Inovasi KEBAS, Kompos Kertas Bekas UPT SMP Negeri 2 Gresik Rebut Juara 3 Gresik Inovasi Kompetisi 2025

GRESIK,1minute.id – Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Gresik telah mengumumkan pemenang ajang Gresik Inovasi Kompetisi (GIK) 2025. Awarding dilakukan bersamaan dengan pembukaan Gresik Innovation Festival (Ginofest) 2025 di Atrium Icon Mall Gresik pada Sabtu, 6 Desember 2025. Ginofest dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman.

Ada ratusan Inovasi muncul dalam kompetisi itu. Antara lain, KEBAS alias Kompos Kertas Bekas karya UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik. Inovasi cerdas mengatasi kertas bekas ini menjadi juara 3 GIK 2025. Tim Inovasi terdiri dari Mohammad Salim sebagai penggagas juga Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik; Sumiardih, inovator  ; Tietien Harfuthien dan Muslik, pengelolah dibantu Kelompok Cinta Lingkungan (KCL) Spenda Gresik. 

Menurut Mohammad Salim, lahir KEBAS dari rasa keprihatinan banyaknya kertas bekas di sekolah pada 2024. Tim Cinta Lingkungan kemudian melakukan riset awal dan lahirlah KEBAS alias Kompos Kertas Bekas adalah sebuah proyek kreatif yang memanfaatkan kertas bekas menjadi kompos berkualitas untuk menyuburkan tanaman. “Ini (KEBAS) diluncurkan pada Hari Peduli Sampah Nasional 2024 sebagai bagian dari program “Zero Waste” sekolah,” kata Salim pada Sabtu malam, 6 Desember 2025. “KEBAS mendapat juara 3 inovasi Katagori Perangkat Daerah,” imbuhnya. 

Bagaimana cara membuat Kompos Kertas Bekas? Salim mengatakan, ada empat tahapan yang harus dilakukan. Pertama, kumpulkan kertas bekas, sobek-sobek menjadi potongan kecil. Kedua, campurkan dengan bahan hijau seperti rumput, sayuran dan bahan coklat seperti daun kering, serbuk gergaji dengan komposisi 2:1. Langkah ketiga, susun secara bergantian di komposter, basahi dan aduk setiap 1-2 minggu. Dan keempat, kompos kaya nutrisi yang bisa memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan kesuburan.

Salim mengatakan, inovasi KEBAS memiliki banyak manfaat. Antara lain, mengurangi sampah kertas, menyediakan nutrisi alami untuk tanaman dan meningkatkan aerasi dan kapasitas air tanah. “Inovasi ini tidak hanya edukatif, tapi juga mendorong siswa terlibat dalam pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan,” kata Salim. Ia menargetkan, inovasi KEBAS akan terus disempurnakan sehingga bisa bersaing di Jawa Timur. “Tahun depan Insya Allah maju tingkat Provinsi Jawa Timur,” tegasnya. 

Sebagai informasi, Gresik Inovasi Kompetisi (GIK) 2025 digelar sejak 16 Agustus 2025 pada tahap pendaftaran hingga 17 Oktober 2025 pada tahap pengumuman pemenang. Antusiasme peserta sangat tinggi dalam ajang ini. Mereka yang berpartisipasi mulai perangkat daerah, masyarakat umum, hingga pelajar dan mahasiswa.

Data Bappeda Gresik, GIK 2025 diikuti 116 peserta dengan enam kategori. Rinciannya,  Kategori Perangkat Daerah  43 peserta ;  Kategori Umum, dengan subkategori: Inovasi berbasis Website/Mobile App (33 peserta) ; Inovasi Bidang Agribisnis dan Energi Naru Terbarukan (25 peserta) ; dan Inovasi Sosial, Budaya, dan Kependudukan (15 peserta). (yad)

Inovasi KEBAS, Kompos Kertas Bekas UPT SMP Negeri 2 Gresik Rebut Juara 3 Gresik Inovasi Kompetisi 2025 Selengkapnya

Bappeda Gelar Ginofest 2025, Inovasi jadi Indikator Keberhasilan Pemerintah

GRESIK,1minute.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman membuka Gresik Innovation Festival (Ginofest) 2025. DNA inovasi organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik  ditengah cekaknya Dana Transfer ke Daerah (TKD) 2026 dari Pemerintah Pusat yang mencapai lebih Rp 0,5 triliun. 

