Juragan Besi Tua Surabaya Didakwa Mencuri Pipa Gas PT Pertamina Gas Senilai Rp 291,5 Juta 

GRESIK,1minute.id – Profesi Sunari Syaiful adalah juragan besi tua. Profesi itulah yang ditengarai menyeretnya ke meja hijau di Pengadilan Negeri (PN) Gresik. Terdakwa Sunari ditengarai melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat) pipa gas milik PT Pertamina Gas (Pertagas).

Sebanyak enam pipa gas yang digasak. Pipa yang bernilai ratusan juta milik PT Pertagas itu diangkut menggunakan truk trailer. Untuk mengangkat pipa itu terdakwa menyewa forklift. Dua alat berat itu, telah disita dan menjadi barang bukti dalam proses sidang. 

Pada Senin, 8 Desember 2025, sidang pencurian pipa milik perusahaan pelat merah itu digelar di Pengadilan Negeri (PN) Gresik. Agenda sidang yakni pembuktian oleh Jaksa Penuntun Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik Immamal Muttaqin. Sedikitnya ada empat orang saksi yang dihadirkan oleh jaksa penuntut. 

Mereka adalah Iwan, selaku Penjabat Sementara (Pjs) Manajer Material PT. Pertamina Gas. Kemudian, Matius Petrus selaku legal PT Freeport Indonesia yang berlokasi di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua. Lalu Hidayatullah, penjaga gudang dan Deni Ikhwanudin, karyawan PT. Pertamina Gas.

Menurut keterangan saksi Iwan, selaku Pjs Manajer Material di PT Pertagas kehilangan 6 pipa gas. Pipa tersebut hilang ketika saksi datang ke lokasi penyimpanan pipa di Jalan Raya Watangrejo, Desa Ambeng-Ambeng Watangrejo, Kecamatan Duduksampeyan,  Kabupaten Gresik. “Hilangnya pipa, kemudian Saya melaporkan ke Polres Gresik,” ujarnya di depan Majelis Hakim yang diketuai Donald Everly Malubaya.

Ditambahkan saksi Iwan, PT Pertagas memiliki rekanan yakni PT ACM yang bergerak di bidang kontraktor. Pipa gas yang hilang dari proyek pemasangan saluran pipa gas Gresik – Semarang,” ungkapnya.

Pada surat dakwaan disebutkan bahwa terdakwa Sunari Syaiful bersama dengan terdakwa Djawahir Affandi diduga telah melakukan pencurian pipa gas besi milik PT. Pertagas. Diterangkan pada dakwaan, perbuatan Sunari dilakukan pada 22 November 2023 dengan terdakwa Djawahir Affandi berkas terpisah. Akibat perbuatannya PT Pertamina Gas mengalami kerugian sebesar Rp 291,5 juta atau Rp 291.563.394. Atas tindak pidana yang dilakukan, terdakwa Sunari Syaiful didakwa oleh Jaksa Immamal Muttaqin dengan Pasal 363 Ayat (1) ke-4 KUHP Jo Pasal 56 ke-1 KUHP tentang pencurian. 

“Terdakwa Sunari bersama dengan 3 orang pekerja berangkat dari Surabaya dengan menggunakan 2 mobil menuju lokasi Workshop atau Stockyard di Jl. Raya Watangrejo, Desa Ambeng-Ambeng Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik sekitar pukul 08.30 WIB. Sedangkan, terdakwa Djawahir Affandi langsung menuju ke lokasi. Kemudian terdakwa menawarkan bantuan untuk menyewa forklift dan truk trailer warna hijau dan berhasil mengangkut enam pipa besi lalu keluar dari lokasi dan dibawa di lokasi kosong di Jaya Mix Asemrowo Surabaya,” urainya. (yad)

Juragan Besi Tua Surabaya Didakwa Mencuri Pipa Gas PT Pertamina Gas Senilai Rp 291,5 Juta  Selengkapnya

Setubuhi Pelajar hingga Hamil, Lelaki 59 Tahun Asal Sidayu, Gresik Ditangkap Polisi

GRESIK,1minute.id –  Tindak pidana asusila terhadap anak kembali terjadi di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik. Terduga pelaku berinisial S. Lelaki 59 tahun itu tinggal di Kecamatan Sidayu.

