Pertama di Malang, TAMENG, Living Lab Berbasis Masyarakat Binaan Petrokimia Gresik 

GRESIK,1minute.id – Tawangargo Smart-Eco Farming Village atau juga dikenal dengan nama TAMENG kini bertransformasi menjadi Living Lab berbasis masyarakat sebagai Model Kolaborasi Inklusif dalam inovasi berkelanjutan, dan menjadi yang pertama dikembangkan oleh petani binaan Petrokimia Gresik di Kabupaten Malang.

Tawangargo Smart-Eco Farming Village telah berhasil menjadi solusi pertanian hortikultura dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Mampu mendongkrak produktivitas hortikultura ini terus berkembang.

“Living Lab ini digerakkan langsung oleh masyarakat. Di sini kami sebagai petani bukan hanya menjadi objek, tapi bertindak sebagai subjek yang melakukan penelitian dan uji coba nyata untuk pertanian berkelanjutan,” ujar Karmukit, salah satu local hero program TAMENG di Malang pada Kamis, 9 Oktober 2025.

Sebagai Living Lab, tambahnya, TAMENG sekarang telah menjadi wadah bagi petani, peneliti, mahasiswa, hingga komunitas duduk bersama untuk menghadirkan solusi pertanian. Di sini ide-ide diuji, teknologi sederhana diterapkan, dan inovasi lahir dari upaya bersama untuk membuat perubahan. Berbagai kolaborasi dilakukan dengan tujuan meningkatkan praktik pertanian berkelanjutan. 

“Banyak sekali transformasi yang kami lakukan. Alhamdulilah TAMENG sekarang berkembang menjadi research center berbasis komunitas dari yang awalnya hanya desa hortikultura biasa. Pertanian dan peternakan di wilayah ini sekarang terintegrasi dengan wisata edukasi pertanian. TAMENG membuktikan bahwa desa bisa menjadi pusat inovasi. TAMENG menjadi inspirasi bahwa masa depan pertanian Indonesia bisa dimulai dari desa,” ujar Karmukit.

Program ini dimulai tahun 2022, melibatkan 35 petani yang tergabung dalam kelompok Agronova Vision. TAMENG sejak awal didukung oleh Petrokimia Gresik, untuk mengajak petani menerapkan teknik climate smart agriculture yang tidak hanya menjaga keberlanjutan pertanian hortikultura, tetapi juga meningkatkan pendapatan petani. Kegiatan ini mencakup seluruh proses dari mulai pembibitan, persemaian, penanaman, panen, hingga penjualan.

Program ini sekarang terus berkembang dan bertransformasi menjadi pusat hortikultura yang modern dan ramah lingkungan diantaranya penggunaan solar cell untuk menghidupkan berbagai alat dan mesin pertanian (alsintan) seperti pompa air, water drip, sprinkle dan lainnya. TAMENG saat ini juga memiliki rumah pengolahan limbah.

Para petani TAMENG memiliki aktivitas dalam mengelola limbah pertanian maupun rumah tangga dengan pemilahan organik dan anorganik. Limbah organik yang berasal dari limbah panen sayur diolah menjadi berbagai produk seperti plant booster (POC), agensia hayati, dan pakan ternak.

Selain itu, limbah sayur yang masih layak konsumsi dimanfaatkan oleh istri petani menjadi berbagai macam produk olahan seperti mie sayur, keripik sayur, dodol sayur, dan lainnya. Selain itu, kelompok juga membuka warung bagi pengunjung dengan memanfaatkan hasil panen di area Program TAMENG.

“Khusus limbah anorganik dikelola langsung oleh Bank Sampah dan dijual kepada pengepul. Kami juga memilah limbah B3 untuk dipisahkan agar tidak berbahaya,” ujar Karmukit.

Sementara untuk meningkatkan pendapatan, tambahnya, kelompok mengembangkan lini usaha peternakan dengan budidaya domba serta budidaya ikan dan azolla. Selain itu, kelompok juga mengembangkan budidaya cacing untuk menghasilkan pupuk kascing serta cacing yang dimanfaatkan sebagai pakan ikan. Selain itu, budidaya kascing juga mampu menyerap limbah pertanian.

Petani binaan juga mengembangkan kawasan agrowisata sebagai sarana edukasi sekaligus rekreasi bagi masyarakat luas. Wisatawan merasakan pengalaman langsung memetik sayur dan buah segar dari kebun. Kegiatan ini dilengkapi dengan paket edukasi pertanian ramah lingkungan, pelatihan sederhana tentang budidaya hortikultura, hingga pengenalan produk olahan hasil panen.

