Petrokimia Gresik Peduli, Bekali Nelayan Pelatihan Kegawatdaruratan dan Pemeriksaan Kesehatan 

GRESIK,1minute.id – Profesi nelayan penuh tantangan. Penghasilan juga pasang surut. Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia turun tangan. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) “Nelayanku Sehat” berupaya meningkatkan kesejahteraan keluarga nelayan di Kelurahan Lumpur, Gresik, Jawa Timur, beberapa waktu lalu. 

Program ini direalisasikan dengan pemberian pengetahuan tanggap darurat dan basic life support serta pemeriksaan kesehatan gratis untuk para nelayan yang ada di sekitar perusahaan.

Terpisah, Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob menyampaikan bahwa, keselamatan dan kesehatan merupakan kebutuhan dasar agar setiap kepala keluarga nelayan bisa bekerja optimal. Mengingat risiko nelayan saat melaut tidak bisa diremehkan.

“Jangankan pergi melaut, untuk kegiatan ringan saja kita sudah pasti kesulitan jika dalam kondisi sakit. Melalui program ini, kami berharap para nelayan bisa melaut dengan optimal, hasil melimpah, dan pulang dengan selamat untuk kesejahteraan anggota,” tandas Daconi.

“Nelayanku Sehat” ini diikuti oleh sekitar 100 nelayan yang tergabung dalam lima kelompok nelayan di Kelurahan Lumpur, yaitu Bale Pasusukan, Bale Purbo, Bale Wonorejo, Bale Cilik, dan Bale Gede. Mereka tampak antusias mengikuti pembekalan pengetahuan tanggap darurat di laut dari para penyuluh.

Setelah itu, ratusan nelayan tersebut mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis yang disiapkan perusahaan. Dalam program ini, Petrokimia Gresik bekerja sama dengan Rumah Sakit Grha Husada.

Berikutnya, Petrokimia Gresik juga menyerahkan bantuan dana dengan total nilai Rp100 juta untuk mendukung perbaikan lima balai nelayan. Selain itu, perusahaan juga memberikan Bantuan Alat Pelindung Diri (APD) berupa safety jacket dan pelampung, Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) jinjing untuk di kapal, serta kotak P3K untuk di balai nelayan.

“Petrokimia Gresik rutin dan secara kontinu memberikan bantuan untuk nelayan di sekitar perusahaan, khususnya di Kelurahan Lumpur yang sebagian besar warganya berprofesi sebagai nelayan. Bantuan tersebut bentuknya beragam sesuai dengan kebutuhan setiap kelompok nelayan,” ujarnya.

Terakhir, Daconi menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan nelayan kepada Petrokimia Gresik sehingga operasionalnya lancar dalam rangka mewujudkan swasembada pangan nasional, sesuai cita-cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam Asta Cita.

“Kontribusi untuk nelayan ini sekaligus menjadi bentuk terima kasih kami terhadap nelayan. Kami berharap dukungan nelayan terus diberikan, dan kami berkomitmen semakin maju perusahaan semakin besar pula kontribusinya untuk masyarakat, termasuk nelayan,” pungkasnya. (yad)

Petrokimia Gresik Peduli, Bekali Nelayan Pelatihan Kegawatdaruratan dan Pemeriksaan Kesehatan  Selengkapnya

Fonomena Sturgeon Moon di Langit Gresik yang Indah Malam ini

GRESIK,1minute.id – Langit Indonesia termasuk Kabupaten Gresik terasa sangat indah pada Sabtu malam, 9 Agustus 2025. Bulan terlihat lebih besar dari biasanya.  Fonomena alam ciptaan sang Khaliq berwarna oranye. 

Ya, bulan purnama malam ini berbeda yang dikenal dengan nama Fonomena “Sturgeon Moon”.  Nama “Sturgeon” berasal dari ikan purba yang dahulu banyak ditangkap di Danau Besar saat bulan ini muncul.

Dilansir dari laman Live Science dari Tirto.id, waktu terbaik untuk menyaksikan bulan purnama terbit adalah tepat setelah matahari terbenam. Antara pukul 17.30 WIB sampai 18.30 WIB bergantung lokasi masing-masing. Wartawan  1minute.id  mengambil foto karya Sang Khaliq, Sturgeon Moon, Sabtu, 9 Agustus 2025 pukul 18.46 WIB. Saat azan Isya berkumandang di Masjid Baitul Islah di Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Sturgeon Moon diambil menggunakan karena handphone. 

Masih melansir dari Live Science, tradisi masyarakat adat Amerika Utara, bulan ini juga disebut sebagai Wild Rice Moon, Green Corn Moon, atau Grain Moon. Selain nilai astronomis, Sturgeon Moon juga kaya makna kultural. 

