Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution Sidak Yanmas, Pastikan Pelayanan Kepolisian Presisi, Profesional, dan Humanis

GRESIK,1minute.id – Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di sejumlah unit pelayanan publik di Mapolres Gresik pada Senin, 19 Januari 2026. Pengecekan langsung untuk memastikan pelayanan kepolisian kepada masyarakat berjalan optimal, profesional, dan humanis ini dilakukan usai memimpin Apel pagi di halaman Mapolres Gresik. 

Pada apel perdana itu, ia menyampaikan apresiasi atas kinerja seluruh personel Polres Gresik yang telah menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif. Ia menegaskan bahwa kondusivitas tersebut harus benar-benar dirasakan masyarakat, bukan hanya tercermin dalam laporan administratif.

“Terima kasih kepada seluruh rekan-rekan yang sudah bekerja dengan baik. Saya berharap kondusivitas di Gresik ini adalah fakta nyata di lapangan, bukan sekadar laporan, sehingga masyarakat benar-benar merasakan keamanan,” tegas alumnus Akpol 2007 itu.

AKBP Ramadhan mengingatkan seluruh personel untuk selalu menjaga sikap dan etika dalam bertugas. “Berikan yang terbaik dalam pelayanan. Yang paling penting, jangan sampai kita menyakiti hati masyarakat,” pesannya.

Kapolres menegaskan bahwa Polres Gresik adalah satu keluarga besar yang harus saling menjaga, mengingatkan, dan terbuka terhadap masukan. Selain itu, juga mendorong lahirnya inovasi-inovasi positif tanpa mengesampingkan disiplin dan aturan.

Menutup arahannya, Kapolres Gresik mengajak seluruh personel untuk bersama-sama menjaga soliditas dan mendoakan kelancaran pelaksanaan tugas ke depan. Fokus utama kepemimpinannya adalah menjaga stabilitas kamtibmas agar wilayah Kabupaten Gresik tetap aman, tertib, dan kondusif.

“Mari kita saling menjaga dan saling mengingatkan. Tujuan kita satu, yakni menjaga kamtibmas di wilayah Gresik dengan sebaik-baiknya,” pungkas AKBP Ramadhan Nasution.

Sidak Pelayanan di Kepolisian 

Usai Apel pagi, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution melakukan inspeksi alias pengecekan sejumlah unit pelayanan masyarakat. Pengecekan tersebut meliputi Penjagaan Markas Komando (Mako) ; pelayanan penerimaan laporan masyarakat, pengurusan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), serta kesiapan personel pada layanan piket 110 dan Hotline Lapor Kapolres Gresik (CakRama) yang menjadi sarana komunikasi langsung antara masyarakat dengan pimpinan Polres Gresik. Semua pelayanan itu di Mapolres Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas. 

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menegaskan bahwa pelayanan publik merupakan wajah utama institusi Polri. Oleh karena itu, setiap personel dituntut untuk memberikan pelayanan yang cepat, tepat, ramah, serta berorientasi pada kepuasan masyarakat. 

“Kita ingin memastikan seluruh pelayanan berjalan dengan baik dan masyarakat benar-benar terlayani. Jangan sampai ada keluhan yang tidak tertangani,” tegas mantan Kasubbid Paminal Bidpropam Polda Metro Jaya ini.

Selain memeriksa sarana dan prasarana pendukung pelayanan, Kapolres juga berdialog langsung dengan petugas di loket pelayanan guna memastikan kesiapan personel sekaligus mendengar secara langsung kendala yang dihadapi di lapangan.

Melalui pengecekan langsung ini, perwira dua melati yang pernah menjabat sebagai Kasatlantas Polresta Malang Kota, Kasatlantas Polres Madiun, hingga Kapolsek Menganti Polres Gresik ini berharap kualitas pelayanan publik di Polres Gresik terus meningkat, kepercayaan masyarakat terhadap Polri semakin terjaga, serta terwujud pelayanan kepolisian yang presisi, profesional, dan humanis. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution Sidak Yanmas, Pastikan Pelayanan Kepolisian Presisi, Profesional, dan Humanis Selengkapnya

Polisi dan Warga Gagalkan Aksi Penjahat Bersajam di Toko Kelontong di Driyorejo 

GRESIK,1minute.id – Toko kelontong Ishek Jaya, Jalan Merah Delima Ruko Sentraland, Desa Randegansari, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik disatroni penjahat. Pelakunya membawa senjata tajam (sajam) sempat melukai bagian leher korban pemilik toko, Sahara Heksa, 54 tahun.

