Pemkab Gresik Resmikan Pengoperasian Eskalator Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim Gresik Inklusif dan Modern

GRESIK,1minute.id – Masjid Agung Mualana Malik Ibrahim Gresik semakin Inklusif. Ramah anak dan lansia. Sebab, Pemerintah Kabupaten Gresik melengkapi masjid yang berada di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas itu dilengkapi tangga berjalan alias eskalator.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam hal ini diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Sekretariat Daerah (Setda) Suprapto yang meresmikan pengoperasian eskalator Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim Gresik pada Jumat,  13 Februari 2026.

Pemasangan eskalator merupakan bentuk komitmen pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik dalam penyediaan fasilitas publik yang ramah bagi seluruh kalangan. Pengoperasian eskalator ini menjadi bagian dari peningkatan sarana dan prasarana di Masjid Agung Gresik yang bertepatan dengan HUT Pemkab Gresik ke-52 dan Hari Jadi Kota Gresik ke-539 serta menyambut bulan suci Ramadan 1447 H.

Menurut Asisten I Setda Gresik Suprapto, kebutuhan akan eskalator dipandang urgen karena melihat berbagai karakteristik pengunjung Masjid Agung Gresik. Terutama untuk kalangan lanjut usia yang kesulitan menaiki tangga. “Adanya eskalator tersebut untuk mempermudah lansia, ibu hamil, dan masyarakat kebutuhan khusus agar mendapat akses lebih mudah mencapai lantai atas Masjid Agung Gresik,” kata Suprapto.

Pihaknya menjelaskan, pemasangan eskalator untuk naik dan turun tersebut dilakukan di sisi kanan bangunan utama Masjid. Menurutnya, langkah ini diambil agar jemaah sepuh merasa lebih aman dan nyaman ketika ingin naik ke lantai atas untuk beribadah.

“Masjid Agung Gresik sendiri, kerap menjadi pusat aktivitas keagamaan berskala besar, baik kegiatan salat berjamaah, pengajian akbar, hingga perhelatan hari besar Islam. Eskalator tersebut akan menjadi bagian dari transformasi layanan yang lebih ramah, inklusif, dan modern,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (CKPKP) Gresik Ida Lailatussa’diyah menyampaikan pemasangan eskalator di Masjid Agung Gresik melengkapi fasilitas masjid agar lebih modern dan nyaman bagi jemaah.

“Selain Masjid Agung Gresik, pemasangan eskalator nantinya juga akan dilakukan di Masjid KH Robach Ma’shum Islamic Center Balongpanggang,” ungkapnya.

Ia berharap masyarakat ikut menjaga dan merawat fasilitas eskalator yang telah disediakan agar dapat digunakan dalam jangka waktu lama. Selain itu, terus menghidupkan kegiatan keagamaan dan menjadi pusat edukasi serta sosial masyarakat.

Menurut salah satu warga, Mukhlisun, 62, saat diwawancara menyambut positif pengoperasian eskalator tersebut. Ia menyebut ini sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan spiritual dan fisik warganya. “Semoga ini bisa menjadi percontohan. Selain itu, tentunya memberikan kenyamanan terutama bagi lansia yang akan melaksanakan ibadah,” ucapnya. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Pemkab Gresik Resmikan Pengoperasian Eskalator Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim Gresik Inklusif dan Modern Selengkapnya

UPT SMP Negeri 2 Gresik, Sekolah Negeri Pertama Raih Predikat Sekolah PAIS Berkarakter dari Kemenag 

GRESIK,1minute.id – UPT SMP Negeri 2 (Spenda) menjadi Sekolah Piloting PAIS (Pendidikan Agama Islam Sekolah) Berkarakter di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik pada Jumat, 13 Februari 2026.

Sekolah yang dipimpin oleh Mohammad Salim ini, adalah satu-satunya sekolah negeri jenjang SMP yang menjadi program percontohan dari Kantor Kementerian Agama (Kemanag) Jawa Timur 2026 untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di sekolah umum.

Launching Sekolah Piloting PAIS Berkarakter disambut suka cita tenaga pendidik, siswa dan orang wali siswa. Mereka tumplek-blek di halaman sekolah berlokasi di Jalan KH Kholil, Gresik.

