GRESIK,1minute.id – Satuan Polisi Air (Satpolair) Polres Gresik bersama Dinas Perikanan Gresik membongkar dua rumpon di perairan Kali Pandian, Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik. Langkah tegas itu dilakukan tim gabungan untuk mencegah konflik antarnelayan di perairan Gresik Utara.
Dua rumpon itu dibongkar oleh tim gabungan karena disinyalir melanggar batas wilayah tangkap nelayan Desa Pangkah Wetan, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik. Kegiatan itu merupakan respons terhadap meningkatnya tensi di antara dua kelompok nelayan akibat dugaan pelanggaran batas wilayah penangkapan ikan.
Dua rumpon milik nelayan Randuboto Sidayu dinilai telah melewati area perairan yang menjadi hak tangkap nelayan Pangkah Wetan. Dalam kegiatan tersebut, tim gabungan fokus pada tiga sasaran utama, yakni : Pembongkaran Rumpon, Penertiban dilakukan terhadap dua unit rumpon milik nelayan Randuboto, Sidayu yang dipasang melebihi batas wilayah perairan Pangkah Wetan.
Pencegahan konflik, upaya meredam potensi bentrok antara kedua kelompok nelayan agar stabilitas dan keamanan laut tetap terjaga. Terakhir, verifikasi batas wilayah, pengecekan dan klarifikasi terhadap patok batas wilayah tangkap ikan guna menghindari kesalahpahaman di masa mendatang.
Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak untuk memastikan proses berjalan aman dan sesuai prosedur. Hadir dalam kegiatan tersebut dua anggota ABK Kapal X-1017 Satpolair Polres Gresik yang bertugas melakukan pengamanan, Muh. Nur Faith Zulkarnain dari Dinas Perikanan Gresik yang memberikan pendampingan teknis, serta Ketua Rukun Nelayan Randuboto, Sidayu, Safi’i yang mendampingi pelaksanaan pembongkaran bersama lima perahu nelayan lokal.
Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu, melalui Kasatpolair Polres Gresik Iptu Arifin, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk pencegahan dini agar konflik horizontal tidak terjadi di kalangan nelayan.
Aksi pembongkaran ini diharapkan menjadi solusi konkret untuk mengatasi sengketa batas wilayah tangkap ikan. “Kami ingin memastikan seluruh nelayan dapat beraktivitas dalam koridor hukum yang berlaku, sehingga potensi konflik di perairan Gresik dapat diminimalisir,” ujar Iptu Arifin.
Dengan langkah kolaboratif antarinstansi dan nelayan, pemerintah daerah berharap perairan Gresik tetap menjadi wilayah tangkap yang produktif, tertib, dan damai, tanpa gesekan antarkomunitas nelayan. (yad)
GRESIK,1minute.id – Institut Français Indonesia (IFI) Wijaya Jakarta menggelar pameran lukisan bertemakan “La Vie En Rose” di Jakarta. Puluhan pelukis nasional ambil bagian dalam pameran dibuka oleh Bozra Yohanes owner Dame Hauma & Art Collector ini.
Pemeran La Vie En Rose ini berlangsung pada 13 hingga 31 Oktober 2025 ini. Para pelukis yang ikut menyemarakan pameran ini, antara lain, Syis Paindow, Ghanyleo, dan Jono Sugihartono. Kemudian, Qurnila Hvrmas, Firmina Mikael, Natasha Laksmana, Wita Wilkes, Daniel Simson ES, Emje, Fayyas dan H.M. Riyanto.
Haji Muhammad Riyanto adalah satu-satunya pelukis yang tinggal di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Pada pameran ini, Riyanto yang alumnus Pondok Pesantren Roudlotut Tholibin Al-slamiyah asuhan KH. Muhammad Bashori Mansyur, Tambak Osowilangun, Surabaya ini memamerkan dua adikaryanya. Riyanto mengusung karya ciri khasnya yang selalu baru, “France In the world”.
“Karya ini mengcover semua yang ada di Prancis, kota-kota peninggalannya , seniman komposer, semua jenis makanan,minuman yang ada di sana. Dengan khasnya karya itu bisa berputar 360 derajat sehingga interaksi dengan penikmat seni bisa maksimal,” kata Riyanto melalui pesan WhatsApp pada Ahad, 26 Oktober 2025.
Karya H.M Riyanto, satunya selalu unik dengan membuat karya sebuah konser musik komposer Maurice Ravel dari Prancis bersama pemusik dari Indonesia dengan alat musik asli Indonesia.