Korban seorang anak berusia 16 tahun. Ia masih pelajar Sekolah Menengah Atas. Korban adalah tetangga pelaku itu saat ini sedang hamil. Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gresik telah menangkap pelaku pada Jumat, 5 Desember 2025. 

Penangkapan dipimpin oleh Kanit PPA Ipda Hendri Hadiwoso dilakukan sehari setelah orang tua korban melaporkan tindakan yang tidak patut dilakukan oleh semua lelaki itu ke Polres Gresik. Korban melapor pada Kamis, 4 Desember 2025. Respon cepat anak buah AKP Arya Widjaja, Kasatreskrim Polres Gresik ini patut mendapatkan apresiasi. 

“Tersangka kami amankan di rumahnya,” ujar Ipda Hendri di Mapolres Gresik pada Senin, 8 Desember 2025. Menurut keterangan polisi, korban berinisial AK, 16 tahun. Ia berstatus pelajar. Sedangkan, tersangka adalah tetangga korban. 

Polisi menerima laporan  pada Kamis, 4 Desember 2025. Penyidik dari Unit PPA Satreskrim Polres Gresik langsung melakukan pemeriksaan intensif terhadap saksi korban dan sejumlah saksi lainnya. Berdasarkan keterangan saksi dan bukti yang meyakinkan. Sehari kemudian, tetapnya 20 jam polisi menjemput terduga pelaku berinisial S, 59 tahun dirumahnya.

Kasus ini, bermula sejak September 2025. Korban yang saat itu diminta ibunya berbelanja di warung milik pelaku tiba-tiba dipeluk dari belakang, ditarik ke kamar, lalu disetubuhi. Aksi bejat tersebut dilakukan berulang dengan modus yang sama. Pelaku juga memberikan uang setelah kejadian untuk membungkam korban. Hingga akhirnya korban mengalami kehamilan, orang tua melapor, dan kasus ini terbongkar.

Polisi turut mengamankan beberapa pakaian korban, kerudung abu-abu, Bra warna krem, celana dalam putih, baju terusan hijau, celana panjang hitam, Singlet putih. “Pelaku dijerat Pasal 81 Ayat (2) Jo Pasal 76D UU Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” terang Ipda Hendri. 

Polres Gresik melalui Unit PPA mengimbau para orang tua agar semakin peka dan peduli terhadap kondisi anak. Beberapa hal penting yang ditekankan. Mulai dari bangun komunikasi terbuka dengan anak agar mereka berani bercerita tanpa rasa takut. Ajarkan batasan tubuh, termasuk bagian mana yang tidak boleh disentuh orang lain. Waspadai perubahan perilaku seperti mudah takut, menarik diri, murung, atau perubahan prestasi sekolah.

“Segera laporkan kepada kepolisian bisa melalui layanan darurat Hotline Lapor Cak Roma di nomor 0811-8800-2006 jika melihat, mendengar, atau mengalami tindakan yang mencurigakan dan berpotensi menjadi tindak pidana,” tegasnya. (yad)

Setubuhi Pelajar hingga Hamil, Lelaki 59 Tahun Asal Sidayu, Gresik Ditangkap Polisi Selengkapnya

2026 : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Komitmen Percepat Penanganan RTLH dan Tuntaskan Infrastruktur Pendidikan

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan Pemkab Gresik akan semakin memperkuat fokus pelayanan dasar sebagai wujud APBD yang berpihak pada kemajuan dan kesejahteraan masyarakat pada Tahun Anggaran 2026.

“APBD 2026 harus benar-benar kembali kepada rakyat. Setiap rupiah anggaran akan diarahkan pada layanan dasar yang nyata, merata, dan tepat sasaran,” tegas Gus Yani , sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani saat memberikan sambutan pada rapat paripurna di Gedung DPRD Gresik pada Selasa, 2 Desember 2025.

Komitmen Fandi Akhmad Yani itu mempertegas berbagai program prioritas pemerintah daerah yang telah menunjukkan progres positif dan signifikan. Program tersebut meliputi peningkatan kualitas permukiman, penyediaan air bersih, pembangunan sarana pendidikan, hingga revitalisasi ruang publik.

