Tahun 2025 ; Eliminasi 664 Kasus, Tahun 2028, Dinas Kesehatan Targetkan Gresik Bebas TBC 

GRESIK,1minute.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik berhasil mengelimaniasi 664 kasus baru TBC. Pada akhir November 2025, tercatat sebanyak 2.740 kasus. Angka itu menunjukkan penurunan dibandingkan pada tahun sebelumnya, yakni 3.404 kasus baru yang disebabkan oleh virus tuberkulosis (TBC).

Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dipimpin oleh dr Mukhibatul Khusnah ini menargetkan Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik bebas TBC pada 2028. “Target itu (Gresik Bebas dari TBC lebih cepat dua tahun dari target nasional bebas TBC pada tahun 2030,” ujar dr Mukhibatul Khusnah dalam Seminar Kesehatan yang mengusung tema “Jaga Diri, Jaga Lingkungan : Waspadai TBC Sebelum Menyebar” di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik pada Selasa, 9 Desember 2025.

Seminar sehari hasil kolaborasi Dinas Kesehatan dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik ini menghadirkan dua narasumber yakni Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Kepala Dinas Kesehatan Gresik dr Mukhibatul Khusnah. Seminar ini dihadiri para Kepala Puskesmas se-Kab Gresik, perwakilan dari Pondok Pesantren (Ponpes) dan pengurus dan anggota PWI Gresik. Seminar dibuka oleh Ketua PWI Gresik Deni Ali Setiono.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memberikan apresiasi kegiatan seminar Kesehatan ini. “Peningkatan akses dan peningkatan kualitas layanan kesehatan di Gresik ini mendapat apresiasi dari Kemendagri. Terbaik di Indonesia. Terima kepada Dinas Kesehatan dan Kepala Puskesmas,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani.

Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini mengatakan, penyakit TBC bisa disembuhkan. Virus tuberkulosis memang bisa menular. Akan tetapi, masyarakat tidak boleh melakukan tindakan diskriminasi terhadap para penderita TBC. “Yang perlu dilakukan saling jaga diri, dan jaga lingkungan,” tegasnya. 

Kalau ada warga yang terkena TBC, kata Bupati Fandi Akhmad Yani, jangan dikucilkan. “Ngak apa-apa. Kita hadapi saja. Langkah selanjutnya, kita melaporkan ke Puskesmas untuk melakukan pengobatan secara gratis. Kemudian dilakukan tracing dan skrening dan seterusnya. Untuk pengobatannya mulai dari pemeriksaan, pendampingan sampai dengan pengobatannya gratis,” tegas mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik dr Mukhibatul Khusnah mengatakan, sebanyak 10 puskesmas kini menyandang status one stop services. 

Di sepuluh puskesmas ini sudah ada PCM TBC sehingga tidak perlu lagi dirujuk RSUD Ibnu Sina Gresik. “Dulu hanya ada di RSUD Ibnu Sina Gresik. Kalau ada yang dicurigai TBC untuk cek dahak. PCM TBC itu di Ibnu Sina. Sekarang tersebar di 10 Puskesmas. Di Gresik bagian Selatan, Gresik Tengah dan Gresik Utara,” ujar dr Khusnah. 

PCM TBC adalah tes cepat molekuler untuk diagnosis tuberkulosis dengan metode laboratorium yang menggunakan GeneXpert untuk menganalisis sampel, seperti dahak, bilasan lambung dan lainnya secara otomatis.  Selain metode laboratorium, PCM TBC menggunakan teknologi PCR alias Polymerase Chain Reacction untuk mendeteksi materi genetik mikrobateri tuberkulosis. Keunggulan PCM TBC adalah  akurat dan hasil cepat sekitar 2 jam. 

“Untuk warga dicurigai TBC bisa ke seluruh puskesmas. Nanti sampel akan dikirim ke puskesmas yang memiliki PCM TBC. Puskesmas kita sudah terkoneksi,” ujarnya. 

Ketua PWI Gresik Deni Ali Setiono membuka acara dengan menegaskan pentingnya keterlibatan pers dalam edukasi publik. Menurutnya, TBC merupakan penyakit yang tampak tidak mencolok namun berbahaya, sehingga perlu terus digaungkan kepada masyarakat.

“Kita ketahui TBC ini penyakit yang smooth tapi membahayakan. Tidak hanya Dinas Kesehatan, ini juga salah satu tugas pers untuk mengedukasi dan memberikan informasi yang positif kepada masyarakat,” ujarnya.