Program TAMENG yang telah dipilih oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia untuk program Closed Loop, atau program kolaborasi multi-stakeholder ini juga menggandeng BUMDes Sumber Rejeki sebagai kios produk pertanian guna meningkatkan perekonomian masyarakat. Produk Agronova Vision seperti plant booster dan agensia hayati juga dijual di kios BUMDes.

“Living Lab ini menjadikan TAMENG sebagai ekosistem pertanian hortikultura dari hulu hingga hilir yang mampu meningkatkan kemandirian petani, serta mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional,” tutup Karmukit.

Terakhir, ia menyampaikan terima kasih atas dukungan dan pendampingan yang diberikan Petrokimia Gresik kepada petani TAMENG dari awal program ini hingga sekarang. Disampaikannya, Petrokimia Gresik senantiasa mendorong untuk kreatif dan inovatif dalam menyelesaikan setiap tantangan.

“Berkat dukungan dan pendampingan ini, TAMENG tidak hanya menjadi solusi pertanian hortikultura yang selalu dihadapkan pada problem perubahan iklim, tapi memiliki peran lebih besar lagi dalam mendukung kemajuan pertanian di Tanah Air dan mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional,” pungkasnya. (yad)

Pertama di Malang, TAMENG, Living Lab Berbasis Masyarakat Binaan Petrokimia Gresik  Selengkapnya

Pertama, Posyandu ILP Sedap Malam Duduksampeyan Berikan Layanan Semua Siklus Kehidupan

GRESIK,1minute.id – Angka stunting di Kabupaten Gresik menunjukkan tren menurun. Pemkab Gresik terus berupaya menurunkan angka stunting hingga satu digit. Sejumlah kegiatan dilaksanakan untuk mencapai target itu. Diantaranya, melakukan Pembinaan Posyandu dan Pelacakan Stunting di Balai Desa Samirplapan, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik pada Kamis, 9 Oktober 2025.

Kegiatan itu dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Gresik yang juga Ketua Pembina Posyandu Nurul Haromaini Ali ; Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) dr. Shinta Puspitasari, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik dr Mukhibatul Khusnah serta para istri Forkopimda Kabupaten Gresik. Rombongan kali pertama meninjau kegiatan Posyandu ILP (Integrasi Layanan Primer) Sedap Malam yang menerapkan sistem lima meja posyandu.

Mereka meninjau tempat pendaftaran, penimbangan dan pengukuran, pencatatan, pelayanan kesehatan, serta penyuluhan.  Di posyandu  ILP Sedap Malam ini memberikan layanan kesehatan terpadu bagi seluruh kelompok usia, mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan balita, usia sekolah, remaja, hingga lansia.

Berikutnya, dilanjutkan dengan kunjungan ke rumah balita dengan diagnosis stunting. Dalam kunjungan tersebut dilakukan pemeriksaan kesehatan sekaligus penjemputan menuju posyandu untuk mendapatkan layanan lanjutan. Rangkaian kegiatan ini juga disertai dengan pemberian sembako dan makanan tambahan bagi keluarga sasaran.

Ketua Pembina Posyandu Kecamatan Duduksampeyan dr. Syifa menjelaskan, bahwa di wilayahnya terdapat 58 posyandu dengan 360 kader aktif. Sementara di Desa Samirplapan ada tiga posyandu dengan 20 kader. Ia juga menyampaikan posisi angka stunting Kecamatan Duduksampeyan di Kabupaten Gresik.

Sementara itu, Pembina Posyandu Kabupaten Gresik Nurul Haromaini Ali menegaskan bahwa Posyandu ILP merupakan wujud inovasi layanan yang menyentuh seluruh siklus kehidupan. “Posyandu ILP ini artinya posyandu digunakan untuk semua siklus kehidupan, tidak hanya untuk ibu dan bayi saja, tetapi semuanya terintegrasi mulai dari bayi, ibu hamil, balita, remaja hingga lansia,” jelas Nung Nurul, sapaan akrab, Nurul Haromaini Ali ini.

Lebih lanjut, ia menyampaikan rencana penguatan posyandu lintas sektor di tahun mendatang. “Tahun depan kita memiliki PR yang cukup besar. Pada tahun 2026, kita akan bergerak terkait Posyandu 6 SMP, yang artinya posyandu bukan milik teman-teman kesehatan saja, tetapi juga melibatkan enam bidang lainnya, yaitu Kesehatan, Sosial, Pendidikan, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, serta Ketentraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat (Trantibum Linmas),” ungkap istri Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani itu.

Peran aktif masyarakat dan sinergi lintas sektor dapat semakin memperkuat Pemkab Gresik mewujudkan generasi bebas stunting, menuju Gresik yang lebih sehat dan sejahtera.

Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SDGI), prevelensi stunting secara nasional turun. Pada 2023, angka 21,5 persen menjadi 19,8 persen pada 2024. Sedangkan, angka stunting di Jawa Timur juga menunjukkan tren menurun menjadi 14,7 persen pada 2024. Sementara di Kabupaten Gresik mengalami penurunan dari 15,4 persen pada 2023 menjadi 15,2 persen pada 2024. (yad)

Pertama, Posyandu ILP Sedap Malam Duduksampeyan Berikan Layanan Semua Siklus Kehidupan Selengkapnya

Notaris Resa Andrianto Dituntut 4 Tahun, Deva, Eks Asisten Surveyor BPN Gresik 3 Tahun

GRESIK,1minute.id – Sidang dugaan pemalsuan dokumen pengurusan sertifikat hak milik (SHM) yang melibatkan dua terdakwa yakni Resa Andrianto selaku Notaris/PPAT dan Adhienata Putra Deva, selaku asisten surveyor BPN Gresik kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Gresik pada Kamis, 9 Oktober 2025.

Di sidang memasuki agenda pembacaan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Gresik. Jaksa penuntut menuntut masing-masing terdakwa hukuman penjara 4 tahun dan 3 tahun. Istri terdakwa Reza Andrianto yang mengikuti sidang dengan ketua majelisnya Sarudi itu, langsung berkaca-kaca. Usai sidang Resa mendatangi istrinya itu kemudian mencium kening perempuan berambut sebahu itu.

Tidak diketahui kesedihan terdakwa apa juga dirasakan oleh Budi Arianto, ayah terdakwa Resa Andrianto. Otak dugaan pemalsuan dokumen sertifikat hak milik (SHM) milik saksi korban Tjong Cien Sieng kabur. Pensiunan ASN di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Gresik itu kabur dan ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO). Sehingga, terdakwa Resa yang menghadapi persoalan hukum itu.

“Terdakwa terbukti melakukan pembiaran tindakan pemalsuan dokumen di kantornya,” kata JPU Imamal Muttaqin saat membaca surat tuntutan di persidangan pada Kamis, 9 Oktober 2025. “Memohon kepada majelis hakim menghukum terdakwa selama 4 tahun penjara dipotong masa tahanan,” imbuhnya. 

Tuntutan JPU ini membuat Resa, notaris/PPAT ini tertunduk.  Setelah berkonsultasi dengan penasehat hukum, Resa menyatakan akan melakukan pembelaan pada sidang pada Senin, 13 Oktober 2025.

Sementara itu, tuntutan terhadap terdakwa Adhienata Putra Deva, selaku asisten surveyor BPN Gresik  lebih ringan setahun dari Resa. Deva dituntut kurungan selama 3 tahun dikurangi masa tahanan. 

Ketua majelis hakim Suradi memberikan kesempatan kepada kedua terdakwa untuk melakukan pembelaan alias pledoi. Majelis hakim hanya memberikan kesempatan sekali kepada kedua terdakwa untuk melakukan pembelaan. “Kami berikan satu kali kesempatan pada hari Senin, 13 Oktober 2025,” tegas Suradi.

Seperti diberitakan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Imamal Muttaqin menyebut bahwa keduanya terlibat dalam persengkokolan pemalsuan dokumen SHM. Yang terjadi sejak kurun waktu 5 Mei 2023 lalu.

Bermula dari pengajuan pengukuran ulang SHM milik Tjong Cien Sieng yang diajukan oleh Budi Arianto yang masih berstatus DPO. “Tidak melalui loket resmi di BPN Gresik seperti pengurusan berkas pada umumnya,” jelas Imamal.

Anehnya, berkas tersebut dinyatakan lengkap dan langsung dilakukan proses pengukuran oleh terdakwa Deva yang berkedudukan sebagai asisten surveyor BPN Gresik. Padahal, permohonan itu tanpa sepengetahuan pemilik resmi Tjong Cien Sieng yang juga sebagai korban. Setelah melalui serangkaian proses pengukuran, luas tanah justru berkurang dari 32.751 meter persegi menjadi 30.459 meter persegi alias mungkret 2.292 meter persegi. 

Hingga akhirnya pada 5 Juni 2023, seseorang yang mengaku sebagai Tjong Cien Sieng mengajukan berkas ganti blanko SHM ke BPN Gresik. Disertai lampiran SHM asli, peta bidang asli, serta identitas pemohon yang terlegalisir kantor PPAT terdakwa Resa. Atas perbuatan itu, JPU meyakini bahwa para terdakwa melanggar pasal 236 ayat (2) junto pasal 55 dan 56 KUHP. Mengatur tentang penggunaan surat palsu atau yang dipalsukan seolah-olah asli dengan sengaja dan dapat menimbulkan kerugian kepada korban. 

