Pererat Silaturahmi dan Harmoni, SIG Memberikan Bantuan Sembako hingga THR Guru TPQ di Gresik

GRESIK,1minute.id – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) memberikan beragam bantuan kepada masyarakat mulai dari sembako, santunan anak yatim dan duafa, hingga sarana ibadah. 

Berbagi dan mempererat silaturahmi menjadi pilihan manajemen dalam menyemarakkan Bulan Suci Ramadan 1446 H di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh General Manager of CSR SIG, Edy Saraya di Masjid Manbaul Falah, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, pada Senin pekan lalu, 17 Maret 2025.

Sebanyak 430 warga yang berasal dari 6 kelurahan/desa, meliputi Desa Sidorukun, Desa Kramat Inggil, Desa Segoromadu, Kelurahan Sidomoro, Kelurahan Singosari, dan Kelurahan Gending menerima bantuan berupa, yakni,  60 paket sembako dan tunjangan hari raya bagi 60 guru TPQ ; santunan dan peralatan sekolah bagi 170 anak yatim, serta 200 paket sembako dan tunjangan hari raya bagi penyandang disabilitas. 

Bantuan juga diberikan kepada 8 masjid dan musala di Kecamatan Kebomas, Gresik dan Manyar, untuk mendukung pelaksanaan kegiatan Ramadan dan Idulfitri.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan, Bulan Ramadan adalah waktu yang tepat untuk mempererat silaturahmi dengan masyarakat wilayah operasional Perusahaan, sehingga tercipta keharmonisan yang menjadi energi bagi Perusahaan untuk maju dan berkembang. 

“Dengan berbagi, SIG menyampaikan niat tulus kami untuk hadir dan memberikan banyak manfaat dan keberkahan bagi kita semua, khususnya kepada masyarakat dalam memenuhi kebutuhan saat Ramadan dan menjelang Idulfitri,” kata Vita Mahreyni.

Kepala TPQ Mujahadah di Kecamatan Gresik Nur Qona’ah, menyampaikan rasa syukur terima kasih kepada SIG karena telah berbagi kebahagiaan di bulan yang penuh rahmat ini. 

Warga Kelurahan Bedilan, Kecamatan Gresik berusia 66 tahun ini mengaku telah mengabdi selama 40 tahun untuk TPQ Mujahadah yang berada di sekitar Perusahaan dan selama itu pula SIG selalu memberikan perhatian dan banyak manfaat baik untuk para guru maupun untuk sarana dan prasarana TPQ.

“Alhamdulillah, selama 40 tahun saya mengabdi, TPQ kami tidak pernah lepas dari perhatian SIG. Tidak hanya memberikan tunjangan bagi para guru, tapi juga ikut serta dalam membangun dan renovasi TPQ Mujahadah. Terima kasih SIG, mudah-mudahan ke depannya SIG semakin sukses dan jaya agar selalu bisa menebar manfaat untuk orang banyak tidak hanya di bulan Ramadan, khususnya bagi warga Gresik,” ujar Nur Qona’ah.

Hal senada disampaikan oleh Takmir Masjid Manbaul Falah, Bambang Trimono, 47 tahun. Pihaknya mengaku berencana menggunakan bantuan dari SIG ini untuk mengoptimalkan kegiatan keagamaan selama Ramadan, seperti buka puasa dan sahur bersama, tausiah agama, kajian rutin, tadarus, hingga kegiatan sosial seperti pembagian takjil.

“Alhamdulillah SIG senantiasa menaruh kepedulian pada warga sekitar Perusahaan, terutama di bulan Ramadan 1446 H ini kami bisa lebih optimal dalam menjalankan kegiatan keagamaan di Masjid. Semoga SIG semakin sukses, baik dalam kinerja bisnis maupun sosial, sehingga dapat memberikan manfaat lebih luas lagi untuk masyarakat,” ujar Bambang Trimono. (yad) 

Pererat Silaturahmi dan Harmoni, SIG Memberikan Bantuan Sembako hingga THR Guru TPQ di Gresik Selengkapnya

Cek Kesiapan Layanan Mudik Lebaran, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani: Semoga Mudik Lancar, Aman dan Nyaman

GRESIK,1minute.id – Puncak mudik lebaran diperkirakan mulai 28 Maret sampai 30 Maret 2025. Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik berupaya mendukung kelancaran mudik dan kenyamanan masyarakat selama libur Lebaran.

“Kami ingin memastikan masyarakat Gresik dapat merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan lancar. Infrastruktur jalan terus kami perbaiki, layanan transportasi dan kesehatan juga disiapkan dengan matang. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati selama perjalanan dan saling menjaga keamanan serta ketertiban,” ujar Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di rapat one week di kantor Bupati Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik pada Senin, 24 Maret 2025.

Kegiatan rutin mingguan yang juga dihadiri oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif dan diikuti semua Kepala Organisasi Perangkat Daerah atau OPD di Kabupaten Gresik itu membahas terkait kesiapan berbagai sektor untuk mendukung kelancaran mudik dan kenyamanan masyarakat selama libur Lebaran.

Layanan Kedadarutan Call Center 112 Gratis

Apabila masyarakat menghadapi kondisi darurat seperti kecelakaan, kebakaran, gangguan ketertiban, atau situasi mendesak lainnya, segera hubungi layanan darurat 112. Tim kami siap merespons dengan cepat demi keselamatan dan kenyamanan seluruh warga Gresik,” ujar  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

Siaga Kegawatdaruratan 24 Jam

Dalam rangka mengantisipasi situasi darurat selama Hari Raya Idul Fitri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) akan siaga penuh selama 24 jam. Tim gabungan ini siap bertindak cepat dalam menghadapi potensi bencana, gangguan ketertiban, serta keadaan darurat lainnya.