Pemkab Gresik akan mempercepat pembangunan RTLH di Kabupaten Gresik. Desain RTLH di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, tercatat mengalami perkembangan positif. Per 26 November 2025, peningkatan kualitas rumah mencapai 39 unit dari total 43 unit, sementara pembangunan rumah baru mencapai 50 unit dari 102 unit. (Foto: Istimewa)

Pada sektor perumahan, program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, tercatat mengalami perkembangan positif. Per 26 November 2025, peningkatan kualitas rumah mencapai 39 unit dari total 43 unit, sementara pembangunan rumah baru mencapai 50 unit dari 102 unit.

Ia menyampaikan bahwa Pemkab Gresik berkomitmen mempercepat penanganan RTLH sebagai bentuk keberpihakan kepada warga kurang mampu, agar mereka dapat tinggal di hunian yang lebih sehat dan aman. “Pemkab menargetkan pemerataan bantuan RTLH hingga seluruh kecamatan, karena kawasan kumuh harus ditangani secara menyeluruh,” ujar Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

Ia menambahkan, permukiman kumuh tidak hanya ditandai rumah rusak atau jalan becek, tetapi juga kondisi warga yang tinggal tanpa kepastian hukum atas tanah, tanpa sanitasi yang layak, dan tanpa akses air bersih. “Program ini bukan sekadar soal anggaran, melainkan harapan masyarakat untuk memiliki rumah layak huni, kepastian hukum atas tanah, serta lingkungan yang aman dan sehat,” imbuh mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Pada sektor air bersih, Pemkab Gresik telah menyelesaikan pembangunan reservoir di Kecamatan Duduksampeyan dan Kebomas. Infrastruktur ini diharapkan mampu mengatasi kekurangan air bersih di sejumlah wilayah sehingga distribusi air PDAM Gresik semakin merata.

“Pembangunan reservoir baru ini merupakan langkah strategis untuk menjangkau rumah-rumah pelanggan. Dengan infrastruktur ini, layanan distribusi air bisa semakin merata. Pemkab berkomitmen memastikan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya akses air bersih, terpenuhi tanpa hambatan,” ujarnya.

Di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, Pemkab Gresik juga tengah membangun prasarana air bersih untuk mendukung pendirian Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT). Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk menunjang kenyamanan dan keamanan lingkungan pendidikan. Ia menegaskan bahwa pemenuhan layanan air bersih di kawasan itu menjadi prioritas.

“Pemkab telah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memastikan layanan air bersih berfungsi optimal sehingga fasilitas pendidikan nonformal dapat berjalan baik dan nyaman,” tegas dia.

GEDUNG Gresik Universal Science (GUS) di Desa Kedungpring, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik dalam waktu dekat akan diresmikan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ( Foto : Istimewa)

Dalam pengembangan sarana pendidikan dan literasi sains, pembangunan Gresik Universal Science Center (GUS) di kompleks Islamic Center Balongpanggang kini memasuki tahap akhir. Fasilitas ini dirancang sebagai pusat edukasi publik berbasis teknologi dan diproyeksikan menjadi ikon baru pembelajaran sains di Gresik.

“Fasilitas ini kami rancang sebagai ruang edukasi publik yang interaktif, modern, dan mudah diakses. Harapannya, pusat sains ini mendorong minat anak-anak terhadap teknologi, penelitian, dan inovasi,” terangnya.

Bupati Fandi Akhmad Yani menambahkan, GUS akan menjadi pusat aktivitas kreatif masyarakat yang dapat dimanfaatkan untuk belajar, berekreasi, dan mengembangkan kreativitas. “Museum yang menjadi bagian dari GUS akan menampilkan konten kearifan lokal dengan teknologi modern agar tetap menarik dan relevan bagi generasi masa kini,” pungkasnya. (yad/adv)

2026 : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Komitmen Percepat Penanganan RTLH dan Tuntaskan Infrastruktur Pendidikan Selengkapnya

CKPKP Gresik Ajukan Usulan 5.388 Sambungan Rumah di Gresik Utara dari Sumber Air BGS

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik berupa melakukan perluasan jaringan air bersih di Gresik Utara. Pemkab Gresik melalui Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DCKPKP) Gresik telah mengusulkan pembangunan jaringan distribusi ke Kementerian Pekerjaan Umum.

