Pemkab Gresik Mulai Kick Off  Penyusunan RKPD 2027 Berbasis Good Government dan Kepentingan Masyarakat

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani membuka Kick Off Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Gresik 2027 di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik akhir pekan lalu.

Acara yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) ini berorientasi pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah dan Rencana Kerja Perangkat Daerah (Renja PD) 2027. Sebanyak 250 peserta hadir dalam forum ini, mulai dari kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, Kepala Desa, hingga staf perencanaan di lingkungan Pemkab Gresik.

Kick Off RKPD 2027 dilaksanakan sebagai langkah awal untuk menyamakan dan menyelaraskan persepsi seluruh pemangku kepentingan, terhadap dokumen perencanaan pembangunan daerah tahun 2027.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya menegaskan, perencanaan yang transparan dan berkelanjutan menjadi kunci dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. “Untuk mewujudkan good government, perencanaan harus dilakukan secara benar dan transparan, serta disertai evaluasi dan perbaikan yang dilakukan setiap tahun,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Ditambahkan, perencanaan pembangunan daerah harus berlandaskan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sebagai acuan utama pencapaian pembangunan. “RPJMD menjadi garis besar arah pembangunan daerah. Infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan merupakan sektor mandatori yang harus menjadi prioritas,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Kepala Bappeda Jawa Timur Mohammad Yasin, mengapresiasi langkah Pemkab Gresik yang telah memulai tahapan perencanaan RKPD 2027 tepat waktu. “Kami mengapresiasi Pemkab Gresik yang memulai kick off perencanaan RKPD 2027 sesuai jadwal,” ungkapnya.

Ia menekankan pada minggu kedua Januari 2026, Pemkab Gresik harus sudah menyusun arah kebijakan serta program prioritas pembangunan tahun 2027. “Pemkab Gresik harus segera menyusun arah kebijakan program prioritas yang akan menjadi bahan bagi pemerintah desa dalamnya pelaksanaan musyawarah perencanaan pembangunan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Gresik Edy Hadisiswoyo, menyampaikan pentingnya posisi RKPD 2027 dalam tahapan pembangunan daerah. “RKPD 2027 memiliki posisi yang sangat penting karena merupakan tahun ketiga pelaksanaan RPJMD Kabupaten Gresik 2025–2029. Oleh karena itu, program prioritas yang disusun harus mulai menunjukkan capaian yang signifikan dan terukur,” ujarnya.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan diskusi panel yang menghadirkan Sekretaris Daerah Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman,  Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir. Narasumber memaparkan materi terkait penyusunan RKPD dan Renja tahun 2027, serta peran strategis legislatif dalam mengawal perencanaan pembangunan daerah. (yad)

Pemkab Gresik Mulai Kick Off  Penyusunan RKPD 2027 Berbasis Good Government dan Kepentingan Masyarakat Selengkapnya

Polres Gresik Ungkap 92 Kasus, 136 Tersangka, Curat Kasus Paling Menonjol Selama 2025

GRESIK,1minute.id – Kepolisian Resor (Polres) Gresik meliris hasil ungkap kasus selama 2025. Januari hingga 20 Desember 2025. Selama 12 bulan di era kepemimpinan AKBP Rovan Richard Mahenu, Kapolres Gresik berhasil mengungkap 92 kasus dengan 136 tersangka. 

Kasus pencurian dengan pemberatan (curat) mendominasi perkara yang bisa diungkap di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik yakni 24 kasus dengan 37 tersangka. Diurutan kedua, pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dengan 23 kasus dan 36 tersangka. Berikutnya di posisi ketiga, perjudian 21 kasus dengan 28 tersangka ; persetubuhan anak terdapat 8 kasus dengan 8 tersangka, serta kasus pengeroyokan 6 kasus dengan 16 tersangka. 

Tingginya, kasus persetubuhan dan pengeroyokan adalah fenomena baru di Kabupaten yang memiliki julukan Kota Santri ini. Padahal tahun sebelumnya, 2024, perkara 3C (curat, curanmor dan curas) masih mendominasi perkara yang bisa di ungkap oleh korp Bhayangkara ini. 

Kasus pencurian dengan kekerasan alias Curas ada 3 kasus dengan 4 tersangka. Selain itu, polisi juga mengungkap dua tindak pidana kekerasan seksual (TPKS) 2 kasus dengan 2 tersangka, pencabulan anak 2 kasus dengan 2 tersangka, pembuangan bayi 1 kasus dengan 1 tersangka, dan hubungan darah 1 kasus dengan 1 tersangka. 

