana Khusus (Pidsus). Sekitar pukul 16.35 WIB, dua tersangka yakni RKA dan FR keluar memakai rombi warna pink bertuliskan Tahanan Kejaksaan. 

Alifin mengatakan, dalam perkara dugaan korupsi ini, pihaknya menahan tiga orang tersangka. “Dua orang ditahan di rutan Gresik (RKA dan FR). Satu tersangka tahanan rumah karena sakit (MR),” tegas Alifin yang bakal menduduki posisi baru sebagai Kasi Intel Kejari Lampung ini. 

Ia menjelaskan, Yayasan Ushulul Hikmah Al Ibrohimi mendapatkan dana hibah pembangunan asrama santri sebesar Rp 400 juta dari Pemprov Jatim pada 2019. Dana ratusan juta seharusnya digunakan untuk membangun asrama santri. “Akan tetapi dana hibah itu digunakan oleh membeli dua bidang tanah atas nama pribadi,” kata Alifin.

Pembangunan asrama, mereka menggunakan iuran dari santri dan wali santri. Berdasarkan audit Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) kerugian negara sebesar Rp 400 juta. Dugaan korupsi dana hibah Pondok Pesantren ini kali pertama mencuat pada Februari 2025. 

Kejaksaan kemudian melakukan pemeriksaan sejumlah saksi. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi ini, kejaksaan meningkatkan status dari penyelidikan ke penyidikan. Kejaksaan kemudian menetapkan tiga orang tersangka. 

Terpisah, tersangka RM Khoirul Atho’ atau Gus Atho’ menyatakan, pihaknya akan tuntut hingga ke akhirat. “Apa yang saya lakukan ini untuk kepentingan agama,” tegas Gus Atok sebelum masuk mobil tahanan kejaksaan. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Kejari Gresik Tahan Ketua dan Dua Pengasuh Ponpes di Manyar, Diduga Korupsi Dana Hibah Ponpes Selengkapnya

Pemkab Gresik Perkuat Transformasi Digital Pemerintah, Layanan Publik Semakin Mudah, Cepat dan Bermanfaat bagi Masyarakat 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memperkuat transformasi digital pemerintahan. Layanan publik yang semakin mudah, cepat, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, menegaskan bahwa transformasi digital pemerintahan saat ini tidak lagi cukup diukur dari keberadaan aplikasi atau sistem semata, melainkan dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat sebagai pengguna layanan.

“Transformasi digital pemerintahan telah memasuki fase yang lebih substansial. Kita tidak lagi berbicara tentang banyaknya sistem yang dimiliki, tetapi sejauh mana layanan digital tersebut memberi kemudahan, kepastian, dan kenyamanan bagi masyarakat,” tegasnya pada Selasa, 10 Februari 2026.

Sekda Washil menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Gresik merasa bangga dan terhormat dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan strategis ini. Kepercayaan tersebut menjadi motivasi untuk terus berbenah, seiring posisi Gresik sebagai Kota Wali, Kota Santri, sekaligus Kota Industri.

Sejalan dengan arah kebijakan nasional, Pemkab Gresik terus mendorong transformasi menuju pemerintahan digital melalui integrasi dan inovasi layanan. Pada 2024, nilai Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE)  Gresik mencapai 4,32 dari skala 5 dan masuk kategori memuaskan. Pada 2026 mendatang, penilaian akan diarahkan pada model pemerintah digital yang lebih menekankan pengalaman dan kepuasan pengguna layanan.

Salah satu fondasi transformasi tersebut adalah pengembangan Integrated Smart System yang didukung oleh Gresik Intelligent Operation Platform (Gresik IOP). Platform internal ini mengintegrasikan data strategis lintas perangkat daerah sebagai dasar pengambilan kebijakan berbasis data.

“Dengan integrasi data, kebijakan dapat diambil secara cepat, tepat, dan terukur. Salah satu dampaknya adalah peningkatan pendapatan daerah yang kini berada pada kisaran Rp1,7 triliun,” jelasnya.

Integrasi data juga dimanfaatkan untuk penguatan pencegahan korupsi, optimalisasi perizinan dan pajak daerah, hingga penanganan persoalan sosial. Saat ini, angka kemiskinan Kabupaten Gresik telah berada pada satu digit, yakni 9,95 persen atau sekitar 132 ribu penduduk, dan ditargetkan terus ditekan hingga di bawah 100 ribu penduduk.