Untuk menyaksikan keindahan Sturgeon Moon, arahkan pandangan ke timur, sesaat setelah matahari terbenam, dari lokasi terbuka atau tempat tinggi tanpa halangan. Bulan tampak lebih besar dari biasanya karena efek ilusi optik saat berada dekat cakrawala. Sturgeon Moon juga akan berada di rasi bintang Aquarius dan bisa tampak kemerahan karena kabut atmosfer musim panas. (yad)

Fonomena Sturgeon Moon di Langit Gresik yang Indah Malam ini Selengkapnya

Wabup Asluchul Alif Bersihkan Pesisir Pantai Gresik, Sejam Kumpulkan Sampah 628 Kilogram 

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif melakukan aksi bersih-bersih pesisir pantai Gresik. Pesisir pantai mulai Kelurahan Lumpur hingga Kelurahan Kroman. Aksi peduli lingkungan ini untuk menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia.

Menurut Asluchul Alif semangat nasionalisme yang tidak hanya diwujudkan melalui simbol, tetapi juga lewat aksi nyata. “Semangat nasionalisme tidak hanya ditunjukkan melalui simbol, tetapi juga lewat aksi konkret seperti menjaga kebersihan dan kelestarian alam,” ujar dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif pada Jumat, 8 Agustus 2025.

Sebelumnya, ia membagikan bendera merah putih secara simbolis kepada  peserta kegiatan kegiatan Jumat bersih tersebut. Peserta kegiatan peduli lingkungan ini antara lain kelompok masyarakat nelayan, termasuk ASN Pemkab Gresik, warga sekitar pelabuhan, serta perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah pesisir.

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Gresik menyiapkan  10 ribu bendera merah putih kepada masyarakat sebagai bagian dari semangat peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik Sri Subaidah menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya bersifat simbolis. Namun menjadi upaya memotivasi masyarakat agar peduli terhadap lingkungan dan menjadikannya budaya yang dilakukan secara rutin.

“Kami berharap kegiatan bersih-bersih ini bisa menjadi budaya masyarakat Gresik, terutama di wilayah pesisir. Dampaknya sangat besar dalam menjaga kebersihan dan kelestarian laut serta pantai,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar dalam merayakan HUT RI tidak perlu menciptakan timbunan sampah berlebihan. Hal ini disampaikannya saat melihat tumpukan sampah yang cukup besar di lokasi kegiatan. “Dalam sejam pelaksanaan aksi ini, telah terkumpul 628 kg sampah. Kami berharap warga bisa merayakan Hari Kemerdekaan dengan penuh sukacita, namun tetap menjaga lingkungan dan tidak menimbulkan sampah,” tambah Sri Subaidah. (yad)

Wabup Asluchul Alif Bersihkan Pesisir Pantai Gresik, Sejam Kumpulkan Sampah 628 Kilogram  Selengkapnya

Hari Pertama, Gerakan Pangan Murah yang Digelar Polres Gresik dan Pemkab Gresik,  1.615 Kilogram Beras Ludes dalam 3 Jam

GRESIK,1minute.id – Polres Gresik dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik berkolaborasi menggelar Gerakan Pangan Murah. Aksi nyata untuk membantu masyarakat di tengah fluktuasi harga bahan pokok ini diawali di Kecamatan Gresik pada Jumat, 8 Agustus 2025.

Pasar murah pun diserbu oleh warga. Sebab, harga bahan pokok, antara lain, beras, minyak goreng, tepung dan lainnya lebih murah dibandingkan harga di pasaran. Beras, misalnya, dijual seharga Rp 11.500 per kilogram atau Rp 57.500 per kemasan 5 kilogram. Untuk pemerataan, pembelian dibatasi maksimal dua karung atau 10 kilogram per orang.

Hari pertama Gerakan Pangan Murah ini dipusatkan di Pendapa Kecamatan Gresik berlokasi di Jalan Usman Sadar, Gresik sebanyak 323 sak beras, setara 1.615 kilogram, ludes terjual hanya dalam beberapa jam. Minyak goreng dan tepung pun ikut habis diserbu pembeli.

Pangan murah ini akan berlangsung hingga Jumat, 15 Agustus 2025 yang tersebar di enam titik, yakni :

11 Agustus: Pasar Sidayu

12 Agustus: Pasar Petikan Driyorejo

13 Agustus: Pendapa Kecamatan Balongpanggang

14 Agustus: Pasar Giri Kebomas

15 Agustus: Pendapa Kecamatan Manyar.

Selain itu, masyarakat juga bisa membeli kebutuhan pokok di seluruh Polsek jajaran Polres Gresik. Langkah ini diharapkan mampu meringankan beban ekonomi warga sekaligus menjaga daya beli tetap stabil.

Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu melalui Wakapolres Gresik Kompol Danu Anindhito menegaskan, Gerakan Pangan Murah merupakan bentuk komitmen Polri bersama pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan pasokan pangan aman, terutama bagi warga yang membutuhkan.

