Tim Rescue Damkar Gresik Merangkak Evakuasi Dompet Emas Warga Manyar Masuk Saluran Air di Pasar Kota Gresik

GRESIK,1minute.id – Lativa semringah lagi. Perempuan 28 tahun sempat nderedek. Wajah perempuan asal Jalan Pelangi Tujung, Desa Peganden, Kecamatan Manyar,  Kabupaten Gresik pucat. Sebab, dompet terjatuh masuk gorong-gorong di  simpang empat Pasar Kota Gresik, tepatnya di Jalan KH Abdul Karim, Gresik pada Minggu, 21 Desember 2025.

Beruntung tim rescue alias penyelamatan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkamat) Gresik cepat tiba di lokasi kejadian. Dompet dan isinya bisa diselamatkan. Itulah yang membuat perempuan berhijab yang sempat panik, nderedeg akhirnya bisa tersenyum. “Terima kasih pak bupati. Terima kasih Damkar Gresik,” kata Lativa dalam video pendek tesmoni yang di unggah Dinas Damkamat Gresik melalui WhatsApp Grup (WAG) pada Minggu, 21 Desember 2025.

Begini kronologinya?  Menurut Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Gresik Suyono, Minggu, 21 Desember 2025 sekitar pukul 11.00 WIB, pelapor Lativa bersama temannya belanja di Pasar Kota Gresik di Jalan H.Samanhudi, Gresik.

Usai belanja, perempuan 28 tahun berjalan ke arah Jalan KH Abdul Karim, Gresik. Ketika berada di depan toko emas, Lativa hendak membeli barang. Ia pun mengambil dompet warna keemasan yang biasa untuk wadah perhiasan dari saku. Namun, dompet itu terjatuh dan masuk saluran air. Saluran air berbentuk huruf U alias U-Ditch dengan lebar 50 centimeter dengan tutup beton cor.

Sela lubang saluran drainase beton pracetak (precast) berbentuk huruf “U” sangat kecil. Tangan mungil Lativa pun tidak bisa masuk lubang saluran air itu. Ia pun akhirnya menelepon Command Center 112 dan Damkar Gresik. ” Laporan masuk pukul 11.23 WIB. Sekitar pukul 12.10 WIB, petugas kami berhasil menyelamatkan dompet itu,” kata Suyono.

Untuk menyelamatkan dompet itu, imbuhnya, anggota merangkak masuk  dalam saluran air yang lebarnya  seukuran badan manusia dewasa itu. “Untuk keluarnya harus merangkak mundur,” imbuh mantan Asisten di Sekretariat Kabupaten Gresik itu. Tindakan penyelamatan ini, katanya, untuk kali ke-75 di bulan Desember 2025. (yad)

Tim Rescue Damkar Gresik Merangkak Evakuasi Dompet Emas Warga Manyar Masuk Saluran Air di Pasar Kota Gresik Selengkapnya

Pemkab Gresik Mulai Kick Off  Penyusunan RKPD 2027 Berbasis Good Government dan Kepentingan Masyarakat

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani membuka Kick Off Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Gresik 2027 di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik akhir pekan lalu.

Acara yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) ini berorientasi pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah dan Rencana Kerja Perangkat Daerah (Renja PD) 2027. Sebanyak 250 peserta hadir dalam forum ini, mulai dari kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, Kepala Desa, hingga staf perencanaan di lingkungan Pemkab Gresik.

Kick Off RKPD 2027 dilaksanakan sebagai langkah awal untuk menyamakan dan menyelaraskan persepsi seluruh pemangku kepentingan, terhadap dokumen perencanaan pembangunan daerah tahun 2027.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya menegaskan, perencanaan yang transparan dan berkelanjutan menjadi kunci dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. “Untuk mewujudkan good government, perencanaan harus dilakukan secara benar dan transparan, serta disertai evaluasi dan perbaikan yang dilakukan setiap tahun,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Ditambahkan, perencanaan pembangunan daerah harus berlandaskan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sebagai acuan utama pencapaian pembangunan. “RPJMD menjadi garis besar arah pembangunan daerah. Infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan merupakan sektor mandatori yang harus menjadi prioritas,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Kepala Bappeda Jawa Timur Mohammad Yasin, mengapresiasi langkah Pemkab Gresik yang telah memulai tahapan perencanaan RKPD 2027 tepat waktu. “Kami mengapresiasi Pemkab Gresik yang memulai kick off perencanaan RKPD 2027 sesuai jadwal,” ungkapnya.