Pada sektor kepegawaian, Pemkab Gresik mengembangkan platform Kedaton sebagai sistem terintegrasi layanan ASN, mulai dari absensi, pengelolaan kinerja, hingga manajemen talenta. Sistem ini memungkinkan pengambilan keputusan mutasi dan promosi dilakukan secara objektif berbasis data. 

Sementara itu, pada layanan publik yang langsung dirasakan masyarakat, Pemkab Gresik menghadirkan berbagai inovasi, di antaranya layanan administrasi kependudukan jemput bola melalui aplikasi Pudak, layanan ketenagakerjaan Gresik Kerja, serta integrasi layanan kedaruratan melalui Call Center 112 dan Lapor Gus. Setiap bulannya, kanal pengaduan masyarakat ini dapat menampung laporan yang seluruhnya termonitor secara digital.

Dari sisi ketenagakerjaan, pemanfaatan layanan digital berdampak pada penurunan tingkat pengangguran terbuka Kabupaten Gresik pada tahun 2025, dari 6,45 persen menjadi 5,47 persen. Capaian ini menjadi penurunan tertinggi di Jawa Timur.

“Seluruh inovasi tersebut perlu diiringi dengan evaluasi yang objektif dan berkelanjutan. Karena itu, implementasi pengukuran kepuasan pengguna layanan digital menjadi momentum penting untuk memastikan bahwa transformasi digital benar-benar berorientasi pada masyarakat,” tandas Sekda Washil.

Pada kesempatan yang sama, Asisten Deputi Koordinasi Penerapan Transformasi Digital Pemerintah Kementerian Pendayagunasn Aparatur Negera, Reformasi Birokrasi (PANRB) aMohammad Averrouce, menyampaikan apresiasi atas langkah Kabupaten Gresik yang telah mengonsolidasikan berbagai sistem pemerintahan dalam satu ekosistem terintegrasi.

Ia menegaskan bahwa transformasi dari SPBE menuju pemerintah digital menempatkan kepuasan pengguna sebagai indikator kunci keberhasilan. Menurutnya, integrasi sistem administrasi dan pelayanan publik harus berujung pada pengalaman layanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Pengukuran kepuasan pengguna layanan digital menjadi instrumen penting dalam evaluasi pemerintah digital. Bukan untuk menambah beban daerah, tetapi justru memastikan bahwa digitalisasi benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Pemkab Gresik Perkuat Transformasi Digital Pemerintah, Layanan Publik Semakin Mudah, Cepat dan Bermanfaat bagi Masyarakat  Selengkapnya

Wabup Gresik Asluchul Alif Mengunjungi Puskesmas Sangkapura, Pulau Bawean, Pastikan Pelayanan KB Maksimal 

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Asluchul didampingi Anggota DPRD Lutfi Dhawam dan Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Gresik Shinta Puspitasari meninjau pelayanan Keluarga Berencana (KB) di Puskesmas Sangkapura pada Selasa, 10 Februari 2026.

Kegiatan ini merupakan upaya mendukung program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana) dan penanganan stunting.  Wabup Asluchul Alif menyaksikan langsung pemasangan implant kepada 10 akseptor sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Gresik dalam meningkatkan kesehatan ibu dan keluarga berencana di wilayah kepulauan.

Wabup Asluchul Alif mengatakan, peninjauan ini bertujuan untuk memastikan pelayanan KB berjalan maksimal, meningkatkan kepesertaan KB terutama MKJP (Metode Kontrasepsi Jangka Panjang), dan mendukung percepatan penurunan stunting. “Pemerintah daerah terus memperkuat komitmen terhadap program Bangga Kencana, serta percepatan penurunan stunting melalui peninjauan langsung pelayanan KB, khususnya jenis implan,” ucap dokter Alif, sapaan akrab, Wabup Asluchul Alif. 

Menurutnya, penggunaan MKJP seperti implan dianggap sangat efektif untuk mengatur jarak kelahiran, yang secara langsung berkontribusi pada pencegahan stunting pada anak. “Bangga Kencana merupakan salah satu program strategis dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang mendukung percepatan penurunan angka stunting, khususnya di Kabupaten Gresik,” tegasnya. 

Wakil Bupati juga memberikan motivasi kepada para kader KB dan tenaga kesehatan untuk terus meningkatkan edukasi kepada masyarakat. “Saya memberikan apresiasi kepada tenaga kesehatan serta kader di Bawean atas komitmennya dalam melayani masyarakat,” ungkapnya. 