BPN Gresik telah memulihkan lahan milik Tjong seperti semula yakni 32.751 meter persegi. Namun, secara fisik lahan tersebut masih dikuasai salah satu developer. Saksi korban Tjong Cien Sieng bersedia memberikan pengampunan kepada terdakwa Resa Andrianto. Syarat, fisik lahan dikembalikan seperti semula. (yad)

Notaris Resa Andrianto Dituntut 4 Tahun, Deva, Eks Asisten Surveyor BPN Gresik 3 Tahun Selengkapnya

TKD Pemkab Gresik Berpotensi Dipangkas Rp 571 Miliar, Bupati Gresik Jamin Pelayanan Masyarakat Prioritas 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik berpotensi kehilangan dana Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp 571 miliar pada 2026. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan komitmennya bahwa belanja yang berhubungan langsung dengan pelayanan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

Pemangkasan TKD yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara (APBN) dilakukan oleh pemerintah pusat kepada semua Kabupaten/Kota di Indonesia. Nah, wacana yang berkembang TKD ke Pemkab Gresik dipangkas sebesar Rp 571 miliar. 

Menanggapi hal tersebut, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan, komitmennya bahwa belanja yang berhubungan langsung dengan pelayanan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

“Harapan kami, pemangkasan anggaran TKD itu bisa dievaluasi kembali. Meski demikian Pemerintah Kabupaten Gresik sudah ada persiapan, yakni merasionalisasi kembali belanja. Belanja yang berkaitan langsung dengan masyarakat itu menjadi poin utama,” ujar Gus Yani, sapaan, Fandi Akhmad Yani usai meresmikan Musala di Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Gresik pada Rabu, 8 Oktober 2025.

Dikatakan, anggaran belanja Pemkab yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, seperti infrastruktur dan kesehatan, akan tetap dikawal. “Infrastruktur akan kami evaluasi mana yang benar-benar bisa mengungkit ekonomi masyarakat. Begitu juga dengan target Universal Health Coverage (UHC) tetap kami kawal agar masyarakat bisa merasakan manfaat nyata,” tegas Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini.

Sebaliknya, belanja yang bersifat umum dan seremonial akan dievaluasi. Pemerataan infrastruktur tetap berjalan, namun lebih selektif berdasarkan manfaat yang dihasilkan. “Kami pastikan pembangunan yang memberikan dampak luas bagi masyarakat tidak akan terhenti.” jelasnya.

Selain itu, Pemkab Gresik juga memperkuat strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk menutup potensi kekurangan akibat pemangkasan. Optimalisasi pajak daerah, pengelolaan aset dan inovasi pelayanan publik disiapkan agar pembangunan dan pelayanan masyarakat terus berlanjut.

“Rasionalisasi bukan berarti memangkas hak masyarakat, tetapi memastikan setiap rupiah dipakai untuk program yang berdampak nyata bagi warga Gresik,” pungkas mantan Ketua DPRD Gresik itu. (yad)

TKD Pemkab Gresik Berpotensi Dipangkas Rp 571 Miliar, Bupati Gresik Jamin Pelayanan Masyarakat Prioritas  Selengkapnya

Polres Gresik Sinergi Lintas Instansi Tanam Jagung di Lahan Seluas 2,8 Hektar di Desa Surowiti 

GRESIK,1minute.id – Polres Gresik dan Polsek jajaran melaksanakan Penanaman Jagung Serentak Kuartal IV sekaligus Peresmian Gudang Ketahanan Pangan Polri di Desa Surowiti, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada Rabu, 8 Oktober 2025.

Kegiatan yang menjadi bagian dari program nasional Polri dalam memperkuat ketahanan pangan dan terhubung langsung melalui Zoom Meeting dengan acara utama yang dipimpin oleh Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Kabupaten Tangerang.

Dalam arahannya, Wapres Gibran menyampaikan apresiasi kepada Polri atas peran aktifnya dalam mendukung sektor pertanian. “Cara kerja seperti ini harus kita lanjutkan dan tingkatkan untuk mewujudkan cita-cita Bapak Presiden, yaitu swasembada pangan. Ini kerja bersama lintas instansi,” tegas Wapres.

Kegiatan di Gresik dipimpin langsung oleh Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu, bersama pejabat utama Polres Gresik. Turut hadir Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Fadly Subur Karamaha, Kepala Dinas Pertanian Gresik Eko AninditoPutro, perwakilan Bulog Cabang Surabaya, serta pimpinan Ponpes Madinatul Ilmi Surowiti.

Dalam kesempatan tersebut Kapolres Gresik AKBP Rovan menegaskan komitmen Polres Gresik dalam mendukung program nasional ketahanan pangan dengan menyiapkan lahan seluas 2,8 hektar di Desa Surowiti untuk penanaman jagung.