Ginofest yang berlangsung dua hari, mulai Jumat dan Sabtu, 5-6 Desember 2025 yang diinisiasi oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Gresik mengusung tema “Kreativitas Tanpa Batas, Inovasi Tanpa Henti untuk Gresik Mandiri”. Tema itu untuk menegaskan komitmen Pemkab Gresik untuk terus mendorong budaya inovasi di tengah berbagai tantangan, termasuk penyesuaian anggaran dari pemerintah pusat.

Sekda Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman menegaskan pentingnya Ginofest  sebagai katalisator pertumbuhan ekosistem inovasi di daerah. ” Ginofest bukan sekadar event pameran dan kompetisi, tetapi merupakan wadah untuk membangun sinergi dan jejaring kolaborasi. Saya berharap seluruh inovasi yang ditampilkan tidak berhenti sebagai prototipe, tetapi dapat diadopsi, dikembangkan, dan direplikasi sehingga benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Sekda Washil dalam sambutannya. 

Ia melanjutkan bahwa semangat berinovasi tidak boleh terhambat oleh keterbatasan anggaran. “Meski terjadi penyesuaian dan pemotongan anggaran dari pusat, perangkat daerah tidak boleh berhenti berinovasi,” tegas mantan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman – kini menjadi- Dinas CiptaKarya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DCKPKP).Gresik ini.

Koordinator Bidang Investasi dan Inovasi pada Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Jawa Timur Himawan Esty Bagio, turut menekankan pentingnya inovasi sebagai barometer kemajuan daerah. “Saat ini inovasi menjadi tanda bahwa sebuah daerah itu maju. Hampir semua daerah menjadikan inovasi sebagai ukuran keberhasilan kinerja suatu OPD,” ujarnya.

Sejalan dengan dorongan tersebut,  Ginofest 2025 menghadirkan 26 stan pameran yang menampilkan inovasi dari seluruh jenjang pendidikan hingga perangkat daerah. Stan tersebut terdiri dari 5 SD/MI, 4 SMP, 4 SMA/SMK/MAN, 4 universitas, 5 perangkat daerah serta 4 stan juara Gresik Inovasi Kompetisi (GIK) 2025. 

Sementara itu, Kepala Bappeda Gresik Edy Hadisiswoyo menyampaikan bahwa Ginofest dirancang sebagai ruang kolaborasi berkelanjutan. “Festival ini kami desain tidak hanya sebagai ajang pameran, tetapi sebagai motor penggerak kolaborasi lintas sektor,” ujarnya. (yad)

Bappeda Gelar Ginofest 2025, Inovasi jadi Indikator Keberhasilan Pemerintah Selengkapnya

Petrokimia Gresik Gelar Petro Fishtival Gogoh Iwak, Peserta Membeludak  

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, menggelar “Petro Fishtival Gogoh Iwak” di tambak Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik pada Kamis, 4 Desember 2025.

Peserta pun membeludak. Kegiatan yang dihadiri Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo ini  sebagai upaya untuk mendorong peningkatan kualitas budidaya perikanan di wilayah Gresik. 

Adit, sapaan akrab Adityo Wibowo, menjelaskan bahwa lomba gogoh iwak (menangkap ikan secara tradisional dengan tangan kosong) tidak hanya menjadi ajang kreasi dan hiburan, tetapi juga menjadi media bagi Petrokimia Gresik untuk memberikan edukasi mengenai praktik budidaya sesuai standar Good Aquaculture Practices (GAP) kepada petambak Gresik, mengingat sebagian besar dari peserta lomba ini adalah para petambak.

“Selaras dengan edukasi tersebut, Petrokimia Gresik memiliki probiotik andalan bernama Petrofish. Produk ini mengandung mikroba unggul yang sudah terbukti mampu meningkatkan produktivitas budidaya ikan maupun udang. Kami berharap pengetahuan dan teknologi yang dibagikan hari ini dapat diadopsi oleh para petambak, sehingga hasil panen semakin melimpah dan berkelanjutan,” ujar Adit.

Pengaplikasian Petrofish, tambahnya, memiliki sejumlah manfaat. Diantaranya Prosentase kehidupan ikan atau udang menjadi tinggi; pertumbuhan pakan alami lebih banyak; meningkatkan kualitas air; dan menghambat pertumbuhan patogen merugikan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2023 mencatat bahwa Kabupaten Gresik memiliki kawasan tambak seluas 28.654 hektare yang terdiri dari tambak air payau dan air tawar, dengan sebagian besar berada di wilayah pesisir. Potensi inilah yang menjadikan sektor perikanan sebagai sumber penghidupan penting bagi masyarakat di Gresik.