Layanan Kesehatan Tetap Buka

Untuk memastikan akses kesehatan tetap tersedia bagi masyarakat, layanan Unit Gawat Darurat (UGD) di RS Ibnu Sina, RS Gresik Sehati, dan RS Umar Mas’oed serta Puskesmas di berbagai wilayah Kabupaten Gresik akan tetap beroperasi selama libur Lebaran. Selain itu, layanan medis akan makin tanggap dengan dokter spesialis yang bersiaga secara on-call selama 24 jam.

Perbaikan Infrastruktur untuk Kelancaran Mudik

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang atau DPUPR Gresik telah melakukan peningkatan kualitas infrastruktur jalan guna mendukung arus mudik dan balik Lebaran 2025. Beberapa ruas jalan yang telah dikerjakan sejak awal tahun antara lain : Ruas Panceng – Lowayu, Dukun sepanjang 300 meter ; Ruas Wotan – Petung, Panceng sepanjang 200 meter ; Ruas Kapten Darmo Sugondo, Kebomas sepanjang 600 meter ; Ruas Balongpanggang – Metatu, Benjeng sepanjang 150 meter dan Ruas Balongpanggang – Mojopuro (akses utama ke Lamongan sisi selatan) sepanjang 700 meter.

Selain itu, Tim Satuan Tugas Unit Reaksi Cepat (SATGAS URC) Dinas PUPR telah menindaklanjuti 152 laporan perbaikan jalan sepanjang tahun 2025. “Tim ini juga akan tetap siaga selama libur Lebaran untuk menangani kondisi darurat terkait jalan dan jembatan,” kata Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani. 

Mudik Gratis dan Keamanan Transportasi

Dinas Perhubungan atau Dishub Gresik kembali menggelar program mudik gratis bagi masyarakat. Sebanyak 1.072 peserta telah terdaftar dalam program ini. Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik menyiapkan 24 unit armada bus dengan 8 jurusan kabupaten/ kota di JawaTimur. 

Dishub Gresik juga tengah mengupayakan normalisasi Penerangan Jalan Umum  alias PJU dan penerangan di sepanjang jalur pantai utara atau Pantura Gresik. Sedangkan, untuk memastikan keamanan dan kesehatan perjalanan, Dinas Kesehatan atau Dinkes Gresik menyediakan fasilitas pemeriksaan kesehatan bagi pengemudi dan peserta mudik. Selain itu, Badan Narkotika Nasional (BNN) turut melakukan tes urine bagi pengemudi dan kru bus guna memastikan keselamatan selama perjalanan.

Dengan berbagai langkah kesiapsiagaan ini, Pemkab Gresik berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri 1446 H. (yad)

Cek Kesiapan Layanan Mudik Lebaran, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani: Semoga Mudik Lancar, Aman dan Nyaman Selengkapnya

Maleman Selawe Ramadan Masjid Sunan Giri, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Sediakan  3.000 Porsi Nasi Kebuli

GRESIK,1minute.id – Ribuan jemaah menyemut di Bukit Giri pada Senin malam, 24 Maret 2025. Mereka datang dari berbagai daerah untuk mengikuti tradisi Maleman Selawe alias Malam 25 Ramadan, salah satu malam ganjil di 10 terakhir bulan suci Ramadan. 

Maleman Salawe Ramadan dipusatkan di Masjid Sunan Giri,  Mochamad Ainul Yaqin di Bukit Giri, Desa Giri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Jemaah memenuhi masjid untuk mengikuti sholat Isya dan tarawih, yang kemudian dilanjutkan dengan munajat pembacaan 1000 surat Al-Ikhlas.

Tampak hadir di tradisi turun temurun itu,  antara lain,  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Ketua DPRD Gresik M. Syahrul Munir, Ketua MUI Gresik KH Ainur Rofiq Thoyyip dan Ketua PCNU Gresik KH Mulyadi. Dalam sambutannya, Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara ini dengan penuh khidmat.

“Malam hari ini kita dapat berkumpul di tempat yang mulia, di Masjid Ainul Yaqin yang penuh berkah. Pada malam hari ini kita semua meneladani apa yang dikerjakan oleh para pendahulu kita. Warisan budaya Malam Selawe kita laksanakan di Masjid Jami Ainul Yaqin. Mudah-mudahan ke depan, Malam Selawe tetap istiqomah seperti ini,” kata Bupati Fandi Akhmad Yani.  

“Dengan niat baik kita semua, doa yang kita panjatkan dikabulkan oleh Allah. Saya juga berterima kasih kepada seluruh panitia Malam Selawe, mudah-mudahan semua panitia, Yayasan Makam Sunan Giri, serta pemerintahan desa doanya dikabulkan. Gresik semakin sukses, masyarakat semakin sejahtera,” imbuh Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani. 

Pada bagian lain malam selawe yang telah menjadi tradisi keagamaan di Gresik, tidak hanya menjadi momentum untuk bermunajat dan beribadah, tetapi juga sarana untuk mempererat kebersamaan umat. Sebagai bentuk kepedulian sosial, Pemerintah Kabupaten Gresik membagikan 3000 porsi nasi kebuli kepada masyarakat yang hadir. 