Anggota Reserse Kriminal Polsek Driyorejo bersama warga menggagalkan dan mengamankan aksi nekat pemuda belakang diketahui berinisial SK, 36, itu sebelum menikmati hasil kejahatannya. Menurut polisi, peristiwa percobaan pencurian dengan kekerasan (curas) di toko kelontong itu terjadi pada Sabtu, 17 Januari 2026 sekitar pukul 19.00 WIB.

Malam itu, korban Sahara Heksa hendak menutup toko kelontong yang menjual bahan pokok penting (bapokting) alias sembako, seperti, beras, gula, minyak goreng dan lainnya. Pelaku datang berpura-pura ingin membeli beras dan meminta tetap dilayani dengan alasan akan keluar kota keesokan harinya.

Korban yang tidak menaruh curiga kemudian mengizinkan pelaku masuk ke dalam toko. Namun secara tiba-tiba, pelaku mengalungkan pisau ke leher korban dan berupaya melakukan aksinya.

Korban sempat berteriak meminta pertolongan hingga terdengar oleh Agusti Mahendra Aditya, 22, yang bekerja di toko sebelah. Saksi langsung berlari ke lokasi dan berhasil membantu mengamankan pelaku, patroli pihak kepolisian langsung mendatangi lokasi kejadian.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka gores di bagian leher akibat senjata tajam. Selain mengamankan Pelaku, polisi juga menyita barang bukti berupa sebilah pisau dengan gagang warna kuning dengan panjang 20 sentimeter, dan rekaman CCTV toko.

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution melalui Kapolsek Driyorejo Kompol Musihram mengapresiasi kewaspadaan korban dan keberanian saksi yang membantu menggagalkan aksi kejahatan tersebut. “Pelaku sudah kami amankan dan saat ini tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Kompol Musihram. Ia menambahkan, pelaku akan dijerat Pasal 479 KUHP tentang percobaan pencurian dengan kekerasan. 

Perwira satu mawar di pundak itu menghimbau kepada masyarakat jqika ada hal mencurigakan, segera hubungi pihak kepolisian. Apabila mengetahui atau menjadi korban tindak pidana, masyarakat dapat melapor ke kantor kepolisian terdekat, menghubungi Call Center 110 (24 jam), atau melalui Hotline Lapor Cak Rama di nomor 0811-8800-2006. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Polisi dan Warga Gagalkan Aksi Penjahat Bersajam di Toko Kelontong di Driyorejo  Selengkapnya

Cegah Driver Angkutan Umum Ugal-ugalan, Satlantas Polres Sosialisasikan UU Lalu Lintas & Angkutan Jalan ke Markas PO TransJatim

GRESIK,1minute.id – Pasca insiden  pelemparan batu bus TransJatim yang diduga dilakukan oleh oknum Aparatur Sipil Negera (ASN) Pemkab Gresik di Jalan Raya Banyuwangi, Desa Banyuwangi, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. 

Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gresik turun gunung. Kesatuan yang dipimpin oleh AKP Nur Arifin menggelar kegiatan bertajuk “Polantas Menyapa” bersama para pengemudi Bus TransJatim.  Kegiatan yang bertujuan meningkatkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat Terminal Bunder, Kabupaten Gresik pada Sabtu, 17 Januari 2026.

Kegiatan yang inisiasi oleh Kasat Lantas Polres Gresik AKP Nur Arifin sebagai upaya membangun komunikasi langsung sekaligus meningkatkan kesadaran hukum para pengemudi transportasi darat (moda), angkutan umum. Agenda tersebut turut melibatkan sinergi lintas instansi, di antaranya, Denpom Kodam V/Brawijaya serta Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Gresik.

Mewakili Kasat Lantas, Kanit Kamsel Satlantas Polres Gresik Ipda Andreas Dwi Anggoro, didampingi Kaurbinopsnal Satlantas Polres Gresik Ipda Arif Harianto, memberikan pengarahan dan edukasi langsung kepada para driver dan pramugara Bus TransJatim.

