Jelang TKA SMP, Wabup Gresik Inginkan Tendik Ubah Metode Pelajaran Matematika Menyenangkan

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif meminta para tenaga pendidik (Tendik) mengubah cara mengajar matematika agar lebih menyenangkan. Pelajaran matematika tidak menakutkan lagi bagi sebagian siswa.

“Yang sedang kita pikirkan adalah bagaimana matematika bisa menjadi pelajaran yang menyenangkan. Saya hanya menitipkan satu pesan penting, yakni kejujuran,” ujar Wabup Asluchul Alif saat membuka pelatihan guru di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Senin, 12 Januari 2026.

Menurutnya, pembelajaran yang jujur, baik dalam proses mengajar maupun menilai, menjadi fondasi utama peningkatan kualitas pendidikan. Tanpa itu, target peningkatan hasil belajar hanya akan menjadi angka di atas kertas.

Upaya tersebut diwujudkan melalui pelatihan guru bertajuk Pembelajaran Diferensiasi dan Motivasi Siswa ala Jepang yang digelar pada selama 3 hari, 12–14 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti 321 guru SD dan SMP se-Kabupaten Gresik, serta dihadiri Staf Ahli Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Regulasi dan Hubungan Antar Lembaga  Prof. Biyanto.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S. Hariyanto, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk mengajarkan konsep matematika secara inovatif dan menyenangkan. Guru didorong keluar dari pola pembelajaran yang kaku, menuju pendekatan yang lebih kontekstual dan ramah bagi siswa. “Pelatihan ini memperkuat numerasi guru sekaligus mensosialisasikan pembelajaran ala Jepang. Tujuannya jelas, menyiapkan peserta didik menghadapi TKA April 2026,” kata Hariyanto.

Ia menyebutkan, hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMA sederajat tahun 2025 secara nasional menunjukkan kondisi yang memprihatinkan. Nilai rata-rata Bahasa Indonesia tercatat 57,39, Matematika 37,23, dan Bahasa Inggris 26,71. “Angka ini menjadi peringatan serius. Karena itu, kami berharap di Gresik tidak ada lagi nilai TKA di bawah 5 untuk SD dan SMP pada April mendatang. Target minimal Matematika 6,00 dan Bahasa Indonesia 7,00,” tegasnya.

Sejumlah langkah antisipatif telah dijalankan. Untuk penguatan Bahasa Inggris, Pemkab Gresik bekerja sama dengan Kampung Inggris Pare melalui pilot project di SDN 4 Petrokimia Gresik dan SMP Plus Jauharul Maknuun Sidayu. Di sekolah tersebut, ekosistem Bahasa Inggris telah dibangun, melibatkan tenaga tata usaha, siswa, hingga petugas kebersihan.

Sementara untuk matematika, pendekatan pembelajaran ala Jepang dipilih agar siswa terbiasa bernalar, memahami konsep, dan menikmati proses belajar. Pemkab Gresik menargetkan peningkatan nilai TKA berjalan konsisten dan mampu menembus 10 besar tingkat Provinsi Jawa Timur.

Pelatihan ini terlaksana melalui kerja sama Pemerintah Kabupaten Gresik dengan dukungan program CSR dari PT Petrokimia Gresik sebagai bagian dari komitmen memperkuat kualitas pendidikan daerah. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi

Jelang TKA SMP, Wabup Gresik Inginkan Tendik Ubah Metode Pelajaran Matematika Menyenangkan Selengkapnya

Kapolres Gresik berganti dari AKBP Rovan kepada AKBP Ramadhan Nasution

GRESIK,1minute.id –  Tongkat kepemimpinan di Kepolisian Resor Gresik resmi berganti dari AKBP Rovan Richard Mahenu kepada AKBP Ramadhan Nasution. Serah terima jabatan dipimpin langsung oleh Kapolda Jatim Irjen Pol. Nanang Avianto di Mapolda Jawa Timur pada Senin, 12 Januari 2026.

Berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/2781/B/XII/KEP./2025 tertanggal 15 Desember 2025. Pergantian ini menandai berakhirnya masa kepemimpinan AKBP Rovan Richard Mahenu yang menjabat sejak 12 Januari 2025.

Selama satu tahun memimpin Polres Gresik, AKBP Rovan Richard Mahenu sejumlah kasus besar bisa diungkapkan. Antara lain, pembunuhan pengemudi ojek online Sevi Ayu Claudia, serta penangkapan buronan Ahmad Midhol, otak perampokan dan pembunuhan di Gresik hingga kekerasan rumah tangga yang dilakukan oleh oknum karyawan perusahaan plat merah bisa diungkapkan.