Ia menekankan pada minggu kedua Januari 2026, Pemkab Gresik harus sudah menyusun arah kebijakan serta program prioritas pembangunan tahun 2027. “Pemkab Gresik harus segera menyusun arah kebijakan program prioritas yang akan menjadi bahan bagi pemerintah desa dalamnya pelaksanaan musyawarah perencanaan pembangunan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Gresik Edy Hadisiswoyo, menyampaikan pentingnya posisi RKPD 2027 dalam tahapan pembangunan daerah. “RKPD 2027 memiliki posisi yang sangat penting karena merupakan tahun ketiga pelaksanaan RPJMD Kabupaten Gresik 2025–2029. Oleh karena itu, program prioritas yang disusun harus mulai menunjukkan capaian yang signifikan dan terukur,” ujarnya.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan diskusi panel yang menghadirkan Sekretaris Daerah Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman,  Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir. Narasumber memaparkan materi terkait penyusunan RKPD dan Renja tahun 2027, serta peran strategis legislatif dalam mengawal perencanaan pembangunan daerah. (yad)

Pemkab Gresik Mulai Kick Off  Penyusunan RKPD 2027 Berbasis Good Government dan Kepentingan Masyarakat Selengkapnya

Anhar, Damarkurung jadi Kemasan Produk Minuman Nasional, Pemkab Gresik Apresiasi 26 Pelaku Ekonomi Kreatif

GRESIK,1minute.id – Seni lukis yang populer karya almarhumah maestro Damarkurung Masmundari terus bertransformasi. Di tangan Moch Anhar Chusnan, lampion dengan lukisan bercerita itu telah menjadi puluhan bentuk yang sangat menarik. 

Lukisan bercerita yang mirip di Damarkurung itu, kini bisa berbentuk baju, wallpaper hingga kemasan minuman berskala nasional. Damarkurung yang telah ditetapkan sebagai salah satu warisan budaya Takbenda (WBTB) semakin banyak dikenal di nusantara. Anhar harus bekerja keras untuk membumikan salah satu ikon di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik ini. Ia bersama dengan pelukis lainnya keluar masuk ke sekolah. 

Mulai jenjang Taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas (SMA) sederajat untuk memberikan pembelajaran melukis Damarkurung. Ia tidak pernah berhitung njelimet alias untung atau rugi. Bahkan, sering tekor. Akan tetapi, bapak dua anak itu tetap tersenyum bangga. Sebab, semakin banyak masyarakat yang mengetahui dan mencintai seni Damarkurung. 

“Saya tidak pernah memasang tarif. Cukup ganti kerangka saja. Misalnya harga Rp 20 ribu per kerangka. Karena empat sisi, bisa urunan lima ribuan dan mereka tidak keberatan,” katanya usai melakukan Testimoni dalam acara bertajuk “Dari Ide Kreatif Menuju Berita Inspiratif : Menggali Kisah Sukses Ekraf menuju Gresik Kota Kreatif “di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik pada Jumat, 19 Desember 2025.

Gelaran yang diinisiasi oleh Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Gresik ini dihadiri antara lain, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Ketua PWI Jawa Timur Lutfil Hakim, Anggota Komisi VII DPR RI Nila Yani Hardiyanti , Wakil Ketua Kadin Jawa Timur serta Kadisparekrafbudpora Syaifudin Ghozali. 

Selain Anhar, adalah kisah sukses ekonomi kreatif juga menampilkan Irfan Akbar Prawiro, salah satu penggagas komunitas Gresik Movie yang film pendeknya berjudul Gemintang pernah di putar di Cannes, Prancis itu. Kemudian, ada Najih dari Legend Tren menceritakan perjalanannya membawa minuman khas Gresik, Legen  menembus pasar internasional.

Acara itu mendapatkan apresiasi dan menginspirasi ratusan undangan lainnya. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan, bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik. Budaya dan ekonomi kreatif justru menjadi fondasi penting dalam membangun identitas, daya saing, sekaligus kesejahteraan masyarakat.

Menurut Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani, pengembangan ekonomi kreatif tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Ke depan, ekonomi kreatif diharapkan dapat dijadikan program kerja berkelanjutan dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat. “Membangun suatu daerah tidak hanya melalui infrastruktur. Hari ini kita bisa melihat bahwa masyarakat Gresik juga luar biasa dalam membangun daerahnya lewat budaya dan ekonomi kreatif,” ungkap mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Gresik akan terus bersinergi dalam konteks pembangunan daerah. Bersama seluruh dinas terkait, khususnya Disparekrafbudpora, pemerintah akan terus mendampingi para seniman dan pelaku ekonomi kreatif agar budaya lokal tetap lestari dan abadi hingga generasi penerus. “Karena kemajuan suatu daerah selalu dimulai dari akar budayanya,” tegasnya.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menambahkan, bahwa pengembangan ekonomi kreatif diharapkan mampu menurunkan angka pengangguran terbuka dan angka kemiskinan di Kabupaten Gresik. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelaku ekonomi kreatif yang telah memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Ini adalah bentuk dukungan masyarakat dalam membangun daerah. Para pelaku ekonomi kreatif berkontribusi langsung dan menjadi bagian penting dari pembangunan Gresik,” ujarnya.