“Kami berharap kegiatan ini dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya. Pantauan 1minute.id  Gerakan Pangan Murah tertib. Ada dua meja untuk melayani masyarakat. Meja pertama untuk pembelian minyak goreng, tepung dan lainnya. Sedangkan, meja lainnya untuk pembelian beras.

Kompol Danu Anindhito Kuncoro Putro dan anggotanya terlihat berulang kali ikut membantu membawakan barang belanjaan warga hingga tempat parkir karena mayoritas pembeli emak-emak lanjut usia. Camat Gresik Jalesvie Triyatmoko pun demikian. “Untuk pembelian beras dibatasi. Tapi, untuk pembelian tepung, minyak goreng tidak dibatasi,” kata Jelesvie. (yad)

Hari Pertama, Gerakan Pangan Murah yang Digelar Polres Gresik dan Pemkab Gresik,  1.615 Kilogram Beras Ludes dalam 3 Jam Selengkapnya

Pemkab Gresik Gandeng BPKP Gelar Penguatan & Asistensi SPIP untuk Tata Kelola yang Lebih Akuntabel

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik berkomitmen memperkuat tata kelola pemerintahan yang akuntabel. Wujud komitmen itu, antara lain,  melakukan kegiatan Penguatan Komitmen dan Asistensi Pelaksanaan Penilaian Mandiri Maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP).

Selama dua hari, 6 dan 7 Agustus 2025 seluruh Tim SPIP dari perangkat daerah se-Kabupaten Gresik, termasuk asesor perangkat daerah, tim penilai mandiri dari Bappeda, BPPKAD, Setda, serta Tim Penjamin Kualitas dari Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) Inspektorat mendapat gemblengan dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Jawa Timur. 

Kegiatan itu, dibuka oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Pada kesempatan itu, orang nomor satu di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik ini menekankan pentingnya penguatan SPIP dalam konteks pengelolaan keuangan daerah yang bernilai besar setiap tahunnya. Data diperoleh 1minute.id menyebutkan Pendapatan Daerah (PD) pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Gresik 2025 sebesar Rp 3,8 Triliun tepatnya Rp 3.848.347.186.713, 60

“Kita ini setiap tahun mengelola keuangan daerah dengan jumlah yang sangat besar. Maka sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk memastikan bahwa tata kelola yang dijalankan benar, transparan, dan akuntabel,” tegas Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani.

Menurutnya, SPIP bukan sekadar pemenuhan regulasi, melainkan bentuk komitmen nyata dalam membangun pemerintahan yang bersih dan responsif. Keberhasilan SPIP, terintegrasi, ia melanjutkan, sangat bergantung pada kolaborasi lintas perangkat daerah dan pendampingan intensif dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Tata kelola, manajemen risiko, dan pengendalian internal harus menjadi budaya kerja di setiap level pemerintahan. Ini bukan hanya tugas Inspektorat, tapi tanggung jawab kita bersama,” tambah Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, menegaskan bahwa SPIP merupakan fondasi yang menopang akuntabilitas, efektivitas, dan efisiensi penyelenggaraan pemerintahan daerah. “Tata kelola yang baik tidak bisa dilepaskan dari sistem pengendalian internal yang kuat. SPIP adalah instrumen untuk mencapai tujuan organisasi dengan mengurangi risiko penyimpangan,” ujar Washil dihadapan seluruh Tim SPIP dari perangkat daerah se-Kabupaten Gresik, termasuk asesor perangkat daerah, tim penilai mandiri dari Bappeda, BPPKAD, Setda, serta Tim Penjamin Kualitas dari APIP Inspektorat. 

Narasumber dalam kegiatan ini, diantaranya, Abul Chair  dari BPKP Perwakilan Jawa Timur yang juga akan melakukan asistensi dan evaluasi terhadap pelaksanaan penilaian mandiri. Kegiatan asistensi tahun 2025 ini diarahkan untuk mendorong peningkatan nilai-nilai tersebut, sekaligus memperkuat indeks efektivitas pengendalian korupsi dan kapabilitas APIP.

Untuk diketahui, SPIP yang diterapkan secara profesional dan berkelanjutan juga menjadi bagian dari strategi Gresik dalam berbagai hal. Di antaranya mendukung capaian good and clean governance dan kualitas pelayanan publik, dan memenuhi data dukung Monitoring Center for Prevention (MCP) KPK. Disamping itu, SPIP juga mendukung pembangunan Zona Integritas menuju WBK/WBBM, serta Meningkatkan capaian Reformasi Birokrasi di lingkungan Pemkab Gresik.

“SPIP tidak hanya untuk memenuhi indikator semata. Ia harus memberikan manfaat nyata berupa tata kelola yang lebih efektif, efisien, dan mampu mendeteksi risiko sejak dini,” tegas Washil. (yad)

Pemkab Gresik Gandeng BPKP Gelar Penguatan & Asistensi SPIP untuk Tata Kelola yang Lebih Akuntabel Selengkapnya

Desa Leran, Duta Kabupaten Gresik Di Ajang Desa Cantik Nasional 2025

GRESIK,1minute.id – Pemerintahan Desa Leran, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur menjadi percontohan Desa Cantik alias Desa Cinta Statistik di Kabupaten Gresik. 