Kepala Seksi PAIS Kemenag Gresik Ahmad Yahya mengatakan peresmian program PAIS berkarakter untuk UPT SMP Negeri 2 Gresik ini sudah sangat pas. “Spenda sudah menerapkan kegiatan rutin keagamaan diantaranya TBTQ, Tahfidz, Hotmil dan tadarus Qur’an pagi jam ke Nol, Sholat duha, Duhur, literasi Al Quran dan penanaman Akhlaq mulia dengan penerapan Fiqhun nisa’,” kata Ahmad Yahya.

Sementara itu, Kepala UPT SMP Negeri  2 Gresik Mohammad Salim mengucapkan terima kasih kepada Kemenag Gresik atas penunjukan Spenda Gresik sebagai Sekolah Piloting PAIS Berkarakter. UPt SMP Negeri pertama yang mendapatkan predikat sebagai Sekolah Berkarakter Keislaman di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik. 

“Saya sangat berterima kasih kepada kenenag yang telah memilih Spenda sebagai piloting Sekolah PAIS berkarakter Tingkat Jawa Timur 2026. Semoga program ini mampu memberikan kontribusi terhadap kualitas pembelajaran dan meningkatkan mutu lulusan yang berakhlaq karimah amin,” kata Salim.

Komite Sekolah H. Ubaidilah satali tiga uang dengan Salim. “Saya atas nama  komite sekolah sangat apresiasi terhadap kualitas layanan sekolah dimana untuk pembentukan karakter saat ini sangat dibutuhkan untuk membentengi generasi muda agar tidak tergerus oleh zaman,” ujarnya. 

Ketua OSIS SMP Negeri  2 Gresik Nabila mengaku sangat senang dan bangga dengan program ini karena dapat meningkatkan pengalaman belajar agama di sekolah negeri tapi mirip pondok pesantren. “Semoga lulusan Spenda menjadi manusia yang taat beragama dan membahagiakan orang tuanya kelak,” katanya. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

UPT SMP Negeri 2 Gresik, Sekolah Negeri Pertama Raih Predikat Sekolah PAIS Berkarakter dari Kemenag  Selengkapnya

Pastikan Harga Stabil dan Pangan Aman Jelang Ramadan, Pemkab Gresik Geber Gerakan Pangan Murah

GRESIK,1minute.id – Pemrov Jatim berkolaborasi dengan Pemkab Gresik menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di depan Pendapa rumah Dinas Bupati Gresik di Jalan KH Wachid Hasyim, Alun-alun Gresik pada Jumat, 13 Februari 2026.

Di Kabupaten Gresik, GPM yang dilakukan secara serentak se-Indonesia ini dipimpin oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif. Gerakan ini sebagai bentuk komitmen daerah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Gerakan ini dibuka secara daring oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Dalam arahannya, Menteri Pertanian menegaskan bahwa seluruh pelaku usaha pangan tidak diperbolehkan menaikkan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Ia menyampaikan bahwa stok beras nasional saat ini mencapai 3,4 juta ton. Jumlah ini merupakan angka tertinggi sepanjang sejarah untuk bulan Februari 2026. Pemerintah juga telah menyiapkan 1,5 juta ton beras SPHP dengan harga maksimal Rp 12.500 per kilogram serta 700 ribu ton minyak goreng dengan harga maksimal Rp15.700 per liter. Penindakan tegas akan dilakukan jika ditemukan pelanggaran, sesuai instruksi langsung Presiden.

Menindaklanjuti hal tersebut, Wabup Asluchul Alif menegaskan bahwa Pemkab Gresik tegak lurus dengan instruksi Presiden dalam menjaga kestabilan harga pangan. “Kami ingin memastikan masyarakat Gresik menjalani puasa dan merayakan Idul Fitri dengan tenang. Tidak boleh ada kelangkaan maupun lonjakan harga yang memberatkan. Pemerintah hadir untuk menjaga daya beli masyarakat,” ujar dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Dalam kegiatan ini, berbagai komoditas dijual dengan harga di bawah pasar. Beras SPHP tersedia sebanyak 2,5 ton dengan harga Rp 11.000 per kilogram. Beras premium disediakan 500 kilogram dengan harga Rp 14.000 per kilogram. Minyak goreng Minyakita tersedia 360 liter dengan harga Rp 15.000 per liter.

Ada gula pasir, dan komoditas holtikultura seperti bawang merah, bawang putih, cabai rawit merah dan telur ayam ras. Semua harganya dibawah harga pasaran. 

