Kualitas Kesehatan Baik, Usia Harapan Hidup di Gresik Meningkat jadi 73,5 Tahun

GRESIK,1minute.id – Kualitas kesehatan dan kondisi sosial masyarakat Gresik semakin baik. Indikatornya, usia harapan hidup atau UHH di Kota Industri-sebutan lain-Kabupaten Gresik semakin panjang.

Data Dinas Kesehatan Gresik menyebutkan usia harapan hidup 73,5 tahun dari yang ditargetkan 72,9 tahun 2024. Untuk kematian ibu atau AKI menurun menjadu 16 kasus dari tahun sebelumnya yakni 20 kasus. Angka kematian bayi atau AKB menjadi 74 kasus menurun dari tahun sebelumnya yang mencapai 97 kasus. Sedangkan angka prevalensi stunting 8,14%, dan pelayanan UHC sudah mencapai 100%. 

Capaian positif bidang kesehatan itu  menjadi kado istimewa bagi Pemkab Gresik ketika menggelar peringatan Hari Kesehatan Nasional di gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro atau WEP pada Senin, 23 Desember 2024.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani kembali mengingatkan kepada insan kesehatan untuk semakin masif melakukan sosialisasi Universal Health Coverage atau UHC hingga pelosok desa. 

“UHC adalah bentuk komitmen pemerintah untuk menjamin akses layanan kesehatan berkualitas bagi masyarakat tanpa kendala finansial. Namun, saya masih menemukan masyarakat yang belum mengetahui program ini. Saya minta tenaga kesehatan untuk terus bergerak aktif mensosialisasikan UHC agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh semua kalangan,” tegas Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani.

Tampak hadir dalam kegiatan yang mengusung tema “Bergerak Bersama, Sehat Bersama” ini antara lain,  Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Sekretaris Daerah atau Sekda Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman serta Ketua Tim Penggerak atau TP PKK Gresik Nurul Haromaini Ali. 

Gus Yani melanjutkan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. Hal ini lantaran kesehatan merupakan kebutuhan primer bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat. Kesehatan juga menjadi tolok ukur kualitas sumber daya manusia pada suatu daerah.

“Biaya layanan kesehatan memang sudah ditanggung pemerintah, tetapi tugas kita belum selesai. Petugas kesehatan harus terus meningkatkan mutu pelayanan, memastikan masyarakat mendapatkan pengalaman terbaik saat mengakses layanan kesehatan,” tambahnya.

Disampaikan juga bahwa Pemerintah Kabupaten Gresik memberikan perhatian khusus pada pelayanan kesehatan di Pulau Bawean berupa program beasiswa dokter spesialis, yang kini dimanfaatkan oleh tujuh dokter di pulau tersebut, sebagai upaya untuk mengurangi ketimpangan layanan kesehatan antara wilayah daratan dan pulau.

Dengan berbagai langkah strategis ini, Gresik berupaya memastikan bahwa layanan kesehatan yang berkualitas dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat, baik yang berada di kota maupun yang berada di wilayah pelosok. Upaya ini diharapkan dapat mewujudkan kesehatan yang merata dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Gresik secara keseluruhan.

Pada kesempatan yang sama, Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Ali, menegaskan peran penting PKK dalam mendukung penurunan angka stunting, Angka Kematian Ibu, dan Angka Kematian Bayi.

“PKK sebagai mitra pemerintah, melalui 10 program pokok PKK terus berperan aktif dalam memberikan edukasi kesehatan, mendorong peningkatan gizi keluarga, serta mendukung pelayanan kesehatan ibu dan anak. Semua ini dilakukan untuk memastikan keluarga di Kabupaten Gresik dapat hidup lebih sehat,” ujar Ning Nurul-sapaan-Nurul Haromaini Ali itu.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat pencapaian target kesehatan nasional. PKK, kata dia, akan terus berkontribusi maksimal di tingkat desa dan kelurahan dengan pendekatan berbasis komunitas. (yad)

Kualitas Kesehatan Baik, Usia Harapan Hidup di Gresik Meningkat jadi 73,5 Tahun Selengkapnya

Cek Kualitas Air Kini Bisa Labkesmas Dinkes Gresik, Kadinkes : Labkesmas Siap Kontribusi PAD

GRESIK,1minute.id – Dinas Kesehatan Gresik memiliki gedung laboratorium kesehatan masyarakat atau Labkesmas baru. Gedung dengan konstruksi tiga lantai itu berada di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur

Kepala Dinas Kesehatan Gresik dr Mukhibatul Khusna mengatakan, pembangunan gedung Labkesmas berasal Dana Alokasi Khusus atau DAK sebesar Rp 5,3 miliar. Tahap awal, katanya, gedung Labkesmas pembangunan gedung dengan konstruksi bangunan tiga lantai. 