Program Desa Cantik ini dinisiasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Desa yang dipimpin oleh Supriyadi, pelaksana tugas  ini, menjadi wakil Kabupaten Gresik diajang Nasional.  Leran, satu-satunya Desa Cantik di Kota Industri, sebutan lain, Kabupaten Gresik ini.

Sosialisasi Hasil Akhir Pembinaan Desa Cinta Statistik, Pendataan Lengkap Pekerja Pekerja Rentan Desa Leran dilakukan pada Jumat lali, 25 Juli 2025. Sosialisasi dihadiri antara lain, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, Kepala BPS Gresik Indriya Purwaningsih, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Gresik Bunyamin Najmi. 

Kemudian, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Gresik Abu Hassan dan Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Gresik Zainul Arifin, dan Camat Manyar Hendriawan Susilo serta Tim Agen Statistik Pemerintah Desa Leran.

Desa Leran, salah satu desa di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Desa Leran, memiliki sejarah penting sebagai tempat penyebaran agama Islam pertama kali di Gresik. Situs Makam Siti Fatimah binti Maimun atau Makam Panjang, sebagai tetengernya.

Siti Fatimah, putri raja Malaka adalah penyebar agama Islam perempuan tertua di Indonesia. Beliau wafat pada 1082 Masehi. Saat itu Siti Fatimah atau Dewi Retno Swari masih remaja. Usia baru 18 tahun. 

AGEN DESA CANTIK : Desa Leran, Kecamatan Manyar mewakili Kabupaten Gresik dalam Ajang Desa Cantik Nasional 2025. (Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Kini, perkembangan Kabupaten Gresik sebagai Kota Industri, letak geografis Desa Leran sangat penting karena berada di dekat Industri besar, antara lain, PT Smelting, Petrokimia Gresik, Kawasan Industri Maspion, dan Kawasan Ekonomi Khusus Java Integreted Industrial and Port Estate (JIPPE) diantaranya, tempat beroperasinya PT Freeport Indonesia (PTFI). 

Banyak warga urban yang memilih untuk bermukim di Desa Leran. Sebagai Desa Cantik yang memiliki filosofi akan pentingnya desa sebagai penyedia data statistik yang akurat dan dapat dipercaya. Desa bukan hanya sebagai tempat tinggal penduduk, tetapi juga menjadi sumber data yang sangat berharga dalam perencanaan pembangunan.  

Plt Kepala Desa Leran Supriyadi mengungkapkan, pemerintah desa telah memiliki agen statistik. Tugas agen statistik yang berjumlah 20 orang (9 orang perangkat desa dan sisanya, relawan) ini mirip petugas sensus penduduk. Mereka mendatangi rumah warga untuk melakukan pendataan.

Tim Agen Statistik dari pemerintah desa Leran antara lain, Mahmudi, Sekretaris Desa ; Mahmuda, Kasi Kesejahteraan Rakyat serta Elin Indahsari, Kaur TU dan Umum, Mohammad Hadi Yanto, Kepala Dusun Leran. Mereka dibantu oleh ralawan desa setempat. 

“Semua warga di data, termasuk warga pendatang yang kos maupun kontrak,” kata Supriyadi ditemui pada Kamis, 7 Agustus 2025. Selain mendata identitas, juga data tentang pekerjaan. “Berdasarkan data agen Statistik, warga yang ber-KTP semuanya memiliki pekerjaan alias tidak ada pengangguran disini (Desa Leran),” kata Supriyadi yang juga Kepala Seksi Perencanan Program Kecamatan Manyar itu.

“Tidak pengangguran karena warga yang ber-KTP mengaku bekerja wiraswasta,” imbuhnya. Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) merupakan program strategis dalam meningkatkan literasi statistik di tingkat desa, Desa Cantik di Leran 2025, fokus memperkuat basis data perlindungan sosial, terutama untuk kelompok pekerja rentan. 

Pekerja wiraswasta ini masuk kategori pekerja rentan. Sebab, mereka tidak memiliki penghasilan tetap. Ia mencontohkan, profesi nelayan, ojek dan UMKM. “Di Desa Leran ini, yang masuk pekerja rentan dan belum tercover BPJS Ketenagakerjaan berjumlah 133 orang,” katanya. 

Supriyadi pun meminta doa dan dukungan kepada masyarakat Desa Leran agar bisa mempersembahkan hasil yang terbaik bagi Kabupaten Gresik di ajang lomba Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Nasional 2025 yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat tersebut.