Di bawah komando, Polres Gresik tampil menonjol dalam penegakan hukum, progresif dalam inovasi pelayanan publik, serta humanis dalam membangun kedekatan dengan masyarakat. Komitmen pemberantasan narkoba dan kejahatan jalanan juga ditunjukkan melalui pengungkapan ratusan gram sabu, ratusan butir pil ekstasi, serta penindakan komplotan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) bersenjata api. 

Langkah tegas terhadap kelompok gangster yang meresahkan masyarakat semakin menegaskan keseriusan Polres Gresik dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah. Tak hanya berfokus pada penindakan, AKBP Rovan yang bakal menempati jabatan baru sebagai Wakaden A Ropaminal Divpropam Polri ini juga mendorong transformasi pelayanan publik. Salah satu terobosannya adalah program Lapor Kapolres (LaporCakRoma) , kanal pengaduan cepat berbasis WhatsApp yang memangkas birokrasi dan mempercepat respons kepolisian. 

Sejak Maret hingga Desember 2025, tercatat sebanyak 601 laporan masyarakat melalui Lapor Kapolres (LaporCakRoma), dan ratusan di antaranya berhasil ditindaklanjuti secara nyata. Di bidang sosial dan kemanusiaan, optimalisasi layanan ambulans gratis menjadi wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat. Layanan ini tercatat membantu 100 kali rujukan medis termasuk warga Pulau Bawean. 

AKBP Rovan yang pernah mengikuti pendidikan The FBI National Academy di Quantico, Virginia, Amerika juga mencatat sejarah sebagai Kapolres pertama yang membuka layanan pembuatan dan perpanjangan SIM langsung di Pulau Bawean, menjawab kebutuhan masyarakat kepulauan yang selama ini terkendala jarak dan akses.

Dengan gaya kepemimpinan yang responsif, tegas, dan humanis, AKBP Rovan yang pernah menjadi Delegasi Federal Bureau of Investigation atau FBI Asia 23rd Pasific Conference yang digelar di Malaysia ini aktif membangun sinergi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, serta komunitas digital. 

Sejumlah penghargaan, mulai dari Pelayanan Prima Kepolisian di bidang Reformasi Birokrasi, apresiasi dari media, hingga kebijakan pemberian reward bagi anggota berprestasi dan masyarakat yang membantu tugas kepolisian, menjadi pengakuan atas dedikasi dan kinerjanya.

Menutup masa tugasnya di Gresik, AKBP Rovan Richard Mahenu yang mantan Kasubdit 4/Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Kasubdit Siber Polda Metro Jaya ini, meninggalkan fondasi kepemimpinan yang kokoh, penegakan hukum yang berkeadilan, pelayanan publik yang inovatif, serta hubungan yang semakin erat dan dipercaya antara Polri dan masyarakat.

Sementara itu, AKBP Ramadhan Nasution resmi mengemban amanah sebagai Kapolres Gresik usai serah terima jabatan tersebut. Perwira menengah Polri kelahiran Bandung, 10 Mei 1986, ini dikenal sebagai sosok berpengalaman dengan perjalanan karier yang panjang dan konsisten, khususnya di bidang lalu lintas, sumber daya manusia, serta pengawasan internal kepolisian.

Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun 2007 ini terus mengembangkan kapasitas akademik dan profesionalnya. Ia menempuh pendidikan magister di Universitas Jayabaya Jakarta dan Universitas Airlangga Surabaya, serta mengikuti Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri Dikreg ke-63 Tahun 2023 sebagai bekal kepemimpinan strategis di tingkat kewilayahan.

Sebelum dipercaya memimpin Polres Gresik, AKBP Ramadhan Nasution menjabat sebagai Kasubbid Paminal Bidpropam Polda Metro Jaya, posisi yang menuntut integritas tinggi serta ketegasan dalam penegakan disiplin dan kode etik Polri. Ia juga pernah bertugas sebagai Kasatlantas Polresta Malang Kota, Kasatlantas Polres Madiun, hingga Kapolsek Menganti Polres Gresik, sehingga cukup mengenal karakteristik wilayah dan masyarakat Gresik.

Karier kepolisiannya dimulai dari berbagai penugasan teknis di bidang lalu lintas di Polda Banten dan Polda Jawa Timur, sebelum kemudian dipercaya menduduki jabatan strategis di tingkat polda. Atas dedikasi dan pengabdiannya, ia dianugerahi Tanda Kehormatan Satyalancana Pengabdian 16 Tahun pada 2024.