Antusiasme warga terlihat sejak pagi. Siti, warga Kecamatan Kebomas, mengaku sangat terbantu dengan adanya gerakan pangan murah ini. Ia mengantre untuk membeli beras dan minyak goreng.

“Menjelang puasa biasanya harga naik. Jadi kegiatan seperti ini sangat dinanti. Alhamdulillah bisa beli beras dan minyak dengan harga lebih terjangkau,” tuturnya.

Tak hanya menjaga keterjangkauan harga, kegiatan ini juga menghadirkan mobil Laboratorium Keliling Pengawasan Keamanan Pangan yang mampu melakukan pemeriksaan kandungan bahan pangan secara langsung di lokasi. Langkah ini memastikan produk yang dijual tidak hanya terjangkau, tetapi juga aman dan layak konsumsi. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Pastikan Harga Stabil dan Pangan Aman Jelang Ramadan, Pemkab Gresik Geber Gerakan Pangan Murah Selengkapnya

Pertama, Wabup Asluchul Alif Resmikan Pompa Air Tenaga Surya untuk Jemaah Masjid As-Shalihin, Bawean 

GRESIK1minute.id – Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif meresmikan pompa air tenaga surya (PATS) di Masjid As-Shalihin Dusun Pateken Timur, Desa Kotakusuma, Kecamatan Sangkapura, Bawean, Kabupaten Gresik pada Rabu, 11 Februari 2026. PATS tersebut merupakan hasil kerja sama Lazismu Jawa Timur dengan Kitabisa.org.

Wabup Asluchul Alif berharap, selain mendukung pengairan pertanian serta kebutuhan air Masjid As-Shalihin dan SD Muhammadiyah 1 Bawean, keberadaan sumur bor dan pemasangan pompa tenaga surya bisa mendukung ketahanan pangan. “Dengan adanya pompa air tenaga surya (PATS) ini bisa menjadi contoh bagi 30 desa yang ada di dua kecamatan, 17 desa di Kecamatan Sangkapura dan 13 desa di Kecamatan Tambak, Pulau Bawean,” harap dokter Alif, sapaan akrab,  Asluchul Alif.

Ia mengungkapkan, ke depan nantinya setiap desa bisa mewujudkan ketahanan air dan listrik. Jika keduanya dimiliki oleh seluruh desa di Pulau Bawean, insya Allah sangat bermanfaat dan berdampak pada masyarakat Bawean untuk keperluan persawahan, perkebunan, peternakan yang bisa dilakukan secara mandiri.

Wabup Gresik yang akrab disapa Dokter Alif mengucapkan selamat dan berterima kasih atas terlaksananya program intervensi antara Lazismu Jawa Timur dengan Kitabisa.org. “Mudah-mudahan keberadaan sumur bor bertenaga surya ini nantinya bisa dirasakan oleh masyarakat sekitar Masjid. Selain itu bisa digunakan untuk pengairan sawah yang ada,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, Pimpinan Daerah Muhammadiyah K.H. Muhammad Toha Mahsun dalam sambutannya menyampaikan syukur Alhamdulillah bahwa sumur bor yang dibuat telah mengeluarkan air tanpa menggunakan pompa. Ini bukti bahwa sumur tersebut banyak sumber air, dan nantinya bisa dimanfaatkan untuk pengairan sawah yang ada di sekitar masjid.

Ia berharap dengan sumur bor ini bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat sekitar masjid. Selain untuk kebutuhan Masjid As-Shalihin dan sekolah yang ada, nantinya bisa mendukung program ketahanan pangan. “Selamat dan sukses buat PCM Sangkapura atas terlaksananya program Pompa Air Tenaga Surya (PATS) di Pulau Bawean,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Lazismu Jawa Timur Zaenal Abidin mengatakan bahwa Lazismu bekerja sama dengan Kitabisa.org untuk pengadaan Pompa Air Tenaga Surya (PATS) berupa pembuatan sumur bor bertenaga surya yang berada di samping Masjid As-Shalihin.

“Awalnya Muhammadiyah mengajukan kerja sama program kepada Kitabisa.org untuk penawaran tiga titik di Gresik termasuk Bawean. Setelah disurvei, lokasi yang disetujui dan dipilih untuk menjadi intervensi program bersama-sama di Pulau Bawean,” terangnya.

