Wabup Gresik Asluchul Alif Launching  Dapur Badan Gizi Nasional ke-10 di Gresik 

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif meresmikan Dapur Badan Gizi Nasional (BGN) dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Kebomas pada Kamis, 14 Agustus 2025.

Hadirnya dapur BGN ini wujud komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mendukung dan menyukseskan program strategis nasional Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa sekolah di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini.

Asluchul Alif menyatakan, pihaknya mendukung penuh pelaksanaan MBG yang saat ini sudah mulai dijalankan di beberapa titik. Ia menekankan kolaborasi dan sinergi agar ke depan program tersebut cakupannya semakin luas khususnya di Kabupaten Gresik. 

“Dukungan dari Pemda tentu sudah menjadi bagian dari komitmen terhadap program strategis nasional ini. Kami akan membackup, mendukung, dan menyukseskan MBG melalui berbagai lini salah satunya dengan Yayasan Perempuan Semangat Garuda saat ini,” jelas dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Ia melanjutkan  program MBG ini merupakan bagian dari kebijakan nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah dasar dan sederajat. Sebagai bentuk intervensi untuk menekan angka stunting serta meningkatkan konsentrasi dan daya tahan belajar peserta didik. 

Ia pun berharap dengan adanya dapur MBG juga dapat menurunkan angka pengangguran dan membuka lapangan pekerjaan. Pemkab Gresik menargetkan 100 titik calon dapur MBG yang tersebar di 18 kecamatan di Kabupaten Gresik. “Alhamdulillah saat ini sudah 10 titik dapur MBG yang sudah terverifikasi. Bekerjasama dengan TNI, POLRI dan pihak swasta kedepan mudah mudahan terus bertambah,” ujarnya. 

Dalam peresmian itu, Wabup Asluchul Alif didampingi oleh Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Fadly Subur Karamaha, Ketua Yayasan Perempuan Semangat Garuda Susmiati Rahmawati, Ketua KADIN Jatim Adek Dwi Putranto, serta perwakilan dari BGN Syahrir.

Kolaborasi dalam pendirian dapur BGN-SPPG dapat bermitra dengan Koperasi Desa (Kopdes) maupun Koperasi Kelurahan (Kopkel) Merah Putih. Dalam menyediakan sarana dan prasarana penyelenggaraan MBG. “Saya yakin program MBG ini dapat sejalan dengan program strategis lainnya seperti Kopdes/Kopkel merah putih. Karena Kopdes/Kopkel Merah Putih bisa menjadi pemasok atau suplai bahan baku untuk program makan bergizi gratis,” tambahnya. (yad)

Wabup Gresik Asluchul Alif Launching  Dapur Badan Gizi Nasional ke-10 di Gresik  Selengkapnya

Polres Gresik dan Bulog Gelar Gerakan Pangan Murah, Beras Dijual Rp 11.500 Kilogram, Sehari Terjual 2,5 Ton 

GRESIK,1minute.id – Polres Gresik dan Badan Logistik Cabang Surabaya menggelar  Gerakan Pangan Murah (GPM) pada Kamis, 14 Agustus 2025. Antusiasme masyarakat menyambut GPM di Pasar Burung Giri, Jalan Sunan Giri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik ini.

Sebab, harga kebutuhan yang dijual lebih kompetitif. Beras, misalnya. Di GPM hanya dijual Rp 11.500 per kilogram padahal harga pasaran berkisar Rp 13 ribu per kilogram. 

Kegiatan ini menjadi bagian dari Launching GPM Polri yang dilaksanakan serentak secara virtual di seluruh Indonesia. Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu hadir bersama Korwil Gresik Bulog Surabaya Utara Yudid, Kepala Disperindag Gresik Darmawan, serta perwakilan Kodim 0817 Gresik.

Menurut AKBP Rovan, Gerakan Pangan Murah ini merupakan wujud kepedulian untuk memastikan ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau, terutama beras yang menjadi kebutuhan utama masyarakat. “Dalam rangka memperingati Hari ke-80 Kemerdekaan RI, kami Forkopimda Kabupaten Gresik menjual beras murah. Harga di pasaran biasanya Rp13.000 per kilogram, namun kami jual hanya Rp11.500,” ujar AKBP Rovan.