Dengan latar belakang akademik yang kuat, pengalaman lapangan yang matang, serta pemahaman mendalam terhadap pembinaan internal Polri, AKBP Ramadhan Nasution diharapkan mampu membawa Polres Gresik semakin profesional, humanis, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, sejalan dengan semangat transformasi Polri yang Presisi. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Kapolres Gresik berganti dari AKBP Rovan kepada AKBP Ramadhan Nasution Selengkapnya

Satu DPO Anggota Gangster Diantar Ortu Menyerahkan Diri, Kapolres Gresik Warning Tidak Menyembunyikan DPO

GRESIK,1minute.id – Satu dari enam  anggota Gangster yang berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) akhirnya menyerahkan diri. Ia berinisial DM, 16 tahun. Anak yang berhadapan hukum (ABH) asal Lamongan itu menyerahkan diri ke Mapolres Gresik diantar oleh orang tuanya. 

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gresik menghimbau lima terduga anggota Gangster yang melakukan pengeroyokan warga di Kecamatan Dukun dan Panceng, Kabupaten Gresik itu untuk mengikuti jejak DM. Sebab, polisi telah mengantongi identitas dan akan melakukan pencarian. “Lebih baik menyerahkan diri daripada nanti kami tangkap. Karena identitas telah kami kantongi,” ujar sumber dikepolisian Resor Gresik. 

Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu mengapresiasi langkah keluarga pelaku yang kooperatif menyerahkan anaknya kepada pihak kepolisian. “Kami mengimbau agar seluruh DPO lainnya segera menyerahkan diri secara baik-baik. Saya juga meminta tidak ada pihak yang membantu menyembunyikan ataupun membantu pelarian para DPO,” tegas AKBP Rovan.

Ia menegaskan, pihak kepolisian tidak akan segan melakukan upaya hukum terhadap siapa pun yang terbukti membantu pelarian para pelaku. “Tujuan kita satu, menjaga Kabupaten Gresik tetap aman dan kondusif,” imbuh alumnus Akpol 2006 itu.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Arya Widjaya juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga pelaku atas kerja sama yang telah membantu kepolisian. “Kami berterima kasih kepada keluarga atas kerja samanya menyerahkan salah satu DPO. Kami berharap DPO lainnya segera menyerahkan diri. Kami akan kejar sampai dapat,” ujar AKP Arya.

AKP Arya menegaskan bahwa Polres Gresik berkomitmen memastikan wilayahnya tetap aman dan bebas dari gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Sebelumnya, polisi telah menetapkan tiga orang tersangka yakni ketua gangster berinisial MY, 26, asal Desa Kedanyang, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. MY diberi tindakan tegas terukur karena melawan petugas saat diamankan di tempat pelariannya di Mojokerto.

Kemudian MK, 21, warga Kecamatan Sidayu, Kabupateb Gresik ditangkap di area persawahan Plumpang, Kabupaten Tuban pada dinihari. Terakhir, MS (18) warga Kecamatan Sidayu, diamankan di rumahnya. Selain itu, penyidik telah menetapkan enam terduga pelaku dalam daftar pencarian orang (DPO), yakni, DM, AZN, AZ, PSH, IPN (eksekutor pembacokan), dan DVD. 

Adapun lima anak di bawah umur yang turut berada dalam rombongan konvoi ditetapkan sebagai saksi. Mereka dikenai sanksi pembinaan berupa wajib lapor serta kerja bakti setiap hari Sabtu selama dua pekan.

Para tersangka dijerat pasal berlapis berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), yaitu Pasal 262 tentang kekerasan secara bersama-sama di muka umum, dengan ancaman pidana penjara maksimal 5 tahun.

Pasal 479 tentang pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman pidana penjara maksimal 9 tahun. Dalam kesempatan itu juga, Polres Gresik meminjampakaikan handphone kepada korban untuk digunakan bekerja. 

Peristiwa bermula pada Minggu dini hari, 4 Januari 2026, sekitar pukul 01.30 WIB. Sekelompok sekitar 20 orang yang mengendarai 12 sepeda motor melakukan konvoi dari arah timur di Jalan Raya Lowayu, Kecamatan Dukun. Dengan membawa senjata tajam berupa celurit sepanjang kurang lebih satu meter yang diseret ke aspal. Rombongan gengster tersebut mengejar korban bernama Eka Adi Pradana, 22, yang tengah berboncengan sepeda motor.

Sekitar pukul 01.43 WIB, mereka menyerang korban lain bernama Ahmad Zaki Syariffudin saat hendak masuk ke warung nasi goreng di Dusun Sono, Desa Ketanen. Korban dikeroyok, dilucuti pakaiannya, serta mengalami perampasan barang berharga. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi

Satu DPO Anggota Gangster Diantar Ortu Menyerahkan Diri, Kapolres Gresik Warning Tidak Menyembunyikan DPO Selengkapnya

Membangun Sinergi, Menyatukan Aksi  Raker Foskam SMA-MA Jatim

PACITAN,1minute.id – Forum Silaturahmi dan Komunikasi Kepala Sekolah Muhammadiyah (Foskam) SMA dan MA Muhammadiyah se-Jawa Timur menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) di MA Muhammadiyah 1 Pacitan. Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari, 6 – 7 Januari 2026 mengusung tema “Building Synergy for Outstanding Muhammadiyah Education”.