Senada, anggota Komisi VII DPR RI Nila Yani Hardiyanti menyoroti penguatan ekonomi kreatif dari sisi legislasi dan kebijakan nasional. Ia menyampaikan bahwa negara saat ini tengah memperkuat perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) bagi para pelaku kreatif.

Seiring dengan itu, Komisi VII DPR RI juga mendorong gagasan program KUR Ekraf sebagai akses pembiayaan bagi pelaku ekonomi kreatif agar mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.

Ketua PWI Jawa Timur Lutfil Hakim mengatakan, Gresik tidak hanya sebagai kota Industri dengan investasi tertinggi di Jawa Timur. Gresik, katanya, memiliki talenta luar biasa dalam ekonomi kreatif. Pada kesempatan itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyerahkan piagam apresiasi kepada 26 pelaku ekonomi kreatif Kabupaten Gresik dari berbagai subsektor. Apresiasi ini menjadi pengakuan atas dedikasi mereka dalam menjaga identitas budaya sekaligus menggerakkan ekonomi daerah.(yad)

Anhar, Damarkurung jadi Kemasan Produk Minuman Nasional, Pemkab Gresik Apresiasi 26 Pelaku Ekonomi Kreatif Selengkapnya

Baznas Salurkan Beasiswa Mahasiswa Produktif, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani : Investasi Sosial harus Dijawab dengan Prestasi, Integritas

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyalurkan beasiswa pendidikan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bagi mahasiswa kurang mampu. Penyaluran beasiswa oleh Bupati dilakukan secara simbolis saat membuka kegiatan Pendistribusian dan Pembinaan Beasiswa Mahasiswa Produktif Baznas Gresik 2025 pada Rabu, 17 Desember 2025. 

Beasiswa yang disalurkan merupakan bagian dari program Beasiswa Mahasiswa Produktif (BMP), hasil sinergi Baznas Gresik dengan Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Program Nawakarsa. Beasiswa ini diperuntukkan bagi masyarakat Kabupaten Gresik yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi, baik di dalam maupun di luar Kabupaten Gresik berupa keringanan biaya pendidikan. 

Berdasarkan hasil seleksi penerimaan beasiswa 2025, Baznas Gresik menetapkan sebanyak 65 mahasiswa sebagai penerima baru, yang terdiri dari 29 mahasiswa internal dan 36 mahasiswa eksternal. Dengan penambahan tersebut, hingga saat ini total penerima beasiswa Baznas Gresik mencapai 161 mahasiswa aktif dengan nilai total bantuan sebesar Rp 283,5 juta.

Bupati Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya menegaskan bahwa beasiswa yang diberikan bukan semata-mata bantuan finansial, melainkan bentuk investasi sosial jangka panjang. “Perlu saya tekankan bahwa beasiswa ini bukan sekadar bantuan finansial, tetapi merupakan investasi sosial dan amanah besar yang harus dijawab dengan prestasi, integritas, dan kontribusi nyata,” tegas Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani.

Sementara itu, Ketua Baznas Gresik Muhammad Mujib menyampaikan bahwa program beasiswa merupakan bagian dari komitmen Baznas dalam mendukung akses pendidikan yang berkeadilan serta mencetak generasi muda yang unggul dan berdaya saing.

“Melalui program beasiswa ini, Baznas Gresik tidak hanya membantu mahasiswa dari sisi pembiayaan pendidikan, tetapi juga berupaya membentuk karakter dan kapasitas penerima agar siap menjadi generasi yang mandiri, berprestasi, dan memiliki kepedulian sosial,” ujarnya.

Mujib menambahkan bahwa Baznas Gresik tidak hanya fokus pada penyaluran bantuan, tetapi juga pada proses pendampingan dan pembinaan. Oleh karena itu, para penerima beasiswa akan mendapatkan pembinaan berkelanjutan untuk mengasah keterampilan dan menyiapkan diri menghadapi dunia kerja.