“Kami menanam di atas lahan seluas 2,8 hektar dengan dukungan bibit jagung sebanyak 15 kilogram dan pupuk masing-masing 200 kilogram Urea serta 200 kilogram NPK. Ini merupakan bentuk nyata dukungan kami terhadap program Swasembada Pangan Tahun 2025 yang dicanangkan Bapak Presiden,” ujar alumnus Akpol 2006 itu. (yad)

Polres Gresik Sinergi Lintas Instansi Tanam Jagung di Lahan Seluas 2,8 Hektar di Desa Surowiti  Selengkapnya

Dirut Petrokimia Gresik Blusukan ke Desa, Pastikan Penerapan Teknologi Pemupukan dengan Drone Lebih Ekonomis dan Efisien 

GRESIK,1minute.id – Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob melakukan blusukan ke sejumlah daerah di Jawa Timur. Blusukan yang dilakukan oleh manajemen perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia itu untuk memastikan kualitas pupuk organik dan penerapan teknologi pertanian modern berkelanjutan yang dijalankan perusahaan agar berjalan optimal. 

Sambang desa itu menyambut musim tanam Oktober 2025-Maret 2026 (Okmar). Kunjungan dilakukan oleh Direktur Utama, Daconi Khotob ke budidaya pertanian dengan Teknologi Petro Spring di Madiun, dan ke Mitra Petroganik di Jombang, baru-baru ini.

Daconi menyampaikan bahwa teknologi pertanian modern saat ini sangat dibutuhkan untuk mendukung keberlanjutan pertanian di Indonesia. Selain meningkatkan produktivitas pertanian, pemanfaatan teknologi pada sektor pertanian juga mampu menjadi magnet atau daya tarik bagi generasi muda, mengingat saat ini problem regenerasi petani merupakan tantangan bersama.

“Penggunaan teknologi pada sektor pertanian saat ini merupakan keniscayaan. Generasi muda sangat akrab dengan teknologi, sehingga akan menarik minat untuk aktif memajukan pertanian Tanah Air di masa mendatang. Penggunaan teknologi juga mampu meningkatkan produktivitas melalui budidaya yang efektif dan efisien,” ujar Daconi.

Melalui program Makmur Petrokimia Gresik di Madiun, perusahaan menerapkan teknologi Petro Spring di dua titik budidaya, masing-masing di Desa Tiron dan Banjarsari, Kabupaten Madiun, dengan total luas lahan 10 hektare (ha).

Salah satu teknologi Petro Spring yang diterapkan di Madiun yaitu pemupukan menggunakan drone. Teknologi ini terbukti mampu menghemat tenaga, waktu, hingga biaya. Dengan cara manual pemupukan lahan 10 ha membutuhkan tenaga buruh tani sebanyak 12 orang, dengan waktu pemupukan 4 hari dan total ongkos Rp 7 juta, sementara dengan pemanfaatan drone pemupukan di lahan yang sama hanya membutuhkan tenaga dua orang, waktu 8 jam, dan biaya Rp 6 juta.

“Budidaya yang efektif dan efisien ini akan berdampak pada peningkatan pendapatan petani. Biaya operasional berkurang, waktu kerja lebih singkat, dan hasil lebih optimal. Kami berharap penerapan teknologi Petro Spring dapat terus diduplikasi dan menjadi contoh bagi petani di wilayah lain,” tambah Daconi.

Sementara di Jombang, Daconi mengunjungi mitra Petroganik. Ia memastikan kualitas pupuk organik yang diproduksi mitra sesuai dengan standar, sehingga pengaplikasiannya mampu memberikan dampak positif bagi pertanian berkelanjutan.

“Kita tahu saat ini Petroganik menjadi salah satu pupuk bersubsidi. Dengan kualitas terjaga, pupuk organik ini mampu memberikan dampak positif bagi kesuburan tanah untuk jangka yang panjang,” ujarnya.

Daconi menambahkan, masa depan pertanian Indonesia yang berkelanjutan, tidak hanya membutuhkan teknologi modern semata. Petani juga harus mampu menjaga kesuburan tanah, untuk hasil optimal melalui penggunaan pupuk organik.

Daconi menegaskan bahwa keberlanjutan pertanian Indonesia tidak hanya bertumpu pada teknologi modern untuk hasil optimal, tetapi juga pada pengelolaan kesuburan tanah secara alami melalui penggunaan pupuk organik.

“Kombinasi antara teknologi dan kesuburan tanah yang terjaga akan menghasilkan pertanian yang tangguh dan produktif, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam menjaga swasembada pangan nasional,” pungkasnya. (yad)

Dirut Petrokimia Gresik Blusukan ke Desa, Pastikan Penerapan Teknologi Pemupukan dengan Drone Lebih Ekonomis dan Efisien  Selengkapnya

Polda Jatim Ganjar Penghargaan Sepuluh Anggota Reskrim Polres Gresik

GRESIK,1minute.id – Polda Jatim memberikan apresiasi kepada sepuluh anggota Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gresik pada Senin, 6 Oktober 2025. Kerja keras tidak akan mengkhianati hasil, begitu kata-kata bijak yang patut disematkan kepada para polisi berprestasi itu.