Rapat kerja ini diikuti oleh 30 pengurus Foskam yang terdiri dari para kepala sekolah Muhammadiyah jenjang SMA dan MA dari berbagai daerah di Jawa Timur. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antarpimpinan sekolah serta merumuskan program kerja strategis guna meningkatkan mutu dan daya saing pendidikan Muhammadiyah. 

Dalam forum tersebut, para peserta membahas berbagai agenda penting, antara lain, penguatan kolaborasi antarsekolah, peningkatan kualitas manajemen sekolah, serta pengembangan program unggulan yang selaras dengan visi pendidikan Muhammadiyah. Diskusi berlangsung secara aktif dan konstruktif, mencerminkan komitmen bersama dalam memajukan pendidikan Muhammadiyah di Jawa Timur.

Melalui Rapat Kerja ini, Foskam diharapkan mampu menghasilkan rumusan program yang aplikatif dan berkelanjutan, sehingga dapat mendorong terwujudnya pendidikan Muhammadiyah yang unggul, berkemajuan, dan berdaya saing di tingkat regional maupun nasional.

Kegiatan kali ini berlangsung dalam suasana yang berbeda dan menyenangkan. Bertempat di lingkungan sekolah yang asri di pinggir sungai, kegiatan raker terasa lebih sejuk, nyaman, dan kondusif untuk berdiskusi serta merumuskan program kerja.

Ketua Foskam Mukhlasin menegaskan bahwa Rapat Kerja ini menjadi wadah strategis untuk membangun sinergi antarsekolah Muhammadiyah.

“Tema membangun sinergi sekolah Muhammadiyah bukan sekadar slogan, tetapi komitmen bersama untuk saling menguatkan, berbagi praktik baik, dan bergerak searah dalam meningkatkan mutu pendidikan. Dengan sinergi yang solid, sekolah Muhammadiyah akan semakin unggul dan berdaya saing,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima 1minute.id pada Ahad, 11 Januari 2026.

Panitia penyelenggara kegiatan Raker menyampaikan bahwa persiapan dan pelaksanaan berjalan lancar berkat kerja sama seluruh tim.

“Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar. Kami berusaha menciptakan suasana yang nyaman dan kondusif agar seluruh peserta dapat fokus berdiskusi dan merumuskan program kerja. Selain itu, lokasi yang asri di pinggir sungai memberikan energi positif bagi peserta sehingga rapat kerja dapat berlangsung produktif dan penuh inspirasi,” jelas Sekretaris Foskam Jatim Ulyatun Nikmah.

Kegiatan Raker ini menjadi momentum memperkuat sinergi dan ukhuwah antar kepala sekolah Muhammadiyah. Semoga seluruh program Foskam periode tahun 2026-2027 yang telah dirumuskan membawa keberkahan, kemajuan pendidikan, dan manfaat sinergitas bagi civitas akademika. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Membangun Sinergi, Menyatukan Aksi  Raker Foskam SMA-MA Jatim Selengkapnya

Delapan Warga SMP Muhammadiyah 12 GKB Lolos Seleksi Nasional, SUMM akan Jalani Pembinaan Sekolah Unggulan 

GRESIK,1minute.id – Delapan warga SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas) Gresik lolos seleksi nasional, Guru dan Siswa Sekolah Unggulan MIPA Muhammadiyah (SUMM). Seleksi diselenggarakan oleh Klinik Pendidikan MIPA (KPM) Bogor, sebuah lembaga nasional yang konsisten melahirkan inovasi pendidikan sains dan matematika di Indonesia.

Pengumuman kelulusan disampaikan pada 28 Desember 2025 melalui laman resmi  https://www.read1kpmseikhlasnya.com/. Keberhasilan ini menegaskan komitmen SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik dalam mengembangkan pendidikan berbasis keunggulan MIPA, karakter, dan prestasi akademik berdaya saing nasional.

Seleksi SUMM jenjang SMP tahun ini, diikuti ratusan guru dan siswa SMP dari berbagai daerah di Indonesia. Proses seleksi yang ketat. Dari hasil seleksi tersebut, sebanyak 22 guru SMP dinyatakan lolos secara nasional. Sementara pada kategori siswa, tercatat 112 siswa SMP berhasil lolos seleksi dan terpilih sebagai peserta program Sekolah Unggulan MIPA Muhammadiyah.