“Saat ini, baru dua lantai yang telah selesai. Satu lantai lagi kami usulkan ke pemerintah pusat lagi,” ujar dokter Khusna dalam siaran pers pada Rabu, 18 Desember 2024.

Labkesmas Dinkes Gresik dulu bernama Laboratorium Kesehatan Daerah atau Labkesda. Di gedung dua lantai ini, akan memberikan sejumlah pelayanan. Diantaranya, laboratorium lingkungan, dan laboratorium klinik dasar. “Laboratorium air bersih juga bisa dilayani disini. Tentu ada kontribusi sesuai dengan Perda,” kata dr Khusna.

Pembangunan Labkesmas Dinkes Gresik ini didampingi oleh tim Pengaman Pembangunan Strategis Daerah atau PPDS Kejaksaan Negeri Gresik. Korp Adhyaksa melakukan pemantauan mulai perencanaan hingga pembangunan selesai. “Pembangunan tepat waktu. Kualitas pembangunan juga baik,” ujar Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Pemkab Gresik Herawan. (yad)

Cek Kualitas Air Kini Bisa Labkesmas Dinkes Gresik, Kadinkes : Labkesmas Siap Kontribusi PAD Selengkapnya

Wabup Gresik Aminatun Habibah : Menuju Three Zero 2030, Stigma & Diskriminasi ODHA Jadi Tantangan

GRESIK1minute.id – “Saat ini yang menjadi tantangan terbesar adalah stigma dan diskriminasi terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA),” ujar Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah dalam sarasehan Peringatan Hari AIDS Sedunia 2024 di Aula Dhurung Bawean, Kompleks Kantor Bupati Gresik pada Kamis, 12 Desember 2024.

Sarasehan yang diinisiasi oleh Komisi Penanggulangan AIDS atau KPA Kabupaten Gresik diikuti ratusan orang mengusung tema “Hak Setara Untuk Semua, Bersama Kita Bisa”. 

Wabup Aminatun Habibah melanjutkan, salah satu persoalan bangsa yang belum bisa teratasi dan belum bisa terurai dengan baik sampai saat ini adalah penyebaran virus HIV/AIDS. 

“HIV/AIDS menjadi permasalahan tidak hanya sebatas sisi kesehatan saja. Tetapi juga menjadi perhatian sosial, politik, agama, hingga ekonomi,” ucap Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah.

Dia mengatakan,selaras dengan tema Hari AIDS Sedunia 2024, “Hak Setara Untuk Semua dan Bersama Kita Bisa”, diharapkan orang dengan HIV (ODHIV), Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) dan Anak dengan HIV/AIDS (ADHA) bisa mendapat hak-haknya dan menjalani hidup secara mandiri. “Saat ini yang menjadi tantangan terbesar adalah stigma dan diskriminasi terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA),” ujarnya.

Wabup menambahkan, tema ini menggarisbawahi pentingnya pendekatan yang inklusif dalam pemenuhan hak-hak setiap individu. Termasuk akses terhadap layanan kesehatan yang setara tanpa stigma dan diskriminasi.

Menurutnya, dengan mengeliminasi stigma dan diskriminasi menjadi upaya penting dalam keberhasilan penanggulangan HIV AIDS menuju three zero pada 2030. Upaya ini sangat membutuhkan dukungan lintas program maupun lintas sektor

“Saya berharap kepada jajaran kesehatan, duta peduli HIV/AIDS, OPD, lembaga dan mitra terkait dapat mengambil peran aktif dalam memberikan edukasi dan sosialisasi. Serta melaksanakan berbagai kegiatan yang mendukung penanggulangan HIV/AIDS di Kabupaten Gresik,” tegas Bu Min. 

Selain kolaborasi dan sinergi dengan semua stakeholder, Wabup Gresik Bu Min berharal sosialisasi semakin intens untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. 

“Mudah-mudahan melalui sarasehan ini kita dapat memperkuat komitmen bersama dalam pencegahan HIV/AIDS di Kabupaten Gresik,” tandasnya.

Total kasus baru sejak 2019 hingga Oktober 2024 sejumlah 667 kasus padahal target Pemerintah Kabupaten Gresik pada 2030 harus nol kasus, three zero. Nol kasus HIV AIDS, nol kematian dan nol Diskriminasi. Melalui sarasehan ini Gresik bisa mengurangi HIV/AIDS. 