Deni menambahkan, kerja sama PWI dan Dinkes Gresik telah terjalin sejak lama dan kembali dikuatkan lewat diskusi ini. “Harapannya dari diskusi ini menjadi kontribusi dalam percepatan penanganan TBC di Kabupaten Gresik. Apalagi berdasarkan data ada 2.740 kasus TBC sepanjang tahun 2025 di Gresik, dan tahun 2028 kita menuntaskan zero TBC,” harapnya. (yad)

Tahun 2025 ; Eliminasi 664 Kasus, Tahun 2028, Dinas Kesehatan Targetkan Gresik Bebas TBC  Selengkapnya

2026 : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Komitmen Percepat Penanganan RTLH dan Tuntaskan Infrastruktur Pendidikan

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan Pemkab Gresik akan semakin memperkuat fokus pelayanan dasar sebagai wujud APBD yang berpihak pada kemajuan dan kesejahteraan masyarakat pada Tahun Anggaran 2026.

“APBD 2026 harus benar-benar kembali kepada rakyat. Setiap rupiah anggaran akan diarahkan pada layanan dasar yang nyata, merata, dan tepat sasaran,” tegas Gus Yani , sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani saat memberikan sambutan pada rapat paripurna di Gedung DPRD Gresik pada Selasa, 2 Desember 2025.

Komitmen Fandi Akhmad Yani itu mempertegas berbagai program prioritas pemerintah daerah yang telah menunjukkan progres positif dan signifikan. Program tersebut meliputi peningkatan kualitas permukiman, penyediaan air bersih, pembangunan sarana pendidikan, hingga revitalisasi ruang publik.

Pemkab Gresik akan mempercepat pembangunan RTLH di Kabupaten Gresik. Desain RTLH di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, tercatat mengalami perkembangan positif. Per 26 November 2025, peningkatan kualitas rumah mencapai 39 unit dari total 43 unit, sementara pembangunan rumah baru mencapai 50 unit dari 102 unit. (Foto: Istimewa)

Pada sektor perumahan, program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, tercatat mengalami perkembangan positif. Per 26 November 2025, peningkatan kualitas rumah mencapai 39 unit dari total 43 unit, sementara pembangunan rumah baru mencapai 50 unit dari 102 unit.

Ia menyampaikan bahwa Pemkab Gresik berkomitmen mempercepat penanganan RTLH sebagai bentuk keberpihakan kepada warga kurang mampu, agar mereka dapat tinggal di hunian yang lebih sehat dan aman. “Pemkab menargetkan pemerataan bantuan RTLH hingga seluruh kecamatan, karena kawasan kumuh harus ditangani secara menyeluruh,” ujar Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

Ia menambahkan, permukiman kumuh tidak hanya ditandai rumah rusak atau jalan becek, tetapi juga kondisi warga yang tinggal tanpa kepastian hukum atas tanah, tanpa sanitasi yang layak, dan tanpa akses air bersih. “Program ini bukan sekadar soal anggaran, melainkan harapan masyarakat untuk memiliki rumah layak huni, kepastian hukum atas tanah, serta lingkungan yang aman dan sehat,” imbuh mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Pada sektor air bersih, Pemkab Gresik telah menyelesaikan pembangunan reservoir di Kecamatan Duduksampeyan dan Kebomas. Infrastruktur ini diharapkan mampu mengatasi kekurangan air bersih di sejumlah wilayah sehingga distribusi air PDAM Gresik semakin merata.

“Pembangunan reservoir baru ini merupakan langkah strategis untuk menjangkau rumah-rumah pelanggan. Dengan infrastruktur ini, layanan distribusi air bisa semakin merata. Pemkab berkomitmen memastikan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya akses air bersih, terpenuhi tanpa hambatan,” ujarnya.

Di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, Pemkab Gresik juga tengah membangun prasarana air bersih untuk mendukung pendirian Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT). Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk menunjang kenyamanan dan keamanan lingkungan pendidikan. Ia menegaskan bahwa pemenuhan layanan air bersih di kawasan itu menjadi prioritas.

“Pemkab telah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memastikan layanan air bersih berfungsi optimal sehingga fasilitas pendidikan nonformal dapat berjalan baik dan nyaman,” tegas dia.