Sejak pagi, warga tampak antusias memanfaatkan kesempatan membeli beras murah. Pada hari pertama pelaksanaan, 2.500 kilogram beras langsung ludes terjual. Selain beras, GPM juga menyediakan tepung beras dan minyak goreng dari berbagai merek dengan harga terjangkau.

Rangkaian kegiatan GPM akan berlangsung di 17 titik. Terdiri dari 16 lokasi di Polsek jajaran Polres Gresik yang buka setiap hari, serta satu titik yang berpindah lokasi sesuai jadwal.

“Untuk masyarakat Kabupaten Gresik, jangan lupa datang membeli beras kita. Mari bersama mendukung ketahanan pangan Indonesia. Salam Merdeka!” seru alumnus Akpol 2006 itu. Selain GPM, Polisi juga membagikan ribuan bendera kepada masyarakat dan pengguna jalan di sekitar lokasi Gerakan Pasar Murah. (yad)

Polres Gresik dan Bulog Gelar Gerakan Pangan Murah, Beras Dijual Rp 11.500 Kilogram, Sehari Terjual 2,5 Ton  Selengkapnya

77 Anggota Paskibraka Gresik Dikukuhkan, Siap Jalankan Tugas

GRESIK1minute.id – Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif mengukuhkan 77 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Gresik 2025 pada Kamis, 14 Agustus 2025.

Pengukuhan dipusatkan di Ruang Mandala Bhakti Praja Lantai IV Kantor Bupati Gresik itu berlangsung khidmat dan haru. Perasaan haru tatkala 77 anggota (39 putra dan 38 putri) calon Paskibraka dalam upacara HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia itu mencium bendera Merah Putih. 

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan semangat para Paskibraka. “Kami mengucapkan terima kasih dan selamat kepada seluruh anggota Paskibraka yang hari ini resmi dikukuhkan. Kalian adalah putra-putri terbaik Gresik yang akan menjadi teladan bagi generasi muda. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan kebanggaan,” ujar dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Menjadi anggota Paskibraka suatu kebanggaan bagi mayoritas pelajar SMA sederajat. Persaingan pun sangat ketat. 

Almira Dita Cahyani, contohnya. Salah satu anggota Paskibraka Gresik mengungkapkan rasa bangga bisa menjadi bagian dari tim Paskibraka tahun ini. “Saya sangat senang dan menikmati selama menjalani pelatihan. Rasanya semua lelah terbayar. Sekarang saya sudah siap untuk menjalankan tugas besok pada upacara 17 Agustus 2025,” ujar siswa SMA Negeri 1 Driyorejo itu. (yad)

77 Anggota Paskibraka Gresik Dikukuhkan, Siap Jalankan Tugas Selengkapnya

Polres Gresik Tangkap Terduga Pelaku Penipuan Rp 3 Miliar, Modus  Bayar Cek Kosong

GRESIK,1minute.id – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gresik mengamankan seorang perempuan berinisial SRFR alias Feti. Perempuan berusia 50 tahun asal Kelurahan Sidorukun, Kecamatan Gresik itu ditangkap di Situbondo pada 1 Agustus 2025.

Ia ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka dengan tuduhan melakukan penipuan. Modusnya, memberikan cek kosong kepada para korban hingga mencapai Rp 3 miliar. 

Berdasarkan keterangan polisi, kasus ini berawal pada Juli 2024 lalu. Korbannya adalah Gegen Satrio Berbowo Hermanto, 43. Korban Satrio dikenalkan kepada tersangka oleh seorang guru. Tersangka mengaku membutuhkan dana operasional untuk pekerjaan di sebuah pabrik di Kabupaten Gresik. Korban kemudian mentransfer uang sebesar Rp 3 miliar ke rekening perusahaan milik tersangka, PT Fesa Karya, dengan janji pengembalian dalam waktu 1-3 bulan.

“Korban sempat diberikan dua lembar cek bernilai Rp 3 miliar sebagai alat pembayaran. Namun setiap kali dicairkan di bank, cek tersebut ditolak karena saldo tidak cukup,” ungkap Kasatreskrim Polres Gresik AKP Abid Uais Al-Qarni Aziz di Mapolres Gresik kepada wartawan pada Rabu, 13 Agustus 2025.