“Dan dengan bantuan AI karya lukisan ini bisa bergerak cukup dengan indah dan mengagumkan, scan barcode langsung play,” terang pelukis pernah belajar kaligrafi di KH.M Faiz Abdur Razaq, Khattat International dari Bangil itu. Syarah H. Andriani, Kepala Cabang IFI Wijaya Jakarta pun terpukau dengan karya seniman asal Gresik ini. (yad)
GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik dr. Asluchul Alif menghadiri Festival Sate Kerang yang dirangkai dengan peresmian Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik pada Sabtu, 25 Oktober 2025.
Sebanyak 2.025 tusuk sate kerang disusun membentuk tumpeng setinggi 1,5 meter lalu dibagikan gratis kepada masyarakat. Momen ini menjadi daya tarik utama karena turut mengangkat potensi kuliner khas pesisir.
Kegiatan yang digelar di Dermaga Minapolitan Desa Randuboto tersebut turut dihadiri Anggota Komisi XI DPR RI Thoriq Majiddanor, Ketua DPRD Gresik M. Syahrul Munir, Kepala Dinas PMD Abu Hassan, Kepala Dinas Perikanan Arif Wicaksono, serta Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Gresik dr. Shinta Puspitasari.
Dalam sambutannya, Wabup Asluchul Alif mengapresiasi kreativitas dan kolaborasi yang dilakukan pemerintah desa (Pemdes) Randuboto dan karang taruna. Menurutnya, festival ini menjadi wadah bagi para pelaku UMKM untuk mempromosikan dan mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan. “Kolaborasi ini sangat bagus dan kreatif, festival seperti ini bukan hanya sekadar hiburan tapi juga mendorong perekonomian masyarakat pesisir,” ujar dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif.
Sementara itu, peresmian Koperasi Desa Merah Putih Desa Randuboto berlangsung meriah. Menurut Wabup, KDMP juga menjadi instrumen penting dalam menopang sektor ekonomi utama di Desa Randuboto, khususnya dalam memenuhi kebutuhan warga.
“Saya mengapresiasi KDMP Desa Randuboto yang telah menyediakan juga kebutuhan untuk perikanan, pertanian, dan peternakan. Koperasi ini dapat menjadi solusi pengembangan ekonomi yang berkelanjutan, sejalan dengan potensi sektor perikanan, pertanian, dan peternakan di Desa Randuboto,” ungkapnya.
Rencana Pemerintah Desa dalam mengembangkan Koperasi Merah Putih bekerja sama dengan Koperasi Sunan Drajad yang akan segera membuka gerai. “Saat ini di Kabupaten Gresik yang membuka gerai sudah 86 KDMP, jika gerai yang dibangun KDMP Desa Randuboto selesai maka bertambah menjadi 87,” katanya.
Di tempat yang sama, Ketua DPRD Gresik M. Syahrul Munir juga mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, sinergi antara pemerintah desa, pemuda desa, dan media akan memberikan dampak positif dalam membangun citra dan branding desa.
“Kolaborasi dengan media itu penting. Berita-berita positif seperti ini bisa memperkuat citra desa dan menginspirasi daerah lain,” katanya.
Pada kesempatan itu, Kepala Desa Randuboto Andhi Sulandra menjelaskan bahwa festival ini juga dirangkai dengan peresmian Kopdes Merah Putih (KDMP) dan panen perdana udang vaname sebagai wujud ketahanan ekonomi desa. “Alhamdulillah, antusiasme masyarakat luar biasa. Tak sampai lima menit, 2.025 tusuk sate kerang langsung habis dibagikan,” ujar dia.
Pihaknya menambahkan, potensi kerang di Randuboto memang sangat besar karena wilayahnya memiliki garis pantai berlumpur yang subur. Selain kerang, nelayan juga banyak menghasilkan ikan sembilang dan komoditas perikanan lainnya. “Melalui festival ini, kita ingin memperkenalkan produk unggulan nelayan dan UMKM pesisir. Semoga tahun depan bisa lebih besar dan menarik lebih banyak pengunjung,” harapnya.
Sebagai wujud dukungan pemerintah daerah dalam mendukung ketahanan pangan, Wabup Alif juga berkesempatan melakukan panen udang vaname di tambak yang dikelola BUMDes Randuboto di Dusun Ujung Timur atau Brangwetan bersama jajaran Muspika Sidayu menggunakan mini ferry. (yad)
GRESIK,1minute.id – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Gresik berkolaborasi dengan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) serta Bea Cukai Gresik mengirimkan produk unggulan UMKM ke China.