Di tempat sama, Ketua Komisi Penanggulangan AIDS atau KPA Kabupaten Gresik dr. Adi Yumanto menambahkan, pada awal 2024 kegiatan KPA lebih kepada pencegahan. Selain itu memberikan pelatihan kepada duta peduli dan kegiatan rutin lainnya. Seperti penyuluhan kesehatan, sosialisasi ke sekolah dan luar sekolah hingga sarasehan. 

“Menyambut Hari AIDS Sedunia, upaya pencegahan HIV/AIDS tidak harus dilakukan KPA maupun duta peduli saja. Namun perlunya langkah strategis berbasis kolaborasi dengan pendekatan pentahelix,” kata pensiunan ASN yang pernah menjabat Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaaan Perempuan dan Perlindungan Anak atau KBPPPA Gresik itu. 

Pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah juga turut menyerahkan bantuan secara simbolis dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Gresik yang diberikan kepada ODHA dan ADHA. (yad)

Wabup Gresik Aminatun Habibah : Menuju Three Zero 2030, Stigma & Diskriminasi ODHA Jadi Tantangan Selengkapnya

Profesi ini Rawan Gangguan Kesehatan Mental, Waspada !

GRESIK,1minute.id – Persatuan Wartawan Indonesia atau PWI  Gresik melakukan refleksi akhir tahun menggelar diskusi khusus berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan atau Dinkes Gresik pada Rabu, 11 Desember 2024.

Diskusi secara lesehan di Sekretariat PWI Gresik di Jalan A.I.S. Nasution, Gresik mengusung tema “Kesehatan Mental & Kerja Jurnalistik”.

Sholihul Huda, Ketua Seksi Wartawan Olahraga (Siwo) PWI Gresik,  mengungkapkan bahwa beberapa masalah kesehatan mental yang sering dialami wartawan mencakup stres, kecemasan, hingga depresi.

“Wartawan memiliki jam kerja yang sangat fleksibel, tidak mengenal waktu, hari, bahkan harus siap dalam kondisi apapun,” ujar Huda. Menurutnya, pola kerja yang tidak teratur tersebut membuat wartawan rentan mengalami gangguan kesehatan mental. 

Jika tidak dikelola dengan baik, masalah ini dapat berkembang menjadi lebih serius. Huda juga membagikan pengalaman pribadinya sebagai wartawan di salah satu media televisi berita terbesar. 

Ia menceritakan bagaimana rutinitas meliput peristiwa besar dan mendesak seperti breaking news kerap menimbulkan tekanan tinggi. “Kadang kita mudah stres hingga mengalami gangguan kesehatan mental akibat rutinitas yang menuntut kesiapan kapan saja,” tuturnya.

Sebagai upaya pencegahan, Huda memberikan beberapa tips untuk menjaga kesehatan mental. Di antaranya, olahraga teratur, tidur cukup, membatasi penggunaan media sosial.

Kemudian mencari dukungan sosial, serta mengembangkan keterampilan koping atau menghadapi situasi penuh tekanan. “Kesehatan mental yang baik sangat penting untuk menjaga motivasi, pola pikir konstruktif, dan menghasilkan berita berkualitas,” tegas Huda.

Diskusi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran wartawan terhadap pentingnya kesehatan mental dalam menjalani profesi yang penuh tantangan. (gus/yad)

Profesi ini Rawan Gangguan Kesehatan Mental, Waspada ! Selengkapnya

Kolaborasi Dinkes dan PWI Gresik, Pengentasan Stunting Harus Libatkan Semua Stakeholder

GRESIK,1minute.id – Pengentasan stunting, masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik. Saat ini, angka prevelensi stunting di Kota Industri-sebutan lain-Kabupaten Gresik masih di angka 15,7 persen pada semester I/2024.

Brrdasarkan Perda nomor 9/2023, ditargetkan penurunan angka stunting pada 2024 sebesar 10 persen di sisa 21 hari lagi. Dinas Kesehatan atau Dinkes Gresik dan Persatuan Wartawan Indonesia atau PWI Gresik menggelar diskusi kolaborasi dalam rangka menekan angka stunting di Gresik pada Selasa, 10 Desember 2024.

Diskusi di helat di Sekretariat PWI Gresik di Jalan A.I.S Nasution, Gresik dipimpin oleh Ketua PWI Gresik Deni Ali Setiono dan dihadiri puluhan anggota.