GEDUNG Gresik Universal Science (GUS) di Desa Kedungpring, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik dalam waktu dekat akan diresmikan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ( Foto : Istimewa)

Dalam pengembangan sarana pendidikan dan literasi sains, pembangunan Gresik Universal Science Center (GUS) di kompleks Islamic Center Balongpanggang kini memasuki tahap akhir. Fasilitas ini dirancang sebagai pusat edukasi publik berbasis teknologi dan diproyeksikan menjadi ikon baru pembelajaran sains di Gresik.

“Fasilitas ini kami rancang sebagai ruang edukasi publik yang interaktif, modern, dan mudah diakses. Harapannya, pusat sains ini mendorong minat anak-anak terhadap teknologi, penelitian, dan inovasi,” terangnya.

Bupati Fandi Akhmad Yani menambahkan, GUS akan menjadi pusat aktivitas kreatif masyarakat yang dapat dimanfaatkan untuk belajar, berekreasi, dan mengembangkan kreativitas. “Museum yang menjadi bagian dari GUS akan menampilkan konten kearifan lokal dengan teknologi modern agar tetap menarik dan relevan bagi generasi masa kini,” pungkasnya. (yad/adv)

2026 : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Komitmen Percepat Penanganan RTLH dan Tuntaskan Infrastruktur Pendidikan Selengkapnya

CKPKP Gresik Ajukan Usulan 5.388 Sambungan Rumah di Gresik Utara dari Sumber Air BGS

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik berupa melakukan perluasan jaringan air bersih di Gresik Utara. Pemkab Gresik melalui Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DCKPKP) Gresik telah mengusulkan pembangunan jaringan distribusi ke Kementerian Pekerjaan Umum.

Pembangunan perluasan jaringan distribusi air menggunakan skema sharing anggaran dari pusat dan daerah. “Pembangunan reservoir air APBD. SR (sambungan rumah) lagi usahakan DAK (Dana Alokasi Khusus dari APBN),” ujar Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di  Semarang, Jawa Tengah akhir pekan lalu.

Pemkab Gresik berharap, usulan pengembangan distribusi air di Gresik Utara mendapatkan persetujuan dari pemerintah pusat. Sebab, air bersih menjadi kebutuhan primer bagi masyarakat di Kota Industri, sebutan lain, Kabupaten Gresik ini. 

Informasi yang dihimpun proposal pengajuan usulan perluasan distribusi air ini, Pemkab Gresik akan mengalirkan air dari Bendung Gerak Sembayat (BGS) yang berada di Desa Sidomukti, Kecamatan Bungah. Pemkab Gresik akan mengalir 5.388 sambungan rumah (SR) ke 12 desa di dua kecamatan yakni, Kecamatan Manyar dan Bungah. 

Pemkab Gresik akan membangun dua reservoir di dua titik itu, Desa Sembayat, Kecamatan Manyar dan Desa Melirang, Kecamatan Bungah. Reservoir Sembayat akan mengaliri 3.448 SR di Desa Sembayat ; Morobakung ; Ngampel ; Pejanganan ; Gumeno dan Karangrejo. Sedangkan reservoir Melirang akan mengaliri 1.890 SR meliputi Desa Melirang ; Mojopurowetan ; Sidomukti ; Masangan ; Sukowati dan Bungah.

Saat ini, sumber air dari BGS baru terserap 300 liter per detik. Kapasitas bisa mencapai 1.000 meter per detik. Pipa jaringan utama juga telah terpasang. Kepala Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DCKPKP) Gresik Ida Lailatus Sa’diyah membenarkan pihaknya telah mengajukan pembangunan jaringan ke Kementerian Pekerjaan Umum. ” Semoga bisa terealisasi tahun depan. Mohon doanya,” kata Ida Lailatus Sa’diyah. (yad)

CKPKP Gresik Ajukan Usulan 5.388 Sambungan Rumah di Gresik Utara dari Sumber Air BGS Selengkapnya

Inovasi KEBAS, Kompos Kertas Bekas UPT SMP Negeri 2 Gresik Rebut Juara 3 Gresik Inovasi Kompetisi 2025

GRESIK,1minute.id – Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Gresik telah mengumumkan pemenang ajang Gresik Inovasi Kompetisi (GIK) 2025. Awarding dilakukan bersamaan dengan pembukaan Gresik Innovation Festival (Ginofest) 2025 di Atrium Icon Mall Gresik pada Sabtu, 6 Desember 2025. Ginofest dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman.