Kanit Kamsel Ipda Andreas Dwi Anggoro menekankan pentingnya pemahaman terhadap Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 311, yang mengatur sanksi pidana bagi pengemudi yang dengan sengaja mengemudikan kendaraan secara membahayakan nyawa atau barang. Para pengemudi diingatkan bahwa keselamatan di jalan raya merupakan tanggung jawab besar yang melekat pada profesi mereka.

“Keselamatan penumpang dan pengguna jalan lainnya adalah prioritas utama. Oleh karena itu, setiap pengemudi wajib memahami konsekuensi hukum dari perilaku berkendara yang tidak bertanggung jawab,” ujar Ipda Andreas Dwi Anggoro.

Selain edukasi hukum, juga mengingatkan pentingnya pengecekan rutin kondisi kendaraan sebelum beroperasi agar sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP). Langkah tersebut dinilai krusial untuk mencegah gangguan teknis yang dapat berujung pada kecelakaan lalu lintas.

Dalam kesempatan itu, Ipda Andreas Dwi Anggoro juga memberikan imbauan tegas agar para driver bus TransJatim tidak berkendara secara ugal-ugalan dan selalu mengedepankan sikap disiplin serta etika berlalu lintas. Disiplin pengemudi angkutan umum diharapkan dapat menjadi cerminan pelayanan publik yang aman dan profesional bagi masyarakat Jawa Timur.

Sebagai bentuk keterbukaan dan respons cepat terhadap keluhan masyarakat, Satlantas Polres Gresik turut mensosialisasikan kanal pengaduan, yakni Call Center Polri 110 serta Hotline Lapor Kapolres (Cak Rama) di nomor 0812-8800-2006, bagi penumpang yang menemukan pelanggaran atau perilaku tidak sesuai aturan.

Kegiatan yang dihadiri oleh pengelola masing-masing koridor PO Trans Jatim tersebut berlangsung interaktif dan kondusif. Melalui kegiatan preventif ini, Satlantas Polres Gresik berharap dapat menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Gresik, sekaligus meningkatkan keselamatan bagi seluruh pengguna jalan. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Cegah Driver Angkutan Umum Ugal-ugalan, Satlantas Polres Sosialisasikan UU Lalu Lintas & Angkutan Jalan ke Markas PO TransJatim Selengkapnya

2026 : Pemkab Gresik Fokus Perbaikan JPD Rusak menjadi Mantap

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bakal fokus melakukan pembenahan infrastruktur Jalan Poros Desa (JPD). Kebijakan yang bakal dimulai tahun ini diambil sebagai tindak lanjut evaluasi capaian kinerja pembangunan jalan sepanjang tahun 2025 sekaligus menjawab masih tingginya kebutuhan penanganan jalan desa di berbagai kecamatan.

“Bangun Desa, Menata Kota”. Berdasarkan rekapitulasi yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik penanganan infrastruktur JPD di seluruh kecamatan, baik di wilayah daratan maupun kepulauan kategori rusak ringan, sedang dan berat diestimasikan sebesar Rp 2,83 triliun. 

Duet Fandi Akhmad Yani-Asluchul Alif, Bupati dan Wakil Bupati Gresik akan memfokuskan pembangunan infrastruktur JPD dengan kategori jalan rusak menjadi mantap kebutuhan anggaran diestimasikan sebesar Rp 1 triliun. Pembangunan akan dilakukan secara bertahap selama 4 tahun, periode 2026 sampai 2029. Setiap tahun, akan mengalokasikan minimal sebesar Rp 250 miliar.

Pada 2026, Pemkab Gresik akan memprioritaskan peningkatan dan pelebaran JPD pada ruas-ruas strategis yang berfungsi sebagai penghubung antar desa, jalur distribusi hasil pertanian dan industri, serta akses utama layanan pendidikan dan kesehatan. 

Sejumlah program yang direncanakan antara lain peningkatan JPD di beberapa wilayah kecamatan, pelebaran jalan pada jalur dengan tingkat kepadatan tinggi, serta pemeliharaan berkala untuk menjaga kemantapan jalan yang telah dibangun sebelumnya.