Kapolres Gresik, AKBP Rovan Richard Mahenu mengatakan, Polres Gresik mencatat berbagai capaian signifikan dalam upaya penegakan hukum, pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). “Serta perlindungan terhadap warga di wilayah hukum Kabupaten Gresik,” ujarnya di Mapolres Gresik pada Jumat lalu, 19 Desember 2025.

Keberhasilan itu, alumnus Akpol 2006 ini, hasil kerja sama lintas sektor dari Polres Gresik dan Forkopimda kita berhasil mengamankan ratusan tersangka. Ia mencontohkan salah satu kasus yang berhasil diungkap kurang dari 24 jam yakni pembunuhan Driver Ojol Sevi Ayu Claudia yang jasadnya dibuang di Kedamean, Gresik.

Untuk kasus yang ditangani baru-baru ini, lanjutnya, pihaknya mengungkap kasus aplikasi Go matel R4 dan menetapkan 2 orang tersangka. “Aplikasi tersebut sangat meresahkan masyarakat. Karena bisa digunakan debt collector atau pelaku kejahatan yang mengaku debt collector untuk mencuri kendaraan dari nasabah yang gagal bayar,” ujar AKBP Rovan.

Di aplikasi tersebut, tambahnya, ternyata ada 1,7 juta data nasabah yang sangat rentan apabila digunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. “Oleh karena itu, Satreskrim Polres Gresik hadir untuk memberikan keamanan untuk melindungi privasi data pribadi kepada seluruh pelanggan agar tidak disalah gunakan,” tegasnya. (yad)

Polres Gresik Ungkap 92 Kasus, 136 Tersangka, Curat Kasus Paling Menonjol Selama 2025 Selengkapnya

Petrokimia Gresik Cetak 373 Agronom Muda melalui Taruna Makmur, Regenerasi Petani Nasional dengan SDM Berkualitas 

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, terus memperkuat dukungannya terhadap regenerasi petani nasional. Melalui Program Taruna Makmur Batch 8, perusahaan mencetak 55 agronom muda yang siap terjun langsung mendampingi petani di lapangan.

Direktur Manajemen Risiko Petrokimia Gresik, Johanes Barus menyampaikan, bahwa puluhan agronom muda tersebut merupakan mahasiswa aktif dari sejumlah institusi pendidikan pertanian di Indonesia. Mereka mendapatkan pembekalan di “Sekolah Makmur” dan saat ini para Taruna Makmur itu diterjunkan ke lapangan sebagai tenaga agronom.

“Selama di lapangan, para Taruna Makmur diharapkan berperan sebagai pendamping sekaligus agen perubahan. Mereka membantu petani dalam penerapan budidaya yang baik, pemanfaatan teknologi pertanian, serta peningkatan produktivitas dan keberlanjutan usaha tani,” ujar Johanes dalam kegiatan Wirakarya Taruna Makmur yang digelar di Gresik, Jawa Timur, baru-baru ini.

“Program ini sejalan dengan agenda pemerintah dalam mencetak sumber daya manusia pertanian yang kompeten sekaligus mendukung percepatan swasembada pangan nasional,” imbuhnya.

Adapun puluhan Taruna Makmur Batch 8 berasal dari Politeknik Pengembangan Pertanian (Polbangtan) Malang sebanyak 27 mahasiswa. Kemudian 13 mahasiswa berasal dari Politeknik LPP (Lembaga Pendidikan Perkebunan) Yogyakarta; 12 mahasiswa dari Polbangtan Bogor, dan 3 mahasiswa dari Polbangtan Medan.

“Melalui program ini, mahasiswa aktif dari berbagai institusi pendidikan pertanian diberikan kesempatan untuk terlibat langsung dalam pendampingan petani di lapangan, sekaligus mengasah kompetensi teknis, manajerial dan sosial sebagai calon agronomis muda masa depan,” tandasnya.

Lebih lanjut, Johanes berharap kehadiran Taruna Makmur mampu menginspirasi generasi muda di Indonesia untuk turut mengembangkan sektor pertanian. Menurutnya, regenerasi petani menjadi problem pertanian di Indonesia yang membutuhkan dukungan dan peran aktif dari banyak pihak.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut bahwa lebih dari 70% petani Indonesia berusia di atas 40 tahun, sementara proporsi petani muda usia 19–39 tahun masih berada di kisaran 20%. Kondisi ini perlu menjadi perhatian bersama, karena berpotensi memengaruhi keberlanjutan produksi dan ketahanan pangan nasional di masa mendatang.

“Kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor industri menjadi kunci penting dalam membangun ekosistem pertanian yang modern, produktif, berdaya saing, serta berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Petrokimia Gresik menginisiasi program Sekolah Makmur mulai tahun 2022, dan saat ini sudah pada Batch 8. Sejak pertama kali diluncurkan, Petrokimia Gresik telah mencetak 373 Taruna Makmur, yang merupakan Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian berkualitas.

Dalam program ini, Petrokimia Gresik merekrut mahasiswa aktif Polbangtan menjadi Taruna Makmur dengan tujuan untuk memberikan kesempatan bagi mereka untuk magang sebagai tenaga agronomis lapangan selama enam bulan, sekaligus memperkuat peran kawalan budidaya pertanian demi peningkatan produktivitas dan regenerasi petani muda di Indonesia.

Mahasiswa sangat antusias mengikuti program ini. Jumlah peminat program Taruna Makmur dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. (yad)

Petrokimia Gresik Cetak 373 Agronom Muda melalui Taruna Makmur, Regenerasi Petani Nasional dengan SDM Berkualitas  Selengkapnya

Anhar, Damarkurung jadi Kemasan Produk Minuman Nasional, Pemkab Gresik Apresiasi 26 Pelaku Ekonomi Kreatif

GRESIK,1minute.id – Seni lukis yang populer karya almarhumah maestro Damarkurung Masmundari terus bertransformasi. Di tangan Moch Anhar Chusnan, lampion dengan lukisan bercerita itu telah menjadi puluhan bentuk yang sangat menarik. 

Lukisan bercerita yang mirip di Damarkurung itu, kini bisa berbentuk baju, wallpaper hingga kemasan minuman berskala nasional. Damarkurung yang telah ditetapkan sebagai salah satu warisan budaya Takbenda (WBTB) semakin banyak dikenal di nusantara. Anhar harus bekerja keras untuk membumikan salah satu ikon di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik ini. Ia bersama dengan pelukis lainnya keluar masuk ke sekolah. 

Mulai jenjang Taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas (SMA) sederajat untuk memberikan pembelajaran melukis Damarkurung. Ia tidak pernah berhitung njelimet alias untung atau rugi. Bahkan, sering tekor. Akan tetapi, bapak dua anak itu tetap tersenyum bangga. Sebab, semakin banyak masyarakat yang mengetahui dan mencintai seni Damarkurung. 

“Saya tidak pernah memasang tarif. Cukup ganti kerangka saja. Misalnya harga Rp 20 ribu per kerangka. Karena empat sisi, bisa urunan lima ribuan dan mereka tidak keberatan,” katanya usai melakukan Testimoni dalam acara bertajuk “Dari Ide Kreatif Menuju Berita Inspiratif : Menggali Kisah Sukses Ekraf menuju Gresik Kota Kreatif “di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik pada Jumat, 19 Desember 2025.

Gelaran yang diinisiasi oleh Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Gresik ini dihadiri antara lain, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Ketua PWI Jawa Timur Lutfil Hakim, Anggota Komisi VII DPR RI Nila Yani Hardiyanti , Wakil Ketua Kadin Jawa Timur serta Kadisparekrafbudpora Syaifudin Ghozali. 

Selain Anhar, adalah kisah sukses ekonomi kreatif juga menampilkan Irfan Akbar Prawiro, salah satu penggagas komunitas Gresik Movie yang film pendeknya berjudul Gemintang pernah di putar di Cannes, Prancis itu. Kemudian, ada Najih dari Legend Tren menceritakan perjalanannya membawa minuman khas Gresik, Legen  menembus pasar internasional.

Acara itu mendapatkan apresiasi dan menginspirasi ratusan undangan lainnya. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan, bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik. Budaya dan ekonomi kreatif justru menjadi fondasi penting dalam membangun identitas, daya saing, sekaligus kesejahteraan masyarakat.

Menurut Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani, pengembangan ekonomi kreatif tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Ke depan, ekonomi kreatif diharapkan dapat dijadikan program kerja berkelanjutan dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat. “Membangun suatu daerah tidak hanya melalui infrastruktur. Hari ini kita bisa melihat bahwa masyarakat Gresik juga luar biasa dalam membangun daerahnya lewat budaya dan ekonomi kreatif,” ungkap mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Gresik akan terus bersinergi dalam konteks pembangunan daerah. Bersama seluruh dinas terkait, khususnya Disparekrafbudpora, pemerintah akan terus mendampingi para seniman dan pelaku ekonomi kreatif agar budaya lokal tetap lestari dan abadi hingga generasi penerus. “Karena kemajuan suatu daerah selalu dimulai dari akar budayanya,” tegasnya.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menambahkan, bahwa pengembangan ekonomi kreatif diharapkan mampu menurunkan angka pengangguran terbuka dan angka kemiskinan di Kabupaten Gresik. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelaku ekonomi kreatif yang telah memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Ini adalah bentuk dukungan masyarakat dalam membangun daerah. Para pelaku ekonomi kreatif berkontribusi langsung dan menjadi bagian penting dari pembangunan Gresik,” ujarnya.