Sebanyak 18 produk bahari hasil kurasi tersebut telah diseleksi oleh eksportir berpengalaman untuk mengikuti pameran internasional “Sea Food Expo 2025” di Qingdao, China.
Ketua Dekranasda Gresik Nurul Haromaini Ali menyampaikan, kegiatan hasil kolaborasi Dekranasda, Diskoperindag dan Bea cukai dalam meningkatkan peran UMKM Gresik. “Dengan kolaborasi ini, tidak hanya di pasar lokal tapi produk UMKM bisa menembus pasar internasional. Kita terkenal dengan potensi hasil lautnya, di sinilah kita mengenalkan produk-produk bahari khas Gresik ke pasar luar,” ujar Ning Nurul, sapaan, Nurul Haromaini Ali di Galeri Dekranasda Gresik Jalan Basuki Rahmat, Gresik.
Ia percaya bahwa produk-produk UMKM, khususnya olahan hasil laut, memiliki kualitas yang mampu bersaing dengan produk luar negeri. “Dengan peran pemerintah dan pihak terkait harus saling mendukung, bagaimana kita semua bersinergi bisa membawa UMKM Gresik go internasional,” ucap ibu dua anak itu.
Sementara itu, Imanda, perwakilan dari perusahaan eksportir PT Aji Bakuh Anugrah, menjelaskan bahwa produk-produk olahan UMKM Gresik telah melalui proses kurasi yang ketat dan memenuhi standar internasional. “Dengan produk yang sudah kami kurasi secara ketat, produk hasil olahan UMKM Gresik tidak hanya enak rasanya dan otentik, tetapi juga dari kemasan dan logistiknya sudah masuk standar internasional,” jelasnya.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen bersama antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan pihak swasta untuk memperluas pasar UMKM Gresik hingga ke kancah global. (yad)
GRESIK,1minute.id – Aroma kuliner khas nusantara membuat para pengunjung Gressmall di ajang Pesona Rasa dan Budaya Nusantara “ngiler”. Ada puluhan jenis makanan khas nusantara racikan para UMKM disajikan dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Akselerasi Produsen Makanan Minuman Jawa Timur (APMMJ Korwil Gresik) dengan dukungan penuh dari Gressmall itu dihelat pada 23-24 Oktober 2025.
Kegiatan ini juga melibatkan Paguyuban Prima Lestari, binaan Pertamina Lubricants yang beranggotakan kader-kader UMKM dari berbagai kelurahan di Kecamatan Gresik, antara lain, Kebungson, Pekauman, Sukorame, Kemuteran, dan Sidokumpul.
Acara ini bukan sekedar pameran produk. Di dalamnya terdapat beragam kegiatan menarik seperti pameran supplier kebutuhan usaha kuliner dan UMKM, demo baking dan cooking, pelatihan digital marketing berbasis AI, hingga lomba senam kreasi yang menambah semarak suasana.
Menurut Roro Fitri, kegiatan ini diharapkan menjadi pemicu (trigger) bagi para pelaku UMKM agar terus berkembang dan mampu naik kelas. “Kami ingin UMKM Gresik tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh berkelanjutan dengan semangat inovasi dan kolaborasi,” ujar pelaku UMKM asal Kelurahan Kebungson itu.
Sementara itu, Kepala Kelurahan Kebungson, Kecamatan Gresik M. Fither Kuntajaya, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap ajang ini.
“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk membuka wawasan dan jejaring bagi pelaku UMKM lokal. Kami berharap para kader UMKM binaan Kebungson dapat terus berkreasi dan membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi,” ungkapnya. Melalui gelaran ini, Pesona Rasa dan Budaya Nusantara menjadi bukti nyata bahwa kekayaan kuliner dan budaya lokal bisa menjadi jembatan menuju kemajuan ekonomi kreatif di Gresik. (yad)
GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik secara resmi mengumumkan pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Pengumuman itu disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang digelar di Ruang Mandala Bhakti Praja, Kantor Bupati Gresik pada Jumat, 24 Oktober 2025.
Acara sosialisasi dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Asluchul Alif, dan Sekretaris Jenderal Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (KemenPKP) Didyk Choiroel.
