AKI & AKB di Gresik Tren Menurun, Driyorejo Penyumbang AKI Terbanyak, AKB Terbanyak Kebomas 

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif membuka Workshop Verifikasi dan Analisis Kematian Ibu dan Bayi di Hotel Aston pada Kamis, 25 September 2025. Salah program prioritas Pemkab Gresik untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).

Wabup Gresik Asluchul Alif menegaskan bahwa isu kematian ibu dan bayi bukan hanya persoalan medis, tetapi juga persoalan sosial, kemanusiaan, sekaligus masa depan generasi bangsa.

“Ini bukan sekadar angka statistik, tetapi menyangkut nyawa manusia. Pemerintah Kabupaten Gresik berkomitmen penuh untuk memastikan setiap ibu dan bayi di Gresik mendapatkan pelayanan terbaik, terjamin keselamatannya, dan terlindungi,” tegas dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir rekomendasi yang dapat menjadi dasar kebijakan Pemkab Gresik ke depan, sehingga upaya penurunan AKI dan AKB lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Semua elemen harus bersinergi, tenaga kesehatan, pemerintah, masyarakat, bahkan keluarga. Karena keselamatan ibu dan bayi adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkas Wabup Alif.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik dr. Mukhibatul Khusna, menyampaikan perkembangan positif dalam penurunan AKI dan AKB. Pada 2023, AKI tercatat 99,38 per 100.000 kelahiran hidup, sementara pada 2024 turun menjadi 77,59. Untuk AKB, dari 4,82 per 100.000 kelahiran hidup pada 2023, turun menjadi 4.38 di tahun 2024.

“Ini pencapaian yang patut diapresiasi, tetapi belum cukup. Kita harus bekerja lebih keras dan berkolaborasi lintas sektor agar penurunan ini berlanjut secara signifikan,” ujarnya. Berdasarkan analisis data, kasus kematian ibu terbanyak tercatat di Kecamatan Driyorejo, Kedamean, dan Tambak. Sementara kasus kematian bayi paling banyak terjadi di Kecamatan Kebomas, Manyar, dan Sangkapura. Selain itu, kasus ibu hamil berisiko tinggi terbanyak ditemukan di Kecamatan Manyar, Menganti, dan Kebomas.

Workshop hari ini dihadiri oleh para dokter, bidan, perawat, dan petugas kesehatan dari puskesmas serta rumah sakit se-Kabupaten Gresik. Mereka diajak untuk melakukan diskusi interaktif, mengidentifikasi akar masalah, serta mencari solusi komprehensif dalam penanganan kasus. (yad)

AKI & AKB di Gresik Tren Menurun, Driyorejo Penyumbang AKI Terbanyak, AKB Terbanyak Kebomas  Selengkapnya

Gedung Rawat Jalan & Diagnostik Terpadu RSUD Ibnu Sina Resmi Beroperasi, Bupati Gresik : Percepat  Layanan Kesehatan, Kurungi Waktu Tunggu Pasien

GRESIK,1minute.id –  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meresmikan gedung Rawat Jalan dan Diagnostik Terpadu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ibnu Sina pada Senin, 22 September 2025. Masyarakat menyambut positif ikhtiar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik dalam meningkatkan layanan kesehatan. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, gedung rawat jalan dan diagnostik terpadu ini diharapkan mampu menghadirkan pelayanan yang lebih modern, cepat, nyaman dan profesional. Sehingga masyarakat Gresik dapat merasakan manfaat langsung dari kemajuan di bidang kesehatan.

Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani melanjutkan, gedung baru ini diharapkan adanya peningkatan cakupan rawat jalan yang semakin profesional. Begitu juga dengan kualitas dan pelayanan, begitu juga SDM nya harus baik agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik.

“Gedung rawat jalan dan diagnostik terpadu ini bertujuan untuk mempercepat penanganan penyakit, mengurangi waktu tunggu pasien, dan meningkatkan efisiensi pelayanan medis,” ujar Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya itu. 

Dikatakan, pembangunan gedung baru ini merupakan satu inovasi yang tidak mudah ditengah isu efisiensi secara nasional. Di mana tidak mudah dalam membangun infrastruktur baik jalan maupun kesehatan. Tapi kita lihat salah satu prioritas yang lebih utama dari masyarakat yaitu layanan kesehatan. 