Pada 2023 Desa Leran meraih juara pertama Desa Digital dalam Nawa Karsa Award Kabupaten Gresik. Pada 2024, Desa Leran meraih penghargaan sebagai Badan Publik Desa Informatif Terbaik dalam KI (Keterbukaan Informasi) Award Jawa Timur. Prestasi itu, menjadikan Desa Leran menjadi Duta Kabupaten Gresik untuk ajang serupa jenjang Nasional pada 2025.  “Tahun ini, ada dua lomba Nasional. Mohon doa dan restunya,” kata Supriyadi. (yad)

Desa Leran, Duta Kabupaten Gresik Di Ajang Desa Cantik Nasional 2025 Selengkapnya

Semangat Kemerdekaan, Freeport Indonesia Gelar Fun Run 5K, Peserta Pakai Busana Adat Nasional 

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 500 karyawan Smelter PT Freeport Indonesia (PTFI) berpartisipasi dalam Fun Run “Lari Warna Nusantara” di Kota Baru (Convex) Gresik, Jawa Timur. Lari dengan busana bernuansa baju adat nasional untuk menyambut dan merayakan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus mendorong gaya hidup sehat dan mempererat kebersamaan antar karyawan.

“Melalui Lari Warna Nusantara, kami ingin mengajak seluruh karyawan untuk merayakan 80 tahun Indonesia Merdeka dengan penuh semangat, sehat, dan bahagia. Kegiatan ini menjadi wujud kebersamaan dan semangat gotong royong yang merefleksikan nilai-nilai kebangsaan yang kami junjung tinggi di PTFI,” kata Presiden Direktur PTFI Tony Wenas.

Fun Run berlangsung pada Ahad, 3 Agustus 2025 diikuti karyawan yang seluruhnya mengenakan pakaian adat sebagai bentuk apresiasi terhadap keberagaman budaya Indonesia dalam semangat peringatan HUT ke-80 RI.

Peserta wajib mengutamakan aspek keselamatan, salah satunya melalui sesi pemanasan yang dilakukan sebelum memulai lari sejauh 5 kilometer guna mencegah cedera. Kegiatan kemudian ditandai dengan pengibaran bendera start oleh Executive Vice President Corporate Planning and Business Strategy Smelter PTFI, Horst Dieter Garz.

Tony mengatakan PTFI secara konsisten mendukung berbagai kegiatan yang mendorong gaya hidup sehat, baik di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat. Semangat olahraga di lingkungan perusahaan juga diwujudkan melalui ajang Freeport Olympic yang melibatkan partisipasi karyawan dari berbagai lokasi kerja PTFI, mulai dari Tembagapura, Kuala Kencana, Jakarta, hingga Gresik. 

Cabang olahraga yang dipertandingkan pun beragam, antara lain bulu tangkis, bola voli, tenis meja, tenis lapangan, bowling, biliar, hingga e-sports. PTFI sebagai perusahaan tambang tembaga terintegrasi dari hulu hingga hilir terbesar di dunia, turut merayakan HUT ke-80 RI. 

Sepanjang Agustus, PTFI menyelenggarakan berbagai kegiatan yang mengalirkan semangat nasionalisme dan gotong royong di lima titik lokasi kerja PTFI, dari hulu di Papua—meliputi Tembagapura, Kuala Kencana, dan Nabire— hingga ke hilir di Gresik, Jawa Timur dan Jakarta. Di Tembagapura berlangsung beragam lomba dan pentas budaya bersama warga Kampung Banti. Di Dataran Rendah Mimika karyawan Freeport Indonesia melakukan bakti sosial dan bersih kampung bersama ratusan warga Kampung Ayuka dan Kampung Tipuka. Di Nabire untuk pertama kalinya akan digelar Edukasi dan Pemeriksaan Mata Gratis untuk 1.000 anak sekolah, penyerahan 500 kacamata gratis, dan puncaknya Operasi Katarak Gratis untuk masyarakat. 

Di Gresik berlangsung donor darah, pelatihan digital UMKM Gresik, serta Konser Melodi Tembaga Nusantara. Puncaknya adalah Upacara Peringatan Kemerdekaan RI ke-80 serentak yang akan diikuti karyawan dan kontraktor di lima titik lokasi kerja PTFI. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan penuh semangat gotong royong dan kebersamaan dengan warga sekitar wilayah operasi. Bersama putra-putri terbaik bangsa, PTFI terus berkontribusi untuk negeri, menjalankan operasi yang aman dan berkelanjutan sebagai wujud syukur atas 80 tahun Kemerdekaan Indonesia. (yad)

Semangat Kemerdekaan, Freeport Indonesia Gelar Fun Run 5K, Peserta Pakai Busana Adat Nasional  Selengkapnya

Mensos Gus Ipul : Badan Gizi Nasional Support Makan Bergizi untuk Siswa SRMA 37 Gresik Boarding School 

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 75 siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 37 Gresik tidak perlu khawatir asupan gizi. Sebab, Badan Gizi Nasional (BGN) akan me support kebutuhan gizi siswa sekolah rakyat yang masuk kategori keluarga miskin tersebut. 

