Belasan Tiang Lampu Selasar Alun-alun Gresik Raib, Dicuri atau …?

GRESIK,1minute.id – Belasan tiang lampu penerangan di selasar atas Alun-alun Gresik hilang. Rusak atau dicuri?. Tidak diketahui secara pasti penyebab raibnya belasan tiang lampu yang ada di ruang terbuka hijau (RTH) berada di Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik Kota Lama (GKL) itu.

TERCERABUT : Tiang lampu terbuat dari baja di Selasar atas Alun-alun Gresik yang raib. Foto diambil pada Sabtu, 27 September 2025 ( Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Dalam pengamatan wartawan 1minute.id pada Sabtu, 27 September 2025, tiang-tiang lampu penerangan yang raib lebih kurang sebanyak sebelas unit. Satu unit tiang lampu yang berbahan baja itu diperkirakan memiliki berat lebih kurang 10 kilogram itu.

SEPINTAS KORMAL : Kalau dicermati lebih teliti banyak tiang lampu terbuat dari baja di Selasar atas Alun-alun Gresik yang raib. Foto diambil pada Sabtu, 27 September 2025 ( Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Anehnya, tiang-tiang lampu yang tercerabut dari tembok pagar selasar itu mayoritas berada di luar jangkauan kamera pengintai alias closed circuit television (CCTV). Ndelik.

SEPINTAS KORMAL : Kalau dicermati lebih teliti banyak tiang lampu terbuat dari baja di Selasar atas Alun-alun Gresik yang raib. Foto diambil pada Sabtu, 27 September 2025 ( Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Sepintas tidak kentara pagar selasar dilengkapi lampu penerangan dengan arsitektur tiang yang artistik itu bogang alias tidak komplit. (Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Belasan Tiang Lampu Selasar Alun-alun Gresik Raib, Dicuri atau …? Selengkapnya

Diduga Lupa Matikan Kompor, Rumah Warga di Gresik Terbakar 

GRESIK,1minute.id – Rumah Soni Saputra di Jalan Harun Thohir 17, Desa Pulopancikan, Kecamatan/Kabupaten Gresik terbakar pada Ahad pagi, 28 September 2025. Kebakaran yang diduga dipicu oleh kompor itu tidak menimbulkan korban jiwa. 

Namun, kejadian pada 00.49 WIB itu membuat warga di perkampungan padat penduduk itu panik. Mereka bersyukur, api tidak sampai merembet ke rumah tetangga karena petugas pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkamat) Gresik cepat tiba di lokasi tempat kejadian kebakaran (TKK). 

Setelah api, padam sebagian warga pun melanjutkan tidur nyenyak. Menurut Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkamat) Gresik Suyono, pihaknya menerima laporan call center 112 sekitar pukul 00.50 WIB dari seorang warga bernama Ny Azka Melia. “Delapan personil dengan dua unit mobil damkar tiba di lokasi pukul 00.58 WIB. Karena kondisi lalu lintas sepi,” ujar Suyono.

Ketika tiba di lokasi kejadian, terang Suyono, warga setempat sudah memadati lokasi kebakaran. Mereka datang untuk memadamkan api dengan alat seadanya. “Ada bawa ember, panci dan lainnya. Tapi, upaya warga belum bisa memadamkan api,” terangnya. Delapan personil dengan dua unit mobil damkar kemudian melakukan penyemprotan. Melokalisir bara api agar tidak merembet ke rumah warga lainnya. 

“Kami meninggalkan lokasi kejadian sekitar setengah dua (pukul 01.28 WIB) karena api sudah padam,” ungkap mantan Asisten Bidang Pemerintahan Setkab Gresik ini. Suyono menyatakan, berdasarkan penuturan sejumlah warga kebakaran diduga dari kompor. “Korban mungkin lupa mematikan kompor sebelum keluar rumah,” katanya.  Ia bersyukur, kebakaran yang kali ke-60 di bulan September 2025 ini tidak menimbulkan korban jiwa.