“Potensi besar inilah yang menjadikan Gresik sebagai ruang pembelajaran, penelitian, dan pengembangan mutu perikanan. Petrokimia Gresik berkomitmen untuk mendorong peningkatan produktivitas usaha tani serta budidaya perikanan,” tandas Adit.

Ia juga berharap lomba gogoh iwak dapat menjadi momentum untuk menarik minat generasi muda agar turut aktif memajukan sektor perikanan. “Keberhasilan budidaya perikanan yang berkelanjutan di masa depan bergantung pada keterlibatan generasi penerus,” ujarnya.

Lomba gogoh iwak sendiri menjadi daya tarik utama dalam acara ini dan baru pertama kalinya diselenggarakan oleh Petrokimia Gresik. Para peserta berlomba-lomba menangkap ikan nila dan bandeng dalam satu petak tambak menggunakan tangan kosong. Pemenangnya adalah peserta yang dapat menangkap ikan dengan bobot paling berat. (yad)

Petrokimia Gresik Gelar Petro Fishtival Gogoh Iwak, Peserta Membeludak   Selengkapnya

Di Gresik, 35 dari 48 SPPG Daftarkan Relawan dan Tenaga Pendukung MBG Ikutkan BPJS Ketenagakerjaan 

GRESIK,1minute.id – Relawan dan Tenaga Pendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG)di Kabupaten Gresik kini mendapatkan Perlindungan Sosial Ketenagakerjaan.   BPJS Ketenagakerjaan mulai melakukan sosialisasi pada Kamis, 4 Desember 2025. Sosialisasi dihadiri oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas pemerintah pusat. Secara nasional, pemerintah menargetkan 82,9 juta penerima MBG, dan hingga saat ini telah terealisasi 44 juta penerima di seluruh Indonesia. Untuk memastikan keberlanjutan program, pemerintah mewajibkan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Wabup Gresik Asluchul Alif menekankan pentingnya perlindungan kerja bagi tenaga SPPG sebagai garda terdepan pelaksana program MBG. “Ini adalah hal krusial. Pemerintah ingin memastikan bahwa seluruh tenaga SPPG terlindungi asuransi, karena pekerjaan Anda semua menyangkut hajat hidup orang banyak,” tegasnya.

Hingga saat ini, Kabupaten Gresik memiliki 48 SPPG yang beroperasi, namun baru 35 SPPG yang tercatat sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Alif berharap melalui sosialisasi ini terjadi percepatan pendaftaran sehingga seluruh relawan dan tenaga pendukung mendapat perlindungan kerja secara optimal.

BPJS Ketenagakerjaan sendiri menyediakan manfaat berupa Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Wabup Alif juga menyampaikan harapannya agar ke depan tersedia tambahan manfaat berupa Jaminan Hari Tua (JHT) bagi tenaga SPPG.

“Kami berharap seluruh tenaga SPPG bisa memanfaatkan program ini dengan baik. Perlindungan ini penting karena Anda semua berperan langsung dalam memastikan anak-anak kita menerima makanan bergizi secara aman dan layak,” ujar dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. (yad)

Di Gresik, 35 dari 48 SPPG Daftarkan Relawan dan Tenaga Pendukung MBG Ikutkan BPJS Ketenagakerjaan  Selengkapnya

Sanggar Lentera Gelar Pameran “Runcang Runcung”, Riyanto Pamerkan Karya Indonesiaku dan Bandar Grissee 

GRESIK,1minute.id – Sanggar Lentera menggelar pameran lukisan di Galeri Sawunggaling Taman Budaya Jawa Timur. Pameran yang mengusung tema “Runcang Runcung” ini diikuti tujuh pelukis digelar mulai 2-7 Desember 2025. Semuanya perupa Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik.

Tujuh pelukis itu, yakni, Kris Adji A.W ; M. Syarifuddin ; Achmad Feri ; Achmad Syafi’i ; Erfi Sulistiyanto ; Achmad Huseaini dan Muhammad Riyanto. Mereka memiliki aliran masing-masing. Kris Adji misalnya, dengan lukisan realisme,  Achmad Feri, misalnya, pelukis abstrak. Kemudian, Muhammad Riyanto dikenal sebagai pelukis kaligrafi dan juga aliran surialisme. 