Lebih lanjut, Zaenal Abidin menambahkan, penyelenggaraan program ini kita berharap tidak hanya untuk keperluan Masjid As-Shalihin, tetapi pemanfaatannya juga untuk masyarakat sekitar masjid. “Ke depan untuk pengairan sawah dan lebih jauh lagi akan digunakan untuk kebutuhan air minum serta kebutuhan masyarakat sekitar,” pungkasnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi

Pertama, Wabup Asluchul Alif Resmikan Pompa Air Tenaga Surya untuk Jemaah Masjid As-Shalihin, Bawean  Selengkapnya

3 Perusahaan Buka 300 Lowongan Kerja, Gus Yani : Disnaker Gresik sebagai Hub Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

GRESIK,1minute.id –  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melakukan kunjungan ke kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Gresik pada Selasa, 11 Februari 2026. Ia menyapa langsung para pencari kerja yang tengah mengikuti proses rekrutmen dan wawancara kerja.

Kunjungan ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik, dalam memperkuat peran Disnaker sebagai pusat layanan ketenagakerjaan dan penghubung antara dunia usaha dengan tenaga kerja lokal. Ratusan pelamar antusias mengikuti tahapan seleksi dari tiga perusahaan yang membuka lowongan kerja melalui Disnaker Gresik. 

Ketiga perusahaan tersebut yakni PT Geabh Joint Technologi dengan 239 pelamar, PT Keramik Diamond Indonesia dengan 178 pelamar, serta Mitra Tata Kerja dengan 73 pelamar. Secara keseluruhan, tersedia sekitar 300 lowongan kerja dengan beragam posisi, mulai dari operator, teknisi, mekanik, hingga level pengawas dan kepala unit.

Seluruh pelamar yang hadir sebelumnya telah mendaftar secara daring melalui website Gresik Kerja, platform layanan ketenagakerjaan yang dikembangkan Disnaker Gresik untuk mempermudah akses informasi lowongan kerja bagi masyarakat serta memastikan proses rekrutmen berjalan terbuka dan terfasilitasi dengan baik.

Fandi Akhmad Yani pada kesempatan itu memberikan semangat agar tetap optimistis dan percaya diri dalam mengikuti setiap tahapan seleksi.

Sementara itu, kepada perwakilan perusahaan yang hadir, Bupati menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kepercayaan serta komitmennya membuka kesempatan kerja bagi masyarakat Gresik melalui fasilitasi Disnaker. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Gresik akan terus hadir dan berperan aktif dalam memfasilitasi penyerapan tenaga kerja lokal.

“Pemkab Gresik akan terus memfasilitasi masyarakat, mulai dari penyediaan informasi lowongan kerja yang transparan dan mudah diakses, hingga berbagai pelatihan kerja yang relevan dengan kebutuhan industri. Harapannya, masyarakat Gresik semakin siap dan percaya diri menghadapi dunia kerja,” tegas Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Yani juga menyerahkan Santunan Jaminan Kematian BPJS Ketenagakerjaan kepada dua ahli waris pekerja rentan Kabupaten Gresik yang dibiayai melalui APBD 2025. Santunan masing-masing sebesar Rp42.000.000 diserahkan kepada ahli waris almarhum Arif Widodo dan almarhumah Sri Indayani.

Penyerahan santunan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik dalam memberikan perlindungan sosial bagi pekerja rentan, sekaligus menegaskan bahwa kebijakan ketenagakerjaan tidak hanya berfokus pada penyerapan kerja, tetapi juga pada jaminan perlindungan bagi masyarakat

Salah satu pelamar kerja, Ahmad Siroj At Tamami, 23, warga Desa Sukomulyo, Kecamatan Manyar mengaku baru pertama kali mengikuti proses wawancara kerja yang difasilitasi Disnaker Gresik. Ia menyampaikan apresiasinya terhadap layanan digital yang disediakan.

“Saya pertama kali ikut interview di Disnaker. Daftarnya lewat website Gresik Kerja, sama sekali tidak ada kesulitan dan sangat usable,” ujarnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

3 Perusahaan Buka 300 Lowongan Kerja, Gus Yani : Disnaker Gresik sebagai Hub Penyerapan Tenaga Kerja Lokal Selengkapnya

Pemkab Gresik Perkuat Transformasi Digital Pemerintah, Layanan Publik Semakin Mudah, Cepat dan Bermanfaat bagi Masyarakat 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memperkuat transformasi digital pemerintahan. Layanan publik yang semakin mudah, cepat, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, menegaskan bahwa transformasi digital pemerintahan saat ini tidak lagi cukup diukur dari keberadaan aplikasi atau sistem semata, melainkan dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat sebagai pengguna layanan.