Kegiatan ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari ASN, pelaku UMKM, buruh, guru, nelayan, pengemudi ojek online, hingga asosiasi pengembang perumahan. Kehadiran lintas profesi ini menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat terhadap program pembiayaan yang inklusif dan berkeadilan.
Dalam sambutannya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan, bahwa Pemkab Gresik berkomitmen menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat kecil, khususnya dalam kepemilikan rumah.
“Banyak masyarakat kita yang ingin punya rumah, tapi terkendala biaya di awal, terutama BPHTB. Karena itu, Pemkab Gresik mengambil langkah tegas untuk menggratiskan BPHTB sebesar 5 persen bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Harapannya, ini bisa meringankan beban mereka dan semakin banyak warga Gresik yang bisa punya rumah sendiri,” ujar Gus Yani, sapaan, Fandi Akhmad Yani.
Ia menambahkan, kebijakan ini juga merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program pemerintah pusat. “Program FLPP dari pemerintah pusat ini sangat baik, dan kami ingin memastikan masyarakat Gresik bisa ikut merasakan manfaatnya. Jadi, kami dukung penuh dengan kebijakan pembebasan BPHTB supaya akses rumah bersubsidi makin terbuka luas,” tambahnya.
Program FLPP sendiri merupakan pembiayaan perumahan dari pemerintah pusat dengan bunga tetap 5 persen selama 20 tahun. Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah memiliki rumah layak huni dengan harga terjangkau.
Kebijakan pembebasan BPHTB ini tertuang dalam Peraturan Bupati Gresik Nomor 2 Tahun 2025, yang secara resmi menghapus beban BPHTB sebesar 5 persen yang sebelumnya menjadi tanggungan masyarakat. Dengan kebijakan ini, warga MBR dapat memiliki rumah bersubsidi tanpa terbebani biaya tambahan.
Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menyoroti pentingnya tanggung jawab moral pengembang dalam menjaga kualitas perumahan bersubsidi.
“Kami berharap para pengembang perumahan dapat jujur dalam membangun rumah yang layak huni, bukan sekadar mengejar keuntungan. Kualitas hunian adalah hak dasar masyarakat yang harus dijaga,” ujarnya.
Di sisi lain, Sekretaris Jenderal KemenPKP Didyk Choiroel memberikan apresiasi atas langkah progresif Pemkab Gresik yang dinilai selaras dengan kebijakan pemerintah pusat.
“Program 3 juta rumah yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo terus didorong. Tahun ini pemerintah menargetkan 350.000 unit, meningkat dari 220.000 unit tahun sebelumnya. Jawa Timur, termasuk Gresik, menjadi salah satu wilayah dengan serapan FLPP yang masih rendah dan kami berharap ke depan angka tersebut dapat terus ditingkatkan,” jelasnya.
Didyk juga mengimbau masyarakat untuk memastikan legalitas dan ketersediaan rumah subsidi melalui laman resmi sikumbang.kemenperin.go.id.
Melalui kebijakan pembebasan BPHTB ini, Pemkab Gresik menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh program perumahan nasional. Langkah ini tidak lain untuk membantu masyarakat memperoleh hunian yang layak dan terjangkau. (yad)
GRESIK,1minute.id – Jalan Tol Serang – Panimbang menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN). Proyek ini ditargetkan dapat beroperasi secara menyeluruh pada 2027, sehingga dapat menjadi stimulus pertumbuhan ekonomi baru di Provinsi Banten, khususnya Banten Tengah dan Selatan.
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) turut berkontribusi dalam pembangunan jalan Tol Serang – Panimbang dengan memasok 98.000 ton semen hingga September 2025.
Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni mengatakan, kontribusi dalam proyek Tol Serang – Panimbang mempertegas komitmen SIG untuk terus menjadi bagian kesuksesan pembangunan infrastruktur nasional, serta mendukung percepatan pertumbuhan dan pemerataan ekonomi hingga ke daerah terpencil.
“SIG bangga dapat berkontribusi dalam proyek Tol Serang – Panimbang yang akan mendukung pergerakan ekonomi Banten. Tol yang melintasi 4 kabupaten/kota meliputi Kota Serang, Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak, dan Kapubaten Pendeglang ini akan membuka akses ke daerah rural, serta mempermudah mobilitas masyarakat dan barang untuk menekan biaya logistik,” kata Vita Mahreyni.