Pembangunan perluasan jaringan distribusi air menggunakan skema sharing anggaran dari pusat dan daerah. “Pembangunan reservoir air APBD. SR (sambungan rumah) lagi usahakan DAK (Dana Alokasi Khusus dari APBN),” ujar Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di  Semarang, Jawa Tengah akhir pekan lalu.

Pemkab Gresik berharap, usulan pengembangan distribusi air di Gresik Utara mendapatkan persetujuan dari pemerintah pusat. Sebab, air bersih menjadi kebutuhan primer bagi masyarakat di Kota Industri, sebutan lain, Kabupaten Gresik ini. 

Informasi yang dihimpun proposal pengajuan usulan perluasan distribusi air ini, Pemkab Gresik akan mengalirkan air dari Bendung Gerak Sembayat (BGS) yang berada di Desa Sidomukti, Kecamatan Bungah. Pemkab Gresik akan mengalir 5.388 sambungan rumah (SR) ke 12 desa di dua kecamatan yakni, Kecamatan Manyar dan Bungah. 

Pemkab Gresik akan membangun dua reservoir di dua titik itu, Desa Sembayat, Kecamatan Manyar dan Desa Melirang, Kecamatan Bungah. Reservoir Sembayat akan mengaliri 3.448 SR di Desa Sembayat ; Morobakung ; Ngampel ; Pejanganan ; Gumeno dan Karangrejo. Sedangkan reservoir Melirang akan mengaliri 1.890 SR meliputi Desa Melirang ; Mojopurowetan ; Sidomukti ; Masangan ; Sukowati dan Bungah.

Saat ini, sumber air dari BGS baru terserap 300 liter per detik. Kapasitas bisa mencapai 1.000 meter per detik. Pipa jaringan utama juga telah terpasang. Kepala Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DCKPKP) Gresik Ida Lailatus Sa’diyah membenarkan pihaknya telah mengajukan pembangunan jaringan ke Kementerian Pekerjaan Umum. ” Semoga bisa terealisasi tahun depan. Mohon doanya,” kata Ida Lailatus Sa’diyah. (yad)

CKPKP Gresik Ajukan Usulan 5.388 Sambungan Rumah di Gresik Utara dari Sumber Air BGS Selengkapnya

Inovasi KEBAS, Kompos Kertas Bekas UPT SMP Negeri 2 Gresik Rebut Juara 3 Gresik Inovasi Kompetisi 2025

GRESIK,1minute.id – Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Gresik telah mengumumkan pemenang ajang Gresik Inovasi Kompetisi (GIK) 2025. Awarding dilakukan bersamaan dengan pembukaan Gresik Innovation Festival (Ginofest) 2025 di Atrium Icon Mall Gresik pada Sabtu, 6 Desember 2025. Ginofest dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman.

Ada ratusan Inovasi muncul dalam kompetisi itu. Antara lain, KEBAS alias Kompos Kertas Bekas karya UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik. Inovasi cerdas mengatasi kertas bekas ini menjadi juara 3 GIK 2025. Tim Inovasi terdiri dari Mohammad Salim sebagai penggagas juga Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik; Sumiardih, inovator  ; Tietien Harfuthien dan Muslik, pengelolah dibantu Kelompok Cinta Lingkungan (KCL) Spenda Gresik. 

Menurut Mohammad Salim, lahir KEBAS dari rasa keprihatinan banyaknya kertas bekas di sekolah pada 2024. Tim Cinta Lingkungan kemudian melakukan riset awal dan lahirlah KEBAS alias Kompos Kertas Bekas adalah sebuah proyek kreatif yang memanfaatkan kertas bekas menjadi kompos berkualitas untuk menyuburkan tanaman. “Ini (KEBAS) diluncurkan pada Hari Peduli Sampah Nasional 2024 sebagai bagian dari program “Zero Waste” sekolah,” kata Salim pada Sabtu malam, 6 Desember 2025. “KEBAS mendapat juara 3 inovasi Katagori Perangkat Daerah,” imbuhnya. 

Bagaimana cara membuat Kompos Kertas Bekas? Salim mengatakan, ada empat tahapan yang harus dilakukan. Pertama, kumpulkan kertas bekas, sobek-sobek menjadi potongan kecil. Kedua, campurkan dengan bahan hijau seperti rumput, sayuran dan bahan coklat seperti daun kering, serbuk gergaji dengan komposisi 2:1. Langkah ketiga, susun secara bergantian di komposter, basahi dan aduk setiap 1-2 minggu. Dan keempat, kompos kaya nutrisi yang bisa memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan kesuburan.