Sehingga, siswa yang bersekolah di sekolah rakyat hanya fokus pada belajar…belajar…dan belajar. Karena pemerintah memenuhi semua kebutuhan siswa, mulai seragam, alat tulis, laptop, asrama hingga makan sehari 3 kali. 

“Cek Kesehatan Gratis, Setelah itu nanti juga ada proses pemenuhan gizi yang akan ditangani oleh Badan Gizi Nasional (BGN), masuk bagian dari program makan bergizi gratis,” kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas 37 Gresik, Jawa Timur pada Selasa, 5 Agustus 2025.

Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat adalah program prioritas nasional yang terintegrasi dengan kebijakan unggulan Presiden Prabowo Subianto, yakni Cek Kesehatan Gratis dan Makan Bergizi Gratis. Pemeriksaan kesehatan dikelola oleh Kementerian Kesehatan, sedangkan pemenuhan gizi siswa menjadi tanggung jawab BGN.

Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Menengah Atas 37 Gresik dimulai pada 5 Agustus. Di dua hari pertama, seluruh siswa menjalani pemeriksaan kesehatan untuk mengetahui kondisi fisik dan mental mereka. Hasilnya akan digunakan guru dan kepala sekolah sebagai dasar menyusun pendekatan belajar yang tepat

Kegiatan Belajar Mengajar di SRMA 37 Gresik dimulai Senin, 4 Agustus 2025. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif dan Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Agus Zainal Arifin yang melaunching dan jemput siswa di gerbang sekolah. Siswa Sekolah Rakyat berkonsep asrama atau boarding school.

“Alhamdulillah nanti dengan hasil cek kesehatan itu, kepala sekolah dan guru tahu tentang kondisi fisik dan mental daripada seluruh siswa sekolah rakyat,” ujar Gus Ipul, sapaan,  Syaifullah Yusuf.

Ia menambahkan bahwa program Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada pendidikan. Pemerintah mengusung pendekatan menyeluruh, yang mencakup pendidikan, kesehatan, gizi, dan pemberdayaan keluarga secara terintegrasi. 

Bagian penting dari pendekatan ini adalah pemberdayaan orang tua. Mereka akan mendapatkan pelatihan keterampilan, bantuan modal usaha, hingga renovasi rumah tidak layak huni. “Ada semacam pemberdayaan untuk orang tuanya. Jadi anaknya sekolah, orang tuanya diberdayakan, tentu masuk bagian dari program-program pemberdayaan pemerintah, seperti bantuan modal usaha, kemudian kursus-kursus keterampilan supaya mereka bisa bekerja atau membuka usaha sendiri,” kata Gus Ipul.

Setiap siswa mendapatkan delapan setel seragam lengkap, serta mengikuti kurikulum setara sekolah formal. Selain itu, mereka juga dibekali pendidikan karakter dan keterampilan hidup, agar siap menghadapi tantangan masa depan. “Jadi sama ini nanti ada sekolah formal dan ada pendidikan karakter. Karena proses pendidikannya disini 24 jam,” tegas Gus Ipul. (yad)

Mensos Gus Ipul : Badan Gizi Nasional Support Makan Bergizi untuk Siswa SRMA 37 Gresik Boarding School  Selengkapnya

Kunjungi SRMA 37 Gresik Boarding School Gratis, Mensos Syaifullah Yusuf : Sekolah Rakyat Memuliakan Wong Cilik, Memutus Rantai Kemiskinan 

GRESIK,1minute.id – Menteri Sosial (Mensos) Syaifullah Yusuf bersama Wamensos Agus Jabo Priyono meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 37 Gresik yang berlokasi di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik pada Selasa, 5 Agustus 2025.

Gus Ipul, sapaan akrab, Syaifullah Yusuf disambut langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif. Mereka kemudian meninjau ruang kelas, kamar asrama, ruang guru hingga ruang makan siswa. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, kunjungan Mensos dan Wamensos ini menjadi bagian penting dari upaya pemerintah untuk memastikan inisiatif pendidikan ini dapat berjalan dengan lancar dan efektif. Menurutnya, program ini bertujuan menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini sulit mengakses pendidikan, dari keluarga desil 1.

“Meski persiapannya hanya dilakukan dalam waktu enam bulan, namun kami yakin program ini akan sukses. Pemkab Gresik telah melakukan pendekatan bonding antara guru, kepala sekolah, dan seluruh pihak terkait, mengingat banyak tenaga pendidik yang baru pertama kali bergabung SRMA,” terang magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya itu. 

Ia menjelaskan pemilihan Sidayu didasari pertimbangan efektivitas. Sebelumnya, fasilitas di wilayah tersebut dinilai kurang optimal karena berdekatan dengan SMP Negeri lain. Kemudian dilakukan pengelompokan, siswa SMPN 30 Gresik diarahkan ke SMPN 6 Gresik, sehingga fasilitas di SMPN 30 bisa dimanfaatkan untuk sekolah rakyat. 