Pada 27 Januari 2026 guru dan siswa terpilih dari SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik dijadwalkan akan berangkat ke Bogor untuk mengikuti rangkaian program pembinaan, pendampingan intensif, serta penguatan kompetensi dalam ekosistem Sekolah Unggulan MIPA Muhammadiyah.

Kepala SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik Yugo Triawanto menyampaikan bahwa capaian ini bukan hanya prestasi, tetapi juga amanah untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran. “Ini adalah bukti bahwa kolaborasi antara guru, siswa, dan dukungan orang tua mampu melahirkan prestasi tingkat nasional. Kami ingin menjadi sekolah yang unggul dalam sains, namun tetap kuat dalam karakter dan nilai keislaman,” ujarnya melalui siaran pers yang diterima 1minute.id pada Jumat, 9 Januari 2026.

Program SUMM dikenal sebagai ajang seleksi dan pembinaan bergengsi di lingkungan Muhammadiyah yang bertujuan menyiapkan guru inspiratif dan siswa berprestasi agar mampu bersaing di level nasional hingga global. Dalam seleksi tersebut, dua guru terbaik SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik yang  dinyatakan lolos, yakni Khotimatul Khusnah dan Nur Wahyu Bagus Saputra. Keduanya akan mengikuti rangkaian program penguatan kompetensi guru unggulan MIPA Muhammadiyah bersama guru-guru terpilih dari berbagai daerah di Indonesia.

Capaian ini semakin menegaskan posisi,  SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik  sebagai sekolah Islam unggulan yang adaptif terhadap perkembangan zaman, inovatif dalam pembelajaran, dan konsisten mencetak generasi berprestasi berlandaskan ilmu dan iman. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi

Delapan Warga SMP Muhammadiyah 12 GKB Lolos Seleksi Nasional, SUMM akan Jalani Pembinaan Sekolah Unggulan  Selengkapnya

Kerja Keras dan Kedisiplinan Pocil Mugeb Berbuah Penghargaan dari Polres Gresik

GRESIK,1minute.id – Kallea Almaira Farisha, berdiri di tengah upacara kehormatan bersama delegasi Polisi Cilik (Pocil) Polsek jajaran Polres Gresik di halaman Mapolres Gresik pada Jumat, 9 Januari 2026.

Komandan pleton Pocil SD Muhammadiyah GKB (Mugeb) Gresik itu mengikuti apel pagi untuk mewakili Polisi Cilik (Pocil) SD Muhammadiyah GKB Gresik (Mugeb Primary School) menerima penghargaan dari Polres Gresik. Pocil Mugeb menerima penghargaan Juara 1 Lomba Polisi Cilik Kapolres Cup, mewakili Pocil Polsek Kebomas.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu. Momen ini menjadi pengakuan atas kerja keras dan kedisiplinan Pocil Mugeb yang mampu tampil unggul di ajang Kapolres Cup.

Kepala SD Muhammadiyah GKB Gresik, Fony Libriastuti, menyampaikan rasa bangga atas penghargaan yang diterima dalam upacara tersebut. “Diterimanya penghargaan ini dalam upacara resmi bersama anggota Polres dan warga berprestasi adalah kehormatan besar bagi anak-anak kami. Ini membuktikan bahwa pembinaan karakter sejak dini memiliki nilai yang luar biasa.” ujar Fony, sapaan akrab, Fony Libriastuti.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan Pocil Mugeb merupakan hasil kolaborasi banyak pihak dan berharap momen hari ini menjadi penyemangat bagi seluruh siswa untuk terus menanamkan disiplin dan tanggung jawab. 

Penghargaan itu bukan sekadar simbol kemenangan lomba. Ia menjadi cerita tentang anak-anak yang belajar nilai disiplin dan tanggung jawab di ruang yang sama dengan para aparat dan warga berprestasi. Dari halaman Polres Gresik, Pocil Mugeb pulang membawa piala, pengalaman, dan kenangan tentang hari ketika langkah kecil mereka dihargai dalam upacara penuh kehormatan.

Sementara itu, Kallea Almaira Farisha mengaku berdiri di tengah upacara kehormatan bersama delegasi Pocil Polsek lain pada hari ini menjadi pengalaman yang membekas. “Saya bangga dan terharu bisa menerima penghargaan mewakili teman-teman Pocil Mugeb. Ini bukan hanya untuk saya, tetapi untuk semua teman Pocil Mugeb yang sudah berlatih bersama,” tutur Kallea.