Di tempat sama, Kepala Puskesmas Sangkapura Syaiful Umami mengaku bangga atas kehadiran Wakil Bupati saat memantau langsung pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya program pemasangan alat kontrasepsi implant di Puskesmas Sangkapura. “Program implant ini sangat strategis untuk memberdayakan perempuan usia subur dengan akses KB yang aman dan terjangkau,” ujarnya. 

Syaiful Umami menegaskan komitmen Puskesmas Sangkapura untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Ia berharap dukungan pemerintah terhadap pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan terus berlanjut. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi

Wabup Gresik Asluchul Alif Mengunjungi Puskesmas Sangkapura, Pulau Bawean, Pastikan Pelayanan KB Maksimal  Selengkapnya

Gus Yani Ajak Perempuan Gresik Ikut Menentukan Arah Kebijakan Lebih Peka Gender

GRESIK,1minute.id – Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Gresik menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Perempuan Tahun 2026 di Ruang Putri Cempo Kantor Bupati Gresik pada Selasa, 10 Februari 2026.

Forum ini menjadi wadah bagi kaum perempuan untuk menentukan arah kebijakan daerah yang lebih peka gender dan berkelanjutan. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, yang membuka kegiatan ini menegaskan bahwa suara perempuan adalah fondasi penting dalam menciptakan pembangunan yang adil.

Menurutnya, perempuan seringkali menghadapi tantangan harian yang unik, sehingga aspirasi mereka sangat dibutuhkan agar kebijakan pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan riil di lapangan, mulai dari sektor pendidikan hingga ekonomi.

“Musrenbang Perempuan ini merupakan ruang bagi ibu-ibu untuk menyampaikan gagasan nyata. Saya ingin perempuan Gresik berdaya secara ekonomi dan memiliki pola pikir yang cerdas, karena dari ibu yang hebat akan lahir generasi masa depan yang berkualitas dan berdaya saing,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Bupati Fandi Akhmad Yani. 

Bupati Yani berharap forum ini tidak hanya berhenti pada diskusi, tetapi menghasilkan aksi nyata yang dapat segera dirasakan manfaatnya. “Pemerintah ingin membangun Gresik secara inklusif, di mana perempuan, anak, dan penyandang disabilitas memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk berkontribusi bagi kemajuan daerah,” pungkasnya.

Ditempat sama, Kepala Dinas KBPPPA Gresik Titik Ernawati, menambahkan bahwa Musrenbang tahun ini secara khusus menggodok sepuluh isu strategis yang mendesak. Isu-isu tersebut meliputi penguatan literasi keuangan keluarga untuk membentengi masyarakat dari bahaya judi online, percepatan penurunan angka stunting, hingga pemenuhan fasilitas publik yang aman dan ramah bagi perempuan serta kelompok rentan.

Selama dua hari pelaksanaan, Selasa hingga Rabu, 10-11 Februari 2026 para peserta yang terdiri dari organisasi perempuan, akademisi, dan praktisi akan merumuskan solusi atas berbagai tantangan tersebut. Hasil musyawarah ini nantinya akan diformulasikan menjadi usulan prioritas yang akan dibawa ke tingkat kabupaten guna memastikan pembangunan infrastruktur sosial di Gresik tetap inklusif. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Gus Yani Ajak Perempuan Gresik Ikut Menentukan Arah Kebijakan Lebih Peka Gender Selengkapnya

Polres Gresik Bongkar Kawanan Pencuri Truk, 2 Truk Disita, Tiga Pelaku Amankan

GRESIK,1minute.id –  Kepolisian Resor (Polres) Gresik membongkar komplotan dugaan kasus pencurian truk. Dua unit truk berhasil disita dan tiga orang diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka. Mereka berinisial AP, 29, otak pencurian ; AS, 19, dan AF, 41. Keduanya adalah eksekutor. Mereka ditangkap oleh Unit Reserse Mobile (Resmob) di tempat berbeda.

“Mereka ditangkap tidak lebih dari sepekan setelah kami menerima laporan dari dua korban,” ujar Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution dalam konferensi pers di Mapolres Gresik pada Selasa, 10 Februari 2026.

AKBP Ramadhan didampingi antara lain Waka Polres Gresik Kompol Sabdha Purusha, Kasi Humas Iptu Hepi Muslih Riza, Kanit Resmob Satreskrim Polres Gresik melanjutkan kedua truk itu sempat ditawarkan oleh pelaku melalui media sosial (medsos) dengan harga miring. Dump truk Hino, misalnya, ditawarkan seharga Rp 150 jutaan. 