Pameran dalam rangkaian HUT ke-45 Sanggar Lentera (1980-2025) yang home base-nya diinisiasi oleh Kris Adji A.W, seniman Gresik ini menjadi khazanah baru bagi pencinta karya lukis di Indonesia wabil khusus bagi arek-arek Suroboyo. 

Lukisan berjudul “Indonesiaku” karya Riyanto, misalnya. Dalam lukisan tiga dimensi itu, terdapat nama-nama daerah, kota, kuliner, tari, budaya dan adat Khas Indonesia. Tulisan sangat kecil dengan background batik kombinasi corak Indonesia. Background batik corak Indonesia dengan frame corak tikar berwarna keemasan menjadi karya Riyanto ini menarik perhatian penggemar lukisan di Kota Pahlawan Surabaya itu.

“Lukisan Indonesiaku, yang berisi semua daerah, kota, makanan, tarian, budaya rumah adat khas Indonesia karya terbaru saya,” ujar Riyanto melalui pesan WhatsApp pada Jumat, 5 Desember 2025. Lukisan “Indonesiaku” ini berbeda dengan karya-karya pelukis lainnya. Lazimnya, pengunjung pameran dilarang untuk memegang karya pelukis. 

Pelukis alumnus Pondok Pesantren Roudlotut Tholibin Al-slamiyah asuhan KH. Muhammad Bashori Mansyur, Tambak Osowilangun, Surabaya ini memperbolehkan para penikmat untuk memegang bahkan memutar 360 derajat. ” Pemeran ini, Kulo bawa 5 karya. Ada 3 kaligrafi tasawuf dan 2 surealis gerak menggunakan AI,” tegasnya.

Riyanto yang tinggal di Gresik ini, juga menyoroti perkembangan di Kota Industri, sebutan lain, Kabupaten Gresik. Gresik yang dikenal sebagai salah satu kota pelabuhan tertua di Indonesia tidak luput dari goresan tangannya. Ia melukis karya instalasi dengan menggunakan jaring alias jala ikan. “Ini simbol Gresik sebagai kota dengan Pelabuhan yang terkenal dimasanya, Bandar Grissee,” terang pelukis pernah belajar kaligrafi di KH.M Faiz Abdur Razaq, Khattat International dari Bangil itu. (yad)

Sanggar Lentera Gelar Pameran “Runcang Runcung”, Riyanto Pamerkan Karya Indonesiaku dan Bandar Grissee  Selengkapnya

Program “Gagah” Petrokimia Gresik Siapkan SDM Lokal Andal di Sektor Industri 

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia menggelar pelatihan dan sertifikasi operator forklift kelas 2 yang diikuti masyarakat sekitar perusahaan. Acara dibuka oleh Vice President (VP) Komunikasi Korporat Petrokimia Gresik Rama Yusron Harbiansyah mewakili Direktur Utama Daconi Khotob di Gresik, baru-baru ini.

Pelatih bersertifikasi ini wujud komitmen Petrokimia Gresik mendukung Pemerintah dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) lokal yang andal di sektor industri melalui program Gagah (Generasi Andalan Gresik Ahli dan Handal). 

Terpisah, Daconi Khotob menyampaikan bahwa Kabupaten Gresik dikenal sebagai Kota Industri. Dan pertumbuhan sektor ini ke depan bisa dipastikan semakin pesat, apalagi sejak Pemerintah Pusat menetapkan adanya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) atau kawasan industri terintegrasi di Kecamatan Manyar. Karena itu, kebutuhan tenaga kerja andal dan bersertifikat di Gresik nantinya akan semakin besar.

“Percepatan industrialisasi harus berjalan seiring dengan peningkatan kompetensi masyarakat lokal, agar mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga mampu berperan aktif dan bersaing,” ujar Daconi.

Lebih lanjut ia menjelaskan, program Gagah selaras dengan berkembangnya kawasan industri dan meningkatnya kebutuhan tenaga kerja tersertifikasi di Kabupaten Gresik. Tahun ini terdapat 17 peserta dari 8 kelurahan/desa ring I serta perwakilan masyarakat Gresik yang mengikuti program Gagah berupa pelatihan dan sertifikasi operator forklift kelas 2.

Terakhir, Daconi menambahkan program Gagah menjadi jembatan penting dalam memperkuat hubungan baik yang telah terjalin antara Petrokimia Gresik dan Pemkab Gresik. Sinergi ini tidak hanya menghasilkan tenaga kerja kompeten, tetapi juga membangun ekosistem industri yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan.