Pihaknya, akan terus berupaya memberikan pelayanan yang maksimal di bidang kesehatan medis kepada masyarakat. Tidak hanya itu, Pemkab Gresik juga akan terus memperbaiki manajemen administrasi layanan kesehatan. “Kehadiran gedung rawat jalan dan diagnostik terpadu RSUD Ibnu Sina siap memberikan layanan kesehatan yang lebih cepat, akurat, dan terintegrasi bagi masyarakat Kabupaten Gresik, ” tandasnya didampingi Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif. 

Di tempat sama, Direktur Utama (Dirut) RSUD Ibnu Sina Gresik dr. Soni, dalam laporannya menyampaikan, latar belakang pembangunan gedung baru ini mempercepat pelayanan kepada masyarakat, agar lebih mudah baik dan terjangkau. 

Selain itu, dr Soni menjlentrehkan dengan adanya gedung baru ini diharapkan masyarakat mendapatkan pelayanan terbaik, sesuai yang diharapkan. Ia juga berharap naiknya kepercayaan dan kepuasan masyarakat terhadap layanan kesehatan di RSUD Ibnu Sina. 

“Pembangunan ini merupakan salah satu proyek strategis Pemkab Gresik, dibangun di lahan 1.200 meter persegi dengan anggaran Rp 64,8 milliar. Bangunan ini diwujudkan dalam 2 tahap dengan 7 lantai. Terdapat juga gedung perkantoran, pendidikan dan pelatihan, sebagai salah satu peningkatan SDM,” pungkasnya. Pada kesempatan itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani juga membagikan paket hampers kepada keluarga pasien. (yad)

Gedung Rawat Jalan & Diagnostik Terpadu RSUD Ibnu Sina Resmi Beroperasi, Bupati Gresik : Percepat  Layanan Kesehatan, Kurungi Waktu Tunggu Pasien Selengkapnya

Pemkab Gresik Wujudkan Mimpi RSUD Ibnu Sina Gresik jadi Rumah Sakit Pendidikan 

GRESIK,1minute.id – RSUD Ibnu Sina sebagai Rumah Sakit Pendidikan. Itu tema Forum Group Discussion (FGD) yang dihelat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bersama RSUD Ibnu Sina Gresik pada Kamis, 18 September 2025.

Wacana itu muncul sebagai ikhtiar memperkuat fungsi RSUD Ibnu Sina sebagai pusat pelayanan kesehatan sekaligus wahana pendidikan dan penelitian bagi berbagai perguruan tinggi.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menekankan pentingnya penyusunan standar operasional prosedur (SOP) yang jelas dalam pengelolaan rumah sakit pendidikan. “SOP harus jelas, agar tidak ada kekeliruan. Serta jangan lupa, adab dan soft skill juga wajib dijaga,” tegas dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif dalam sambutannya.

Menurutnya, mahasiswa yang menempuh pendidikan di RSUD Ibnu Sina tidak hanya dituntut cakap secara teknis, tetapi juga harus memiliki empati dan etika dalam melayani pasien.

Ditempat sama, Direktur RSUD Ibnu Sina Gresik dr. Soni menjelaskan, bahwa hingga saat ini terdapat 45 institusi pendidikan yang telah menjalin kerja sama dengan RSUD Ibnu Sina. “RSUD Ibnu Sina kini menjadi rumah sakit tipe B pendidikan dengan akreditasi paripurna. Selain pelayanan, pendidikan juga menjadi komitmen besar kami,” ungkapnya.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Gresik Jumanto dan Imam Syaifudin, mengingatkan agar status rumah sakit pendidikan tidak mengurangi mutu layanan kepada masyarakat. “Integritas pelayanan harus tetap nomor satu. Ini juga harus ditanamkan kepada mahasiswa yang magang, bahwa pasien adalah prioritas utama,” tandasnya.

Forum ini juga membahas gagasan pengembangan program ke depan, diantaranya, peluang beasiswa kedokteran bagi keluarga tidak mampu melalui skema kerja sama dengan universitas mitra. Langkah tersebut diharapkan sejalan dengan visi Pemkab Gresik untuk menurunkan angka kemiskinan melalui peningkatan akses pendidikan.