“Motif dari pencurian ini adalah faktor ekonomi. Tersangka terbelit hutang,” tegas alumnus Akpol 2007 itu. Pencurian dua unit truk di dua tempat ini, diotaki oleh tersangka A.P,  29 tahun. Pencurian kali pertama dilakukan pada 26 Januari 2026. Korban adalah Debi Afani, warga Desa Tebuwung, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik. Pelaku menggasak truk engkel yang kaca depannya bertuliskan “Koko Eddy Die”. Ia bersama dua rekan yakni AS, 19, dan AF, 41. 

“Tersangka AS berperan eksekutor, sedangkan tersangka AF bertindak sebagai perantara penjualan,” katanya. “Sukses” menggasak truk di Desa Tebuwung, tiga kawanan pencuri dengan pemberatan (curat) “ketagihan”. Mereka beraksi di Kecamatan Panceng pada 2 Februari 2026. Pelaku menggasak truk Hino warna hijau milik Edi Murtadho.

Satu unit truk Hino warna hijau milik korban ED, yang rencananya akan dijual kepada seorang penadah di Bangkalan, Madura, yang saat ini masih dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), melalui perantara tersangka AF. “Motif para pelaku adalah faktor ekonomi untuk melunasi utang. Berkat kerja cepat Tim Resmob Macan Giri, para tersangka berhasil diamankan di lokasi berbeda pada 6 Februari 2026,” ungkap AKBP Ramadhan Nasution.

Sebagai wujud pelayanan prima, Kapolres Gresik secara langsung menyerahkan kunci kendaraan kepada para korban yang hadir dalam konferensi pers tersebut, yakni

Debi Anafi warga Kecamatan Dukun, pemilik dump truk, Edi Murtadho warga Kecamatan Panceng, pemilik truk Hino warna hijau

“Terima kasih kepada Polres Gresik karena kendaraan saya bisa ditemukan dan dikembalikan dengan cepat,” ungkap Edi Murtadho. Ia mengatakan, tersangka pencurian pernah bekerja pada dirinya menjadi sopir. 

Selain membongkar kawanan pencuri truk, Unit Resmob Satreskrim Polres Gresik juga mengamankan pelaku penipuan dan penggelapan sepeda motor Yamaha Mio milik korban Aldo, warga Surabaya. Korban menawarkan motor matik warna hitam itu melalui media sosial. Pelaku lalu menghubungi korban untuk membeli lewat cash on dilevery (COD). Korban dan pelaku janjian bertemu di di sebuah warung kopi di Jalan Dr. Soetomo, Gresik pada 27 Januari 2026, tersangka berpura-pura meyakinkan korban dengan meninggalkan tas dan dompet di atas meja.

Kapolres Gresik mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, khususnya dalam transaksi jual beli secara daring dengan sistem COD. “Pastikan bertemu di tempat ramai, jangan mudah percaya dengan barang jaminan yang ditinggalkan pelaku, serta pastikan identitas calon pembeli benar-benar jelas,” tegas AKBP Ramadhan Nasution.

Masyarakat juga diminta tidak ragu melapor apabila menemukan indikasi tindak pidana melalui 110 atau layanan Lapor Kapolres (LaporCakRama) di nomor 0811-8800-2006. Atas perbuatannya, para tersangka kasus curat dijerat Pasal 477 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara, sementara tersangka penipuan dan penggelapan dijerat Pasal 486 dan Pasal 492 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Polres Gresik Bongkar Kawanan Pencuri Truk, 2 Truk Disita, Tiga Pelaku Amankan Selengkapnya

Gresik Kondusif, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution Apresiasi Kinerja Anggota

GRESIK,1minute.id – Marhaban Yaa Ramadan. Menjelang bulan suci Ramadan, Kapolres Gresik Ramadhan Nasution memerintahkan jajarannya untuk segera melaksanakan operasi Cipta Kondisi (Cipkon). Operasi Cipkon dilakukan sebagai upaya preventif guna memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Gresik AKBP Ramadhan Nasution saat memimpin apel pagi yang digelar di halaman Mapolres Gresik pada Senin, 9 Februari 2026.

Perwira dua melati itu menyampaikan apresiasi atas kinerja seluruh jajaran yang dinilai berhasil menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif di wilayah hukum Polres Gresik.