Ia menyampaikan bahwa kekompakan dan disiplin adalah kunci utama hingga akhirnya mereka bisa berdiri di tengah upacara penghargaan hari ini. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi

Kerja Keras dan Kedisiplinan Pocil Mugeb Berbuah Penghargaan dari Polres Gresik Selengkapnya

Polres Gresik Berikan Apresiasi kepada Anggota dan Warga, Kapolres Gresik AKBP Rovan: Beyond the Call of Duty

GRESIK, 1minute.id – Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu memberikan apresiasi kepada 32 anggota dan warga Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik. Rinciannya, 16 anggota yang mendapatkan penghargaan karena memiliki nilai-nilai pengabdian, kejujuran, dan kerja keras yang selama ini dijalankan dengan senyap.

Mereka telah berhasil pengungkapan berbagai kasus kriminal, pemberantasan peredaran narkoba, hingga prestasi yang berhasil mengharumkan nama Polres Gresik di tingkat nasional. Sedangkan, 16 warga menerima apresiasi karena telah menunjukkan kepedulian, keberanian, dan peran aktif dalam membantu tugas-tugas kepolisian.  

Hal ini menegaskan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban bukan semata tugas aparat, melainkan tanggung jawab bersama. Di titik inilah sinergi antara polisi dan masyarakat benar-benar terwujud.

Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu menegaskan, bahwa penghargaan bukanlah tujuan akhir, melainkan pemantik semangat untuk terus berbuat lebih baik. Apresiasi diberikan kepada mereka yang bekerja beyond the call of duty, melampaui kewajiban formal demi pengabdian yang tulus kepada masyarakat.

“Penghargaan ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa bangga dan keteladanan, serta menjadi motivasi untuk terus meningkatkan loyalitas dan integritas dalam mewujudkan Polres Gresik yang profesional dan humanis,” ujar Kapolres di halaman Mapolres Gresik pada Jumat, 9 Januari 2026.

Di balik apresiasi tersebut, Kapolres juga menegaskan pentingnya keseimbangan antara penghargaan dan disiplin. Prestasi akan selalu dihargai, namun setiap pelanggaran tetap ditindak tegas. Prinsip reward and punishment dijalankan secara adil dan konsisten demi menjaga marwah institusi.

Salah satu warga penerima apresiasi dari Kepolisian Resor Gresik yakni Muhammad Bahrul Ghofar. Ia adalah Kepala Desa Gredeg, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi

Polres Gresik Berikan Apresiasi kepada Anggota dan Warga, Kapolres Gresik AKBP Rovan: Beyond the Call of Duty Selengkapnya

Tiga Gangster Gresik Ditetapkan jadi Tersangka, Polres Gresik Beri Tindakan Tegas Terukur

GRESIK,1minute.id – Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gresik menetapkan tiga anggota gengster yang melakukan pengeroyokan sebagai tersangka. 

Tiga tersangka itu, yakni MYS alias Somad, 26, warga Kebomas, Gresik, YS, 18, dsn MK, 21. Keduanya warga Sidayu. Ketiga tersangka ini ditangkap ditempat yang berbeda. Satu tersangka dihadiahi timah panas karena mencoba melarikan diri.

Sedangkan, lima pelaku lainnya masih dalam pengejaran dan telah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO)  berinisial AZN, AZ, PSH, IPN (eksekutor pembacokan), dan DVD.

Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat atas doa, dukungan, serta kerja sama yang diberikan sehingga para pelaku dapat diamankan dalam waktu relatif singkat.

Peristiwa bermula pada Minggu dini hari, 4 Januari 2026, sekitar pukul 01.30 WIB. Sekelompok sekitar 20 orang yang mengendarai 12 sepeda motor melakukan konvoi dari arah timur di Jalan Raya Lowayu, Kecamatan Dukun. Dengan membawa senjata tajam berupa celurit sepanjang kurang lebih satu meter yang diseret ke aspal. Rombongan gengster tersebut mengejar korban bernama Eka Adi Pradana, 22, yang tengah berboncengan sepeda motor.

Motor korban ditabrak dari belakang hingga terjatuh. “Setelah itu, korban dikeroyok oleh sekitar 10 orang,” terang AKBP Rovan Richard Mahenu dalam press conference yang digelar di halaman Mapolres Gresik pada Jumat, 9 Januari 2026. AKBP Rovan didampingi Waka Polres Gresik Kompol Shabda Purusha Putra, Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Arya Widjaya dan Kasi Humas Polres Gresik Iptu Hepi Muslih Riza.

Salah satu pelaku berinisial IPN yang kini berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) membacok pinggang kiri korban sebanyak dua kali menggunakan celurit. Tidak berhenti di lokasi pertama, rombongan pelaku kembali melanjutkan aksinya ke wilayah Kecamatan Panceng. 

Sekitar pukul 01.43 WIB, mereka menyerang korban lain bernama Ahmad Zaki Syariffudin saat hendak masuk ke warung nasi goreng di Dusun Sono, Desa Ketanen. Korban dikeroyok, dilucuti pakaiannya, serta mengalami perampasan barang berharga.