Untuk diketahui, RSUD Ibnu Sina Gresik, merupakan rumah sakit milik Pemerintah Daerah dengan kelas Tipe B Pendidikan dan berstatus akreditasi paripurna. Berlokasi di Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. 234B, Kecamatan Kebomas. Rumah sakit ini memiliki 347 tempat tidur.

Hingga September 2025, tercatat ada 148 peserta didik dari berbagai institusi yang sedang menempuh pendidikan klinik di RSUD Ibnu Sina. Mereka terdiri dari dokter muda Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya, residen Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Airlangga Surabaya, serta mahasiswa keperawatan, gizi, farmasi, dan kebidanan dari berbagai perguruan tinggi. (yad)

Pemkab Gresik Wujudkan Mimpi RSUD Ibnu Sina Gresik jadi Rumah Sakit Pendidikan  Selengkapnya

UPT SMP Negeri 2 Gresik dan Puskesmas Alun-alun Gresik Sinergi Gelar Penyuluhan Mencegah PMS

GRESIK,1minute.id – Sebanyak empat tenaga kesehatan dari Puskesmas Alun-alun Gresik melakukan penyuluhan kesehatan kepada siswa UPT SMP Negeri 2 Gresik (Spendagres) pada Selasa, 12 Agustus 2025.

Penyuluhan kesehatan tentang Bahaya Penyakit Kelamin atau Penyakit Menular Seksual (PMS) digelar di teras sekolah berlokasi di Jalan KH. Kholil, Gresik. Usia remaja atau generasi (Gen)-Z adalah usia rentan terhadap PMS karena rasa ingin tahu yang tinggi dan kurangnya pengetahuan tentang risiko dan pencegahan.

Seperti pepatah, mencegah lebih baik dari mengobati. Penyuluhan kesehatan yang tepat menjadi bekal membuat keputusan yang bijak terkait kesehatan seksual. Menurut Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim, dalam penyuluhan itu, siswa mendapatkan tambahan pengetahuan penyebab penularan dan dampak bagi kesehatan. 

Selain itu, bagaimana pencegahan. Salim menjelaskan ada beberapa cara pencegahan PMS, antara lain, peningkatan keimanan dan pengetahuan Agama; tes kesehatan secara teratur dapat membantu dalam deteksi dini penyakit kelamin. Selain, meningkatkan kesadaran dan pendidikan tentang penyakit kelamin dan cara pencegahya sangat penting.

“Selaku kepala sekolah Saya berterima kasih kepada Puskesmas Alun-alun atas sinergi positif dalam pencegahan penyakit menular seksual semoga menjadi ilmu manfaat bagi murid agar sejak dini mawasdiri dan berkesadaran tinggi,” kata Salim pada Selasa, 12 Agustus 2025.

Kesehatan peserta didik menjadi salah satu prioritas perhatian sekolah. Sehari selumnya, kata Salim, pihak puskesmas melakukan skrining kepada siswa kelas VII. Skrining yang meliputi pemeriksaan gigi, mulut, telinga, gula darah dan mata. 

Lalu apa hasil rekomendasinya?. “Rekomendasi oleh pihak puskesmas agar murid SMPN 2 tidak berlebihan mengkonsumsi minuman berbahan pemanis buatan berpengawet atau P5,” katanya. Siswa kelas VII adalah siswa baru di tahun ajaran 2025/2026. Mereka diduga mengkonsumsi minuman berbahan pemanis buatan berpengawet ketika masih di sekolah dasar. (yad)

UPT SMP Negeri 2 Gresik dan Puskesmas Alun-alun Gresik Sinergi Gelar Penyuluhan Mencegah PMS Selengkapnya

Petrokimia Gresik Peduli, Bekali Nelayan Pelatihan Kegawatdaruratan dan Pemeriksaan Kesehatan 

GRESIK,1minute.id – Profesi nelayan penuh tantangan. Penghasilan juga pasang surut. Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia turun tangan. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) “Nelayanku Sehat” berupaya meningkatkan kesejahteraan keluarga nelayan di Kelurahan Lumpur, Gresik, Jawa Timur, beberapa waktu lalu. 

Program ini direalisasikan dengan pemberian pengetahuan tanggap darurat dan basic life support serta pemeriksaan kesehatan gratis untuk para nelayan yang ada di sekitar perusahaan.

Terpisah, Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob menyampaikan bahwa, keselamatan dan kesehatan merupakan kebutuhan dasar agar setiap kepala keluarga nelayan bisa bekerja optimal. Mengingat risiko nelayan saat melaut tidak bisa diremehkan.