Salim mengatakan, inovasi KEBAS memiliki banyak manfaat. Antara lain, mengurangi sampah kertas, menyediakan nutrisi alami untuk tanaman dan meningkatkan aerasi dan kapasitas air tanah. “Inovasi ini tidak hanya edukatif, tapi juga mendorong siswa terlibat dalam pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan,” kata Salim. Ia menargetkan, inovasi KEBAS akan terus disempurnakan sehingga bisa bersaing di Jawa Timur. “Tahun depan Insya Allah maju tingkat Provinsi Jawa Timur,” tegasnya. 

Sebagai informasi, Gresik Inovasi Kompetisi (GIK) 2025 digelar sejak 16 Agustus 2025 pada tahap pendaftaran hingga 17 Oktober 2025 pada tahap pengumuman pemenang. Antusiasme peserta sangat tinggi dalam ajang ini. Mereka yang berpartisipasi mulai perangkat daerah, masyarakat umum, hingga pelajar dan mahasiswa.

Data Bappeda Gresik, GIK 2025 diikuti 116 peserta dengan enam kategori. Rinciannya,  Kategori Perangkat Daerah  43 peserta ;  Kategori Umum, dengan subkategori: Inovasi berbasis Website/Mobile App (33 peserta) ; Inovasi Bidang Agribisnis dan Energi Naru Terbarukan (25 peserta) ; dan Inovasi Sosial, Budaya, dan Kependudukan (15 peserta). (yad)

Inovasi KEBAS, Kompos Kertas Bekas UPT SMP Negeri 2 Gresik Rebut Juara 3 Gresik Inovasi Kompetisi 2025 Selengkapnya

Bappeda Gelar Ginofest 2025, Inovasi jadi Indikator Keberhasilan Pemerintah

GRESIK,1minute.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman membuka Gresik Innovation Festival (Ginofest) 2025. DNA inovasi organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik  ditengah cekaknya Dana Transfer ke Daerah (TKD) 2026 dari Pemerintah Pusat yang mencapai lebih Rp 0,5 triliun. 

Ginofest yang berlangsung dua hari, mulai Jumat dan Sabtu, 5-6 Desember 2025 yang diinisiasi oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Gresik mengusung tema “Kreativitas Tanpa Batas, Inovasi Tanpa Henti untuk Gresik Mandiri”. Tema itu untuk menegaskan komitmen Pemkab Gresik untuk terus mendorong budaya inovasi di tengah berbagai tantangan, termasuk penyesuaian anggaran dari pemerintah pusat.

Sekda Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman menegaskan pentingnya Ginofest  sebagai katalisator pertumbuhan ekosistem inovasi di daerah. ” Ginofest bukan sekadar event pameran dan kompetisi, tetapi merupakan wadah untuk membangun sinergi dan jejaring kolaborasi. Saya berharap seluruh inovasi yang ditampilkan tidak berhenti sebagai prototipe, tetapi dapat diadopsi, dikembangkan, dan direplikasi sehingga benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Sekda Washil dalam sambutannya. 

Ia melanjutkan bahwa semangat berinovasi tidak boleh terhambat oleh keterbatasan anggaran. “Meski terjadi penyesuaian dan pemotongan anggaran dari pusat, perangkat daerah tidak boleh berhenti berinovasi,” tegas mantan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman – kini menjadi- Dinas CiptaKarya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DCKPKP).Gresik ini.

Koordinator Bidang Investasi dan Inovasi pada Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Jawa Timur Himawan Esty Bagio, turut menekankan pentingnya inovasi sebagai barometer kemajuan daerah. “Saat ini inovasi menjadi tanda bahwa sebuah daerah itu maju. Hampir semua daerah menjadikan inovasi sebagai ukuran keberhasilan kinerja suatu OPD,” ujarnya.

Sejalan dengan dorongan tersebut,  Ginofest 2025 menghadirkan 26 stan pameran yang menampilkan inovasi dari seluruh jenjang pendidikan hingga perangkat daerah. Stan tersebut terdiri dari 5 SD/MI, 4 SMP, 4 SMA/SMK/MAN, 4 universitas, 5 perangkat daerah serta 4 stan juara Gresik Inovasi Kompetisi (GIK) 2025. 