Senada, anggota Komisi VII DPR RI Nila Yani Hardiyanti menyoroti penguatan ekonomi kreatif dari sisi legislasi dan kebijakan nasional. Ia menyampaikan bahwa negara saat ini tengah memperkuat perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) bagi para pelaku kreatif.

Seiring dengan itu, Komisi VII DPR RI juga mendorong gagasan program KUR Ekraf sebagai akses pembiayaan bagi pelaku ekonomi kreatif agar mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.

Ketua PWI Jawa Timur Lutfil Hakim mengatakan, Gresik tidak hanya sebagai kota Industri dengan investasi tertinggi di Jawa Timur. Gresik, katanya, memiliki talenta luar biasa dalam ekonomi kreatif. Pada kesempatan itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyerahkan piagam apresiasi kepada 26 pelaku ekonomi kreatif Kabupaten Gresik dari berbagai subsektor. Apresiasi ini menjadi pengakuan atas dedikasi mereka dalam menjaga identitas budaya sekaligus menggerakkan ekonomi daerah.(yad)

Anhar, Damarkurung jadi Kemasan Produk Minuman Nasional, Pemkab Gresik Apresiasi 26 Pelaku Ekonomi Kreatif Selengkapnya

Polres Gresik Gelar Apel Operasi Lilin Semeru 2025 & Doa Bersama untuk Korban Bencana Sumatera dan Aceh

GRESIK,1minute.id –  Kepolisian Resor (Polres) Gresik menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Lilin Semeru 2025 di halaman Mapolres Gresik pada Jumat, 19 Desember 2025.  Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya kesiapsiagaan penuh aparat keamanan dalam mengamankan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di wilayah Kabupaten Gresik.

Apel dipimpin langsung oleh Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu serta dihadiri, di antaranya Kasdim 0817/Gresik Mayor Inf Siari, Dandenpom Gresik Lettu (CPM) I Nyoman Gede, Ketua Umum MUI Gresik KH Ainur Rofiq Toyyib, Kepala Kesbangpol Nanang Setiawan, serta perwakilan Kejaksaan Negeri Gresik.

Kehadiran lintas elemen ini mencerminkan kuatnya sinergi dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama momentum Nataru.

Pasukan apel terdiri dari gabungan personel TNI-Polri, meliputi Denpom, Kodim 0817, Garnisun, Sat Samapta, Sat Lantas, Sat Polairud, Intelkam, dan Satreskrim. Selain itu, sejumlah instansi pendukung turut dilibatkan, seperti Satpol PP, Dinas Perhubungan, RAPI, Senkom, hingga Pramuka Saka Bhayangkara.

Dalam amanatnya, Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu menegaskan bahwa Operasi Lilin Semeru 2025 akan berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Operasi ini difokuskan pada pengamanan mobilitas masyarakat yang diprediksi meningkat signifikan, dengan estimasi pergerakan nasional mencapai 119,5 juta orang.

“Apel ini merupakan pengecekan akhir kesiapan personel dan sarana prasarana. Kita dituntut memberikan pelayanan maksimal, terutama menghadapi tantangan cuaca ekstrem dan potensi bencana alam yang diperkirakan meningkat pada periode Nataru,” ujar AKBP Rovan saat membacakan amanat Kapolri.

Beberapa penekanan strategis dalam pengamanan Nataru antara lain penerapan rekayasa lalu lintas di jalur arteri dan kawasan wisata, pengamanan dan sterilisasi tempat ibadah, antisipasi potensi terorisme melalui langkah preventive strike, serta kesiapsiagaan penanggulangan bencana dengan menyiagakan tim SAR dan posko terpadu di wilayah rawan banjir dan longsor.

Sebelum amanat disampaikan, Kapolres Gresik mengajak seluruh peserta apel untuk menundukkan kepala dan memanjatkan doa bersama bagi para korban bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia, khususnya di Pulau Sumatera dan daerah lainnya.