“Jangankan pergi melaut, untuk kegiatan ringan saja kita sudah pasti kesulitan jika dalam kondisi sakit. Melalui program ini, kami berharap para nelayan bisa melaut dengan optimal, hasil melimpah, dan pulang dengan selamat untuk kesejahteraan anggota,” tandas Daconi.

“Nelayanku Sehat” ini diikuti oleh sekitar 100 nelayan yang tergabung dalam lima kelompok nelayan di Kelurahan Lumpur, yaitu Bale Pasusukan, Bale Purbo, Bale Wonorejo, Bale Cilik, dan Bale Gede. Mereka tampak antusias mengikuti pembekalan pengetahuan tanggap darurat di laut dari para penyuluh.

Setelah itu, ratusan nelayan tersebut mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis yang disiapkan perusahaan. Dalam program ini, Petrokimia Gresik bekerja sama dengan Rumah Sakit Grha Husada.

Berikutnya, Petrokimia Gresik juga menyerahkan bantuan dana dengan total nilai Rp100 juta untuk mendukung perbaikan lima balai nelayan. Selain itu, perusahaan juga memberikan Bantuan Alat Pelindung Diri (APD) berupa safety jacket dan pelampung, Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) jinjing untuk di kapal, serta kotak P3K untuk di balai nelayan.

“Petrokimia Gresik rutin dan secara kontinu memberikan bantuan untuk nelayan di sekitar perusahaan, khususnya di Kelurahan Lumpur yang sebagian besar warganya berprofesi sebagai nelayan. Bantuan tersebut bentuknya beragam sesuai dengan kebutuhan setiap kelompok nelayan,” ujarnya.

Terakhir, Daconi menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan nelayan kepada Petrokimia Gresik sehingga operasionalnya lancar dalam rangka mewujudkan swasembada pangan nasional, sesuai cita-cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam Asta Cita.

“Kontribusi untuk nelayan ini sekaligus menjadi bentuk terima kasih kami terhadap nelayan. Kami berharap dukungan nelayan terus diberikan, dan kami berkomitmen semakin maju perusahaan semakin besar pula kontribusinya untuk masyarakat, termasuk nelayan,” pungkasnya. (yad)

Petrokimia Gresik Peduli, Bekali Nelayan Pelatihan Kegawatdaruratan dan Pemeriksaan Kesehatan  Selengkapnya

Pemkab Gresik Gelar Health Festival 2025, Kadinkes Gresik : 25 Persen Remaja Gresik Alami Anemia

GRESIK,1minute.id – Ribuan Industri beroperasi di Kabupaten Gresik sehingga mendapatkan julukan sebagai Gresik Kota Industri. Bagaimana kesehatan mental dan kesiapan generasi muda menghadapi tantangan dunia kerja.

Pada Rabu, 9 Juli 2025, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bekerja sama dengan Jawa Pos menggelar Health Festival 2025 di Aula Sang Pencerah Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG). Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif.  

Festival kesehatan ini menyoroti isu kesehatan mental serta kesiapan generasi muda menghadapi tantangan dunia kerja. Berbagai kegiatan digelar, seperti pemeriksaan kesehatan gratis, layanan konseling psikologis, talkshow kesehatan, hingga edukasi gizi. Peserta diajak memahami bahwa kesehatan merupakan fondasi utama bagi produktivitas dan kesejahteraan jangka panjang.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menekankan pentingnya membekali generasi muda dengan ketangguhan fisik dan mental. “Anak-anak muda Gresik harus sehat jasmani dan rohani. Selain upgrade ilmu, mereka juga harus kuat secara mental dan siap menghadapi tantangan dunia kerja. Melalui Health Festival ini, kita bangun budaya hidup sehat dan mental yang tangguh sejak dini,” tegas dokter Alif, sapaan Asluchul Alif. 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik, dr. Mukhibatul Khusnah, menambahkan bahwa aspek kesehatan mental menjadi perhatian penting dalam festival ini. “Kami hadirkan layanan cek kesehatan fisik dan mental sebagai bentuk kepedulian kami kepada adik-adik agar siap menghadapi tantangan dunia kerja,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelentrehkan hasil analisis Dinas Kesehatan Gresik terkait kondisi kesehatan remaja di tahun 2024. “Tercatat 25 persen remaja putri mengalami anemia, 2,7 persen remaja mengalami obesitas, 0,3 persen remaja usia 15–18 tahun mengalami hipertensi, dan 0,6 persen dirujuk untuk konsultasi kesehatan jiwa. Data ini menunjukkan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting untuk dilakukan,” kata dokter Khusnah.