Sementara itu, Kepala Bappeda Gresik Edy Hadisiswoyo menyampaikan bahwa Ginofest dirancang sebagai ruang kolaborasi berkelanjutan. “Festival ini kami desain tidak hanya sebagai ajang pameran, tetapi sebagai motor penggerak kolaborasi lintas sektor,” ujarnya. (yad)

Bappeda Gelar Ginofest 2025, Inovasi jadi Indikator Keberhasilan Pemerintah Selengkapnya

Petrokimia Gresik Gelar Petro Fishtival Gogoh Iwak, Peserta Membeludak  

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, menggelar “Petro Fishtival Gogoh Iwak” di tambak Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik pada Kamis, 4 Desember 2025.

Peserta pun membeludak. Kegiatan yang dihadiri Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo ini  sebagai upaya untuk mendorong peningkatan kualitas budidaya perikanan di wilayah Gresik. 

Adit, sapaan akrab Adityo Wibowo, menjelaskan bahwa lomba gogoh iwak (menangkap ikan secara tradisional dengan tangan kosong) tidak hanya menjadi ajang kreasi dan hiburan, tetapi juga menjadi media bagi Petrokimia Gresik untuk memberikan edukasi mengenai praktik budidaya sesuai standar Good Aquaculture Practices (GAP) kepada petambak Gresik, mengingat sebagian besar dari peserta lomba ini adalah para petambak.

“Selaras dengan edukasi tersebut, Petrokimia Gresik memiliki probiotik andalan bernama Petrofish. Produk ini mengandung mikroba unggul yang sudah terbukti mampu meningkatkan produktivitas budidaya ikan maupun udang. Kami berharap pengetahuan dan teknologi yang dibagikan hari ini dapat diadopsi oleh para petambak, sehingga hasil panen semakin melimpah dan berkelanjutan,” ujar Adit.

Pengaplikasian Petrofish, tambahnya, memiliki sejumlah manfaat. Diantaranya Prosentase kehidupan ikan atau udang menjadi tinggi; pertumbuhan pakan alami lebih banyak; meningkatkan kualitas air; dan menghambat pertumbuhan patogen merugikan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2023 mencatat bahwa Kabupaten Gresik memiliki kawasan tambak seluas 28.654 hektare yang terdiri dari tambak air payau dan air tawar, dengan sebagian besar berada di wilayah pesisir. Potensi inilah yang menjadikan sektor perikanan sebagai sumber penghidupan penting bagi masyarakat di Gresik.

“Potensi besar inilah yang menjadikan Gresik sebagai ruang pembelajaran, penelitian, dan pengembangan mutu perikanan. Petrokimia Gresik berkomitmen untuk mendorong peningkatan produktivitas usaha tani serta budidaya perikanan,” tandas Adit.

Ia juga berharap lomba gogoh iwak dapat menjadi momentum untuk menarik minat generasi muda agar turut aktif memajukan sektor perikanan. “Keberhasilan budidaya perikanan yang berkelanjutan di masa depan bergantung pada keterlibatan generasi penerus,” ujarnya.

Lomba gogoh iwak sendiri menjadi daya tarik utama dalam acara ini dan baru pertama kalinya diselenggarakan oleh Petrokimia Gresik. Para peserta berlomba-lomba menangkap ikan nila dan bandeng dalam satu petak tambak menggunakan tangan kosong. Pemenangnya adalah peserta yang dapat menangkap ikan dengan bobot paling berat. (yad)

Petrokimia Gresik Gelar Petro Fishtival Gogoh Iwak, Peserta Membeludak   Selengkapnya

Di Gresik, 35 dari 48 SPPG Daftarkan Relawan dan Tenaga Pendukung MBG Ikutkan BPJS Ketenagakerjaan 