Deni menyebut, berdasarkan data bahwa prevalensi stunting di Gresik pada semester I/2024 masih di angka 15,7 persen. Dan ditargetkan turun hingg angka 10 persen sebagaimana Perda Nomor 9 Tahun 2023.

“Berdasarkan data masih ada 22 desa di 9 kecamatan dengan angka prevalensi stunting tinggi. Kerentanannya pada ibu miskin, ibu remaja, keluarga terisolasi hingga hambatan tradisi dan budaya,” ungkap Deni.

Ia melanjutkan, upaya penurunan angka stunting menghadapi tantangan yang kompleks. Mulai dari keterbatasan akses hingga kendala edukasi dan sosialisasi. 

“Dalam upaya penurunan stunting ini, kita sebagai jurnalis atau wartawan mempunyai peran yang penting. Salah satunya dalam hal edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat,” imbuhnya.

Edukasi dan sosialisasi ini dapat melalui informasi atau pemberitaan pencegahan stunting, angkat cerita keberhasilan penanganan stunting sebagai inspirasi dan mendorong lahirnya kebijakan pro stunting. 

“Yang perlu digarisbawahi bahwa, persoalan stunting ini adalah sesuatu yang kompleks. Tidak bisa hanya Dinas Kesehatan atau satu instansi saja, jadi kami mendorong kolaborasi seluruh stakeholder seperti Dinas Pendidikan, KBPPPA dan lainnya dalam rangka percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Gresik,” tutupnya.

Dalam diskusi ini juga disoroti terkait anomali data prevalensi stunting dengan kondisi di lapangan. Diperlukan data yang valid agar penanganan stunting berjalan secara optimal. Serta optimalisasi pencegahan stunting mulai dari anak remaja. Salah satunya pengawasan pemberian vitamin kepada remaja hingga pencegahan pernikahan dini. Permasalahan kompleks akan terurai dengan kolaborasi bersama-sama. (yad/gus)

Kolaborasi Dinkes dan PWI Gresik, Pengentasan Stunting Harus Libatkan Semua Stakeholder Selengkapnya

Bidan dan Ahli Gizi Puskesmas Dapet Berikan Konseling Ibu dan Balita Alami Gangguan Gizi

GRESIK,1minute.id – Bidan Ayu Septiarni dan ahl gizo Vitri Aprilia mengunjungi seorang warga di Dusun Landean, Desa Tanah Landean, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik.

Kunjungan rutin bidan desa dan ahli gizi dari Puskesmas Dapet ini untuk memastikan pemenuhan gizi yang cukup kepada seorang ibu yang memiliki anak balita di dusun tersebut. Sebab, balita tersebut berpotensi mengalami gizi buruk.

Sehingga, bidan Ayu dan ahli gizi Aprilia memberikan perhatian khusus agar orang tua dan balitanya berkecupan asupan gizinya. Bila pencegahan yang dilakukan oleh bidan Ayu dan ahli gizi Aprilia itu berhasil di dusun Landean terbebas dari anak gizi buruk.  

Dalam kunjungan itu, bidan Ayu, dan Ahli Gizi Aprial memantau kondisi kesehatan balita; memberikan edukasi kepada orang tua untuk memastikan penanganan yang tepat bagi balita yang membutuhkan.

Pada kesempatan itu, dua perempuan tangguh itu, menjelaskan tentang pemanfaatan buku kesehatan ibu dan anak atau KIA kepada ibu balita terkait bagaimana pemantauan pertumbuhan dan perkembangan perawatan balita, pemberian ASI eksklusif, pentingnya gizi seimbang untuk balita, imunisasi balita, serta penanganan penyakit umum pada balita.

Kepala Dinas Kesehatan atau Dinkes Gresik dr Mukhibatul Khusnah mengatakan, kegiatan kunjungan rumah ini dilakukan untuk memberikan konseling kepada keluarga balita. Konseling terkait pemenuhan gizi balita. “Juga kunjungan rumah dilakukan untuk mengidentifikasi faktor risiko lingkungan dan keluarga yang berpotensi menyebabkan gangguan gizi,” kata dr Khusnah. (yad)

Bidan dan Ahli Gizi Puskesmas Dapet Berikan Konseling Ibu dan Balita Alami Gangguan Gizi Selengkapnya

Transformasi Pelayanan,  Dinkes Gresik Integrasikan Layanan Kesehatan di 32 Puskesmas 

GRESIK,1minute.id – Dinas Kesehatan atau Dinkes Gresik dan Persatuan Wartawan Indonesia atau PWI Gresik menggelar workshop di Gedung Nasional Indonesia atau GNI Gresik pada Rabu, 11 September 2024.