Membentang sepanjang 83,67 km, Tol Serang – Panimbang terbagi menjadi 3 Seksi yakni, Seksi 1 Serang – Rangkasbitung (26,5 km) yang telah beroperasi sejak Desember 2021, serta Seksi 2 Rangkasbitung – Cileles (24,17 km) dan Seksi 3 Cileles – Panimbang (33 km) yang masih dalam tahap konstruksi. Kehadiran jalan tol ini akan mengurangi waktu perjalanan dari Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) menuju Banten Tengah dan Selatan yang semula 3 – 4 jam menjadi hanya 1 – 2 jam.
Keberadaan Tol Serang – Panimbang juga akan mempermudah akses menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung di Kecamatan Panimbang, Pandeglang, Banten. Sebuah KEK pariwisata pertama yang memiliki beragam potensi pariwisata, mulai dari keindahan alam pantai, keragaman flora dan fauna, serta kekayaan budaya. Kemudahan akses ini akan membuat KEK Tanjung Lesung sebagai alternatif tujuan wisata sehingga mendorong jumlah pengunjung, mendukung kemajuan UMKM, dan menyerap tenaga kerja.
Vita Mahreyni menambahkan, SIG memasok semen UltraPro yang sudah terbukti kokoh menopang konstruksi berbagai proyek nasional, di antaranya Jakarta International Stadium, Jalan Tol Trans Sumatra, Jalan Tol Semarang – Demak, Jalan Tol Balikpapan – Samarinda, Yogyakarta International Airport, Thamrin Nine Highrise Building, Kereta Cepat Whoosh, dan LRT Jakarta.
Produk SIG ini memberikan kemudahan dalam pengerjaan dan hasil akhir dengan kekuatan optimal yang membuatnya cocok diaplikasikan dalam konstruksi kokoh yang membutuhkan kuat tekan awal dan akhir yang tinggi.
”SIG masih memiliki banyak ragam solusi bahan bangunan lainnya yang dapat disesuaikan dengan berbagai kebutuhan. Didukung fasilitas operasional yang luas, SIG siap menjadi ujung tombak dalam menyukseskan pembangunan di Indonesia,” ujar Vita Mahreyni. (yad)
GRESIK,1minute.id – Satuan Polisi Lalu Lintas Polres Gresik meraih dua penghargaan dalam Lomba Kampung Tertib Lalu Lintas dan Lomba Kawasan Tertib Lalu Lintas yang digelar oleh Polda Jawa Timur.
Dua penghargaan itu, yakni, Juara Harapan 2 Lomba Kampung Tertib Lalu Lintas dan Juara Kategori Terbersih Lomba Kawasan Tertib Lalu Lintas. Penganugerahan penghargaan yang dihadiri Waka Polda Jatim Brigjend Pol Pasma Royce, Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Iwan Saktiadi serta para Kasat Lantas dan Kanit Kamsel dari seluruh jajaran Polda Jatim digelar Gedung Serbaguna Polresta Sidoarjo pada Jumat, 24 Oktober 2025.
Kasatlantas Polres Gresik AKP Rizki Julianda Putera Buna, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kerja keras seluruh personel serta dukungan masyarakat Gresik yang turut berperan dalam menciptakan budaya tertib berlalu lintas.
“Penghargaan ini adalah hasil kerja kolektif antara personel di lapangan dan masyarakat. Semoga menjadi penyemangat kami untuk terus berinovasi dan menghadirkan pelayanan terbaik,” ujarnya.
Prestasi ini menjadi bukti nyata komitmen Satlantas Polres Gresik dalam mendukung program keselamatan berlalu lintas serta mewujudkan kawasan yang aman, nyaman, dan berbudaya tertib di wilayah hukum Kabupaten Gresik. (yad)
GRESIK,1minute.id – Puncak Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025 siswa dan guru SMK PGRI 1 Gresik Bersalawat bareng Jemaah Siji (Silaturrahim Jumat Isuk) dan Ngaji Kitab Riyadus Sholihin pada Jumat, 24 Oktober 2025.
Ngaji bareng dipimpin oleh Pengasuh Majelis Siji Bersholawat Abuya KH. Muhammad Zainul Amin Ismail Al-Makki berlangsung khidmat. Ribuan siswa, jemaah melantunkan selawat Nabi Muhammad SAW serta kirim doa kepada orang tua, guru. Serta ngaji Kitab Fathul Qorib Al-Mujib.