“Dalam aksi tersebut, para pelaku juga merampas ponsel milik korban dan sejumlah saksi di sekitar lokasi, dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp10 juta,” terang alumnus Akpol 2006 itu. Tim Resmob Satreskrim Polres Gresik melakukan pengejaran intensif lintas wilayah hingga berhasil mengamankan tiga tersangka.

“Tiga tersangka kami amankan, salah satunya kami berikan tindakan tegas terukur karena melakukan perlawanan kepada anggota,” tegas perwira dua melati di pundak ini.

Identitas tiga tersangka adalah MS, 18, warga Kecamatan Sidayu, diamankan di rumahnya pada hari kejadian. Tersangka MYS alias Somad, 26, warga Kecamatan Kebomas, ditangkap di wilayah Dlanggu, Kabupaten Mojokerto pada Rabu, 7 Januari 2026. 

Tersangka MK, 21, warga Kecamatan Sidayu, ditangkap pada Kamis (8/1/2026) dini hari saat bersembunyi di area persawahan Desa Kepohagung, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban.

Sementara itu, lima pelaku lainnya masih dalam pengejaran dan telah ditetapkan sebagai DPO, masing-masing berinisial AZN, AZ, PSH, IPN (eksekutor pembacokan), dan DVD.

Berdasarkan hasil penyidikan, motif para pelaku adalah melakukan aksi sweeping atau pembersihan wilayah. Mereka bergerak dari wilayah Sidayu menuju Kecamatan Dukun dengan dalih merasa diejek oleh korban.

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda CRF warna hitam dengan nomor polisi S-3711-ABG, empat unit ponsel berbagai merek, serta pakaian yang digunakan para tersangka saat melakukan aksi kekerasan.

Adapun lima anak di bawah umur yang turut berada dalam rombongan konvoi ditetapkan sebagai saksi. Mereka dikenai sanksi pembinaan berupa wajib lapor serta kerja bakti setiap hari Sabtu selama dua pekan.

Para tersangka dijerat pasal berlapis berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), yaitu Pasal 262 tentang kekerasan secara bersama-sama di muka umum, dengan ancaman pidana penjara maksimal 5 tahun.

Pasal 479 tentang pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman pidana penjara maksimal 9 tahun. Dalam kesempatan itu juga, Polres Gresik meminjampakaikan handphone kepada korban untuk digunakan bekerja. 

Kapolres Gresik mengimbau kepada para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan anak-anaknya, sehingga tidak terjerumus dalam aksi kelompok yang mengatasnamakan perguruan pencak silat namun berujung pada tindak pidana. “Mari bersama-sama kita jaga Kabupaten Gresik agar tetap aman dan kondusif,” tegas AKBP Rovan. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi

Tiga Gangster Gresik Ditetapkan jadi Tersangka, Polres Gresik Beri Tindakan Tegas Terukur Selengkapnya

Reformasi Layanan Pertanahan Gresik Berbuah Capaian Optimal di 2025 : Tata Kelola Menguat, Tunggakan Permohonan Nol

GRESIK,1minute.id – Kantor Pertanahan Kabupaten Gresik mencatatkan capaian kinerja  strategis yang signifikan sepanjang tahun 2025. Berbagai program prioritas nasional dan kebijakan internal berhasil direalisasikan secara optimal, sejalan dengan agenda reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik di sektor pertanahan.

Capaian tersebut menjadi refleksi dari konsistensi pelaksanaan kebijakan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional dalam mewujudkan pelayanan pertanahan yang profesional, transparan, dan akuntabel. 

Hingga akhir 2025, tunggakan permohonan masyarakat tercatat nihil alias Nol tunggakan. Kondisi ini menunjukkan efektivitas sistem layanan serta penguatan pengawasan internal dalam merespons kebutuhan dan keluhan masyarakat.

Salah satu fokus utama yang berhasil dituntaskan adalah percepatan sertipikasi rumah ibadah. Program ini merupakan bagian dari kebijakan nasional untuk memberikan kepastian hukum atas aset keagamaan, sebagaimana diamanatkan dalam regulasi ATR/BPN terkait pendaftaran tanah dan perlindungan aset sosial-keagamaan. Melalui langkah ini, negara hadir memastikan hak atas tanah rumah ibadah terlindungi secara hukum dan administratif.

Dari aspek pengelolaan keuangan, realisasi anggaran Kantor Pertanahan Kabupaten Gresik mencapai 99,97 persen. Angka tersebut mencerminkan perencanaan dan pelaksanaan anggaran yang efektif serta sesuai dengan prinsip pengelolaan keuangan negara.

Sementara itu, realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak melampaui target hingga 192,93 persen, menunjukkan optimalisasi layanan pertanahan yang berdampak langsung pada penerimaan negara. Seluruh tujuh layanan prioritas pertanahan juga berhasil diselesaikan 100 persen.