“Semoga program ini menjadi pijakan bagi masyarakat Gresik untuk menata masa depan yang lebih baik. Setiap peserta adalah generasi yang kelak akan menjadi kebanggaan keluarga, daerah, dan bangsa,” tutupnya.

Sementara, Rama Yusron Harbiansyah menjelaskan, setiap peserta akan menjalani pelatihan intensif selama 10 hari, terdiri dari tiga hari materi teori, enam hari praktik, dan satu hari uji kompetensi yang dilaksanakan di Unit Pelaksana Teknis Daerah Balai Latihan Kerja (UPTD BLK) Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Gresik.

Melalui program ini, diharapkan seluruh peserta dapat menyelesaikan pelatihan dengan baik dan bisa mendapatkan Surat Izin Operator (SIO) atau lisensi resmi operator forklift. Dengan demikian, seluruh peserta memiliki peluang kerja yang lebih luas seiring dengan semakin majunya sektor industri di Kabupaten Gresik.

“Petrokimia Gresik dalam kegiatan ini berkolaborasi dengan Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Gresik melalui Disnaker dalam rangka peningkatan kapasitas masyarakat, khususnya masyarakat yang ada di sekitar perusahaan,” kata Rama. (yad)

Program “Gagah” Petrokimia Gresik Siapkan SDM Lokal Andal di Sektor Industri  Selengkapnya

Ini Wujud Nyata SIG Dukung Pengembangan Fondasi Mobilitas dan Pertumbuhan Ekonomi Batam

GRESIK,1minute.id – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) bekerja sama dengan Badan Pengusahaan (BP) Batam menyelenggarakan seminar bertema ”Inovasi Material dan Solusi untuk Infrastruktur Batam yang Berkelanjutan Wujud Bangga Bangun Indonesia” di Ballroom Hotel Harris Batam Center pada Rabu, 3 Desember 2025. 

Seminar yang diikuti oleh sekitar 100 praktisi profesional di bidang konstruksi tersebut menghadirkan narasumber antara lain Deputi BP Batam Mouris Limanto ;  Direktur Operasi SIG Reni Wulandari ;  Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Dr. Ilham Akbar Habibie dan Ketua Bapel Sertifikasi Internasional PII Prastiwo Anggoro. 

Kemudian, Ketua Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia, Prof. Iswandi Imran, serta Dr. Cyrillus Winatama Kurniawan dari PT Pratama Widya mewakili perusahaan kontraktor dan konsultan konstruksi.

Menurut Dr. Ilham Akbar Habibie, dekarbonisasi dalam konstruksi merupakan misi yang harus diwujudkan oleh para insinyur atau ahli konstruksi saat ini. Transisi hijau dalam konstruksi merupakan bagian dari reindustrialisasi yang regeneratif dan human centric.

Konsep ini diperlukan di Indonesia untuk memastikan pengembangan konstruksi mempertimbangkan kebutuhan jangka panjang di masa depan, mulai dari peningkatan kapabilitas ahli konstruksi, hingga sinergi antara pemerintah, ahli konstruksi, akademisi, asosiasi profesi, dan swasta/industri.

Deputi BP Batam Mouris Limanto dalam paparannya menjelaskan, pengembangan infrastruktur berkelanjutan yang direncanakan BP Batam meliputi infrastruktur mobilitas, infrastruktur drainase & hijau (sponge city), infrastruktur utilitas terintegrasi (multi-utility tunnel), infrastruktur pengolahan sampah, infrastruktur mitigasi bencana, infrastruktur energi terbarukan, dan infrastruktur smart city.

”Pembangunan yang menjadi visi BP Batam adalah untuk mewujudkan kawasan ekonomi yang maju dan berkelanjutan sebagai kontribusi menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu, pembangunan infrastruktur akan diarahkan agar ramah lingkungan, terintegrasi dan efisien, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dan mendukung investasi dan pertumbuhan ekonomi,” tutur Mouris Limanto.

Dalam seminar yang melibatkan para praktisi profesional di bidang konstruksi tersebut, Direktur Operasi SIG Reni Wulandari mengemukakan inovasi-inovasi yang dilakukan SIG dalam proses produksi semen dan desain produk, demi menghadirkan semen dan produk turunan yang rendah karbon, serta sesuai dengan peruntukkan termasuk menjawab tantangan pembangunan di wilayah-wilayah dengan kondisi khusus seperti Batam yang memiliki kondisi tanah lunak dan sulfat. 