Penolakan pencairan terjadi berulang kali pada 11 Oktober 2024, 20 November 2024, dan 3 Januari 2025. Sehingga, korban melapor ke Polres Gresik. Berdasarkan laporan dari korban penyidik melakukan pemeriksaan saksi-saksi, menyita barang bukti, dan melakukan gelar perkara.

Dari hasil penyidikan, polisi menetapkan RSFR sebagai tersangka dan memburunya hingga ke Desa Tlogosari, Kecamatan Sumbermalang, Kabupaten Situbondo. “Kami mengangkap tersangka 1 Agustus 2025 pukul 06.00 WIB. Tersangka kemudian dibawa ke Polres Gresik untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tambah AKP Abid.

Barang bukti yang disita antara lain satu lembar cek kontan bernomor CGS528395 senilai Rp 3 miliar, serta tiga lembar surat keterangan penolakan dari BRI. Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 378 KUHP tentang Penipuan, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 4 tahun.

Polres Gresik mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi menggunakan cek, terutama dengan pihak yang baru dikenal. (yad)

Polres Gresik Tangkap Terduga Pelaku Penipuan Rp 3 Miliar, Modus  Bayar Cek Kosong Selengkapnya

Di Pleno Tim Pendampingan, Wabup Gresik Tegaskan Lagi Komitmen Pemkab Hidupkan Koperasi Merah Putih

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif kembali menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik untuk menghidupkan Koperasi Merah Putih (KMP). 

“Kehadiran kita di sini adalah wujud konsen terhadap program Presiden dan Bupati. Pak bupati menginginkan Koperasi desa Merah Putih betul-betul bisa hidup di Kabupaten Gresik. Karenanya, Kami berharap proposal bisnis dan segala hal yang nanti dimatangkan oleh tim ini, bisa dijalankan dan bukan suatu hal yang tidak bisa direalisasikan,” tegas Wabup Alif saat menghadiri pleno Tim Pendampingan KMP Gresik di Gedung Semen Indonesia pada Rabu, 13 Agustus 2025.

Tim pendampingan ini terdiri dari lima perguruan tinggi. Di antaranya, Universitas Ciputra Surabaya, Universitas Qomarudin, Universitas Gresik, Universitas Muhammadiyah Gresik, dan Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) serta perwakilan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Gresik. 

Tim yang dipimpin oleh Rian Pramana Suwanda akan melakukan pendampingan mulai dari pemetaan potensi desa, penyelarasan proses bisnis, penguatan kelembagaan, hingga membuka akses pendanaan dari Himbara, dana desa, CSR, maupun kemitraan swasta.

Wabup menekankan bahwa tujuan akhir dari pendampingan adalah menghidupkan KMP secara berkelanjutan. Ia berharap proposal bisnis (probis) dan rencana aksi yang dirumuskan bukan hanya sebatas konsep, tetapi dapat diwujudkan di lapangan.

“Bekerjalah sebagai tim. Data yang didapat dari lapangan harus diolah bersama, sehingga muncul teamwork dan terjadi sharing pengetahuan antar universitas maupun pihak pendamping lainnya,” ujar dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Sedangkan, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang menjadi coach utama tim ini, memastikan arah pendampingan selaras dengan visi pembangunan daerah. Program Koperasi Merah Putih di Gresik sendiri menjadi bagian dari strategi menjadikan koperasi sebagai payung pengembangan ekonomi desa, sebagaimana dijamin UU Nomor 6 Tahun 2023.

Untuk diketahui, KMP diharapkan mampu mengelola potensi lokal secara optimal. Mulai dari pemanfaatan sumber daya pesisir, hutan, dan sumber daya air, hingga pengembangan energi alternatif, wisata, industri kreatif, dan usaha berbasis syariah.