“Alhamdulillah, situasi kamtibmas di wilayah Polres Gresik saat ini berjalan dengan baik dan terkendali. Kondisi ini merupakan hasil kerja keras dan dedikasi seluruh personel dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat,” ujar alumnus Akpol 2007 itu. 

Selain aspek keamanan, AKBP Ramadhan Nasution juga mengingatkan pentingnya kedisiplinan dalam menjaga kebersihan lingkungan kerja. Menurutnya, kerapian dan kebersihan merupakan cerminan profesionalisme anggota Polri, yang harus dimulai dari diri sendiri dan lingkungan sekitar.

Pada kesempatan tersebut, AKBP  Ramadhan turut menyinggung program Gentengisasi sebagai salah satu upaya memperindah estetika wilayah. Program ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik lingkungan, mendukung pengembangan UMKM lokal, sekaligus menciptakan ikon kawasan yang lebih rapi dan berdaya tarik wisata.

Di bidang penegakan hukum, Kapolres menginstruksikan seluruh personel untuk mempelajari serta mensosialisasikan KUHP dan KUHAP terbaru, agar pelaksanaan tugas di lapangan tetap sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Usai apel, Kapolres Gresik didampingi para pejabat utama (PJU) melakukan pemeriksaan mendadak terhadap kendaraan dinas operasional. Pemeriksaan meliputi kelayakan mesin, kelengkapan, hingga kebersihan kendaraan.

“Pengecekan ini dilakukan untuk memastikan seluruh sarana dan prasarana pendukung tugas berada dalam kondisi prima dan siap digunakan kapan pun dibutuhkan demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya. (yad) 

Editor: Chusnul Cahyadi

Gresik Kondusif, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution Apresiasi Kinerja Anggota Selengkapnya

Petrokimia Gresik Gandeng Himbara Implementasi Program Digital SCF untuk Memperkuat Ekosistem Rantai Pasok

GRESIK,1minute.id –  Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, terus memperkuat transformasi bisnis dengan mengimplementasikan program digital Supply Chain Financing (SCF). Program dengan menggandeng Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) ini dirancang untuk memperkuat ekosistem rantai pasok di perusahaan.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo di Gresik, Jawa Timur, baru-baru ini. Dijelaskan Adit, sapaan akrab Adityo Wibowo, SCF merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan pembayaran serta memperkuat ketahanan finansial mitra usaha.

“Implementasi SCF ini juga terbukti mampu mendukung kelancaran pasokan barang dan jasa, sehingga proses produksi dan distribusi ke depan dapat berjalan semakin baik dan lancar dalam upaya melanjutkan swasembada pangan nasional,” ujar Adit.

Ia menambahkan, implementasi SCF juga sejalan dengan prinsip Good Corporate Governance (GCG) serta komitmen perusahaan dalam membangun kemitraan yang berkelanjutan. Dengan demikian, transformasi ini mampu memperkuat kolaborasi jangka panjang dan meningkatkan daya saing ekosistem usaha Petrokimia Gresik.

Skema SCF ini, jelasnya, memungkinkan mitra kerja memperoleh percepatan pembayaran atas tagihan yang telah terverifikasi dengan biaya pembiayaan yang lebih kompetitif. Dengan peran perusahaan sebagai anchor company, SCF mampu memberikan kepastian arus kas bagi pemasok serta mendukung kelancaran operasional di seluruh ekosistem grup.

Petrokimia Gresik juga sudah mengembangkan skema Supply Chain Financing melalui pemanfaatan sistem digital terintegrasi serta kerja sama dengan lembaga keuangan, agar manfaat SCF dapat dirasakan lebih luas oleh seluruh mitra dalam ekosistem perusahaan.

“Program ini tidak hanya meningkatkan efisiensi internal, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi mitra usaha sebagai bagian penting dari rantai pasok perusahaan,” tutup Adit. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi

Petrokimia Gresik Gandeng Himbara Implementasi Program Digital SCF untuk Memperkuat Ekosistem Rantai Pasok Selengkapnya

Sapa Warga di CFD, Satlantas Polres Gresik Edukasi Budaya Keselamatan di Jalan Raya Sejak Dini

GRESIK,1minute.id – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gresik menyapa masyarakat melalui aksi simpatik bertajuk “Car Free Day Ceria” di depan gedung Wahana Ekspresi Pusponegoro (WEP)  Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gresik pada Minggu, 8 Februari 2026.