Workshop ini menghadirkan narasumber Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Ketua sementara DPRD Gresik Abdullah Hamdi, Kadinkes Gresik dr Mukhibatul Khusna dan Ketua PWI Gresik Deny Ali Setyono. Worshop mengusung tema “Integrasi Layanan Primer di Kabupaten Gresik Mengedepankan Pelayanan sesuai Siklus Hidup” gayeng

Integrasi layanan primer bertujuan untuk menyediakan layanan kesehatan yang terintegrasi dari tahap bayi dalam kandungan, anak, remaja, dewasa hingga usia lanjut.  

Dengan transformasi pelayanan anyar ini,  warga di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik dapat mengakses pelayanan kesehatan atau yankes yang sesuai dengan kebutuhan spesifik pada setiap tahap kehidupan. Yankes lebih efisien dan efektif. 

“Saat ini layanan kesehatan yang telah terintegrasi atau diujcobakan di 32 puskesmas di Kabupaten Gresik,” kata Kadinkes Gresik dr Mukhibatul Khusna pada Rabu, 11 September 2024. “Kedepannya, harapan semua yankes seperti pustu, ponkesdes hingga posyandu bisa teritegrasi,” imbuh dr Khusna. 

Ia megatakan, integrasi pelayanan primer merupakan trasformasi baru pelayanan kesehatan di Indonesia. Dengan integrasi layanan primer ini, para pasien akan mendapatkan kualitas layanan yang semakin baik. 

“Integrasi Layanan Kesehatan Primer adalah upaya untuk mengoordinasikan dan menyelaraskan berbagai layanan kesehatan primer. ILP merupakan salah satu pilar transformasi bidang kesehatan di Indonesia yang melayani mulai dari ibu hamil, bayinya, remaja, dewasa hingga lansia,” ungkapnya.

Layanan primer ini, transformasi pelayanan kesehatan di masyarakat paling bawah, yakni di desa atau kelurahan seperti posyandu,  puskesmas pembantu atau pustu,  pondok kesehatan desa atau ponkesdes hingga puskesmas.

“Ketika pelayanan kesehatan sudah terlayani di desa,  kunjungan ke puskesmas akan berkurang,” ujarnya. Pelayanan teritegrasi ini tidak semudah membalik telapak tangan. Sebab, banyak tantangannya,  mulai sumber daya manusia hingga anggaran. 

“Dengan adanya UHC tentu layanan ini akan sangat terintegrasi. Sehingga harapannya bisa bersinergi dengan legislatif, terutama soal pengawalan anggaran,” tuturnya.

Integrasi layanan ini memiliki beberapa fokus, yaitu menyelaraskan pelayanan kesehatan berdasarkan siklus hidup, Memperluas layanan kesehatan hingga ke tingkat kalurahan dan padukuhan, serta memperkuat pemantauan wilayah setempat.

“Semoga bisa meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat,” harap dokter Khusna. 

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan masih banyak problem pelayanan kesehatan yang saat ini menjadi tantangan Pemerintah Kabupaten. Ia bersama jajaran sedang fokus menyelesaikan hal tersebut.

Seperti keadaan pustu yang memprihatinkan tapi tak bisa direhabilitasi sebab berada diatas lahan aset desa, gaji kader kesehatan yang masih kecil, dan lainnya.

Gus Yani-begitu biasa disapa-Fandi Akhmad Yani mencontohkan layanan kesehatan di Singapura yang dianggap baik. “Kehebatan negara maju dalam pelayanan kesehatan adalah dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi, layanan yang ramah dan cepat, peningkatan kapasitas SDM perawat. Ini yang perlu kita contoh dan benahi,” kata Ketua DPRD Gresik periode 2019-2020 itu. 

Ia pun meminta kepada Dinkes dan Kepala Puskesmas agar memikirkan layanan konsultasi kesehatan dengan jarak jauh berbasis teknologi. Hal ini dianggap sangat inovatif untuk mengurangi antrean di Puskesmas saat berobat.

“Mungkin bisa kita coba, nanti honor pelayanannya diambilkan dari dana kapitasi di BPJS. Mungkin bisa dicoba di kota dulu,” kata Gus Yani, orang nomor satu di Kota Santri ini. 