Sebagai gambaran capaian, sepanjang tahun 2025 DPUTR  Gresik telah melaksanakan perbaikan infrastruktur jalan dengan total panjang 22,257 kilometer menggunakan konstruksi beton, aspal, dan paving yang tersebar di 37 titik. Pekerjaan tersebut meliputi peningkatan dan pelebaran jalan, rekonstruksi ruas jalan, pembangunan jembatan baru, serta perbaikan fasilitas pendukung infrastruktur di Pulau Bawean.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menegaskan bahwa keberhasilan perbaikan jalan tidak dapat dilakukan secara parsial dan harus dikerjakan secara menyeluruh. Ia mendorong Dinas PUTR untuk memperkuat kolaborasi dengan perangkat daerah terkait, khususnya para camat di wilayah yang memiliki ruas jalan rusak.

“Upaya peningkatan kemantapan jalan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Camat memiliki pemahaman langsung terhadap kondisi wilayahnya. Insight dari mereka sangat dibutuhkan agar perbaikan jalan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Dalam menentukan prioritas perbaikan, Pemkab Gresik turut melibatkan partisipasi masyarakat. Aduan dan laporan yang masuk melalui media sosial, kanal Lapor Gus, hingga layanan panggilan darurat 112 dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan ruas jalan yang akan ditangani. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi

2026 : Pemkab Gresik Fokus Perbaikan JPD Rusak menjadi Mantap Selengkapnya
Dirut Petrokimia Gresik Daconi Khotob (tengah) saat ground breaking pembangunan tangki asam sulfat kapasitas 40 ribu ton (foto: istimewa)

Petrokimia Gresik, Produsen Pupuk Majemuk terbesar di Indonesia, Bangun Tangki Asam Sulfat Kapasitas 40.000 Ton

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia memulai proyek pembangunan tangki asam sulfat untuk memperkuat pasokan bahan baku NPK nasional.

Ground breaking pembangunan tangki berkapasitas total 40.000 ton itu dilakukan oleh Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN Aminuddin Ma’ruf bersama Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob.

Aminuddin Ma’ruf, menyampaikan bahwa swasembada pangan nasional menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto dalam Asta Cita. Ia pun mengapresiasi kinerja Pupuk Indonesia, termasuk Petrokimia Gresik dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berhasil dicapai lebih cepat dari target, yaitu di tahun 2025.

“Proyek ini (pembanguan tangki asam sulfat, Red) pada akhirnya mendukung Asta Cita Bapak Presiden Prabowo tentang ketahanan pangan. Dengan kondisi geopolitik dunia seperti sekarang, ketahanan pangan kita harus mandiri,” ujar Aminuddin Ma’ruf dalam siaran pers yang diterima 1minute.id akhir pekan ini.

Sementara Daconi Khotob menjelaskan asam sulfat merupakan bahan baku untuk memproduksi pupuk majemuk NPK. Tangki asam sulfat ini nantinya berfungsi untuk mendukung keberlangsungan produksi pupuk NPK di masa depan.

“Dengan pembangunan tangki ini, Petrokimia Gresik akan semakin memperkuat pasokan bahan baku pupuk NPK nasional. Dengan demikian, Petrokimia Gresik dapat memberikan kontribusi semakin besar lagi bagi terwujudnya swasembada pangan nasional secara berkelanjutan, melalui penyediaan pupuk berkualitas bagi pertanian di Indonesia,” ujar Daconi.

Petrokimia Gresik merupakan pionir pupuk majemuk di dalam negeri sejak tahun 2000 dan menjadi kiblat bagi teknologi pupuk NPK di tanah air. Dengan total kapasitas produksi pupuk NPK sebesar 2,7 juta ton per tahun, menjadikan Petrokimia Gresik sebagai produsen pupuk majemuk terbesar di Indonesia.

“Dengan keberadaan tangki ini, Petrokimia Gresik bisa terus meningkatkan kapasitas produksi pupuk NPK untuk mendukung ketersediaan pupuk di dalam negeri,” tegas Daconi.