Data Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan (Diskoperindag) Gresik mencatat sebanyak 1.569 unit koperasi dan yang aktif sebanyak 816 koperasi. Dari 816 koperasi yang aktif itu, sebanyak 344 koperasi desa berpotensi menjadi embrio KMP. Melalui pendampingan yang terstruktur, KMP diharapkan mampu meningkatkan Return of Investment (ROI) dan return on asset (ROA) Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), sekaligus membuka lapangan kerja dan memperkuat ekonomi lokal. (yad)

Di Pleno Tim Pendampingan, Wabup Gresik Tegaskan Lagi Komitmen Pemkab Hidupkan Koperasi Merah Putih Selengkapnya

UPT SMP Negeri 2 Gresik dan Puskesmas Alun-alun Gresik Sinergi Gelar Penyuluhan Mencegah PMS

GRESIK,1minute.id – Sebanyak empat tenaga kesehatan dari Puskesmas Alun-alun Gresik melakukan penyuluhan kesehatan kepada siswa UPT SMP Negeri 2 Gresik (Spendagres) pada Selasa, 12 Agustus 2025.

Penyuluhan kesehatan tentang Bahaya Penyakit Kelamin atau Penyakit Menular Seksual (PMS) digelar di teras sekolah berlokasi di Jalan KH. Kholil, Gresik. Usia remaja atau generasi (Gen)-Z adalah usia rentan terhadap PMS karena rasa ingin tahu yang tinggi dan kurangnya pengetahuan tentang risiko dan pencegahan.

Seperti pepatah, mencegah lebih baik dari mengobati. Penyuluhan kesehatan yang tepat menjadi bekal membuat keputusan yang bijak terkait kesehatan seksual. Menurut Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim, dalam penyuluhan itu, siswa mendapatkan tambahan pengetahuan penyebab penularan dan dampak bagi kesehatan. 

Selain itu, bagaimana pencegahan. Salim menjelaskan ada beberapa cara pencegahan PMS, antara lain, peningkatan keimanan dan pengetahuan Agama; tes kesehatan secara teratur dapat membantu dalam deteksi dini penyakit kelamin. Selain, meningkatkan kesadaran dan pendidikan tentang penyakit kelamin dan cara pencegahya sangat penting.

“Selaku kepala sekolah Saya berterima kasih kepada Puskesmas Alun-alun atas sinergi positif dalam pencegahan penyakit menular seksual semoga menjadi ilmu manfaat bagi murid agar sejak dini mawasdiri dan berkesadaran tinggi,” kata Salim pada Selasa, 12 Agustus 2025.

Kesehatan peserta didik menjadi salah satu prioritas perhatian sekolah. Sehari selumnya, kata Salim, pihak puskesmas melakukan skrining kepada siswa kelas VII. Skrining yang meliputi pemeriksaan gigi, mulut, telinga, gula darah dan mata. 

Lalu apa hasil rekomendasinya?. “Rekomendasi oleh pihak puskesmas agar murid SMPN 2 tidak berlebihan mengkonsumsi minuman berbahan pemanis buatan berpengawet atau P5,” katanya. Siswa kelas VII adalah siswa baru di tahun ajaran 2025/2026. Mereka diduga mengkonsumsi minuman berbahan pemanis buatan berpengawet ketika masih di sekolah dasar. (yad)

UPT SMP Negeri 2 Gresik dan Puskesmas Alun-alun Gresik Sinergi Gelar Penyuluhan Mencegah PMS Selengkapnya

Gerakan Literasi Sekolah Gen-10 SMA Negeri 1 Gresik Resmi Dimulai, Satu Kelas Satu Buku, Literasi jadi Gaya Hidup Siswa

GRESIK,1minute.id –  Gerakan Literasi Sekolah (GLS) sudah menjadi gaya hidup  di SMA Negeri 1 Gresik. Pada tahun ini gerakan satu kelas satu buku ini memasuki tahun kesepuluh.

Gerakan Literasi Sekolah Generasi kesepuluh alias GLS Gen-10 mengusung tema : Menguatkan Budaya Literasi Sekolah dengan Semangat “Perintis” (Pelajar Responsif, Inovatif,  Nasionalis, Terampil, Inspiratif dan Solutif) dibuka secara langsung oleh Kepala SMA Negeri 1 Gresik Tohir di Aula lantai 2 SMA Negeri 1 Gresik pada Selasa, 12 Agustus 2025.