Penghargaan itu diberikan atas pengungkapan dugaan kasus pembunuhan tidak lebih dari 1×24 jam. Piagam penghargaan bernomor 497/KEP/VIII/2025, yang ditandatangani langsung oleh Kapolda Jatim pada 24 Agustus 2025 di Surabaya, diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, ketelitian, dan kecepatan tim dalam menindaklanjuti laporan masyarakat hingga berhasil mengungkap kasus secara tuntas dalam waktu singkat.

Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto yang menyerahkan langsung penghargaan itu kepada anggota Satreskrim Polres Gresik di Mapolda Jatim. Sepuluh polisi berprestasi itu, yakni, Kasat Reskrim AKP Abid Uais Al-Qarni Aziz ; KBO Reskrim Iptu Muhammad Nur Setyabudi ; Kanit 1 Satreskrim Ipda Andi Muh. Asyraf Gunawan dan Ba Reskrim Aiptu Amin Suhartono. 

Kemudian, Aiptu Maskur Suprayitno, Aipda Khoirul Anam, Aipda Edwin Prestiwanto, Brigpol Satya Bhuana Putra, Briptu Alfiyan Khairi, Bripda Mahesa Ghandy serta Bripda Muhammad Burhan Abdi Purnomo.

Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu menyampaikan, apresiasi tinggi kepada seluruh jajaran Satreskrim atas kinerja yang dinilai luar biasa. “Prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh personel Polres Gresik untuk terus bekerja dengan hati, profesional, dan responsif terhadap setiap laporan masyarakat,” ujarnya.

Keberhasilan pengungkapan kasus ini menjadi bukti nyata bahwa Polres Gresik berkomitmen memberikan pelayanan cepat, tepat, dan berkeadilan kepada masyarakat. Respons yang tanggap, koordinasi yang solid antarunit, serta semangat pantang menyerah menjadi faktor utama di balik keberhasilan tersebut.

Penghargaan dari Kapolda Jatim ini tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga teladan bagi seluruh jajaran Polri di wilayah Jawa Timur. Diharapkan, semangat pengabdian dan dedikasi tinggi yang ditunjukkan personel Satreskrim Polres Gresik dapat terus menginspirasi dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan keadilan di tengah masyarakat. (yad)

Polda Jatim Ganjar Penghargaan Sepuluh Anggota Reskrim Polres Gresik Selengkapnya

Zikky & Yohara, Wakil Gresik di Ajang Duta Lalu Lintas Mahameru Polda Jatim 2025

GRESIK,1minute.id – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gresik memiliki Duta Lalu Lintas baru. Duta Lalu Lintas 2025 itu, yakni Muhammad Zikky Karamy dan Yohara Kayzabrina Pinky.

Mereka berhasil menyisikan puluhan finalis lainnya yang dihelat di Sualoka.Hub, Kampung Kemasan, Kelurahan Pekelingan, Kecamatan/Kabupaten Gresik pada Sabtu lalu, 4 Oktober 2025.

Sualoka.Hub, ruang kreatif Yayasan Gang Sebelah yang menaungi komintas Gresik Movie. Sedangkan, Kampung Kemasan, salah satu destinasi wisata heritage yang berada Gresik Kota Lama (GKL). 

Menurut panitia Pemilihan Duta Lalu Lintas Polres Gresik 2025,  lokasi tersebut dipilih untuk memperkenalkan kearifan lokal serta nilai-nilai budaya Gresik kepada para peserta. Diharapkan, pemahaman ini akan memperkaya wawasan mereka dalam membawa misi keselamatan lalu lintas di tingkat Polda Jatim nantinya.

Ajang pemilihan tahun ini diikuti oleh pelajar dan mahasiswa berprestasi dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi di Kabupaten Gresik. Menariknya, sebagian besar peserta merupakan alumni ajang bergengsi seperti Cak & Yuk Gresik, Duta Genre Gresik, serta Duta SMA. Kompetisi berlangsung ketat. 

Para finalis diuji melalui serangkaian tahapan penilaian, mulai dari pengetahuan hukum lalu lintas, analisis permasalahan riil di lapangan, hingga kemampuan menawarkan solusi konkret yang dapat diterapkan di masyarakat.