Ada ratusan Inovasi muncul dalam kompetisi itu. Antara lain, KEBAS alias Kompos Kertas Bekas karya UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik. Inovasi cerdas mengatasi kertas bekas ini menjadi juara 3 GIK 2025. Tim Inovasi terdiri dari Mohammad Salim sebagai penggagas juga Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik; Sumiardih, inovator  ; Tietien Harfuthien dan Muslik, pengelolah dibantu Kelompok Cinta Lingkungan (KCL) Spenda Gresik. 

Menurut Mohammad Salim, lahir KEBAS dari rasa keprihatinan banyaknya kertas bekas di sekolah pada 2024. Tim Cinta Lingkungan kemudian melakukan riset awal dan lahirlah KEBAS alias Kompos Kertas Bekas adalah sebuah proyek kreatif yang memanfaatkan kertas bekas menjadi kompos berkualitas untuk menyuburkan tanaman. “Ini (KEBAS) diluncurkan pada Hari Peduli Sampah Nasional 2024 sebagai bagian dari program “Zero Waste” sekolah,” kata Salim pada Sabtu malam, 6 Desember 2025. “KEBAS mendapat juara 3 inovasi Katagori Perangkat Daerah,” imbuhnya. 

Bagaimana cara membuat Kompos Kertas Bekas? Salim mengatakan, ada empat tahapan yang harus dilakukan. Pertama, kumpulkan kertas bekas, sobek-sobek menjadi potongan kecil. Kedua, campurkan dengan bahan hijau seperti rumput, sayuran dan bahan coklat seperti daun kering, serbuk gergaji dengan komposisi 2:1. Langkah ketiga, susun secara bergantian di komposter, basahi dan aduk setiap 1-2 minggu. Dan keempat, kompos kaya nutrisi yang bisa memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan kesuburan.

Salim mengatakan, inovasi KEBAS memiliki banyak manfaat. Antara lain, mengurangi sampah kertas, menyediakan nutrisi alami untuk tanaman dan meningkatkan aerasi dan kapasitas air tanah. “Inovasi ini tidak hanya edukatif, tapi juga mendorong siswa terlibat dalam pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan,” kata Salim. Ia menargetkan, inovasi KEBAS akan terus disempurnakan sehingga bisa bersaing di Jawa Timur. “Tahun depan Insya Allah maju tingkat Provinsi Jawa Timur,” tegasnya. 

Sebagai informasi, Gresik Inovasi Kompetisi (GIK) 2025 digelar sejak 16 Agustus 2025 pada tahap pendaftaran hingga 17 Oktober 2025 pada tahap pengumuman pemenang. Antusiasme peserta sangat tinggi dalam ajang ini. Mereka yang berpartisipasi mulai perangkat daerah, masyarakat umum, hingga pelajar dan mahasiswa.

Data Bappeda Gresik, GIK 2025 diikuti 116 peserta dengan enam kategori. Rinciannya,  Kategori Perangkat Daerah  43 peserta ;  Kategori Umum, dengan subkategori: Inovasi berbasis Website/Mobile App (33 peserta) ; Inovasi Bidang Agribisnis dan Energi Naru Terbarukan (25 peserta) ; dan Inovasi Sosial, Budaya, dan Kependudukan (15 peserta). (yad)

Inovasi KEBAS, Kompos Kertas Bekas UPT SMP Negeri 2 Gresik Rebut Juara 3 Gresik Inovasi Kompetisi 2025 Selengkapnya

Bappeda Gelar Ginofest 2025, Inovasi jadi Indikator Keberhasilan Pemerintah

GRESIK,1minute.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman membuka Gresik Innovation Festival (Ginofest) 2025. DNA inovasi organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik  ditengah cekaknya Dana Transfer ke Daerah (TKD) 2026 dari Pemerintah Pusat yang mencapai lebih Rp 0,5 triliun. 

Ginofest yang berlangsung dua hari, mulai Jumat dan Sabtu, 5-6 Desember 2025 yang diinisiasi oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Gresik mengusung tema “Kreativitas Tanpa Batas, Inovasi Tanpa Henti untuk Gresik Mandiri”. Tema itu untuk menegaskan komitmen Pemkab Gresik untuk terus mendorong budaya inovasi di tengah berbagai tantangan, termasuk penyesuaian anggaran dari pemerintah pusat.

Sekda Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman menegaskan pentingnya Ginofest  sebagai katalisator pertumbuhan ekosistem inovasi di daerah. ” Ginofest bukan sekadar event pameran dan kompetisi, tetapi merupakan wadah untuk membangun sinergi dan jejaring kolaborasi. Saya berharap seluruh inovasi yang ditampilkan tidak berhenti sebagai prototipe, tetapi dapat diadopsi, dikembangkan, dan direplikasi sehingga benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Sekda Washil dalam sambutannya. 