“Jadikan pengamanan Nataru ini sebagai kebanggaan dan niatkan setiap pelaksanaan tugas sebagai ladang ibadah. Keberhasilan operasi ini merupakan tanggung jawab bersama,” pungkasnya. yad)

Polres Gresik Gelar Apel Operasi Lilin Semeru 2025 & Doa Bersama untuk Korban Bencana Sumatera dan Aceh Selengkapnya

Polres Gresik Tetapkan 2 Tersangka Kasus Penyebaran Data Pribadi Lewat Aplikasi Go Matel R4

GRESIK,1minute.id – Penyidik Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gresik menetapkan dua orang tersangka dalam kasus dugaan penyalahgunaan dan penjualan data pribadi debitur melalui aplikasi Go Matel R4. 

Aplikasi tersebut kerap kerap dimanfaatkan oleh debt collector ilegal. Dua tersangka tersebut masing-masing berinisial FEP dan MJK. Keduanya ditetapkan tersangka setelah penyidik memeriksa empat orang saksi, yakni F selaku komisaris, D selaku direktur, serta R dan K dari tim IT.

Kasatreskrim Polres Gresik AKP Arya Widjaya mengatakan, penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mengantongi bukti kuat hasil penyidikan mendalam. “Dari hasil penyidikan, kami telah menetapkan dua orang tersangka atas nama FEP dan MJK,” ujar AKP Arya Widjaya di Mapolres Gresik pada Jumat, 19 Desember 2025.

AKP Arya menjelaskan, para tersangka terbukti mengungkap dan memperjualbelikan data pribadi debitur yang mengalami tunggakan atau overdue. “FEP dan MJK memperjualbelikan data debitur yang mengalami overdue melalui aplikasi Go Matel R4,” jelasnya.

Aplikasi Go Matel R4 merupakan aplikasi yang bisa diunduh di Play Store dan berbasis langganan yang dapat diakses oleh masyarakat umum. Di dalam aplikasi tersebut, ditampilkan data nasabah atau debitur secara detail. Pengguna aplikasi diberikan akses gratis sebanyak tiga kali. Setelah itu, mereka harus berlangganan dengan biaya bervariasi, mulai dari Rp 15 ribu hingga ratusan ribu rupiah, tergantung durasi akses aplikasi.

“Variasi biaya langganan menentukan berapa lama pengguna dapat mengakses data debitur yang ditampilkan dalam aplikasi tersebut,” tambah AKP Arya. Ironisnya, data dalam aplikasi Go Matel R4 kerap digunakan oleh debt collector ilegal sebagai dasar untuk melakukan penarikan atau bahkan perampasan kendaraan di jalan.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 32 ayat 2 jo Pasal 48 ayat 2 Undang-Undang ITE dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara. Selain itu, tersangka juga dijerat Pasal 65 ayat 1 jo Pasal 67 ayat 1 Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

Kasatreskrim Polres Gresik mengimbau masyarakat agar tidak takut menghadapi debt collector ilegal yang kerap beraksi di jalanan. “Jangan takut melawan begal berkedok debt collector. Jika ada oknum DC yang menghentikan di jalan, tanyakan legalitasnya,” tegas AKP Arya Widjaya.

Jika terjadi pemaksaan atau perampasan kendaraan, masyarakat diminta segera menghubungi layanan darurat 110. Khusus warga Kabupaten Gresik, Polres Gresik juga membuka layanan pengaduan Lapor Cak Roma 0811-8800-2006 untuk menindaklanjuti laporan masyarakat terkait praktik debt collector ilegal. (yad)

Polres Gresik Tetapkan 2 Tersangka Kasus Penyebaran Data Pribadi Lewat Aplikasi Go Matel R4 Selengkapnya

Polres Gresik Bongkar Aplikasi Gomatel-Data R4 Sebar 1,7 Juta Data Debitur

GRESIK,1minute.id – Satreskrim Polres Gresik mengamankan empat orang yang diduga menjual data pribadi tanpa izin. Ada 1,7 juta data debitur yang disebarluaskan tanpa izin. Pencurian data pribadi melalui aplikasi ilegal Gomatel – Data R4 Telat Bayar yang beroperasi di wilayah Gresik. 

Kejahatan siber ini masih terus didalami oleh penyidik Satreskrim Polres Gresik. Pengungkapan ini berawal dari patroli siber yang rutin dilakukan jajaran Satreskrim Polres Gresik. Dari patroli tersebut, petugas mendapati informasi viral yang menjadi atensi publik terkait aplikasi yang digunakan oleh debt collector ilegal untuk mengakses data pribadi masyarakat. Data debitur tersebut tidak hanya berasal dari Kabupaten Gresik. Termasuk data debitur yang berada di luar Kabupaten Gresik turut disebarkan.

Kanit Tindak Pidana Tertentu  (Tipidter) Satreskrim Polres Gresik Iptu Komang Andhika Haditya Prabu, mengatakan pihaknya langsung melakukan penyelidikan mendalam setelah menemukan indikasi pelanggaran serius terhadap perlindungan data pribadi.