Selain itu, suasana di sepanjang Jalan Sunan Giri semakin semarak dengan kehadiran para pedagang yang menjajakan berbagai kuliner khas dan produk UMKM.  Dari makanan tradisional hingga pernak-pernik khas Gresik

Salah satu warga yang hadir Lilis (25th), yang merupakan warga lokal Sidokmukti Sunan Giri,mengungkapkan rasa syukurnya atas tradisi ini. 

“Saya datang bersama suami untuk mengenalkan tradisi Malam Selawe kepadanya, karena ini pertama kalinya ia mengikuti acara ini. Alhamdulillah, kami mendapat nasi kebuli. Semoga tahun depan semakin banyak porsinya. Jika memungkinkan, ada juga nasi krawu agar makanan khas daerah ini lebih dikenal masyarakat luas,” pungkasnya

Acara yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube Suara Gresik, Dinas Informasi dan Komunikasi atau Infokom Gresik ini turut menjadi ajang refleksi spiritual bagi masyarakat. Selain ibadah, momen berbagi 3000 porsi nasi kebuli menjadi bentuk nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap kesejahteraan warganya. 

Kegiatan ini pun disambut antusias oleh masyarakat yang berharap tradisi Malam Selawe terus dipertahankan dan semakin berkembang di tahun-tahun mendatang. Dengan adanya dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk jajaran Forkopimda, PCNU Gresik, MUI Kabupaten Gresik, Ansor Kabupaten Gresik, serta Takmir Masjid Jamik Sunan Giri, Malam Selawe diharapkan semakin memperkuat ikatan keagamaan dan sosial masyarakat Gresik. 

Tradisi yang tidak hanya memperkaya spiritualitas, tetapi juga mempererat tali silaturahmi dalam kehidupan bermasyarakat.(yad) 

Maleman Selawe Ramadan Masjid Sunan Giri, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Sediakan  3.000 Porsi Nasi Kebuli Selengkapnya

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani : RPJMD  Harus selaras dengan Asta Cita 

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa RPJMD Kabupaten Gresik harus selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo serta mendukung visi nasional dan provinsi untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap kebijakan pembangunan di Gresik sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo,” tegas Fandi Akhmad Yani ketika membuka Forum Umum Konsultasi Publik dalam rangka perumusan Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Gresik 2025-2030 dan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026 di Kantor Pemkab Gresik.pada akhir pekan lalu.

Fokus utama, ia melanjutkan, adalah menurunkan angka kemiskinan, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, serta memperkuat infrastruktur, pendidikan, dan layanan kesehatan. “Kami telah menyusun sembilan cita-cita pembangunan yang akan tercatat dalam dokumen perencanaan Kabupaten Gresik,” ujar Gus Yani, sapaan akrabnya.

Ia menyampaikan rencana strategis untuk lima tahun ke depan, termasuk pembangunan Kali Lamong sepanjang 44,8 kilometer, pengembangan transportasi terpadu dengan Lintas Rel Terpadu (LRT) yang menghubungkan Gresik dengan wilayah sekitar, serta optimalisasi teknologi RDF (Refuse Derived Fuel) dalam pengelolaan sampah.

“Efisiensi anggaran menjadi prioritas, terutama untuk memperbaiki fasilitas kesehatan di RS Gresik dan memastikan pembangunan sekolah sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Semua ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup warga Gresik,” tambah magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini.

Sementara itu, Kepala Bappeda Gresik Eddy Hadisiswoyo, menyatakan bahwa perencanaan pembangunan ini disusun dengan mempertimbangkan kondisi keuangan daerah serta partisipasi dari berbagai pihak.

“Kegiatan ini menjadi wadah bagi seluruh elemen masyarakat untuk memberikan masukan terhadap arah pembangunan Gresik. Dengan kolaborasi yang baik, kita bisa mencapai target pertumbuhan ekonomi 4,79 persen dan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) hingga 78,93 persen pada periode 2025-2030,” jelas Eddy.

Forum dihadiri antara lain, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Ketua DPRD Gresik Syahrul Munir bersama jajaran pimpinan DPRD, perwakilan Bappeda kota/kabupaten aglomerasi Surabaya  serta stakeholder lainnya, Pemkab Gresik berharap dapat menyusun kebijakan pembangunan yang lebih inklusif, partisipatif, dan selaras dengan visi nasional. “Kami berkomitmen menjadikan Gresik sebagai kabupaten yang lebih maju, transparan, dan berkelanjutan,” pungkas Gus Yani. (yad)

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani : RPJMD  Harus selaras dengan Asta Cita  Selengkapnya

Polres Gresik Buka Penitipan Kendaraan Gratis, Mudik Aman dan Nyaman

GRESIK,1minute.id – Polres Gresik membuka layanan penitipan kendaraan gratis. Aset terjaga, mudik bisa semakin nyaman. Penitipan kendaraan bermotor gratis ini bagian dari Operasi Ketupat Semeru 2025, yang bertujuan untuk menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif selama periode mudik dan balik Lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah.

Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu, mengungkapkan bahwa layanan ini disediakan untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat yang hendak meninggalkan rumah mereka untuk mudik.

“Untuk persiapan mudik, kami akan sediakan kantong-kantong parkir bagi masyarakat yang ingin mudik. Agar kendaraannya aman, bisa dititipkan di seluruh Polsek, Polres dan nantinya akan kita jaga,” ujarnya.

Selain menyediakan tempat penitipan kendaraan, Polres Gresik juga akan meningkatkan patroli di wilayah perumahan untuk mencegah tindak kejahatan selama rumah ditinggalkan penghuninya. “Kita terjunkan Raimas Kalamunyeng Sat Samapta Polres Gresik,” tambah AKBP Rovan.