“Transformasi digital pemerintahan telah memasuki fase yang lebih substansial. Kita tidak lagi berbicara tentang banyaknya sistem yang dimiliki, tetapi sejauh mana layanan digital tersebut memberi kemudahan, kepastian, dan kenyamanan bagi masyarakat,” tegasnya pada Selasa, 10 Februari 2026.

Sekda Washil menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Gresik merasa bangga dan terhormat dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan strategis ini. Kepercayaan tersebut menjadi motivasi untuk terus berbenah, seiring posisi Gresik sebagai Kota Wali, Kota Santri, sekaligus Kota Industri.

Sejalan dengan arah kebijakan nasional, Pemkab Gresik terus mendorong transformasi menuju pemerintahan digital melalui integrasi dan inovasi layanan. Pada 2024, nilai Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE)  Gresik mencapai 4,32 dari skala 5 dan masuk kategori memuaskan. Pada 2026 mendatang, penilaian akan diarahkan pada model pemerintah digital yang lebih menekankan pengalaman dan kepuasan pengguna layanan.

Salah satu fondasi transformasi tersebut adalah pengembangan Integrated Smart System yang didukung oleh Gresik Intelligent Operation Platform (Gresik IOP). Platform internal ini mengintegrasikan data strategis lintas perangkat daerah sebagai dasar pengambilan kebijakan berbasis data.

“Dengan integrasi data, kebijakan dapat diambil secara cepat, tepat, dan terukur. Salah satu dampaknya adalah peningkatan pendapatan daerah yang kini berada pada kisaran Rp1,7 triliun,” jelasnya.

Integrasi data juga dimanfaatkan untuk penguatan pencegahan korupsi, optimalisasi perizinan dan pajak daerah, hingga penanganan persoalan sosial. Saat ini, angka kemiskinan Kabupaten Gresik telah berada pada satu digit, yakni 9,95 persen atau sekitar 132 ribu penduduk, dan ditargetkan terus ditekan hingga di bawah 100 ribu penduduk.

Pada sektor kepegawaian, Pemkab Gresik mengembangkan platform Kedaton sebagai sistem terintegrasi layanan ASN, mulai dari absensi, pengelolaan kinerja, hingga manajemen talenta. Sistem ini memungkinkan pengambilan keputusan mutasi dan promosi dilakukan secara objektif berbasis data. 

Sementara itu, pada layanan publik yang langsung dirasakan masyarakat, Pemkab Gresik menghadirkan berbagai inovasi, di antaranya layanan administrasi kependudukan jemput bola melalui aplikasi Pudak, layanan ketenagakerjaan Gresik Kerja, serta integrasi layanan kedaruratan melalui Call Center 112 dan Lapor Gus. Setiap bulannya, kanal pengaduan masyarakat ini dapat menampung laporan yang seluruhnya termonitor secara digital.

Dari sisi ketenagakerjaan, pemanfaatan layanan digital berdampak pada penurunan tingkat pengangguran terbuka Kabupaten Gresik pada tahun 2025, dari 6,45 persen menjadi 5,47 persen. Capaian ini menjadi penurunan tertinggi di Jawa Timur.

“Seluruh inovasi tersebut perlu diiringi dengan evaluasi yang objektif dan berkelanjutan. Karena itu, implementasi pengukuran kepuasan pengguna layanan digital menjadi momentum penting untuk memastikan bahwa transformasi digital benar-benar berorientasi pada masyarakat,” tandas Sekda Washil.

Pada kesempatan yang sama, Asisten Deputi Koordinasi Penerapan Transformasi Digital Pemerintah Kementerian Pendayagunasn Aparatur Negera, Reformasi Birokrasi (PANRB) aMohammad Averrouce, menyampaikan apresiasi atas langkah Kabupaten Gresik yang telah mengonsolidasikan berbagai sistem pemerintahan dalam satu ekosistem terintegrasi.