Suasana Minggu Sehat pun lebih semarak daripada minggu sebelumnya. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Operasi Keselamatan Semeru 2026 yang bertujuan meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap aturan berlalu lintas, sekaligus menanamkan budaya keselamatan di jalan raya sejak dini.

Dipimpin langsung oleh Kanit Kamsel Satlantas Polres Gresik Ipda Andreas Dwi Anggoro, personel Satlantas mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif kepada warga. Tak sekadar memberikan imbauan lisan, petugas juga membagikan berbagai perlengkapan keselamatan serta bingkisan menarik kepada pengunjung CFD.

Sejumlah helm standar SNI dibagikan kepada pengendara yang tertib dan kooperatif. Sementara bagi anak-anak, petugas membagikan balon, terompet, dan mainan edukatif sebagai bentuk pengenalan dini tentang pentingnya keselamatan berlalu lintas sekaligus memperkuat citra Polri sebagai sahabat anak.

Kasat Lantas Polres Gresik AKP Nur Arifin, menegaskan bahwa kegiatan di ruang publik seperti CFD dinilai efektif untuk menyampaikan pesan keselamatan secara langsung, santai, dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

“Kegiatan ini kami lakukan untuk membangun kedekatan antara Polri dan masyarakat. Edukasi tentang keselamatan berlalu lintas kami sampaikan dengan cara yang menyenangkan, namun tetap memiliki makna dan dampak,” ujar AKP Nur Arifin.

Korp Sabuk Putih ini berharap kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas semakin meningkat sehingga mampu menekan angka pelanggaran dan kecelakaan. Keselamatan di jalan raya, menurutnya, bukan semata soal kepatuhan terhadap aturan, tetapi kebutuhan bersama demi melindungi diri sendiri dan pengguna jalan lainnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Sapa Warga di CFD, Satlantas Polres Gresik Edukasi Budaya Keselamatan di Jalan Raya Sejak Dini Selengkapnya

Pemerintah Dikabarkan akan Melanjutkan Pembangunan Tanggul Parapet Kali Lamong di Desa Jono 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah akan melanjutkan pembangunan bangunan tanggul parapet di Desa Jono, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik. Rencana pembangunan tanggul itu diungkapkan oleh Asrun, Kepala Desa Jono.

Menurut Asrun, warga sangat senang mendapatkan kabar pembangunan tanggul parapet di Desa Jono akan dilanjutkan pada 2026. “Saat ini, yang belum di tanggul panjang sekitar 600 meteran. Saya dapat kabar pembangunan akan dilanjutkan tahun ini. Semoga terealisasi,” kata Asrun ditemui usai aksi penanaman pohon kolaborasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik, Pemkab Gresik dan perusahaan di bantaran Kali Lamong pada Senin, 2 Februari 2026 lalu.

Desa Jono, satu dari puluhan desa yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Lamong menjadi langganan banjir yang sudah puluhan tahun. Setiap musim rendeng warga dikhawatirkan Kali Lamong meluap. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan akan berlangsung hingga Maret 2026. Pada April – September 2026 memasuki musim kemarau. Fonomena global seperti  El Nino dan La Nina 2026 diperkirakan tidak aktif hingga akhir 2026 sehingga pola musim relatif stabil. 

Asrun, memperkirakan musim akan memasuki masa puncak sekitar Maret 2026 nanti. “Pengalaman tahun-tahun sebelumnya, bulan Maret biasanya intensitas hujan tinggi,” ujarnya. Ia bersama warga selalu waspada adanya bencana banjir tahunan itu. Apalagi, saat ini belum semua tanggul permanen. “Kabar yang saya terima Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo akan melanjutkan pembangunan tanggul parapet tahun ini. Semoga bisa teraliasasi,” ujarnya.  

Penuntasan pembangunan tanggul akan membuat warga Desa Jono tidak khawatir di saat musim hujan. Puluhan tahun terdampak banjir Kali Lamong. Sejak 2021, Pemerintah pusat dan Pemkab Gresik normalisasi Kali Lamong menjadi salah satu prioritas. BBWS Bengawan Solo berfokus membangun tanggul parapet daerah aliran sungai (DAS) Kali Lamong, antara lain, Desa Jono, Kecamatan Cerme.