Pada kesempatan yang sama, Baznas juga membuka ruang penyaluran donasi untuk membantu korban bencana di wilayah Sumatera dan Aceh. Sejumlah pihak telah menyalurkan bantuan melalui Baznas Gresik, antara lain Puskesmas Gending sebesar Rp 8,2 juta, HMI Cabang Gresik Rp 3,15 juta serta PGRI Gresik sebesar Rp 1.240.528.500. (yad)

Baznas Salurkan Beasiswa Mahasiswa Produktif, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani : Investasi Sosial harus Dijawab dengan Prestasi, Integritas Selengkapnya

Kolaborasi Insan Sekolah, Alumni, dan Perusahaan Revitalisasi Lapangan dan Aula SMA Negeri 1 Gresik Semakin Ciamik

GRESIK,1minute.id – Revitalisasi pembangunan lapangan out door dan Aula Sunan Giri SMA Negeri 1 (Smansa) Gresik telah rampung dan diresmikan pada Rabu, 17 Desember 2025. Peresmian dilakukan secara sederhana namun tetap khidmat.  Revitalisasi pembangunan lapangan dan aula ini tidak menggunakan anggaran dari pemerintah.

Ketua Komite Sekolah SMA Negeri 1 Gresik Rohmad mengatakan, anggaran revitalisasi hasil gotong royong, insan sekolah (guru dan wali murid), alumni serta danasi dari perusahaan sekitar.

“Butuh waktu selama tiga bulan, mulai perencanaan, penggalian dana hingga proses pembangunan yang dilakukan secara Swakelola,” kata Rohmad dalam sambutan pada Rabu, 17 Desember 2025. Pascarevitalisasi, lapangan serbaguna dan aula Ainul Yaqin pun semakin ciamik. Lapangan serbaguna karena bisa dimanfaatkan untuk kegiatan upacara bendera, futsal, bola voli, basket dan kegiatan siswa lainnya. Sedangkan, aula Sunan Giri ini bisa menampung seribu lebih peserta didik.

Revitalisasi lapangan dan aula ini bisa menjadi legasi bagi Kepala SMA Negeri 1 Gresik Tohir. “Revitalisasi lapangan ini, 80 persen berasal dari wali siswa. Jadi anak-anakku semua salam hormat untuk bapak dan ibu kalian semua,” ujar Rohmad. Revitalisasi lapangan dan aula ini, ia melanjutkan, sebagai bukti nyata kolaborasi semua stakeholder sehingga menghasilkan sesuatu yang sangat bermanfaat dan membanggakan. 

Smansa Gresik sudah lebih setengah abad berdiri pada 18 Oktober 1957 menjadi sekolah favorit di Kabupaten Gresik. Sekolah terbaik pertama hasil UTBK 2024 di Kabupaten Gresik dan menempati peringkat 334 nasional. Banyak alumni yang menduduki jabatan strategis baik pemerintahan, pimpinan perusahaan, pengusaha hingga politisi. Wakil Bupati Gresik 2024-2029 Asluchul Alif dan Anggota DPRD Gresik Dimas Setio Wicaksono, diantaranya alumninya. ” Semoga menjadi amal jariyah bagi semuanya,” ujarnya. 

Pembangunan sekolah swadaya ini, seakan mengingatkan kembali sejarah berdirinya sekolah yang berada di Jalan Arif Rahman Hakim, Gresik ini.

SEJARAH SMA NEGERI 1 GRESIK

Berdasarkan laman website sekolah, SMA Negeri 1 Gresik dulu bernama SMA 12 Juli, yang didirikan oleh Yayasan 12 Juli. Untuk mewujudkan sebuah bangunan gedung SMA yang memenuhi syarat sesuai dengan ketentuan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Yayasan 12 Juli mencoba untuk merealisasi maksud tersebut dengan meminta bantuan partisipasi masyarakat, Pemda, perusahaan-perusahaan yang ada di Gresik dan dari pihak-pihak lain. Usaha ini mendapatkan sambutan yang cukup besar antara lain:

Dari masyarakat berupa tambahan dana pembangunan SMA yang di kaitkan pembayarannya dengan pembangunan langganan air dan listrik (utilitas) ; Dari Pemerintah Daerah berupa izin dari Gubernur Jawa Timur untuk tambahan retribusi kopra yang masuk lewat pelabuhan Gresik sebesar 2,00 perkilo ; dan Dari perusahaan berupa bantuan semen dari PT. Semen Gresik.

Atas kerja keras dan dedikasi yang tinggi dari Panitia Yayasan 12 Juli dan semua lapisan masyarakat, maka terwujudlah bangunan permanen gedung SMA di atas tanah yang memenuhi syarat. Bangunan terdiri dari 6 ruang untuk belajar dan ditambah ; Ruang Kantor Kepala Sekolah ; Ruang Kantor Wakil Kepala Sekolah ; Ruang Tata Usaha dan Ruang Gudang. 