Ia pun mengimbau kepada semua warga untuk melakukan pengecekan alat elektronik, kompor dan barang yang mudah terbakar sebelum meninggal rumah. “Kondisi cuaca panas saat ini berpotensi menimbulkan kebakaran,” tegas mantan Kepala Bagian Humas , kini Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setkab Gresik ini. (yad)

Diduga Lupa Matikan Kompor, Rumah Warga di Gresik Terbakar  Selengkapnya

Kapolres Gresik Pimpin Panen Raya Jagung 5 Ton di Dusun Srembi untuk CPP

GRESIK,1minute.id – Polres Gresik melakukan Panen Raya Jagung di Dusun Srembi, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik pada Sabtu, 26 September 2025. Panen jagung kwartal ketiga ini menghasilkan 5 ton. Hasil panen langsung diserahkan kepada Bulog untuk memperkuat Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). 

Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu, Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Fadly Subur Karamaha, Kepala Dinas Pertanian Gresik Eko Anindito Putro, VP Komunikasi Korporat Petrokimia Gresik Rama Yusron Harbiansyah, yang ikut memanen komoditas pokok itu secara langsung. 

Mereka didampingi oleh perwakilan Badan Urusan Logistik (Bulog) Surabaya Yudith Amany serta Ketua Kelompok Tani Epit Subiantoro dan Kepala Desa Kembangan Ngadimin. 

“Kami berharap dengan kontribusi panen jagung serentak ini, ketahanan pangan di Gresik maupun nasional semakin kuat. Dengan begitu, stabilitas harga dan ketersediaan pangan bagi masyarakat dapat terjaga,” ujar Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu. 

Panen jagung serentak Polres Gresik menjadi bukti nyata kolaborasi antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, dan kelompok tani dalam mewujudkan ketahanan pangan menuju Indonesia yang berdaulat pangan. Hasil panen raya kemudian dilakukan penandatanganan berita acara penyerahan hasil panen dari Polres Gresik kepada Bulog. 

Di kegiatan panen raya serentak yang diinisiasi Mabes Polri di seluruh Indonesia yang dilakukan oleh Polres Gresik di Desa Kembangan ini digelar pasar murah untuk masyarakat Desa Kembangan.Diantaranya, beras SPHP. Wabil khusus warga desa setempat bisa menebus beras seharga Rp 57 ribu per 5 kilogram. “Semoga bisa meringankan beban ekonomi masyarakat,” kata AKBP Rovan. (yad)

Kapolres Gresik Pimpin Panen Raya Jagung 5 Ton di Dusun Srembi untuk CPP Selengkapnya

BPPKAD Gresik Optimistis Realisasi PAD Capai 95 Persen

GRESIK,1minute.id – Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Gresik optimistis pendapatan asli daerah (PAD) mampu menembus capaian rata-rata 95 persen dari target yang telah ditetapkan. Optimisme itu hasil dari rapat kerja BPPKAD bertemakan “Evaluasi Pendapatan Tahun 2025 dan Persiapan Target Pendapatan Tahun 2026” pada Jumat, 26 September 2025.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, menegaskan bahwa pendapatan daerah adalah pondasi bagi seluruh program pembangunan, kesehatan, pendidikan, infrastruktur, hingga layanan publik tidak akan berjalan baik tanpa pendapatan yang terkendali.

“Hanya tiga pos yang diperkirakan belum bisa maksimal, yakni Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB), hotel, dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Karena itu strategi pengelolaan harus tepat, gunakan gas dan rem secara seimbang. Tahun 2026 harus menjadi pijakan yang lebih solid bagi BPPKAD dalam mendukung keberlanjutan APBD Gresik,” tandas dokter Alif, sapaan, Asluchul Alif pada Jumat, 26 September 2025.

Ia pun mengingatkan bahwa capaian pendapatan bukan sekadar angka, melainkan bukti keseriusan pemerintah daerah dalam memenuhi amanah masyarakat. “Pendapatan yang optimal berarti pelayanan publik yang lebih baik, itu komitmen yang harus kita jaga,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPPKAD Gresik Andhy Hendro Wijaya, dalam rapat kerja tersebut menyampaikan optimisme. Dikatakan bahwa secara keseluruhan capaian rata-rata bisa menembus 95% dari total target yang telah ditetapkan.

“Capaian saat ini adalah Rp 796,86 miliar dengan target Perubahan APBD (P-APBD) tahun 2025 Rp 1,098 triliun atau 72,56% dari target. Karena itu saat ini kita lakukan evaluasi bersama, kita yakin bisa tembus 95% nanti di penghujung tahun 2025,” tegas Andhy.