Dengan tagline “Mudik Aman, Keluarga Nyaman,” Polres Gresik bersama dengan stakeholder terkait lainnya berkomitmen untuk menciptakan suasana mudik yang aman dan lancar. AKBP Rovan memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada 28-30 Maret, sementara puncak arus balik diperkirakan pada 6-8 April 2025.

“Harapannya situasi kamtibmas tetap terjaga, termasuk kondisi lalu lintas lancar. Kita juga ada layanan call center mudik Polri 110 maupun di hotline Lapor Kapolres yang bisa dimanfaatkan pemudik ketika terjadi sesuatu,” tutupnya. (yad)

Polres Gresik Buka Penitipan Kendaraan Gratis, Mudik Aman dan Nyaman Selengkapnya

Sinergi Baznas Jatim dan Gresik Santuni 1000 Anak Yatim Duafa

GRESIK,1minute.id – Sebanyak seribu anak yatim dan duafa berkumpul di Aula Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim. Mereka terlihat semringah. Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Asluchul Alif terlihat ada bersama anak-anak tersebut.

Kehadiran ribuan anak yatim dan duafa se-Kabupaten Gresik itu menerima santunan dari Badan Amil Zakat Nasional atau Baznas Gresik bersinergi dengan Baznas Jawa Timur. Kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas program yang terus dijalankan oleh Baznas, baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten.

“Alhamdulillah, Gresik selalu dipilih oleh Baznas Jatim dalam melaksanakan berbagai programnya, termasuk santunan 1.000 yatim dan dhuafa ini. Kegiatan ini sangat berarti bagi masyarakat yang membutuhkan, dan semoga dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk berbagi dengan sesama,” ujar Gus Yani, sapaan, Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya.

Sebagai lembaga yang berperan dalam penghimpunan dan penyaluran zakat, Baznas Kabupaten Gresik terus aktif dalam berbagai program sosial guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

Beberapa program yang telah dilaksanakan antara lain:

OASE (Orang Tua Asuh Sehari)
Program kolaborasi antara Baznas Jatim, Baznas Gresik, dan PT Petrokimia Gresik ini bertujuan memberikan bantuan kepada anak yatim dan dhuafa melalui sistem orang tua asuh yang memberikan santunan secara langsung.

Syiar Zakat
Kegiatan ini dilaksanakan pada minggu kedua bulan ini dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat serta membangun kepedulian sosial di lingkungan sekitar.

Santunan untuk Pengemudi Ojek Online (Ojol) dan Ojek Pangkalan (Opang)
sebagai bentuk apresiasi terhadap para pekerja sektor transportasi yang sering kali memiliki penghasilan tidak menentu, Baznas Gresik memberikan santunan guna meringankan beban mereka.

Santunan bagi Petugas Keamanan dan Kebersihan
Para pekerja di sektor keamanan dan kebersihan, yang memiliki peran penting dalam menjaga kenyamanan serta kebersihan lingkungan, juga mendapat perhatian khusus dari Baznas Gresik.

Kedepan, Baznas Gresik juga berencana memberikan santunan kepada para guru Madrasah Diniyah (Madin) dan guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam mencerdaskan generasi muda di Kabupaten Gresik.

Pada kesempatan ini, sebanyak 1.000 anak yatim dan dhuafa dari seluruh kecamatan di Kabupaten Gresik menerima berbagai bantuan, berupa paket sembako dari Bupati Gresik ; Perlengkapan sekolah dari Baznas Jawa Timur dan Uang tunai senilai Rp200.000 dari Baznas Kabupaten Gresik.

Selain itu, Baznas Gresik juga memberikan insentif bagi 200 marbot masjid sebesar Rp200.000 per orang sebagai bentuk penghargaan atas peran mereka dalam menjaga dan merawat masjid. 

Baznas juga menyalurkan bantuan pembangunan MCK senilai Rp5 juta, yang diharapkan dapat meningkatkan fasilitas sanitasi bagi masyarakat. Kegiatan santunan ini menjadi bukti nyata kepedulian pemerintah daerah dan Baznas dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. 

Baznas Gresik terus berupaya menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah secara tepat sasaran agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh penerima.

Acara ini ditutup dengan doa bersama dan penyerahan bantuan secara simbolis kepada anak yatim, kaum dhuafa, marbot, serta perwakilan penerima bantuan MCK. Diharapkan, kegiatan ini semakin mendorong kesadaran masyarakat untuk berbagi dan berkontribusi dalam aksi sosial guna menciptakan kesejahteraan bersama. (yad)

Sinergi Baznas Jatim dan Gresik Santuni 1000 Anak Yatim Duafa Selengkapnya

Maleman Selawe, Pemkab Gresik Gelar Munajat 1000 Al Ikhlas 

Tradisi Ramadan di Bukit Giri dengan Kuliner Khas Ketupat Ketheg. 

GRESIK,1minute.id – Maleman Salawe.atau Malam 24 Ramadan di Desa Giri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Tahun ini, Malam 25 Ramadan bertepatan pada 24 Maret 2025. Tradisi Maleman Ramadan yang juga ditunggu warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik.

Bila malem 23 Ramadan ada Sanggring Kolak Ayam di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Tradisi Sanggring Kolak Ayam, kuliner langka sejak Kanjeng Sunan Dalem, anak Sunan Giri ini memasuki 5 abad. Sanggring Kolak Ayam, kuliner yang dimasak hanya setahun sekali. Kokinya semuanya laki-laki. 