Selain semen rendah karbon, SIG juga memperkenalkan rangkaian solusi konstruksi yang tahan terhadap lingkungan ekstrem, mencakup semen tipe khusus, stabilisasi tanah, serta inovasi beton seperti ThruCrete (beton berpori untuk mengurangi genangan dan menyerap air langsung ke dalam tanah) dan SpeedCrete (beton cepat kering untuk perbaikan jalan) untuk meningkatkan durabilitas dan efisiensi biaya infrastruktur.

Wakil Direktur Utama SIG Andriano Hosny Panangian dalam sambutannya menegaskan komitmen Perusahaan untuk menyediakan solusi yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan. Ia berpendapat, bahwa dunia konstruksi saat ini bergerak menuju dekarbonisasi. SIG berperan aktif dalam mendukung target Net Zero Emission melalui inovasi material dan teknologi.

”Kami percaya bahwa pembangunan Batam harus selaras dengan tren global agar tetap kompetitif dan berkelanjutan. Melalui forum ini, kami mengajak seluruh pihak untuk berdiskusi aktif, menjajaki peluang proyek, dan bersama-sama mewujudkan Batam sebagai model pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Semoga seminar ini menghasilkan ide-ide strategis dan kemitraan yang berdampak nyata bagi masa depan Batam dan Indonesia,” ujar Andriano Hosny Panangian. (yad)

Ini Wujud Nyata SIG Dukung Pengembangan Fondasi Mobilitas dan Pertumbuhan Ekonomi Batam Selengkapnya

Antologi Cerpen Karya Siswa SMP “Jejak Kata Remaja” Diluncurkan, Dokter Alif : Bagai Api Kecil Nyalakan Semangat Menulis Gen Z 

GRESIK,1minute.id – Buku antologi cerita pendek (Cerpen) berjudul “Jejak Kata Remaja” telah terbit. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gresik yang meluncurkan 

buku karya sejumlah anak SMP/MTs di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik pada Kamis, 4 Desember 2025.

Istimewanya lagi, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif yang melaunching buku antologi tersebut. “Hari ini bukan sekadar launching buku, hari ini adalah penanda lahirnya generasi baru. Generasi yang tidak hanya membaca dunia tetapi juga menuliskan dunia,” kata dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gresik pada Kamis, 4 Desember 2025.

Wabup Alif mengatakan, berbicara tentang membaca dan menulis kita sebenarnya sedang membicarakan pondasi masa depan dan bangsa. Literasi bukan sekadar kegiatan belajar, tetapi sebuah kekuatan strategis yang menentukan posisi kalian dan posisi Indonesia dua puluh tahun mendatang.

“Buku ini bukan sekadar kumpulan cerita pendek, melainkan sebuah cermin keberanian, ketulusan, dan daya juang anak-anak generasi muda di Kabupaten Gresik dalam merangkai mimpi dan harapan,” ujar suami dr Shinta Puspitasari ini.

Di era gadget saat ini, ia melanjutkan, anak-anak harus pandai-pandai mencari referensi yang bagus, karena literasi sangat penting sekali. Wabup berharap kepada anak-anak untuk tidak hanya berhenti di sini. Menurutnya karya ini akan dibaca dan sebagai role model yang lain.

“Buku ini menjadi api kecil yang menyalakan semangat menulis di hati generasi muda lainnya. Karena membaca membuat kita mengenal dunia, menulis membuat dunia mengenal kita,” imbuhnya.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menguatkan semangat literasi, memperluas ruang ekspresi pelajar, dan menumbuhkan budaya menulis di lingkungan pendidikan. Jika hari ini kalian mampu menulis cerita, maka suatu hari kalian juga akan mampu menulis kebijakan, menulis inovasi, menulis sejarah, bahkan menulis arah baru Indonesia. Ia pun mengutip kata bijak, ingatlah masa depan bangsa ini tidak ditentukan oleh siapa yang paling kuat, tetapi oleh siapa yang paling mau belajar, mau membaca, mau berpikir, dan mau menulis, dan kalian telah memulainya hari ini.

“Saya mengapresiasi kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan serta kepada saudara Bambang Prakoso, yang telah membukakan pintu masa depan bagi anak-anak kita,” imbuhnya.

Di tempat sama, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gresik Budi Rahardjo mengungkapkan, anak-anak telah mengikuti program menulis dan alhamdulillah dari tulisannya ini dibentuk Antologi Cerpen kemudian dijadikan buku.