Kemudian, Ruang Kamar Mandi ; Ruang WC; Tempat Salat; Ruang Guru ; Ruang BK; Ruang AVA ; Ruang Lab IPA ; Ruang Lab Bahasa ; Ruang Perpustakaan dan Ruang TI

Di samping itu bangunan tersebut di lengkapi pula dengan mebel dan alat-alat kantor. Dengan selesainya bangunan tersebut, Yayasan 12 Juli berkeinginan mendirikan SMA 12 Juli. Tetapi hal ini tidak dapat dilaksanakan karena adanya pertimbangan-pertimbangan tertentu terhadap SMA 12 Juli. Akhirnya tepat tanggal 1 Agustus 1964 Pemerintah melalui Gubernur Jawa Timur Wiyono menyetujui berdirinya SMA Negeri dengan nama SMA Negeri Gresik. (yad)

Kolaborasi Insan Sekolah, Alumni, dan Perusahaan Revitalisasi Lapangan dan Aula SMA Negeri 1 Gresik Semakin Ciamik Selengkapnya

Ini 5 Peserta Terbaik PKA Angkatan X, Wabup Gresik : Pejabat Administrator Harus Adaptif, Solutif Menghadapi Dinamika Birokrasi

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menutup Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan X Pola Kemitraan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur di Hotel Khas Gresik.

Pada kesempatan itu, dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif mengingatkan kembali tugas utama yang harus dimiliki setiap Administrator yaitu bertanggung jawab mengurus, mengelola dan mengawasi pelaksanaan kebijakan atau sistem agar berjalan lancar dan efisien. 

“Pelayanan publik yang semakin kompleks menuntut setiap pejabat administrator untuk adaptif dan solutif menghadapi dinamika birokrasi. Hasil pelatihan ini harus benar-benar diwujudkan dalam bentuk inovasi dan pelayanan publik yang berkualitas,” ungkapnya dihadapan peserta pelatihan yang diikuti oleh 27 peserta pada Senin, 15 Desember 2025.

Selama pelatihan kepemimpinan administrator peserta telah mendapatkan pembelajaran tentang Diagnostic Reading yang merupakan kemampuan untuk membaca kondisi yang sedang terjadi untuk menemukan suatu area yang perlu mendapatkan perubahan. 

“Hal ini sangat penting, selain untuk menyelesaikan masalah dalam pelaksanaan tugas dan fungsi. Juga untuk meningkatkan kemajuan atau peningkatan kinerja di tempat kerja atau organisasi masing-masing,” harapnya.

Sebagai pejabat administrator yang merupakan ujung tombak organisasi harus terus berupaya untuk membangun kepercayaan masyarakat. Dengan menciptakan berbagai terobosan baru dalam meningkatkan kualitas pelayanan. Terutama terobosan yang mampu menjawab kebutuhan maupun persoalan yang saat ini menjadi keresahan di tengah masyarakat.

“Berbagai inovasi yang sudah saudara ciptakan di unit kerja masing-masing saya harap dapat berakumulasi untuk menghasilkan kemajuan yang signifikan bagi pemerintah Kabupaten Gresik. Serta berdampak positif terhadap peningkatan pembangunan yang ada di Kabupaten Gresik,” tuturnya.

Wabup menambahkan, dibutuhkan komitmen yang kuat untuk melaksanakan aksi perubahan secara konsisten. Mempertahankan dan merawat hal hal yang baik yang sudah diupayakan kadang lebih sulit daripada memulainya. Sebab diperlukan komitmen pribadi, komitmen kolektif, dan dukungan iklim organisasi. 

“Oleh karena itu, perlu adanya upaya berkelanjutan yang dinamis dan konstruktif sebagai sarana motivasi untuk mencapai target,” tandasnya.

Di tempat sama, mewakili Kepala BPSDM Jawa Timur Jonathan Judianto menambahkan, kegiatan ini dalam rangka membangun aspek aspek kinerja. Selain membangun knowledge, membangun skill pelatihan ini membentuk pejabat administrator yang kompeten, transformasional, dan mampu menciptakan inovasi dalam pelayanan publik. 

Pihaknya mengapresiasi kepada peserta pelatihan, ia menilai hasil dari pelatihan PKA Angkatan X tersebut diatas ekspektasi dari target yang ditentukan oleh BPSDM. Menurutnya, kepemimpinan tidak hanya tentang jabatan tetapi keteladanan baik dalam organisasi maupun masyarakat. 

“BPSDM Jatim secara konsisten menyelenggarakan berbagai angkatan PKA setiap tahunnya. Sering kali dalam metode blended learning, untuk memastikan pembentukan SDM aparatur yang berkelanjutan,” pungkasnya. (yad)

Berikut lima terbaik dengan kualifikasi sangat memuaskan  di PKA Angkatan X tahun ini. 

1. dr. Kartiko Husodo Odi, Sp. THT dari Dinas Kesehatan memperoleh nilai 95,07. 