Nah, malem Salawe Ramadan di puncak Bukit Giri ada kuliner khas yang patut dibawa pulang untuk oleh-oleh yakni Ketupat Ketheg. Ribuan jemaah tumplek-blek ke Sunan Giri. Sebab, memasuki fase sepuluh hari ketiga yakni 10 hari terakhir Ramadan ada banyak keutamaan dengan melakukan iktikaf, shalat malam, membaca Al Quran, zikir, dan bersedekah serta memperbanyak doa lainnya untuk meraih malam kemuliaan yakni Lailatul Qadar di Masjid dan Makam Sunan Giri, Waliyullah di Bukit Giri.

Jalan Sunan Giri mulai simpang empat Kebomas mulai Senin, 24 Maret 2025 pukul 16.00 WIB di tutup untuk semua kendaraan bermotor, roda 2 maupun roda 4. Jemaah harus jalan kaki sejauh lebih kurang 2 kilometer. Jalannya menanjak. Sepanjang jalan itu, ratusan pedagang membuka lapak untuk berjualan. 

Ada yang berjualan kuliner, mainan anak-anak hingga pakaian untuk persiapan Idul Fitri. Sepanjang jalan riuh, bagai pasar malam. Sesak lautan manusia. Sementara di kompleks masjid dan makam Sunan Giri juga nyaris sama. Ribuan orang silih berganti datang untuk ngalap berkah. Salat, berzikir dan berdoa.

Pemerintah kabupaten atau Pemkab Gresik menggelar live streaming Malam Salawe Munajat 1.000 Al Ikhlas. Acara dimulai salat Isya, tarawih lalu dilanjutkan bermunajat pembacaan 1.000 Surat Al Ikhlas di Masjid Ainul Yaqin Sunan Giri. Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Asluchul Alif dijadwalkan hadir langsung. 

Ketupat Ketheg 

Penjual Ketupat ketheg di perkirakan wisata religi Sunan Giri (FOTO: chusnul cahyadi/1minute.id)

Pada malem Selawe di Bukit Giri, memiliki kuliner khas yakni ketupat ketheg. Kurang afdal bila malam selawe tidak mencicipi atau membawa oleh-oleh kuliner khas Giri itu. Apalagi, jajanan khas itu, mudah ditemukan. Biasanya penjual kuliner khas Giri membuka lapak mereka mulai tangga menuju masjid Sunan Giri. Atau pusat kuliner yang berada di dekat masjid Sunan Giri dengan makam Sunan Giri. Harganya pun terjangkau. 

Ketupat ketheg ini, rasanya gurih, asin bila disantap parutan kelapa. Ada juga yang makan dengan diolesi gula aren. Heemmmm lezat. Bagi para penjual Ketupat ketheg malam selawe momentum yang paling ditunggu. Karena ribuan jemaah bagai air terus mengalir ke masjid dan makam Sunan Giri. Mulai sore hari hingga badal Subuh, keesokan harinya.  Sholihah, salah satu penjual Ketupat ketheg menceritakan setiap malem selawe jajanan laris manis. “Bagi kami dan.pedagang lainnya malam selawe momentum yang paling ditunggu karena puncak tamu yang datang ke Sunan Giri untuk ngalap berkah. Berharap malam seribu bulan,” katanya. 

Bahan Langka, Ketupat Ketheg Nyaris Punah

Seorang pedagang ketupat ketheg menceritakan, beberapa tahun terakhir pedagang kesulitan untuk mendapatkan bahan utama pembuatan ketupat ketheg. Bahan utama itu, adalah air endapan minyak mentah, masyarakat setempat menyebutnya, air lanthung. Sebelum tahun 2000-an, air lanthung mudah didapatkan. Karena sumur minyak tua peninggalan Belanda banyak ditemukan di halaman rumah atau lahan milik warga, antara lain, di Desa Sekarkurung, Kecamatan Kebomas. 

Seiring berjalan waktu, keberadaan sumur minyak tua peninggalan Belanda itu telah ditutup oleh pemerintah setempat, sehingga warga sekitar mengambil air ketheg di wilayah Gunung Anyar. Penjual Ketupat ketheg tetap memburu air lanthung adalah salah satu bahan utama dalam mengolah ketheg. “Air lanthung yang bisa memberikan rasa gurih dan asin di setiap irisan makanan ketupat ketheg itu,” kata seorang penjual Ketupat ketheg. 

Selain memberikan sensasi rasa gurih dan asin yang alami, air lanthung atau endapan minyak mentah yang berwarna kehijau kehitaman itu juga merubah warna bungkus ketupat dari bahan dasar daun gebang menjadi agak kuning keemasan dan mengkilat sehingga terlihat khas. “Bungkus ketupat ketheg ini berbeda dengan ketupat pada umumnya,” tegasnya. Solikhah, menjelaskan proses membuat ketupat ketheg sama seperti membuat ketupat pada umumnya, yakni perlu disiapkan anyaman berbentuk ketupat, kemudian direndam di dalam air sumur ketheg.

Isi dari kupat ketheg bukan berasal dari beras biasa, melainkan beras ketan yang dicuci menggunakan sumur ketheg hingga beberapa kali. Proses pencucian menggunakan air ketheg tidak bisa langsung dilakukan, karena air yang baru diambil dari sumur minyak tua kondisinya masih keruh sehingga perlu diendapkan selama tujuh hari, agar menjadi jernih dan terlihat bersih saat digunakan untuk memasak.