Tangki asam sulfat ini dibangun di kawasan Petrokimia Gresik di Gresik, Jawa Timur, tepatnya di area reklamasi tahap III dengan luas areal pembangunan 3 Hektare (Ha). Ada dua tangki asam sulfat yang dibangun dengan kapasitas masing-masing sebesar 20.000 ton, sehingga total kapasitas penyimpanan asam sulfat Petrokimia Gresik nantinya akan mencapai 100.000 ton setelah proyek ini beroperasi. Proyek tangki ini ditarget selesai dan beroperasi pada Mei 2027 dengan lama pengerjaan sekitar 18 bulan.

“Kami pastikan proyek ini memperhatikan aspek-aspek K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) dengan baik. Petrokimia Gresik maupun kontraktor juga telah menandatangani kontrak kerja sama dengan Rumah Sakit Petrokimia Gresik untuk penanganan kondisi darurat. Selain itu, dalam pengerjaan proyek ini kami juga mengutamakan aspek lingkungan,” tutup Daconi. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Petrokimia Gresik, Produsen Pupuk Majemuk terbesar di Indonesia, Bangun Tangki Asam Sulfat Kapasitas 40.000 Ton Selengkapnya
Kepala SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik Ulyatun Nikmah bersama Wakil Direktur Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Politeknik Negeri Malang, Prof. Rosa Andrie Asmara dalam MoU pengembangan karier dan masa depan siswa setelah lulus sekolah di Polinema Malang, 13 Januari 2026 (Foto : smamio untuk 1minute.id)

SMAMIO Gresik Jalin Kerjasama dengan Polinema, Dukung Karier Lulusan

GRESIK,1minute.id – SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik (Smamio) menandatanganani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Politeknik Negeri Malang (Polinema). MoU dua institusi pendidikan ini sebagai upaya memperkuat dukungan terhadap pengembangan karier dan masa depan siswa setelah lulus sekolah dilakukan pada Selasa, 13 Januari 2026.

Kerja sama ini menjadi langkah strategis sekolah dalam memperluas jejaring pendidikan dan membuka wawasan siswa terhadap berbagai pilihan studi lanjutan, khususnya di bidang vokasi dan terapan. Melalui MoU ini, diharapkan terjalin sinergi yang saling menguatkan antara pendidikan menengah dan pendidikan tinggi.

Penandatanganan MoU tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan Politeknik Negeri Malang, manajemen SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik, serta guru dan tenaga kependidikan. Kegiatan berlangsung dengan penuh keakraban dan dialog terbuka mengenai peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan ke depan.

Kepala SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik, Ulyatun Nikmah, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam menyiapkan lulusan yang memiliki arah karier yang jelas. “Kerja sama dengan Politeknik Negeri Malang ini kami harapkan dapat membuka wawasan siswa tentang pendidikan vokasi dan dunia kerja, sehingga mereka memiliki gambaran yang lebih konkret mengenai pilihan studi dan karier setelah lulus,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima 1minute.id pada Sabtu, 17 Januari 2026.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa sekolah tidak hanya bertugas mengantarkan siswa lulus, tetapi juga mendampingi mereka dalam merancang masa depan. “Kami ingin siswa mampu mengenali potensi diri, minat, dan bakatnya, serta mendapatkan pendampingan yang tepat sesuai dengan kebutuhan zaman,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Politeknik Negeri Malang, Prof. Rosa Andrie Asmara, menyambut baik terjalinnya kerja sama tersebut. Ia menyampaikan apresiasi atas inisiatif SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik dalam membangun kolaborasi pendidikan yang berorientasi pada masa depan siswa.

“Kami menyambut baik kerja sama ini sebagai bentuk sinergi antara pendidikan menengah dan pendidikan tinggi vokasi. Melalui kolaborasi ini, kami berharap siswa mendapatkan pemahaman lebih awal mengenai dunia pendidikan terapan dan peluang karier yang dapat mereka tempuh,” ungkapnya.

Menurutnya, kerja sama ini juga menjadi bagian dari komitmen Politeknik Negeri Malang dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan siap menghadapi tantangan dunia kerja.

“Kami terbuka untuk berkolaborasi dalam berbagai program yang dapat memberikan manfaat nyata bagi siswa, sekolah, dan dunia pendidikan secara luas,” tambahnya.