2. drh. Viki Mustofa, dari Dinas Pertanian memperoleh nilai 94,32

3.Nur Hamidah, S. Pd., M.Pd dari Dinas Pendidikan memperoleh nilai 94,26

4.Muhammad Masyhur Arif dari Dinas Perhubungan memperoleh nilai 94,12. 

5.dr.Riyan Charlie Milyantono, Sp.T.H.T.K.L dari Rumah Sakit Gresik Sehati memperoleh nilai 94,05

Ini 5 Peserta Terbaik PKA Angkatan X, Wabup Gresik : Pejabat Administrator Harus Adaptif, Solutif Menghadapi Dinamika Birokrasi Selengkapnya

Muchamad Toha, Sejarawan Gresik bersama FPK Gresik,  Berikan Sosialisasi Kebangsaan dan Persatuan kepada Siswa Spenda Gresik 

GRESIK,1minute.id – FPK Goes To School bertandang ke UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik pada Senin, 15 Desember 2025. Ratusan siswa kelas VII dan VIII tumplek blek di halaman sekolah di Jalan KH Kholil, Gresik. 

Sejumlah pengurus Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Gresik yang hadir dalam Sosialisasi ini, antara lain, Antonius Sihotang dari Suku Batak ; Susi Ida Wardani dan Safara Akmaliah (Suku Jawa) ; Indah Sari Dewi (Etnis Arab) ; serta Helena L. Shandy (Etnis Tionghoa). Dr Muchammad Toha, sejarawan dan budayawan Gresik juga menjabat sebagai Kepala Balai Diklat Keagamaan Semarang.

Pada kesempatan itu, Toha menjlentrehkan pengertian dan tujuan FPK Goes to School. FPK adalah wadah yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan semangat kebangsaan, serta mempromosikan Persatuan dan Kesatuan bangsa. Ia pun mengulas tentang sejarah dan perjuangan bangsa Indonesia dan pentingnya mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia. 

Tentang Kebhinekaan dan Toleransi, juga disinggung untuk meningkatkan kesadaran akan keberagaman budaya, agama, dan suku, serta pentingnya toleransi dan hidup berdampingan. Toha yang seorang budayawan dan sejarawan Gresik ini menyampaikan dengan celotehan khas anak-anak. Sehingga acara yang berlangsung lebih dari 60 menit terasa sangat singkat. 

“Saya sebagai peserta sangat senang karena salah satu pemateri asli Gresik (Dr. Muchamad Toha) sangat memukau dan lucu membikin kita semua tidak tertidur dan paham bahwa persatuan penting untuk negara kita agar maju,” kata Nabila Ketua OSIS UPT SMP Negeri 2 Gresik. 

Sementara itu, Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim mengaku sangat senang menjadi tempat sosialisasi FPK. “Siswa semakin bertambah wawasan Kebangsaan dan Kebhinekaan. Pembauran dapat membawa banyak manfaat. Meningkatkan persatuan, kerukunan yang kita kenal dengan istilah NKRI harga mati,” kata Salim. (yad)

Muchamad Toha, Sejarawan Gresik bersama FPK Gresik,  Berikan Sosialisasi Kebangsaan dan Persatuan kepada Siswa Spenda Gresik  Selengkapnya

Arsya & Nadia, Terpilih sebagai Duta Cak & Yuk Gresik 2025, Gus Yani : Generasi Muda, Percaya Diri dan Berprestasi 

GRESIK,1minute.id – Arsya Fahriza dan Nadia Tiara Farradilla akhirnya terpilih sebagai Duta Wisata, Cak & Yuk Gresik 2025. Grand final Pemilihan Cak & Yuk Gresik dihelat di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) pada Minggu malam, 14 Desember 2025.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik Yanuar Utomo menjadi saksi mata Pemilihan Cak & Yuk 2025 yang mengusung tema “Symphony of Dhurung, Breathing Legacy Living Harmony” yang merepresentasikan kearifan lokal sebagai simbol harmoni sosial dalam kehidupan masyarakat pesisir dan pedesaan Kabupaten Gresik. 

“Pemilihan Duta Cak & Yuk merupakan bagian penting dari proses kaderisasi generasi muda Kabupaten Gresik yang harus terus berjalan secara berkelanjutan dan terarah,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya.

Ajang bergengsi dua tahunan ini diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Kabupaten Gresik. Sebanyak 15 pasangan yang tampil dalam Grand Final. Para finalis ini telah menyisihkan ratusan peserta lainnya. 

Cak Arsya Fahriza adalah Duta Hukum Universitas Trunojoyo Madura 2024. Sedangkan, Yuk Arsya Fahriza, siswi SMAN 1 Cerme serta anggota Paskibraka Kabupaten Gresik 2024.