Talkshow kesehatan pada acara kali ini menghadirkan tiga narasumber, di antaranya, Dosen Program Studi Psikologi Universitas Muhammadiyah Gresik Idha Rahayuningsih ; Sekretaris Apindo Gresik bidang PUU dan Advokasi Ngadi, dan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Gresik dr. Anik Lutfiyah.

Selain edukasi, festival ini memberi ruang bagi pelajar dan mahasiswa untuk memahami pentingnya occupational health, manajemen stres, serta menjaga keseimbangan antara produktivitas dan kebahagiaan dalam kehidupan sehari-hari. Health Festival 2025, Pemkab Gresik berharap generasi muda makin peduli terhadap pentingnya menjaga kesehatan, karena kesehatan adalah bekal utama untuk menjadi pribadi yang kuat dan siap menghadapi masa depan. (yad)

Pemkab Gresik Gelar Health Festival 2025, Kadinkes Gresik : 25 Persen Remaja Gresik Alami Anemia Selengkapnya

Ambulans Layanan Darurat Pemkab Gresik, Kini Dilengkapi GPS Tracker 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik menerima hibah 35 perangkat Global Positioning System (GPS) Tracker untuk ambulans. Sistem navigasi berbasis satelit bagian dari Program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Vastel Telematika Integrasi ini, bertujuan mendukung peningkatan layanan kedaruratan kesehatan di wilayah Kabupaten Gresik. 

Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Direktur Operasional PT Vastel Telematika Integrasi Ferdy Tanujaya kepada Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif di halaman Kantor Bupati Gresik pada Senin, 7 Juli 2025. Kegiatan disaksikan antara lain,  Dinas Kesehatan, Dinas Komunikasi dan Informatika, dan sejumlah mitra layanan kesehatan.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, menyampaikan apresiasi atas kontribusi PT Vastel. Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam sistem layanan darurat. “GPS Tracker ini akan memperkuat sistem respons cepat dalam layanan ambulans. Kami berharap dengan pemasangan GPS Tracker pada 35 ambulans ini, penanganan gawat darurat yang membutuhkan fasilitas ambulans di kabupaten gresik ini dapat lebih cepat dan efektif,” ujar dokter Alif, sapaan akrab Asluchul Alif. 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan  Gresik dr. Mukhibatul Khusnah, menyampaikan terima kasih atas dukungan PT Vastel dalam memperkuat infrastruktur layanan kesehatan. “Kami menerima GPS Tracker yang telah terpasang pada 35 unit ambulans dari berbagai fasilitas layanan kesehatan di Kabupaten Gresik, mulai dari Puskesmas, rumah sakit daerah, hingga layanan kedaruratan lintas sektor,” jelasnya.

Rincian hibah tersebut adalah 30 unit GPS untuk ambulans di puskesmas se-Kabupaten Gresik ; 2 unit GPS untuk ambulans RSUD Ibnu Sina dan RSUD Gresik Sehati ;  GPS untuk ambulans Dokkes Polres Gresik ; GPS untuk ambulans PMI Gresik  dan GPS untuk ambulans PSC 119 Dinas Kesehatan Gresik, masing-masing 1 unit.

“Dengan pemasangan GPS Tracker ini, penanganan kedaruratan dapat dilakukan lebih cepat dan terintegrasi melalui Command Center. Posisi ambulans yang dapat dilacak secara real-time akan membuat pelayanan darurat menjadi lebih tepat sasaran dan efisien,” imbuh dr. Khusnah.

GPS Tracker tersebut akan terhubung dalam sistem digital melalui platform SigapDarurat.id, sebuah platform pemantauan armada secara real-time. Platform ini memungkinkan optimalisasi rute, pemetaan titik lokasi darurat, hingga pelaporan kondisi operasional armada ambulans secara langsung.