Melalui MoU ini, kedua institusi sepakat mengembangkan berbagai program kolaboratif, seperti pengenalan dunia perguruan tinggi vokasi, pendampingan karier siswa, kegiatan edukatif, serta penguatan kompetensi siswa yang relevan dengan kebutuhan industri.

Dengan adanya kerja sama ini, SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik berharap dapat terus menghadirkan program-program yang berdampak positif bagi pengembangan diri siswa, sekaligus memperkuat peran sekolah dalam membimbing peserta didik menuju masa depan yang lebih terarah dan berdaya saing. (*/yad)

Penulis : Dwanda Putra  Editor: Chusnul Cahyadi 

SMAMIO Gresik Jalin Kerjasama dengan Polinema, Dukung Karier Lulusan Selengkapnya
Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution dalam doa (foto: istimewa untuk 1minute.id)

Ziarah Makam Waliyullah, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution : Refleksi Spiritual, Mempererat Sinergitas

GRESIK,1minute.id – Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution melakukan roadshow ziarah ke makam waliyullah di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Ziarah yang dilakukan bersamaan memperingati Isra Mikraj ini diawali dengan Salat Subuh berjamaah di Masjid Jamik Gresik ini diikuti oleh pejabat utama (PJU) Polres Gresik, di antaranya Wakapolres Gresik Kompol Shabda Purusha, Kasat Reskrim, Kasat Lantas, serta para Kapolsek jajaran.

Alumnus akpol 2007 itu terlihat khusyuk. Tradisi  Menjunjung tinggi nilai spiritualitas serta menghormati jasa para penyebar agama Islam di tanah Jawa. Usai melaksanakan ibadah, AKBP Ramadhan beserta rombongan melanjutkan kegiatan ziarah ke Makam Habib Abu Bakar dan Habib Alwi bin Muhammad Hasyim Assegaf dalam kompleks masjid Jamik yang berada di Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik itu.

Didampingi Habib Achmad Ismail bin Abdullah Al-Habsy, rombongan memanjatkan doa bersama dan melakukan tabur bunga sebagai bentuk penghormatan kepada para ulama. Pada pukul 05.30 WIB, rombongan bergerak menuju Makam Sunan Giri, Syekh Maulana Ainul Yaqin di Bukit Giri, Kecamatan Kebomas.

Mereka disambut oleh Ketua Yayasan Makam Sunan Giri Izuddin Sodik dan Pembina Yayasan Aziz Zawahir. Dalam kesempatan tersebut, AKBP Ramadhan Nasution berdialog sekaligus mendengarkan ulasan sejarah perjuangan Sunan Giri dalam menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa. 

Kapolres kemudian melaksanakan doa dan tabur bunga di pusara salah satu Wali Songo tersebut. “Kegiatan ziarah ini merupakan wujud penghormatan serta doa kami kepada para leluhur dan tokoh agama yang telah berjuang luar biasa dalam menyebarkan agama Islam, khususnya di wilayah Gresik,” ujar AKBP Ramadhan Nasution pada Jumat, 16 Januari 2026.

Ziarah dilanjutkan Makam Syekh Maulana Malik Ibrahim yang berada di pusat Kota Gresik, Didampingi juru kunci Habib Husein Syahab dan Ketua Yayasan Taufik Haris, rombongan kembali memanjatkan doa bersama dengan penuh kekhusyukan.

Kegiatan ziarah ini tidak hanya menjadi sarana refleksi spiritual, tetapi juga momentum untuk mempererat sinergitas antara Polres Gresik dengan para tokoh agama serta pengelola kawasan wisata religi di Kabupaten Gresik. Diharapkan, nilai-nilai keteladanan dan perjuangan para pendahulu dapat menjadi inspirasi bagi seluruh personel Polres Gresik dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan penuh keikhlasan. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi

Ziarah Makam Waliyullah, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution : Refleksi Spiritual, Mempererat Sinergitas Selengkapnya

Emosional, Oknum ASN Pemkab Gresik Lempari Batu Bus TransJatim, Diamankan Satreskrim Polres Gresik 

GRESIK,1minute.id – Seorang lelaki paruh baya berinisial SD diamankan Satuan Reserse Kriminal Polres Gresik. Oknum  aparatur sipil negera di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Gresik berusia 50 tahun itu diamankan karena diduga melakukan aksi pelemparan batu ke bus TransJatim.