Ia melanjutkan bahwa semangat berinovasi tidak boleh terhambat oleh keterbatasan anggaran. “Meski terjadi penyesuaian dan pemotongan anggaran dari pusat, perangkat daerah tidak boleh berhenti berinovasi,” tegas mantan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman – kini menjadi- Dinas CiptaKarya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DCKPKP).Gresik ini.

Koordinator Bidang Investasi dan Inovasi pada Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Jawa Timur Himawan Esty Bagio, turut menekankan pentingnya inovasi sebagai barometer kemajuan daerah. “Saat ini inovasi menjadi tanda bahwa sebuah daerah itu maju. Hampir semua daerah menjadikan inovasi sebagai ukuran keberhasilan kinerja suatu OPD,” ujarnya.

Sejalan dengan dorongan tersebut,  Ginofest 2025 menghadirkan 26 stan pameran yang menampilkan inovasi dari seluruh jenjang pendidikan hingga perangkat daerah. Stan tersebut terdiri dari 5 SD/MI, 4 SMP, 4 SMA/SMK/MAN, 4 universitas, 5 perangkat daerah serta 4 stan juara Gresik Inovasi Kompetisi (GIK) 2025. 

Sementara itu, Kepala Bappeda Gresik Edy Hadisiswoyo menyampaikan bahwa Ginofest dirancang sebagai ruang kolaborasi berkelanjutan. “Festival ini kami desain tidak hanya sebagai ajang pameran, tetapi sebagai motor penggerak kolaborasi lintas sektor,” ujarnya. (yad)

Bappeda Gelar Ginofest 2025, Inovasi jadi Indikator Keberhasilan Pemerintah Selengkapnya

Di Gresik, 35 dari 48 SPPG Daftarkan Relawan dan Tenaga Pendukung MBG Ikutkan BPJS Ketenagakerjaan 

GRESIK,1minute.id – Relawan dan Tenaga Pendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG)di Kabupaten Gresik kini mendapatkan Perlindungan Sosial Ketenagakerjaan.   BPJS Ketenagakerjaan mulai melakukan sosialisasi pada Kamis, 4 Desember 2025. Sosialisasi dihadiri oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas pemerintah pusat. Secara nasional, pemerintah menargetkan 82,9 juta penerima MBG, dan hingga saat ini telah terealisasi 44 juta penerima di seluruh Indonesia. Untuk memastikan keberlanjutan program, pemerintah mewajibkan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Wabup Gresik Asluchul Alif menekankan pentingnya perlindungan kerja bagi tenaga SPPG sebagai garda terdepan pelaksana program MBG. “Ini adalah hal krusial. Pemerintah ingin memastikan bahwa seluruh tenaga SPPG terlindungi asuransi, karena pekerjaan Anda semua menyangkut hajat hidup orang banyak,” tegasnya.

Hingga saat ini, Kabupaten Gresik memiliki 48 SPPG yang beroperasi, namun baru 35 SPPG yang tercatat sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Alif berharap melalui sosialisasi ini terjadi percepatan pendaftaran sehingga seluruh relawan dan tenaga pendukung mendapat perlindungan kerja secara optimal.

BPJS Ketenagakerjaan sendiri menyediakan manfaat berupa Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Wabup Alif juga menyampaikan harapannya agar ke depan tersedia tambahan manfaat berupa Jaminan Hari Tua (JHT) bagi tenaga SPPG.

“Kami berharap seluruh tenaga SPPG bisa memanfaatkan program ini dengan baik. Perlindungan ini penting karena Anda semua berperan langsung dalam memastikan anak-anak kita menerima makanan bergizi secara aman dan layak,” ujar dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. (yad)

Di Gresik, 35 dari 48 SPPG Daftarkan Relawan dan Tenaga Pendukung MBG Ikutkan BPJS Ketenagakerjaan  Selengkapnya

Antologi Cerpen Karya Siswa SMP “Jejak Kata Remaja” Diluncurkan, Dokter Alif : Bagai Api Kecil Nyalakan Semangat Menulis Gen Z 

GRESIK,1minute.id – Buku antologi cerita pendek (Cerpen) berjudul “Jejak Kata Remaja” telah terbit. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gresik yang meluncurkan 

buku karya sejumlah anak SMP/MTs di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik pada Kamis, 4 Desember 2025.