Ia menegaskan bahwa transformasi dari SPBE menuju pemerintah digital menempatkan kepuasan pengguna sebagai indikator kunci keberhasilan. Menurutnya, integrasi sistem administrasi dan pelayanan publik harus berujung pada pengalaman layanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Pengukuran kepuasan pengguna layanan digital menjadi instrumen penting dalam evaluasi pemerintah digital. Bukan untuk menambah beban daerah, tetapi justru memastikan bahwa digitalisasi benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Pemkab Gresik Perkuat Transformasi Digital Pemerintah, Layanan Publik Semakin Mudah, Cepat dan Bermanfaat bagi Masyarakat  Selengkapnya

Wabup Gresik Asluchul Alif Mengunjungi Puskesmas Sangkapura, Pulau Bawean, Pastikan Pelayanan KB Maksimal 

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Asluchul didampingi Anggota DPRD Lutfi Dhawam dan Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Gresik Shinta Puspitasari meninjau pelayanan Keluarga Berencana (KB) di Puskesmas Sangkapura pada Selasa, 10 Februari 2026.

Kegiatan ini merupakan upaya mendukung program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana) dan penanganan stunting.  Wabup Asluchul Alif menyaksikan langsung pemasangan implant kepada 10 akseptor sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Gresik dalam meningkatkan kesehatan ibu dan keluarga berencana di wilayah kepulauan.

Wabup Asluchul Alif mengatakan, peninjauan ini bertujuan untuk memastikan pelayanan KB berjalan maksimal, meningkatkan kepesertaan KB terutama MKJP (Metode Kontrasepsi Jangka Panjang), dan mendukung percepatan penurunan stunting. “Pemerintah daerah terus memperkuat komitmen terhadap program Bangga Kencana, serta percepatan penurunan stunting melalui peninjauan langsung pelayanan KB, khususnya jenis implan,” ucap dokter Alif, sapaan akrab, Wabup Asluchul Alif. 

Menurutnya, penggunaan MKJP seperti implan dianggap sangat efektif untuk mengatur jarak kelahiran, yang secara langsung berkontribusi pada pencegahan stunting pada anak. “Bangga Kencana merupakan salah satu program strategis dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang mendukung percepatan penurunan angka stunting, khususnya di Kabupaten Gresik,” tegasnya. 

Wakil Bupati juga memberikan motivasi kepada para kader KB dan tenaga kesehatan untuk terus meningkatkan edukasi kepada masyarakat. “Saya memberikan apresiasi kepada tenaga kesehatan serta kader di Bawean atas komitmennya dalam melayani masyarakat,” ungkapnya. 

Di tempat sama, Kepala Puskesmas Sangkapura Syaiful Umami mengaku bangga atas kehadiran Wakil Bupati saat memantau langsung pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya program pemasangan alat kontrasepsi implant di Puskesmas Sangkapura. “Program implant ini sangat strategis untuk memberdayakan perempuan usia subur dengan akses KB yang aman dan terjangkau,” ujarnya. 

Syaiful Umami menegaskan komitmen Puskesmas Sangkapura untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Ia berharap dukungan pemerintah terhadap pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan terus berlanjut. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi

Wabup Gresik Asluchul Alif Mengunjungi Puskesmas Sangkapura, Pulau Bawean, Pastikan Pelayanan KB Maksimal  Selengkapnya

Gus Yani Ajak Perempuan Gresik Ikut Menentukan Arah Kebijakan Lebih Peka Gender

GRESIK,1minute.id – Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Gresik menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Perempuan Tahun 2026 di Ruang Putri Cempo Kantor Bupati Gresik pada Selasa, 10 Februari 2026.

Forum ini menjadi wadah bagi kaum perempuan untuk menentukan arah kebijakan daerah yang lebih peka gender dan berkelanjutan. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, yang membuka kegiatan ini menegaskan bahwa suara perempuan adalah fondasi penting dalam menciptakan pembangunan yang adil.

Menurutnya, perempuan seringkali menghadapi tantangan harian yang unik, sehingga aspirasi mereka sangat dibutuhkan agar kebijakan pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan riil di lapangan, mulai dari sektor pendidikan hingga ekonomi.

“Musrenbang Perempuan ini merupakan ruang bagi ibu-ibu untuk menyampaikan gagasan nyata. Saya ingin perempuan Gresik berdaya secara ekonomi dan memiliki pola pikir yang cerdas, karena dari ibu yang hebat akan lahir generasi masa depan yang berkualitas dan berdaya saing,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Bupati Fandi Akhmad Yani. 

Bupati Yani berharap forum ini tidak hanya berhenti pada diskusi, tetapi menghasilkan aksi nyata yang dapat segera dirasakan manfaatnya. “Pemerintah ingin membangun Gresik secara inklusif, di mana perempuan, anak, dan penyandang disabilitas memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk berkontribusi bagi kemajuan daerah,” pungkasnya.