Sejumlah pos pajak daerah menunjukkan perkembangan positif. Hingga 26 September 2025, capaian sementara tercatat: BPHTB telah mencapai 62,97% dengan target minimal 92% hingga akhir tahun, Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) Makanan dan Minuman 82,8% optimistis mencapai 115%, PBJT Tenaga Listrik 72,8% dengan target capaian 98%.

Untuk PBJT Hotel mencapai 55,6% ditargetkan akan mencapai 70%, PBJT Hiburan mencapai 85% ditargetkan 105%, PBJT Parkir, Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), pajak reklame, pajak air tanah, dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang rata-rata telah mencapai capaian 74%, ditargetkan bisa mencapai 100% di penghujung tahun 2025. Sedangkan untuk pajak mineral bukan logam dan bantuan (MBLB) ditargetkan bisa direalisasikan sebesar 72% dari target.

Andhy menambahkan, strategi intensifikasi dan ekstensifikasi pajak daerah terus diperkuat melalui digitalisasi layanan, kerja sama lintas perangkat daerah, serta sinergi dengan pihak swasta. Inovasi dan terobosan juga akan terus dikembangkan, guna menghadapi berbagai tantangan fiskal pada tahun 2026. “Kami tidak hanya fokus mengejar target, tapi juga memperbaiki sistem agar lebih transparan, akuntabel, dan ramah bagi wajib pajak,” jelasnya. (yad)

BPPKAD Gresik Optimistis Realisasi PAD Capai 95 Persen Selengkapnya

Depo Logistik Proyek BLP Property di PPS-2 Gresik Terbakar

GRESIK,1minute.id – Depo logistik proyek pengembang perumahan Bumi Lingga Pertiwi (BLP) properti di Kompleks Perumahan Pondok Permata Suci (PPS) terbakar pada Jumat, 26 September 2025.

Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran yang terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Kebakaran membuat penghuni kompleks perumahan berada di Desa Suci, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik panik. Apalagi, asap hitam membumbung tinggi. 

Menurut Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkamat) Gresik Suyono, pihaknya menerima laporan kebakaran depo logistik proyek BLP Property sekitar pukul 15.08 WIB. Menurut keterangan pelapor Rahmat, kata Suyono, sore itu depo logistik BLP Property di Kompleks Perumahan PPS-2 di Jalan Raya Permata Boulevard kosong. 

Di depo logistik berada di Desa Suci, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik terdapat bangunan semipermanen alias bedeng yang digunakan tempat menginap oleh pekerja bangunan. Rahmat, kata Suyono, tiba ada salah bedeng yang terbakar. Rahmat lalu meminta pertolongan pekerja untuk melokasir bara api gagal. 

“Karena saat itu, angin sangat kencang sehingga cepat besar dan merembet ke bedeng lainnya,” terang mantan Asisten Bidang Pemerintahan Setkab Gresik itu pada Jumat, 26 September 2025. Sebanyak sebelas personil dengan menggunakan satu unit mobil damkar, dua unit kendaraan dan tiga unit tangki air dari luar akhirnya bisa menjinakan amuk si jago merah sekitar pukul 18.30 WIB.

“Kebakaran di PP2 adalah kebakaran ke 57 pada September ini,” terang mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Gresik itu. Ia pun menghimbau kepada masyarakat selalu melakukan pengontrolan aliran listrik, tidak bakar sampah sembarangan karena cuaca sedang panas. (yad)

Depo Logistik Proyek BLP Property di PPS-2 Gresik Terbakar Selengkapnya

Goodbye Kabel Semrawut, Tahap Awal Pemkab Gresik Tanam Kabel di Kawasan Heritage 

GRESIK,1minute.id –  Dinas Pekerja Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik bakal melakukan penataan ulang jaringan utilitas kabel udara ke kabel bawah tanah di wilayah perkotaan.

Untuk mewujudkan rencana itu, DPUTR Gresik menggelar Rembug Utilitas di Ruang Putri Cempo Kantor Bupati Gresik pada Kamis, 25 September 2025. Rembug Utilitas yang dibuka oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif ini, dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, anggota Komisi III DPRD Gresik Yuyun Wahyudi, Kepala DPUTR Gresik Dhiannita Tri Astuti. Serta, pimpinan provider jaringan telekomunikasi.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, dalam sambutannya menyampaikan bahwa relokasi kabel udara ke bawah tanah merupakan bagian dari upaya penataan infrastruktur utilitas. Agar lebih rapi dan aman, sekaligus mendukung kelancaran aktivitas masyarakat di jalan raya.