Istimewanya lagi, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif yang melaunching buku antologi tersebut. “Hari ini bukan sekadar launching buku, hari ini adalah penanda lahirnya generasi baru. Generasi yang tidak hanya membaca dunia tetapi juga menuliskan dunia,” kata dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gresik pada Kamis, 4 Desember 2025.

Wabup Alif mengatakan, berbicara tentang membaca dan menulis kita sebenarnya sedang membicarakan pondasi masa depan dan bangsa. Literasi bukan sekadar kegiatan belajar, tetapi sebuah kekuatan strategis yang menentukan posisi kalian dan posisi Indonesia dua puluh tahun mendatang.

“Buku ini bukan sekadar kumpulan cerita pendek, melainkan sebuah cermin keberanian, ketulusan, dan daya juang anak-anak generasi muda di Kabupaten Gresik dalam merangkai mimpi dan harapan,” ujar suami dr Shinta Puspitasari ini.

Di era gadget saat ini, ia melanjutkan, anak-anak harus pandai-pandai mencari referensi yang bagus, karena literasi sangat penting sekali. Wabup berharap kepada anak-anak untuk tidak hanya berhenti di sini. Menurutnya karya ini akan dibaca dan sebagai role model yang lain.

“Buku ini menjadi api kecil yang menyalakan semangat menulis di hati generasi muda lainnya. Karena membaca membuat kita mengenal dunia, menulis membuat dunia mengenal kita,” imbuhnya.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menguatkan semangat literasi, memperluas ruang ekspresi pelajar, dan menumbuhkan budaya menulis di lingkungan pendidikan. Jika hari ini kalian mampu menulis cerita, maka suatu hari kalian juga akan mampu menulis kebijakan, menulis inovasi, menulis sejarah, bahkan menulis arah baru Indonesia. Ia pun mengutip kata bijak, ingatlah masa depan bangsa ini tidak ditentukan oleh siapa yang paling kuat, tetapi oleh siapa yang paling mau belajar, mau membaca, mau berpikir, dan mau menulis, dan kalian telah memulainya hari ini.

“Saya mengapresiasi kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan serta kepada saudara Bambang Prakoso, yang telah membukakan pintu masa depan bagi anak-anak kita,” imbuhnya.

Di tempat sama, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gresik Budi Rahardjo mengungkapkan, anak-anak telah mengikuti program menulis dan alhamdulillah dari tulisannya ini dibentuk Antologi Cerpen kemudian dijadikan buku.

“Kami terus mendorong pembangunan kemampuan literasi anak-anak untuk melakukan pemikiran yang kreatif dan produktif untuk dituangkan menjadi tulisan yang baik sebagai motivasi bagi anak-anak yang lain,” harapnya.

Ketua Gerakan Pembudayaan Gemar Membaca (GPMB) Jawa Timur Bambang Prakoso menambahkan, anak-anak di Kabupaten Gresik mempunyai potensi yang luar biasa. Menurut Dosen Ilmu Perpustakaan sekaligus Kepala UPT Perpustakaan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya tersebut, anak-anak dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur luar biasa dalam mengimajinasikan sesuatu ke dalam tulisan.

“Dari data provinsi se-Indonesia, alhamdulillah Jawa Timur mempunyai animo yang tinggi. Semoga Gresik melahirkan penulis-penulis yang top seperti pendahulu-pendahulunya. Saya mengapresiasi perhatian khusus Dinas Perpustakaan Gresik dalam memotivasi untuk membangkitkan generasi dalam literasi.” (yad)

Antologi Cerpen Karya Siswa SMP “Jejak Kata Remaja” Diluncurkan, Dokter Alif : Bagai Api Kecil Nyalakan Semangat Menulis Gen Z  Selengkapnya

Pemkab Gresik Suntik Modal Rp 7 Miliar, Gresik Migas Bangun SPBUN di Ujungpangkah

GRESIK,1minute.id – Gresik Migas bakal mendapatkan tambahan suntikan modal dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik sebesar 7 miliar. DPRD Gresik telah menyetujui tambahan modal ke badan usaha milik daerah (BUMD) yang berkantor di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik itu.

Menurut Direktur Utama Gresik Migas Priest Djabbar mengatakan, pihaknya tambahan modal sebesar Rp 7 miliar dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik akan digunakan untuk pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum dan Nelayan (SPBUN) Desa Pangkah Wetan, Kecamatan Ujungpangkah. 