“Karena data pribadi seseorang disebarluaskan di sana, informasi tersebut kami tindak lanjuti dengan penyelidikan. Saat ini kami telah melakukan pemeriksaan terhadap empat orang saksi,” ujar Iptu Komang di Mapolres Gresik pada Kamis, 18 Desember 2025.

Iptu Komang menjelaskan, aplikasi Gomatel Data R4 Telat Bayar dapat diakses secara umum dan bahkan sempat tersedia di Play Store. Aplikasi tersebut menggunakan sistem berbasis langganan, dimana data debitur diperjualbelikan kepada pihak-pihak tertentu. Dari hasil pemeriksaan, diketahui salah satu saksi berperan sebagai pembuat atau aplikator aplikasi ilegal tersebut.

“Salah satu saksi berperan sebagai aplikator. Selain itu, ada saksi lain yang berperan mencari data debitur dengan cara bekerja sama dengan sejumlah finance,” jelasnya. Hingga saat ini, data debitur yang berhasil diidentifikasi mencapai sekitar 1,7 juta orang, dan jumlah tersebut masih terus didalami oleh penyidik.

“Data debitur tersebut kemudian dimasukkan ke dalam aplikasi bernama Gomatel R4 untuk kemudian diperjualbelikan secara berlangganan. Kami masih mendalami kemungkinan adanya penambahan data,” beber Iptu Komang.

Tak hanya fokus pada penegakan hukum, Polres Gresik juga memberikan edukasi dan imbauan kamtibmas kepada masyarakat agar tidak menjadi korban intimidasi debt collector ilegal. “Kami mengimbau masyarakat agar tidak pernah takut bila ada oknum yang mengaku debt collector menghentikan kendaraan di tengah jalan,” tegasnya.

Masyarakat diminta untuk menanyakan legalitas petugas yang mengaku sebagai debt collector. Jika tidak dapat menunjukkan identitas dan surat resmi, segera melapor ke kepolisian. “Jika tidak bisa menunjukkan legalitasnya, segera lapor ke polisi. Karena tindakan tersebut bisa diidentifikasi sebagai begal berkedok debt collector,” pungkasnya.

Sebagai bentuk pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat, Polres Gresik membuka layanan pengaduan cepat melalui hotline “Lapor Cak Roma” di nomor 0811-8800-2006, atau masyarakat dapat langsung mendatangi kantor kepolisian terdekat apabila menemukan aktivitas mencurigakan. (yad)

Polres Gresik Bongkar Aplikasi Gomatel-Data R4 Sebar 1,7 Juta Data Debitur Selengkapnya

Baznas Salurkan Beasiswa Mahasiswa Produktif, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani : Investasi Sosial harus Dijawab dengan Prestasi, Integritas

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyalurkan beasiswa pendidikan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bagi mahasiswa kurang mampu. Penyaluran beasiswa oleh Bupati dilakukan secara simbolis saat membuka kegiatan Pendistribusian dan Pembinaan Beasiswa Mahasiswa Produktif Baznas Gresik 2025 pada Rabu, 17 Desember 2025. 

Beasiswa yang disalurkan merupakan bagian dari program Beasiswa Mahasiswa Produktif (BMP), hasil sinergi Baznas Gresik dengan Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Program Nawakarsa. Beasiswa ini diperuntukkan bagi masyarakat Kabupaten Gresik yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi, baik di dalam maupun di luar Kabupaten Gresik berupa keringanan biaya pendidikan. 

Berdasarkan hasil seleksi penerimaan beasiswa 2025, Baznas Gresik menetapkan sebanyak 65 mahasiswa sebagai penerima baru, yang terdiri dari 29 mahasiswa internal dan 36 mahasiswa eksternal. Dengan penambahan tersebut, hingga saat ini total penerima beasiswa Baznas Gresik mencapai 161 mahasiswa aktif dengan nilai total bantuan sebesar Rp 283,5 juta.

Bupati Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya menegaskan bahwa beasiswa yang diberikan bukan semata-mata bantuan finansial, melainkan bentuk investasi sosial jangka panjang. “Perlu saya tekankan bahwa beasiswa ini bukan sekadar bantuan finansial, tetapi merupakan investasi sosial dan amanah besar yang harus dijawab dengan prestasi, integritas, dan kontribusi nyata,” tegas Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani.

Sementara itu, Ketua Baznas Gresik Muhammad Mujib menyampaikan bahwa program beasiswa merupakan bagian dari komitmen Baznas dalam mendukung akses pendidikan yang berkeadilan serta mencetak generasi muda yang unggul dan berdaya saing.