“Dari air inilah ada rasa khas makanan ini, dan yang membedakan dengan menu ketupat biasa yang disajikan dengan opor ayam. Dan menu ketupat ini mampu bertahan hingga lebih dari 15 hari lamanya meski tanpa bahan pengawet kimiawi,” ucapnya.Penasaran ayo ngalap berkah Maleman Salawe nang Sunan Giri. (chusnul cahyadi/1minute.id)

Maleman Selawe, Pemkab Gresik Gelar Munajat 1000 Al Ikhlas  Selengkapnya

Wabup Gresik dan Ketua DPRD Gresik Nikmati Lezatnya Takjil Sanggring Kolak Ayam

500 Tahun Sanggring Kolak Ayam, Kuliner Langka, Dimasak Setahun Sekali di Maleman 23 Ramadan 

GRESIK,1minute.id – Ribuan jemaah menyemut di halaman. masjid Jamik Sunan Dalem di Desa Gumeno,  Kecamatan Manyar,  Kabupaten Gresik pada Sabtu, 22 Maret 2025. Mereka yang datang untuk ngalap berkah malam 23 Ramadan 1446 hijriah. Menu tradisi adalah Sanggring Kolak Ayam yang tahun ini memasuki genap 500 tahun alias 5 Abad. Sebanyak 3.500 bungkus sanggring Kolak Ayam yang disediakan oleh panitia untuk takjik buka puasa. 

Tampak hadir di Semarak 5 Abad Sanggring Kolak Ayam ini, antara lain,  Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif,  Ketua DPRD gresik M. Syahrur Munir,  Sekretaris Daerah atau Sekda Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman. Kemudian, Asisten III Setda Gresik Misbahul Munir, serta Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Gresik Saifuddin Ghozal. Mereka tampak menikmati menu langka yakni Sanggring Kolak Ayam, yang dimasak setahun sekali dengan koki semuanya adalah kaum Adam itu. 

Perayaan Semarak 5 Abad Sanggring Kolak Ayam semakin meriah dan khidmat karena dengan kegiatan pengajian akbar dengan qorik internasional, Sayyid Zulfikar Asy Syaibani, dengan KH Anwar Zahid dari Bojonegoro. Pada 2019, Sanggring Kolak Ayam telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda atau WBTB. Wabup Gresik Asluchul Alif menegaskan bahwa Sanggring Kolak Ayam merupakan tradis yang harus terus dilestarikan. Selain sebagai kuliner warisan leluhur, hidangan ini juga diyakini memiliki khasiat sebagai obat.

“Sanggring berarti raja yang sedang sakit. Dahulu, kolak ayam ini dibuat sebagai obat bagi Sunan Dalem saat menyebarkan syiar Islam di Desa Gumeno. Semoga dengan keberkahan beliau, kita semua senantiasa diberi kesehatan dan dijauhkan dari segala penyakit,” ujar dr. Alif-sapaan akrab-Asluchul Alif saat menghadiri acara Semarak 5 Abad Sanggring di Desa Gumeno pada Sabtu, 22 Maret 2025.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, lanjutnya, berkomitmen untuk terus melestarikan Sanggring Kolak Ayam Gumeno yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB). Pemkab akan berupaya mengembangkan dan memperkenalkan tradisi ini kepada masyarakat luas. “Tahun depan, kami akan memberikan dukungan penuh, baik dari segi anggaran maupun fasilitasi lainnya, agar tradisi ini semakin berkembang dan dikenal lebih luas,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Sanggring Kolak Ayam, Didik Wahyudi, mengungkapkan bahwa tahun ini panitia menyiapkan lebih dari 3.500 porsi kolak ayam yang akan dibagikan secara gratis kepada masyarakat. Jumlah ini menjadi yang terbanyak sepanjang sejarah perayaan Sanggring. “Untuk memasaknya, kami menggunakan bahan dalam jumlah besar, termasuk 279 ekor ayam kampung, 740 kg gula merah, 600 butir kelapa, 250 kg bawang daun, 60 kg jinten bubuk, dan 1.400 liter air,” jelas Didik.

Lebih lanjut, Didik menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar ajang kuliner, tetapi juga bentuk pelestarian budaya dan syiar Islam. Peringatan 500 tahun Kolak Ayam diharapkan menjadi momentum bersejarah yang penuh keberkahan, kebersamaan, dan nilai spiritual. “Tradisi ini terus dijalankan setiap malam ke-23 Ramadan sebagai wujud rasa syukur dan doa untuk kesehatan serta keberkahan. Karena memiliki nilai sejarah dan spiritual yang kuat, kami ingin terus melestarikannya agar tidak hilang ditelan zaman,” tambahnya.

Menurut kisahnya, tradisi ini bermula ketika Sunan Dalem bernama lengkap Syekh Maulana Zaenal Abidin, berdakwah di Desa Gumeno pada 1540 Masehi. Putra pertama dari Sunan Giri (Sunan Maulana Ainul Yaqin) ini mendirikan sebuah masjid di desa tersebut. Tak lama usai membangun masjid, Sunan Dalem jatuh sakit.

Kabar sakitnya Sang Wali ini cukup membuat para santri dan penduduk terkejut sehingga mereka menandai peristiwa ini dengan sebutan Sanggring, berasal dari kata ‘Sang’ (raja, pemimpin) dan ‘Gering’ (sakit). Sakitnya Sang Wali selama beberapa waktu membuat para santri dan penduduk bingung mencari obat penyembuhnya. Hingga pada 22 Ramadan 946 Hijriah, sebuah mimpi menghampiri Sunan Dalem. 