“Kami terus mendorong pembangunan kemampuan literasi anak-anak untuk melakukan pemikiran yang kreatif dan produktif untuk dituangkan menjadi tulisan yang baik sebagai motivasi bagi anak-anak yang lain,” harapnya.

Ketua Gerakan Pembudayaan Gemar Membaca (GPMB) Jawa Timur Bambang Prakoso menambahkan, anak-anak di Kabupaten Gresik mempunyai potensi yang luar biasa. Menurut Dosen Ilmu Perpustakaan sekaligus Kepala UPT Perpustakaan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya tersebut, anak-anak dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur luar biasa dalam mengimajinasikan sesuatu ke dalam tulisan.

“Dari data provinsi se-Indonesia, alhamdulillah Jawa Timur mempunyai animo yang tinggi. Semoga Gresik melahirkan penulis-penulis yang top seperti pendahulu-pendahulunya. Saya mengapresiasi perhatian khusus Dinas Perpustakaan Gresik dalam memotivasi untuk membangkitkan generasi dalam literasi.” (yad)

Antologi Cerpen Karya Siswa SMP “Jejak Kata Remaja” Diluncurkan, Dokter Alif : Bagai Api Kecil Nyalakan Semangat Menulis Gen Z  Selengkapnya

Kakek 63 Tahun asal Sidoarjo Diduga Pengedar SS Dibekuk Satresnarkoba Polres Gresik 

GRESIK,1minute.id – Perjalanan hidup lelaki berusia 63 tahun terancam tragis. Sebab, kakek asal Krian, Sidoarjo ini terancam hukuman 10 tahun kurungan. Pasalnya, ia tertangkap basah membawa sabu-sabu. Lelaki berinisial M itu ditangkap Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Gresik. 

Dari tangan kakek 63 tahun itu, anak buah  AKP Ahmad Yani, Kasatresnarkoba Polres Gresik mengamankan kristal bening diduga SS dengan berat kotor kurang lebih 1,182 gram. “Petugas menemukan gerak-gerik mencurigakan dari tersangka. Saat digeledah, yang bersangkutan kedapatan membawa satu klip sabu dengan berat bruto sekitar 0,41 gram,” ujar Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu melalui AKP Ahmad Yani pada Kamis, 4 Desember 2025.

Ia menjelaskan bahwa tersangka diamankan pada Minggu, 23 November 2025 sekitar pukul 20.00 WIB di pinggir jalan Raya Desa Semambung, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik. Malam itu, terduga disinyalir sedang transaksi jual beli barang haram tersebut. 

Dalam diinterogasi, tersangka mengakui masih menyimpan sabu lainnya di rumahnya di Dusun Badas, Desa Barengkrajan, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo. Petugas kemudian melakukan penggeledahan lanjutan. Polisi kemudian melakukan penggeledahan rumah tersangka dan mengamankan barang bukti alias barbuk, antara lain, sembilan plastik klip berisi kristal putih diduga sabu yang siap edar alias paket hemat (pahe) dengan berat kotor 1,182 gram. 

Kemudian plastik klip kosong, potongan isolasi hitam dan kertas, timbangan elektrik, bong atau alat hisap lengkap pipet, korek api, skrop dari sedotan, smartphone seta satu unit motor Honda Vario warna pink tanpa STNK.

Dari pemeriksaan, tersangka mengaku mendapatkan sabu tersebut dari seseorang berinisial CL yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO). “Kasus ini masih kami kembangkan untuk mengejar jaringan di atasnya. Tersangka saat ini sudah kami amankan untuk proses penyidikan lebih lanjut,” tegas AKP Ahmad Yani. Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Polres Gresik menegaskan komitmennya dalam memberantas peredaran narkotika, Polres Gresik mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan segala bentuk tindak pidana atau gangguan kamtibmas melalui layanan darurat Hotline Lapor Cak Roma di nomor 0811-8800-2006. (yad)

Kakek 63 Tahun asal Sidoarjo Diduga Pengedar SS Dibekuk Satresnarkoba Polres Gresik  Selengkapnya

Jemaah Padati Majelis Rebo Awal di Pesarean Nyai Ageng Pinatih, Ibu Angkat Sunan Giri Doa untuk Keselamatan Korban Bencana Aceh dan Sumatera 

GRESIK,1minute.id – Majelis Rebo Awal yang digelar di Pesarean Nyai Ageng Pinatih di Kelurahan Kebungson, Kecamatan/Kabupaten Gresik pada Rabu, 3 November 2025.