Kanit Kamsel Satlantas Polres Gresik Ipda Andreas Dwi Anggoro menyampaikan, bahwa ajang ini bukan sekadar kontes penampilan, tetapi wadah untuk melahirkan generasi muda peduli keselamatan berkendara. “Kami ingin Duta Lalu Lintas bukan hanya menjadi simbol atau penerima tamu semata, melainkan mampu berperan aktif dalam menggerakkan masyarakat menuju budaya tertib berlalu lintas,” ujarnya.

Proses seleksi dilakukan secara objektif dengan melibatkan tiga unsur juri: Perwakilan Kepolisian, menilai aspek pengetahuan dan pemahaman hukum lalu lintas.

Duta Lalu Lintas tahun sebelumnya, menilai penampilan, kepribadian, dan kemampuan komunikasi. Perwakilan Masyarakat Umum, menilai sejauh mana peserta memahami serta mampu memberikan solusi atas persoalan lalu lintas di lingkungannya.

Setelah melalui tahap presentasi dan wawancara, dewan juri akhirnya menetapkan Muhammad Zikky Karamy sebagai Juara 1 Putra dan Yohara Kayzabrina Pinky sebagai Juara 1 Putri. Keduanya akan mewakili Kabupaten Gresik dalam ajang Duta Lalu Lintas Mahameru Polda Jatim 2025.

Kasat Lantas Polres Gresik, AKP Rizki Julianda Putera Buna, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta serta dukungan penuh bagi para pemenang.

“Selamat kepada para duta terpilih. Kami berharap mereka mampu membawa nama baik Gresik di tingkat Jawa Timur dan menjadi penggerak keselamatan berlalu lintas di masyarakat,” tutur AKP Rizki.

Ia menambahkan bahwa ide dan inovasi yang disampaikan para pemenang sangat relevan dengan kondisi di lapangan. Karena itu, pihaknya akan mendorong implementasi gagasan tersebut dalam berbagai program edukasi lalu lintas di sekolah dan komunitas.

“Teruslah belajar, sebarkan semangat tertib berlalu lintas, dan jadilah pahlawan keselamatan di jalan raya,” pesannya.

Melalui ajang ini, Satlantas Polres Gresik berharap Duta Lalu Lintas 2025 dapat menjadi mitra aktif Polri dalam mengedukasi masyarakat demi terwujudnya Gresik yang Selamat, Tertib, dan Berbudaya Lalu Lintas. (yad)

Zikky & Yohara, Wakil Gresik di Ajang Duta Lalu Lintas Mahameru Polda Jatim 2025 Selengkapnya

Rumah yang Disewa untuk Gudang Indomarco di Driyorejo Ludes Terbakar

GRESIK,1minute.id – Sebuah rumah yang digunakan sebagai gudang oleh Indomarco di Jalan Semeru, Desa Bambe, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik ludes terbakar pada Ahad, 5 Oktober 2025.

Hampir isi gudang di bangunan dua lantai itu terbakar. Petugas pemadam kebakaran (Damkar) membutuhkan waktu lebih 5 jam untuk menjinakkan api. Kebakaran kali pertama dilaporkan pukul 10.40 WIB. Petugas Damkar gabungan dari Dinas  Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkamat) Gresik dibantu Damkar Kota Surabaya dan PT Agrindo pulang pukul 17.36 WIB. 

Dugaan sementara, kebakaran gudang dua lantai dipicur korsleting. Menurut Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkamat) Gresik Suyono, pihaknya kali pertama menerima laporan kebakaran rumah milik Haji Asmadi di Jalan Semeru, Desa Bambe, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik sekitar pukul 10.40 WIB.

Tim pemadam dari Posko Driyorejo tiba di lokasi sekitar pukul 10.46 WIB. Kemudian, disusul tim Damkar posko Kecamatan Menganti, dan Damkar PT Agrindo. “Ketika tim damkar tiba, bangunan lantai dua sudah terbakar,” ujar Suyono pada Ahad, 5 Oktober 2025.

Berdasarkan keterangan dari sejumlah warga, bangunan rumah dua lantai itu milik H. Asmadi yang di sewa oleh Indomarco untuk difungsikan sebagai gudang penyimpanan kebutuhan pokok dan sehari-hari dengan konsep waralaba. Saat kejadian, tidak ada aktivitas. “Karena waktu libur kerja membuat tempat tersebut luput dari pengawasan pegawai yang bekerja,” ujar mantan Asisten Bidang Pemerintahan Setkab Gresik itu. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian kebakaran keenam di bulan Oktober 2025 ini. (yad)

Rumah yang Disewa untuk Gudang Indomarco di Driyorejo Ludes Terbakar Selengkapnya

Musim Tanam Okmar, Petrokimia Gresik Siapkan 441 Ribu Ton Pupuk Bersubsidi

GRESIK,1minute.id – Musim tanam Oktober-Maret (Okmar) para petani tidak perlu risau. Pasalnya, Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia menyiapkan stok pupuk bersubsidi nasional sebanyak 441.581 ton.