Dalam mimpi itu beliau mendapatkan petunjuk tentang obat penyakitnya, yakni harus memakan sebuah makanan dengan ayam jago berusia muda sebagai salah satu syarat utama bahan masakan. Sunan Dalem lantas mengutus para lelaki untuk mempersiapkan bumbu-bumbu masakannya, yakni daun bawang merah, gula jawa, jintan, dan santan. Sementara itu para santri mencarikan ayam jago muda.

Gelaran masak besar kolak ayam ini kemudian menjadi tradisi bagi warga Desa Gumeno sampai sekarang. Tradisi Kolak Ayam selalu dilaksanakan di Masjid Jami’ Sunan Dalem Desa Gumeno yang dimulai pukul 16.00 WIB. Berkat tradisi ini pula warga Desa Gumeno dan warga dari kampung lainnya menjadi semakin erat silaturahminya. (chusnul cahyadi/*)

Wabup Gresik dan Ketua DPRD Gresik Nikmati Lezatnya Takjil Sanggring Kolak Ayam Selengkapnya

Bupati dan Wabup Gresik Luncurkan Program Quick Win 100 Hari Kerja, Ini Targetnya

GRESIK,1minute.id – Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Asluchul Alif meluncurkan Program Quick Win 100 Hari Kerja. Mereka dilantik oleh Presiden Probowo Subianto pada 20 Februari 2025. Artinya, masa pemerintahan  pasangan Gus Yani-dr Alif baru sebulan.

Peluncuran program ini dilakukan dalam konferensi pers di Ruang Putri Cempo, Kantor Bupati Gresik pada Jumat, 21 Maret 2025. Acara tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah atau Sekda Achmad Washil Miftachul Rachman serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Gresik.

Peluncuran ditandai dengan pemaparan sembilan program unggulan yang menjadi bagian dari Navigasi Nawakarsa, yaitu:

1. Gresik Tuntas, terkait dengan reformasi birokrasi.

2. Gresik Seger, berfokus pada pengentasan kemiskinan.

3. Gresik Mapan, berkaitan dengan pembangunan infrastruktur.

4. Gresik Agropolitan, mendukung kesejahteraan sektor agropolitan dan minapolitan.

5. Gema Karya, mengusung konsep Gresik mandiri dan sejahtera.

6. Gresik Cemerlang, difokuskan pada sektor pendidikan.

7. Gresik Sehati, menghadirkan pelayanan kesehatan yang integratif.

8. Gresik Barokah, bertujuan untuk pelestarian budaya.

9. Pesona Gresik, mendukung pelestarian serta naturalisasi alam.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menjelaskan bahwa Program Quick Win 100 Hari Kerja merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik dalam memberikan pelayanan cepat dan efektif kepada masyarakat.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Pemkab Gresik siap bekerja dengan cepat dan tepat. Salah satu prioritas utama dalam 100 hari ini adalah perbaikan infrastruktur,” ujar Fandi Akhmad Yani. Program perbaikan jalan dengan target penyelesaian pada Mei 2025, mencakup sepanjang 17,88 kilometer.

Ia melanjutkan, bahwa perbaikan akses jalan bertujuan untuk meningkatkan mobilitas masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. “Kami akan memulai dari jalan-jalan dengan tingkat mobilitas tinggi agar manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” tegas Gus Yani-sapaan akrab- Fandi Akhmad Yani.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menyoroti beberapa kebijakan yang berdampak langsung pada masyarakat, seperti pengaturan jam operasional dump truck dan kebijakan kendaraan berat di area quarry.

“Kami akan menerapkan kebijakan jam operasional quarry di wilayah Gresik Utara untuk mengurangi gangguan lalu lintas. Selain itu, pemanfaatan Islamic Center juga menjadi salah satu prioritas kami dalam 100 hari pertama,” jelas Asluchul Alif.

Ia juga mengungkapkan bahwa meskipun masa kepemimpinan mereka belum genap 100 hari, sejumlah program telah diluncurkan, seperti program antar-jemput Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) melalui Dinas Pendidikan serta program bantuan untuk nelayan. “Ini adalah langkah konkret yang kami ambil untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat besar bagi warga Gresik,” tambahnya.

Peluncuran Program Quick Win 100 Hari Kerja menjadi tolak ukur awal bagi kinerja pemerintahan Gresik dalam lima tahun ke depan. Sebagai bagian dari visi dan misi mereka, Bupati dan Wakil Bupati berharap program ini dapat berjalan dengan baik serta memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Gresik.

Dengan langkah-langkah konkret yang telah dipaparkan, diharapkan masyarakat dapat merasakan perubahan signifikan dalam waktu dekat, terutama dalam bidang infrastruktur dan kesejahteraan sosial. Program ini bukan sekadar pencapaian dalam 100 hari kerja, tetapi juga pondasi bagi kemajuan Gresik ke depan. (yad)

Bupati dan Wabup Gresik Luncurkan Program Quick Win 100 Hari Kerja, Ini Targetnya Selengkapnya

5 Abad Sanggring Kolak Ayam Gumeno

Tradisi Maleman Ramadan di Gresik. Di Masak Hanya Sekali Setahun, Juru Masak Semua Lelaki, Dinyakini Bisa Menjadi Obat Segala Penyakit 

GRESIK,1minute.id – Bulan suci Ramadan telah memasuki sepuluh hari ketiga atau likuran atau maleman. Apa saja event maleman Ramadan itu? 