Pembukaan GLS Gen-10 lebih meriah. Seluruh wali kelas dan siswa kelas X yang berjumlah 431 siswa (12 rombongan belajar/rombel) tumplek blek di Aula. Dalam pembukaan itu, ratusan siswa  melakukan deklarasi dan tanda tangan komitmen bersama untuk menuntaskan tugas tepat waktu. 

Usai deklarasi, sebanyak 12 wali kelas melakukan senam literasi. Suasana Aula pun riuh karena dukungan dari siswa. Partisipasi wali kelas untuk GLS Gen-10 ini kali pertama. Sehingga GLS Gen-10 nanti bisa menghasilkan 12 buku antologi karya siswa, dan satu buku karya guru.

Usai seremonial pembukaan GLS Gen-10,  siswa kelas X tergabung dalam 12 rombel itu dibagi empat kelas untuk mendapatkan materi penulisan dari empat narasumber yakni Jaenuri, Ketua pelaksana GLS Gen-10 untuk penulisan Esai ; Kuswanto, Kosnsultan Pengembangan Masyarakat dan Pendidikan Populer untuk penulisan Cerpen ; Kris Adji A.W, pemilik Mataseger untuk penulisan Puisi dan Chusnul Cahyadi, wartawan 1minute.id untuk penulisan Artikel. 

Sisea dan Guru Gerakan Literasi Sekolah (GLS) Generasi (Gen) 10 SMA Negeri 1 Gresik melakukan foto bareng bersama narasumber usai Pembukaan GLS Gen-10 SMA Negeri 1 Gresik di Aula Sekolah pada Selasa, 12 Agustus 2025 (Foto : SMA Negeri 1 Gresik untuk 1minute.id)

Kepala SMA Negeri 1 Gresik Tohir mengatakan, SMA Negeri telah menjadi sekolah literasi yang pertama di Kabupaten Gresik. “Tahun ini memasuki tahun kesepuluh. Ini menjadi brand Sekolah,” kata Tohir dalam sambutannya pada Selasa, 12 Agustus 2025.

Gerakan Literasi Sekolah akan terus dikembangkan. Sebab, sekolah berkeinginan menjadikan Literasi sebagai budaya dan gaya hidup di SMA Negeri 1 Gresik. “Orang yang literet itu tidak suka mengumpat. Bahkan, sedang marah pun tidak menggunakan bahasa yang kasar. Karena kosakata sangat banyak,” katanya.

Selain itu, ia melanjutkan, seorang literet tidak mudah termakan informasi yang menyesatkan atau hoaks. Literet adalah seseorang yang memiliki kemampuan literasi yang baik, yaitu kemampuan membaca, menulis dan memahami informasi. 

Ia pun berharap seluruh siswa bisa membuat karya tulis. “Karya yang dicetak dan dibukukan. Ini menjadi legasi,” tegas Tohir. Seorang guru mengungkapkan, bahwa sekolah telah menerapkan budaya membaca bagi seluruh siswa di SMA Negeri 1 Gresik. “Tradisi, 15 menit sebelum pembelajaran baca buku,” ungkap seorang guru. (yad)

Gerakan Literasi Sekolah Gen-10 SMA Negeri 1 Gresik Resmi Dimulai, Satu Kelas Satu Buku, Literasi jadi Gaya Hidup Siswa Selengkapnya

SIG Wujudkan Mimpi Ratusan Jiwa Warga Nikmati Air Bersih di Tuban

GRESIK,1minute.id –  Ratusan jiwa warga Dusun Bulu dan Dusun Mah Beser di Desa Tuwiri Kulon, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur semringah. Sebab, mimpi mereka selama puluhan tahun bisa menikmati air bersih bisa teralisasi. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) yang mewujudkan mimpi warga tersebut dengan membangun tandon air berkapasitas 12 ribu liter.

Pembangunan itu sebagai wujud komitmen SIG untuk mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.  SIG membangun sarana dan prasarana air bersih berupa tandon air atas berkapasitas 12.000 liter dan tandon air bawah dengan kapasitas 8.000 liter, serta pipanisasi sepanjang 2 km yang dilengkapi sistem distribusi air ke rumah-rumah warga. Bantuan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini menjadi solusi konkret yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya di dua dusun yang selama ini mengalami krisis air bersih.