“Melalui program beasiswa ini, Baznas Gresik tidak hanya membantu mahasiswa dari sisi pembiayaan pendidikan, tetapi juga berupaya membentuk karakter dan kapasitas penerima agar siap menjadi generasi yang mandiri, berprestasi, dan memiliki kepedulian sosial,” ujarnya.

Mujib menambahkan bahwa Baznas Gresik tidak hanya fokus pada penyaluran bantuan, tetapi juga pada proses pendampingan dan pembinaan. Oleh karena itu, para penerima beasiswa akan mendapatkan pembinaan berkelanjutan untuk mengasah keterampilan dan menyiapkan diri menghadapi dunia kerja.

Pada kesempatan yang sama, Baznas juga membuka ruang penyaluran donasi untuk membantu korban bencana di wilayah Sumatera dan Aceh. Sejumlah pihak telah menyalurkan bantuan melalui Baznas Gresik, antara lain Puskesmas Gending sebesar Rp 8,2 juta, HMI Cabang Gresik Rp 3,15 juta serta PGRI Gresik sebesar Rp 1.240.528.500. (yad)

Baznas Salurkan Beasiswa Mahasiswa Produktif, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani : Investasi Sosial harus Dijawab dengan Prestasi, Integritas Selengkapnya

Kolaborasi Insan Sekolah, Alumni, dan Perusahaan Revitalisasi Lapangan dan Aula SMA Negeri 1 Gresik Semakin Ciamik

GRESIK,1minute.id – Revitalisasi pembangunan lapangan out door dan Aula Sunan Giri SMA Negeri 1 (Smansa) Gresik telah rampung dan diresmikan pada Rabu, 17 Desember 2025. Peresmian dilakukan secara sederhana namun tetap khidmat.  Revitalisasi pembangunan lapangan dan aula ini tidak menggunakan anggaran dari pemerintah.

Ketua Komite Sekolah SMA Negeri 1 Gresik Rohmad mengatakan, anggaran revitalisasi hasil gotong royong, insan sekolah (guru dan wali murid), alumni serta danasi dari perusahaan sekitar.

“Butuh waktu selama tiga bulan, mulai perencanaan, penggalian dana hingga proses pembangunan yang dilakukan secara Swakelola,” kata Rohmad dalam sambutan pada Rabu, 17 Desember 2025. Pascarevitalisasi, lapangan serbaguna dan aula Ainul Yaqin pun semakin ciamik. Lapangan serbaguna karena bisa dimanfaatkan untuk kegiatan upacara bendera, futsal, bola voli, basket dan kegiatan siswa lainnya. Sedangkan, aula Sunan Giri ini bisa menampung seribu lebih peserta didik.

Revitalisasi lapangan dan aula ini bisa menjadi legasi bagi Kepala SMA Negeri 1 Gresik Tohir. “Revitalisasi lapangan ini, 80 persen berasal dari wali siswa. Jadi anak-anakku semua salam hormat untuk bapak dan ibu kalian semua,” ujar Rohmad. Revitalisasi lapangan dan aula ini, ia melanjutkan, sebagai bukti nyata kolaborasi semua stakeholder sehingga menghasilkan sesuatu yang sangat bermanfaat dan membanggakan. 

Smansa Gresik sudah lebih setengah abad berdiri pada 18 Oktober 1957 menjadi sekolah favorit di Kabupaten Gresik. Sekolah terbaik pertama hasil UTBK 2024 di Kabupaten Gresik dan menempati peringkat 334 nasional. Banyak alumni yang menduduki jabatan strategis baik pemerintahan, pimpinan perusahaan, pengusaha hingga politisi. Wakil Bupati Gresik 2024-2029 Asluchul Alif dan Anggota DPRD Gresik Dimas Setio Wicaksono, diantaranya alumninya. ” Semoga menjadi amal jariyah bagi semuanya,” ujarnya. 

Pembangunan sekolah swadaya ini, seakan mengingatkan kembali sejarah berdirinya sekolah yang berada di Jalan Arif Rahman Hakim, Gresik ini.