“Investasi pembangunan SPBUN itu membutuhkan anggaran Rp 8,7 miliar,” kata Priest Djabbar dikonfirmasi selulernya pada Rabu, 3 Desember 2025. Penambahan penyertaan modal itu akan dilakukan pada P-APBD 2026 nanti. 

Untuk diketahui DPRD Gresik telah menetapkan empat rancangan peraturan daerah (Ranperda) pada 27 November 2025. Empat Ranperda itu, terdiri dua Ranperda baru, yakni, Ranperda Pelaksanaan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dan Ranperda Penyertaan Modal Pemerintah Daerah pada Perusahaan Perseroan Daerah Gresik Migas.

Sedangkan dua ranperda perubahan yaitu Ranperda Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2013 tentang Pengendalian Air Limbah dan Pengelolaan Kualitas Air dan Ranperda Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2016 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa.

Priest melanjutkan, SPBUN  untuk mensuplai kebutuhan solar  dan pertalite bagi nelayan setempat. ‘Berdasarkan data Dinas Perikanan dan Kelautan, kebutuhan bahan bakar untuk nelayan sebanyak 19 Kiloliter per hari,” ujarnya. 

Solar bersubsidi dan pertalite menjadi kebutuhan vital bagi para nelayan Desa Pangkah Wetan untuk melaut. Selain dua bahan bakar bersubsidi, Imbuhnya, juga menyediakan bahan bakar non subsidi, antara lain, Pertamax, Dexlite, Biodiesel dan lainnya. ” Pembelian solar atau pertalite nelayan yang terdaftar dengan menggunakan sistem barcode,” ujarnya.  Dalam barcode itu, berisi antara lain identitas nelayan. “By name, by address, dan besaran kuotanya,” tegasnya. 

Pembangunan SPBUN Ujungpangkah ini, akan menambah jaringan SPBUN yang dikelola oleh Gresik Migas. Sebelumnya, SPBUN telah beroperasi di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng dan SPBUN Lumpur di Jalan R.E. Martadinata, Kelurahan Lumpur, Kecamatan Gresik. (yad)

Pemkab Gresik Suntik Modal Rp 7 Miliar, Gresik Migas Bangun SPBUN di Ujungpangkah Selengkapnya

90 Persen Puskesmas di Gresik Melayani Rawat Inap, Wabup Gresik: Punya KTP Gresik Kesehatan Terjamin

GRESIK,1minute.id – Layanan kesehatan di Kabupaten Gresik semakin merata. Kini, pasien rawat semakin tidak harus ke rumah sakit. Sebab, 29 dari 31 puskesmas atau 90 persen di Kota Industri, sebutan lain, Kabupaten Gresik bisa melayani rawat inap.

“Dulu masyarakat harus ke rumah sakit hanya untuk mendapatkan perawatan dasar. Sekarang 90 persen puskesmas sudah siap rawat inap. Target kita jelas, tinggal tiga puskesmas lagi dan kita targetkan 99% siap melayani rawat inap,” ujar Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif saat melaunching 8 puskesmas yang siap melayani rawat inap pada puncak Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) Gresik pada Selasa, 2 Desember 2025.

Sebelumnya, sudah ada 21 puskesmas yang melayani rawat inap. Kini, tersisa tiga puskesmas yang belum melayani rawat inap dikarenakan luas lahan sempit dan persoalan lainnya. Tiga puskesmas itu, yakni Puskesmas Nelayan berada di Jalan Gubernur Suryo, Gresik ; Puskesmas Industri berlokasi di Jalan Arif Rahman Hakim, Gresik ; dan Puskesmas Dadapkuning, Kecamatan Cerme.

Ia menambahkan, keberadaan layanan ini sangat krusial mengingat hampir seluruh masyarakat Gresik telah tercakup dalam kepesertaan BPJS. Dengan Universal Health Coverage (UHC) yang telah mencapai 100 persen, seluruh pembiayaan ditanggung BPJS sesuai regulasi.

“Bisa dikatakan, kalau punya KTP Gresik maka kesehatannya terjamin. Tidak semua orang mudah mendapatkan uang untuk berobat, apalagi tindakan medis besar. Karena itu pemerintah memastikan seluruh masyarakat memegang BPJS dan layanan kesehatan harus dekat, murah, dan mudah,” terang dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Capaian ini menjadi puncak dari berbagai program strategis sektor kesehatan selama 2025. Berdasarkan laporan resmi Dinas Kesehatan Gresik, selain telah melaksanakan integrasi layanan primer di seluruh 32 puskesmas, serta peningkatan 8 puskesmas menjadi rawat inap, Dinkes Gresik juga melakukan penguatan 1.512 posyandu.