Ketua sementara, DPRD Gresik Abdullah Hamdi mengatakan, legislatif akan mendukung upaya perbaikan pelayanan kesehatan untuk semakin lebih baik. “Bahkan, mungkin nanti dana pokir dewan bisa dialokasikan untuk perbaikan infrastruktur pelayanan kesehatan,” tegasnya. (yad) 

Transformasi Pelayanan,  Dinkes Gresik Integrasikan Layanan Kesehatan di 32 Puskesmas  Selengkapnya

Peringati WBDD, PMI Gresik Kolaborasi dengan Rumah Sakit Berikan Layanan Kesehatan hingga Mobil Jenazah Gratis 

GRESIK,1minute.id – Pengurus Palang Merah Indonesia atau PMI Gresik berkomitmen meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Selain ketersedian darah dengan meningkatkan jumlah pendonor darah. Pengurus PMI dibawah komando Achmad Nadlir itu memberikan pelayanan mobil jenazah gratis. 

Layanan baru dari PMI Gresik itu dilaunching oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersamaan peringatan Hari Donor Darah Sedunia atau World Blood Donor Day/WBDD di arena Car Free Day di  Wahana Ekspresi Poesponegoro atau WEP pada Ahad pagi, 4 Agustus 2024. WBDD diperingati setiap 14 Juni.

Fandi Akhmad Yani atau Gus Yani mendorong pengurus PMI Gresik untuk tidak bosan dan lelah mengajak masyarakat Gresik melakukan donor darah. Sebab, darah sangat dibutuhkan oleh masyarakat. “Karena kita tidak tahu kapan membutuhkan. Sehingga persediaan darah harus ada,” kata Gus Yani didampingi Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah dan Ketua PMI Gresik Achmad Nadlir.

Ia kembali mengingatkan memori masyarakat tentang wabah corona virus disease 2019 atau Covid-19 yang terjadi awal Maret 2021. Saat itu, ia baru menjabat sebagai Bupati Gresik. “Saat Covid-19, darah bisa menyelamatkan banyak nyawa manusia,” kenang orang nomor satu di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. 

Untuk mendorong masyarakat dan dunia industri aktif partisipasi donor darah, Gus Yani menggagas kompetisi di tingkat kecamatan. “Pengurus PMI harus terus aktif mengajak masyarakat donor darah. Jadi pahlawan PMI di Kecamatan masing-masing,” tegasnya. 

Peringatan Hari Donor Darah Sedunia yang diinisiasi oleh PMI Gresik sangat meriah. Ribuan warga tumplek-blek di arena Car Free Day di sepanjang Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gresik. Selain jalan sehat. Aktivitas pagi di area tanpa asap kendaraan bermotor itu juga di gelar pemeriksaan kesehatan gratis. Semua rumah sakit di Gresik memberikan pelayanan gratis kepada masyarakat. Diantaranya, RSUD Ibnu Sina Gresik, RS Semen Gresik, RS Petrokimia Gresik dan klinik Parahita. 

Layanan kesehatan mulai tekanan darah hingga pemeriksaan kesehatan mata. Dan, konsultasi laktasi. Semua layanan kesehatan itu gratis untuk warga Gresik. Selain layanan kesehatan itu, juga menyerahkan penghargaan kepada puluhan relawan yang sudah 50 kali lebih donor darah. 

Gus Yani berharap kedepan, PMI Gresik yang memiliki cita-cita tinggi yakni membuka layanan klinik kesehatan bisa terealisasi. “Cita-cita punya klinik PMI. Saatnya bangkit untuk meningkatkan pelayanan masyarakat. Saling membantu dan melayani untuk masyarakat,” harap Gus Yani. 

Sementara itu, Ketua PMI Gresik Achmad Nadlir mengatakan, pihak secara aktif menjalin kolaborasi dengan semua pihak untuk gemar donor darah. Hasilnya? “Waktu awal Saya menjabat jumlah pendonor darah sekitar 18 ribuan sekarang sudah mencapai 22 ribu,” kata Kaji Nadir, yang juga anggota DPRD Gresik terpilih ini. (yad)

Peringati WBDD, PMI Gresik Kolaborasi dengan Rumah Sakit Berikan Layanan Kesehatan hingga Mobil Jenazah Gratis  Selengkapnya

Keponakan Presiden Joko Widodo sebagai Plt Direktur RSUD Gresik Sehati 

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melantik dan mengambil sumpah dr Riyan Charlie Milyantono, SpTHT-KL sebagai Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD Gresik Sehati. 

Dokter spesialis kelahiran 1985 ini, juga mendapat tambahan amanah sebagai Pelaksana Tugas atau Plt di rumah sakit umum daerah tipe C berada di Gresik Selatan tepatnya di Desa Slempit, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik. 