Ditempat sama, Kepala Dinas KBPPPA Gresik Titik Ernawati, menambahkan bahwa Musrenbang tahun ini secara khusus menggodok sepuluh isu strategis yang mendesak. Isu-isu tersebut meliputi penguatan literasi keuangan keluarga untuk membentengi masyarakat dari bahaya judi online, percepatan penurunan angka stunting, hingga pemenuhan fasilitas publik yang aman dan ramah bagi perempuan serta kelompok rentan.

Selama dua hari pelaksanaan, Selasa hingga Rabu, 10-11 Februari 2026 para peserta yang terdiri dari organisasi perempuan, akademisi, dan praktisi akan merumuskan solusi atas berbagai tantangan tersebut. Hasil musyawarah ini nantinya akan diformulasikan menjadi usulan prioritas yang akan dibawa ke tingkat kabupaten guna memastikan pembangunan infrastruktur sosial di Gresik tetap inklusif. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Gus Yani Ajak Perempuan Gresik Ikut Menentukan Arah Kebijakan Lebih Peka Gender Selengkapnya

Pemerintah Dikabarkan akan Melanjutkan Pembangunan Tanggul Parapet Kali Lamong di Desa Jono 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah akan melanjutkan pembangunan bangunan tanggul parapet di Desa Jono, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik. Rencana pembangunan tanggul itu diungkapkan oleh Asrun, Kepala Desa Jono.

Menurut Asrun, warga sangat senang mendapatkan kabar pembangunan tanggul parapet di Desa Jono akan dilanjutkan pada 2026. “Saat ini, yang belum di tanggul panjang sekitar 600 meteran. Saya dapat kabar pembangunan akan dilanjutkan tahun ini. Semoga terealisasi,” kata Asrun ditemui usai aksi penanaman pohon kolaborasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik, Pemkab Gresik dan perusahaan di bantaran Kali Lamong pada Senin, 2 Februari 2026 lalu.

Desa Jono, satu dari puluhan desa yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Lamong menjadi langganan banjir yang sudah puluhan tahun. Setiap musim rendeng warga dikhawatirkan Kali Lamong meluap. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan akan berlangsung hingga Maret 2026. Pada April – September 2026 memasuki musim kemarau. Fonomena global seperti  El Nino dan La Nina 2026 diperkirakan tidak aktif hingga akhir 2026 sehingga pola musim relatif stabil. 

Asrun, memperkirakan musim akan memasuki masa puncak sekitar Maret 2026 nanti. “Pengalaman tahun-tahun sebelumnya, bulan Maret biasanya intensitas hujan tinggi,” ujarnya. Ia bersama warga selalu waspada adanya bencana banjir tahunan itu. Apalagi, saat ini belum semua tanggul permanen. “Kabar yang saya terima Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo akan melanjutkan pembangunan tanggul parapet tahun ini. Semoga bisa teraliasasi,” ujarnya.  

Penuntasan pembangunan tanggul akan membuat warga Desa Jono tidak khawatir di saat musim hujan. Puluhan tahun terdampak banjir Kali Lamong. Sejak 2021, Pemerintah pusat dan Pemkab Gresik normalisasi Kali Lamong menjadi salah satu prioritas. BBWS Bengawan Solo berfokus membangun tanggul parapet daerah aliran sungai (DAS) Kali Lamong, antara lain, Desa Jono, Kecamatan Cerme.

Sedangkan, Pemkab Gresik berfokus melakukan normalisasi Kali Lamong. Pengerukan akibat sendimentasi membuat Kali Lamong dangkal dan menyempit. Normalisasi dilakukan sepanjang sekitar 58 kilometer. Selain normalisasi, Pemkab Gresik juga membangun kolam retensi alias retarding basing di Desa Tambakberas, Kecamatan Cerme. Kali Lamong tetap meluber, tapi, intensitas waktu lebih cepat daripada sebelum adanya normalisasi.

Asrun bercerita suka dan duka warganya. Ia mengatakan sebelum dilakukan normalisasi tanggul Kali Lamong di Desa Jono pernah jebol. Akibatnya, Desa Tambakberas “tenggelam” cukup lama. Ikan bandeng dan udang hanyut. “Warga Saya bisa milih ikan untuk di masak. Karena ikan hanyut masuk ke perkampungan,” cerita Nasrun sambil tersenyum. 