Bupati Fandi Akhmad Yani berpesan agar seluruh finalis menjadikan ajang ini sebagai ruang pembelajaran dan pengembangan kapasitas diri. “Kalah dan menang merupakan bagian dari proses. Jadikan pengalaman ini sebagai bekal untuk membangun masa depan yang lebih baik,” ujar mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Orang nomor satu Kabupaten Gresik ini berharap ajang Pemilihan Duta Cak & Yuk Gresik dapat terus berlanjut sebagai wadah pembinaan generasi muda yang berdaya saing serta mampu berkontribusi nyata dalam promosi pariwisata dan citra positif Kabupaten Gresik. “Kami ingin kaderisasi ini terus berjalan dan mampu mengantarkan generasi muda Gresik tampil percaya diri serta berprestasi hingga tingkat nasional,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Gresik Saifudin Ghozali menegaskan bahwa seluruh rangkaian Pemilihan Duta Cak Yuk Gresik 2025 dilaksanakan secara profesional dengan menjunjung tinggi prinsip kejujuran dan objektivitas.

“Kami memastikan proses seleksi berjalan transparan dan adil. Penilaian dilakukan secara murni berdasarkan kemampuan, sikap, wawasan, dan potensi para finalis, tanpa adanya intervensi dari pihak mana pun,” tegas Ghozali. Proses penilaian pada Grand Final dilakukan oleh dewan juri yang terdiri dari Kepala Kejaksaan Negeri Gresik Yanuar Utomo, Putri Indonesia Pendidikan dan Kebudayaan 2024 Melati Tedja, serta Kepala Program Studi Pariwisata Universitas Ciputra Surabaya I Dewa Gde Satrya Widya Dutha. (yad)

Arsya & Nadia, Terpilih sebagai Duta Cak & Yuk Gresik 2025, Gus Yani : Generasi Muda, Percaya Diri dan Berprestasi  Selengkapnya

Minggu, Grand Final Pemilihan Duta Wisata, Cak Yuk Gresik 2025, Kini 15 Pasangan Jalani Masa Karantina 

GRESIK,1minute.id – Grand Final Duta Wisata, Cak dan Yuk Gresik 2025 bakal dihelat di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) pada Minggu malam, 14 Desember 2025. 

Panitia telah menetapkan sebanyak 15 pasangan yang melaju pada malam penganugerahan Duta Wisata di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik.  Sejak Jumat, 12 Desember 2025, finalis Cak dan Yuk Gresik menjalani masa karantina di Hotel Khas Gresik.

Selama dua hari masa karantina itu, menjalani sejumlah pembekalan. Antara lain, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif yang memberikan pembekalan kepada calon duta wisata Gresik itu. Dokter Alif menyampaikan, Duta Wisata tidak hanya mempromosikan sektor pariwisata dan segala potensinya. Cak Yuk Gresik harus menjaga budaya dan membangun citra positif. 

“Sebagai Duta Wisata Gresik Cak Yuk juga menjadi agen perubahan yang turut berkontribusi membangun daerah,” kata Wabup Asluchul Alif saat membuka pembekalan pada Jumat malam, 12 Desember 2025. 

Hadir dalam acara itu yakni, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik Yanuar Utomo, serta Anggota Komisi II DPRD Gresik Muhammad. “Cak Yuk adalah Duta Wisata dan Budaya, perlu diketahui budaya dan wisata di Gresik tidak sedikit. Calon finalis Cak dan Yuk harus paham betul, seperti Bawean yang tidak kalah indahnya dengan Pulau Seribu maupun Bali, baik sisi panorama maupun terumbu karangnya,” imbuhnya. 

Ia bepesan, Finalis Cak dan Yuk Gresik tidak hanya mempromosikan wisata lama saja tetapi juga mengenalkan wisata baru terutama yang ada di desa-desa. “Pariwisata di Gresik banyak, selain yang lama, kalian juga harus bisa mempromosikan wisata baru yang ada di desa-desa di Kabupaten Gresik,” harapnya.

Kabupaten Gresik juga kaya akan pariwisata religinya. Dua diantaranya adalah wisata religi Makam Maulana Malik Ibrahim dan Makam Sunan Giri. Keduanya merupakan Waliyullah penyebar agama islam di Gresik.  “Jaga adab, etika dan pentingnya penguatan karakter kepribadian. Di sini merupakan suatu kesempatan para finalis untuk memperluas wawasan. Di samping itu, kearifan lokal di Gresik ini harus terjaga dan tidak boleh rusak karena pengaruh modernisasi saat ini,” pesannya. 