Ditempat sama, Direktur Operasional PT Vastel Ferdy Tanujaya, menegaskan bahwa hibah ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap keselamatan dan pelayanan publik. “Kami sangat mendukung upaya digitalisasi yang dilakukan Pemkab Gresik, khususnya di bidang layanan kesehatan. Semoga alat GPS ini bisa membantu ambulans bergerak lebih cepat, tepat, dan responsif saat dibutuhkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ferdy juga menyampaikan bahwa ke depannya PT Vastel akan menambahkan 15 unit GPS Tracker tambahan. Nantinya GPS tambahan tersebut akan dipasang pada ambulans rumah sakit swasta di Kabupaten Gresik. Dengan demikian, total hibah akan mencapai 50 unit, mencakup seluruh ekosistem layanan darurat, baik fasilitas kesehatan pemerintah maupun swasta.

Melalui penggunaan teknologi ini, Pemkab Gresik menunjukkan komitmennya untuk memberikan layanan publik yang lebih terbuka, mudah dijangkau, dan berbasis digital, demi meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat.  (yad)

Ambulans Layanan Darurat Pemkab Gresik, Kini Dilengkapi GPS Tracker  Selengkapnya

Petrokimia Gresik Gelar Khitanan Gratis, Dukung Pemerintah Menciptakan Generasi Unggul Bangsa yang Cerdas dan Sehat

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia  menyelenggarakan  khitan umum gratis di GOR Tri Dharma Petrokimia Gresik. Kegiatan sosial rangkaian merayakan HUT ke-53 Petrokimia Gresik itu diikuti sebanyak 105 anak. Muhammad Zaindan Salim, 1 bulan, peserta termuda dalam kegiatan yang dilaksanakan sejak 1985 itu.

Senior Vice President (SVP) Umum Petrokimia Gresik, Waluyo Sirdjo menyampaikan, bahwa khitanan umum ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), diselenggarakan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-53 Petrokimia Gresik. Kegiatan ini diselenggarakan rutin tiap tahun oleh Petrokimia Gresik sejak tahun 1985.

“Petrokimia Gresik sangat peduli dengan kesehatan dan tumbuh kembang anak, khususnya anak-anak di sekitar perusahaan. Ini menjadi komitmen kami untuk mendukung Pemerintah menciptakan generasi unggul bangsa, yang cerdas dan sehat,” ujar Waluyo pada Rabu, 25 Juni 2025.

Kegiatan ini diikuti oleh 105 anak dari daerah Gresik, Surabaya, dan Lamongan. Para peserta rata-rata di usia sekolah. Paling muda berusia 1 bulan atas nama Muhammad Zaindan Salim. Pada kegiatan ini proses tindakan khitan dilakukan oleh tim Rumah Sakit (RS) Grha Husada dan dimonitor oleh dokter bedah. Setiap peserta mendapatkan tindakan dengan menggunakan metode yang lebih baru, yakni menggunakan metode super ring.

“Kita menyelenggarakan khitanan gratis ini momennya bertepatan dengan liburan sekolah. Alhamdulillah kegiatan ini disambut antusias masyarakat, anak-anak bisa mengoptimalkan liburan sekolahnya dengan khitan,” ujar Waluyo

Setiap anak yang menjadi peserta khitan mendapatkan fasilitas berupa sarung, celana dalam khusus khitan, uang saku pengganti transportasi, obat, kontrol paska khitan, serta konsultasi dengan perawat dan dokter spesialis selama perawatan.

Sementara itu, SVP Sekretaris Perusahaan Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo menambahkan, kegiatan khitanan umum ini merupakan bentuk terima kasih perusahaan terhadap masyarakat. Kelancaran pemenuhan pupuk bersubsidi yang dijalankan Petrokimia Gresik dalam mewujudkan swasembada pangan nasional tidak lepas dari doa dan dukungan masyarakat sekitar perusahaan.

“Kami berharap masyarakat terus memberikan dukungan terhadap Petrokimia Gresik. Kami berkomitmen semakin maju perusahaan semakin besar pula kontribusi dan manfaat yang diberikan untuk masyarakat,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Maurita, orang tua salah satu peserta khitanan umum menyampaikan terima kasih karena Petrokimia Gresik memberikan kesempatan khitan untuk anak-anak sekitar perusahaan dengan fasilitas terbaik. Ia berdoa Petrokimia Gresik bisa semakin maju, sehingga kontribusi untuk masyarakat semakin besar lagi.