“Alhamdulillah, rangkaian Hari Santri Nasional, sempat hadir beberapa Kiai Sepuh di SMK PGRI 1 Gresik untuk Silaturrahim dan Sholawat Nabi Bersama,” ujar Kepala SMK PGRI Gresik Arief Susanto. Dalam kesempatan tersebut, mantan Ketua PGRI Gresik ini juga menghaturkan terima kasih atas kehadiran Pengasuh Majelis Siji Bersholawat Abuya KH. Muhammad Zainul Amin Ismail Al-Makki, para kiai dan seluruh jemaah Siji.
“Sebagai rasa syukur, saya sebagai Pimpinan di SMK PGRI Gresik mengucapkan terima kasih, terima kasih, dan terima kasih yang sebesar-besarnya Panjenengan semua berkenan hadir di sekolah kami. Semoga kita semua senantiasa dilimpahkan kesehatan dan menjadi hamba Allah yang Qonaah,” katanya.
Sementara salah satu anggota Jamaah Siji H. Mohammad Nasir mengaku bersyukur berkesempatan mengikuti Majelis Siji Bersholawat Bersama SMK PGRI Gresik. Kegiatan bersholawat ini menjadikan hatinya merasa adem, sejuk, dan dekat dengan Nabi Muhammad SAW serta Allah SWT.
“Matur nuwun Pak Arief Kepala SMK PGRI Gresik. Dan seluruh Pengasuh Majelis Siji Bersholawat,” katanya sambil menyebut sejumlah nama antara lain, KH Muhammad Zainul Amin Ismail Al-Makki ; Habib Ahmad, Kiai Abdus Syukur, KH Anam Rissa, KH. Abdul Rochim, KH Ainul Rofiq, dan KH Zakariah Ansori. Kemudian, KH Najmul Hilmi, K.H. Abdul Adhim; KH M.Mahsun, Ahmad Suyuthi, Ustad Khuluk Farhan, Ustad Mafrudi serta seluruh jemaah Siji. (yad)
GRESIK,1minute.id – Sidang lanjutan perkara pemalsuan dokumen pengurusan Sertifikat Hak Milik (SHM) dengan terdakwa Resa Andrianto, seorang Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT)/Notaris dan Adhienata Putra Deva, asisten surveyor atau juru ukur BPN Gresik memasuki tahapan akhir. Pembacaan putusan pada Kamis, 23 Oktober 2025.
Ruang sidang di Pengadilan Negeri (PN) Gresik penuh pengunjung. Sebagian ada memilih berdiri. Sebagaian lagi, ada memilih nguting di luar ruang sidang. Suhu pendingin ruangan diturunkan dibawah 20 derajat celsius. Mereka penasaran ingin mengetahui hasil putusan perkara yang menjadi perhatian publik di Kota Industri, sebutan lain, Kabupaten Gresik ini.
Sebab, sidang beberapa pekan sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik menuntut terdakwa Resa, yang berprofesi sebagai notaris ancaman hukuman 4 tahun penjara. Sedangkan, terdakwa Deva yang eks juru ukur BPN Gresik dituntut 3 tahun penjara.
Hal itu lah yang menjadikan masyarakat penasaran sehingga ingin mengetahui vonis Majelis Hakim yang diketuai oleh Sarudi tersebut. Setelah majelis menetapkan sidang terbuka untuk umum kemudian majelis membacakan amar putusan setebal lebih kurang 10 centimeter. Butuh waktu lebih kurang 20 menit, majelis membacakan amar putusan untuk kali pertama yakni terdakwa Resa Andrianto.
Pengunjung sidang terdiam mencermati pertimbangan majelis yang dibacakan oleh tiga hakim secara bergantian itu. Majelis menjlentrehkan fakta-fakta yang terungkap di persidangan. Diuraikan pada putusan, tidak ada bukti bahwa terdakwa Resa Andrianto menggunakan atau surat dokumen pengurusan sertifikat yang ajukan saksi korban Tjon Cien Sin.
BEBAS ; (ki-ka) Terdakwa Deva mengalami kuasa hukumnya dan Terdakwa Resa Andrianto mengalami tim kuasa hukumnya usai sidang pembacaan amar putusan di Pengadilan Negeri (PN) Gresik pada Kamis, 23 Oktober 2025 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)
Semua dokumen dan surat pengajuan pengukuran ulang dan pergantian blangko SHM No.149 Desa Manyarejo Kecamatan Manyar dimana ada tanda tangan saksi korban dipalsukan semuanya dilakukan oleh Budi Ryanto, ayah terdakwa Resa.