“Informasi ini kami sampaikan ke Kementerian Sosial, dan alhamdulillah mendapat respon positif. Mudah mudahan SRMA 37 Gresik menjadi model pendidikan inklusif yang mampu memberi kesempatan lebih luas bagi generasi muda dari keluarga tidak mampu untuk meraih masa depan yang lebih baik,” harap Gus Yani, sapaan, Fandi Akhmad Yani. 

Mensos Syaifullah Yusuf  menyampaikan, SRMA 37 Gresik merupakan salah satu dari banyak Sekolah Rakyat yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto. Selain itu diperlukan persiapan matang agar pelaksanaan Sekolah Rakyat berjalan optimal. 

Salah satu aspek krusial dalam persiapan ini adalah survei lahan. Kementerian menargetkan lahan minimal 5 hektar untuk setiap sekolah, dengan rekomendasi ideal 6 hektar agar dapat menampung hingga 1.000 siswa serta fasilitas asrama dan perumahan guru “Lahan yang luas sangat penting untuk mendukung pembangunan sarana dan prasarana yang memadai,” kata Gus Ipul, sapaan, Syaifullah Yusuf. 

Ia menegaskan, pembangunan Sekolah Rakyat memiliki tiga tujuan, yaitu percepatan pengentasan kemiskinan, memuliakan wong cilik, serta memberikan harapan kepada warga miskin dan miskin ekstrem.” Anak-anak mereka bisa mendapatkan pendidikan yang setara dengan anak-anak lain,” ujarnya. 

Gus Ipul menyebut, Sekolah Rakyat menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk mencetak generasi emas 2045 dari anak-anak kurang mampu. Menurutnya, program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo untuk pemerataan pendidikan dari keluarga miskin bisa melanjutkan di Sekolah Rakyat.

Kehadiran program Sekolah Rakyat, lanjut gus Ipul, diharapkan dapat mencetak generasi emas yang berkualitas dengan memiliki pendidikan yang baik. Sehingga dapat memutus mata rantai kemiskinan. Karena itu, Sekolah Rakyat ada tiga kunci gagasan Presiden Prabowo, yakni pertama memuliakan wong cilik atau memuliakan kaum dhuafa yang kurang beruntung dan belum tercover proses pembangunan.

Kedua, kata Mensos, menjangkau yang belum terjangkau dengan banyaknya saudara yang belum dan tidak sekolah serta berpotensi putus sekolah. Diperkirakan anak usia sekolah mulai tingkat SD, SMP dan SMA sekitar 3 juta anak lebih tidak sekolah, putus sekolah dan berpotensi putus sekolah.

“Karena itu, Sekolah Rakyat dapat menjangkau yang belum terjangkau bagi anak-anak yang belum sekolah, putus sekolah dan berpotensi putus sekolah,” ujar Mensos Syaifullah Yusuf.

Pihaknya juga mengatakan kunci ketiga Sekolah Rakyat, yakni memungkinkan yang tidak mungkin karena banyak anak putus harapan, karena tak menyadari orang tuanya tak mampu menyekolahkan anaknya. Dengan Sekolah Rakyat tentu memberikan harapan dan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan yang baik.

“Untuk itu, memungkinkan yang tidak mungkin bagi anak-anak bisa diterima di Sekolah Rakyat,” jelasnya. Dalam kunjungannya ke Sekolah Rakyat di Gresik, Mensos Syaifullah Yusuf menyempatkan berdialog langsung dengan guru, siswa, serta wali asrama Sekolah Rakyat.

Dalam forum terbuka ini, para siswa dan guru diberi kesempatan menyampaikan cerita dan harapan mereka. SRMA 37 Gresik oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Agus Zainal Arifin pada Senin, 4 Agustus 2025. Peresmian menandai dimulainya kegiatan belajar mengajar (KBM) di SRMA 37 Gresik Boarding School. 

Gus Ipul menambahkan, untuk mengetahui fisik dan mental siswa akan diadakan rutin cek kesehatan gratis. Selain itu ada pemberdayaan untuk orang tua siswa seperti modal usaha atau kursus usaha hingga tempat tinggal melalui program bedah rumah. “Program seperti Sekolah Rakyat dan pemberdayaan masyarakat juga menjadi fokus dalam upaya pengentasan kemiskinan,” pungkasnya. (yad)

Kunjungi SRMA 37 Gresik Boarding School Gratis, Mensos Syaifullah Yusuf : Sekolah Rakyat Memuliakan Wong Cilik, Memutus Rantai Kemiskinan  Selengkapnya

SIG dan Asatu Realty Property Group Dukung Pemerintah Wujudkan 3 Juta Rumah 

GRESIK,1minute.id – Komitmen PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) untuk mendukung program 3 juta rumah kembali ditunjukkan melalui kerja sama dengan Asatu Realty Property Group dalam pembangunan perumahan Graha Asatu Puncak di Cibodas, Cianjur, Jawa Barat. SIG dan Asatu Realty Property Group akan membangun sebanyak ± 500 unit rumah beragam tipe menggunakan produk bata interlock presisi dalam sembilan klaster.