“Acara ini sangat membantu kami. Anak kami tidak grogi, kami menjalani dengan happy. Terima kasih Petrokimia Gresik,” tandas Maurita. (yad)

Petrokimia Gresik Gelar Khitanan Gratis, Dukung Pemerintah Menciptakan Generasi Unggul Bangsa yang Cerdas dan Sehat Selengkapnya

Ops Ketupat Semeru 2025, Bantu Evakuasi Pemudik Pulau Bawean sedang Sakit Berlayar 

GRESIK,1minute.id – Arus balik penumpang lebaran dengan moda transportasi laut tujuan Pelabuhan Gresik mulai meningkat. Sebanyak 659 penumpang arus balik dari Pelabuhan Sangkapura, Pulau Bawean tiba di Pelabuhan Gresik pada Sabtu, 5 April 2025.

Ratusan penumpang ini, naik dua kapal cepat, yakni KM Express Bahari 6F sebanyak 254 penumpang dan KM Express Bahari 3F mengangkut 405 penumpang. Seluruh proses keberangkatan berlangsung lancar, tertib, dan aman. 

Proses keberangkatan penumpang tujuan Pelabuhan Gresik mendapatkan pengamanan dari aparat gabungan yakni,  Bhabinkamtibmas Polsek Sangkapura, Satpolairud, TNI AL, Koramil Sangkapura, petugas KSOP/KPLP, anggota Saka Bahari, tenaga medis RSUD Umar Mas’ud Sangkapura, dan Dinas Perhubungan.

Pengamanan dipimpin oleh Padal PAM AKP Anas Tohari  yang juga Kapolsek Sangkapura. Salah satu bentuk kepedulian nyata dari petugas Pos Terpadu adalah membantu masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan untuk dirujuk ke rumah sakit di Gresik, sehingga mendapatkan penanganan medis lebih lanjut secara cepat dan tepat.

Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu melalui Kasatpolairud Gresik Iptu Arifin, menyampaikan bahwa kehadiran personel Polres Gresik di Pelabuhan Sangkapura merupakan wujud nyata pelayanan kepada masyarakat, khususnya warga kepulauan yang hendak merayakan Lebaran bersama keluarga di daratan.

“Pelayanan ini menjadi bagian dari tanggung jawab kami dalam memastikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat, terutama saat momentum penting seperti Lebaran,” ungkap Iptu Arifin.

Dengan semangat kolaborasi dan sinergi antarinstansi, pengamanan dan pelayanan di Pelabuhan Sangkapura diharapkan terus berlangsung optimal hingga seluruh rangkaian arus mudik dan balik Lebaran 2025 selesai. Polres Gresik berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, menjaga keamanan serta memberikan pelayanan terbaik demi terciptanya mudik yang aman dan nyaman. (yad)

Ops Ketupat Semeru 2025, Bantu Evakuasi Pemudik Pulau Bawean sedang Sakit Berlayar  Selengkapnya

DPRD Gresik dan PWI Gresik Gelar Diskusi Sinkronisasi Pelayanan Kesehatan, Syahrul Munir : DPRD Gresik berharap Tak Ada Penolakan saat Berobat

GRESIK,1minute.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Gresik bersama Persatuan Wartawan Indonesia atau PWI Gresik menggelar diskusi Sinkronisasi Pelayanan Jaminan Kesehatan Masyarakat atau Jamkesmas di Hotel Aston Gresik pada Kamis, 30 Januari 2025.

Diskusi yang berlangsung gayeng bersama stakeholder, yakni BPJS Kesehatan Cabang Gresik, Dinas Kesehatan, perwakilan Puskesmas, dan Rumah Sakit serta Asosiasi Kepala Desa atau AKD di Kabupaten Gresik berlangsung selama 2 jam.

Sebanyak empat narasumber yaitu, Ketua DPRD Gresik M Syshrul Munir, Kepala Dinas Kesehatan Gresik dr Mukhibatul Khusna ; Kabag Penjaminan Manfaat dan Utilisasi atau PMU BPJS Kesehatan Cabang Gresik dr. Dodyk Sukra Goutama yang mewakil Kepala BPJS Kesehatan Gresik serta Kepala BPJS Watch Jatim Arief Supriyono. 