Capaian ini mencakup layanan strategis yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, termasuk verifikasi dan validasi data bidang tanah, pembaruan peta dan informasi pertanahan, serta peningkatan kualitas basis data pertanahan. Upaya pembaruan Zona Nilai Tanah turut diselesaikan secara menyeluruh, sebagai bagian dari komitmen menyediakan data nilai tanah yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kinerja organisasi yang solid turut tercermin dari capaian Indeks Sistem Pengendalian Intern Pemerintah yang meraih nilai 4,00 dengan predikat A.

Penilaian ini menunjukkan bahwa sistem pengendalian internal telah berjalan efektif, selaras dengan pedoman pengawasan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat dan menjadi indikator penting dalam mencegah potensi penyimpangan.

Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Gresik, Rarif Setiawan menyampaikan, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran serta dukungan berbagai pihak. Ia menegaskan komitmen untuk terus memperkuat kualitas pelayanan pertanahan yang berorientasi pada kepastian hukum dan kepuasan masyarakat.

“Capaian ini bukan sekadar angka, tetapi wujud dari upaya berkelanjutan dalam membangun kepercayaan publik melalui pelayanan yang bersih, cepat, dan dapat diandalkan,” ujarnya.

Dengan mengusung nilai-nilai BerAKHLAK sebagai budaya kerja aparatur sipil negara, Kantor Pertanahan Kabupaten Gresik berkomitmen melanjutkan transformasi layanan pertanahan yang adaptif terhadap perkembangan regulasi dan kebutuhan masyarakat.

“Ke depan, penguatan digitalisasi layanan, akurasi data pertanahan, serta integritas aparatur menjadi fokus utama dalam mendukung pembangunan daerah dan kepastian hukum pertanahan di Kabupaten Gresik,” pungkasnya. (yad)

Reformasi Layanan Pertanahan Gresik Berbuah Capaian Optimal di 2025 : Tata Kelola Menguat, Tunggakan Permohonan Nol Selengkapnya

Pemandu Lagu Terbukti Bawa 1,4 Gram Sabu-sabu Divonis 4 Tahun, Jaksa Banding

GRESIK, 1minute.id – Sidang kepemilikan sabu-sabu (SS) seberat 1,4 gram dengan terdakwa Yuyun Oktavia, 40, warga Desa Sembayat, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik memasuki babak akhir pada Kamis, 8 Januari 2026.

Mejelis hakim PN Gresik yang diketuai oleh Donald Everly Malubaya menjatuhkan hukuman penjara selama 4 tahun. Selain hukuman penjara, majelis juga memberikan denda Rp 500 juta subsidair 3 bulan kepada terdakwa yang berprofesi sebagai pemandu lagu itu. 

Jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Gresik menyatakan banding atas putusan tersebut. Sementara, terdakwa Yuyun Oktavia menyatakan menerima atas putusan majelis. Pada amar putusan, Majelis hakim menyatakan bahwa terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual membeli, menerima, menjadi perantara dalam hal jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika golongan I jenis SS.

“Terdakwa melanggar pasal 114 UU ayat (1) UU No. 35 tahun 2009 tentang narkotika. Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 4 tahun dan denda Rp 500 juta subsidair 3 bulan,” jelas Donald saat membacakan putusan pada Kamis, 8 Januari2026.

Majelis hakim pada amar putusan sependapat dengan pasal yang disangkakan akan tetapi tidak sependapat dengan lamanya hukuman dari tuntutan pidana dari jaksa. Jaksa penuntut Paras Setio menuntut terdakwa dengan hukuman penjara selama 8 tahun danda Rp 1 miliar subsidair 6 bulan. Atas vonis ini, JPU Kejari GresiK Paras Setio akan melakukam upaya banding. “Kami mengajukan banding karena putusan Majelis hakim separoh dari tuntutan,” ujar Paras kepada wartawan usai sidang. 

Untuk diketahui, terdakwa Yuyun Oktavia pada Minggu 29 Juni 2025 menghubungi saksi Cicik Kristianto (dilakukan penuntutan terrpisah) melalui pesan WhatsApp dengan tujuan menanyakan ketersediaan narkotika jenis sabu. Selanjutnya disepakati pembelian sabu seberat 1 gram dengan harga Rp1.100.000 dan dibayar oleh terdakwa melalui transfer. Tidak hanya itu, saksi Cicik juga menawarkan sisa sabu setengah gram seharga Rp 550.000 miliknya secara tunai. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi

Pemandu Lagu Terbukti Bawa 1,4 Gram Sabu-sabu Divonis 4 Tahun, Jaksa Banding Selengkapnya