“Banyak warga mengeluh karena kabel serabut mengganggu akses jalan, menimbulkan risiko keselamatan, dan mengurangi estetika lingkungan. Sebagai pemerintah daerah, kita tidak boleh acuh,” ujarnya.

Penataan ini, menurutnya, akan dimulai dari tujuh ruas jalan yang berada di kawasan heritage. Proses awal akan dilakukan dengan sistem ducting, yakni pemasangan saluran kabel di bawah tanah.

“Apabila berjalan sesuai rencana, diharapkan akan memberikan berbagai manfaat keamanan masyarakat melalui penataan kabel, memperindah wajah kota agar tampak lebih tertib, serta mewujudkan kepastian infrastruktur sebagai bagian dari pembangunan kota yang modern dan berkelanjutan,” ucap dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Ia melanjutkan bahwa relokasi ini bukan hanya sekadar memindahkan kabel, melainkan menjadi langkah awal menuju transformasi wajah baru Gresik. “Kami berharap operator jaringan terus konsisten melakukan pemeliharaan. Jangan sampai setelah dirapikan, kondisinya kembali semrawut. Ke depan, kita ingin seluruh kabel di Kota Gresik tidak lagi terlihat menggantung di udara, tetapi sudah tertata rapi di bawah tanah,” tegasnya.

Melalui program ini, Pemkab Gresik menargetkan peningkatan keamanan, kenyamanan, dan estetika lingkungan, serta memperkuat infrastruktur kota dalam jangka panjang, seiring dengan komitmen menuju tata kelola kota yang modern, tertib, dan berkelanjutan. (yad)

Goodbye Kabel Semrawut, Tahap Awal Pemkab Gresik Tanam Kabel di Kawasan Heritage  Selengkapnya

AKI & AKB di Gresik Tren Menurun, Driyorejo Penyumbang AKI Terbanyak, AKB Terbanyak Kebomas 

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif membuka Workshop Verifikasi dan Analisis Kematian Ibu dan Bayi di Hotel Aston pada Kamis, 25 September 2025. Salah program prioritas Pemkab Gresik untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).

Wabup Gresik Asluchul Alif menegaskan bahwa isu kematian ibu dan bayi bukan hanya persoalan medis, tetapi juga persoalan sosial, kemanusiaan, sekaligus masa depan generasi bangsa.

“Ini bukan sekadar angka statistik, tetapi menyangkut nyawa manusia. Pemerintah Kabupaten Gresik berkomitmen penuh untuk memastikan setiap ibu dan bayi di Gresik mendapatkan pelayanan terbaik, terjamin keselamatannya, dan terlindungi,” tegas dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir rekomendasi yang dapat menjadi dasar kebijakan Pemkab Gresik ke depan, sehingga upaya penurunan AKI dan AKB lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Semua elemen harus bersinergi, tenaga kesehatan, pemerintah, masyarakat, bahkan keluarga. Karena keselamatan ibu dan bayi adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkas Wabup Alif.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik dr. Mukhibatul Khusna, menyampaikan perkembangan positif dalam penurunan AKI dan AKB. Pada 2023, AKI tercatat 99,38 per 100.000 kelahiran hidup, sementara pada 2024 turun menjadi 77,59. Untuk AKB, dari 4,82 per 100.000 kelahiran hidup pada 2023, turun menjadi 4.38 di tahun 2024.

“Ini pencapaian yang patut diapresiasi, tetapi belum cukup. Kita harus bekerja lebih keras dan berkolaborasi lintas sektor agar penurunan ini berlanjut secara signifikan,” ujarnya. Berdasarkan analisis data, kasus kematian ibu terbanyak tercatat di Kecamatan Driyorejo, Kedamean, dan Tambak. Sementara kasus kematian bayi paling banyak terjadi di Kecamatan Kebomas, Manyar, dan Sangkapura. Selain itu, kasus ibu hamil berisiko tinggi terbanyak ditemukan di Kecamatan Manyar, Menganti, dan Kebomas.