Pelantikan dr Riyan Charlie sebagai Kabid Pelayanan Medik ini untuk mempersiapkan operasional rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik itu. “Saya harapkan RSUD Gresik Sehati bisa beroperasi dan melayani masyarakat tahun ini,” ujar Bupati Fandi Akhmad Yani atau Gus Yani usai pelantikan di ruang Mandala Bhakti Praja Lantai IV Kantor Bupati Gresik pada Kamis, 1 Agustus 2024.

Gus Yani didampingi Kepala Dinas Kesehatan atau Kadinkes Gresik dr Mukhibatul Khusnah, Direktur Utama RSUD Ibnu Sina Gresik dr Soni, serta Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia atau BKSDM-dulu bernama-Badan Kepegawaian Daerah Gresik Agung Endro Setyo Utomo melanjutkan penunjukkan dr Riyan Charlie Milyantono untuk mempersiapkan operasional dan sumber daya manusia.

“Saya percaya, dokter Riyan Charlie bisa melaksanakan amanah dengan baik,” tegasnya. Operasional RSUD Gresik Sehati bukan pekerjaan yang mudah. Banyak tantangan dan sangat besar. “Tapi, tugas itu sangat mulia. Mudah-mudahan RSUD Gresik Sehati bisa melayani masyarakat di Gresik Selatan tahun ini,” katanya.

SELFI : Riyan Charlie Milyantono (depan) saat swafoto bersama Ibu Negara Iriana (Foto @riyancharlie)

Operasional RSUD Gresik Sehati bisa dilakukan tahun ini karena sudah masuk rencana pembangunan jangka menengah atau RPJMD Nawa Karsa dimasa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah. 

“Saya ngawal langsung 2 tahun terakhir, progres (pembangunan) tepat waktu dan ini bentuk komitmen dan konsisten dalam pemerataan pembangunan di Kabupaten Gresik,” tegasnya. 

Terkait progres pembangunan RSUD Gresik Sehati akan diselesaikan pada tahun ini. Khususnya, ruang operasi di lantai V. ” Karena rumah sakit tipe C, izin operasional cukup izin dari Bupati,” tegas Ketua DPRD Gresik periode 2019-2020 itu. 

Siapakah dr Riyan Charlie Milyantono? Sumber 1minute.id menyebutkan Riyan adalah keponakan Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Riyan Charlie Milyantono menamatkan pendidikan Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok – Bedah Kepala dan Leher di Universitas Airlangga. Selain itu, ia juga terhimpun dalam organisasi Perhimpunan Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher Indonesia (PERHATI-KL). 

Sebelum diangkat sebagai Plt Direktur RSUD Gresik Sehati, Riyan bertugas di RSUD Ibnu Sina Gresik. Dalam unggahan di media sosial, Instagram @riyancharlie kerap mengunggah kebersamaan dengan keluarga Presiden Jokowi. “Family Selfie” yang selalu tidak pernah ketinggalan disetiap acara yang diunggah 10 Desember 2022 terlihat bersama ibu negara Iriana mendapatkan 423 like.

Kemudian, saat halalbihalal dengan Presiden Jokowi dengan narasu Lebaran Tahun ini (Sabtu 22 April 1444 hijriah/2023 M) mendapat 401 like. 

Terpisah, Kepala Dinkes Gresik dr Mukhibatul Khusnah mengatakan untuk operasional RSUD Gresik Sehati yang tipe C membutuhkan sedikitnya 120-an orang termasuk 5 orang dokter spesialis. “Itu kebutuhan minimal,” tegas dr Mukhibatul Khusnah. (yad)

Keponakan Presiden Joko Widodo sebagai Plt Direktur RSUD Gresik Sehati  Selengkapnya

Yankes di RSUD Ibnu Sina Gresik Semakin Lengkap, Bupati Gresik Fandi Akhmad Resmikan Gedung Instalasi Pelayanan Kanker Terpadu 

GRESIK,1minute.id – Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Ibnu Sina Gresik memilki gedung Instalasi Pelayanan Kanker Terpadu atau IPKT.  Layanan kesehatan atau yankes teranyar di rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik itu pun semakin lengkap. Pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik semakin mudah dan nyaman. 

RSUD Ibnu Sina Gresik semakin memantapkan sebagai rumah sakit rujukan regional bagi masyarakat di Gresik, Lamongan, Bojonegoro dan Tuban. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang meresmikan gedung IPKT RSUD Ibnu Sina Gresik ini pada Kamis, 25 Juli 2024.