Kepala Desa Tuwiri Kulon Dasmiyati, menyampaikan apresiasi atas kontribusi SIG yang dinilai konsisten memberikan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat. Berkat bantuan SIG, kini warganya dapat menikmati kemudahan akses air bersih yang tersalurkan langsung ke rumah.

“Kami, atas nama pemerintah desa dan masyarakat Tuwiri Kulon, menyampaikan terima kasih kepada SIG yang tidak hanya hadir sebagai pelaku industri, tetapi juga mitra pembangunan desa yang aktif mendampingi masyarakat,” ujar Dasmiyati.

Dasmiyati mengaku sebelumnya warga harus membeli air bersih hingga 4 tangki dengan kapasitas 5.000 liter setiap bulan untuk memenuhi kebutuhan air sehari hari dan untuk minuman ternak. Biaya yang dikeluarkan pun cukup membebani. “Kini, dengan adanya sumur bor, serta bantuan tandon air dan jaringan pipa dari SIG, warga cukup membayar iuran bulanan yang jauh lebih murah. Saat ini sudah ada 94 kepala keluarga yang merasakan manfaat dari program ini,” kata Dasmiyati.

Menurut Dasmiyati, pengadaan sarana dan prasarana air bersih ini dijalankan melalui skema pembiayaan bersama. Pengeboran sumur didanai Dana Desa (DD), sementara sistem pipanisasi hingga ke rumah warga difasilitasi program TJSL dari SIG. Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (HIPPAM) mengelola fasilitas air bersih ini sehingga operasional dan keberlanjutannya dapat terjaga.

Dampak positif juga dirasakan langsung oleh warga, salah satunya Rasidan, 77, warga Dusun Bulu. Dia menyampaikan rasa syukur atas fasilitas air bersih yang kini mengalir langsung ke rumah warga. “Dulu kami harus beli air, mahal. Tapi sekarang sudah mengalir ke rumah dan biayanya ringan. Terima kasih kepada SIG dan pemerintah desa yang telah memperjuangkan ini untuk warga,” ungkap Rasidan.

Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni mengatakan, SIG senantiasa menjalankan program TJSL secara terukur dan berkelanjutan melalui pendekatan kolaboratif dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah desa dan masyarakat. Pendekatan ini menjadi kunci agar setiap program yang dijalankan benar-benar menjangkau masyarakat dan menciptakan dampak jangka panjang.

“SIG tidak hanya berfokus pada operasional bisnis, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk turut membangun kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Akses terhadap air bersih adalah kebutuhan dasar yang menjadi prioritas dalam mendukung kesehatan, produktivitas, dan kesejahteraan warga. Harapannya, infrastruktur air bersih ini tidak hanya dimanfaatkan secara optimal, tetapi juga dijaga dan dikembangkan secara berkelanjutan untuk keberlangsungan generasi berikutnya,” ujar Vita Mahreyni. (yad)

SIG Wujudkan Mimpi Ratusan Jiwa Warga Nikmati Air Bersih di Tuban Selengkapnya

Karyawati Goes to Zona Tameng Petrokimia Gresik Berdayakan Petani Perempuan di Malang

GRESIK,1minute.id – Karyawati Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia turun ke lapangan untuk memberdayakan petani perempuan sebagai upaya mewujudkan swasembada pangan nasional. 

Peran aktif insan perempuan Petrokimia Gresik bagian Program bertajuk “Karyawati Goes to Zona Tameng” dan menjadi rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-53 Petrokimia Gresik ini direalisasikan di Kabupaten Malang, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.

Terpisah, Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob menyampaikan bahwa Petrokimia Gresik sebagai motor penggerak terwujudnya swasembada pangan nasional senantiasa mengoptimalkan semua potensi yang dimiliki perusahaan. Tidak hanya melalui penyediaan pupuk berkualitas dan penyaluran pupuk bersubsidi, dukungan tersebut saat ini diberikan melalui peran aktif karyawati dalam pemberdayaan petani perempuan.

“Petrokimia Gresik melalui Karyawati Goes to Zona Tameng berupaya memperkuat peran perempuan dalam industri pertanian, sehingga mampu berkontribusi bagi kesejahteraan dan swasembada pangan nasional. Program ini selaras dengan visi Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto dalam Asta Cita, yaitu mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan yang ditarget tahun 2028,” tandas Daconi pada Minggu, 20 Agustus 2025.