Workshop hari ini dihadiri oleh para dokter, bidan, perawat, dan petugas kesehatan dari puskesmas serta rumah sakit se-Kabupaten Gresik. Mereka diajak untuk melakukan diskusi interaktif, mengidentifikasi akar masalah, serta mencari solusi komprehensif dalam penanganan kasus. (yad)

AKI & AKB di Gresik Tren Menurun, Driyorejo Penyumbang AKI Terbanyak, AKB Terbanyak Kebomas  Selengkapnya

Polda Jatim Segera Operasional Markas Kepolisian di KEK JIIPE 

GRESIK,1minute.id – Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur (Kapolda Jatim) Irjen Pol. Nanang Avianto melaksanakan kunjungan kerja (kunker) ke Kawasan Ekonomi Khusus Java Integrated Industrial and Port Estate (KEK JIIPE) di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik pada Kamis, 25 September 2025.

Agenda utama kunjungan tersebut adalah peninjauan bangunan Markas Kepolisian yang telah selesai dibangun di dalam kawasan tersebut. Kapolda Jatim tiba di kantor JIIPE sekitar pukul 11.50 WIB. Kehadiran Kapolda disambut langsung oleh Direktur Utama JIIPE Bambang Soetiono beserta jajaran manajemen, serta Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu dan Pejabat Utama (PJU) Polres Gresik.

Dalam rombongan Kapolda, turut mendampingi sejumlah Pejabat Utama Polda Jatim, antara lain Irwasda Polda Jatim Kombes Pol Ary Satriyan, Karolog Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto, Karo SDM Kombes Pol Ari Wibowo, Dir Pam Obvit Kombes Pol Widiatmoko, dan Kabid Humas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Sementara dari pihak JIIPE hadir pula Irjen Pol (Purn) Dr. Toni Harmanto, selaku Advisor JIIPE, Imam Johan (Direktur Keuangan JIIPE), serta Hatiyanto dari Legal JIIPE.

Kunjungan kerja ini merupakan bentuk nyata sinergitas antara Polri dengan perusahaan yang beroperasi di kawasan JIIPE, dengan tujuan untuk menjamin kelancaran serta keamanan operasional kawasan industri dan pelabuhan terintegrasi tersebut.

Setelah acara penyambutan, Kapolda Nanang Avianto bersama rombongan meninjau langsung bangunan Gedung Polri KEK JIIPE yang kini telah siap difungsikan. Ia berharap fasilitas tersebut segera dioperasionalkan sehingga masyarakat maupun pelaku usaha di kawasan JIIPE mendapatkan pelayanan kepolisian yang maksimal.

“Kantor kepolisian di kawasan ekonomi khusus ini diharapkan menjadi garda terdepan dalam memberikan rasa aman dan pelayanan prima bagi masyarakat maupun dunia usaha,” ungkap Irjen Pol Nanang Avianto.

Senada dengan hal tersebut, Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu menegaskan komitmen Polres Gresik untuk menjaga kamtibmas yang kondusif, khususnya di wilayah JIIPE yang menjadi salah satu kawasan investasi terbesar di Jawa Timur. Dengan adanya kantor kepolisian di KEK JIIPE, keamanan dan pelayanan publik diharapkan semakin meningkat, sekaligus memperkuat iklim investasi yang aman, tertib, dan berdaya saing tinggi. (yad)

Polda Jatim Segera Operasional Markas Kepolisian di KEK JIIPE  Selengkapnya

Buka Muscab Gerakan Pramuka Kwarcab Gresik, Bupati Gresik Ingatkan Transformasi Digital

GRESIK,1minute.id – Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Kabupaten Gresik menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik pada Rabu, 24 September 2025.

Muscab Gerakan Pramuka Kwarcab dibuka oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang juga Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) Gerakan Pramuka Kwarcab Gresik ini dihadiri, antara lain, Wakil Majelis Pembimbing Cabang juga Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif dan  Waka Bina Muda Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur Endang Sulistyowati, serta Forkopimda. 

Fandi Akhmad Yani menegaskan pentingnya peran strategis Gerakan Pramuka dalam membentuk karakter generasi muda. Tantangan kedepan bagi generasi Gen-Z, seperti derasnya arus informasi digital yang tidak terkendali. Pramuka dinilai harus hadir sebagai bagian dari solusi nyata di tengah masyarakat.