Ia melanjutkan, suatu hari, di bulan Puasa, ada tanggul di Desa Jono rawan jebol. Warga sudah melakukan kerjabakti seharian sehingga tenaga terkuras habis. Warga Desa Tambakberas yang membantu penguatan tanggul. Kalau tanggul jebol, warga Desa Tambakberas akan terdampak parah. (yad) 

Editor : Chusnul Cahyadi

Pemerintah Dikabarkan akan Melanjutkan Pembangunan Tanggul Parapet Kali Lamong di Desa Jono  Selengkapnya

Jalankan Arahan Presiden Prabowo, Bupati dan Forkopimda Gresik Gelar Aksi Bersih Pantai Delegan dari Sampah Plastik 

GRESIK1minute.id –  Pantai Delegan menjadi center poin aksi bersih-bersih pantai yang dilakukan oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Gresik pada Jumat, 6 Februari 2026.

Bersih-bersih pantai dari.sampah plastik dan limbah rumah tangga yang berpotensi mencemari salah satu destinasi wisata alam favorit di Kota Industri, sebutan lain, Kabupaten Gresik ini dipimpin langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution, Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik Zam Zam Ikhwan, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, dan ratusan peserta lainnya membuat wisata alam dengan pasir putih berada di Desa Delegan, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik ini lebih riuh. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, yang kemudian direspon melalui komitmen bersama Forkopimda dan seluruh perangkat daerah di Kabupaten Gresik. 

“Ini menegaskan bahwa isu kebersihan lingkungan, khususnya kawasan pesisir dan laut bukan lagi hal kecil. Melainkan prioritas nasional yang harus kita dukung secara nyata di daerah,” ungkap Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Ia juga menekankan, bahwa kebersihan lingkungan wisata bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau pengelola, melainkan tanggung jawab bersama. “Lingkungan yang bersih akan memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat dan meningkatkan daya tarik wisata secara berkelanjutan,” ujar Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya itu.

Pihaknya menambahkan, Pantai Dalegan merupakan merupakan salah satu ikon wisata Kabupaten Gresik. Menurut dirinya, tempat ini bukan hanya destinasi rekreasi, tetapi juga sumber penghidupan masyarakat serta wajah daerah yang dilihat oleh pengunjung.  “2Jika lingkungannya bersih, masyarakat sehat, wisata berkembang dan ekonomi bergerak. Sebaliknya, jika kita abai dampaknya akan kembali kepada kita semua,” tuturnya. 

Ia memastikan pengelolaan sampah laut yang terbawa ke pesisir tetap terkendali agar kawasan wisata tetap asri. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sebagai bagian dari pengembangan pariwisata berkelanjutan. “Saya berharap, gerakan seperti ini terus berlanjut, dan menjadi kebiasaan rutin. Sehingga Gresik benar benar dikenal sebagai kabupaten yang bersih, sehat dan nyaman,” harap mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Lebih lanjut, Gus Yani mengungkapkan selain tempat wisata, agenda ini juga sebagai silaturahmi dan aksi mulia yang bisa diagendakan secara rutin. Bisa dilaksanakan di wisata religi, Alun-alun maupun tempat ibadah dan tempat umum lainnya dalam menjaga kelestarian yang banyak dampaknya terhadap masyarakat. 

“Pariwisata bukan hanya soal keindahan alam, tapi juga soal kenyamanan, keamanan, dan kebersihan lingkungan. Aksi hari ini harus menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan adalah budaya dan tanggung jawab bersama,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution mengatakan, aksi bersih pantai ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk menjaga ikon pariwisata Kabupaten Gresik agar tetap bersih, sehat, dan nyaman bagi pengunjung.

“Fokus kami hari ini adalah menjaga kebersihan Pantai Delegan sebagai salah satu destinasi unggulan Gresik. Lingkungan yang bersih bukan hanya soal kenyamanan wisatawan, tetapi juga tentang menjaga ekosistem pesisir agar tetap lestari,” ujarnya di sela kegiatan.

Selain membersihkan sampah plastik, petugas gabungan juga mengangkat limbah domestik yang berpotensi merusak ekosistem laut dan mempercepat abrasi pantai. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana edukasi kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah ke laut. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Jalankan Arahan Presiden Prabowo, Bupati dan Forkopimda Gresik Gelar Aksi Bersih Pantai Delegan dari Sampah Plastik  Selengkapnya