GRESIK,1minute.id – Relawan dan Tenaga Pendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG)di Kabupaten Gresik kini mendapatkan Perlindungan Sosial Ketenagakerjaan.   BPJS Ketenagakerjaan mulai melakukan sosialisasi pada Kamis, 4 Desember 2025. Sosialisasi dihadiri oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas pemerintah pusat. Secara nasional, pemerintah menargetkan 82,9 juta penerima MBG, dan hingga saat ini telah terealisasi 44 juta penerima di seluruh Indonesia. Untuk memastikan keberlanjutan program, pemerintah mewajibkan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Wabup Gresik Asluchul Alif menekankan pentingnya perlindungan kerja bagi tenaga SPPG sebagai garda terdepan pelaksana program MBG. “Ini adalah hal krusial. Pemerintah ingin memastikan bahwa seluruh tenaga SPPG terlindungi asuransi, karena pekerjaan Anda semua menyangkut hajat hidup orang banyak,” tegasnya.

Hingga saat ini, Kabupaten Gresik memiliki 48 SPPG yang beroperasi, namun baru 35 SPPG yang tercatat sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Alif berharap melalui sosialisasi ini terjadi percepatan pendaftaran sehingga seluruh relawan dan tenaga pendukung mendapat perlindungan kerja secara optimal.

BPJS Ketenagakerjaan sendiri menyediakan manfaat berupa Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Wabup Alif juga menyampaikan harapannya agar ke depan tersedia tambahan manfaat berupa Jaminan Hari Tua (JHT) bagi tenaga SPPG.

“Kami berharap seluruh tenaga SPPG bisa memanfaatkan program ini dengan baik. Perlindungan ini penting karena Anda semua berperan langsung dalam memastikan anak-anak kita menerima makanan bergizi secara aman dan layak,” ujar dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. (yad)

Di Gresik, 35 dari 48 SPPG Daftarkan Relawan dan Tenaga Pendukung MBG Ikutkan BPJS Ketenagakerjaan  Selengkapnya

Sanggar Lentera Gelar Pameran “Runcang Runcung”, Riyanto Pamerkan Karya Indonesiaku dan Bandar Grissee 

GRESIK,1minute.id – Sanggar Lentera menggelar pameran lukisan di Galeri Sawunggaling Taman Budaya Jawa Timur. Pameran yang mengusung tema “Runcang Runcung” ini diikuti tujuh pelukis digelar mulai 2-7 Desember 2025. Semuanya perupa Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik.

Tujuh pelukis itu, yakni, Kris Adji A.W ; M. Syarifuddin ; Achmad Feri ; Achmad Syafi’i ; Erfi Sulistiyanto ; Achmad Huseaini dan Muhammad Riyanto. Mereka memiliki aliran masing-masing. Kris Adji misalnya, dengan lukisan realisme,  Achmad Feri, misalnya, pelukis abstrak. Kemudian, Muhammad Riyanto dikenal sebagai pelukis kaligrafi dan juga aliran surialisme. 

Pameran dalam rangkaian HUT ke-45 Sanggar Lentera (1980-2025) yang home base-nya diinisiasi oleh Kris Adji A.W, seniman Gresik ini menjadi khazanah baru bagi pencinta karya lukis di Indonesia wabil khusus bagi arek-arek Suroboyo. 

Lukisan berjudul “Indonesiaku” karya Riyanto, misalnya. Dalam lukisan tiga dimensi itu, terdapat nama-nama daerah, kota, kuliner, tari, budaya dan adat Khas Indonesia. Tulisan sangat kecil dengan background batik kombinasi corak Indonesia. Background batik corak Indonesia dengan frame corak tikar berwarna keemasan menjadi karya Riyanto ini menarik perhatian penggemar lukisan di Kota Pahlawan Surabaya itu.

“Lukisan Indonesiaku, yang berisi semua daerah, kota, makanan, tarian, budaya rumah adat khas Indonesia karya terbaru saya,” ujar Riyanto melalui pesan WhatsApp pada Jumat, 5 Desember 2025. Lukisan “Indonesiaku” ini berbeda dengan karya-karya pelukis lainnya. Lazimnya, pengunjung pameran dilarang untuk memegang karya pelukis. 

Pelukis alumnus Pondok Pesantren Roudlotut Tholibin Al-slamiyah asuhan KH. Muhammad Bashori Mansyur, Tambak Osowilangun, Surabaya ini memperbolehkan para penikmat untuk memegang bahkan memutar 360 derajat. ” Pemeran ini, Kulo bawa 5 karya. Ada 3 kaligrafi tasawuf dan 2 surealis gerak menggunakan AI,” tegasnya.