Stok yang melebihi ketentuan ini sebagai bentuk dukungan Petrokimia Gresik untuk meningkatkan produktivitas petani dalam rangka menjaga swasembada beras.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob mengatakan, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam Sidang Majelis Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat menyampaikan Indonesia telah mencatat sejarah baru di tahun 2025. 

Produksi beras dan cadangan pangan nasional berada pada titik tertinggi, menjadikan Indonesia tidak hanya swasembada, tetapi juga mulai mengekspor beras. Untuk terus meningkatkan produktivitas beras nasional, Petrokimia Gresik menyediakan pupuk bersubsidi di atas ketentuan minimum Pemerintah.

“Stok tersebut akan didistribusikan sesuai dengan tata kelola baru yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025 dan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 15 Tahun 2025 sebagian peraturan pelaksanaannya. Stok tersebut akan disalurkan kepada petani yang terdaftar,” ujar Daconi di Gresik, Jawa Timur pada Sabtu, 4 Oktober 2025.

Ia menambahkan, stok per 1 Oktober 2025 tersebut terdiri dari pupuk Urea sebanyak 39.606 ton, kemudian NPK Phonska 377.887 ton, pupuk Organik 20.900 ton, dan pupuk ZA 3.188. Daconi memastikan ketersediaan yang sudah tersebar di gudang-gudang tingkat Kabupaten/Kota tersebut telah melebihi ketentuan minimum Pemerintah dan dapat dengan mudah ditebus oleh petani.

“Kami berharap petani terdaftar mengoptimalkan alokasi pupuk bersubsidi tahun 2025 sebanyak 9,55 juta ton. Karena itu stok pupuk bersubsidi yang disiapkan agar segera ditebus untuk hasil pertanian yang maksimal,” ujar Daconi.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, Petrokimia Gresik juga menyiapkan stok pupuk nonsubsidi sebanyak 32.619 ton sebagai upaya untuk mendorong peningkatan produktivitas pertanian. Stok tersebut terdiri dari pupuk Urea 4.283 ton, NPK Phonska 18.118 ton, pupuk Organik 35 ton, dan ZA sebanyak 10.183 ton.

Ketersediaan stok pupuk non subsidi ini menjadi solusi bagi petani yang tidak bisa mendapatkan pupuk bersubsidi. Hal tersebut dikarenakan pupuk bersubsidi hanya bisa didapatkan petani yang terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), petani yang menggarap lahan maksimal dua hektar, dan sepuluh komoditas yaitu padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, kakao, kopi, tebu rakyat, dan ubi kayu (singkong).

“Petrokimia Gresik bersama Pupuk Indonesia akan terus menjaga amanah dalam menyediakan pupuk bagi petani, kami berharap, pelaksanaan musim tanam Oktober – Maret bisa berjalan baik, produktivitas meningkat, dan Indonesia bisa menjadi lumbung pangan dunia seperti yang dicita-citakan Presiden Indonesia,” kata Daconi.

Terpisah, Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik Adityo Wibowo menyatakan, pihaknya siap mendukung implementasi elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) tahun 2026. Digitalisasi ini akan menjadikan tata kelola pupuk bersubsidi lebih transparan, akuntabel, dan efisien.

”Kami menyadari, keberhasilan program ini hanya dapat dicapai melalui komunikasi yang intensif, koordinasi yang solid, dan semangat gotong royong. Pupuk Indonesia Grup termasuk Petrokimia Gresik siap mendukung penuh,” demikian ungkap Adityo dalam Sosialisasi Penyaluran Pupuk Organik Subsidi di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), baru-baru ini.

Ia menambahkan, Pupuk Indonesia Grup mendukung penuh program ketahanan pangan yang telah menjadi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Salah satu upayanya dengan menjaga ketersediaan pupuk bersubsidi termasuk pupuk organik Petroganik. Menurutnya, pupuk organik subsidi atau yang dikenal Petroganik memiliki manfaat dalam menjaga kesuburan tanah, memperbaiki struktur lahan, meningkatkan efisiensi pupuk, serta menjaga keberlanjutan ekosistem pertanian.

“Kolaborasi lintas lembaga menjadi penting untuk memastikan serapan pupuk bersubsidi termasuk organik berjalan optimal di lapangan. Langkah ini dirancang agar diseminasi informasi, edukasi pemupukan, serta pengawalan penebusan pada kios resmi atau yang sekarang disebut titik serah (PPTS) dapat berlangsung merata,” ujarnya. (yad)

Musim Tanam Okmar, Petrokimia Gresik Siapkan 441 Ribu Ton Pupuk Bersubsidi Selengkapnya