Sebanyak 21 karyawati memberikan pendampingan, edukasi dan inspirasi bagi petani perempuan binaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Tawangargo Smart-Eco Farming Village (Tameng) di Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Para karyawati berupaya menguatkan peran perempuan dengan memberikan pengetahuan mengenai pemasaran digital, izin edar, dan pengemasan produk.

Dalam kegiatan ini karyawati juga mengikuti panen bersama. Selain itu juga membangun customer intimacy, serta menggali tantangan-tantangan yang dihadapi petani perempuan untuk dirumuskan solusi-solusinya. 

Sementara itu, Ketua HUT Ke-53 Petrokimia Gresik Chandra Budiman menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian HUT perusahaan. Kegiatan ini akan memberikan tambahan pengetahuan dan wawasan melalui sesi materi yang dibawakan oleh para relawan pengajar. Dalam sesi tersebut, para petani perempuan akan memperoleh informasi tentang pertanian dan pengelolaan hasil pertanian.

“Petani perempuan juga diperkenalkan dengan ide pengolahan hasil tani untuk tanaman cabai menjadi produk bernilai tambah, guna meningkatkan nilai jual dan meminimalisasi hasil panen yang terbuang. Selain itu, para relawan pengajar juga akan membagikan wawasan mengenai budidaya ikan lele dan nila, serta memperkenalkan produk Petrofish yang terbukti mampu meningkatkan produktivitas dalam budidaya,” ujarnya. (yad)

Karyawati Goes to Zona Tameng Petrokimia Gresik Berdayakan Petani Perempuan di Malang Selengkapnya

Lagi, Kabupaten Gresik Raih Kabupaten Layak Anak 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) 2025. KLA kategori Nindya. Selangkah lagi, KLA Utama. 

Penghargaan berasal dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA)  tersebut diserahkan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Eddy Hartono didampingi Wakil Menteri PPPA Veronica Tan kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman di Auditorium KH. M Rasjidi, Kementerian Agama RI, Jakarta Pusat pada Jumat, 8 Agustus 2025.

penghargaan KLA kategori Nindya yang merupakan pengakuan atas komitmen dan upaya pemerintah daerah dalam mewujudkan pemenuhan hak dan perlindungan anak secara berkelanjutan. Dan, Kabupaten Gresik telah memenuhi sebagian besar indikator yang ditetapkan dalam evaluasi KLA oleh Kemen-PPPA. 

Achmad Washil Miftachul Rachman menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kerja keras seluruh pihak yang telah mendukung tercapainya predikat tersebut. “Penghargaan ini adalah hasil dari kolaborasi semua pihak, baik perangkat daerah, lembaga masyarakat, dunia usaha, hingga komunitas yang peduli terhadap perlindungan dan pemenuhan hak anak di Kabupaten Gresik,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik berusaha maksimal memenuhi hak-hak anak dan perlindungan anak melalui lima klaster KLA. Meskipun masih ada beberapa hal yang harus didorong untuk lebih ditingkatkan seperti pemenuhan sarana dan prasarana yang ramah anak maupun perlindungan terhadap anak.

“Harapan ke depan dengan capaian dan peringkat KLA ini menjadi motivasi dan semangat bersama empat pilar KLA, berkomitmen untuk lebih meningkatkan kembali upaya-upaya pemenuhan hak-hak anak dan perlindungan anak di Kabupaten Gresik,” imbuhnya.

Ia juga berharap kedepan Kabupaten Gresik dapat meraih predikat utama. Yang terpenting, lanjutnya, adalah dengan adanya kabupaten layak anak ini dapat dirasakan manfaatnya untuk anak-anak Kabupaten Gresik secara nyata. “Ini menjadi komitmen pemerintah Kabupaten Gresik dalam rangka memenuhi hak-hak anak dan melindungi anak-anak dari kekerasan dan diskriminasi demi tumbuh kembang yang lebih baik,” harapnya. (yad)

Lagi, Kabupaten Gresik Raih Kabupaten Layak Anak  Selengkapnya