Riyanto yang tinggal di Gresik ini, juga menyoroti perkembangan di Kota Industri, sebutan lain, Kabupaten Gresik. Gresik yang dikenal sebagai salah satu kota pelabuhan tertua di Indonesia tidak luput dari goresan tangannya. Ia melukis karya instalasi dengan menggunakan jaring alias jala ikan. “Ini simbol Gresik sebagai kota dengan Pelabuhan yang terkenal dimasanya, Bandar Grissee,” terang pelukis pernah belajar kaligrafi di KH.M Faiz Abdur Razaq, Khattat International dari Bangil itu. (yad)

Sanggar Lentera Gelar Pameran “Runcang Runcung”, Riyanto Pamerkan Karya Indonesiaku dan Bandar Grissee  Selengkapnya

Program “Gagah” Petrokimia Gresik Siapkan SDM Lokal Andal di Sektor Industri 

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia menggelar pelatihan dan sertifikasi operator forklift kelas 2 yang diikuti masyarakat sekitar perusahaan. Acara dibuka oleh Vice President (VP) Komunikasi Korporat Petrokimia Gresik Rama Yusron Harbiansyah mewakili Direktur Utama Daconi Khotob di Gresik, baru-baru ini.

Pelatih bersertifikasi ini wujud komitmen Petrokimia Gresik mendukung Pemerintah dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) lokal yang andal di sektor industri melalui program Gagah (Generasi Andalan Gresik Ahli dan Handal). 

Terpisah, Daconi Khotob menyampaikan bahwa Kabupaten Gresik dikenal sebagai Kota Industri. Dan pertumbuhan sektor ini ke depan bisa dipastikan semakin pesat, apalagi sejak Pemerintah Pusat menetapkan adanya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) atau kawasan industri terintegrasi di Kecamatan Manyar. Karena itu, kebutuhan tenaga kerja andal dan bersertifikat di Gresik nantinya akan semakin besar.

“Percepatan industrialisasi harus berjalan seiring dengan peningkatan kompetensi masyarakat lokal, agar mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga mampu berperan aktif dan bersaing,” ujar Daconi.

Lebih lanjut ia menjelaskan, program Gagah selaras dengan berkembangnya kawasan industri dan meningkatnya kebutuhan tenaga kerja tersertifikasi di Kabupaten Gresik. Tahun ini terdapat 17 peserta dari 8 kelurahan/desa ring I serta perwakilan masyarakat Gresik yang mengikuti program Gagah berupa pelatihan dan sertifikasi operator forklift kelas 2.

Terakhir, Daconi menambahkan program Gagah menjadi jembatan penting dalam memperkuat hubungan baik yang telah terjalin antara Petrokimia Gresik dan Pemkab Gresik. Sinergi ini tidak hanya menghasilkan tenaga kerja kompeten, tetapi juga membangun ekosistem industri yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan.

“Semoga program ini menjadi pijakan bagi masyarakat Gresik untuk menata masa depan yang lebih baik. Setiap peserta adalah generasi yang kelak akan menjadi kebanggaan keluarga, daerah, dan bangsa,” tutupnya.

Sementara, Rama Yusron Harbiansyah menjelaskan, setiap peserta akan menjalani pelatihan intensif selama 10 hari, terdiri dari tiga hari materi teori, enam hari praktik, dan satu hari uji kompetensi yang dilaksanakan di Unit Pelaksana Teknis Daerah Balai Latihan Kerja (UPTD BLK) Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Gresik.

Melalui program ini, diharapkan seluruh peserta dapat menyelesaikan pelatihan dengan baik dan bisa mendapatkan Surat Izin Operator (SIO) atau lisensi resmi operator forklift. Dengan demikian, seluruh peserta memiliki peluang kerja yang lebih luas seiring dengan semakin majunya sektor industri di Kabupaten Gresik.

“Petrokimia Gresik dalam kegiatan ini berkolaborasi dengan Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Gresik melalui Disnaker dalam rangka peningkatan kapasitas masyarakat, khususnya masyarakat yang ada di sekitar perusahaan,” kata Rama. (yad)

Program “Gagah” Petrokimia Gresik Siapkan SDM Lokal Andal di Sektor Industri  Selengkapnya