Di tempat sama, Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif, Kebudayaan dan Pemuda Olahraga (Disparekrafbudpora) Gresik Saifudin Ghozali dalam laporannya menyampaikan, kegiatan ini merupakan rangkaian terakhir Duta Wisata Cak Yuk Gresik. Sebelum Grand Final yang nanti kita selenggarakan pada Minggu 14 Desember 2025 di Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP). 

“Karantina ini banyak hal yang dilaksanakan terutama memberikan materi materi kepada para finalis. Salah satunya Sadar Hukum (Darkum) yang nanti akan disampaikan oleh Kepala Kejaksaan Negeri sekaligus nanti juga sebagai dewan juri di Grand Final. Selain itu, ada juri lagi dari Akademisi dan juga dari Putri Indonesia,” ujarnya. (yad)

Minggu, Grand Final Pemilihan Duta Wisata, Cak Yuk Gresik 2025, Kini 15 Pasangan Jalani Masa Karantina  Selengkapnya

KCL UPT SMP Negeri 2 Gresik bersama DLH Jatim dan Gresik Melakukan Bersih-bersih Pesisir Pantai Lumpur 

GRESIK,1minute.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jatim dan Gresik melakukan aksi bersih-bersih pesisir pantai Lumpur, Kelurahan Lumpur, Kecamatan/Kabupaten Gresik pada Jumat, 12 Desember 2025. Aksi peduli lingkungan pesisir yang menindaklanjuti Peraturan Pemerintah nomor 27/2020 tentang pengelolaan sampah spesifik, wabil khusus sampah di pesisir laut dipimpin oleh Plt DLH Jatim Nurkholis ini diikuti ratusan pegiat lingkungan di Kota Industri, sebutan lain, Kabupaten Gresik. 

Antara lain, masyarakat sekitar, dan Kelompok Cinta Lingkungan (KCL) UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik. Sebanyak 40 siswa didampingi oleh guru pembina Sumiarsih dan Kesiswaan Titien Harfutien. “Spenda satu-satunya sekolah yang diundang sebagai perserta aksi ini. Siswa didampingi Guru pembina Tegar Okta dan Anas dan Saya,” kata Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim pada Jumat, 12 Desember 2025.

Aksi bersih-bersih sampah pesisir ini dengan apel yang dipusatkan terminal busa wisata religi Maulana Malik Ibrahim di Jalan R.E Martadinata, Kelurahan Lumpur sekitar pukul 06.30 WIB. Pimpinan apel adalah Plt DLH Jawa Timur Nurkholis.

Setelah apel peserta kemudian disebar di sejumlah lokasi. Ada yang bersih-bersih di terminal Maulana Malik Ibrahim,  ada pesisir pantai Lumpur. Dalam hitungan tidak lebih 2 jam, sampah yang terkumpul mencapai dua truk. 

Mohammad Salim menyatakan, puluhan siswa yang tergabung dalam KCL Spenda Gresik sangat antusias dalam mengikuti aksi bersih-bersih pesisir pantai Lumpur ini. ” Kegiatan membersihkan pantai dari sampah dan polusi untuk melestarikan ekosistem laut dan menjaga keindahan alam,” katanya. 

Spenda Gresik, adalah salah satu sekolah Adiwiyata di Gresik. Lembaga pendidikan berada di Jalan KH Kholil, Gresik adalah sekolah percontohan zero waste di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik ini. Sebagai sekolah Zero Waste, Spenda Gresik memiliki Kelompok Cinta Lingkungan (KCL) sebagai kader model dan duta penyuluh lingkungan.

KCL Spenda Gresik antusias karena aksi bersih-bersih ini memiliki banyak manfaat. Yakni, mengurangi polusi laut dan melindungi ekosistem; Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kebersihan lingkungan dan meningkatkan keindahan pantai dan mendukung pariwisata. 

Untuk diketahui, terminal bus Maulana Malik Ibrahim di Jalan R.E Martadinata Gresik sebagai tempat pemberhentian bagi wisatawan religi Maulana Malik Ibrahim, salah satu penyebar agama Islam yang makamnya berada di Jalan Malik Ibrahim, Desa Gapurasukolilo, Kecamatan/Kabupaten Gresik. Wisatawan religi setelah turun di terminal kemudian naik damri. Berdasarkan keterangan juru kunci makam wisatawan religi yang mengunjungi makam Maulana Malik Ibrahim sekitar 1,2 juta wisatawan setiap tahunnya. Kebersihan terminal bus harus terjaga sebab menjadi wajah Kota Santri. (yad)

KCL UPT SMP Negeri 2 Gresik bersama DLH Jatim dan Gresik Melakukan Bersih-bersih Pesisir Pantai Lumpur  Selengkapnya