Diskusi rangkaian memperingati Hari Pers Nasional atau HPN yang diperingati setiap 9 Februari ini juga dihadiri oleh dua orang Wakil Ketua DPRD Gresik Luthfi Dawam dan Mujid Riduan serta Ketua dan Wakil Ketua Komisi IV yang membidangi kesehatan yakni M. Zaifuddin dan Pondra Priyo Utomo.

Ketua DPRD Gresik M. Syahrul Munir yang menyampaikan, tujuan diskusi ini adalah menyinkronkan persepsi dari semua pihak dalam pelaksanaan alur layanan jaminan kesehatan bagi masyarakat. Ia menyebut, masalah-masalah dalam pelayanan kesehatan di Gresik terutama menyangkut skema rujukan dari pelayanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama/ FKTP atau puskesmas ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjut/FKTL rumah sakit.

“Sudah banyak keluhan, aduan masyarakat yang mengalami kesulitan dalam mengakses layanan kesehatan, ada yang langsung ke rumah sakit dengan biaya sendiri, walaupun memiliki atau tercover BPJS,” kata politisi muda dari Fraksi Kebangkitan Bangsa itu.

Beberapa waktu lalu, DPRD Gresik dan BPJS Kesehatan, dan Dinkes bersama Komisi IV telah membedah masalah ini. Terutama pelaksanaan layanan kesehatan di level puskesmas hingga rujukan ke rumah sakit.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28/2014 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional ada 144 jenis penyakit memang harus diselesaikan di FKTP atau Puskesmas, adapun bila diperlukan rujukan ke rumah sakit harus berdasarkan pada pemenuhan kegawatdaruratan.

“Nah kemarin ada progres, Dinkes, Rumah Sakit dan Puskesmas sudah bertemu untuk menyelaraskan aspek ketentuan kegawatdaruratan ini, karena kapasitas dan kemampuan puskesmas juga berbeda-beda,” katanya.

Syahrul berharap, antara pihak Dinas Kesehatan dan Faskes ada kesepakatan yang sama terkait pemahaman skema layanan kesehatan. Karena pemerintah Kabupaten Gresik telah menganggarkan lebih dari Rp100 miliar untuk Universal Health Coverage atau UHC

“Jadi semangat pemerintah, khususnya kami yang di DPRD Gresik berharap tidak sampai terjadi penolakan saat berobat. Sehingga penting dan perlu untuk duduk bersama menyamakan persepsi terkait pelayanan kesehatan di Kabupaten Gresik,” tandasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Gresik dr. Mukhibatul Khusnah menyampaikan, pihaknya memahami tentang aturan 144 penyakit yang harus selesai di puskesmas tersebut.

Namun ada beberapa penyakit yang memang belum mampu ditangani Puskesmas, seperti tetanus, bell’s palsy, refraksi. Khusnah juga mencontohkan, kasus demam berdarah, juga menjadi problem, karena tidak bisa serta merta dirujuk jika tidak memiliki komplikasi.

“Kalau tetanus kan harus ada ruang isolasi, nah itu meski masuk dalam 144 penyakit tersebut, di puskesmas belum bisa menangani maka harus dirujuk. Hasil kesepakatan dengan BPJS tentang penatalaksanaan kegawatdaruratan dan diagnostik non spesialistik, sudah kami share ke FKTP. Tapi di FKTP ada batasan rujukan. Kalau rujukan gawat darurat 24 jam di IGD, kalau rujukan poli harus di hari kerja,” beber Khusnah. Hari kerja FKTP mulai Senin hingga Sabtu. Hari Minggu libur. 

Sementara, dr. Dodyk Sukra Goutama menyampaikan, ketentuan aturan 144 penyakit yang harus dilakukan pelayanan di Puskesmas terlebih dahulu sebenarnya sudah berlangsung lama, bahkan sejak jaminan kesehatan BPJS mulai jalan.

Pun ketentuan rujukan dari FKTP ke Rumah Sakit juga sama seperti sebelumnya, yakni harus memenuhi aspek kegawatdaruratan yang ditentukan oleh dokter puskesmas atau FKTP. Namun, menurut Dodyk, ada penajaman proses verifikasi pengajuan klaim dari Rumah Sakit. (yad/gus)

foto : Guslan Gumilang/1minute.id

DPRD Gresik dan PWI Gresik Gelar Diskusi Sinkronisasi Pelayanan Kesehatan, Syahrul Munir : DPRD Gresik berharap Tak Ada Penolakan saat Berobat Selengkapnya