Kerja sama antara SIG dan Asatu Realty Property Group ditandai dengan seremoni peletakan batu pertama oleh Direktur Keterbukaan Publik, Transparansi, dan Akuntabilitas, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Brigjen Pol. Julisa Kusumowardono bersama Direktur Sales & Marketing SIG, Dicky Saelan di perumahan Graha Asatu Puncak pada Jumat, 1 Agustus 2025.

Bata interlock presisi merupakan produk turunan semen hijau SIG dengan mekanisme kerja bata yang saling mengunci antar balok seperti sistem mainan bongkar pasang. Penggunaan bata interlock presisi memberikan banyak keuntungan dibandingkan material konvensional dalam pembangunan rumah.

Keuntungan memakai bata interlock antara lain, lebih efisien dalam penggunaan material, dan durasi konstruksi lebih cepat dan telah dibuktikan dalam pembangunan contoh hunian tapak ramah lingkungan tipe 36 di IKN dalam waktu 15 hari. 

Produk turunan semen hijau SIG ini juga tahan gempa dan api, serta memberikan tampilan modern dan mampu mengondisikan udara dalam ruangan menjadi lebih sejuk.

Direktur Keterbukaan Publik, Transparansi, dan Akuntabilitas, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman Brigjen Pol. Julisa Kusumowardono mengapresiasi kerja sama SIG dengan Asatu Realty Property Group dalam pembangunan perumahan Graha Asatu Puncak. Kerja sama ini dinilai sebagai dukungan terhadap pemerintah dalam pembangunan 3 juta rumah. Apalagi, proyek ini dibangun menggunakan produk inovatif bata interlock presisi dari SIG yang memiliki banyak keunggulan.

”Kerja sama Ini merupakan gambaran dari gotong royong bersama dalam mewujudkan perumahan untuk rakyat. Ini adalah solusi perumahan yang bisa menjadi percontohan bagi yang lain. Apa yang digagas oleh SIG dan Asatu Realty Property Group untuk membangun rumah berkualitas dan berkelanjutan bagi rakyat harus kita dukung bersama,” kata Brigjen Pol. Julisa Kusumowardono.

Direktur Sales & Marketing SIG Dicky Saelan mengatakan, perwujudan program 3 juta rumah membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang memiliki kesamaan visi untuk membangun rumah yang berkualitas, layak dan terjangkau, serta memenuhi aspek keamanan. Kesamaan visi ini kembali mempertemukan SIG dengan Asatu Realty Property Group untuk berkolaborasi dalam pembangunan  perumahan Graha Asatu Puncak.

”Melalui produk bata interlock presisi, SIG memastikan masyarakat dapat memiliki rumah yang nyaman dan aman, lebih tahan terhadap gempa dan api, serta ramah lingkungan. Ini adalah keunggulan yang kami harapkan dapat dinikmati oleh semua kalangan, sekaligus bentuk dukungan untuk pencapaian 3 juta rumah yang dicanangkan oleh pemerintahan Bapak Presiden Prabowo Subianto,” kata Dicky Saelan.

Sementara itu, Direktur Utama Asatu Realty Property Group Joko Santosa menyampaikan rasa bangga dapat bermitra dengan SIG. Menurutnya, Asatu Realty Property Group adalah pionir dalam pembangunan rumah dengan bata interlock presisi di Pulau Jawa. Pembangunan Graha Asatu Puncak, merupakan proyek ketiga yang menggunakan bata interlock presisi menyusul kesuksesan proyek sebelumnya di Kendal, Jawa Tengah dan Bandung Barat, Jawa Barat.

Pada proyek perumahan Bumi Svarga Asri, SIG memasok bata interlock presisi untuk membangun sebanyak 250 unit rumah di Kendal, Jawa Tengah, yang menjadi hunian percontohan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) hijau pertama di Indonesia. Setelah itu, SIG kembali memasok bata interlock presisi pada proyek perumahan Hannan Permai Rendeh sebanyak 250 unit di Bandung Barat, Jawa Barat. Dalam waktu dekat, SIG juga akan mendukung Asatu Realty Property Group dengan memasok produk yang sama untuk membangun rumah di Agung Podomoro Land.

“Alhamdulillah, kolaborasi dengan SIG semakin solid. Konsumen juga mengakui bahwa rumah bata interlock presisi sejuk saat siang hari, hangat pada malam hari, dan kedap suara. Ke depan, kami akan membangun seluruh unit dengan bata interlock presisi karena mutunya bagus, waktu konstruksinya cepat, dan biayanya murah. Kami berharap semoga kemitraan dengan SIG dapat terus berlanjut,” ujar Joko Santosa. (yad)

SIG dan Asatu Realty Property Group Dukung Pemerintah Wujudkan 3 Juta Rumah  Selengkapnya