Majelis yang setiap Rabu awal bulan ini bertepatan dengan akhir tahun sekaligus memasuki tahun kedua penyelenggaraannya ini menjadi ruang spiritual bagi masyarakat di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik. Sejak siang hari warga mulai berdatangan ke Pesarean ibu angkat Sunan Giri itu. 

Acara diawali dengan Khotmil Qur’an bin Nadhor dan Amaliyah Nyai Ageng Pinatih yang dipimpin Ustad Fabino bersama Tim Mahabbatul Musthofa beserta para guru di sekolah sekitar pesarean. Menjelang sore, suasana kian khusyuk dengan pembacaan Salawat Nabi MuhammadSAW, Tahlil oleh Gus H. Romi Mubarok, serta Ngaji Budaya oleh Budayawan Gresik Kris Adji A.W. yang menyampaikan berbagai versi kisah perjalanan hidup Nyai Ageng Pinatih sebagai tokoh penyebar Islam dan penjaga nilai kemanusiaan di pesisir Gresik.

Acara yang dihadiri Camat Gresik Jalesvie Triyatmoko, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan yakni Danramil 0817/05 ; Kapolsek Kota Gresik, dan Kepala Kantor Urusan Agama (KAU) Gresik, serta lurah dan Kepala Desa (Kades) se-Kecamatan Gresik dan berbagai elemen masyarakat lainnya. Pesarehan saudagar perempuan yang pernah menjabat sebagai Syahbandar Pelabuhan Gresik, kini setingkat, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) disesaki warga untuk ngalap berkah. Jemaah  tidak hanya kirim doa bagi para leluhur, tetapi juga untuk masyarakat Aceh dan Sumatra yang tengah terdampak bencana alam. 

Doa keselamatan khusus turut dipanjatkan agar mereka diberikan perlindungan, kekuatan, dan kemudahan melewati masa sulit, terlebih di tengah intensitas musim penghujan.

Acara puncak pada malam hari ditutup dengan Mauidloh Hasanah oleh KH. Ahmad Fathoni Abdus Syukur, yang mengajak jamaah memperbanyak amal kebajikan kepada sesama dan kepada alam sebagai bentuk kesadaran spiritual yang memberi manfaat luas.

Sementara itu, Camat Gresik Jalesvie Triyatmoko menegaskan pentingnya menjaga tradisi spiritual dan budaya di tengah masyarakat. “Kegiatan doa bersama dan kajian budaya seperti ini penting untuk menjaga kekuatan spiritual sekaligus melestarikan kearifan lokal. Selain mempererat persaudaraan warga, majelis ini juga menjadi momentum untuk mendoakan keselamatan bangsa. Semoga tradisi baik ini terus terjaga dan memberi dampak positif bagi masyarakat Gresik,” kata Jalesvie.

Kepala Kelurahan Kebungson, M. Fither Kuntajaya, selaku penggagas kegiatan, menyampaikan harapannya majelis Rabo Awal bisa membawa berkah bagi masyarakat dan Indonesia. “Semoga majelis ini membawa keberkahan bagi warga Kebungson, memperkuat kebersamaan, serta menjadi wasilah doa keselamatan, termasuk bagi saudara-saudara kita di Aceh dan Sumatra yang tertimpa bencana,” kata Fither. Majelis Rebo Awal kembali menjadi bukti bahwa spiritualitas, budaya, dan kepedulian sosial dapat berjalan berdampingan, menghadirkan keteduhan dan harapan bagi seluruh masyarakat.

Lalu siapa Nyai Ageng Pinatih? Dalam buku Grissee Kota Bandar, Nyai Ageng Pinatih, syahbandar perempuan pertama di Gresik pada 1458 Masehi. Pada masa itu, Nyai Ageng Pinatih, perempuan pertama bertugas untuk memungut bea cukai dan mengawasi perdagangan asing.

Beliau adalah saudagar kaya rata yang menjadi ibu angkat Sunan Giri. Monumen jangkar sebagai tetenger masa kepemimpinan di depan terminal penumpang di Pelabuhan Gresik masih dipajang dan terawat baik. (yad)

Jemaah Padati Majelis Rebo Awal di Pesarean Nyai Ageng Pinatih, Ibu Angkat Sunan Giri Doa untuk Keselamatan Korban Bencana Aceh dan Sumatera  Selengkapnya