Peristiwa perusakan tersebut terjadi di Jalan Raya Banyuwangi, Desa Banyuwangi, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik,  tepatnya sebelum Jembatan Gladak Manyar pada Kamis, 15 Januari 2026  sekitar pukul 06.00 WIB.

Aksi pelaku bermula saat ia berangkat kerja dari arah Sidayu menuju Kota Gresik dengan mengendarai sepeda motor Honda Stylo berwarna hijau. Sesampainya di lokasi kejadian, sebuah bus TransJatim yang melaju dari arah berlawanan menyalip kendaraan lain dan memakan jalur pelaku.

Merasa hampir tertabrak dan terbawa emosi, pelaku yang diketahui telah membawa batu dari rumah untuk berjaga-jaga, secara spontan melemparkan batu tersebut ke arah bus. Akibatnya, kaca bus pecah dan menimbulkan kepanikan di dalam bus yang saat itu membawa sejumlah penumpang.

Menerima laporan kejadian tersebut, Unit Resmob Satreskrim Polres Gresik di bawah pimpinan Kanit Resmob Ipda Andi Muh. Asyraf Gunawan, langsung melakukan penyelidikan intensif. Petugas menelusuri rekaman CCTV di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) serta kamera dashboard (CCTV internal) milik bus TransJatim.

“Berdasarkan hasil profiling kendaraan dan analisis rekaman CCTV, tim berhasil mengidentifikasi pelaku yang menggunakan sepeda motor Honda Stylo dengan nomor polisi W-3662-FQ,” ungkap Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Arya Widjaya.

Dalam waktu kurang dari 12 jam, tepatnya sekitar pukul 16.20 WIB, petugas berhasil mengamankan pelaku di tempat kerjanya. Polisi turut menyita sejumlah barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Stylo warna hijau, satu buah helm merek SHEL, jaket warna merah, serta satu buah batu yang digunakan untuk melempar bus.

Atas perbuatannya, pelaku terancam dijerat Pasal 521 KUHP Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang tindak pidana perusakan barang milik orang lain yang dapat membahayakan keselamatan umum.

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution melalui Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Arya Widjaya, mengimbau masyarakat agar senantiasa mengedepankan kesabaran dan tidak bertindak anarkis di jalan raya. “Kami mengimbau seluruh pengguna jalan untuk menjaga etika berkendara. Apabila terjadi perselisihan di jalan, serahkan penanganannya kepada pihak berwajib dan jangan main hakim sendiri karena dapat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain,” tegasnya.

Saat ini, pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Gresik untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Polres Gresik juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Apabila mengetahui atau menjadi korban tindak pidana, masyarakat dapat melapor ke kantor kepolisian terdekat, menghubungi Call Center 110 (24 jam), atau melalui Hotline Lapor Cak Rama di nomor 0811-8800-2006. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi

Emosional, Oknum ASN Pemkab Gresik Lempari Batu Bus TransJatim, Diamankan Satreskrim Polres Gresik  Selengkapnya

Susun Draf RKPD 2027 Ditengah Kondisi Fiskal Cekak, Bupati Gresik Pertajam Prioritas Pembangunan untuk Masyarakat 

GRESIK,1minute.id –  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani membuka Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Gresik Tahun 2027 di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Kamis, 15 Januari 2026.

Forum Konsultasi Publik ini merupakan bagian dari tahapan penyusunan RKPD 2027 yang bertujuan menyerap aspirasi dan masukan dari berbagai pemangku kepentingan secara partisipatif. 

Dalam sambutannya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menekankan pentingnya penajaman prioritas pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Bupati juga mengingatkan tantangan pembangunan ke depan dihadapkan pada kondisi efisiensi anggaran. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam menentukan prioritas pembangunan yang tepat sasaran.

“Dalam situasi keterbatasan fiskal, kolaborasi dan saling mendukung menjadi kunci. Program pembangunan harus dipilih secara selektif dan benar-benar memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” ujar Gus Yani, sapaan, Fandi Akhmad Yani.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Gresik Muhammad Syahrul Munir, menyampaikan sejumlah masukan strategis yang perlu menjadi perhatian dalam penyusunan RKPD 2027. Masukan tersebut meliputi pengelolaan sampah di tingkat desa, peningkatan kualitas jalan dan lingkungan desa, perawatan jalan kabupaten, perbaikan sekolah negeri dan swasta yang mengalami kerusakan berat, peningkatan layanan kesehatan khususnya di Pulau Bawean, serta penataan pertanahan dan optimalisasi aset daerah.