“Transformasi digital saat ini menyasar ke segala usia, disini pendidikan karakter dibutuhkan, Pramuka seperti busur panah yang harus bisa memberikan dampak buat mindset anak muda. Membangun sebuah daerah tidak hanya Infrastruktur saja tetapi juga membangun SDM, dan pembangunan karakter,” tegas Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Ia menekankan pentingnya Pramuka dalam pembentukan karakter. Ia berharap kegiatan ini menghasilkan kepengurusan yang solid dan program kerja yang terarah. Ia pun mendorong pengurus Pramuka untuk sejalan dan mendukung pemerintah daerah dalam upaya pembangunan berkelanjutan. “Muscab kali ini dapat menghasilkan program-program yang inovatif dan kolaboratif. Termasuk menjalin kemitraan strategis dengan berbagai unsur, baik TNI, POLRI, sekolah, madrasah, organisasi kebudayaan, dunia usaha, dan lembaga pemerintah,” katanya. (yad)

Buka Muscab Gerakan Pramuka Kwarcab Gresik, Bupati Gresik Ingatkan Transformasi Digital Selengkapnya

BPN Gresik Pulihkan Dokumen Luas Tanah Korban Dugaan Mafia Tanah

GRESIK,1minute.id – Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Gresik turun tangan menyelesaikan kasus Tjong Cien Sieng, korban dugaan mafia tanah. Institusi yang memiliki wewenang dan tanggung jawab utama dalam administrasi dan penyelesaian sengketa tanah, serta menjadi garda terdepan dalam upaya mewujudkan reforma agraria yang adil dan berkesinambungan itu memulihkan kembali luas tanah Tjong Cien menjadi 32.751 meter persegi di Kecamatan Manyar saat kali pertama beli pada 2010. 

Pada 2023, Tjong Cien Sing dikejutkan kabar bahwa luas tanahnya menyusut 2.292 meter persegi. Ia semakin terpukul ketika mengetahui adanya proses pengukuran ulang yang dilakukan tanpa sepengetahuannya. Tanda tangannya diduga dipalsukan. Situasi ini membuatnya enggan mengambil sertifikat tanah baru yang diterbitkan. Pada Desember 2024, ia resmi melapor ke polisi.

Kepala Kantor ATR/BPN Gresik Rarif Setiawan, menegaskan, lembaganya bukan sekadar pengelola administrasi tanah, tetapi juga pengawal kepastian hukum bagi warga. “Pemulihan luas tanah ini menunjukkan bahwa BPN Gresik berdiri di garda depan. Sengketa tanah bukan hanya soal angka di atas kertas, tapi juga soal keadilan substantif bagi masyarakat,” tegas Rarif.

Ia menyebut kasus Tjong Cien sebagai pelajaran penting. Mafia tanah, kata Rarif, bisa masuk dari celah kecil dari pengukuran ulang, tanda tangan, hingga penerbitan dokumen. “Tanpa masyarakat yang tegas dan berani melapor, hak seseorang bisa hilang begitu saja,” imbuhnya.

BPN Gresik menegaskan komitmennya agar kasus serupa tidak terulang. Rarif mengingatkan masyarakat agar tidak ragu datang ke BPN bila menemukan proses yang merugikan. “Kami tidak segan mengambil tindakan tegas kepada siapapun, termasuk oknum pegawai yang terbukti melanggar. Setiap jengkal tanah masyarakat harus aman di tangan pemilik sahnya,” tandasnya.

Fakta bahwa tanahnya telah dipulihkan membuat hakim PN Gresik menanyakan kesediaan Tjong Cien memaafkan para terdakwa, yakni notaris Resa Andrianto dan Adhienata Putra Deva. Tjong Cien mengaku siap membuka jalan damai, dengan satu syarat tanahnya benar-benar kembali ke tangannya. 

“Saya bisa memaafkan, tapi tanah saya harus dikuasai penuh. Meski di sertifikat sudah kembali, di lapangan masih dikuasai PT Kodaland,” tegasnya saat memberikan kesaksian di persidangan di Pengadilan Negeri Gresik pada Kamis, 18 September 2025. (yad)

BPN Gresik Pulihkan Dokumen Luas Tanah Korban Dugaan Mafia Tanah Selengkapnya