“Tidak ada saksi dan bukti yang dapat menerangkan kalau tanda tangan milik pemohon Tjon Cien Sin dipalsukan oleh terdakwa. Dengan demikian unsur perbuatan melawan hukum yang didakwakan pada pasal 263 KUHP tidak terbukti,” jelasnya. Terkait adanya kerugian yang ditumbulkan, Majelis hakim juga mengatakan bahwa pihak BPN kabupaten Gresik telah mengembalikan semula luas tanah milik saksi korban dari 32.750 M² berkurang menjadi 2291 M² sehingga menjadi 30.459 M².
“Fakta dipersidangan mengatakan bahwa Sertifikat No.149 milik saksi korban Tjon Cien Sin sudah dilakukan pengukuran ulang dan luas tahahnya dikembalikan semula menjadi 32 759 M². Dengan demikian unsur kerugian atas perkara tersrbut tidak terbukti,” jelasnya. Ditambahkannya, pada perkara ini terdakwa tidak terbukti melakukan permohonan pengukuran ulang pada BPN. Kantor notaris milik terdakwa dijadikan tempat oleh Budi Ryanto yang merupakan ayah kandung terdakwa.
Saat penerimaan berkas permohonan dan tidak ada bukti kalau paraf berkas permohonan ditanda tangani oleh terdakwa Resa Andrianto. Atas pertimbangan itu, majelis hakim menyebutkan bahwa terdakwa Resa Adrianto tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pemalsun dokumen pengurusan SHM yang dituduhkan Jaksa Penuntut Umum (JPU).
“Membebaskan terdakwa dari semua dakwaan jaksa. Memulihkan harkat dan martabat terdakwa dihadapan hukum dan memerintahkan agar terdakwa dikeluarkan dari tahanan,” tegas Sarudi saat membacakan putusan. Pengunjung sidang yang mayoritas kolega terdakwa Resa pun mengucapkan rasa syukur. “Alhamdulillah,” teriak seorang pengunjung di luar ruang sidang.
Usai jeda azan Maghrib, majelis melanjutkan sidang berikutnya dengan terdakwa Adhienata Putra Deva selaku asisten surveyor atau juru ukur BPN Gresik (honorer). Pertimbangan hukum yang sama juga diuriaikan Majelis hakim atas terdakwa Adhienata Putra Deva selaku asisten surveyor atau juru ukur BPN Gresik (honorer)
“Tidak ada bukti dan fakta dipersidangan kalau terdakwa Adhienata Putra Deva melakukan tindak pidana yang didakwakan Jaksa. Membebaskan terdakwa dari semua dakwaan,” jelas Sarudi.
Atas Vonis ini, kedua terdakwa menerima. Sedangkan JPU Immamal Mutaqin mengatakan akan menempuh upaya hukum kasasi. Usai sidang, Retno Sari Sandra Lukito selaku juru bicara kuasa hukum terdakwa Resa mengatakan bahwa putusan Majelis hakim sangat mewakili rasa keadilan. Pasalnya dari fakta-fakta dipersidangan sangat jelas bahwa terdakwa tidak pernah melakukan perbuatan pidana yang didakwakan.
“Kami mewakili terdakwa mengucapkan terimakasih atas putusan bebas ini. Pada amar putusan sangat jelas bahwa hakim bertindak adil. Pertimbangan hukum dari Majelis hakim mewakili rasa keadilan,” ujarnya.
Sementara itu, Djohan Widjaja selaku kuasa hukum dari Tjong Cien Sin mengatakan bahwa pihaknya menghormati putusan bebas ini. Akan tetapi menurutnya, ada peristiwa hukum yang diabaikan dalam pertimbangan Mejelis hakim. “Terdakwa Resa itu sangat jelas ada peran pada perkara ini. Seharusnya Resa bisa dipidana karena telah membiarkan ayahnya Budi Ryanto yang saat ini menjadi tersangka dan DPO untuk melakukan perbuatan pidana memakai kantor Notarisnya,” jelasnya.
Masih menurutnya, pihaknya menghormati putusan hakim dan mendukung langkah JPU untuk melakukan upaya kasasi. “Pada perkara ini sangat jelas ada unsur pidananya. Akan tetapi pertimbangan Majelis hakim beda dan kita dukung langkah kasasi dari Jaksa,” pungkasnya. (yad)