Terkait pengelolaan sampah, Munir menegaskan perlunya sistem pengelolaan yang terintegrasi hingga tingkat desa. “Pengelolaan sampah perlu terintegrasi sampai ke desa. Sistem ini harus dijalankan hingga tingkat desa. Saya menerima aspirasi dari kelompok masyarakat desa yang pengelolaan sampahnya belum terintegrasi dengan baik, baik di TPS maupun TPST. Harapannya, sistem ini benar-benar diterapkan secara menyeluruh,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftachul Rahman, memaparkan kondisi kapasitas riil keuangan daerah sebagai dasar penyusunan RKPD 2027. Pada Rancangan Awal RKPD 2027, pendapatan daerah diproyeksikan sebesar Rp3,38 triliun, lebih rendah dibandingkan proyeksi RPJMD 2027 sebesar Rp3,99 triliun.

Dari sisi pendapatan transfer, pada Rancangan Awal RKPD 2027 diperkirakan sebesar Rp1,75 triliun, turun dibandingkan proyeksi RPJMD 2027 yang mencapai Rp 2,30 triliun. Kondisi tersebut menuntut pemerintah daerah untuk lebih cermat dan efisien dalam merancang program pembangunan. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Susun Draf RKPD 2027 Ditengah Kondisi Fiskal Cekak, Bupati Gresik Pertajam Prioritas Pembangunan untuk Masyarakat  Selengkapnya

SPPG GMMS Libatkan 80 Persen Relawan Warga, Siap Layani 1000 Siswa

GRESIK,1minute.id – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Gresik bertambah satu lagi. SPPG anyar itu bernama Yayasan Gresik Mentari Mandiri Sejahtera (GMMS) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) GKB Gresik. Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif yang meresmikan SPPG GMMS itu pada Kamis, 15 Januari 2026.

Hal ini merupakan bagian dari penguatan layanan pemenuhan gizi masyarakat khususnya anak-anak usia sekolah, ibu hamil dan menyusui, serta balita. Menariknya, SPPG ini digerakkan oleh relawan yang sebagian besar berasal dari masyarakat setempat.

Wabup Gresik Asluchul Alif menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, terutama organisasi masyarakat yang telah berkontribusi langsung dalam mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

“Terima kasih atas keterlibatan semua pihak. Ini bentuk kolaborasi nyata yang kami butuhkan. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan, selain pemenuhan gizi, aspek lingkungan harus menjadi perhatian serius. Wabup Alif berpesan kepada relawan maupun pengelola SPPG agar manajemen sampah dan kebersihan lingkungan benar-benar dijaga. “Pelayanan gizi harus berjalan seiring dengan lingkungan yang sehat. Ini penting agar manfaat program bisa berkelanjutan,” tambah dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Sebagai tahap awal, SPPG Yayasan GMMS akan menyuplai MBG bagi dua sekolah dengan sasaran sekitar 1.000 siswa. Ke depan, kapasitas layanan ditargetkan meningkat hingga maksimal 3.000 porsi per hari, mencakup peserta didik, ibu menyusui, ibu hamil, serta balita.

Keberadaan SPPG ini juga memberi dampak sosial langsung bagi warga sekitar. Sekitar 80 persen relawan yang terlibat berasal dari masyarakat Yosowilangun, sehingga program ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga membuka ruang partisipasi dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Ketua PDM Gresik Muhammad Thoha Mahsun, berpesan agar kebersihan menjadi perhatian utama dalam operasional SPPG. Menurutnya, lingkungan yang bersih dan gizi yang terpenuhi menjadi fondasi penting bagi tumbuh kembang anak secara optimal. “Jika kebersihan terjaga dan gizi tercukupi, anak-anak kita bisa tumbuh sehat dan maksimal,” ujarnya. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi

SPPG GMMS Libatkan 80 Persen Relawan Warga, Siap Layani 1000 Siswa Selengkapnya