Dinkes juga telah melaksanakan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk 244.118 sasaran, sistem e-rekam medis di seluruh puskesmas, penguatan Labkesmas, serta layanan ambulans dilengkapi GPS tracking. Layanan RSUD Gresik Sehati juga telah berjalan dan menjangkau masyarakat Gresik di wilayah selatan. Terkait TBC, Dinkes juga telah menemukan 2.935 kasus TBC dari 23.454 suspek sebagai bagian dari upaya pengendalian penyakit. (yad)

90 Persen Puskesmas di Gresik Melayani Rawat Inap, Wabup Gresik: Punya KTP Gresik Kesehatan Terjamin Selengkapnya

Gresik Sabet Dua Penghargaan dari Kemendagri, Bupati Gresik : Kami Dedikasikan untuk Masyarakat Gresik 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menerima penghargaan kategori kinerja pelaksanaan Program Strategis Nasional (PSN) Fiskal sedang. Di antaranya sektor penyerapan tenaga kerja dan sektor peningkatan akses dan peningkatan kualitas layanan kesehatan.

Penghargaan tersebut masing-masing diserahkan Menteri Tenaga Kerja Yassierli dan Direktur Utama Tempo Media Group Arif Zulkifli kepada Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Ajang Apresiasi Kinerja Pemerintahan Daerah 2025  diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Tempo Media Group di Hotel Borobudur Jakarta pada Senin malam, 1 Desember 2025.

“Penghargaan ini saya dedikasikan untuk seluruh masyarakat Kabupaten Gresik. Tentunya menjadi penyemangat bagi pemerintah daerah dalam mewujudkan program konkret kepada masyarakat,” ucap Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.

Gus Yani, sapaan akrab, Bupati Fandi Akhmad Yani mengatakan, penghargaan yang diraih Kabupaten Gresik telah melalui proses penilaian yang independen dari tim yang kompeten dengan melihat langsung kondisi di lapangan. Baik dari sisi penyerapan tenaga kerja maupun peningkatan layanan kesehatan.

“Untuk penyerapan tenaga kerja dengan nilai 0,98 persen melampaui penurunan kesempatan kerja terendah hingga 0,35 persen. Sehingga menegaskan kemampuan Gresik dalam memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat,” ujar mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Ia menambahkan, salah satu yang harus terus dijaga adalah daya saing industri Kabupaten Gresik sebagai kota industri. “Kami akan komitmen dan konsisten menjaga iklim investasi, agar dapat bersaing di tingkat nasional bahkan internasional, dengan kemudahan perizinan dan nilai investasi yang semakin meningkat,” kata Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini.

Pemerintah Kabupaten Gresik berkomitmen untuk meningkatkan layanan kesehatan melalui berbagai program strategis. Ada Rumah Sakit Sehati di selatan Gresik, termasuk pembangunan fasilitas baru seperti Gedung Rawat Jalan dan Diagnostik Terpadu RSUD Ibnu Sina untuk pelayanan yang lebih cepat, akurat, dan terintegrasi.

Selain itu, Pemkab Gresik juga fokus pada peningkatan aksesibilitas di daerah terpencil seperti Pulau Bawean. Serta 29 dari 32 puskesmas di Kabupaten Gresik sekarang memiliki layanan rawat inap. Tidak hanya itu, masyarakat Kabupaten Gresik juga tercakup dalam Universal Health Coverage (UHC) yang telah mencapai 100 persen. “Program-program ini adalah bagian dari upaya yang lebih luas untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ungkapnya.

Menurut tim penilai, Kabupaten Gresik dalam meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan yaitu 87,99 persen, serta layanan cek kesehatan gratis 98,98 persen. Seluruh puskesmas memiliki otonomi pengelolaan keuangan melebihi rata-rata 83,85 persen dan menerapkan layanan primer terintegrasi berbasis kluster di mana sudah sama dengan rata-rata kelompok yaitu 100 persen.

“Saya ucapkan terima kasih atas apresiasi ini, dan kami akan lebih semangat dalam melayani masyarakat dan mewujudkan daya saing daerah yang menjadi harapan warga Kabupaten Gresik,” pungkasnya. (yad)

Gresik Sabet Dua Penghargaan dari Kemendagri, Bupati Gresik : Kami Dedikasikan untuk Masyarakat Gresik  Selengkapnya