SEJARAH SMA NEGERI 1 GRESIK

Berdasarkan laman website sekolah, SMA Negeri 1 Gresik dulu bernama SMA 12 Juli, yang didirikan oleh Yayasan 12 Juli. Untuk mewujudkan sebuah bangunan gedung SMA yang memenuhi syarat sesuai dengan ketentuan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Yayasan 12 Juli mencoba untuk merealisasi maksud tersebut dengan meminta bantuan partisipasi masyarakat, Pemda, perusahaan-perusahaan yang ada di Gresik dan dari pihak-pihak lain. Usaha ini mendapatkan sambutan yang cukup besar antara lain:

Dari masyarakat berupa tambahan dana pembangunan SMA yang di kaitkan pembayarannya dengan pembangunan langganan air dan listrik (utilitas) ; Dari Pemerintah Daerah berupa izin dari Gubernur Jawa Timur untuk tambahan retribusi kopra yang masuk lewat pelabuhan Gresik sebesar 2,00 perkilo ; dan Dari perusahaan berupa bantuan semen dari PT. Semen Gresik.

Atas kerja keras dan dedikasi yang tinggi dari Panitia Yayasan 12 Juli dan semua lapisan masyarakat, maka terwujudlah bangunan permanen gedung SMA di atas tanah yang memenuhi syarat. Bangunan terdiri dari 6 ruang untuk belajar dan ditambah ; Ruang Kantor Kepala Sekolah ; Ruang Kantor Wakil Kepala Sekolah ; Ruang Tata Usaha dan Ruang Gudang. 

Kemudian, Ruang Kamar Mandi ; Ruang WC; Tempat Salat; Ruang Guru ; Ruang BK; Ruang AVA ; Ruang Lab IPA ; Ruang Lab Bahasa ; Ruang Perpustakaan dan Ruang TI

Di samping itu bangunan tersebut di lengkapi pula dengan mebel dan alat-alat kantor. Dengan selesainya bangunan tersebut, Yayasan 12 Juli berkeinginan mendirikan SMA 12 Juli. Tetapi hal ini tidak dapat dilaksanakan karena adanya pertimbangan-pertimbangan tertentu terhadap SMA 12 Juli. Akhirnya tepat tanggal 1 Agustus 1964 Pemerintah melalui Gubernur Jawa Timur Wiyono menyetujui berdirinya SMA Negeri dengan nama SMA Negeri Gresik. (yad)

Kolaborasi Insan Sekolah, Alumni, dan Perusahaan Revitalisasi Lapangan dan Aula SMA Negeri 1 Gresik Semakin Ciamik Selengkapnya

Polres Gresik dan Polsek Buka Layanan Penitipan Kendaraan Gratis,  Liburan Panjang Nataru Aman dan Nyaman

GRESIK,1minute.id – Libur panjang Nataru di mulai Sabtu, 20 Desember 2025 hingga Minggu, 4 Januari 2026. Bila warga Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik sudah merencanakan liburan luar kota tak perlu risau.

Sebab, Kepolisian Resor (Polres) Gresik menghadirkan inovasi pelayanan publik untuk menjamin keamanan harta benda masyarakat. Polres Gresik resmi membuka layanan penitipan kendaraan gratis bagi warga yang hendak bepergian atau mudik, sebagai langkah preventif menekan potensi tindak kriminalitas selama musim liburan.

Layanan penitipan kendaraan ini dipusatkan di Gedung Parkir Wicaksana Laghawa Mapolres Gresik, serta tersedia di seluruh area parkir Polsek jajaran di wilayah hukum Polres Gresik. Fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat tanpa dipungut biaya apa pun.

Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu mengatakan, program ini merupakan bentuk kehadiran Kepolisian dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya saat banyak rumah ditinggal kosong karena pemiliknya mudik.

“Penitipan kendaraan gratis ini kami sediakan agar masyarakat bisa menjalani libur Nataru dengan tenang. Kendaraan yang dititipkan akan berada di lingkungan kantor polisi dengan pengawasan petugas selama 24 jam,” ujar AKBP Rovan di Mapolres Gresik pada Rabu, 17 Desember 2025.

Ia menambahkan, layanan tersebut juga menjadi upaya konkret Polres Gresik dalam menekan angka pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang kerap meningkat saat momen libur panjang.

Untuk memanfaatkan layanan ini, masyarakat hanya perlu datang ke Mapolres Gresik atau Polsek terdekat, melapor kepada petugas jaga, serta menunjukkan STNK asli sebagai bukti kepemilikan kendaraan yang sah. Prosedur yang sederhana ini diharapkan memudahkan masyarakat tanpa mengurangi aspek keamanan.

Kehadiran layanan penitipan kendaraan gratis ini mendapat apresiasi sebagai wujud pelayanan prima Polri kepada masyarakat. Selain memberikan kenyamanan bagi para pemudik, program ini juga diharapkan mampu mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Gresik selama perayaan Nataru. (yad)

Polres Gresik dan Polsek Buka Layanan Penitipan Kendaraan Gratis,  Liburan Panjang Nataru Aman dan Nyaman Selengkapnya