Malam telulikur atau 23 Ramadan ada tradisi Kolak Ayam, Sanggring di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar. Seperti apa tradisi itu ?

BILA Anda belum pernah merasakan Kolak Ayam datang dan buka bersama di Masjid Jamik Sunan Dalem di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik pada malam 23 Ramadan atau Sabtu, 22 Maret 2025. Tahun ini, tradisi turun temurun itu genap memasuki 500 tahun, mulai 946 hijriah sampai 1446 hijriah itu. Tahun Sanggring Kolak Ayam Gumeno diperkirakan lebih semarak. 

Panitia menyiapkan berbagai kegiatan untuk menyemarakkan 5 Abad tradisi Sanggring Kolak Ayam dengan tagline 500 tahun #Bersama Kita Lestarikan. Antara lain, ziarah ke makam Waliyullah yakni Syekh Maulana Malik Ibrahim ; Sunan Giri ; Sunan Drajat dab Sunan Dalem. Ada juga Festival Albanjari. 

Pada puncaknya, pada malam 23 Ramadan atau 22 Maret 2025 mulai pukul 15.30 WIB hingga selesai ada pengajian Akbar dengan qorik internasional, Sayyid Zulfikar Asy Syaibani, dengan KH Anwar Zahid dari Bojonegoro. 

Serangkaian acara itu, diperkirakan akan menyedot perhatian masyarakat sehingga panitia menyediakan menu Sanggring untuk takjil yang lebih banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Menurut Ketua Panitia Semarak Sanggring 500 Tahun Didik Wahyudi, panitia memotong 260 ekor ayam ;  740 kg gula merah ;; 600 butir kelapa ; 250 kg bawang daun ; 60 kg jinten bubuk dan 1.400 liter air.

“Kami menyediakan takjil gratis 3.500 bungkus Sanggring,” kata Didik Wahyudi, Ketua panitia Semarak Sanggring 500 Tahun pada Jumat, 21 Maret 2025.

Sebagi ilustrasi tahun lalu, panitia memotong lebih dari 250 ekor ayam. Ratusan ekor ayam kampung pilihan untuk takjil sekitar 2.500 bungkus. Ratusan ekor ayam kampung ini di masak oleh “koki-koki” hebat dan semuanya berjenis kelamin laki-laki nantinya distribusi kepada masyarakat desa setempat juga sebagaian untuk berbuka puasa bersama bagi warga luar desa. 

Pada 2019, Sanggring Kolak Ayam Gumeno ini, tercatat sebagai Warisan Budaya Takbenda atau WBTb Indonesia.  

Sanggring Kolak Ayam? Sanggring adalah masakan berkuah yang berbahan utama daging ayam yang dimasak dengan cara khusus. Cara khusus yakni kolak dengan campuran rempah-rempah disuguhkan untuk menu berbuka puasa. Semua jamaah. Dan, masyarakat setempat. 

Bagi masyarakat setempat menyakini mengonsumsi kolak ayam yang dimasak oleh juru masak semuannya laki-laki ini bisa mengobati segala jenis penyakit. Uniknya lagi, wadah kolak ini bukan baskom. Tapi, masyarakat desa setempat membawa wadah ember. Untuk kuah dan ramuan rempah atau Sanggring.

Mengutip dari buku “Grissee Kota Bandar” Kolak ayam atau Sanggring, tradisi ratusan tahun ini telah tercatat sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia pada 2019. Kolak ayam Desa Gumeno rasanya gurih legit dengan isian ayam kampung di dalamnya. Makanan inilah yang menjadi ikon tradisi ini. Awalnya, kolak ayam berfungsi sebagai obat. 

Menurut kisahnya, tradisi ini bermula ketika Sunan Dalem bernama lengkap Syekh Maulana Zaenal Abidin, berdakwah di Desa Gumeno pada 1540 Masehi. Putra pertama dari Sunan Giri (Sunan Maulana Ainul Yaqin) ini mendirikan sebuah masjid di desa tersebut. Tak lama usai membangun masjid, Sunan Dalem jatuh sakit.

Kabar sakitnya Sang Wali ini cukup membuat para santri dan penduduk terkejut sehingga mereka menandai peristiwa ini dengan sebutan Sanggring, berasal dari kata ‘Sang’ (raja, pemimpin) dan ‘Gering’ (sakit). Sakitnya Sang Wali selama beberapa waktu membuat para santri dan penduduk bingung mencari obat penyembuhnya. Hingga pada 22 Ramadan 946 Hijriah, sebuah mimpi menghampiri Sunan Dalem. 

Dalam mimpi itu beliau mendapatkan petunjuk tentang obat penyakitnya, yakni harus memakan sebuah makanan dengan ayam jago berusia muda sebagai salah satu syarat utama bahan masakan. Sunan Dalem lantas mengutus para lelaki untuk mempersiapkan bumbu-bumbu masakannya, yakni daun bawang merah, gula jawa, jintan, dan santan. Sementara itu para santri mencarikan ayam jago muda.

Gelaran masak besar kolak ayam ini kemudian menjadi tradisi bagi warga Desa Gumeno sampai sekarang. Tradisi Kolak Ayam selalu dilaksanakan di Masjid Jami’ Sunan Dalem Desa Gumeno yang dimulai pukul 16.00 WIB. Berkat tradisi ini pula warga Desa Gumeno dan warga dari kampung lainnya menjadi semakin erat silaturahminya. (chusnul cahyadi/*)

5 Abad Sanggring Kolak Ayam Gumeno Selengkapnya