“Peresmian Gedung IPKT ini adalah wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah dan Direktur Utama RSUD Ibnu Sina Gresik dr Soni.

“Kami berharap, dengan adanya fasilitas ini, penderita kanker tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan pelayanan yang memadai. Ini adalah langkah dalam mewujudkan Gresik sebagai kota yang sehat dan peduli terhadap kesehatan warganya,” imbuh Ketua DPRD Gresik periode 2019-2020 itu.

Gus Yani melanjutkan, pembangunan gedung IPKT merupakan hasil dari sinergi antara RSUD Ibnu Sina bersama Pemkab Gresik dengan Kementerian Kesehatan RI. Untuk diketahui, IPKT di RSUD Ibnu Sina ini merupakan satu dari dua kota di Jawa mendapatkan DAK dari Kementerian Kesehatan RI berupa alat radioterapi dengan nilai Rp 50 Miliar.

“Ini diawali dari inisiatif Dirut RSUD Ibnu Sina, yang berkeinginan agar lahan kosong di kompleks RSUD Ibnu Sina bisa dimanfaatkan. Dengan begitu, maka RSUD Ibnu Sina dapat memberikan layanan lebih banyak kepada masyarakat. Dari sini, kita tindak lanjuti dengan melakukan komunikasi dengan Pak Menteri Kesehatan RI, tentang apa saja yang kita butuhkan. Saya sampaikan urgensi dan strategisnya posisi RSUD Ibnu Sina dalam memberikan pelayanan bagi masyarakat wilayah Pantura,” ungkap orang nomor satu di Kabupaten berpenduduk 1,3 juta jiwa ini.

Selain menyiapkan tenaga medis yang mumpuni, RSUD Ibnu Sina juga tengah menjalin komunikasi terkait perzinan serta dengan BPJS Kesehatan terkait MoU. Dengan begitu, nantinya fasilitas IPKT ini akan bisa melayani pasien UHC (universal Health Coverage). UHC layanan kesehatan bagi masyarakat Gresik cukup membawa identitas kartu tanda penduduk elektronik alias e-KTP yang telah dinikmati sejak 1 Oktober 2022.

Ditempat sama, Wakil Bupati Aminatun Habibah menambahkan bahwa pelayanan kesehatan merupakan hak dasar bagi masyarakat Gresik. Namun, adanya fasilitas kesehatan baru di RSUD Ibnu Sina ini diharapkan tetap diiringi dengan gaya hidup sehat oleh masyarakat.

“Kesehatan adalah hak dasar setiap warga. Oleh karenanya, kami berupaya memberikan pelayanan yang terbaik dengan menghadirkan instalasi yang terpadu dan berkualitas. Namun, kami juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan dengan menjaga pola hidup sehat,” ujarnya.

IPKT di RSUD Ibnu Sina dirancang untuk memberikan pelayanan komprehensif mulai dari deteksi dini, diagnosis, pengobatan, hingga rehabilitasi bagi pasien kanker. Dengan dukungan peralatan medis canggih dan tenaga medis profesional, diharapkan instalasi ini dapat memberikan layanan terbaik dan meningkatkan harapan hidup pasien kanker bagi masyarakat Gresik dan sekitarnya.

Dirut RSUD Ibnu Sina dr Soni menjelaskan, penyakit kanker merupakan satu dari lima penyakit penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Dalam sepuluh tahun terakhir telah terjadi perubahan pola penyakit penyebab kematian tertinggi, dari yang dulunya penyakit menular menjadi penyakit tidak menular.

Data BPJS mulai  2017-2022 menunjukkan, angka penyebab kematian di Indonesia sebanyak 87% diakibatkan akibat penyakit tidak menular. Seiring dengan itu, data kematian pada 2023 di RSUD Ibnu Sina sebanyak 75,81% juga diakibatkan penyakit tidak menular. Khusus untuk penyakit kanker, data 2023 menunjukkan sebanyak 1.386 kasus tercatat masuk di RSUD Ibnu Sina.

“Kasus ini rata-rata kita rujuk ke Surabaya, dan antrinya kurang lebih 6 bulan. Insya Allah tahun ini kita bisa meresmikan gedung IPKT ini, SDM kita sudah siap dan alat-alat juga sudah siap. Perizinan akan kita selesaikan sehingga gedung ini bisa segera beroperasional penuh,” tegasnya. (yad)

Yankes di RSUD Ibnu Sina Gresik Semakin Lengkap, Bupati Gresik Fandi Akhmad Resmikan Gedung Instalasi Pelayanan Kanker Terpadu  Selengkapnya