Sedangkan, Pemkab Gresik berfokus melakukan normalisasi Kali Lamong. Pengerukan akibat sendimentasi membuat Kali Lamong dangkal dan menyempit. Normalisasi dilakukan sepanjang sekitar 58 kilometer. Selain normalisasi, Pemkab Gresik juga membangun kolam retensi alias retarding basing di Desa Tambakberas, Kecamatan Cerme. Kali Lamong tetap meluber, tapi, intensitas waktu lebih cepat daripada sebelum adanya normalisasi.

Asrun bercerita suka dan duka warganya. Ia mengatakan sebelum dilakukan normalisasi tanggul Kali Lamong di Desa Jono pernah jebol. Akibatnya, Desa Tambakberas “tenggelam” cukup lama. Ikan bandeng dan udang hanyut. “Warga Saya bisa milih ikan untuk di masak. Karena ikan hanyut masuk ke perkampungan,” cerita Nasrun sambil tersenyum. 

Ia melanjutkan, suatu hari, di bulan Puasa, ada tanggul di Desa Jono rawan jebol. Warga sudah melakukan kerjabakti seharian sehingga tenaga terkuras habis. Warga Desa Tambakberas yang membantu penguatan tanggul. Kalau tanggul jebol, warga Desa Tambakberas akan terdampak parah. (yad) 

Editor : Chusnul Cahyadi

Pemerintah Dikabarkan akan Melanjutkan Pembangunan Tanggul Parapet Kali Lamong di Desa Jono  Selengkapnya

Jelang Ramadan, Satgas Pangan Polres Gresik Pastikan Stok Bapokting Aman, Harga Stabil

GRESIK,1minute.id – Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polres Gresik melakukan pengecekan langsung ketersediaan stok dan stabilitas harga Bahan Pokok Penting (Bapokting) di Pasar Baru Gresik, Jalan Gubernur Suryo, Gresik pada Jumat, 6 Februari 2026.

Kegiatan yang dipimpin oleh Kanit IV Pidana Ekonomi (Pidek) Satreskrim Polres Gresik Iptu Luthfi Hadi Nugroho, bersama sejumlah personel Satreskrim ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat tetap aman serta mencegah terjadinya lonjakan harga menjelang bulan suci, Ramadan.

Dari hasil pemantauan di lapangan, Satgas Pangan memastikan stok Bapokting, dulu dengan istilah, sembilan bahan pokok (sembako) di Pasar Baru Gresik dalam kondisi aman dan tersedia. 

Adapun harga sejumlah komoditas pangan terpantau relatif stabil, di antaranya beras premium Rp14.900 per kilogram, beras medium Rp 12.600 per kilogram, gula pasir Rp 16.500 per kilogram, minyak goreng MinyaKita Rp15.700 per liter, serta minyak goreng premium Rp 19.500 per liter.

Sementara untuk komoditas protein hewani, harga daging sapi tercatat Rp108.000 per kilogram, daging ayam ras Rp 39.000 per kilogram, dan telur ayam ras Rp 27.000 per kilogram. Untuk komoditas sayuran, bawang merah dan bawang putih masing-masing berada di kisaran Rp35.000 per kilogram. Sedangkan harga cabai bervariasi, yakni cabai rawit merah Rp 78.000 per kilogram, cabai merah keriting Rp 40.000 per kilogram, dan cabai merah besar Rp 25.000 per kilogram.

Kasatreskrim Polres Gresik AKP Arya Widjaya menjelaskan, tingginya harga cabai rawit merah dipengaruhi oleh harga beli pedagang yang sudah berada di atas Harga Acuan Penjualan (HAP). Pasalnya, sebagian besar pasokan cabai di Pasar Baru Gresik didatangkan dari Pasar Keputran Surabaya dengan harga pembelian mencapai Rp 73.000 per kilogram.

Selain itu, kenaikan harga cabai dalam beberapa hari terakhir juga dipicu oleh curah hujan yang cukup tinggi. Kondisi tersebut menyebabkan cabai mudah busuk dan berdampak pada menurunnya hasil panen, sehingga pasokan menjadi terbatas. “Namun secara umum, stok Bapokting di Kabupaten Gresik masih aman dan tidak ditemukan adanya kelangkaan,” tegas AKP Arya Widjaya.

Polres Gresik melalui Satgas Pangan akan terus melakukan pemantauan secara berkala guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan aman dan tenang. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Jelang Ramadan, Satgas Pangan Polres Gresik Pastikan Stok Bapokting Aman, Harga Stabil Selengkapnya